Lembaga Agama
Sosiologi Kelas X
Kelompok IV:
1. Alma Sabiq Abdurrahman (02)
2. Catherine E.P.M (07)
3. Depit Cahyo N.(10)
4. Hasby Hikmahwan Araffat (18)
5. Ihza Kurniawan (20)
6. Niken Janrira B.(29)
Lembaga Agama
Pengertian
Lembaga agama adalah lembaga yang mengatur mengenai kehidupan manusia dalam beragama.
Lembaga Agama adalah sistem keyakinan dan praktik keagamaan dalam masyarakat. Agama
pada dasarnya aktivitas manusia untuk berhubungan dengan Tuhannya. Agama sangat penting
untuk menyeimbangkan kehidupan manusia yaitu antara kehidupan dunia dan akhirat.
Pendidikan agama menuntun invidu untuk berprilaku baik terhadap sesama manusia, mahkluk
hidup lain dan alam sekitar. Harus disadari bahwa sumber daya alam adalah karunia Tuhan yang
diberikan kepada manusia dan harus disyukuri. Salah satu caranya dengan memelihara
kelestarian alam.
Unsur
Unsur-unsur lembaga agama menurut Light, Calhoun, Killer di antaranya,
1. Simbol, setiap agama harus tahu simbol atau simbol yang berbeda, baik itu dalam bentuk
ucapan, pakaian, tulisan atau tindakan.
2. Kepercayaan, setiap agama yakni harus mempunyai sebuah kepercayaan, seperti percaya pada
Tuhan, para nabi, dan buku
3. Umat atau Pemeluk, agama yakni mempunyai sejumlah pengikut atau pengikut.
4. Pengalaman Keagamaan, setiap orang percaya mempunyai beberapa bentuk dalam sebuah
pengalaman keagamaan.
5. Praktik Keagamaan, setiap ajaran agama yang ada harus mempunyai praktik keagamaan
seperti ibadah, doa, meditasi, puasa, dan lain-lain.
Fungsi
Sebagai aturan hidup
Sumber kebenaran
Prosedur peraturan untuk hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan
Tuntutan prinsip benar dan salah
Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan dalam agama wajib berbuat baik untuk orang
lain .
Pedoman keyakinan manusia berbuat baik selalu disertai dengan keyakinan bahwa tindakan
itu adalah tugas dari Tuhan dan percaya bahwa tindakannya akan dihargai, meskipun
tindakannya sedikit
Pedoman kehadiran dasarnya makhluk di dunia hidup adalah ciptaan Tuhan sendiri
Menuntun manusia untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan yang diberikan kepada manusia
Menjadi pedoman untuk menjalankan ibadah terhadap Tuhan
Ciri Ciri
1. Merupakan sistem keyakinan
2. Merupakan perwujudan sesuatu yang diyakini sebagai hal gaib
3. Menjadi pendorong, penggerak, dan pengendalian perilaku menyimpang yang terjadi
4. Mempersatukan umat beragama
5. Bertujuan memuliakan umatnya dengan ajaran yang sudah dijadikan ketetapan
Menurut Para Ahli
Robert Maciver dan C.H. Page, lembaga agama adalah bagian institusi sosial yang
memberikan sebuah langkah atau tata cara yang diciptakan untuk membuat segala peraturan
hubungan antar manusia dengan tuhannya bisa terwujud dengan baik.
Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, lembaga agama merupakan seperangkat aturan yang
mengatur hubungan antara manusia dengan dunia gaib, khususnya dengan Tuhannya.
Emile Durkheim, lembaga agama adalahsistem keyakinan dan praktik keagamaan dalam
masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan. Lembaga agama mengatur kehidupan dan
tingkah laku manusia dalam bersosial.
Bruce J. Cohen, lembaga agama adalah lembaga yang bertujuan mengatur kehidupan
manusia dan beragama.
Lembaga Lembaga Agama yang Ada Di Indonesia
1. MUI (Majelis Ulama Indonesia)
Sejarah MUI yang lahir pada tahun 1975 itu merupakan hasil musyawarah yang diwakili
ulama dari 26 provinsi di Indonesia
PERAN
Pemerintah ketika membentuk MUI menyatakan tiga tujuan umum MUI:
1. Memperkuat agama dengan cara yang dijelaskan Pancasila untuk memastikan ketahanan
nasional.
2. Partisipasi ulama dalam pembangunan nasional.
3. Mempertahankan keharmonisan antar umat beragama di Indonesia
TUGAS
Pengabdian Majelis Ulama Indonesia tertuang dalam tujuh tugas MUI, yaitu:
1. sebagai pengawal bagi penganut agama Islam
2. sebagai pemberi edukasi dan pembimbing bagi penganut agama Islam
3. sebagai penjaring kader-kader yang lebih baik
4. sebagai pemberi solusi bagi masalah keagamaan di dunia internasional
5. sebagai perumus konsep pendidikan Islam
6. sebagai pengawal konten dalam media massa
7. sebagai organisasi yang menjalankan kerja sama dengan organisasi keagamaan
2. PGI (Persekutuan Gereja-gereja Di Indonesia)
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) didirikan pada 25 Mei 1950.
tujuan pembentukannya adalah "Mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia."
Fungsi PGI-Wilayah adalah untuk membicarakan, menggumuli dan mewujudkan kehadiran
bersama gereja-gereja di satu wilayah. Menggalang kebersamaan gereja-gereja di wilayah
melalui kegiatan-kegiatan bersama, dan membantu gereja-gereja untuk
memikirkan/mengusahakan kebutuhan-kebutuhannya.
3. KWI (Konferensi Wali Gereja Indonesia)
Maka dengan Dekrit “Quod Christus Adorandus” tertanggal 03 Januari 1961 Paus Yohanes
XXIII meresmikan berdirinya Hirarki Gereja di Indonesia.
Tujuan
Konferensi Waligereja Indonesia bertujuan memadukan kebijakan-kebijakan dalam
pelaksanaan bersama-sama sejumlah tugas pastoral untuk kaum beriman Kristiani, untuk
mewujudkan peran serta Gereja dalam meningkatkan kesejahteraan manusia terutama lewat
bentuk-bentuk dan cara-cara kerasulan yang disesuaikan dengan keadaan, waktu, dan
tempat, menurut norma hukum, agar sedapat mungkin berjalan seirama dan
berkesinambungan di seluruh Indonesia.
Tugas KWI merupakan organisasi nasional yang bertujuan menggalang persatuan dan kerja
sama Hierarki Gereja Katolik Indonesia dalam tugas pastoral mereka untuk memimpin umat
Katolik Indonesia. Di dalam wadah ini, para uskup bekerja sama merundingkan dan
memutuskan sesuatu mengenai umat Katolik Indonesia.
4. PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia)
Parisada Hindu Dharma Indonesia (disingkat PHDI) adalah majelis organisasi umat
Hindu Indonesia yang mengurusi kepentingan keagamaan maupun sosial.
PHDI yang awalnya bernama Parisada Hindu Dharma Bali ini didirikan di pada tahun 1959
untuk memperjuangkan agar agama Hindu menjadi agama yang diakui di Indonesia.
Tugas pokok PHDI adalah melayani umat dalam meningkatkan sradha dan bhakti sesuai
kitab suci Weda. PHDI memeiliki peranan sebagai majelis tertinggi umat Hindu di Indonesia
adalah mengatur, memelihara, dan mengembangkan agama Hindu serta mempertinggi
kesadaran hidup keagamaan dan kemasyarakatan umat Hindu.
5. WALUBI (Perwakilan Umat Budha Indonesia)
Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) adalah wadah kebersamaan
organisasi umat Buddha Indonesia yang terdiri dari Majelis-Majelis Agama Buddha,
Lembaga Keagamaan Buddha, Dewan Sangha, Badan Kehormatan dan Wadah
Kemasyarakatan yang bernapaskan Agama Buddha. Walubi didirikan di DKI
Jakarta berdasarkan Konsensus Nasional Umat Buddha Indonesia pada tanggal 8 Mei
1978.
Tujuan
Perwalian Umat Buddha Indonesia berazaskan Pancasila dan bertujuan untuk :
1. Menghayati, mengamalkan, mengamankan dan melestarikan Agama Buddha, Pancasila
dan Undang-Undang Dasar 1945.
2. Mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945.
3. Membina dan mengembangkan kehidupan beragama di kalangan umat Buddha Indonesia
sesuai dengan tata cara sekte masing-masing.
4. Menghimpun Umat Buddha dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara
sebagai perwujudan Dharma Negara.
5. Usaha untuk mencapai tujuan, WALUBI berusaha untuk :
6. Memberikan bimbingan, penyuluhan dan penerangan tentang Agama Buddha secara
berkesinambungan
7. Mengayomi segenap umat Buddha di Indonesia, ikut serta memajukan kesejahteraan
umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
8. Meningkatkan kualitas kehidupan umat Buddha dengan memperteguh sradha (keyakinan)
dan bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Triratna/Tiratana, berbudi pekerti luhur,
berakhlak mulia dan berkemanusiaan yang adil dan beradab, serta memiliki kepedulian
sosial yang tinggi.
9. Meningkatkan kerjasama yang mantap antar umat Buddha Indonesia dalam mengabdi
kepada masyarakat, bangsa dan negara melalui aksi sosial kemanusiaan sebagai
pengamalan Dharma Negara.
Majelis Majelis di bawah naungan WALUBI
Majabudti
Majubuthi
Mahabudhi
Zhen Fo Zong/Kasogatan
Majelis Buddha Rulai Indonesia (MBRI)
Martrisia
Persamuan Umat Buddha Indonesia (PUBI)
MMJM
PBNSHI
MTIKTI
Majelis Agama Buddha MahaNikaya Indonesia (MBMI)
Majelis Anadi Buddha Indonesia (MABI)
Majelis Agama Buddha Mahayana Tanah Suci Indonesia (Majabumi TSI)
Majelis Cendikiawan Buddha Indonesia (MCBI)
Majelis Agama Buddha Guang ji Indonesia (MABGI)
6. MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia)
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (disingkat MATAKIN) adalah sebuah
organisasi yang mengatur perkembangan agama Khonghucu di Indonesia. Organisasi ini
didirikan pada tahun 1923 Khong Kauw Tjong Hui setelah melalui proses yang panjang
sejak akhir abad ke-19.
Tanggal 16 April 1955 disepakati sebagai hari jadi Majelis Tinggi Agama Khonghucu
Indonesia, disingkat MATAKIN. Sejak berdirinya secara periodik diadakan
Kongres/MUNAS.
“MATAKIN bertujuan untuk mengembangkan umat Khonghucu agar dapat
mengamalkan ajaran agamanya dengan baik, sehingga mampu memperbarui diri dan
berpartisipasi aktif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,”
1. MUI (Majelis Ulama Indonesia)
2. PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia)
3. KWI (Konferensi Wali Gereja Indonesia)
4. PHDI(Parisada Hindu Dharma Indonesia)