PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
ANGKATAN 5
JURNAL REFLEKSI
DWI MINGGUAN
KE-11
Edisi 21 November - 03 Desember 2022
Oleh Calon Guru Penggerak :
RESTI RAHAYU, S.Pd.
Kelas : 05.83-A
Fasilitator :
NATALIA RENGIAR, S.Pd.
Pengajar Praktik :
ISWAHYUDI, S,ST.
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
KE-11
Jurnal refleksi dwi mingguan ke-11 ini adalah jurnal refleksi
dwi mingguan terakhir yang dituliskan oleh Calon Guru
Penggerak (CGP) angkatan 5. Sebagai penghujung jurnal
refleksi, maka hal yang dituliskan adalah pengalaman CGP
secara umum, dalam mengikuti Program Pendidikan Guru
Penggerak (PPGP), baik secara pembelajaran daring (LMS)
maupun pembelajaran luring (Pendampingan Individu dan
Lokakarya). Model penulisan jurnal sama seperti sebelumnya,
menggunakan model 4-F, yaitu Fact, Feeling, Findings dan
Future.
FACT
Program Pendidikan guru penggerak (PPGP) ini merupakan
terobosan terbaru untuk membuat guru sebagai seorang
pendidik menjadi lebih professional lagi. Pembelajaran
berlangsung selama kurang lebih enam bulan, dimana dalam
rangkaiannya, CGP harus menyelesaikan tiga paket modul
dengan setiap paket terdiri atas tiga sampai empat bagian
modul. Setiap paket modul tersebut memiliki bagian tes awal
dan tes akhirnya masing-masing. Selain menyelesaikan
pembelajaran secara daring melalui LMS dengan didampingi
oleh fasilitator (Ibu Natalia Rengiar, S.Pd., yang berasal dari
Kota Tual, Maluku), CGP juga melaksanakan kegiatan
lokakarya dan pendampingan individu bersama Pengajar
Praktik (Bapak Iswahyudi, S.ST., yang berasal dari Kabupaten
Mojokerto). Jumlah lokakarya sebanyak tujuh kali, begitupun
juga dengan pendampingan individu yang dilakukan sebanyak
tujuh kali. Dalam sesi tatap muka ini banyak sekali yang
dipelajari oleh CGP baik yang berasal dari Pengajar Praktik
maupun dari rekan CGP kelompok lain.
Pada paket modul satu dengan judul “Paradigma
dan Visi Guru Penggerak” diawali dengan kegiatan
tes awal modul yang dilaksanakan pada tanggal 19
Mei 2022. Modul satu ini dibagi menjadi empat
bagian sub modul, yaitu 1.1) Refleksi Filosofi
Pendidikan Nasional – Ki Hadjar Dewantara; 1.2)
Nilai dan Visi Guru Penggerak; 1.3) Visi Guru
Penggerak; 1.4) Budaya Positif. Setiap sub-modul
tersebut, diselesaikan dengan alur belajar M-E-R-
D-E-K-A, yaitu M-ulai dari diri; E-ksplorasi konsep;
R-uang kolaborasi; D-emonstrasi kontekstual; E-
laborasi pemahaman; K-oneksi antar materi; dan
A-ksi Nyata. Guru selaku pendidik harus
mengetahui peran pentingnya dalam dunia
Pendidikan. Sebagai akhir paket modul, CGP
diminta mengerjakan tes akhir, dilaksanakan pada
hari Jumat, tanggal 26 Agustus 2022.
Paket modul dua yang berjudul “Praktik
Pembelajaran yang Berpihak pada Murid” juga
diawali dengan tes awal modul yang dilaksanakan
tanggal 30 Agustus 2022. Seperti halnya paket
modul satu, paket modul dua ini juga dibagi
menjadi sub-sub modul, yaitu 2.1) Pembelajaran
untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid; 2.2)
Pembelajaran Sosial dan Emosional; 2.3)
Coaching untuk Supervisi Akademik. Masih sama
pula dengan paket modul satu, paket modul dua
juga diselesaikan dengan menggunakan alur
belajar M-E-R-D-E-K-A. Pada kesempatan belajar
kali ini, CGP selaku seorang pendidik, belajar
bagaimana bisa menerima keberagaman murid.
Kemudian, bagaimana pentingnya seorang
pendidik membantu mengarahkan murid untuk
melakukan kontrol emosi diri. CGP juga belajar
bagaimana melaksanakan kegiatan supervisi
akademik dengan pendekatan coaching. Tes akhir
paket modul dua dilaksanakan pada tanggal 07
Oktober 2022.
Paket modul 3 merupakan paket modul terakhir
yang dilaksanakan oleh CGP, memiliki judul
“Pemimpin Pembelajaran dalam
Pengembangan Sekolah”. Dalam sub-modul
paket tiga inilah, CGP dibimbing tentang
bagaimana pola pikir pemimpin yang
seharusnya, dengan tetap mengutamakan
keberpihakan pada murid, sikap seorang
pemimpin ketika dihadapkan pada permasalah
pelik, dimana keduanya memiliki nilai benar dan
benar (dilema etika), agar keputusan yang
ditetapkan merupakan hasil yang paling bijak
dan tepat. Sub-modul tersebut antara lain: 3.1)
Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai
Kebajikan sebagai Pemimpin; 3.2) Pemimpin
dalam Pengelolaan Sumber Daya; 3.3)
Pengelolaan Program yang Berdampak Positif
pada Murid. Tes awal modul dilaksanakan pada
hari Rabu, tanggal 12 Oktober 2022, sedangkan
tes akhir modul dilaksanakan pada hari Rabu,
tanggal 16 November 2022.
Kegiatan Lokakarya dilaksanakan sebagai bentuk
kegiatan tatap muka antara CGP dengan CGP dari
kelompok lain, yang berada di Kabupaten
Mojokerto. Acara tersebut didampingi secara
langsung oleh masing-masing pengajar praktik
kelompok. Dalam prosesnya, CGP melakukan
kegiatan berkelompok dan individu, baik dengan
anggota kelompok (05.83-A) maupun dengan
kelompok lainnya. Proses penyampaian materi
disertai dengan praktik langsung sehingga CGP
dapat lebih memahami serta memiliki gambaran
untuk menerapkanya di lapangan. Sesuai alur dan
jumlahnya, CGP akan melakasanakan kegiatan
lokakarya dengan total pertemuan sebanyak tujuh
kali, dimana sampai saat ini sudah terlaksana lima
kali lokakarya dan satu lokakarya orientasi.
Dengan perincian pelaksanaan Lokakarya Kabupaten
Mojokerto adalah :
Pendampingan Individu adalah bentuk pendampingan
CGP secara langsung oleh Pengajar Praktik. Saya
dengan rekan satu kelompok lainnya (Bu Rini dan Bu
Ria) dibimbing dan didampingi oleh Bapak Iswahyudi,
S.ST. Selama melakukan pendampingan, Pak Iswahyudi
banyak memberikan penguatan konsep serta praktik
baik dilapangan. Saya merasa, proses pendampingan
terlaksana dengan menggunakan metode coaching.
Prosesnya berjalan dengan santai namun serius, beliau
menggunakan Bahasa yang santai namun sopan,
karena beliau berkata ingin menjalin kemitraan, bukan
kesenioritasan. Seperti pelaksanaan lokakarya,
Pendampingan Individu yang sudah dilakukan oleh
CGP adalah lima kali, dengan jadwal sebagai berikut:
FEELINGS
Perasaan saya setelah mengikuti serangkaian Pendidikan
guru penggerak sampai dengan akhir periode jurnal ini ditulis
(03 Desember 2022) adalah merasa senang dan bangga.
Rangkaian program Pendidikan guru penggerak ini terlaksana
kurang lebih selama enam bulan, dalam kurun waktu
tersebut tentu bukan perkara gampang dan mudah. Kami
para CGP harus sangat pintar dalam membagi waktu, karena
kami bukan hanya konsentrasi sebagai calon guru penggerak
saja, namun juga sebagai seorang Pendidik yang
berkewajiban menyertai proses pembelajaran bersama
murid. Awalnya cukup kesulitan, karena deadline tagihan dan
pembelajaran LMS yang harus kami lengkapi, kadangkala
berbarengan dengan kebutuhan administrasi kami sebagai
guru. Di sinilah saya merasa bangga pada diri saya sendiri
juga pada rekan CGP lain, meskipun bukan perkara mudah,
namun kami dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai
dengan tenggat waktu yang ditentukan. Kesulitan-kesulitan
tersebut sekaligus menjadi tolok ukur latihan mental bagi
kami, semoga ke depannya lebih bisa lebih baik lagi dalam
melakukan manajemen waktu dan manajemen diri.
Saya sebagai seorang pendidik merasa senang, karena
banyak sekali mendapatkan ilmu baru. Wawasan dan sudut
pandang pikir saya pun juga terbuka luas. Yang awalnya saya
berpikir baku, kini saya lebih berpikir fleksibel. Materi dalam
program Pendidikan guru penggerak ini saling berkaitan satu
dengan yang lainnya, serta saling berkesinambungan. Seperti
teori tentang filosofi Pendidikan yang disampaikan oleh Ki
Hadjar Dewantara, dasar tersebut menguatkan pandangan
saya tentang seorang peran guru yang sesungguhnya, apa
yang harus dan tidak boleh saya lakukan. Beberapa teori juga
menguatkan kompetensi saya, tentang pentingnya bagi
seorang pendidik memiliki visi sebagai pedomannya dalam
bertindak, yang mana apapun kegiatannya harus tetap
menunjukkan keberpihakan guru dan sekolah pada murid.
FINDINGS
Proses pembelajaran terlaksana dan memberi saya
pengetahuan serta ilmu baru. Saya yang awalnya tidak
tahu menjadi tahu, saya yang awalnya tidak mengerti
menjadi mengerti, serta yang awalnya saya tidak bisa,
menjadi bisa. Mungkin seperti itulah yang saya hadapi dan
rasakan setelah mengikuti program Pendidikan guru
penggerak ini. Banyak sekali hal baru yang saya dapatkan
baik dalam bentuk teori maupun praktik.
Paket Modul satu, membuka pikiran dan pandangan saya
tentang diri murid dan guru sesungguhnya. Tentang murid
bahwa mereka bukannya kertas kosong yang dapat kita
tulisi seenak kita, mereka sudah memiliki garisan halus,
yang mana tugas kita adalah membantu menebalkan garis
baiknya, agar lebih dominan. Kemudian sosok guru
sebenarnya adalah sebagai pengarah, penuntun, bukan
penuntut. Guru sebagai Pendidik tidak berhak
mengharuskan murid untuk pintar dan mahir dalam
pelajaran tertentu. Faktanya seluruh anak (murid) unik
dengan potensi dirinya masing-masing. Guru penggerak
memiliki peran dan nilai yang selaras dengan posisinya
sebagai seorang pendidik. Peran dan nilai tersebut
membantu membentuk dan menguatkan nilai profil
pelajar Pancasila dalam diri murid. Dalam memandang
sesuatu penting bagi seorang pendidik untuk lebih fokus
pada adanya kelebihan murid dan sekolah, bukan hanya
melihat kekurangan. Identifikasi kekurangan dapat
memotivasi diri pendidik untuk terus berkembang dan
melangkah maju, sebaliknya jika hanya melihat kekurangan
maka tidak akan pernah berani mencoba dan mandiri.
Saya juga mendapat hal baru bahwa dalam membentuk
profil pelajar Pancasila yang utuh, sekolah bersama guru
juga harus menciptakan budaya positif dilingkungan
sekolah. Berusaha melakukan yang terbaik, saling
berbernah bersama untuk perubahan yang positif.
Proses pembelajaran terlaksana antara murid dengan
guru, namun praktiknya tidak semudah itu. Saya
mendapatkan ilmu baru tentang bentuk diferensiasi yang
dapat diterapkan dalam proses pembelajaran agar
seluruh murid mendapatkan haknya. Adanya diferensiasi
konten, produk dan hasil harus bisa diterapkan oleh
pendidik agar proses pembelajaran yang utuh dapat
diterima oleh seluruh murid dengan latar belakang
mereka masing-masing. Pentingnya melakukan dan
mengidentikasi pembelajaran sosial emosional ternyata
juga sangat penting dilakukan oleh guru. Saya menjadi
tahu, bahwa sebenarnya saya selaku pendidik tidak bisa
mengendalikan atapun mengontrol diri dan emosi murid,
namun bisa mengarahkannya, karena sejatinya yang bisa
mengendalikan diri adalah dirinya sendiri. Dalam upaya
membangkitkan kesadaran diri, sama seperti
memunculkan motivasi intrinsik murid, hal tersebut
dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip coaching.
Bukan menyalahkan atau memberi solusi, namun
menyadarkan dan membantu menggali solusi, agar
coachee (yang di-coaching) dapat menemukan
potensinya sendiri, sedangkan coach hanya memantik
dengan pertanyaan berbobot.
Seorang pemimpin bukalah posisinya nyaman, karena
sering kali mendapat situasi yang tidak harapkan.
Namun apapun itu, sudah sewajarnyalah dapat
dihadapi dengan bijak. Hal baru yang saya pelajari
adalah saya menjadi tahu tentang adanya dilema etika
dan bujukan moral yang memungkinkan pemimpin
untuk mengambil keputusan yang tepat. Sebelum
mengambil keputusan tentu harus membuat
identifikasi terlebih dahulu dengan memperhatikan
seluruh komponen yang ada. Sebagai pemimpin
pembelajaran, Guru haruslah mampu mengambil
keputusan yang dapat mengakomodir seluruh kalangan
murid, bukan semata keinginan diri. Faktor
keberpihakan pada murid menjadi point penting yang
harus selalu dipikirkan dan dijadikan pedoman.
FUTURE
Secara umum menurut saya
Program Pendidikan guru penggerak
ini merupakan kegiatan yang sangat
positif. Meskipun dalam
pembelajarannya memerlukan
perjuangan yang tidak kecil, namun
hasilnya bisa sangat saya rasakan
dalam diri saya sendiri. Menurut
saya akan lebih baik lagi jika
program guru penggerak ini bisa
diikuti oleh seluruh guru di
Indonesia, karena perubahan akan
bisa terlaksana jika seluruh pihak
terkait memiliki kesadaran dan
keyakinan bersama untuk
melakukannya, bukan hanya
semangat dan perjuangan dari
sebagian kelompok saja.
Ke depannya saya akan berusaha
menjadi seorang pendidik yang
dapat menerapkan ilmu-ilmu dari
Pendidikan guru penggerak ini
dengan bijak sesuai dengan kondisi
lingkungan tempat saya mengajar.
Saya juga ingin memperbaiki serta
meningkatkan kompetensi saya, agar
mampu menjadi seorang Pendidikan
yang mumpuni dan professional.
Semoga apa yang saya pelajari dan
dapatkan dari program Pendidikan
guru ini dapat bermanfaat bagi diri
saya sendiri, instansi dan tentunya
bagi murid-murid saya.