The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KELOMPOK 6_PENGATURAN RUANG KELAS_4C.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Saud Al Faisal, 2024-06-23 09:28:17

PENGATURAN RUANG KELAS

KELOMPOK 6_PENGATURAN RUANG KELAS_4C.

PENGATURAN RUANG KELAS MAKALAH Diajukan Guna Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Kelas pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh Kelompok 6 : NADILLA BILQIS (2201411337) EDIS ANGGREA NOVERI ( 2201411331) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU KEGURUAN & PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANGKA BELITUNG TAHUN AJARAN 2024


i KATA PENGANTAR Alhamdulliah, segala puji bagi Allah Swt. Atas Rahmat dan Hidayah-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi Besar Muhammad Saw. Beserta para sahabat yang telah memperjuangkan Islam, sehingga kita bisa merasakan indahnya iman. Penyusunan makalah merupakan tugas bagi penulis untuk memenuhi tugas kelompok. Penulis menyadari bahwa penyelesaian makalah ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Romadon, S. T., M.Pd. Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. 2. Ibu Vika Martahayu, M.Pd. selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Kelas. Penulis menyadari berbagai kelemahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan, khususnya di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Akhir kata, saran, dan kritik yang membangun penulis harapkan demi perbaikan dan pengembangan makalah ini. Pangkalanbaru, 13 Maret 2024 Penulis,


ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................................. i DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1 Latar Belakang ..............................................Error! Bookmark not defined. BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 2 A. Pengertian Pengaturan Ruang Kelas....................................................... 2 B. Tujuan Pengaturan Ruang Kelas ............................................................. 2 C. Ruang Lingkup Pengaturan Ruang Kelas............................................... 3 D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengaturan Kelas.......................... 5 1. Kondisi Fisik ........................................................................................... 5 2. Kondisi Sosio-Emosional ....................................................................... 6 3. Kondisi Organisasional.......................................................................... 7 E. Pentingnya Pengaturan Ruang Kelas dalam Pembelajaran.................. 7 BAB III PENUTUP............................................................................................. 10 A. Kesimpulan ............................................................................................... 10 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................11


1 BAB I PENDAHULUAN Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan mendidik siswa kea rah yang lebih baik. Peningkatan mutu pembelajaran itu penting oleh berbagai kondisi, baik itu kondisi dari internal maupun eksternal di sekolah itu sendiri. Proses belajar mengajar yang baik selalu di dasari dari adanya hubungan yang harmonis yang baik antara guru, siswa maupun orang tua siswa, sedangkan guru dan siswa menjadi hal yang sangat penting dalam berlangsunya proses pembelajaran di dalam kelas (Nugraha, 2018). Mengatur kelas adalah salah satu peranan yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Dari mengatur kelas yang baik ini dapat menciptakan suasana belajar yang optimal dan dapat meminimalisir keadaan jika adanya terjadi gangguan di dalam kelas selama proses belajar mengajar berlangsung. Sebagai contoh guru harus mampu menghentikan perilaku siswa yang dapat menyelewengkan kelas. Sehingga pada saat guru masuk ke dalam kelas guru punya masalah pokok, yaitu masalah pengajaran dan masalah manajemen atau pengaturan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan mutu Pendidikan pada siswa di dalam kelas. Manajemen kelas yang baik merupakan inti dari keberhasilan berlangsunya proses belajar mengajar di dalam kelas. Dari manajemen kelas yang baik maka akan adanya “Pengaturan Kelas”. Menurut 5 (Abdullah Ali, 2022) Pengaturan kelas perlu dilakukan agar terciptanya suasana yang gembira atau menyenangkan di lingkungan sekolah melalui pengaturan kelas, dengan menjalin keakraban antara guru dan siswa. Dari pengaturan kelas yang menarik akan dapat mempengaruhi motivasi semangat siswa dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Dengan melakukan pengaturan kelas ini akan terwujudnya tujuan dari pengaturan kelas sebagaimana hakikatnya telah terkandung dalam tujuan Pendidikan.


2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pengaturan Ruang Kelas Pengaturan dapat diartikan dengan pengelolaan, menurut kamus Bahasa Indonesia kalimat ini berasal dari kata manajemen yang berarti penyelenggaraan. Pengaturan kelas adalah serangkaian kegiatan guru yang ditujukan untuk mendorong munculnya tingkah laku siswa yang tidak diharapkan dan menghilangkan tingkah laku siswa yang tidak diharapkan, menciptakan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosial emosional yang positif, serta menciptakan dan memelihara organisasi kelas yang produktif dan efektif. Berdasarkan asal katanya, pengaturan adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Sedangkan pengertian kelas yaitu bagianbagian atau unit sekolah terkecil dengan kondisi fisik yang nyaman dan fasilitas-fasilitas sarana prasarana yang memadai dalam pembelajaran, agar dapat berlangsunya pembelajaran yang nyaman untuk mencapai tujuan (Budiarsa, 20 C.E.). Jadi pengertian dari pengaturan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab sekolah (guru) untuk mengelola ruang kelas untuk menciptakan kegiatan belajar yang nyaman, kondusif agar tercapai kondisi kelas yang optimal sesuai yang diharapkan dan pengendaliannya apabila terjadi gangguan saat pembelajaran sedang berlangsung. Dengan kata lain pengaturan kelas merupakan kegiatan pengelolaan kelas untuk kepentingan belajar agar terciptanya suasana yang nyaman dan kondusif saat berlangsungnya pembelajaran. Dari pengaturan kelas juga dapat menentukan bagaimana pengaturan kelas yang disukai oleh siswa. Jika pengelolaan kelas nya nyaman maka siswa akan merasa nyaman selama pembelajaran. B. Tujuan Pengaturan Ruang Kelas Menurut (Zahroh, 2015) tujuan pengaturan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan Pendidikan. Secara umum tujuan pengaturan kelas adalah untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk tempat


3 berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Dengan demikian, kegiatan tersebut akan dapat berjalan dengan efektif dan terarah selama pembelajaran berlangsung, Sehingga cita-cita Pendidikan dapat tercapai demi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas. Pelaksanaan pengelolaan kelas sedapat mungkin dapat terciptanya suasana kelas yang akrab antara guru dan siswa atau orang tua siswa. Dengan adanya hubungan yang harmonis antara guru dan siswa atau orang tua siswa akan menciptakan lingkungan yang nyaman (Warsono, 2016). Guru melakukan pengaturan kelas bukan tanpa adanya tujuan, pasti ada tujuannya dimana ketika guru mengatur atau mengelola kelas dengan nyaman dan rapi pasti suasana kelas yang tercipta akan kondusif. Pengaturan kelas ini juga mencakup dapat menciptakan lingkungan yang mendukung, merangsang, dan dapat memberdayakan siswa. Siswa dapat diajak untuk membuat kelas menjadi satu keluarga, lebih indah dan asri sehingga ruang kelas menjadi menarik dan siswa mempunyai semangat dan motivasi untuk mengikuti pembelajaran yang di ajarkan oleh guru. Siswa akan dapat meraih prestasi yang membanggakan. Guru juga dapat memberikan reward ketika siswa mendapatkan prestasi. Hal ini berarti dari pengaturan atau pengelolaan yang menarik dapat mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. C. Ruang Lingkup Pengaturan Ruang Kelas Lingkup adalah batas atau bidang di mana manajemen kelas dipelajari. Sebagai kegiatan pengelolaan, pengaturan kelas tidak dapat dipisahkan dari ruang lingkup pengelolaan (Asip, 2016). Menurut (Widiasworo, 2018) Ruang lingkup pengaturan kelas dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu pengaturan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang besifat fisik, dan pengaturan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat non fisik. Kedua hal tersebut perlu dikelola secara baik dalam rangka menghasilkan suasana yang kondusif bagi terciptanya pembelajaran yang baik pula. 1. Pengaturan kelas berfokus pada hal-hal fisik. Hal-hal fisik yang perlu diperhatikan termasuk pengaturan dan perabot kelas serta tempat belajar


4 peserta didik. Tempat belajar dan perabot kelas (meja, kursi, lemari, papan tulis, dan meja guru) harus diatur dengan hati-hati. Menurut (Warsono, 2016) Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi: a) Ruang tempat keberlangsungan proses belajar mengajar. b) Pengaturan tempat duduk. c) Ventilasi dan pengaturan cahaya. d) Pengaturan penyimpanan barang-barang. 2. Menurut Burhanuddin et al. (2012) pada buku (Aslamiah, 2022), hal-hal non-fisik dalam pengaturan kelas berkonsentrasi pada interaksi siswa dengan siswa lainnya, siswa dengan guru, dan lingkungan kelas, serta kondisi kelas sebelum, selama, dan setelah pembelajaran. Oleh karena itu, elemen psikologis, sosial, dan hubungan interpersonal sangat penting untuk manajemen kelas. Hal-hal nonfisik dalam pengaturan kelas memfokuskan pada aspek berikut (Widiasworo, 2018): a) Interaksi peserta didik dengan peserta didik lainnya; b) peserta didik dengan guru c) lingkungan kelas maupun kondisi kelas menjelang, selama, dan akhir pembelajaran. Kriteria yang harus dipenuhi ketika melakukan fasilitas ruang kelas sebagai berikut (Aslamiah, 2022): 1. Penataan ruangan dianggap baik apabila membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif, yang salah satu buktinya adalah bahwa anak-anak belajar dengan aktif dan guru dapat mengelola kelas dengan baik. 2. Penataan tersebut harus fleksibel sehingga perubahan dari satu tujuan ke tujuan lain dapat dilakukan dengan cara yang sesuai dengan karakteristik kegiatan yang dituntut oleh tujuan yang sedang dicapai. 3. Ada sarana yang dapat membantu anak memperjelas konsep saat mereka belajar, seperti gambar, model, atau media lainnya, sehingga konsep tidak harus diucapkan. Sehingga waktu belajar siswa tidak terbuang, tempat penyimpanan alat dan media tersebut mudah diakses.


5 4. Ruang dan fasilitas kelas harus dirancang dengan cara yang dapat membantu siswa meningkatkan D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengaturan Kelas Pembelajaran adalah masalah yang cukup kompleks. Guru adalah komponen pembelajaran yang sangat penting karena keberhasilan pembelajaran yang ditentukan oleh guru bagaimana melakukan tugasnya sebagai penyampai materi kepada siswa. Pembelajaran akan berhasil jika interaksi guru dan siswa lancar. Ketika pembelajaran tidak berjalan lancar, guru mungkin menyampaikan pesan dengan lancar dan tetapi kadang-kadang terjadi hambatan. Berhasilnya Pengaturan ruang kelas dapat memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melakat pada kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosioemosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik menurut kutipan Suwardi & Daryanto (2017) dalam buku (Aslamiah, 2022) ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain: 1. Kondisi Fisik a) Ruangan Tempat Berlangsungnya Proses Belajar Mengajar Besarnya ruangan kelas bergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa, tetapi ruangan harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa dan tidak mengganggu satu sama lain. Syarat-syarat kelas yang baik adalah: 1) Rapi, bersih, sehat dan tidak lembab 2) Cukup cahaya dan sirkulasi udara 3) Perabot dalam keadaan baik, cukup jumlahnya, dan ditata dengan rapi 4) Jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang (sesuai dengan aturan yang berlaku) 5) Ukuran ruang kelas 8m x 7m


6 6) Dapat memberikan keleluasaan gerak, komunikasi pandangan dan pendengaran 7) Pengaturan perabot agar memungkinkan guru dan siswa dapat bergerak leluasa 8) Daun jendela tidak mengganggu lalu lintas. 9) Penataan ruang kelas (harus inovatif dan kreatif/berdasarkan tema). 10) Perlengkapan kelas: Semua perlengkapan yang diperlukan di kelas termasuk papan tulis dan penghapus, meja dan kursi guru, meja dan kursi siswa, almari kelas, jadwal pelajaran, daftar absensi, kalender pendidikan, foto presiden dan wakil presiden, lambang Garuda Pancasila, tempat cuci tangan dan lap tangan, tempat sampah, sapu lidi, sapu ijuk, dan sulak, serta alat peraga dan kapur atau spidol. b) Pengaturan Tempat Duduk Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar (Ismah & Budiyati, 2022) c) Ventilasi dan Pengaturan Cahaya Suhu ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa. d) Pengaturan Penyimpanan Barang-Barang Barang-barang penting seperti buku pelajaran, pedoman kurikulum, dan kartu pribadi harus disimpan di tempat yang mudah dicapai di ruang kelas untuk kepentingan belajar. Pemeliharaan rutin dan pengamanan dari pencurian serta bahaya kebakaran atau ledakan penting diperhatikan. Kebersihan dan kerapihan juga harus dijaga untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman (Widiasworo, 2018). 2. Kondisi Sosio-Emosional


7 Kondisi sosial dan emosional di kelas akan sangat memengaruhi pembelajaran, motivasi siswa, dan keberhasilan mencapai tujuan. Kondisi sosial dan emosional ini termasuk (Asip, 2016): a) Tipe Kepemimpinan Guru: Gaya kepemimpinan guru (demokratis, laissez-faire, atau otoriter) memengaruhi suasana emosional di kelas dan berdampak pada peserta didik. b) Sikap Guru: Guru perlu sabar dan bersahabat dalam menangani pelanggaran siswa, membenci tindakan siswa, bukan siswa itu sendiri, dan menyambut siswa dengan hangat untuk memperbaiki kesalahan. c) Suara Guru: Suara guru yang relatif rendah, jelas, dan variatif memengaruhi fokus siswa dalam pembelajaran. d) Pembinaan Hubungan Baik: Hubungan baik antara guru dan siswa sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang positif. 3. Kondisi Organisasional Kegiatan rutin yang teratur dan terorganisir di tingkat kelas dan sekolah dapat mencegah masalah dalam pengelolaan kelas. Dengan komunikasi yang jelas kepada semua siswa, mereka akan terbiasa dengan kebiasaan baik dan bertingkah laku disiplin. Beberapa kegiatan rutin yang membantu menciptakan kedisiplinan antara lain: a) Pergantian pelajaran b) Guru berhalangan hadir c) Masalah antar siswa d) Upacara bendera e) Kegiatan lain. E. Pentingnya Pengaturan Ruang Kelas dalam Pembelajaran Membangun dan menjaga lingkungan kelas yang kondusif bagi pembelajaran dan prestasi siswa disebut dengan pengaturan ruang kelas. Lingkungan kelas tertentu memungkinkan siswa untuk belajar lebih banyak daripada lingkungan kelas lainnya. Tata ruang kelas adalah kegiatan yang


8 direncanakan dan dilakukan oleh guru atau dosen (pendidik) untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan kelas yang ideal sehingga belajar dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan pembelajaran (Azman, 2020). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan ruang kelas adalah bagian penting dari proses pembelajaran. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang menarik, ruang kelas harus diatur dengan baik. Tempat belajar harus dirancang dan diatur sehingga memungkinkan anak duduk dalam kelompok dan guru dapat bergerak secara leluasa untuk membantu siswa belajar. Untuk mengatur ruang kelas, hal-hal berikut harus diperhatikan (Ismah & Budiyati, 2022): 1) Ukuran dan bentuk kelas. 2) Bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa. 3) Jumlah siswa dalam kelas. 4) Jumlah siswa dalam setiap kelompok. 5) Jumlah kelompok dalam kelas. 6) Komposisi dalam kelompok (seperti siswa pandai dengan siswa kurang pandai, pria dan wanita). Tata ruang kelas adalah upaya guru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang baik dengan mengatur kegiatan siswa dan perlengkapan fasilitas. Selain itu, tata ruang kelas dimaksudkan untuk menumbuhkan dan mempertahankan tingkah laku siswa yang mendukung proses pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa pentingnya tata ruang kelas (Ismah & Budiyati, 2022): 1) Untuk mencapai hasil belajar yang efektif 2) Mempengaruhi semangat belajar siswa. 3) Menciptakan kondisi belajar yang kondusif. 4) Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. 5) Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.


9 6) Menyediakan dan mengatur fasilitas belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai lingkungan, sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas. 7) Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya. Penataan ruang kelas dalam pengaturan kelas bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi dan memfasilitasi interaksi antar siswa serta memungkinkan guru untuk memberikan bantuan dengan efektif. Hal ini memperhatikan faktor-faktor seperti ukuran dan bentuk kelas, desain dan ukuran meja serta bangku siswa, jumlah dan komposisi siswa dalam kelas dan kelompok, serta pembagian siswa ke dalam kelompok untuk kolaborasi belajar.


10 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Pengaturan ruang kelas atau tata ruang kelas merupakan aspek penting dalam pengelolaan kelas yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Pengaturan ruang kelas tidak hanya melibatkan pengaturan fisik ruangan, tetapi juga melibatkan aspek sosial, emosional, dan organisasional. Tujuan dari pengaturan ruang kelas adalah untuk menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung proses belajar mengajar agar dapat berjalan dengan efektif dan terarah, serta mencapai tujuan pembelajaran. Pentingnya pengaturan ruang kelas terlihat dari berbagai faktor yang mempengaruhinya, seperti kondisi fisik ruang kelas, interaksi sosial dan emosional antara guru dan siswa, serta kegiatan rutin yang terorganisir. Penataan ruang kelas yang baik akan mempengaruhi semangat belajar siswa, menciptakan kondisi belajar yang kondusif, dan menghilangkan hambatanhambatan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Dalam praktiknya, pengaturan ruang kelas memerlukan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang efektif oleh guru sebagai penanggung jawab kelas. Hal ini mencakup pengaturan fisik ruang kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pencahayaan, serta penyimpanan barang-barang penting. Selain itu, pengaturan ruang kelas juga melibatkan aspek sosio-emosional, seperti gaya kepemimpinan guru, sikap guru terhadap siswa, dan pembinaan hubungan baik antara guru dan siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan ruang kelas merupakan upaya yang penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini menjadi


11 tanggung jawab utama guru sebagai fasilitator pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan memotivasi bagi siswa. DAFTAR PUSTAKA Abdullah Ali. (2022). Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas. JURNAL EKSPERIMENTAL : Media Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 10(2), 20–27. https://doi.org/10.58645/eksperimental.v10i2.219 Asip, M. (2016). Pengelolaan Kelas: Strategi dan Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas yang Bermutu dan Efektif. Aslamiah, D. (2022). Buku Pengelolaan kelas. Azman, Z. (2020). Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran. Edification Journal, 2(2), 51–64. https://doi.org/10.37092/ej.v1i2.136 Budiarsa, I. W. (20 C.E.). Epos Mahabharata Sebagai Sumber Lakon Tarian Bali. Andrew’s Disease of the Skin Clinical Dermatology. Ismah, & Budiyati, U. (2022). Pengaturan Ruang Kelas. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1(10), 2591–2598. Nugraha, M. (2018). Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 4(01), 27. https://doi.org/10.32678/tarbawi.v4i01.1769 Warsono, S. (2016). Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Belajar Siswa. Manajer Pendidikan, 10(5), 469–476. Widiasworo, E. (2018). Cerdas Pengelolaan Kelas. Zahroh, L. (2015). Pengelolaan Kelas Dan Siswa: Sebuah Pendekatan Evaluatif. Jurnal Tarbiyah-Syari’ah Islamiyah, 22, 142.


12


Click to View FlipBook Version