The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fritafatikalaisa26, 2021-04-05 02:18:13

4913cf1ca83791541ab41fcbef52a026

4913cf1ca83791541ab41fcbef52a026

NAMA : FRITA FATIKA LAISA
NIM : 751540120046
KELAS : 1B KEBIDANAN

RESUME MATERI ASUHAN PRE OPERASI

Pre operasi merupakan tahap awal dari keperawatan perioperatif, dimana
kesuksesan tindakan pembedahan secara keseluruhan bergantung pada fase
ini (Mirianti, 2011). Persiapan yang diperlukan pada saat tahap pre operasi
yaitu :

1. Persiapan Mental
Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam
proses persiapan operasi karena mental pasien yang tidak siap atau
labil dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiknya.

2. Persiapan Fisik
Persiapan fisik pre operasi yang dialami oleh pasien dibagi dalam 2
tahapan, yaitu persiapan di unit perawatan dan persiapan di ruang
operasi. Berbagai persiapan fisik yang harus dilakukan terhadap pasien
sebelum operasi antara lain :
✓ Status kesehatan fisik secara umum
✓ Status nutrisi
✓ Keseimbangan cairan dan elektrolit
✓ Kebersihan lambung dan kolon
✓ Pencukuran daerah operasi
✓ Personal Hygine
✓ Pengosongan kandung kemih
✓ Latihan Pra Operasi
✓ Pemeriksaan Penunjang

3. Persiapan Penunjang

Persiapan penunjang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan
dari tindakan pembedahan. Tanpa adanya hasil pemeriksaan
penunjang, maka dokter bedah tidak meungkin bisa menentukan
tindakan operasi yang harus dilakukan pada pasien.
4. Persiapan Keluarga
Kehadiran dan keterlibatan keluarga sangat mendukung persiapan
mental pasien. Keluarga hanya perlu mendampingi pasien sebelum
operasi, memberikan doa dan dukungan pasien dengan kata-kata yang
menenangkan hati pasien dan mempersiapkan diri pasien untuk
menjalani operasi. Keluarga pasien yang akan dilakukan prosedur
operasi wajib bertanggung jawab membaca dan menandatangani surat
ijin operasi. ( Wahyuningsih, 2018 )

HASIL DISKUSI

1. Penanya : Meilia Septi Nur Rohmah

Pertanyaan : Bagaimana cara mengatasi dan mempersiapkan mental

jika pasien tidak siap atau labil? dijelaskan

Menjawab : Cindriwati Rahman

Jawaban : dapat dilakukan dengan memberikan informasi,

gambaran, penjelasan, dan memberikan kesempatan bertanya kepada

pasien tentang prosedur operasi dengan tujuan agar mengurangi

kecemasan pasien. Juga menjelaskan apabila pesiapan tidak dilakukan

dengan baik maka akan menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang

akan berpengaruh terhadap kondisi fisiknya.

2. Penanya : Ni Luh Sulistiani

Pertanyaan : Apa bisa mengatasi cemas menjelang operasi dengan obat

penenang?

Menjawab : Mutiansi Harun

Jawaban : Bisa, karena asien yang mengalami cemas yang

berlebihan biasanya harus diberikan obat penenang. Memang, tidak ada

ketentuan khusus mana obat yang dapat mengatasi cemas sebelum operasi,

namun obat jenis benzodiazepine adalah obat yang sering digunakan. Obat

benzodiazepine akan membuat pasien menjadi rileks dan dapat tidur

dengan nyaman di malam sebelum hari operasi.

3. Penanya : Yuni Agustriani

Pertanyaan : Tadi pemateri kalian menjelaskan bahwa pasien yang akan

menjalani operasi sangat perlu perlu diperhatikan dalam mengatasi

kecemasan yang dialami. Nah pertanyaan saya, jika pasien mengalami

kecemasan secara terus menerus apakah akan menghambat jalannya

operasi? Dan bagaimana jika sudah melewati waktu lahirnya, apakah tidak

akan berdampak pada bayinya?jelaskan

Menjawab : Nurmila E. Yasin

Jawaban : Ya, akan menghambat jalannya operasi. Jadi kita harus

memahami dengan memahami bagaimana cara memberikan laporan secara

tepat dan juga memberikan informasi yang adekuat pada klien yang akan

dilakukan tindakan pembedahan umumnya mampu mengurangi tindakan

yang dirasakan klien. Lalu untuk dampak bayi yaitu meningkatkan risiko

persalinan prematur karena peningkatan hormon stres pada ibu, dan juga

meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat badan lahir rendah karena

emosi dari ibu yang sulit terkontrol

RESUME MATERI ASUHAN PASCA OPERASI

Seksio Sesarea (SC) adalah proses persalinan dengan melaluipembedahan
di mana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim(histerektomi)
untuk mengeluarkan bayi. Seksio Sesarea umumnya dilakukan ketika
proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan
karenaberesiko kepada komplikasi medis lainya.
Perawatan pasca bedah :

PERAWATAN PASCA BEDAH

Hari pertama 1. Lochea : lochea berwarna
merah kehitaman : lochea
lubra

2. Rawat luka
3. Latihan mobilisasi miring

kanan,miring kiri
4. Pemeriksaan TTV, Jumlah

urin,pendarahan pasca bedah /
operasi.

Hari kedua 1. Pemeriksaan TTV
2. Rawat luka
3. Pemeriksaan lochea

lubra,berwarna merah
kehitaman
4. Latihan mobilisasi
berdiri,berjalan sedikit demi
sedikit

Hari ketiga 1. Pemeriksaan TTV
2. Rawat luka
3. Pemeriksaan lochea

lubra,berwarna merah

kehitaman

4. Latihan mobilisasi

berdiri,berjalan-jalan

Setelah pasca operasi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan karena
pada tahap ini ibu sangat rentang terhadap infeksi akibat perlukaan karena
persalinan.Dengan memberikan asuhan dan pemantauan khusus pada ibu
pasca operasi maka kemungkinan terjadinya infeksi pada klien lebih
rendah.

1. Pemberian cairan intravena.
2. Ruang pemulihan.
3. Pemberian analgesik (Anti nyeri).
4. Tanda Vital.
5. Terapi Cairan Dan Makanan.
6. Kandung Kemih Dan Usus.
7. Ambulasi.
8. Pemeriksaan Laboratorium.
9. Perawatan Payudara.
10. Pemulangan Dari Rumah Sakit.
11. Pemberian Antimikroba Profilaksis.
Beberapa hal yang akan dilakukan dalam memberikan asuhan
kebidanan pada Masa Nifas dengan Post Seksio Sesarea (SC), yaitu :
1. Memeriksa Tanda-tanda vital
2. Membersihkan badan ibu dan merawat luka jahitan
3. Memberikan penyuluhan mengenai pola makanan yang sehat dan
memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.
4. Istrahat.
5. Perhatikan gejala infeksi Pada Ibu

HASIL DISKUSI

1. Penanya : Ditya Kasim

Pertanyaan :jelaskan faktor-faktor apa saja yang dapat

mempengaruhi tingkat kecemasan ibu yang akan menghadapi operasi?

Menjawab : Fatmawati Humolungo

Jawaban: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecemasan pasien antara

lain :

1) Faktor-faktor intrinsik, antara lain:

a) Usia Gangguan kecemasan dapat terjadi pada semua usia, lebih sering
pada usia dewasa dan lebih banyak pada wanita. Sebagian besar
kecemasan terjadi pada umur 21-45 tahun.

b) Paritas Paritas dapat mempengaruhi kecemasan, karena terkait dengan
aspek psikologis. Pada ibu yang baru pertama kali melahirkan,belum
ada bayangan mengenai apa yang akan terjadi saat bersalin dan
ketakutan karena sering mendengar cerita mengerikan dari teman atau
kerabat tentang pengalaman saat melahirkan seperti sang ibu atau bayi
meninggal dan ini akan mempengaruhi mindset ibu mengenai proses
persalinan yang menakutkan (Fazdria dan Hararap, 2016).

c) Pengalaman pasien menjalani pengobatan Pengalaman awal pasien
dalam pengobatan merupakan bagian penting dan bahkan sangat
menentukan bagi kondisi mental individu di kemudian hari.

2) Faktor-faktor ekstrinsik, antara lain:

a) Kondisi medis (diagnosis penyakit) Terjadinya gejala kecemasan yang
berhubungan dengan kondisi medis sering ditemukan walaupun
insidensi gangguan bervariasi untuk masing-masing kondisi medis,
misalnya: pada pasien sesuai hasil pemeriksaan akan mendapatkan
diagnosa pembedahan, hal ini akan mempengaruhi tingkat kecemasan

klien. Sebaliknya pada pasien yang dengan diagnosa baik tidak terlalu
mempengaruhi tingkat kecemasan.

b) Tingkat pendidikan Pendidikan bagi setiap orang memiliki arti masing-
masing. Pendidikan pada umumnya berguna dalam merubah pola pikir,
pola bertingkah laku dan pola pengambilan keputusan. Tingkat
pendidikan yang cukup akan lebih mudah dalam mengidentifikasi
stresor dalam diri sendiri maupun dari luar dirinya. Tingkat pendidikan
juga mempengaruhi kesadaran dan pemahaman terhadap stimulus.

c) Pekerjaan Pekerjaan responden dapat mempengaruhi kecemasannya
dalam menjalani operasi, hal ini disebabkan karena responden yang
tidak bekerja merasa menjadi beban tangungan keluarga, dan merasa
cemas kerena tidak dapat langsung melakukan aktivitas pekerjaannya
(Ahsan, Lestari, Sriati, 2017).

d) Proses adaptasi Tingkat adaptasi manusia dipengaruhi oleh stimulus
internal dan eksternal yang dihadapi individu dan membutuhkan respon
perilaku yang terus menerus. Proses adaptasi sering menstimulasi
individu untuk mendapatkan bantuan dari

e) Jenis tindakan Klien yang akan menjalani pembedahan mungkin
merasa khawatir atau gelisah. Sebagian mereka merasa takut akan
merasa nyeri. Beberapa khawatir akan kehilangan kesadaran, beberapa
lainnya takut mereka akan meninggal (Rosdahl dan Kowalski, 2014).

f) Komunikasi terapeutik

Komunikasi sangat dibutuhkan baik bagi perawat maupun pasien.
Terlebih bagi pasien yang akan menjalani pembedahan. Hampir
sebagian besar pasien yang menjalani pembedahan mengalami
kecemasan. Pasien sangat mem butuhkan penjelasan yang baik dari
perawat. Klien perlu membicarakan perasaan mereka, untuk

mendapatkan pendidikan kesehatan pre operasi yang memadai, dan
untuk mengetahui bahwa mereka penting sebagai individu.

2. Penanya : Siti Nuraina Tuliabu

Pertanyaan : sudah dijelaskn pada asuhan ibu post seksio

sesaria (SC) di hari ketiga pada tahap ini ibu sangat rentan terhadap

infeksi akibat perlukaan karena persalinan.nah yang ingin saya

tanyakan infeksi seperti apa yang terjadi akibat luka pada persalinan

Menjawab : Cindy Anantasia Dano

Jawaban : Infeksi luka yang terjadi pasca operasi caesar

dapat menyebabkan hal yang berbahaya. Hal tersebut dapat terjadi

ketika bakteri masuk ke luka sayatan yang terjadi. Sekitar 3 hingga

15 persen wanita yang mengalami operasi caesar mengalami infeksi

ini. Gangguan ini juga dapat menyebabkan komplikasi.salah satu

komplikasi yang berhubungan dengan infeksi pada operasi caesar

yaitu Osteomielitis,adalah salah satu infeksi yang dapat terjadi pasca

operasi caesar dilakukan. Gangguan ini terjadi ketika infeksi dan

peradangan pada tulang atau sumsum tulang. Penyakit ini terjadi

ketika infeksi tersebut masuk ke aliran darah. Gejala dari gangguan

ini dapat menyebabkan kejang otot pada area yang radang.

3. Penanya : Rahmayani Ajiji

Pertanyaan : Kenapa ibu yang direncanakan permainannya

melalui SC tidak bisa bisa melakukan persalinan normal! Bisa

jelaskan komplikasi apa yg akan terjadi jika ibu memaksa untuk

melakukan persalinan normal?

Menjawab : Miftahunnisa Djafar

Jawaban : Proses lahiran normal yang dipaksakan dapat

menyebabkan bahaya fatal pada ibu atau pun bayi. Untuk bumil,

melahirkan secara normal dapat menyebabkan kulit dan jaringan di

sekitar vagina meregang hingga robek. Jika peregangan dan robek
pada vagina parah, maka perlu dijahit. Ini bisa menyebabkan tubuh
ibu jadi lemah dalam mengontrol fungsi otot urin atau ususnya
cedera panggul saat melahirkan normal. Lalu, melahirkan normal
yang dipaksakan bisa menyebabkan bahaya fatal pada bayi. Ibu
harus mengejan dalam waktu yang lama. Namun, bayi tak kunjung
keluar. Misalnya, mengakibatkan kulit kepala memar atau tulang
selangka ibu patah karena si kecil berusaha keluar dari rahim. Bayi
yang terlalu lama di perut ibu yang mengejan juga dapat berisiko
kekurangan napas dan meninggal di dalam kandungan.


Click to View FlipBook Version