PENGUJIAN
KARBOHIDRAT
MULANDA AQILA
X UPW 1
1. UJI
MOLISCH
Alat dan bahan :
-Tabung Reaksi
-Beberapa sample; glukosa, sukrosa, dan pati
-Reagen Molisch
-Asam sulfat pekat
Cara Kerja :
-Menambah 1 tetes reagen Molisch ke dalam
masing – masing sampel, kemudian kocok
perlahan
-Memiringkan tabung reaksi dan menambah
asam sulfat pekat ke dalam sampel melalui
dinding tabung reaksi secara langsung sebanyak
1 sedotan pipet (5ml) dan jangan dikocok
Uji molisch sangat umum dan memberikan hasil
positif dengan semua jenis karbohidrat,
menghasilkan bidang datar berwarna merah
ungu.
Bila campuran ini dikocok kemudian diencerkan
dengan 5ml air maka akan terbentuk warna
ungu yang kepekatannya juga bergantung pada
kadar karbohidrat dalam contoh.
Kesimpulan :
Dari ke-3 bahan yang diuji mengandung
karbohidrat, dari uji positifnya yaitu terbentuk
bidang batas berwarna merah ungu pada uji
molisch.
2. UJI
BENEDICT
Alat dan bahan :
-Tabung Reaksi
-Beberapa sample; glukosa, sukrosa, laktosa,
dan pati
-Reagen Benedict
-Pipet ukur
-Kompor
-Penangas air
Cara Kerja :
-Menambah 2 ml reagen Benedict ke dalam
masing – masing sample, kemudian kocok
perlahan
-Memasukkan ke dalam penangas air selama 10
menit, jangan lupa masing – masing sampel
diberi label agar tidak tertukar
-Setelah 10 menit, terjadi perubahan warna
pada sample
Dari percobaan ini dapat terlihat bahwa glukosa
dan laktosa menghasilkan hasil positif yaitu
menghasilkan endapan berwarna merah bata,
sementara itu sukrosa dan pati menghasilkan
hasil negatif yaitu endapan tetap berwarna biru.
Kesimpulan :
Yang memberikan hasil positif yaitu glukosa,
dan laktosa yang memberikan warna endapan
merah bata yang menandakan bahwa mereka
adalah gula pereduksi.
Gula pereduksi adalah seemacam karbohidrat
monosakarida dan kebanyakan disakarida dapat
mereduksi senyawa pengoksidasi lemah seperti
yang berbasis tembaga dalam pereaksi
benedict.
3. UJI
IODIN/IODIUM
Alat dan bahan :
-Beberapa sampel; cireng, roti, kacang, mie
instan, singkong, ketela
-Reagen Iodin / Iodium
-Mangkuk
Cara Kerja :
-Meneteskan reagen iodin/iodium ke masing –
masing sample
-Lihat perubahan warna pada masing – masing
sample
Terlihat pada masing – masing sample yang
menghasilkan hasil positif (cireng, roti, mie
instan, singkong, ketela), tetesan iodin/iodium
akan berubah warna menjadi warna biru
kehitaman, sementara yang menghasilkan hasil
negatif (kacang) tetesan iodin/iodium tidak
berubah warna (coklat).
Kesimpulan :
Yang memberikan hasil uji positif pada uji Iodin /
Iodium yaitu tetesan iodin/iodium akan berubah
menjadi warna biru kehitaman atau sample
tersebut mengandung karbohidrat.
4. UJI
FEHLING
Alat dan bahan :
-Tabung Reaksi
-Beberapa sample; glukosa, sukrosa, laktosa,
dan pati
-Reagen Fehling A (CuSO4) dan Fehling B (NaOH
dan kalium natrium tartrat)
-Pipet ukur
-Kompor
-Penangas air
Cara kerja :
-Memasukkan 2ml larutan fehling A kemudian
mencampurkan dengan 2ml larutan fehling B
-Menambahkan beberapa tetes larutan sample;
glukosa, sukrosa, laktosa, dan pati
-Memasukkan larutan tersebut ke dalam
penangas air
Dari percobaan ini dapat terlihat bahwa glukosa
dan laktosa menghasilkan hasil positif yaitu
menghasilkan warna merah bata, sementara itu
sukrosa dan pati menghasilkan hasil negatif
yaitu tetap berwarna biru.
Kesimpulan :
Glukosa, dan laktosa menghasilkan hasil positif
karena memiliki gula reduksi yang banyak dan
kecepatan mereduksi yang cepat. Akan tetapi,
pada sukrosa dan pati tidak memiliki
kemampuan untuk mereduksi sehingga tidak
terjadi perubahan warna.