The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

FG 5 MPKT LTK UTS FEB UI 23 - Booklet

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Sofia Rahma Aulia, 2023-05-02 00:25:04

FG 5 MPKT LTK UTS - Booklet

FG 5 MPKT LTK UTS FEB UI 23 - Booklet

Booklet FEB UNIVERSITAS INDONESIA 2023 MPKT - FG 5 MPKT - E


MATERI BOOKLET Daftar Isi Table Of Content BAB 1. Pendahuluan BAB 2. Isi BAB 3. Penutup BAB 4. Lampiran 1 2 3 5 7 1


2 Enjoy a traditional Balinese dinner at one of the many local restaurants Night PENDAHULUAN Bab. 1 Visit Tirta Empul Temple for traditional Balinese purification ritual Take a walk around the Monkey Forest and observe the local wildlife Explore the Tanah Lot Temple at sunset Morning A. LATAR BELAKANG Pada zaman sebelum kemerdekaan, Indonesia menghadapi rintangan berupa penjajahan, penindasan, dan perebutan wilayah oleh negara lain. Setelah menyadari bahwa penindasan tersebut tidak sesuai dengan nilainilai kebajikan, bangsa Indonesia pun bersatu untuk meraih kemerdekaan agar terbebas dari belenggu penjajah. Namun ketika kemerdekaan tersebut sudah didapatkan Indonesia justru banyak menghadapi konflik internal. Mulai dari pemisahan diri, KKN, budaya asing yang mulai merambah ke masyarakat, sampai konflik antar suku, agama, dan ras. Melihat bagaimana perjuangan bangsa Indonesia dulu dalam meraih kemerdekaan tentunya hal ini sangat mengecewakan. Banyak kasus-kasus yang terjadi saat ini melanggar nilai-nilai dasar negara kita, yaitu Pancasila dan UUD 1945. Hal ini menandakan ada yang salah dengan karakter masyarakat Indonesia yang melanggar tersebut, bahkan sampai melupakan logika dan etika yang benar dimana sejatinya tertanam pada setiap individu. Mereka tidak memedulikan itu semua dan dengan seenaknya melanggar hak dan kewajiban mereka sebagai bagian dari warga negara Indonesia. Hal ini perlu kita perhatikan dengan sungguh serius karena apabila konflik-konflik ini terus terjadi, bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami pemecahan kembali.


3 Untuk menganalisis keterkaitan pokokpokok bahasan. 5. PENDAHULUAN Bab. 1 Untuk menganalisis isu yang terkait dengan jati diri sebagai cendekia, pancasila, dan kewarganegaraan. Untuk menganalisis tantangan generasi muda bangsa Indonesia saat ini. Untuk mengetahui pelanggaranpelanggaran yang dilakukan masyarakat Indonesia. Untuk memahami topik-topik yang dipelajari secara mendalam. 1. 2. 3. 4. B. TUJUAN


4 A. JATI DIRIKU SEBAGAI CENDIKIA Bab. 2 Dalam berkehidupan di negara, semua orang memiliki potensi untuk mengembangkan dirinya dan menjadi seseorang yang bermanfaat untuk bangsa. Semua orang punya beban yang harus ditanggung seperti Anak muda mengemban tugas sebagai calon-calon penerus bangsa, anak muda juga merupakan harapan bangsa dalam menyongsong masa depan. Ketika dihadapkan pada kondisi masyarakat, mahasiswa diharapkan menjadi agent of change dengan pengetahuan dan ilmu yang dipelajari di institusi pendidikan. Mengambil mahasiswa sebagai representasi anak muda, mahasiswa sudah sepatutnya memahami dan menjalankan tri dharma perguruan tinggi negeri yang isi nya Pendidikan Dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Karena dengan begitu mahasiswa bisa menjadi lambang keintelektualan suatu bangsa, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai seorang cendekiawan yang akan membawa indonesia menjadi lebih baik.


"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri“ – Bung Karno 5 Secara literatur definisi cendekia diambil dari KBBI adalah tajam pikiran, lekas mengerti (kalau diberi tahu sesuatu), cerdas dan pandai. Perlu dipahami bahwa makna cerdas sendiri memiliki makna yang luas, cerdas bukanlah sekedar pandai dalam hal akademis saja namun lebih jauh lagi cerdas juga berkaitan dengan moral. Menurut Borba, kecerdasan moral adalah kemampuan memahami hal yang benar dan yang salah artinya, memiliki keyakinan etika yang kuat dan bertindak berdasarkan keyakinan tersebut, sehingga orang bersikap benar dan terhormat. Sehingga dalam memaknai jati diriku sebagai cendekiawan, tak melulu soal seberapa pakar kita dalam mempelajari suatu ilmu namun juga seberapa baik kita bertindak dalam masyarakat khususnya masyarakat indonesia.


6 B. JATI DIRIKU SEBAGAI WARGA NEGARA INDONESIA YANG SETIA PADA PANCASILA Bab. 2 Jati diri mahasiswa sebagai warga negara yang mampu menjelaskan masalah kebangsaan, kenegaraan, dan kewarganegaraan berdasarkan nilai-nilai Pancasila sangat penting untuk memperkuat eksistensi Indonesia sebagai negara berdaulat dan mandiri. Mahasiswa memiliki peran strategis dalam memajukan bangsa dan negara dengan keterampilan menjelaskan masalah kebangsaan, kenegaraan, dan kewarganegaraan serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa harus memperkuat jati diri kebangsaan dan kewarganegaraan dengan berperan aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan inovasi dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Selain itu, sebagai warga negara yang cerdas dan berkualitas, mahasiswa juga harus memiliki kesadaran untuk menghargai dan melestarikan budaya bangsa. Budaya bangsa Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang di tengah-tengah arus globalisasi. Mahasiswa harus mampu memahami, mengapresiasi, dan mempromosikan berbagai kebudayaan yang ada di Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap keragaman budaya bangsa.


Tanggung Jawab Sebagai warganegara yang baik, ada memiliki tanggung jawab untuk mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Selain itu, sebagai warganegara yang baik, juga harus menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merugikan negara, masyarakat, atau pihak lain. Antikorupsi merupakan salah satu sifat yang bisa ada dan harus ada dalam seluruh jati diri warga negara Indonesia. Untuk menjadi warganegara yang antikorupsi, harus menerapkan prinsip integritas dalam kehidupan sehari-hari. 7 Anti-Korupsi Sikap ini dapat dimulai dari hal kecil seperti mencontek dalam ujian yang mana akan merugikan banyak pihak sama seperti korupsi. Antikorupsi didefinisikan sebagai semua tindakan, perkataan, atau perbuatan yang menentang korupsi dan segala macam bentuknya. Seseorang yang memahami pengertian antikorupsi ini akan berlaku sesuai dengan nilainilai integritas. Nilai-nilai integritas ini sudah dirumuskan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Koperasi) yaitu, jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Bab. 2 C. JATI DIRIKU SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK DAN ANTIKORUPSI


Indonesia yang masih sangat marak korupsi tentu membutuhkan warganegara yang memiliki sifat antikorupsi. Bukan sifat-sifat yang menyombongkan harta dan juga kekayaan yang padahal berasal dari tindakan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) ataupun hasil suap. Warganegara yang baik harus merasa bahwa harta atau kekayaan hanyalah sementara saja, kebaikan merupakan hal yang abadi. Kasus yang sangat marak saat ini mengenai Bea Cukai dan juga pegawai ASN dapat dijadikan contoh bagi semua warganegara bahwa walaupun ditutup-tutupi, kasus korupsi akan tetap terkuak. Seluruh nilai-nilai Pancasila juga menjadikan dasar untuk sikap antikorupsi yang harus diimplementasikan. Kaitan dengan Contoh Kasus 8


PENUTUP Bab. 3 Nilai Budaya Luhur Tanah Air 9 Setiap suku daerah ini memiliki kebudayaan dan ciri khas masingmasing. Meski berbeda-beda, kebudayaan ini justru harus tetap dijaga dan dilestarikan. Maka dari itu, setiap orang harus saling menghargai. Penerapan Pancasila dalam seluruh Lini Kehidupan dan Bermasyarakat Kita harus mengimplementasikan Pancasila dalam tindakan dan bersatu untuk Indonesia yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan yang bersifat nasional, regional maupun global agar dapat terwujudnya masyarakat Indonesia yang makmur adil, sejahtera dan sentosa.


Kebutuhan Pembuatan Purwarupa Laptop = membantu dalam proses pengeditan purwarupa. Handphone = berkomunikasi dengan sesama anggota kelompok dan mencari berita terkait dengan kasus yang dibahas pada purwarupa. Canva = Aplikasi untuk membantu proses pengeditan purwarupa. Issu/AnyFlip = Website untuk mengunggah hasil akhir booklet. Dalam pembuatan purwarupa ini, kami menggunakan beberapa perlengkapan diantaranya : 10 Lampiran


Mahasiswa yang jujur dalam melaporkan kas organisasi. Mahasiswa yang mengaudit keuangan organisasi dengan integrita Mahasiswa yang membelanjakan uang bulanannya sesuai perintah orang tua Isu-isu SPB 1. 2. 3. 11 Notula Hasil Diskusi Kelompok Lampiran


Dari hasil diskusi kelompok kami tentang topik Warga Negara yang Baik dan Antikorupsi, kami menyadari bahwa korupsi sangat merugikan bangsa dan negara. Tindakan korupsi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, menurunkan investasi, meningkatkan kemiskinan, dan memperburuk kesenjangan pendapatan. Sebagai mahasiswa, kita harus menolak tindakan korupsi dan membentuk sikap Antikorupsi. Sikap Antikorupsi yang kita kembangkan merupakan salah satu cara untuk menerapkan 9 Nilai UI, terutama nilai kejujuran yang menjadi nilai pertama. Selain itu, kami juga memahami bahwa untuk menjadi warga negara yang baik, kita harus patuh pada peraturan dan undang-undang, disiplin, serta memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara. Sebagai warga negara yang baik, kita tidak hanya menuntut hak-hak kita, tetapi juga bertanggung jawab untuk mematuhi aturan, menjaga keutuhan negara dengan sikap toleransi, dan bertanggung jawab dalam segala tindakan. 12 Catatan Hasil Diskusi Kelompok Lampiran


Kelompok kami telah mencoba menerapkan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, terutama selama perkuliahan. Dengan tidak meminta orang lain mencatatkan kehadiran, tidak mencontek saat ulangan, dan tidak melakukan plagiarisme. Untuk mewujudkan tindakan Antikorupsi, kelompok kami juga mengambil langkah-langkah tertentu. Dengan contoh tidak menggunakan dana beasiswa untuk kepentingan lain selain pendidikan, karena mahasiswa juga memiliki tanggung jawab sebagai kontrol sosial di masyarakat. Kelompok kami juga berusaha dengan membantu mewujudkan keadilan dan mendukung peradilan yang berpihak pada rakyat, serta belajar memahami bagaimana mengkritisi peraturan yang tidak adil dan hanya menguntungkan sekelompok masyarakat tertentu dan tidak diperuntukkan bagi dan oleh rakyat. Kesimpulan Lampiran 12


Riyandi, Saugy. “Ini reputasi Indonesia soal korupsi di mata dunia" https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-reputasiindonesia-soal-korupsi-di-mata-dunia.html. diakses 30 Maret 2023. Basuki, Sulistiyo. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama, 1991. Meliono, Irmayanti dan Fristian Hadinata. eds. Buku Ajar MPKT A Bagian I: “Jati Diriku sebagai Cendekia: Karakter, Filsafat, Logika, Etika. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 2017. https://www.lemhannas.go.id/index.php/berita/beritautama/1093-agus-widjojo-pancasila-merupakan-nilai-luhur-daribudaya-bangsa https://kumparan.com/berita-hari-ini/bagaimana-sikapmenghargai-kebudayaan-daerah-1uF06aRyFA3 Daftar Pustaka 13


Bima Dwi Putra (2206065051) Guswira Danang S. H (2206818423) Kalila Mumtaz Qowiya (2206068103) Pramudya Putra B (2206039791) Sofia Rahma Aulia (2206067946) Tiziana Mineva (2206039141) 1. 2. 3. 4. 5. 6. “Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.” – Bung Karno TerimaKasih MPKT - E l FG 5 FEB UI 2023


Click to View FlipBook Version