Nur Fadillah Tamala & Albert Christian
KOLEKSI MUSEUM
FATAHILLAH JAKARTA
1.Ruang Tahanan Bawah Tanah
ruang tahanan bawah tanah masa
VOC dijadikan penjara utama di
kota Batavia. Penjara tersebut
dikhususkan kepada para tahanan
yang mampu membiayai kamar
tahanan mereka sendiri. Hampir
tidak ada ventilasi dan minimnya
cahaya penerangan hingga akhirnya
banyak tahanan yang meninggal
sebelum diadili di Dewan
Pengadilan. Sebagian besar dari
mereka meninggal karena menderita
kolera, tifus dan kekurangan
oksigen.
2.Replika Padrão Sunda
Kelapa
Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal
atau Padrão Sunda Kelapa adalah
sebuah prasasti berbentuk tugu batu
yang ditemukan pada tahun 1918 di
Batavia, Hindia Belanda. Prasasti ini
menandai perjanjian Kerajaan
Sunda–Kerajaan Portugal yang
dibuat oleh utusan dagang Portugis
dari Malaka yang dipimpin Enrique
Leme dan membawa barang-barang
untuk "Raja Samian" yaitu Sang
Hyang Surawisesa, pangeran yang
menjadi pemimpin utusan raja
Sunda.
3.Kamar Diponegoro
Diponegoro ditahan di kamar tersebut selama
pemenjaraannya 26 hari di Stadhuis (Balai Kota
Batavia) dari 8 April sampai 3 Mei 1830.
Diponegoro ditangkap secara licik di Magelang
oleh komandan tentara Belanda, Jenderal
Hendrik Merkus de Kock pada 28 Maret 1830 Ia
tinggal di kamar penahanannya bersama istrinya,
Raden Ayu Retnoningsih. Selain itu, ia juga
ditemani selama pemenjaraannya di Batavia oleh
adik perempuannya Raden Ayu Dipowiyono,
saudara iparnya Raden Tumenggung Dipowiyono,
dan 16 punakawan (pembantu akrab) serta
pembantu. Diponegoro menghuni kamar yang
sangat panas itu untuk menunggu keputusan
Gubernur Jenderal mengenai pengasingan
politiknya di wilayah Sulawesi
4.Replika Pedang Keadilan
Replika pedang keadilan atau pedang hukum yang
membawa kesengsaraan bagi banyak pribumi serta
masyarakat Tionghoa yang dibunuh ratusan tahun
lalu.Pedang berwarna abu muda itu telah
mengadili ratusan bahkan mungkin ribuan orang
yang melanggar hukum Belanda yang berlaku saat
itu. Bercak noda pada pedang dari sekitar abad
16-18. Pedang yang menjadi saksi perjuangan
pribumi pada masa lalu.Orang-orang pada masa
itu berkumpul di tengah taman kota yang kini
bernama Taman Fatahillah di Batavia untuk
menyaksikan pelaksanaan hukuman bagi para
tahanan
5.Penjara Bawah Tanah Wanita
Penjara wanita ini sangat kecil dan
sempit dengan ukuran hanya 6x 9
meter.penjara ini dihuni sekitar 40-50
orang di dalam nya dan mereka
dibiarkan begitu saja tanpa diberi
makanan dan minuman, sebagian dari
tahanan ini meninggal sebelum adanya
proses persidangan. Tahanan yang
sempat ditahan penjara wanita ini,
adalah pahlawan wanita dari Aceh, Cut
Nyak Dhien