The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ghaida Aulia, 2023-01-26 01:46:03

Sejarah Kedatangan Spanyol ke Indonesia

pdf_20230126_134438_0000

Sesuai isi Perjanjian Tordesillas yang disetujui bersama Portugal pada 1494, bangsa Spanyol mencari daerah penghasil rempah-rempah dengan menuju ke arah barat, melalui Samudera Atlantik. Pada 1519, Spanyol memberangkatkan ekspedisi yang terdiri dari lima kapal di bawah pimpinan Fernando de Magelhaens atau Ferdinan Magellan. Rute pelayarannya adalah Spanyol - Samudera Atlantik - pantai timur Benua Amerika - selat di ujung selatan Benua Amerika - Samudera Pasifik - Filipina. Rombongan Magellan sampai di Filipina pada April 1521, tetapi ia justru terbunuh setelah terlibat konflik dengan Mactan. Setelah itu, ekspedisi dilanjutkan di bawah pimpinan Kapten Sebastian del Cano, yang sampai di Maluku di tahun yang sama. Sebastian del Cano mendarat di wilayah Tidore dan disambut baik oleh rajanya, yang bermusuhan dengan Kerajaan Ternate yang lebih dulu menjalin kerjasama dengan Portugis. Namun, kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia untuk pertama kalinya ini hanya berlangsung 40 hari (6 November - 18 Desember 1521). Karena tujuan utama Sebastian del Cano singgah di Tidore adalah untuk mengisi bahan makanan dan mengisi kapalnya dengan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala. RUTE PERJALANAN SPANYOL KE INDONESIA Ferdinand Magellan Sebastian del Cano


PROFIL NEGARA SPANYOL Ibu Kota : Madrid Bahasa Resmi : Spanyol Agama : Katolik Pemerintahan : Kerajaan Parlementer Luas Wilayah : 505.990 km² Perbatasan : Sebelah utara Samudra Atlantik, sebelah timur laut Perancis, sebelah timur mediterania, Sebelah selatan Maroko, sebelah barat Portugal dan Samudra Atlantik Mata Uang : Euro Ekonomi : Sektor Pariwisata, pengembang dan produksi Energi, Investor Perusahaan Hasil alam : Batu bara, biji besi, tembaga, timbal, seng, uranium Iklim Spanyol terbagi menjadi 4 bagian : Mediterania Daerah dalam Pesisir utara Canary Raja Felipe VI Sagrada Familia


TUJUAN KEDATANGAN SPANYOL KE INDONESIA cengkeh pala kayu manis kapulaga jahe lada kunyit Bangsa Spanyol datang ke Indonesia pada tahun 1521 dibawah pimpinan Delcano untuk mencari dan menguasai rempah-rempah yang laku di pasaran Eropa dengan harga murah seperti :


STRATEGI SPANYOL UNTUK MENGUASAI INDONESIA Berkerja sama dengan Kerajaan Tidore yang sedang bermusuhan dengan Kerajaan Ternate Memanfaatkan persaingan antara kerajaan - kerajaan di Maluku seperti Ternate dan Tidore Membentuk Ulisiwa ( Persekutuan Perdagangan oleh Sembilan Negeri yang dipimpin oleh Kerajaan Tidore ) Memonopoli perdangan rempah di Indonesia Pada tahun 1521 Bangsa Spanyol di bawah pimpinan Sebastian Delcano untuk pertama kalinya datang ke Indonesia tepatnya di Kepulauan Maluku. Kedatangan Bangsa Spanyol di Maluku di sambut baik oleh Kerajaan Tidore yang sedang bermusuhan dengan Portugis yang lebih dulu bersekutu dengan Ternate. Melimpahnya rempah-rempah yang dicari Spanyol di Makuku menyebabkan timbul keinginan untuk menguasai Bangsa Indonesia sehingga Spanyol melakukan berbagai strategi seperti : Kerajaan Tidore Singgasana Kerajaan Tidore Sultan Saifuddin


PERLAWANAN BANGSA INDONESIA Ketidaksenangan rakyat atas perilaku tentara Spanyol memuncak pada 1644. Tentara Spanyol yang sedang memasuki desa memukul dan melukai salah seorang pemimpin rakyat Minahasa yang ada di Tomohon. Dikutip dari Watuseke F.S. dalam Sejarah Minahasa (1968), rakyat Minahasa menganggap perbuatan itu sudah keterlaluan dan menurunkan martabat serta harga diri pemimpin yang dihormati oleh seluruh rakyat. Peristiwa ini pun menjadi tanda dimulainya perlawanan rakyat Minahasa terhadap Spanyol. Perlawanan dimulai di Tomohon. Rakyat Minahasa mengangkat senjata untuk melawan pasukan Spanyol. Pemimpin Minahasa kemudian meminta bantuan Belanda untuk mengusir Spanyol. Kondisi yang demikian membuat pasukan Spanyol semakin terdesak. Spanyol pun harus mundur sampai ke Benteng Manado, karena kekuatan rakyat Minahasa yang dibantu Belanda semakin kuat. Pada akhirnya, Spanyol berhasil dikalahkan dan keluar dari Minahasa. Akan tetapi, keluarnya Spanyol menjadi era baru masuknya Belanda dengan era penjajahan yang baru pula.


TERUSIRNYA NEGARA SPANYOL Kedatangan bangsa Spanyol di Maluku disambut baik oleh Kerajaan Tidore, yang tengah bermusuhan dengan Portugis yang lebih dulu bersekutu dengan Ternate. Sebaliknya, Portugis menganggap kehadiran Spanyol sebagai ancaman bagi monopoli perdagangannya. Selain itu, Portugis menuding Spanyol telah melanggar Perjanjian Tordesillas, karena Maluku telah menjadi wilayah kekuasaannya. Namun, Spanyol memutuskan untuk memantapkan klaim dan bersikeras bahwa wilayah Maluku bagian dari kekuasaannya. Oleh karena itu, persaingan di antara keduanya pun terjadi dan peperangan tidak dapat dihindarkan lagi. Pertempuran antara Spanyol dan Portugis berakhir setelah diadakan perjanjian Saragosa pada 22 April 1529. Lewat perjanjian ini, Portugis tetap melaksanakan aktivitas perdagangan di Maluku. Sementara Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan pekuasaannya di Filipina. Dengan begitu, penjajahan Spanyol di Indonesia telah gagal sebelum dimulai. Penyusun Artikel : Ghaida Aulia, Maulida Zhuma, Hawa Salsabila Zalfa Editor Majalah : Ghaida Aulia


Click to View FlipBook Version