Akuntansi
JURNAL
PENUTUP
PENULIS
Nur Latifah C1L018018
JURNAL
PENUTUP
KOMPETENSI DASAR
3ak.4unMteanngsai pnaadlisaipsetrauhsaaphaanapnejansuatu. pan siklus
p4e.4ruMseamhabaunajtapsean. utupan siklus akuntansi pada
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
43j3u...r444n...a211l MMMpeeeennnmujjeebtulluaaapsstkkjaaunnrntpaueljnupgaeennrudttiaaunnpfjuunrngasli ppeenmubtuupatan
4.4.2 Menganalisis contoh kasus jurnal penutup
PENGERTIAN
Jurnal penutup merupakan salah satu bagian dari
laporan keuangan yang akan disusun pada akhir
periode pembukuan. Bagian dari laporan keuangan
ini digunakan untuk menutup akun nominal untuk
menyiapkan neraca akhir periode.
DAKIKBCEPLUUUMEOAANHNSETNTAUIMAGNJRKTUNAPGUUAMESNSPERINLNPMEGDSAETNEAIAHBRRTARNSUEUIBIYEUAAHLSESAHAATDRDIJHHAINPITKOSAOARPUUAEALDEARTSK,NNANNUNUA.YYSAANAGJUAAILUAKKSYK.RUARHAASNNITNINRATAAGPIHLNDUPEISEARNILJNARGKIAUIOLIGRPODPDAONDEEORARENALLYUNA
Tujuan dan
Fungsi
TUJUAN UTAMA FUNGSI DARI KEGUNAAN
DARI PEMBUATAN JURNAL PENUTUP TERAKHIR DARI
JURNAL PENUTUP JURNAL PENUTUP
ADALAH UNTUK BERIKUTNYA ADALAH UNTUK
MENUTUP SEMUA ADALAH
MEMBANTU
AKUN YANG MEMISAHKAN MENYAJIKAN
BERADA PADA AKUN
LAPORAN
PERKIRAAN PENDAPATAN DAN KEUANGAN
SEMENTARA, BEBAN. HAL INI SECARA RIIL DARI
SEHINGGA AGAR KEDUA PERUSAHAAN
SALDONYA AKUN TERSEBUT
MENJADI NOL. HAL TIDAK SETELAH
INI DILAKUKAN BERCAMPUR PENUTUPAN
AGAR SALDO DENGAN SALDO PEMBUKUAN
PADA AKUN PADA PERIODE DALAM SATU
PEMBUKUAN
MODAL BERIKUTNYA. PERIODE.
MENUNJUKKAN SETELAH LAPORAN
KONDISI YANG PEMISAHAN KEUANGAN YANG
SESUNGGUHNYA KEDUA AKUN DISAJIKAN PADA
PADA SAAT AKHIR AKHIR PERIODE
TERSEBUT, MAKA TERSEBUT HANYA
PERIODE. PERUSAHAAN BISA MEMUAT ASET,
MULAI MENYUSUN LIABILITAS, DAN
EKUITAS
PERIODE PERUSAHAAN.
BERIKUTNYA.
CARA
MEMBUAT
JURNAL
PENUTUP
Format laporan penutupan keuangan perusahaan ini
susunannya sama dengan jurnal umum. Entri jurnal
yang disusun pada akhir periode ini digunakan untuk
mentransfer saldo ke akun permanen. Saldo yang
ditransfer tersebut berasal dari akun nominal di dalam
buku besar.
Pembuatan jurnal penutup dilakukan ketika
penyusunan laporan keuangan tahunan perusahaan
sudah selesai dilakukan. Setiap akun nominal akan
dipastikan saldonya kembali berjumlah nol agar
perusahaan bisa memulai siklus akuntansi pada
periode berikutnya.
KOMPONEN YANG ADA DI DALAM JURNAL PENUTUP
ANTARA LAIN ADALAH AKUN PENDAPATAN, BEBAN,
IKHTISAR LABA/RUGI, DAN PRIVE. BERIKUT ADALAH
ULASAN LENGKAP TERKAIT SEMUA KOMPONEN AKUN
YANG HARUS DISUSUN DI DALAM JURNAL PENUTUP
PADA AKHIR PERIODE.
2.1.1 Akun Pendapatan
Akun pendapatan berisi setiap transaksi terkait penghasilan
yang diterima oleh perusahaan dalam satu periode. Pada
umumnya penghasilan perusahaan dibedakan menjadi dua
macam, yaitu akibat adanya kegiatan operasional
perusahaan dan pendapatan lainnya.
Pendapatan yang berkaitan dengan kegiatan operasional
perusahaan contohnya adalah pemasukan perusahaan saat
berhasil melakukan penjualan barang atau jasa. Jenis
pendapatan yang satu ini dipengaruhi oleh faktor produksi
perusahaan.
Jenis pendapatan lainnya di perusahaan berhubungan
dengan penghasilan di luar kegiatan operasional utama,
misalnya seperti karena adanya penjualan mesin. Seluruh
penghasilan tersebut akan di posting di dalam buku besar
khusus akun pendapatan
Pada proses pembuatan laporan keuangan, setiap akun
penghasilan di dalam buku besar akan ditutup dan
dipindahkan saldonya ke dalam ikhtisar laba rugi pada saat
entry jurnal di akhir. Penutupan akun penghasilan tersebut
cukup mudah, yaitu dengan membalik posisi saldonya.
Pasangan akun penghasilan perusahaan saat entri jurnal penutup
adalah ikhtisar laba/rugi. Akun pendapatan direkam pada posisi
debet, sementara ikhtisar laba rugi menempati kredit. Berikut
adalah contoh cara mengentri jurnal penutup untuk akun
pendapatan.
Akun penghasilan mempunyai saldo normal berada di sebelah
debet, sehingga pada saat entri jurnal penutup saldonya akan
dipindahkan menjadi pasangan. Setelah jurnal penutup selesai
dibuat, maka saldo di dalam akun pendapatan akan berjumlah
nol.
Perlu diketahui juga bahwa pada perusahaan dagang, terdapat
sedikit perbedaan dengan bidang jasa terkait akun
pendapatannya. Pada perusahaan jasa biasanya pemasukan
perusahaan akan dicatat ke dalam pendapatan usaha, semetara
pada usaha dagang akan diposting pada akun penjualan
2.2.2 Akun Beban
Beban merupakan bentuk pengeluaran perusahaan selama satu
periode untuk menjalankan kegiatan operasional agar bisa
mendapatkan keuntungan. Sama halnya seperti penghasilan,
beban dibedakan menjadi dua jenis, yaitu beban usaha dan beban
lainnya.
Akun beban usaha mempunyai hubungan langsung dengan
kegiatan operasional perusahaan. Contoh dari beban usaha ini
antara lain adalah, penyusutan peralatan, pembayaran gaji
karyawan, dan biaya listrik perusahaan.
Jenis pengeluaran yang berikutnya yaitu beban lain-lain dalam hal
ini tidak lain adalah pengeluaran yang tidak berkaitan secara
langsung dengan kegiatan operasional perusahaan. Bentuk
pengeluaran lain-lain yang dibebankan pada perusahaan ini salah
satunya adalah beban bunga dari pinjaman bank.
Cara penutupan beban ini dilakukan dengan memindahkan akun
yang berkaitan ke dalam jurnal. Akun beban ini diletakkan pada
sisi kredit pada jurnal penutup, sebab saldo aslinya berada di
debet, sehingga harus dibalik.
2.3.3 Ikhtisar Laba/Rugi
Komponen berikutnya yang harus
dicantumkan di dalam jurnal
penutup adalah akun ikhtisar laba
rugi. Cara yang digunakan untuk
menutup ikhtisar laba rugi
mempunyai sedikit perbedaan jika
dibandingkan dengan akun beban
dan pendapatan/.
Akun ikhtisar laba rugi ditutup
setelah penyusunan laporan
keuangan dengan cara
memindahkan saldonya ke dalam
rekening modal. Ada dua jenis cara
yang bisa dilakukan untuk
membuat jurnal penutup akun
ikhtisar laba/rugi. Ini tergantung
kondisi perusahaan, apakah
kemungkinannya menjadi profit
atau resiko.
Apabila perusahaan mengalami laba, dimana
pendapatan lebih besar dibandingkan dengan beban,
maka akun ikhtisar laba rugi akan dicatat pada posisi
debet. Berikut adalah contoh penutupan akun ikhtisar
laba rugi saat perusahaan mengalami profit.
Ada pula kemungkinan lain yang juga bisa terjadi
berkaitan dengan keuangan perusahaan, yakni
timbulnya kerugian. Ketika perusahaan mengalami
kerugian tersebut, maka saat menyusun jurnal
penutupan akun ikhtisar laba/rugi akan diposting pada
sisi kredit, dengan contoh sebagai berikut.
Setiap kondisi akun ikhtisar laba/rugi di dalam jurnal
penutup harus diposting karena mempunyai pengaruh
terhadap modal untuk periode akuntansi yang
berikutnya. Modal yang dimiliki perusahaan akan
bertambah atau berkurang sesuai dengan posisinya di
jurnal penutup.
2.4.4 Akun Prive
Akun terakhir yang harus ditutup saat
menyusun jurnal akhir periode ini adalah akun
prive. Pengertian dari prive merupakan
pengeluaran pribadi oleh pemilik perusahaan
yang biasanya mempunyai jumlah minim.
Prive tersebut harus diposting ke dalam buku
besar untuk selanjutnya diadakan penutupan
dalam jurnal akhir periode. Pengeluaran
perusahaan berbentuk prive ini akan
mempengaruhi posisi modal, meskipun hanya
dalam jumlah kecil.
Prive ini nantinya akan dicatat pada sebelah
kredit jurnal penutup, sementara bagian
debet akan diisi dengan modal. Penarikan
modal milik pribadi tersebut akan
mempengaruhi nominal dalam saldo modal
perusahaan untuk periode akuntansi
berikutnya.
Pada proses penyusunan jurnal penutup,
posisi akun prive berada di sebelah kredit,
sementara pada bagian debitnya akan diisi
oleh modal. Berikut adalah contoh untuk
membuat jurnal penutup yang berkaitan
dengan laporan penutupan akun prive.
CONTOH
K JURNAL
A PENUTUP
S
U
S
PEMBUATAN JURNAL PENUTUP BISA DIDASARKAN PADA NERACA
DAN LAPORAN RUGI PADA TAHUN BERSANGKUTAN UNTUK
MENGETAHUI POIN APA SAJA YANG ADA DI DALAM LAPORAN
KEUANGAN. BENTUK DARI LAPORAN LABA RUGI DAN NERACA
TERSEBUT DAPAT DIDESAIN DENGAN MODEL YANG SESEDERHANA
MUNGKIN AGAR MEMUDAHKAN PROSES PEMBALIKAN. DALAM HAL
INI, LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG TERBILANG LEBIH
KOMPLEKS KARENA ADA AKUN PENJUALAN YANG SEBAGAI
PENDAPATAN. DI SAMPING ITU, ADA PULA AKUN-AKUN LAIN YANG
TERKAIT DENGAN PENJUALAN, SEHINGGA DIPERLUKAN KEJELIAN
SAAT MENYUSUNNYA. AKUN BEBAN PADA PERUSAHAAN DAGANG
JUGA DIBEDAKAN MENJADI 2 JENIS, YAITU PENGELUARAN YANG
DILAKUKAN UNTUK PROSES PRODUKSI DAN PENYELENGGARAAN
PENGELOLAAN KANTOR. KEDUA JENIS BEBAN TERSEBUT HARUS
DIMASUKKAN KE DALAM JURNAL PENUTUP
End
Kesimpulan Jurnal Penutup
Jurnal penutup merupakan bagian yang penting dari proses
pembukuan keuangan perusahaan di akhir periode agar tidak ada
akun nominal di neraca awal periode berikutnya. Akun nominal harus
dibalik agar posisi saldonya menjadi nol karena berkaitan dengan
operasional satu periode saja. Proses pencatatan jurnal penutup dapat
dilakukan dengan memindahkan akun dan saldo yang ada di laporan
laba rugi, namun dengan posisi pembalikan. Akun nominal ini akan
dibalikkan agar menjadi posisi permanen di neraca.
Ada 4 komponen yang harus dimasukkan ke dalam jurnal penutup,
yaitu pendapatan, beban, ikhtisar laba/rugi, dan prive. Setiap
komponen opsional sifatnya karena didasarkan pada aktivitas
operasional pribadi perusahaan. Selanjutnya, karena jurnal penutup
ini perannya sangat penting dalam pembukuan keuangan perusahaan
di periode saat ini maupun periode berikutnya, penyusunan jurnal ini
harus dilakukan sebaik mungkin. Detail setiap aspek yang
dicantumkannya pun harus diteliti dengan benar.
• THANKS •
REFERENSI LAIN
BISA DI KLIK
HTTPS://YOUTU.BE/PJ8KPNL0U6G