BUKU MAULID
GEN Z
KELOMPOK
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda
kepada abu dzar jundup bin junadah, “
bertakwalah kamu kepada allah dimana
pun kamu berada. ikutilah perbuatan
jelek dengan perbuatan baik niscaya
kebaikan akan menghapusnya dan
pergaulilah manusia dengan budi pekerti
yg mulia.”
Tujuan dari wasiat Nabi Muhammad
SAW tersebut agar umat islam bisa
melaksanakanya sehingga ia akan
selamat dunia dan akhirat.
Nabi Muhammad s.a.w , Sang Panglima
Perang yang Bersahaja dan Luar Biasa
Nabi Muhammad s.a.w sebagai pemimpin dunia,sifatnya yang luar biasa
baiknya dari fisik,mental,rohan,jasmani hinga ekonomi dan politik sudah Allah s.w.t
karuniai sejak masih dikandungan ibundanya.Sehingga beliau bisa mengetahui
strategi-strategi peperangan dan dasar ilmi kemiliteran,memiliki naluri kemiliteran
membuat beliau menjadi panglima perang yang istimewa.
Pada saat perang Badar Qubra ,Rasulullah memimpin medang perang
sehingga tergambarkan dalam ucapan Ali bin Abi Thalib “Setelah perang
berkecamuk sedahsyat-dahsyatnya,kami mengelilingi dan menjaga keselamatan
Rasul yang telah maju paling dekat dengan musuh” dan perang itupun
dimenangkan oleh muslimin.Kepemimpinan Nabi Muhammad s.a.w merupakan
kepemimpinan yang agung karena berpedoman pada wahyu ilahi yang berdasarkan
keimanan, keshalehan, dan ilmu pengetahuan yang baik.Sehimgga dalam waktu
singkat agama islam dapat tersebar ke seluruh dunia.
Nabi Muhammad s.a.w , Sang Panglima
Perang yang Bersahaja dan Luar Biasa
Rasulullah sukses menjadi panglima perang dengan strategi
kepimimpinannya dan beberapa kelebihannya yaitu percaya terhadap
dirinya sendiri dan memiliki niat untuk berdakwah islamiyah, membuat
perdamaian, mengurangi permusuhan, dan mengutamakan keadilan
bagi prajurit-prajuritnya yang telah berjuang bersamanya.
Kita,sebagai penerusnya harus bisa mengikuti jejak rasulullah agar
kedepannya negara Indonesia lebih makmur, aman, tentram, dan
damai.Seperti rajin belajar agar menjadi memimpin yang lebih baik dari
sebelumnya, adil kepada semua orang, dan tidak memandang derajat
sosial orang.
HADIS َإِ ّنَ الَّله هك ِر َّي َّم يُ ِح ّبَ اَّلَ هك هر ّهَم هو هم هعا ِل ّهي
TENTANG
الأهخلاه َِّق هويُب ِغ َُّض ِسف ّهسَا هَ ََّها
ADAB
“Sesungguhnya Allah Maha pemurah
قال رسو ُل الُهل-صلى الل عليه وسلم- : menyukai kedermawaan dan akhlak
“ُإه ُن هلك هُل هد ْي هنُ خلقًا َوخُل ُُ الإسلا َُم ا ْل َح َياء yang mulia serta membenci akhlak
yang rendah (hina).”(HR.Bukhari,
Dari Anas bin Malik Radhiallahu anhu, Muslim)
dia berkata, Nabi SAW bersabda :
“Sesungguhnya setiap agama memiliki
akhlak dan akhlak islami adalah rasa
malu.”(HR.Ibnu Majah)
HADIS َع ْنُ أَ هبي ه َر ْي َرةَُ َقا َُل قَا َلُ َر ُسولُ ّللاهُ َصلى ّللُا
TENTANG َعلَ ْي هُه َو َسل َمُ أَ ْك َم ُل ا ْلم ْؤ هُمَنهي َُن هإي َماَنًا أَ ْح َسَنه ُْم
ADAB ًُُ خلقًا َو هخ َيارك ُْم هخ َيارك ُْم هلَنُه َسا هِ هه ْمُ خل
ُإنُ هم ُْن هخيَا هرك ُْم أَ ْح َسَُنَك ُْم أَ ْخلاَ ًق “Orang mukmin yang paling sempurna
keimanannya adalah ia yang memiliki
“Sesungguhnya yang terbaik diantara akhlak terbaik. Yang terbaik diantara
kalian adalah yang terbaik kalian adalah yang terbaik akhlaknya
akhlaknya.”(HR.Ahmad) kepada pasangannya.”(HR. At Tirmidzi)
HADIS َهإنُ ا ْلم ْؤ هم َُن لَي ْد هر ُك ُهبح ْس هُن خل هق ههُ َد َُر َجُة
TENTANG ُالصا هِ همُ ا ْلقَا هِ هم
ADAB “Sesungguhnya orang mukmin akan
mendapatkan kedudukan alli puasa
َع ِن َعائ َش ِةَ َقالَ ِت َسمعتِ النِيِبَِ َصلى ّللاِ َعلَي ِه dan halat dengan akhlak
َو َسل َمِ يَقولِ إنِ المؤم َنِ يِْدُِِ بحس ِن خلقِ ِه baiknya.”(HR. Abu Dawud)
ِِدَ َِ َجاتِ قَائِم اللي ِل َِصائمِ الن َها
Aisyah radhiallahu anha, ia berkata, “Aku
mendengar Nabi shallallahu alaihi was sallam,
berkata, ‘Sungguh orang-orang yang beriman
dengan akhlak baik mereka bisa mencapai
(menyamai) derajat mereka yang menghabiskan
seluruh malamnya dalam shalat dan seluruh
siangnya dengan berpuasa.” (HR. Ahmad)
NASIHAT RASULULLAH UNTUK
PARA PENCINTANYA
● Melihat pada orang yang lebih rendah dalam hal
materi dan penghidupan
Jauh dari syukur, itulah sifat dasar dari manusia, oleh
karena itu Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk
melihat kepada orang yang lebih rendah dalam hal
materi dan penghidupan, agar kita senantiasa
berterimakasih dan bersyukur atas segala sesuatu yang
telah Allah berikan kepada kita. Sebagaimana sabda
Rasulullah: “Lihatlah kepada orang yang berada di
bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di
atasmu, karena yang demikian lebih patut, agar kalian
tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan
kepadamu” (HR. Bukhari).
NASIHAT RASULULLAH UNTUK ● Menjaga lisan.
PARA PENCINTANYA
Karena lisan adalah hal yang paling berbahaya bagi
● perbanyaklah bekalmu, karena sesungguhnya manusia. Saat perkataan belum terucap ia masih dalam
kendali pemilik ucapan. Adapun saat ucapan telah keluar
perjalananmu sangatlah jauh. dari lisan, ucapan itulah yang akan menguasainya dan ia
menanggung resikonya
Pesan ini mengingatkan manusia akan perjalanannya
yang panjang dan jauh. Dikatakan jauh karena setelah Oleh karena itu Rasulullah berpesan, “Jangan
manusia hidup di dunia, akan ada kehidupan baru di mengatakan sesuatu yang membuatmu minta maaf di
akhirat. Satu hari hidup di dunia bagaikan hidup seribu kemudian hari.”
tahun di akhirat. Itulah sebabnya kenapa Rasulullah
mengatakan bahwa perjalanan hidup manusia Artinya bersungguh-sungguhlah menahan lisanmu dari
sangatlah jauh. ucapan yang membuat dirimu harus meminta uzur di
kemudian hari, setiap perkataan yang membuatmu
meminta maaf. Karena sebelum perkataan itu terucap ia
berada dalam kekuasaanmu, namun bila sudah terucap
maka perkataan itulah yang akan menguasaimu.
NASIHAT RASULULLAH UNTUK ● Menyambung silaturahim
PARA PENCINTANYA
Silaturahim adalah ibadah yang mulia dan
● Melaksanakan sholat seakan itu adalah sholat memberikan banyak berkah bagi siapa pun yang
melakukannya. Silaturahim merupakan fitrah
terakhir dan kebutuhan manusia, karena seperti apa
yang telah kita dapat dari pelajaran IPS semasa
Nabi menasehatkan kepada orang yang di sekolah, manusia adalah makhluk sosial yang
melakukan shalat untuk merasa bahwa shalatnya tidak bisa hidup sendiri, dan senantiasa
adalah shalat terakhir baginya. Bila seorang sholat berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama
dengan perasaan seakan sholat itu adalah shalat manusia.
yang terakhir baginya,ia tidak akan bisa sholat lagi
setelah ini, tentu ia akan bersungguh-sungguh
dalam melaksanakan sholat itu. Dia perindah
penunaiannya, proposional dalam ruku, sujud,
menunaikan kewajiban-kwajiban dengan sebaik
mungkin.