Modul 1.2
Mulai
dari
DiriOleh : Nurina Puspa Dewi, S. Pd., Gr
Kegiatan 1. Trapesium Usia
Trapesium Usia
Usia Aktif /Kerja
23 30 60
Usia Sekolah Usia Sekarang Usia Pensiun
15
12 18
6
Hal Positif :
0
Diterima di Universitas ternama di Riau melalui jalur
Pemilihan Bibit Unggul Daerah. Hanya 50 Orang Se-Riau dan Kepri
Hal Negatif : ?
Pernah menangis ketika pulang sekolah, karena tidak bisa mengikuti
mata pelajaran Bahasa Inggris
Selisih usia saat ini dengan :
Hal Negatif : 30-12=18
Hal Positif : 30-18=12
TUGAS 1. REFLEKSI
1.Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan di sana?
Peristiwa Positif :
Peristiwa positif yang saya alami pada saat itu adalah saya diterima di
Universitas ternama di Riau yaitu Universitas Riau pada program
studi Pendidikan Matematika melalui jalur pemilihan bibit unggul
daerah. Pada waktu itu mahasiswa yang diterima di program studi
Pendidikan Matematika hanya 50 orang se-Riau. Itu artinya saya
menjadi salah satu orang yang beruntung dapat bergabung bersama
mereka.
Peristiwa Negatif:
Peristiwa negative yang saya alami pada waktu itu adalah saya
menangis di tempat kos sepulang dari sekolah. Karena pada waktu itu
saya tidak dapat mengikuti mata pelajaran bahasa inggris dan tidak
ada teman saya yang mau membantu saya. Kebetulan pada saat itu
adalah jam pelajaran terakhir dan langsung pulang, jadi saya buru –
buru pulang dan menangis di tempat kos.
2.Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing
peristiwa tersebut?
Peristiwia Positif:
Kedua orang tua saya, Teman ibu saya yang bernama Bu Sri Iriani,
Anak teman ibu saya Kak Ayu Swari, Pak Raden Guru Matematika saya
di sekolah
Peristiwa Negatif:
Kedua orang tua saya, ibu kos The Erni, teman sekamar saya Suci
Astuci Rahayu, teman sekelas saya Ary Puspita
3.Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang?
(silakan gunakan roda emosi Plutchik di Gambar 2 untuk
mengidentifikasi persisnya perasaan Bapak/Ibu di masa itu)
Peristiwia Positif:
Optimis, Ketenangan, Cinta, Menerima, Gembira, Senang, Takjub,
Sedih
Peristiwa Negatif:
Jengkel, Sedih, Menyesal, Kecewa, Bingung, Khawatir
4.Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya
rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang?
Jawab:
Momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat dirasakan dan
mempengaruhi diri saya sampai sekarang karena momen tersebut
sangat berkesan bagi saya dan membawa banyak cerita dalam hidup
saya, misalnya momen ketika saya merasa Optimis, Ketenangan,
Cinta, Menerima, Gembira, Senang, Takjub, Sedih, Jengkel, Sedih,
Menyesal, Kecewa, Bingung, Khawatir. Momen-momen tersebut
tersimpan dalam memori/ingatansaya dalam jangka panjang bahkan
masih sangat nyata di ingatan saya bagaimana momen itu terjadi
sehingga masih dapat dirasakan dan mempengaruhi diri saya sampai
saat ini.
Ketika masa sekolah, saya banyak belajar dari guru, teman sekelas,
kakak kelas, adik kelas, ibu kos saya, teman – teman di tempat kos
saya dan lingkungan sekitar saya lainnya. Dari guru saya belajar
sikap, dan perilaku, maupun ilmu pengetahuan yang berguna dalam
hidup saya. Dari teman, kakak kelas, dan adik kelas saya belajar
bagaimana bersosialisasi, berkolaborasi menghadapi masalah, dan
bergotong royong mengerjakan tugas. Dari ibu kos saya dan teman
– teman di tempat kos, saya belajar berbagi, tidak egois, tidak
serakah serta saling mengingatkan satu sama lainnya. Dari lingkungan
saya banyak belajar tentang nilai-nilai kehidupan. Momen masa
sekolah akan terus saya ingat dan rasakan serta masih mempengaruhi
diri dan perilaku saya sekarang dan pada masa yang akan datang.
5.Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia
dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta
didik saya?
Jawab:
Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia
dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta
didik saya adalah sebagai seorang guru seharusnya saya bisa
menuntun dan membimbing siswa untuk mencapai tujuan pendidikan,
bukan mendominasi arah dan tujuan siswa. Pada momen negatif yang
saya alami, akan terus saya ingat bahkan akan saya jadikan contoh
kepada peserta didik saya supaya tidak terulang pada anak didik saya
nantinya. Saya akan memberikan pelajaran yang berharga
bahwasanya kita tidak dapat selamanya bergantung pada orang lain,
oleh karena itu kita harus menjadikan diri kita untuk dapat
mempelajari segala hal karena pecaya atau tidak hal tersebut akan
bermanfaat pada hari ini esok ataukah lusa. Pada momen positif yang
saya alami, guru perperan dalam kesuksesan yang saya dapatkan, saya
rajin mengikuti les mata pelajaran matematika dengan Pak Raden
sehingga saya tidak merasa kesulitan mengikuti pelajaran matematika
di sekolah. Oleh karena hal itu, saya selalu mendapatkan nilai
matematika yang bagus di setiap semester. Alhasil ketika saya
mengikuti jalur masuk melalui Pemilihan Bibit Unggul Daerah (PBUD)
saya berhasil menemati satu dari 50 kursi untuk Pendidikna
Matematika di Universitas Riau.
Guru berperan dalam berbagai ingatan siswa, baik positif maupun
negatif. Oleh karena itu, guru sebaiknya mengoptimalkan perannya
agar dapat meninggalkan kesan dalam diri siswa yang berpengaruh
pada kehidupannya. Seperti pemikiran Ki Hadjar Dewantara, didepan
sebagai tauladan, ditengah memberikan motivasi, dan dibelakang
memberikan dorongan dan arahan.
6.Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai
seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata:
"guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"?
Jawab:
“ Peran guru adalah memberikan pembelajaran yang bermakna bagi
murid sehingga dapat terus diingat sepanjang hayat”
TUGAS 2. Nilai dan peran guru penggerak
menurut saya
1.Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan
murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?
Jawab:
Pertama Kolaboratif
Saya memiliki pribadi yang luwes sehingga saya mudah bergaul,
berkomunikasi dan menyesuaikan diri dengan siapa saja yang saya
temui baik itu yang lebih tua, lebih muda ataupun yang sebaya dengan
saya. Sehingga ketika saya terapkan di sekolah saya tidak canggung
lagi jika harus berkomunikasi dengan komite sekolah,
orang tua/ wali peserta didik dan pihak – pihak lainnya
Kedua Inovatif
Saya memiliki pribadi yang cekatan. Karena hal itu saya sering
diminta oleh kepala sekolah untuk dapat membantu mengerjakan
berbagai tugas sekolah. Saya juga cukup mahir menggunakan
Information Technology (IT). Sehingga banyak teman yang sering
belajar dan bertanya pada saya mengenai tugas – tugas yang
berkaitan dengan IT. Selain itu saya juga membuat media
pembelajaran seperti Mentimeter dan Kahoot sebagai alat bantu
untuk mengukur pemahaman siswa.
Ketiga Mandiri
Saya sering mengikuti berbagai macam kegiatan baik itu Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP), Bimbingan Teknis (BIMTEK), Bincang
Daring, DIKLAT, Kelas Virtual, Seminar, Webinar dan Workshop yang
diadakan oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah
Pusat ataupun yang diadakan oleh Lembaga Swasta yang dapat
meningkatkan kemampuan saya sebagai pendidik baik itu dari segi
pedagogik ataupun teknologi dalam pendidikan. Selanjutnya saya
akan menggunakan ilmu dan membagikan pengetahuan saya kepada
siapa saja yang membutuhkannya.
Keempat Berpihak pada Murid dan Reflektif
Saya sudah mengikuti perkuliahan Program Profesi Guru (PPG) selama
4 bulan. Disana banyak hal yang saya pelajari banyak pengalaman
yang saya dapatkan dari dosen pengajar, guru pamongataupun rekan
sejawat yang dapat saya bagikan denga murid, rekan guru, dan
komunitas sekolah saya. Disana saya belajar bagaimana cara
merancang pembelajaran yang berpihak pada murid bagaimana
menjadikan murid sebagai pusat pembelajaran dan guru sebagai
fasilitator dank arena hal – hal tersebut membuat saya semakin rajin
merefleksi diri saya sebagi seorang pengajar apa yng perlu diperbaiki
dan apa yang perlu dipertahankan.
1.Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid,
rekan guru, dan komunitas sekolah saya?
Jawab:
Menjadi contoh budaya positif di lingkungan sekolah