Lampiran : INSTRUMEN PENILAIAN
1. Sikap : Observasi terhadap sikap komitmen dan tanggung jawab murid
dalam mengikuti pembelajaran daring, menyelesaikan dan
mengirimkan tugas
2. Pengetahuan : Tes tertulis dalam bentuk quiz online
3. Keterampilan : Portofolio dan laporan akhir hasil diskusi (murid dipersilahkan
membuat sesuai kemampuan dan skil masing-masing murid)
4. Pembelajaran remedial dan Pengayaan
Lampiran Penilaian Sikap
- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku murid sehari-hari,
baik terkait dalam proses pembelajaran daring maupun secara umum. Pengamatan
langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap.
No Nama Siswa Aspek Perilaku yang Jumlah Skor Kode
dinilai Skor Sikap Nilai
BS JJ TJ DS
1. 75 75 50 75 275 68,75 C
2. …… … … … ……
Ket :
BS : Bekerja Sama
JJ : Jujur
TJ : Tanggung Jawab
DS : Disiplin
Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x
4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
1. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin
dinilai/dinamis.
- Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada murid, maka
murid diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar
penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu
tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian
menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format
penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih
dahulu.
Berikut Contoh format penilaian :
No Pernyataan Ya Tidak Jumlah Skor Kode
Skor Sikap Nilai
1. Selama diskusi, saya ikut serta 100
mengusulkan ide/gagasan
Ketika kami berdiskusi, setiap
2. anggota mendapatkan kesempatan 50
untuk berbicara 250 62,50 C
3. Saya ikut serta dalam membuat 100
kesimpulan hasil diskusi kelompok
4. … ...
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 =
62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup ©
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan
dan keterampilan
Lampiran penilaian pengetahuan:
KELOMPOK A, B, dan C.
KISI-KISI SOAL PELUANG KEJADIAN SALING BEBAS
BENTUK TES PENGETAHUAN: TES TERTULIS DALAM BENTUK TES ONLINE/QUIZ
BENTUK TES KETERAMPILAN: TUGAS PORTOFOLIO
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4 Mendeskripsikan dan
3.4.5.Memahami konsep peluang kejadian majemuk
menentukan peluang 3.4.6.Mengidentifikasi faktapada peluang kejadian majemuk
kejadian majemuk
(peluang kejadian- (peluang, kejadian-kejadian saling bebas, saling lepas,
kejadian saling bebas, dan kejadian bersyarat) dari suatu percobaan acak
saling lepas, dan 3.4.7.Mendeskripsikan peluang kejadian majemuk (peluang
kejadian bersyarat) dari kejadian-kejadian saling bebas, saling lepas, dan kejadian
suatu percobaan acak bersyarat) dari suatu percobaan acak
3.4.8.Menentukan peluang kejadian majemuk (peluang
4.4 Menyelesaikan masalah kejadian-kejadian saling bebas, saling lepas, dan kejadian
yang berkaitan dengan bersyarat) dari suatu percobaan acak
peluang kejadian
majemuk (peluang, 4.4.3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang
kejadian-kejadian saling kejadian majemuk (kejadian-kejadian saling bebas, saling
bebas, saling lepas, dan lepas, dan kejadian bersyarat)
kejadian bersyarat)
4.4.4. Menyajikan masalah yang berkaitan dengan peluang
kejadian majemuk (peluang, kejadian-kejadian saling
bebas, saling lepas, dan kejadian bersyarat)
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan strategi berdiferensiasi konten dengan
teknik modifikasi Test Taking Teams secara online, yang menuntun murid secara
berdiskusi dalam kelompok, saling bekerja sama, percaya diri, murid diharapkan mampu
Menentukan peluang kejadian majemuk yang saling bebas dengan tepat
Menentukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan peluang suatu kejadian
majemuk yang saling bebas.
MATERI : PELUANG KEJADIAN MAJEMUK (PELUANG DUA KEJADIAN SALING
BEBAS)
KELAS / SEMESTER: XII/ GENAP
INDIKATOR SOAL:
- Disajikan masalah kontekstual tentang dua kejadian saling bebas, murid diminta
menentukan nilai peluang kejadian saling bebas.
LEVEL KOGNITIF: C3 dan C4 (pengetahuan/ tes online quiz), C6 (keterampilan/ penugasan
portofolio)
Kompetensi Materi Kelas/ Indikator Level Bentuk Kelompok
Dasar soal A/B/C
Semester Soal Kognitif
KUMPULAN SOAL QUIZ KELOMPOK C:
PIIHAN GANDA:
1. Banyaknya titik sampel pada pengambilan dua kelereng sekaligus pada sebuah
kantong yang terdapat 6 kelereng berbeda adalah...
a. 2
b. 5
c. 8
d. 10
e. 15
Jawab:
6C2 ! = . . ! = . = 15
( )!. .
=( − )!. ! . .
Jawaban yang tepat E.
2. Pada percobaan pelemparan dua dadu secara bersamaan, banyaknya kejadian
munculnya mata dadu berjumlah kurang dari 10 adalah...
a. 33
b. 30
c. 20
d. 6
e. 3
Jawab:
n(S) = 62 = 36
A = kejadian muncul mata dadu berjumlah ≥ 10 = (6,4),(5,5),(4,6), (5, 6), (6, 6), dan (6, 5)
n(a) = 6
Jadi, banyak kejadian muncul mata dadu berjumlah kurang dari 10 adalah:
n(Ac)) = 36 – 6
n(Ac) = 30
Jawaban yang tepat B.
3. Dari penelitian yang dilakukan perusahaan asuransi kepada 200 orang tua lanjut usia
dan 800 orang dewasa. Diketahui bahwa peluang seseorang meninggal karena VIRUS
CORONA adalah 0,05. Banyak orang meninggal bukan karena VIRUS CORONA pada
penelitian tersebut adalah...
a. 1095 orang
b. 980 orang
c. 970 orang
d. 960 orang
e. 950 orang
Jawab:
N = 200 + 800 = 1.000
P(A) = peluang meninggal karena virus corona = 0,05
P(Ac) = peluang meninggal bukan karena virus corona = 1 – 0,05 = 0,95
F(H) = P(Ac) x N
= 0,95 x 1.000
= 950
Jawaban yang tepat E.
4. Dua orang siswa A dan B mengikuti sebuah tes. Jika peluang siswa A lulus 0,85 dan siswa
B lulus 0,6, maka peluang siswa A lulus dan siswa B tidak lulus adalah...
a. 0,9
b. 0,24
c. 0,34
d. 0,35
e. 0,25
Jawab:
P(Bc )= peluang siswa B tidak lulus = 1 – 0,6 = 0,4
Maka, peluang siswa A lulus dan siswa B tidak lulus adalah:
P(A ∩ Bc) = P(A) x P(Bc)
= 0,85 x 0,4
= 0,34
Jawaban yang tepat C.
ESSAY:
Peluang siswa A dan B lulus SBMPTN berturut-turut adalah 0,96 dan 0,93. Tentukan Peluang
siswa A lulus SBMPTN dan B tidak lulus.
Jawab:
P(Bc) = peluang siswa B tidak lulus = 1 – 0,93 = 0,07
Maka peluang siswa A lulus SBMPTN dan B tidak lulus adalah:
P(A ∩ Bc) = P(A) x P(Bc)
= 0,96 x 0,07
= 0,067
KUMPULAN SOAL QUIZ KELOMPOK B:
PILIHAN GANDA:
1. Jika sebuah dadu dan sekeping mata uang dilempar satu kali secara bersamaan, peluang
untuk memperoleh gambar pada mata uang dan bilangan ganjil pada dadu adalah...
a. 1/12
b. 1/6
c. ¼
d. 1/3
e. ½
Jawab:
P(A) = peluang muncul gambar = ½
B = kejadian mata dadu bilangan ganjil = 1, 3, 5. Maka n(B) = 3
P(B) = n(B)/n(S) = 3/6 = ½
P(A ∩ B) = P(A) x P(B)
=½x½
=¼
Jawaban yang tepat C.
2. Dalam kotak A terdapat 2 bola merah dan 6 bola putih, sedangkan dalam kotak B
terdapat 5 bola merah dan 3 bola putih. Dari masing-masing kotak diambil satu bola
secara acak. Peluang terambilnya bola merah dari kotak A dan bola putih dari kotak
B adalah...
a. 3/32
b. 3/64
c. 1/64
d. 2/8
e. 3/8
Jawab:
Kotak A
n(S) = 8C1 = 8
n(A) = 2C1 = 2
P(A) = n(A)/n(S)
= 2/8
= 1/4
Kotak B
n(S) = 8C1 = 8
n(B) = 3C1 = 3
P(B) = n(B)/n(S)
= 3/8
P(A∩B) = P(A) x P(B) = ¼ x 3/8 = 3/32
Jawaban yang tepat A.
3. Tiga uang logam dilempar bersamaan. Jika C kejadian muncul dua angka, maka
P(C) adalah...
a. ¾
b. 1/8
c. 5/8
d. 3/8
e. 2/8
Jawab:
n(S) = 23 = 8
C = (AAG, AGA, GAA). Maka n(C) = 3
P(C) = n(C)/n(S)
= 3/8
Jawaban yang tepat D.
4. Di sebuah kotak terdapat 10 bola yang diberi nomor 1 sampai dengan 10. Jika
diambil sebuah bola secara acak, besar peluang terambilnya bola bernomor ganjil
dan genap adalah...
a. 0
b. 1
c. 3/4
d. 1/2
e. 1/4
n(S) = 10
A = bola bernomor ganjil = (1, 3, 5, 7, dan 9)
N(A) = 5
P(A) = n(A)/n(S)
P(A) = 5/10
P(A) = ½
B = bola bernomor genap = (2, 4, 6, 8, 10)
n(B) = 5
P(B) = n(B)/n(S)
P(B) = 5/10 = ½
P (A ∩ B) = 0
Maka peluang terambilnya bola bernomor ganjil atau genap adalah:
P (A ∩ B) = P(A) . P(B)
=½.½
= 1/4
Jawaban yang tepat E.
ESSAY:
Dua buah dadu dilemparkan bersama-sama. Tentukan peluang munculnya mata dadu bilangan
prima pada dadu pertama dan mata dadu kurang dari 5 pada dadu kedua.
Penyelesaian:
A: kejadian munculnya mata dadu bilangan prima pada dadu pertama
S ={1,2,3,4,5,6}, n(S) = 6, A= {2,3,5}, n(A)= 3, maka P(A) = ( ) = 3 = 1
( ) 6 2
B: kejadian munculnya mata dadu kurang dari 5 pada dadu kedua
S ={1,2,3,4,5,6}, n(S) = 6, B= {1,2,3,4}, n(A)= 4, maka P(A) = ( ) = 4 = 2
( ) 6 3
Sehingga diperoleh:
( ∩ ) = ( ) ( ) = 1 2 = 2 = 1
2 3 6 3
Jadi peluang muncul mata dadu prima pada dadu pertama dan muncul bilangan kurang dari 5 pada
dadu kedua adalah 1.
3
KUMPULAN SOAL QUIZ KELOMPOK A:
LINK:https://forms.gle/7Rv7aXqJrVa6PQn57 , https://forms.gle/HtMjNGpJwjK3pF5y5
PILHAN GANDA:
1. Dari pelemparan 4 mata uang logam secara bersamaan, peluang kejadian munculnya
satu angka adalah...
a. ½
b. ¼
c. 1/5
d. 1/6
e. 1/8
Jawab:
n(S) = 24 = 16
A = kejadian muncul 1 angka = (AGGG, GAGG, GGAG, GGGA). Maka n(A) = 4
P(A) = n(A)/n(S)
= 4/16
=¼
Jawaban yang tepat B.
2. Peluang siswa A dan B lulus SBMPTN berturut-turut adalah 0,96 dan 0,93. Peluang
siswa A lulus SBMPTN dan B tidak lulus adalah...
a. 0,919
b. 0,901
c. 0,893
d. 0,095
e. 0,067
Jawab:
P(Bc) = peluang siswa B tidak lulus = 1 – 0,93 = 0,07
Maka peluang siswa A lulus SBMPTN dan B tidak lulus adalah:
P(A ∩ Bc) = P(A) x P(Bc)
= 0,96 x 0,07
= 0,067
Jawaban yang tepat E.
3. Diketahui pelemparan 1 koin uang logam dan 1 buah dadu secara bersama-sama. Peluang
muncul gambar pada uang logam dan bilangan kurang dari 5 pada dadu adalah..
a. 1/12
b. 1/6
c. ¼
d. 1/3
e½
Jawab:
A = kejadian muncul gambar = 1. Maka P(A) = ½
B = kejadian mata dadu bilangan kurang dari 5 = 4. Maka P(B) = 4/6 = 2/3
Maka, peluang muncul gambar pada uang logam dan bilangan kurang dari 5 pada dadu
adalah:
P (A ∩ B) = P(A) x P(B)
= ½ x 2/3
= 2/6 =1/3
Jawaban yang tepat D.
4. Permainan ini mengharuskan Budi mengambil bola pada kotak I dan kotak II. Budi akan
melakukan pengambilan 2 bola satu persatu dengan pengembalian pada masing-masing
kotak yang tersedia. Pada kotak I terdapat 12 bola putih dan 3 bola merah. Pada kotak II
ada 4 bola putih dan 4 bola merah. Peluang yang akan terambil 1 bola putih adalah....
a. 0,40
b. 0,30
c. 0,12
d. 0,10
e. 0,04
Jawab:
Analisa kotak 1: Total 15 bola Kotak I Kotak II
p m
12 P : 12 = 4 m m m m
3M m p p m
15 5 m m m m
m p
: 3 = 1
15 5
Analisa kotak II: Total 8 bola
4P : 4 = 1
8 2
4M : 4 = 1
8 2
Kemungkinan terjadi PMMM, MPMM, MMPM, MMMP
PMMM : 4 1 1 1 = 4
5 5 2 2 100
Atau
MPMM: 1 4 1 1 = 4
5 100
522
Atau
MMPM: 1 1 1 1 = 1
5 100
522
Atau
MMMP: 1 1 1 1 = 1
5 100
522
Sehingga diperoleh:
Peluang terambilnya 1 bola putih: 4 + 4 + 1 + 1 = 10 = 0,10
100 100 100 100 100
Jadi Jawab : D
Essay:
SMAN 1 Seluma memiliki 5 kelas di kelas XI MIPA dengan banyak siswa pada kelas
adalah 16 pria dan 16 wanita. Jika untuk terlibat pada kepengurusan OSIS dipilih satu orang
dari setiap kelas, maka tentukanlah peluang dua orang wanita yang menjadi pengurus
OSIS .
Jawab:
Menggunakan bantuan segitiga pascal akan memudahkan menjawab soal tantangan ini
Untuk 5 kelas:
1 1 1
12 31 1
13 0w
1 46 4 5p
1 5 10 10 5
5w 4w 3w 2w 1w
0p 1p 2p 3p 4p
n(A) = 10 atau lihat yang bertanda biru pas di 2w
n(S) = 25 = 32 atau jumlahkan 1+5+10+10+5+1 =32
P(A) = ( ) = 10 = 5
( ) 32 16
LINK:https://forms.gle/7Rv7aXqJrVa6PQn57 , https://forms.gle/HtMjNGpJwjK3pF5y5
Penugasan portofolio:
Setelah mempelajari tentang peluang suatu kejadian, sampailah sekarang pada bahasan
peluang kejadian saling bebas, buatlah laporan hasil menentukan penyelesaian masalah
kontekstual tentang peluang kejadian saling bebas yang dapat kamu jumpai di
lingkunganmu sehari-hari. Laporannya silahkan dibuat dalam bentuk cerita pendek, komik,
cerita bergambar, poster, tiktok, dan sebagainya.Kamu boleh bebas memilih asalkan
memenuhi kriteria penilaian berikut ini:
Instrumen penilaian portofolio:
No Aspek yang dinilai 100 75 50
1. Kejelasan kontekstual yang diambil
2. Ketepatan koneksi penyelesaian penugasan
dengan materi
3. Mengandung unsur pendahuluan, isi,
kesimpulan
Total
Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
RUBRIK PENILAIAN DISKUSI
Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian kinerja saat diskusi dapat dilihat pada instrumen
penilaian ujian keterampilan sebagai berikut:
Instrumen Penilaian Kinerja Diskusi: Sangat Baik Kurang
No Aspek yang dinilai Baik
1. Penguasaan materi
2. Inisiatif
3. Keaktifan
4. Kemampuan memecahkan
masalah
Kriteria penilaian (skor)
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor
maksimal dikali skor ideal (100)
Lampiran Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a. Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru
bisa memberikan soal tambahan sesuai ketidaktuntasannya.
1) Tuliskan tentang perbedaan kejadian saling beebas dengan kejadian tidak saling
bebas, tidak saling lepas !
2) Tentukan langkah-langkah penting dalam menyelesaikan peluang kejadian saling
bebas?
3) Berikan contoh yang cocok untuk permasalahan saling bebas dan bukan contoh
peluang kejadian saling bebas.
CONTOH PROGRAM REMIDI
Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..
No Nama Peserta Didik Nilai Indikator Bentuk Nilai Ket
Ulangan yang Tindakan Setelah
belum Remedial Remedial
dikuasai
1.
2.
3.
4.
b. Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal). Guru memberikan materi dan soal pengayaan (Advanced/High) :
1) Membaca dan menelusuri penggunaan konsep peluang ini pada tes seleksi perguruan
tinggi negeri, tesk kedinasan, atau lainnya
2) Melatih murid agar terbiasa menakhlukkan soal dalam waktu yang singkat
KASUS:
Seorang murid bercerita jika dia merasa guru mata pelajaran matematika tidak
menyukainya, tidak menghargai, serta hanya memperhatikan murid-murid yang pintar
saja. Sehingga ia merasa diperlakukan tidak adil dan dibandingkan pula dengan
kemampuan yang dimiliki anak TK. Hal inilah yang menyebabkan murid tersebut menjadi
tidak lagi menyukai pelajaran yang menjadi favoritnya sejak di bangku Sekolah Dasar
Hingga kelas X SMA.
Peran Percakapan TAHAPAN ALUR TIRTA
Coach Eh Anggi, kemarin mencari ibu ya? Maaf ibu ada acara TUJUAN
Coachee rapat di Ruang Kepala Sekolah hingga sore.
Coach Oh .. Ibu, hmm ….kebetulan saya bertemu ibu disini,
boleh minta waktunya sebentar, Bu?
Coachee Dengan senang hati, ayo kita ngobrol di ruangan ini.
(Anggi mengikuti langkah ibu Milma memasuki
Coach ruangan pertemuan SMAN 1 Seluma dan
Coachee mempersilahkan Anggi duduk)
Coach Apa yang bisa ibu bantu? atau berita penting apa yang
hendak disampaikan ke Ibu?
Begini Bu, semenjak kelas XI ini saya merasa tidak
nyaman belajar matematika, padahal ini mata pelajaran
favoritku sejak SD.
Oh iya...dari diskusi kita ini, apa yang ingin Anggi
capai?
Saya hanya ingin mendapat solusi dari masalah saya,
Bu.
Masih ada lagi yang ingin Anggi sampaikan?
Coachee Saya menjadi bingung mengapa saya diperlakukan
seperti orang bodoh dan tidak dihargai oleh guru itu,
menurut ibu apa yang harus saya lakukan?
Coach Masalah yang unik, apa yang kamu rasakan saat ini?
Coachee Saya merasa diperlakukan tidak adil oleh guru itu.
Saya merasa guru tersebut hanya mau melayani murid
yang pintar saja, padahal jawaban yang saya berikan IDENTIFIKASI
ketika menjawab pertanyaannya sama dengan murid
yang pintar itu, tapi jawaban saya tidak ditanggapi. Ini
Coach sungguh tidak nyaman.
Selain tidak nyaman, apa ada lagi yang ingin
disampaikan?
Coachee Saya merasa tidak dihargai, dan dibandingkan dengan
kemampuan anak TK, ini berarti saya dipojokkan.
Sementara saya melihat murid yang lain tidak
demikian.
Kemudian cara menagajar guru tersebut monoton serta
tidak asyik, Bu.
Coach Jika Ibu menyimak dari permasalahanmu, bahwa kamu
tidak diperlakukan dengan adil di kelas, siswa yang
pintar saja yang diperhatikan, serta tidak nyaman ketika
berlajar matematika, gaya mengajarnya yang tidak
bervariasid serta membosankan,hal ini membuat kamu
tidak termotivasi belajar matematika saat ini,
Nah, selama ini apa yang telah Anggi lakukan dalam
menghadapi masalah tersebut?
Coachee Saya sudah mengubah sudut pandang agar tetap
menyukai pelajaran ini, saya coba menyukai gurunya,
aktif bertanya, memperhatikan penjelasannya, dan
mengerjakan tugas. Tapi...perlakuan yang tidak
nyaman ini membuat saya tidak lagi suka pelajaran
matematika. Jadi saya menduga bahwa guru itu tidak
menyukai saya.
Coach Apa yang membuat kamu belum mendiskusikannya
dengan guru bersangkutan?
Coachee Iya belum saya lakukan, Bu. Baru minta petunjuk
dengan Ibu. Saya yakin ibu akan membantu saya
menemukan solusinya.
Coach Baik terima kasih telah mempercayai Ibu, lalu
kesempatan apa yang kamu miliki sekarang Anggi?
Coachee Iya, saya sebenarnya ingin menemui Bapak guru yang
Coach mengajar matematika. Saya akan meminta penjelasan
tentang dugaan saya, Bu.
Terus, apa alasanmu hingga belum melakukannya?
Coachee Tapi, saya merasa takut. Saya takut kalau dimarahi, hal RENCANA AKSI
Coach inilah yang membuat saya ragu-ragu untuk
melakukannya. Sebab Bapak itu terlihat tidak
Coachee bersahabat.
Coach Itu perasaanmu saja, Nggi. Bapak itu baik kok, Cuma
Coachee kadang gaya bicaranya terkadang tidak sesuai dengan
budaya kita, maklumlah dari daerah pantai. Jadi agak
Coach bernada tinggi. Belum lagi latar belakang keluarganya
Coachee yang memang punya darah tentara.
Kenapa tidak kamu coba saja dulu, hal ini akan
membantumu menemukan solusi dari dugaanmu
tersebut.
Benar juga ya, Bu, harusnya saya mencoba menemui
guru matematika saya.
Nah itu…, langkah yang tepat. Setelah kamu bertemu
guru tersebut apa yang ingin kamu sampaikan?
Saya akan menyampaikan mengapa saya diperlakukan
demikian. Kemudian saya akan menanyakan apa yang
menajdi penyebab guru tersebut tidak menyukai saya.
Kemudian saya akan mengkonfirmasi mengapa hanya
murid pintar sajayang diperhatikan, yang dihargai. .
Bagus sekali, Nak. Ayo dicoba saja... Kemudian apa
kekuatan yang kamu miliki, sehingga kamu merasa
yakin akan menyukai pelajaran ini kembali.
Begini Bu. Saya sejak SD suka pelajaran ini, dasar
matematika sudah kuat. Ini dulunya pelajaran yang
sangat saya sukai. Saya les privat sampai kelas X, setiap
masalah yang saya temui dapat saya selesaikan, saya
senang mengerjakan soal matematika. Tapi memang
akhir-akhir ini semenjak saya jadi ketua OSIS, hingga
saya beberapa kali tidak mengikuti kelas matematika,
terutama pada saat menjelang acara peringatan
SMANSACUP kemarin, Bu. Ada 2 atau 3 kali
kebetulan rapat koordinasi bertepatan jam pelajaran
matematika.
Coach Hmm..kualitas belajarmu pasti terganggu ya dengan
Coachee adanya tambahan beban organisasi OSIS, apa yang
membuatmu begitu ?
Coach Sepertinya iya Bu, saya menjadi kurang maksimal
Coachee dalam belajar karena sampai di rumah saya sudah lelah
dan langsung tidur saja. Tidak ada waktu untuk
mengulang pelajaran yang tertinggal.
Nah coba kamu pikirkan kembali tentang perlakuan
guru tersebut
Benar juga Bu. Mungkin karena ini saya jadi tidak
fokus dalam belajar. Saya bertanya tetapi Bapak itu
merasa sudah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya.
Sehingga, saya mudah tersinggung dengan
pernyataannya yang menyamakan dengan kemampuan
anak TK. Memang saya tidak berusaha belajar tentang
pelajaran yang terlewatkan. Tidak pula berusaha
bertanya pada teman.
Coach Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?
Coachee Saya tetap akan bertanya ke guru tersebut Bu untuk
Coach memastikan dugaan saya. Selain itu, saya akan
mencoba memanajemen waktu belajar saya Bu.
Ide bagus Nggi. Ini bisa menjadi solusi masalah TANGGUNG JAWAB
tersebut. Terus ada lagi yang akan kamu lakukan?
Coachee Saya akan kembali mengikuti les privat untuk mengejar
pelajaran yang tertinggal. Ada tempat belajar yang
nyaman sejak dulu saya belajar disana. Kemudian akan
meminta bantuan teman sekelas, terutama teman
sebangku untuk mengajarkan materi yang saya belum
pahami.
Coach Nah.. selanjutnya, apa rencanamu dalam mencapai
tujuan? Coba kamu uraikan kembali.
Coachee 1. Saya akan menemui guru mata pelajaran tersebut
untuk melakukan konfirmasi kebenaran dugaan
saya
2. Selain itu saya akan membuat jadwal kegiatan
untuk mengatur kegiatan belajar dan Latihan saya.
Coach 3. Saya akan ikut les privat untuk menyiapkan diri
agar tidak ketinggalan pelajaran matematika
4. Saya juga akan meminta bantuan Andri untuk
membantu saya dalam belajar, terutama saat saya
harus meninggalkan kelas.
Bagus sekali…. Ibu sangat suka rencana itu, lalu
komitmen apa yang kamu lakukan untuk menjalankan
rencanamu ini?
Coachee Besok pagi saya akan memberanikan diri untuk
menemui guru tersebut Bu, selain itu mulai besok saya
akan membuat jadwal kegiatan untuk mengatur jam saya
belajar dan latihan.
Coach Lalu, apa kamu memerlukan bantuan menjalankan
komitmen ini?
Coachee Saya akan meminta bantuan teman sekelas saya Bu.
meminta Andri untuk menemani saya menemui Guru
tersebut Bu, selain itu saya juga akan memintanya untuk
membantu saya belajar.
Coach Nah. Sepertinya itu sangat baik untuk kamu lakukan, Do
the best anak hebat.
Coachee Baik, terimakasih Bu sudah meluangkan waktu untuk
mendengarkan cerita saya, saya permisi ya Bu.
Coach Sama-sama Anggi, Ibu juga akan masuk kelas setelah ini
Semangat ya......
Coachee Siap Bu.....semangat.