kelas 11
INDIKATOR
ASAM BASA
ALAM
KELOMPOK 1
Kelas KIMIA BUNDA IRIANY
PENGERTIAN INDIKATOR ALAM
Indikator Alami adalah indikator yang
digunakan untuk mengetahui tingkat asam
basah atua pH suatu larutan yang berasal
dari bahan-bahan yang terdapat di alam,
misalnya sari tanaman seperti kubis ungu,
bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) dan
bunga mawar (Rosa rosa).
Kubis merah
(Brassica oleracea var. capitata
f. rubra)
Bunga Sepatu
Hibiscus Rosa-Sinensis
Bunga Mawar Merah
Rosa spp
Bayam Merah
Amaranthus
Kunyit
Curcuma longa
Bunga Geranium
Geranium
Bunga Kamboja
Plumeria
Bunga Anggrek
Orchidaceae
Kulit Manggis
Garcinia mangostana L.
Bunga Pacar Air
Impatiens Balsamina
Bunga Kana
Canna Indica lily.
Bunga Bougainville
Bougainvillea
Ubi Bit Merah
Beta Vulgari subsp
Bunga Nusa Indah
Mussaenda pubescens
Bunga Telang
Clitoria ternatea
PEMANFAATAN EKSTRAK BUNGA MAWAR MERAH
(ROSA HIBRIDA BIFERA) SEBAGAI INDIKATOR
PADA TITRASI ASAM BASA
Penulis : Maryanti, Evi and Trihadi,
Bambang and Ikhwanuddin, Ikhwanuddin
Penelitian ini bertujuan menentukan trayek pH perubahan warna indikator ekstrak bunga
mawar merah, menentukan efektivitas penggunaan ekstrak bunga mawar merah untuk
titrasi asam basa dan uji coba menggunakan ekstrak bunga mawar merah sebagai Indikator
pada titrasi asam basa. Ekstrak bunga mawar merah diperoleh dengan cara maserasi
menggunakan alkohol 96% dan HCl 1% sebagai pelarut. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan
dengan rotary evaporator kemudian digunakan untuk menentukan range pH indikator ekstrak
bunga mawar merah dan sebagai indikator pada titrasi asam kuat basa kuat maupun asam
lemah basa kuat dan dibandingkan dengan menggunaan indikator fenolftalein. Hasil penelitian
menunjukan bahwa range pH perubahan warna indikator ekstrak bunga mawar merah adalah
pada pH 6,5 - pH 9,5 sehingga dapat digunakan sebagai indikator pada titrasi asam kuat
basa kuat dengan nilai keefektifan perlakuan sebesar 54,9 % terhadap indikator fenolftalein
KERTAS INDIKATOR BUNGA BELIMBING WULUH
(AVERRHOA BILIMBI L) UNTUK UJI LARUTAN
ASAM-BASA
Penulis : Puji Lestari
Artikel ini bertujuan membuat dan menggunakan indikator kertas dari bahan alami
bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Indikator dibuat dari kertas saring yang
dicelupkan dalam ekstrak bunga belimbing wuluh, dan dikeringkan. Keunggulan
indikator : mudah diamati, hemat penggunaannya, praktis, dan lebih murah. Indikator
kertas diujicobakan pada larutan asam sitrat, natrium bikarbonat, dan natrium
klorida. Pengujian pada asam sitrat menunjukkan perubahan warna merah cerah,
pada natrium karbonat menunjukkan perubahan warna biru- hijau, dan pada
natrium klorida tidak berubah warna. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan
bahwa bunga belimbing wuluh dapat dibuat indikator dalam bentuk kertas, dan
dapat digunakan sebagai media praktikum asam-basa pada pembelajaran IPA kelas
7 di MTsN Giriloyo.
Aplikasi Beberapa Ekstrak Bunga
Berwarna sebagai Indikator Alami pada
Titrasi Asam Basa
Penulis : Siti Marwati
Indonesia kaya akan bunga berwarna. Selain indikator kimiawi, telah ditemukan indikator
dari bahan alami misalnya dari ekstrak bunga berwarna. Hampir semua bunga
berwarna dapat digunakan sebagai indikator titrasi asam basa karena dapat berubah
warna pada suasana asam maupun basa. Masing-masing indikator alami tersebut
mempunyai spesifikasi tertentu antara lain trayek pH, kecermatan dan keakuratan
untuk titrasi asam basa tertentu. Berdasarkan hasil kajian ini menunjukkan bahwa
secara umum ekstrak bunga berwarna dapat diaplikasikan pada titrasi asam basa
secara mudah dan murah. Selain itu, beberapa indikataor alami tersebut cukup cermat
dengan standar deviasi antara 0,01-0,20 untuk setiap titrasi asam basa. Masing-
masing ekstrak bunga berwarna mempunyai tingkat keakuratan tertentu jika
dibandingkan dengan indikator komersial misalnya pp, mo, campuran metil orange dan
bromkresol hijau pada setiap titrasi asam basa.
PEMANFAATAN BUNGA TAPAK DARA
SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN INDIKATOR pH
ASAMāBASA
Penulis : Muhammad Hizbul W., Eko
Yuliyanto, dan Martina Retnoyuanni
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan asam menjadi indikator, cara
menggunakannya, Perubahan warna yang disebabkan oleh indikator ini, cara untuk membuat
lintasan pH dari telapak dara Bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pH dari
bunga dara dalam bentuk cairan dan kertas menunjukkan warna yang berbeda dalam kondisi
asam dan basah. Indikator ini dapat digunakan untuk menentukan solusi pH dengan
mencocokkan warna yang terbentuk dalam solusi lintasan pH. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah indikator cairan yang dihasilkan dari ekstraksi bunga dara dara dibuat dari
perendaman bunga dara dengan alkohol 70% dan indikator kertas dibuat dengan
mencelupkan kertas filter ke dalam ekstrak ini, indikator cair digunakan dengan mencelupkan
kertas indikator ke dalam cairan yang akan diuji , indikator pH dalam bentuk cair dan kertas
bunga dara menunjukkan perubahan warna dalam asam dan kondisi dasar yang sedang
diamati.
PEMANFAATAN EKSTRAK BUNGA PUKUL EMPAT
SEBAGAI INDIKATOR ASAM BASA ALTERNAtif
DENGAN VARIASI JENIS PELARUT DAN LAMA
PENYIMPANAN
Penulis : Anggit Dwi Nandasari
Bunga pukul empat memiliki keindahan warna yang mengandung pigmen alami
antosianin. Pigmen warna ungu yang berasal dari antosianin dapat dimanfaatkan
sebagai indikator asam-basa alternatif. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh jenis pelarut dan lama penyimpanan ekstrak bunga pukul
empat sebagai indikator asam basa alternatif. Metode yang digunakan pada
penelitian ini bersifat eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)
dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis pelarut dan lama penyimpanan larutan
ekstrak bunga pukul empat. Ekstraksi bunga pukul empat dilakukan dengan
metode maserasi menggunakan pelarut aquades dan alkohol 70%.Uji stabilitas zat
warna ekstrak bunga pukul empat dilakukan dengan perlakuan lama penyimpanan
2 hari, 4 hari, dan 6 hari.
Parameter penelitian ini meliputi perubahan warna kertas
saring yang direndam pada larutan ekstrak bunga pukul empat yang telah
disimpan dan dicelupkan pada larutan asam dan basa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa variasi jenis pelarut dan lama penyimpanan mempengaruhi
gradasi warna kertas saat dicelupkan pada larutan asam dan basa. Jenis pelarut
aquades pada larutan asam kuat kertas berwarna apricod dan pada larutan basa
kuat kertas berwarna keket. Sedangkan pelarut alkohol kertas berwarna orchid
pada larutan asam kuat dan teh hijau pada larutan basa kuat. Stabilitas zat warna
larutan dari ekstrak bunga pukul empat stabil pada penyimpanan selama 2 hari,
hal tersebut ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi orange pada
pelarut alkohol dan merah tua pada pelarut aquades.
Terimakasih
Penulis : Muhaykal, Dhaffa Karim, Ardiansyah
Usman, dan Mahdani Muhlas