The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rev_modul_Shela Radha Rindiani_126212201017

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Shela Radha Rindiani, 2023-03-23 22:03:02

Rev_modul_Shela Radha Rindiani_126212201017

Rev_modul_Shela Radha Rindiani_126212201017

[Type the company name] [Type the document title] [Type the document subtitle] lenovo [Pick the date]


1 p PRAKATA Alhamdulillahirobbil Alamin. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan karunia-Nya berupa nikmat Iman dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan modul Kimia Materi Hukum Dasar Kimia berbasis Discovery Learning dengan tepat waktu. Modul ini dapat digunakan sebagai bahan ajar guru dalam kegiatan belajar mengajar materi kimia hukum dasar kimia serta dapat juga digunakan oleh peserta didik ataupun masyarakat umum lainnya. Modul ini berisikan materi “Hukum Dasar Kimia” sesuai dengan materi yang diajarkan pada Kurikulum Merdeka dan hanya diperuntukkan untuk peserta didik kelas X IPA SMA/MA. Modul ini berpendekatan saintific dengan model Discovery Learning. Selain itu juga dalam modul ini dilengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta didik pada materi Hukum Dasar Kimia. Penulis berharap modul ini dapat digunakan dan membantu peserta didik dalam memahami materi Hukum Dasar Kimia. Kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyempurnaan modul ini sangat penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaannya. Tulungagung, 10 Maret 2023 Penulis


2 ISI DAFTAR ISI PRAKATA .......................................................................................................................................................................................1 ISI.......................................................................................................................................................................................................2 MODUL PEMBELAJARAN KIMIA........................................................................................................................................3 PETA KOMPETENSI..................................................................................................................................................................4 PETA KONSEP..............................................................................................................................................................................6 PENDAHULUAN..........................................................................................................................................................................7 PENDAHULUAN..........................................................................................................................................................................7 A. Identitas Modul ..................................................................................................................... 7 Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X / 2 (Dua).................................................................... 7 B. Kompetensi Dasar.................................................................................................................. 7 C. Profil Pelajar Pancasila ........................................................................................................... 7 D. Deskripsi Singkat Materi ........................................................................................................ 8 E. Petunjuk Penggunaan Modul ............................................................................................... 10 KEGIATAN PEMBELAJARAN.............................................................................................................................................11 A. TUJUAN PEMBELAJARAN .................................................................................................. 11 B. URAIAN MATERI ................................................................................................................ 12 RANGKUMAN............................................................................................................................................................................22 PENUGASAN MANDIRI ........................................................................................................................................................23 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................................................................27 PROFIL PENULIS.....................................................................................................................................................................28


3 MODUL PEMBELAJARAN KIMIA HUKUM DASAR KIMIA MIPA KIMIA KELAS X PENYUSUN SHELA RADHA RINDIANI 126212201017


4 PETA KOMPETENSI PETA KOMPETENSI Kompetensi Inti (KI) : KI 1 Spiritual Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang Dianutnya KI 2 Sosial Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional. KI 3 Pengetahuan Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI 4 Keterampilan Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif, dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metode sesuai dengan kaidah keilmuan


5 Kompetensi Dasar (KD) : Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.4 Menjelaskan definisi dan jenis-jenis serta prinsip dasar Hukum Dasar Kimia 3.4.1 Menjelaskan definisi Hukum Dasar Kimia 3.4.2 Menjelaskan jenis-jenis Hukum Dasar Kimia 3.4.3 Menjelaskan Ilmu Kimia yang meliputi Hukum Dasar Kimia dengan benar


6 PETA KONSEP Hukum Dasar Kimia H U K U M D A S A R K I M I A Hukum Lavoisier (Hukum Kekekalan Masa) Hukum Proust (Hukum Perbandingan Tetap) Hukum Dalton (Hukum Perbandingan Berganda) Hukum Gay Lussac (Hukum Perbandingan Volume) Hipotesis Avogadro


7 PENDAHULUAN PENDAHULUAN A. Identitas Modul Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X / 2 (Dua) Judul Modul : Hukum Dasar Kimia Pendekatan/Model : Discovery Learning Model Discovery Learning adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk belajar mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis, sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku. B. Kompetensi Dasar 3.4. Menjelaskan pengertian Hukum Dasar Kimia 3.5. Menjelaskan apa saja jenis-jenis Hukum Dasar Kimia 3.6. Menjelaskan Ilmu Kimia yang meliputi Hukum Dasar Kimia dengan benar C. Profil Pelajar Pancasila 1. Mengamati Mampu mendefinisikan untuk mengetahui perbedaan hukum dasar kimia. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati. 2. Memprediksi dan mempertanyakan Merumuskan pertanyaan ilmiah dan hipotesis yang dapat diselidiki secara ilmiah. 3. Peserta didik merencanakan dan memilih metode yang sesuai berdasarkan referensi .


8 4. Memproses, menganalisis dan informasi menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab. 5. Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan teori yang ada .menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. 6. Mengkomunikasikan Mengkomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh termasuk didalamnya pertimbangan keamanan, lingkungan dan etika yang ditunjang dengan argumen ,bahasa serta konvensasi sains yang sesuai konteks penyelidikan. D. Deskripsi Singkat Materi Mata pelajaran kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam yang banyak mempelajari suatu konsep yang kompleks, karena menyangkut reaksi-reaksi kimia, prinsip, hukum-hukum, perhitungan serta konsep yang bersifat abstrak. Salah satu konsep kimia berhubungan dengan karakteristik di atas adalah konsep hukum-hukum dasar kimia. Konsep hukum dasar kimia merupakan salah satu materi kimia yang bersifat abstrak, konkrit dan matematis sehingga untuk memahaminya memerlukan motivasi yang tinggi, adaptasi struktur kognitif dan keaktifan dalam kegiatan belajar. Hukum dasar kimia adalah hukum yang digunakan untuk mendasari hitungan kimia dan hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam persamaan kimia. Aspek kuantitatif dapat diperoleh dari pengukuran massa, volume, konsentrasi yang terkait dengan jumlah partikel atom, ion, molekul atau rumus kimia yang terkait dalam persamaan reaksi kimia. Pemahaman konsep hukum dasar kimia ini mencakup: hukum Lavoisier, hukum Proust, hukum Dalton, hukum Gay Lussac, dan hipotesis Avogadro.


9 Berdasarkan uraian tersebut di atas maka dapat dihasilkan modul kimia materi Hukum Dasar Kimia untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar peserta didik kelas X IPA SMA/MA. E. Discovery Learning Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferensi. Proses di atas disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind. Ada pun langkah kerja model pembelajaran Discovery Learning: 1. Pemberian rangsangan (stimulation) 2. Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement) 3. Pengumpulan data (data collection) 4. Pengolahan data (data processing) 5. Pembuktian (verification) 6. Menarik simpulan/generalisasi (generalization)


10 F. Petunjuk Penggunaan Modul Para siswaku yang sangat aku banggakan, untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, dalam mempelajari modul ini diharapkan kalian membaca petunjuk-petunjuk yang ditulis dibawah ini. 1. Bacalah dengan seksama modul ini dan cobalah pahami isinya karena materi ini berkesinambungan dengan materi selanjutnya. 2. Pelajari modul ini secara bertahap sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang ditentukan 3. Untuk mengetahui pemahamanmu terhadap materi yang dipelajari, jawablah setiap pertanyaan yang ada latihan soal, uji pemahaman diri serta pada kegiatan evaluasi!. 4. Jika ada materi yang belum kalian pahami, maka baca dan pelajari ulang peta konsep dan deskripsi serta uraian materi pada modul ini dengan seksama. 5. Pelajari soal dan cara penyelesaian pada latihan soal dengan cara dipahami bukan dihafalkan. 6. Dalam mengerjakan latihan soal, berusahalah kalian mengerjakan sesuai dengan kemampuan kalian sendiri, agar kalian bisa mengetahui seberapa paham kalian dengan materi yang ada pada modul ini, belajarlah percaya diri dengan tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu sebelum kalian menyelesaikan soal-soal tersebut. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kemudahan bagi kalian dalam mempelajari materi pada modul ini.


11 KEGIATAN PEMBELAJARAN A. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1. Mengidentifikasi hukum-hukum dasar kimia 2. Menerapkan hukum-hukum dasar kimia untuk menyelesaikan perhitungan kimia 3. Menjelaskan prinsip dasar ilmu kimia yang meliputi hukum dasar kimia dengan benar B. APERSEPSI Sebelum mempelajari terkait materi hukum dasar kimia, diharapkan siswa sudah memahami tentang massa dan reaksi kimia pada materi sebelumnya, karena kedua materi tersebut sangat berkaitan. Kertas yang dibakar Kertas yang sudah dibakar, akan menjadi apa? Bagaimana berat dari kertas yang sudah dibakar? Beratnya berkurang atau bertambah?


12 C. URAIAN MATERI Perlu Ananda ketahui bahwa pada awal abad ke-18 para ilmuwan telah melakukan percobaan-percobaan yang mempelajari secara kuantitatif susunan zat dari beberapa reaksi kimia. Mereka menemukan adanya keteraturanketeraturan yang dinyatakan sebagai hukum-hukum dasar kimia. Hukum dasar kimia yang akan dibahas di sini adalah Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier), Hukum Perbandingan Tetap (Proust), Hukum Kelipatan Perbandingan (Dalton), Hukum Perbandingan Volum (Gay Lussac), dan Hipotesis Avogadro. Hukum dasar kimia adalah hukum yang digunakan untuk mendasari hitungan kimia dan hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam persamaan kimia. Aspek kuantitatif dapat diperoleh dari pengukuran massa, volume, konsentrasi yang terkait dengan jumlah partikel atom, ion, molekul atau rumus kimia yang terkait dalam persamaan reaksi kimia. Pada perhitungan kimia secara stoikiometri memerlukan hukum-hukum dasar yang relevan. Ada beberapa hukum dasar yang penting diantaranya adalah: - Hukum Kekekalan Massa - Hukum Perbandingan Tetap - Hukum Perbandingan Berganda - Hukum Perbandingan Volume - Hukum Hipotesis Avogadro


13 Hukum Lavoisier juga dikenal sebagai hukum kekekalan massa. Teori ini dicetuskan oleh ilmuwan asal Prancis, Antoine Laurent Lavoisier. Hukum itu ditemukan saat Lavoisier saat membakar merkuri cair putih dengan oksigen hingga berubah menjadi merkuri oksida berwarna merah. Kemudian, Lavoisier juga memanaskan merkuri oksida merah itu sampai kembali terbentuk merkuri cari putih dan oksigen. Dalam penelitian itu Lavoisier lantas menemukan bahwa ada peran dari gas oksigen dalam reaksi pembakaran. Massa oksigen pada saat proses pembakaran ternyata sama dengan massa oksigen yang terbentuk setelah merkuri oksida dipanaskan. Bunyi dari Hukum Lavoisier adalah: Massa total zat sebelum reaksi sama dengan massa total setelah zat reaksi. Hal tersebut lantas disebut sebagai hukum kekekalan massa karena di dalam reaksi kimia tidak mengubah massa.


14 Contoh Soal 5 gram Oksigen direaksikan dengan 5 gram logam Magnesium sehingga membentuk senyawa Magnesium oksida. Dari reaksi tersebut berapa massa magnesium oksida yang dihasilkan? Penyelesaian: Mg + O2 MgO2 Massa zat sebelum reaksi = massa zat sesudah reaksi Massa Mg + Massa O2 = Massa MgO2 5 gram Mg + 5 gram O2 = 10 gram MgO2 Jadi massa Magnesium oksida yang dihasilkan adalah sebanyak 10 gram Sebuah oksigen memiliki massa 6 gram kemudian direaksikan dengan logam magnesium sehingga membentuk 8 gram senyawa oksida. Berapakah massa magnesium yang bereaksi? Penyelesaian: Mg + O2 MgO2 Massa zat sebelum reaksi = massa zat sesudah reaksi Massa Mg + Massa O2 = Massa MgO2 Massa Mg = 8 gram MgO2 − 6 gram O2 Massa Mg = 2 gram Jadi massa logam Magnesium yang bereaksi sebanyak 2 gram


15 Hukum Proust juga dikenal sebagai “Hukum Perbandingan Tetap”. Ini dikarenakan pada 1799 Joseph Louis Proust menemukan bahwa setiap senyawa disusun oleh unsur dengan komposisi tertentu dan tetap. Oleh karena itu, hukum tersebut berbunyi: Perbandingan massa unsur-unsur setiap senyawa berisi komposisi tertentu dan tetap. Salah satu contoh eksperimennya adalah reaksi unsur hidrogen dengan oksigen membentuk senyawa air dan kemudian hasilnya menunjukkan perbandingan massa hidrogen dengan oksigen beraksi tetap, yakni 1:8. Contoh soal : 1. Massa karbon (C) dan oksigen (O) memiliki perbandingan 3:8. Jika karbon yang bereaksi 1,5 gram, berapa massa oksigen bereaksi dan massa karbondioksida yang terbentuk? Penyelesaian: Perbandingan Massa : Karbon = 3 = 1,5 gram Oksigen = 8 = ? gram Karbondioksida = 11 = ? gram


16 Massa Oksigen = 8/3 × 1,5 gram = 4 gram Massa Karbon dioksida = 11/3 × 1,5 = 5,5 gram Jadi, massa oksigen bereaksi adalah 4 gram dan massa Karbondioksida terbentuk adalah 5,5 gram. 2. Perbandingan massa besi dan belerang dalam senyawa besi sulfida adalah 7:4 berapakah massa besi dan massa belerang yang dibutuhkan untuk membentuk senyawa besi sulfida dengan 21 gram besi tanpa sisa reaksi? Penyelesaian: Perbandingan Massa: Besi = 7 = ? gram Belerang = 4 = ? gram Besi Sulfida = 11 = 21 gram Massa Belerang = 4/11 × 21 = 7,64 gram Massa Besi = 7/11 × 21 = 13,36 gram Jadi massa belerang untuk membentuk 21 gram besi sulfida adalah 7,64 gram, dan massa besi adalah sebanyak 13,36 gram. 3. Jika direaksikan besi sebanyak 60 gram dan belerang 24 gram berapakah massa besi(II) sulfida yang dihasilkan ? Penyelesaian : Perbandingan Massa :


17 Besi = 7 = 60 gram Belerang = 4 = 24 gram Besi Sulfida = 11 = ? gram Untuk bereaksi dengan 24 gram belerang membutuhkan besi sebanyak: Massa besi = 7/4 × 24 = 42 gram Dengan demikian besi sulfida yang dihasilkan sebanyak: Massa besi sulfida = 11/4 × 24 = 66 gram ATAU Massa besi sulfide = 24 gram + 42 gram = 66 gram Sisa besi yang tidak bereaksi adalah sebanyak: Sisa besi = 60 gram – 42 gram = 18 gram Jadi besi sulfida yang dihasilkan adalah 66 gram dengan sisa besi sebanyak 18 gram.


18 Hukum Dalton pertama kali dicetuskan oleh ilmuwan asal Inggris bernama John Dalton. Dalam penelitiannya, John Dalton membandingkan unsur-unsur yang terkandung dalam beberapa senyawa. Hasilnya ditemukanlah Hukum Perbandingan Ganda yang berbunyi: Jika ada dua unsur bisa membentuk lebih dari satu senyawa dengan salah satu massa unsur dibuat tetap, maka perbandingan massa yang lain dalam senyawa itu merupakan bilangan bulat sederhana. Contoh soal : Unsur fosfor dan oksigen yang direaksikan membentuk dua jenis senyawa. Dalam 55 gram senyawa I terdapat 31 gram fosfor dan 71 gram senyawa II mengandung 40 gram oksigen. Apakah senyawa tersebut termasuk ke dalam hukum Dalton? Penyelesaian : Massa oksigen pada senyawa I = 55 − 31 = 24 Massa fosfor pada senyawa II = 71 − 40 = 31 Perbandingan massa fosfor pada senyawa I dan II adalah = 31 : 31→ dibagi dengan 8 = 3 : 5


19 Dari hasil tersebut perbandingan oksigen dan fosfor pada senyawa I dan II yaitu 1:1 dan 3:5 merupakan bilangan bulat dan sederhana. Hukum yang juga dikenal sebagai Hukum Perbandingan Volume ini ditemukan oleh ilmuwan asal Prancis, yaitu Joseph Gay Lussac. Dalam penelitiannya, ia ingin membuktikan tentang volume gas dalam suatu reaksi kimia. Hasil dari penelitian itu mendapat kesimpulan bahwa suhu dan tekanan mempengaruhi perubahan gas. Percobaan sederhana yang dilakukan menghasilkan perbandingan volume hidrogen : oksigen : uap air adalah 2 : 1 : 2. Nampak bahwa perbandingan volume sesuai dengan perbandingan koefisien unsur atau senyawa pada persamaan reaksi setara, yaitu persamaan reaksi dengan jumlah atom di sebelah kiri sama dengan di sebelah kanan. Reaksi pembentukan air : 2H2 + O2 → 2H2O Perbandingan Volume : 2 : 1 : 2 Bunyi Hukum Perbandingan ialah berikut : Jika diukur pada Suhu dan Tekanan yang sama, maka Volume gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.


20 Contoh soal : 2 Liter gas hidrogen bereaksi dengan 2 liter gas klorin sehingga menghasilkan 4 gas hidrogen klorida. Apabila gas hidrogen yang direaksikan sebesar 10 liter, berapakah gas hidrogen klorida yang dihasilkan? Penyelesaian : Volume Perbandingan Hidrogen 2 1 Klorin 2 1 Hidrogen Klorida 4 2 Jika gas hydrogen yang direaksikan adalah 10 liter maka gas hydrogen klorida yang dihasilkan: = 2 × 10 = 20 liter ( 2 = nilai perbandingan Hidrogen Klorida) Jadi hidrogen klorida yang dihasilkan dari reaksi 10 liter gas hydrogen adalah sebanyak 20 liter. Hipotesis Avogadro merupakan teori yang ditemukan oleh Amedeo Avogadro pada tahun 1811. Dalam penelitiannya, Avogadro menemukan bahwa partikel unsur tidak harus selalu berupa atom tunggal, tetap dapat juga berupa molekul unsur atau dua atom atau lebih. Hipotesis dari Avogadro itu lantas mengatakan:


21 Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan gas yang bervolume sama memiliki jumlah molekul yang sama juga. Contoh soal : Sebuah tabung 5 liter berisi 2 × 10 22 molekul gas karbon dioksida. Pada suhu dan tekanan yang sama, berapakah jumlah molekul gas nitrogen dalam tabung bervolume 4 Liter? Penyelesaian : Diketahui : N1 = 2 × 1022, V1 = 5 liter, V2 = 4 liter. N2 = ....? (V1 ÷ N1 ) = ( V2 ÷ N2 ) → N2 = ( N1 × V2 ) ÷ V1 = ( 2 × 1022 × 4 ) ÷ 5 = ( 8 × 1022 ) ÷ 4 = 1,6 × 1022 Jadi jumlah gas nitrogen dalam tabung bervolume 4 liter adalah 1,6 × 1022


22 RANGKUMAN 1. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) berbunyi jumlah massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Zat A + Zat B → Zat C Massa A + B = massa C Unsur A + Unsur B → Senyawa I : AB Senyawa II : A2B3 Massa unsur A sama, maka massa unsur BI : BII = 2 : 3 2. Hukum Perbandingan Volum (Hukum Gay Lussac) berbunyi pada temperatur dan tekanan yang sama perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan mudah. 1 volum gas A + 1 volum gas B → 2 volum gas C Volum A : Volum B : Volum C = 1 : 1 : 2 3. Hukum Avogadro berbunyi pada temperatur dan tekanan yang sama, semua gas pada volum yang sama mengandung jumlah molekul yang sama pula. P dan T sama: A2 + B2 → 2AB Jumlah molekul A2: Jumlah molekul B2: Jumlah molekul AB = 1 : 1 : 2 4. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) berbunyi perbandingan massa unsur-unsur penyusun dalam tiap senyawa selalu tetap. Unsur A + Unsur B → Senyawa C Massa A: massa B selalu tetap membentuk senyawa C 5. Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton) berbunyi jika ada dua senyawa yang dibentuk dari dua unsur yang sama dan massa satu unsur pada kedua senyawa itu sama maka massa unsur yang lainnya mempunyai angka perbandingan yang sederhana dan bulat.


23 PENUGASAN MANDIRI PENUGASAN MANDIRI Hukum dasar kimia sangat penting bagi pemecahan masalah pada ilmu kimia dan ilmu pengetahuan alam lainnya. Ada beberapa ahli yang berjasa pada penemuan ini. Cobalah cari informasi tentang penemu hukum-hukum ini secara lengkap, bagaimana sejarahnya sampai mendapatkan penemuan-penemuan yang berharga untuk memotivasimu dalam belajar kimia. Informasi bisa didapat dari buku-buku, internet, majalah atau ensiklopedia. Buat laporannya dengan singkat! Latihan soal Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat! 1. Berikut ini tabel reaksi antara tembaga dan belerang (sulfur) yang menghasilkan tembaga(II) sulfida berdasarkan Hukum Kekekalan Massa. Lengkapi tabel dan tulis persamaan reaksinya. Jawab : ...................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................... 2. Logam natrium jika direaksikan dengan gas oksigen akan dihasilkan natrium oksida. Data beberapa percobaannya adalah sebagai berikut.


24 Tentukan perbandingan massa natrium dengan massa oksigen pembentuk senyawa pada setiap percobaan. b. Apakah data tersebut sesuai dengan hukum perbandingan tetap? Jelaskan! c. Tulis reaksi pada percobaan tersebut! Jawab : ........................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................ 3. Perbandingan massa N dan O dalam senyawa NO dan NO2 adalah sebagai berikut. Buktikan apakah kedua rumus senyawa tersebut memenuhi Hukum Kelipatan Perbandingan? Jawab:.......................................................................................................................................................... ............................................................................................................................................................. 4. Dua liter gas propana, C3H8 bereaksi dengan gas oksigen menghasilkan karbon dioksida dan uap air. Tentukan: a. volum gas O2 yang diperlukan; b. volum gas CO2 yang dihasilkan;


25 c. volum uap air yang dihasilkan. Jawab: ........................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................ 5. Dua liter gas metana dibakar menurut reaksi CH4 (g) + 2 O2 (g) → CO2 (g) + 2 H2O(g). Jika dalam 1 liter gas metana terdapat 100.000 molekul, tentukan jumlah molekul gas CO2 dan gas H2O yang dihasilkan! Jawab;.......................................................................................................................................................... ............................................................................................................................................................


26 Penilaian Mandiri Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab! Catatan : Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.


27 D DAFTAR PUSTAKA Indah, Wiwik. (2020). Modul Kimia Kelas X. SMA Negeri 9 Semarang. Lapez. Yos F. Da (2020). Hukum-hukum Dasar Kimia. Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering. Nusa Tenggara Timur Link Youtube


28 PROFIL PENULIS PROFIL PENULIS Shela Radha Rindiani lahir di Blitar, Jawa Timur pada tanggal 24 Januari 2002. Saat ini penulis sedang menyelesaikan pendidikan sarjana pada program pendidikan kimia di Universitas Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Penulis merupakan mahasiswa program studi Tadris kimia semester 6.


Click to View FlipBook Version