MATERI PKK
KD.3.3 Memahami Hak Atas Kekayaan Intelektual
HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL
A. Hak Kekayaan Intelektual dan Macam-macamnya
1. Hak Cipta : hak khusus bagi pencipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya.
a. Dasar hukum hak cipta
Undang-undang yang mengatur hak cipta di Indonesia adalah Undang-undang Nomor 28
Tahun 2014. Hak cipta dikategorikan sebagai benda bergerak, baik dalam UU 19/2002 dan
UU Hak Cipta BAru diatur mengenai cara mengalihkan hak cipta. Mengenai jangka waktu
perlindungan hak cipta lebih panjang, dalam Pasal 29 ayat (1) UU 19/2002 disebutkan
bahwa jangka waktu hak cipta adalah selama hidup pencipta dan berlangsung hingga 50
tahun setelah pencipta meninggal dunia. Sedangkan dalam UU Hak Cipta Baru, masa berlaku
hak cipta dibagi menjadi 2, yaitu masa berlaku hak moral dan hak ekonomi.
Adapun perlindungan sebagaimana diatur dalam pasal 58 hanya berlaku bagi ciptaan :
1) Buku, pamflet dan semua hasil karya tulis lainnya.
2) Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan sejenis lain
3) Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan
4) Lagu atau music dengan atau tanpa teks
5) Drama, drama musical, tari, koreografi, pewayangan dan pantomime
6) Karya seni rpa dalam segala bentuk
7) Karya arsitek
8) Peta
9) Karya seni batik atau senni motif lain
Hal lain yang diatur UU Hak Cipta Baru : adanya larangan bagi pengelola tempat
perdagangan untuk membiarkan penjualan dan atau penggandaan barang hasil pelanggaran
hak cipta terkait di tempat perdagangan yang dikelolanya.
b. Cara pendaftaran hak cipta
Ciptaan dapat didaftarkan ke Kantor Hak Cipta, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
Departemen Hukum dan HAM (Ditjen HKI-DepkumHAM)
Berikut syarat untuk permohonan pendaftaran hak cipta :
1) Mengisi formulir pendaftaran ciptaan rangkap dua
2) Surat permohonan pendaftaran ciptaan mencantumkan nama, dan kewarganegaraan
3) Uraian ciptaan rangkap dua
4) Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang hak cipta berupa fotokopi
KTP
5) Permohonan pendaftaran ciptaan diajukan atas nama lebih dari seorang dan satu Badan
hukum dengan demikian nama-nama harus ditulis semuanya, dengan menetapkan satu
alamat pemohon.
6) Melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau penggantinya.
7) Membayar biaya permohonannya pendaftaran sebesar 75,000
2. Hak Kekayaan Industri : hak yang mengatur segala sesuatu milik perindustrian, terutama yang
mengatur perlindungan hukum
Hak kekayaan industri meliputi : hak paten, merek, desain industri, desain tata letak sirkuit
terpadu, rahasia dagang, dan indikasi.
a. Hak Paten
hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada penemu atas penemuannya yang pada
waktu tertentu telah membuat suatu penemuan atau memberikan persetujuannya kepad
apihak lain untuk melaksanakannya
Pemegang hak paten memiliki hak :
1) Memeliki hak eksklusif dalam melaksanakan paten yang dimilikinya sehingga orang lain
dilarang melaksanakannyatanpa persetujuannya.
2) Berhak atas memberikan lisensi kepada orang lain berdasarkan perjanjian yang terdapat
dalam surat perjanjian lisensi.
3) Pemegang hak paten berhak melakukan gugatan atas ganti rugi melalui pengadilan
negeri setempat kepada siapapun yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan
perbuatan telah dijelaskan dalam butir 1
4) Berhak melakukan tuntutan kepada orang yang dengan sengaja dan tanpa hak
melanggar hak pemegang paten
Pemilik hak paten memiliki kewajiban :
1) Harus membayar semua biaya pemeliharaan paten yang disebut biaya tahunan
2) Wajib dalam melaksanakan paten yang berlaku di wilayah Indonesia.
Berbagai istilah dalam hak paten :
1) Invensi (penemuan) : ide/gagasan inventor yang dituangkan dalam suatu kegiatan
pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau proses
2) Inventor / pemegang paten : seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang
secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang
menghasilkan invensi.
Adapun syarat-syarat inventor sebelum melakukan permohonan paten :
1) Melakukan penelusuran : utk mendapatkan informasi tentang teknologi terdahulu
dalam bidang invensi yang sama
2) Melakukan analisis : untuk menganalisis apakah ada ciri khusus dari invensi yang akan
diajukan permohonan patennya dibandingkan dengan invensi terdahulu
3) Mengambil keputusan : jika invensi yang dihasilkan memiliki ciri teknis dibandingkan
teknologi terdahulu, maka invensi tersebut sebaiknya diajukan permohonan patennya.
Penemuan yang tidak akan mendapatkan hak paten :
1) Penemuan tersebut berisi proses / hasil produksi yang bertentangan dengan undang-
undang ketertiban umum, serta agama atau kesusilaan
2) Penemuan terebut merupakan metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan
pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan hewan
3) Penemuan tersebut merupakan teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan
matematika
4) Penemuan tersebut berisi tentang penemuan semua makhluk hidupkecuali jasad renik.
Undang-undang paten menegaskan ada 3 macam pembatalan paten :
- Batal demi hukum
- Batal atas permohonan pemegang paten
- Batal karena adanya gugatan
b. Merek
suatu nama, istilah, symbol, desain atau gabungan keempatnya yang mengidentifikasikan
produk para penjual dan membedakannya dari produk pesaing.
Merek dilindungi melalui Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001
Manfaat merek bagi produsen :
1) Sarana identifikasi untuk memudahkan proses penanganan / pelacakan produk bagi
perusahaan, terutama dalam pengorganisasian sediaan dan pencatatan akuntansi
2) Bentuk proteksi terhadap fitur atau aspek produk yang unik
3) Signal tingkat kualitas bagi para pelanggan yang puas
4) Sarana menciptakan asosiasi dan makna unik yang membedakan produk dari pesaing
5) Sumber keunggulan kompetitif, terutama melalui perlindungan hukum, loyalitas
pelanggan dan citra unik yang terbentuk dalam benak konsumen
6) Sumber financial returns, terumata menyangkut pendapatan masa datang.
Merek memiliki beberapa jenis :
1) Merek produk / merek dagang : merek yang digunakan pada barang yang
diperdagangkan
2) Merek pribadi : alat pemasaran yang paling populer di kalangan public figure, seperti :
politisi, musisi, selebriti
3) Merek perusahaan : merek yang digunakan sebuah perusahaan untuk mengembangkan
reputasi sebuah perusahaan di pasar
4) Merek regional : bertujuan untuk memunculkan gambaran dari produk atau jasa ketika
nama lokasi tersebut disebutkan oleh seseorang
5) Merek budaya : digunakan untuk mengembangkan reputasi mengenai lingkungan dan
orang-orang dari tempat tertentu.
B. Membangun Merek Dagang
Merek merupakan sesuatu yang penting bagi pemilik usaha. Oleh karena itu, merek harus
dilindungi agar tidak merugikan pihak pengusaha yang terlebih dahulu memiliki merek atas
usahanya.
Seorang wirausaha harus mengetahui bagaimana cara membuat dan membangun merek
agar dikenal konsumen. Merek yang baik adalah merek yang bisa menempatkan dirinya sesuai
dengan target pasar, dapat memberikan kualitas produk dan layanan yang berkualitas, serta
menggunakan media komunikasi yang tepat secara terencana.
Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat membuat merek agar mudah dikenal:
1. Merek harus singkat, jelas dan menarik
2. Menggunakan kata yang mudah dibaca dan diucapkan
3. Gunakan kata yang enak didengar
4. Mudah diingat
5. Mengandung makna
6. Bersifat universal
Selain membuat merek dengan memperhatikan hal diatas, hal yang perlu diperhatikan
seorang wirausaha yaitu bagaimana cara membangun merek dagang. Berikut cara-cara membangun
merek yang baik :
1. Melakukan inovasi terhadap produk
2. Mengetahui kelebihan produk sendiri
3. Social media
4. Kemasan yang baik
5. Membangun networking
6. Membuat blog dan website
Anak-anak silahkan klik link video di bawah ini
https://www.youtube.com/watch?v=b8WxtLkmwq0
https://www.youtube.com/watch?v=1xnNAegntu0
Silahkan disimak dengan baik, setelah itu kerjakan Ulangan Harian KD 3.3 di menu Ujian
Anak-anak silahkan klik link video di bawah ini
https://www.youtube.com/watch?v=b8WxtLkmwq0
Silahkan diperhatikan dengan baik, kemudian silahkan kerjakan ulangan KD 3.3
Dan silahkan kerjakan Ulangan Harian sebelumnya bagi yang belum mengerjakan, mulai Ulangan Harian KD
3.1 dan Ulangan Harian KD 3.2 pada menu Ujian
Syarat Mendaftar Hak Karya Intelektual
Meski memiliki banyak keuntungan, namun mendapatkan HAKI ini tidaklah mudah.
Anda harus mengurusnya melalui pemerintah terkait. Untuk itu berikut adalah
persyaratan awal yang harus Anda persiapkan sebelum mendaftarkan HAKI.
Dilansir dari https://www.dgip.go.id/, berikut ini adalah beberapa persyaratan dokumen
yang perlu disiapkan guna mendaftar hak cipta.
1. Formulir Permohonan
Langkah pertama yaitu mengisi formulir pendaftaran ciptaan yang telah disediakan
dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap tiga. Lembar pertama dari formulir
tersebut ditandatangani di atas materai Rp6.000,00.
2. Mengajukan surat permohonan pendaftaran ciptaan mencantumkan:
– nama, kewarganegaraan dan alamat pencipta
– nama, kewarganegaraan dan alamat pemegang Hak Cipta; nama kewarganegaraan
dan – alamat kuasa; jenis dan judul ciptaan
– tanggal dan tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali
3. Uraian Ciptaan (Rangkap 3)
Surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya dapat diajukan untuk satu
ciptaan
Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang Hak Cipta
berupa fotokopi KTP atau paspor
Apabila permohonan badan hukum, maka pada surat permohonannya harus
dilampirkan turunan resmi akta pendirian badan hukum tersebut
Melampirkan surat kuasa, bila mana permohonan tersebut diajukan oleh
seorang kuasa, beserta bukti kewarganegaraan kuasa tersebut
Apabila pemohon tidak bertempat tinggal di dalam Wilayah RI, maka untuk
keperluan permohonan pendaftaran ciptaan ia harus memiliki tempat tinggal
dan menunjuk seorang kuasa di dalam wilayah RI
Apabila permohonan pendaftaran ciptaan diajukan atas nama lebih dari
seorang dan atau suatu badan hukum, maka nama-nama pemohon harus
ditulis semuanya, dengan menetapkan satu alamat pemohon
Apabila ciptaan tersebut telah dipindahkan, agar melampirkan bukti
pemindahan hak
Melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau
penggantinya
Apa Itu Merek Dagang?
Merek dagang adalah salah satu jenis Hak Kekayaan Intelektual yang terdiri dari tanda, desain,
atau ekspresi yang dapat dikenali untuk mengidentifikasi produk atau layanan yang
didistribusikan ke pasar. Merek dagang inilah yang membuat suatu produk atau jasa menjadi
unik dan berbeda dengan bisnis sejenis lainnya, serta membuat pembeli atau pelanggan lebih
mudah mengenali produk.
Perusahaan yang mendaftarkan merek dagang yang dimiliki dapat terlindungi secara hukum.
Dengan begitu, tidak ada pihak lain yang dapat menggunakan nama/tanda/simbol yang sama
dengan apa yang sudah digunakan. Hal ini yang membuat merek dagang penting untuk dimiliki.
Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, "Merek Dagang adalah Merek
yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara
bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan barang-barang sejenis lainnya".
Merek dagang yang sudah didaftarkan memiliki jangka waktu yang berlaku, di Indonesia
perlindungan merek berlaku selama 10 tahun sejak tanggal pengajuan. Perlindungan merek
dagang dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Merek Dagang yang Tidak Bisa Didaftarkan
Bertentangan dengan ideologi negara, peraturan perundang-undangan, moralitas, agama,
kesusilaan atau ketertiban umum.
Sama dengan, berkaitan dengan, atau hanya menyebut barang atau jasa yang dimohonkan
pendaftarannya.
Terdapat unsur yang dapat menyesatkan masyarakat mengenai asal, kualitas, jenis, ukuran,
macam, tujuan penggunaan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya, atau
merupakan nama varietas tanaman yang dilindungi untuk barang atau jasa yang sejenis.
Terdapat keterangan yang tidak sesuai dengan kualitas atau manfaat dari barang atau jasa yang
diproduksi.
Tidak memiliki hal yang dapat menjadi pembeda dari barang atau jasa lainnya.
Merupakan nama umum atau lambang milik umum.