The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by apt. Putri Baning Dian Laela MP, S. Farm, 2021-10-23 05:10:48

BAHAN AJAR

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN

Keywords: SMK Farmasi,anfistum

MODUL MATERI AJAR FARMASI
ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN

Nama Penulis
apt. Putri Baning Dian Laela MP, S.Farm.

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
ANGKATAN KE-4

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2021

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Alhamdulillahi
Robbal Aalamin, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan Modul Belajar Farmakognosi pada materi Anatomi dan Fisiologi
Tumbuhan untuk memenuhi tugas pada Program Pendidikan Profesi Guru dalam
Jabatan Angkatan ke IV ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam
dengan ucapan Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad penulis
sampaikan untuk junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw.

Modul Belajar ini berisi tentang anatomi dan fisiologi dari bagian-bagian
tumbuhan yaitu daun, batang, akar, bunga, buah dan biji.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada beberapa pihak yang
mendukung dalam penyusunan modul ini, diantaranya:

1. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi,

2. Universitas Sebelas Maret Surakarta serta,
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penulis berharap dengan didukung beberapa media belajar seperti, video
model pembelajaran, power point, modul ini dapat mendukung proses
pembelajaran peserta didik terutama terkait dengan konsep dan prinsip dasar
dalam bidang Farmakognosi khususnya dalam materi Anatomi dan Fisiologi
Tumbuhan.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan modul ini masih terdapat
beberapa kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan versi selanjutnya.

Penulis

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 2

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ 1
KATA PENGANTAR ...................................................................................... 2
DAFTAR ISI ..................................................................................................... 3
DAFTAR TABEL ............................................................................................ 4
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ 5

A. PENDAHULUAN ................................................................................. 6
1. Deskripsi singkat ............................................................................. 6
2. Relevansi …………………………………………………………. . 6
3. Petunjuk Belajar ………………………………………………….... 7

B. INTI ....................................................................................................... 7
1. Capaian Kompetensi ....................................................................... 7
2. Pokok-pokok Materi ........................................................................ 7
3. Uraian Materi .................................................................................. 7
a. Anatomi dan Fisiologi Daun .................................................... 9
b. Anatomi dan Fisiologi Batang ................................................. 17
c. Anatomi dan Fisiologi Akar ..................................................... 24
d. Anatomi dan Fisiologi Bunga .................................................. 27
e. Anatomi dan Fisiologi Buah .................................................... 34
f. Anatomi dan Fisiologi Biji ....................................................... 38
4. Forum Diskusi ................................................................................. 41

C. PENUTUP ............................................................................................. 41
1. Rangkuman ...................................................................................... 41
2. Tes Formatif .................................................................................... 43

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 48
KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ..................................................... 49

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 3

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Bentuk-bentuk Susunan Daun Tidak Lengkap .................................... 10
Tabel 2. Tipe-tipe stomata .................................................................................. 16
Tabel 3. Perbandingan antara batang tumbuhan monokotil dan dikotil ............. 23

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 4

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Bagian-Bagian daun ......................................................................... 9
Gambar 2. Daun Nangka (Artocarpus integra Merr.) ........................................ 10
Gambar 3. Tanaman Padi (Oryza sativa L.) ....................................................... 10
Gambar 4. Daun Tempuyung (Sonchus oleraceus L.) ....................................... 10
Gambar 5. Daun Akasia (Acacia auriculiformis A. Cunn.) ............................... 11
Gambar 6. Tata Letak Daun pada Batang .......................................................... 12
Gambar 7. Bentuk-Bentuk Daun ........................................................................ 12
Gambar 8. Penampang Mikroskopis Daun ........................................................ 14
Gambar 9. Penampang Stomata ......................................................................... 15
Gambar 10. Tipe-Tipe Stomata .......................................................................... 16
Gambar 11. Fragmen Pengenal Abri Folium ..................................................... 17
Gambar 12. Penampang Xilem ........................................................................... 22
Gambar 13. Penampang Floem .......................................................................... 22
Gambar 14. Anatomi Batang Tumbuhan Monokotil dan Dikotil ...................... 24
Gambar 15. Penampang Mikroskopis Serbuk Simplisia Kayu Secang

(Sappan Lignum) .......................................................................... 24
Gambar 16. Struktur Bagian-Bagian Akar ......................................................... 25
Gambar 17. Penampang Melintang Akar Tumbuhan Monokotil dan Dikotil ... 25
Gambar 18. Struktur Bunga Sempurna .............................................................. 28
Gambar 19. Struktur anatomi petala beberapa jenis tumbuhan .......................... 29
Gambar 20. Struktur morfologi bunga ................................................................ 30
Gambar 21. Gambar Penyerbukan ...................................................................... 33
Gambar 22. Struktur Buah ................................................................................. 38
Gambar 23. Struktur / Bagian-Bagian Biji ......................................................... 39

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 5

BAB 1. PENDAHULUAN

1. Deskripsi Singkat
Kata farmakognosi berasal dari bahasa Yunani, yaitu pharmacon yang
berarti obat dan gnosis yang berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi, secara harfiah
farmakognosi berarti pengetahuan tentang obat. Farmakognosi dapat diartikan
sebagai ilmu yang mempelajari tentang bahan alam, terutama dari tumbuh-
tumbuhan, hewan dan mineral yang dapat digunakan dalam pengobatan (Fery
dkk, 2013).
Indonesia adalah negara tropis yang memiliki berbagai macam jenis
tanaman yang diantaranya dapat dimanfaatkan sebagai obat karena kandungan
pada bagian-bagian tanamannya. Penggunaan tanaman sebagai obat dapat berupa
semua bagian tanaman utuh atau bagian-bagiannya saja. Agar menjamin kualitas
mutu dari tanaman pada penyimpanan dalam jangka waktu yang lama, biasanya
tanaman akan diolah menjadi simplisianya.
Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum
mengalami pengolahan apapun, kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah
dikeringkan (MMI, 1989). Simplisia juga didefinisikan sebagai bahan alam yang
telah dikeringkan yang digunakan untuk pengobatan dan belum mengalami
pengolahan, kecuali dinyatakan lain suhu pengeringan tidak lebih dari 600C
(DepKes RI, 2012). Oleh karena itu untuk mendapatkan simplisia yang
berkualitas harus diperoleh dari sumber tanaman yang berkualitas. Salah satu cara
untuk mendapatkan simplisia yang berkualitas adalah kebenaran bahan tumbuhan
yang akan digunakan sebagai simplisia.

2. Relevansi
Materi dalam kegiatan belajar ini sangat penting bagi peserta didik agar
dapat memahami dan menganalisis tentang anatomi dan fisiologi tumbuhan
mengingat tumbuhan sangat beraneka ragam dan ada kemiripan struktur
tumbuhan sehingga harus dipastikan bahwa tumbuhan yang akan digunakan
adalah benar dengan cara mengamati karakter khas secara mikrosopis yang

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 6

dimiliki tumbuhan tersebut yang terdiri atas daun, batang, akar, bunga, buah dan
biji. Sehingga dibuatlah modul ini agar peserta didik dapat dengan mudah
memahami dan mengerti tentang anatomi dan fisiologi tumbuhan.

3. Petunjuk Belajar
Dalam kegiatan belajar ini tersaji informasi secara tertulis, terdapat media
pembelajaran Power Point dan diakhiri dengan tes formatif. Pelajari setiap materi
yang ada di modul ini dengan baik dan apabila ada materi yang belum bisa
dipahami dapat dikomunikasikan dengan pengampu.

1. Capaian Pembelajaran
a. Peserta didik dapat menguasai konsep anatomi tumbuhan
b. Peserta didik dapat menguasai konsep fisiologi tumbuan

2. Pokok-Pokok Materi
a. Anatomi dan fisiologi daun
b. Anatomi dan fisiologi batang
c. Anatomi dan fisiologi akar
d. Anatomi dan fisiologi bunga
e. Anatomi dan fisiologi buah
f. Anatomi dan fisiologi biji

3. Uraian Materi
Istilah anatomi berasal dari kata anatome (Yunani) yaitu ana yang berarti
memisahkan dan tome yang berarti potongan. Jadi anatomi adalah ilmu yang
mempelajari tentang susunan dalam organisme hidup jaringan-jaringan yang
menyusun tubuh. Anatomi tumbuhan mempelajari susunan dalam organisme atau
mahkluk hidup berdasarkan pada pengirisan organ tanaman secara membujur
maupun melintang sebagai cara penyelidikan yang terpenting.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 7

Fisiologi berasal dari bahasa latin, physis berarti alam (nature) dan logos
berarti ilmu. Jadi dapat di artikan bahwa Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu
cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi di
dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup
(Benyamin, 2013). Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kefaalan tubuh
atau proses-proses fisiologis yang terjadi pada mahkluk hidup. Fisiologi tanaman
berarti mempelajari kefaalan tubuh tanaman atau tumbuh-tumbuhan (Sri Wahyuni
dkk, 2019).

Fungsi fisiologi tumbuhan disini berarti manfaat yang diperoleh manusia
dalam mempelajari fisiologi tumbuhan. Tentu secara umum manfaatnya sangat
besar karena tumbuhan itu sendiri merupakan salah satu bahan pemenuh bagi
kebutuhan manusia sehingga kita perlu ilmu yang seluas-luasnya tentang
tumbuhan. Tidak mungkin kita bisa membuat racikan obat bila tidak mengetahui
tentang bahan yang terkandung dalam obat itu sendiri, apalagi banyak bahan-
bahan kimia yang kita gunakan untuk industri yang diambil dari tumbuhan. Oleh
karena itu, ilmu fisiologi tumbuhan ini saangat penting.

Sebagai cabang ilmu pengetahuan, fisiologi tumbuhan tentunya
mempunyai fungsi yang beragam. Antara lain :
1. Berfungsi sebagai pedoman manusia dalam memenuhi kebutuhan melalui

tanaman. Fisiologi tumbuhan membantu manusia terutama dalam bidang
obat-obatan, karena tubuh manusia yang sedang sakit tidak serta harus
mengonsumsi bahan kimia sebagai sumber penyembuh dan penawar
penyakit. Tumbuhan yang merupakan bahan alami, memiliki banyak
khasiat baik bagi tubuh manusia terutama sebagai obat-obatan. Fisiologi
tumbuhan membantu para ilmuwan untuk membedakan tumbuhan mana
saja yang dapat dijadikan obat dan mana yang bukan.
2. Sebagai pedoman dalam menciptakan variasi baru olahan tanaman, seperti
makanan,minuman maupun bahan kosmetik. Bahan alami dipercaya dapat
membuat tubuh manusia menjadi lebih baik lagi karena kandungan yang
ada dalam tiap tanaman memiliki fungsi yang baik bagi organ tubuh
manusia. Ilmu pengetahuan yang senantiasa berevolusi mengharuskan

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 8

manusia untuk selalu mengembangkan apa yang sudah ada menjadi sesuatu
yang lebih baik lagi (Dwidjoseputro, 1994).

a. Anatomi dan Fisiologi Daun
Daun umumnya terdapat pada batang dan merupakan bagian penting dari
tumbuhan serta dijumpai dalam jumlah besar. Bagian batang yang merupakan
tempat duduk daun dinamakan dengan buku (nodus). Daerah di antara dua nodus
disebut dengan ruas/internodus, sedangkan sudut antara batang dan daun disebut
dengan ketiak daun atau axilla. Biasanya daun berupa lembaran tipis, berwarna
hijau karena banyak mengandung zat hijau yaitu klorofil. Daun bagi tanaman
mempunyai fungsi utama untuk proses asimilasi glukosa dan turunannya menjadi
karbohidrat dari air dan CO2 (fotosintesis) dengan bantuan sinar matahari
(Zainab, 2019).
Daun yang lengkap terdiri atas: upih daun atau pelepah daun (vagina),
tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Tumbuhan yang mempunyai
daun lengkap tidak begitu banyak, misalnya: pohon pisang (Musa paradisiaca L.),
pohon pinang (Areca catechu L.), pohon bamboo (Bambusa sp.) dan lain-lain
(Zainab, 2019). Gambar bagian-bagian daun dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Bagian-bagian Daun
(http://www.indiahomeclub.com/botanical_garden/bot_leaf_structure.php)

Kebanyakan daun tumbuhan merupakan daun tak lengkap yaitu
kehilangan 1 atau 2 bagian dari 3 komponen daun di atas (Zainab, 2019). Berikut

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 9

ini beberapa kemungkinan bentuk-bentuk susunan daun tidak lengkap dapat

dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Bentuk-bentuk Susunan Daun Tidak Lengkap

Bentuk- Deskripsi Contoh Gambar Daun
bentuk
susunan Bentuk ini paling Daun nangka
daun banyak dijumpai di (Artocarpus
tidak alam, daun hanya integra
lengkap terdiri atas tangkai Merr.)
dan helaian saja
Daun Daun mangga
bertangk (Mangifera Gambar 2. Daun nangka
ai indica L.) (Artocarpus integra Merr.)
(https://p0.pikist.com/photos/
Daun srikaya 320/773/jack-fruit-leaf-leaf-
(Annona leaves-green.jpg)
squamosa L.)

Bentuk ini umum Daun
tanaman padi
dijumpai pada (Oryza sativa
L.)
tumbuhan yang
Daun jagung
Daun termasuk dalam (Zea mays L.)
berupih
atau daun golongan suku Daun sere
berpelepa (Cymbopogo
h rumput-rumputan n citratus L.)

(graminae) Gambar 3. Tanaman padi
(Oryza sativa L.)
(https://ceritanurmanadi.files.
wordpress.com/2014/02/dscn
6789.jpg)

Daun Bentuk daun ini hanya Daun biduri Gambar 4. Daun Tempuyung
duduk terdiri atas helaian (Calotropis (Sonchus oleraceus L.)
(sessils) saja tanpa upih dan gigantea (https://faktualnews.co/image
tangkai sehingga R.Br.) s/2018/07/tempuyung.jpg)
helaian langsung
melekat atau duduk Daun
pada batang. Tempuyung
(Sonchus
Daun yang memeluk
batang bisa saja

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 10

memiliki pangkal oleraceus L.)

yang lebar sehingga Daun akasia
(Acacia
daun seakan-akan auriculiformi
s A. Cunn.)
melingkari batang

atau memeluk

bantang oleh karena

itu dinamakan juga

dengan daun

memeluk batang

(amplexi-caulis).

Bagian samping

pangkal daun

memeluk batang

seringkali bangunnya

membulat dan disebut

juga telinga daun.

Filodia merupakan

daun yang hanya

terdiri atas tangkai

saja, biasanya tangkai

daun menjadi pipih

sehingga menyerupai

Filodia helaian daun, jadi Gambar 5. Daun akasia
(Acacia auriculiformis A.
merupakan suatu Cunn.)
(https://treetify.in/wp-
helaian daun semu content/uploads/2021/03/Aca
cia-Auriculiformis-
atau palsu. Australian-Babul2.jpg)

Tata letak daun pada batang dapat menjadi karakteristik utama suatu
spesies yang dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi tanaman. Tata
letak daun pada batang dapat berupa spiral (alternate) yaitu bila dilihat dari atas
susunan daun membentuk pola berputar atau heliks. Daun berseling (distichious)
yaitu setiap buku mengandung satu daun dan daun pada dua buku buku batang
tetangganya terletak dengan posisi berhadapan. Daun berhadapan (opposite) yaitu
setiap buku mengandung 2 daun yang saling berhadapan. Daun bersilangan
(decussate) yaitu tiap buku terdapat 2 daun berpasangan saling berhadapan dan
membentuk sudut 90o dengan pasangan daun sebelumnya, misal pada family daun

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 11

mint. Daun berkarang (whorled) yaitu terdapat 3 daun atau lebih tiap buku-buku
batang (Zainab, 2019). Tata letak daun pada batang dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6. Tata Letak Daun pada Batang
(https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRNZDgCEHfaxJv-
D7JurrzS5DCHemWNBdc9Pg&usqp=CAU)

Daun juga dapat dibagi menjadi daun tunggal dan daun majemuk. Daun
tunggal mempunyai 1 helai daun saja sedangkan daun majemuk terdiri atas 2 atau
lebih daun yang sering memiliki tangkai kecil. Bentuk, tepi dan ukuran daun
merupakan karakteristik penting yang dapat digunakan untuk keperluan
identifikasi tanaman. Daun dapat berbentuk oval, memanjang (oblong), bulat
(rounded), bulat telur (ovate), bulat telur terbalik (obovate), garis (linier), lanset
(lanceolate), spatula (spatulate), atau jantung (cordate). Tepi daun dapat rata
(entires/smooth), bergerigi/bergerigi gergaji (serrate/saw-toothed), bergigi
(dentate / toothed), berliuk (sinuate/wavy) atau bersilia (ciliate/hairy) (Zainab,
2019). Bentuk dan tepi daun dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 7. Bentuk-bentuk daun
(http://3.bp.blogspot.com/_J6gkUpIH2LU/TSmO4zntxEI/AAAAA
AAAA9I/4NQ_V5NTO0Y/s400/011%252520Leaf%252520margins.jpg)

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 12

Secara mikroskopis, karakteristik daun dapat dilihat dari bentuk dan
jumlah stomata, jaringan penyusun daun, jaringan sekresi khusus seperti trikoma
dan vittae, serta bentuk kristal Ca oksalat (Zainab, 2019). Bentuk modifikasi dari
jaringan epidermis daun berupa trikoma, sel kipas, dan sel litokis.

Trikoma terdiri atas sel tunggal atau banyak sel. Struktur yang menyerupai
trikoma, tetapi tidak besar dan terbentuk dari jaringan epidermis atau di bawah
epidermis disebut emergensia, sedangkan apabila terbentuk dari jaringan stele
disebut spina. Peranan trikoma bagi tumbuhan, antara lain sebagai berikut:
a) Trikoma yang terdapat pada epidermis daun berfungsi untuk mengurangi

penguapan.
b) Menyerap air serta garam-garam mineral.
c) Mengurangi gangguan hewan.
d) Trikoma berfungsi sebagai rambut pelindung maupun sebagai rambut kelenjar.

Sel-sel kipas terdiri atas sederet sel yang lebih besar. dari epidermis
normal dengan dinding tipis dan vakuola besar. Sel-sel kipas berfungsi untuk
mengurangi penguapan pada peristiwa menggulungnya daun, misalnya terdapat
pada suku rumput- rumputan. Sel litokis merupakan modifikasi epidermis,
mengandung sistolit yang terdiri atas kristal kalsium karbonat.

Pada tumbuhan dikotil, jaringan mesofil pada daun berdeferensiasi
menjadi jaringan jaringan, antara lain seperti berikut:
1) Parenkim Spons (Bunga Karang)

Jaringan spons tersusun oleh sel-sel yang tak teratur, berdinding tipis,
lepas, dan mengandung sedikit kloroplas. Ruang antarsel besar sehingga
memudahkan terjadinya pertukaran gas.
2) Parenkim Palisade (Jaringan Tiang)
Jaringan palisade berbentuk silindris, tegak pada permukaan daun, selapis
atau lebih, rapat satu sama lain dan mengandung banyak kloroplas
sehingga lebih efisien untuk fotosintesis. Jaringan palisade berfungsi untuk
menangkap cahaya. Kepadatan jaringan palisade ini tergantung pada
intensitas cahaya yang diterima. Bagian yang banyak menerima cahaya
langsung lebih padat daripada bagian yang berada di tempat teduh. Pada

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 13

kedua jaringan ini terdapat klorofil, sehingga di sinilah tempat
berlangsungnya proses fotosintesis. Fotosintesis adalah suatu proses yang
berlangsung pada tumbuhan hijau untuk mengubah energi cahaya matahari
menjadi energi kimia dalam bentuk senyawa karbon organik yang berasal
dari molekul karbon dioksida dan air. Fotosintesis merupakan suatu sifat
fisiologi yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan yang merupakan
kemampuannya menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi
bahan organik serta diasimilasikan di dalam tubuh tanaman. Peristiwa
fotosintesis hanya berlangsung jika adanya cukup cahaya. (Indayana,
2017).
Untuk lebih jelasnya gambar penampang mikroskopis daun dapat dilihat
pada Gambar 8.

Gambar 8. Penampang Mikroskopis Daun (http://3.bp.blogspot.com/-
90NGGuW35lk/TeoiySVP0I/AAAAAAAAJpI/S8J3Ev2z8mA/s1600/jaringan%2
Bdaun%2Bmesofil.jpg)

Pada bagian bawah daun umumnya terdapat stomata yaitu pori-pori yang
dikelilingi oleh sel khusus yang berfungsi untuk pertukaran gas (mengambil CO2
dan mengeluarkan uap air dan O2). Stomata adalah celah yang terdapat pada
epidermis organ tumbuhan. Pada semua tumbuhan yang berwarna hijau, lapisan
epidermis mengandung stomata paling banyak pada daun. Stomata terdiri atas
bagian-bagian yaitu sel penutup, bagian celah, sel tetangga, dan ruang udara
dalam. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan
gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah. Sel penutup dapat terletak sama

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 14

tinggi dengan permukan epidermis (panerofor) atau lebih rendah dari permukaan
epidermis (kriptofor) dan lebih tinggi dari permukaan epidermis (menonjol). Pada
tumbuhan dikotil, sel penutup biasanya berbentuk seperti ginjal bila dilihat dari
atas. Sedangkan pada tumbuhan rumput-rumputan memiliki struktur khusus dan
seragam dengan sel penutup berbentuk seperti halter dan dua sel tetangga terdapat
masing-masing di samping sebuah sel penutup. Untuk memahami struktur
stomata, dapat dilihat pada Gambar 9.

Gambar 9. Penampang Stomata
(https://tanamankebunku.com/stomata/stomata-2/)

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 15

Dan tipe-tipe stomata antara lain dapat dilihat pada tabel 2 serta gambar

tipe-tipe stomatanya dapat dilihat pada gambar 10.

Tabel 2. Tipe-tipe stomata

Tipe Stomata Deskripsi

Anomositik atau jenis Sel tetangga tidak teratur dan tidak

Ranunculaceae (familia berbeda dengan sel epidermis lain. (daun

ranunculaceae, malvaceae, digitalis).

papaveraceae)

Anisositik atau tipe Stomata dikelilingi 3 atau 4 sel tetangga

Crucifearae (familia yang bentuk ukuranya tidak seragam, salah

cruciferae, solanum, nicotiana satu sel tetangga jauh lebih kecil dari yang

lain (daun stramonium).

Parasitik atau jenis Rubiaceae Dua dari sel tetangga sejajar dengan garis

(parasitic) tengah stomata

Diasitik atau jenis Terdapat 2 sel tetangga yang letaknya

Caryophyllaceae sedemikian rupa sehingga bidang

persekutuannya menyilang garis tengah

stomata.

Aktinositik Stomata dikelilingi oleh 4 atau lebih sel

epidermis yang memanjang secara radial.

Jenis stomata ini banyak dijumpai pada

Araceae, Musaceae, Comellinaceae.

Siklositik Stomata dikelilingi oleh 4 atau lebih sel

epidermis yang tersusun melingkar dekat

dengan stomata. Jenis stomata ini banyak

dijumpai pada Poaceae dan Cyperaceae.

Gambar 10. Tipe-tipe stomata
(https://www.pusatilmupengetahuan.com/wp-
content/uploads/2020/10/gambar-tipe-tipe-stomata.jpg)

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 16

Contoh penampang mikroskopis serbuk simplisia daun saga (Abri Folium)
dapat dilihat pada gambar 11.

Gambar 11. Fragmen pengenal Abri Folium
(Depkes RI, 1977)

b. Anatomi dan fisiologi batang
Batang merupakan organ tumbuhan yang umumnya berbentuk silindris
dan berfungsi untuk memberikan kekuatan fisik yang diperlukan tumbuhan.
Berdasarkan jenis tumbuhannya, dapat dibedakan yaitu tumbuhan yang sekilas
tampak tidak berbatang (planta acaulis) karena batangnya sangat pendek seperti
tapak liman (Elephanthopus scaber L.), sawi (Brasisica juncea L.) dan tumbuhan
yang jelas berbatang (Zainab, 2019).

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 17

Batang pada tumbuhan yang jelas berbatang dapat dikelompokkan menjadi
batang basah (herbaceous), batang berkayu (lignosus), batang rumput (calmus),
batang mendong (calamus). Berdasarkan bentuknya, batang tumbuhan dapat
berbentuk bulat (teres), bersegi (angularis): segi tiga (triangularis) segi empat
(quadrangularis), pipih. Karakteristik batang yang lain adalah permukaan batang.
Permukaan batang dapat licin (laevis), berusuk (costatus), beralur (sulcatus),
bersayap (alatus), berambut (pilosus), berduri (spinosus), memperlihatkan bekas-
bekas daun, dll. Selain itu pada tumbuhan berkayu dapat dibedakan dengan jelas
antara kulit kayu dan kayu (bagian dalam batang) (Zainab, 2019).

Berdasarkan lokasinya batang dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu
batang dibawah tanah/underground stem (rizoma, umbi dan tuber), batang di atas
tanah/aerial stem dan batang di sekitar permukaan tanah/subaerial stem (stolon,
geragih) (Zainab, 2019).

Pada batang terdapat xylem yang berfungsi untuk membawa air dan
nutrient anorganik ke atas. Sedangkan floem berfungsi untuk membawa hasil
fotosintesis (gula dan polisakarida) dari daun ke bawah. Pada batang juga terdapat
kambium yang terletak di antara kayu dan kulit kayu. Kambium banyak
mengandung sel-sel baru (meristematic) yang bila berdiferensiasi ke arah luar
akan membentuk kulit kayu dan ke dalam membentuk kayu pada batang sekunder.
Percabangan batang pada tumbuhan dapat digolongkan menjadi 3 macam yaitu:
monopodial (jika batang pokok tampak jelas), sympodial (batang pokok sulit
ditentukan), menggarpu/dikotom (percabangan dengan dengan membentuk dua
cabang yang sama besar). Struktur anatomi batang tersusun atas jaringan
epidermis, kortek dan silinder pusat atau (stele). Bagian batang sebelah luar
dibatasi oleh selapis sel rapat yang memiliki bentuk yang khas, memiliki sel
penjaga, idioblas dan berbagai tipe trikoma, pada tahun pertama, epidermis batang
digantikan oleh lapisan gabus (Zainab, 2019).

Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan
anatominya. Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam
(Zainab, 2019):

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 18

1) Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar
sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada
batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis
digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

2) Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel,
yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim,
makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

3) Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel,
merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis
tumbuhan Angiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat
pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.

4) Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut
perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe
kolateral yang artinya xylem dan floem letak saling bersisian, xylem di
sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Jaringan xilem dan floem pada batang tumbuhan, yaitu sebagai berikut:

1. Xilem (Pembuluh Kayu)
Fungsi xilem adalah sebagai tempat pengangkutan air dan zat-zat mineral
dari akar ke bagian daun. Susunan xilem ini merupakan suatu jaringan
pengangkut yang kompleks, terdiri atas berbagai bentuk sel. Selain itu, sel-
selnya ternyata ada yang telah mati dan ada pula yang masih hidup, tetapi
pada umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati dengan membrane
selnya yang tebal dan mengandung lignin sehingga fungsi xilem juga
sebagai jaringan penguat. Unsur-unsur utama xilem adalah sebagai berikut.
a. Trakeid
Susunan sel trakeid terdiri atas sel-sel yang sempit, dalam hal ini
penebalan-penebalan pada dindingnya ternyata berlangsung lebih tebal

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 19

jika dibandingkan dengan yang telah terjadi pada trakea. Sel-sel trakeid itu
kebanyakan mengalami penebalan sekunder, lumen selnya tidak
mengandung protoplas lagi. Dinding sel sering bernoktah. Trakeid
memiliki dua fungsi, yaitu sebagai unsur penopang dan penghantar air.
b. Trakea (Komponen Pembuluh)
Trakea terdiri atas sel-sel silinder yang setelah dewasa akan mati dan
ujungnya saling bersatu membentuk sebuah tabung penghantar air bersel
banyak yang disebut pembuluh. Dindingnya berlubang-lubang tempat
lewat air dengan bebas dari satu sel ke sel lain sehingga berbentuk suatu
tabung yang strukturnya mirip sebuah talang. Kekhususan pada trakea
antara lain, ukurannya lebih besar daripada sel-sel trakeid dan membentuk
untaian sel sel longitudinal yang panjang, penebalan-penebalannya terdiri
atas zat lignin yang tipis dibandingkan trakeid.
c. Parenkim Xilem
Parenkim xilem biasanya tersusun dari sel-sel yang masih hidup. Dapat
dijumpai pada xilem primer dan sekunder. Pada xilem sekunder dijumpai
dua macam parenkim, yaitu parenkim kayu dan parenkim jari-jari
empulur. Parenkim kayu sel-selnya dibentuk oleh sel-sel pembentuk fusi
unsur-unsur trakea yang sering mengalami penebalan sekunder pada
dindingnya. Parenkim jari-jari empulur tersusun dari sel-sel yang pada
umumnya mempunyai dua bentuk dasar, yakni yang bersumbu panjang ke
arah radial dan sel-sel bersumbu panjang ke arah vertikal. Sel-sel parenkim
xilem berfungsi sebagai tempat cadangan makanan berupa zat tepung. Zat
tepung biasanya tertimbun sampai pada saat-saat giatnya pertumbuhan
kemudian berkurang bersamaan dengan kegiatan cambium.
2. Floem
Floem berfungsi untuk mengangkut dan menyebarkan zat-zat makanan
yang merupakan hasil fotosintesis dari bagian bagian lain yang ada di
bawahnya. Floem mempunyai susunan jaringan yang sifatnya demikian
kompleks, terdiri atas beberapa macam bentuk sel dan di antaranya
terdapat sel-sel yang masih tetap hidup atau aktif dan sel-sel yang telah

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 20

mati. Sel yang menyusun floem antara lain sel tapis, sel penyerta, sel
serabut, kulit kayu, dan sel parenkim kulit kayu. Floem terdiri atas unsur-
unsur berikut.
a) Unsur-Unsur Tapis
Unsur-unsur tapis memiliki ciri-ciri, yaitu adanya daerah tipis di dinding
dan intinya hilang dari protoplas. Daerah tapis merupakan daerah noktah
yang termodifikasi dan tampak sebagai daerah cekung di dinding yang
berpori-pori. Pori-pori tersebut dilalui oleh plasmodesmata yang
menghubungkan dua unsur tapis yang berdampingan. Sel-sel tapis
merupakan sel panjang yang ujungnya meruncing di bidang tangensial dan
membulat di bidang radial. Dinding lateral banyak mengandung daerah
tapis yang berpori. Pada komponen bulu tapis, dinding ujungnya saling
berlekatan dengan dinding ujung sel di bawahnya atau di atas sehingga
membentuk deretan sel-sel memanjang yang disebut pembuluh tapis.
b) Sel Pengantar
Sel pengantar merupakan sel muda yang bersifat meristematis. Sel-sel
pengantar di duga mempunyai peran dalam keluar masuknya zat-zat
makanan melalui pembuluh tapis.
c) Sel Albumin
Sel albumin terdapat pada tanaman Conifer, yang merupakan sel-sel
empulur dan parenkim floem, mengandung banyak zat putih telur dan
terletak dekat dengan sel- sel tapis. Diduga sel-sel albumin mempunyai
fungsi serupa dengan sel pengantar.
d) Parenkim Floem
Parenkim floem merupakan sel-sel hidup yang berfungsi untuk
menyimpan zat-zat tepung, lemak, dan zat organik lainnya dan juga
merupakan tempat akumulasi beberapa zat seperti zat tannin dan resin.
e) Serat-Serat Floem
Serat-serat floem merupakan sel-sel jaringan yang telah mengayu. Di
dalam berkas pengangkut, unsur-unsur xilem dan floem selalu terdapat
berdampingan atau salah satu di antaranya terletak mengelilingi unsur lain.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 21

Kenyataan di alam menunjukkan bahwa floem selalu terdapat berpasangan
dengan xilem untuk membentuk berkas pengangkut pada tumbuhan.
Dalam pengamatan di bawah mikroskop, berkas pengangkut dapat dengan
mudah dibedakan dengan jaringan parenkim di sekitarnya karena relative
kecil dan tanpa ruang antarsel. Hanya trakea yang sel- selnya lebih besar
dibanding-kan sel- sel di sekitarnya.

Gambar 12. Xilem Gambar 13. Floem

(Campbell, 2002)

Antara xylem dan floem terdapat kambium intravaskuler, pada

perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas

pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium

intervaskuler (Zainab, 2019).

Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan

bertambah besarnya diameter batang. Pada tumbuhan dikotil, berkayu keras dan

hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung

terusmenerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada

musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada

batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan

selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan lingkaran tahun

(Zainab, 2019). Perbandingan antara batang tumbuhan monokotil dan dikotil

dapat dilihat pada tabel 3 dan anatomi batang tumbuhan monokotil dan dikotil

dapat dilihat pada gambar 14.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 22

Tabel 3. Perbandingan Antara Batang Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Batang Tumbuhan Batang Tumbuhan

Monokotil Dikotil

(Misal: jagung) (Misal: Bunga Matahari)

Trikoma pada Tidak ada Ada, bersifat multiseluler

epidermis

Hipodermis Terdiri atas sklerenkim Terdiri atas kolenkim

Jaringan dasar Tidak berdiferensiasi Berdiferensiasi menjadi

menjadi korteks & korteks & empulur

empulur

Lapisan endodermis Tidak ada Ada
dan perisikel

Stele Tipe ataktostele Tipe eustele

Berkas pengangkut Banyak, tertutup, Kebanyakan terbuka,

berbentuk oval berbentuk baji

Ruang lisigen Ada Tidak ada

Sarung berkas Ada Tidak ada

pengangkut

Pertumbuhan Tidak terjadi Terjadi kemudian
sekunder

Gambar 14. Anatomi Batang Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
(https://www.zenius.net/assets/pm-
img/e/fb/c273/efbc273eb6874de59a47fab34e9ce19e.png)

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 23

Adapun contoh penampang mikroskopis serbuk simplisia kayu secang
(Sappan Lignum) dapat dilihat pada gambar 15.

Gambar 15. Penampang mikroskopis serbuk simplisia kayu secang
(Sappan Lignum) (Depkes RI, 1977)
c. Anatomi dan fisiologi akar
Akar pada tumbuhan biasanya terdapat tanah dan berfungsi sebagai organ
penyokong berdirinya tumbuhan, menyerap air dan zat-zat makanan dari dalam
tanah, mentransport air dan zat makanan ke organ tumbuhan yang memerlukan,
serta sebagai tempat penyimpanan makanan (Zainab, 2019).
Bagian-bagian akar terdiri atas leher akar atau pangkal akar (collum),
batang akar (corpus radicis), cabang-cabang akar (radix lateralis), serabut akar
(fibrilla radicalis), bulu akar (pilus radicalis), ujung akar (apex radicis) dan
tudung akar (calyptra) (Zainab, 2019). Bagian bagian akar dapat dilihat pada
gambar 16.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 24

Gambar 16. Struktur bagian-bagian akar
(https://4.bp.blogspot.com/-
pUnnKBUH890/VyQhihj8MwI/AAAAAAAAA38/M7l3csoO08sLUnP
VziCQJxg7NoeTR0VfwCLcB/s1600/Struktur%2BLuar%2BAkar%2BT
umbuhan.jpg)

Sistem perakaran ada 2 yaitu sistem akar tunggang dan akar serabut.
System akar tunggang dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (Dicotyledonae) dan
tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae). System akar serabut dimiliki oleh
tanaman monocotyledonae (Zainab, 2019). Struktur anatomi akar secara umum
terdiri atas epidermis, korteks, perisikel, endodermis, jaringan pengangkut yang
terdiri atas silem dan floem seperti yang terlihat pada gambar 17.

Gambar 17. Penampang melintang akar tumbuhan monokotil dan dikotil
(https://rz.utakatikotak.com/x.php?src=https://cdn.utakatikotak.com/2021
0129/20210129_113350Struktur_Akar_Monokotil_dan_Dikotil_beserta_
Perbedaannya.jpg&w=300&h=200)

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 25

Dari struktur anatomi akar diatas didapatkan struktur jaringan primer akar
tumbuhan pada irisan melintang, antara lain seperti berikut:

a. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan penutup luar yang terdiri atas selapis sel
berdinding tipis yang berlapis kutikula dengan susunan yang rapat. Pada lapisan
ini, sel-sel berdiferensiasi membentuk rambut-rambut akar yang tersusun dari satu
sel yang memanjang yang berfungsi untuk memperluas permukaan bagian
penyerapan akar dan untuk pegangan akar pada tanah. Pada spesies tertentu,
rambut akar berkembang dari sel khusus di daerah epidermis. Sel ini disebut
trikoblast. Epidermis akar biasanya dijumpai saat akar masih muda. Apabila akar
sudah dewasa, epidermisnya telah mengalami kerusakan dan fungsinya digantikan
oleh lapisan terluar dari korteks yang disebut eksodermis.
b. Korteks
Lapisan korteks tersusun atas sel-sel parenkim yang berdinding tipis dan
tersusun longgar sehingga banyak terdapat ruang antarsel. Sel-sel parenkim
tersusun dalam bentuk silinder. Lapisan sklerenkim biasanya dijumpai pada akar
tumbuhan monokotil. Kolenkim sangat jarang dijumpai pada akar. Lapisan terluar
dari korteks kadang-kadang berdeferensiasi menjadi lapisan eksodermis yang
dinding sel-selnya mengalami penebalan dengan zat suberin. Lapisan terdalam
dari korteks biasanya berdeferensiasi menjadi endodermis.
c. Endodermis
Lapisan ini sebenarnya merupakan sel korteks terdalam yang terdiri atas
sel-sel berbentuk kotak dan tersusun rapat tanpa rongga antarsel. Lapisan
endodermis disebut juga lapisan floeterma atau sarung amilum karena
mengandung butiran-butiran amilum. Sel-sel ini membentuk silinder yang
membungkus jaringan pembuluh. Sel-sel endodermis mempunyai ciri khusus,
yaitu adanya pita caspary. Pita caspary merupakan penebalan dinding sel setempat
dan pengendapan suberin dan lignin. Pita caspary ini tidak tembus air dan zat-zat
terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melalui
protoplasma yang melekat pada pita caspary dan melalui dinding sel yang
letaknya sejajar dengan silinder pusat. Pada lapisan endodermis juga ditemui

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 26

lapisan yang mengalami penebalan zat gabus. Penebalan tersebut membentuk
huruf U, sehingga disebut sel U. Sel ini bersifat impermiabel sehingga tidak dapat
dilalui air. Sel-sel endodermis yang terletak segaris dengan xilem tidak mengalami
penebalan sehingga dapat dilalui air dan zat yang terlarut. Selsel ini disebut sel
penerus atau peresap.

d. Silinder Pusat atau Stele
Lapisan silinder pusat merupakan lapisan terdalam yang terdiri atas
bagian-bagian sebagai berikut:
1) Perisikel atau Perikambium
Perisikel merupakan lapisan terluar dari stele, sehingga letaknya langsung
berada di sebelah dalam dari lapisan endodermis dan di sebelah luar dari
berkas pengangkut. Lapisan ini masih bersifat meristematis sebagai titik
awal tumbuhnya primordia akar ke arah samping (cabang akar/akar
lateral). Pertumbuhan cabang akar ini bersifat endogen.
2) Berkas Pengangkut (Xilem dan Floem)
Pada akar dikotil, antara xilem dan floem menyebabkan terjadinya
pertumbuhan sekunder. Jaringan sekunder yang terbentuk oleh cambium
adalah xilem sekunder yang terletak di sebelah luar xilem primer dan
floem sekunder yang terletak di sebelah dalam floem primer. Xilem
sekunder dan floem sekunder ini banyak mengandung serabut.
3) Jari-Jari Empulur
Lapisan jari-jari empulur tersusun atas jaringan parenkim. Pada struktur
akar tumbuhan dikotil dan monokotil terdapat beberapa perbedaan.

d. Anatomi dan fisiologi bunga

Bunga merupakan bagian tanaman yang berfungsi sebagai alat reproduksi.
Bunga sebenarnya adalah ranting yang bersumbu pendek dengan daun-daun yang
rapat dan berfungsi sebagai organ reproduktif tumbuhan. Bunga sempurna
biasanya tersusun atas beberapa bagian organ seperti tangkai bunga (pedunculus),
dasar bunga (reseptakulum), kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 27

(stamen), putik (pistillum), dan bakal buah (ovarium). Pada bunga dapat dijumpai
alat tambahan seperti kelopak tambahan (epicalyx) misal pada bunga sepatu
(Hibiscus rosa-sinensis) ataupun mahkota tambahan (corona) (Zainab, 2019).
Struktur Bunga sempurna dapat dilihat pada Gambar 18.

Gambar 18. Struktur Bunga Sempurna
(https://kitchenuhmaykoosib.com/wp-content/uploads/2019/03/Slide1-
2.jpg)
Secara anatomi daun mahkota dan daun kelopak mempunyai struktur yang
sama, terdiri atas sel-sel parenkimatis. Parenkim dasar terletak di antara epidermis
atas dan epidermis bawah. Jaringan ini juga disebut mesofil. Sistem pembuluh
terdapat pada jaringan dasar. Pada jaringan dasar mungkin terdapat sel-sel yang
mengandung kristal idioblas atau saluran getah/ sel getah. Sel-sel tersebut
berhubungan dengan unsur pembuluh. Daun kelopak suku Geraniacea mempunyai
hipodermis yang berdinding tebal, masing-masmg dengan kristal drusen. Sel-sel
daun kelopak mengandung kloroplas. Epidermis daun kelopak dilapisi kutin pada
bagian luarnya, serta terdapat stomata dan trikomata seperti pada daun. Struktur
sistem pembuluh seperti pada daun hanya kurang jelas strukturnya.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 28

Gambar 9. Struktur anatomi petala beberapa jenis tumbuhan. Keterangan:
A. Amelanchia laevis; B. Lysimachia nummularia; C. Pinguicula vulgaris; t.
trikoma kelenjar; u. ruang sekretoris (Eames & McDaniels, 1953)

Daun mahkota mempunyai satu atau banyak pembuluh berukuran kecil.
Epidermis bentuknya khusus, merupakan tonjolan yang disebut papila, dilapisi
oleh kutikula. Adanya warna yang bermacam-macam pada daun mahkota
disebabkan oleh adanya kromoplas atau pigmen tambahan yang terdapat pada
cairan sel. Zat tepung sering dibentuk pada daun mahkota yang masih muda.
Minyak volatil yang karakteristik pada bunga umumnya terdapat pada sel-sel
epidermis.

Benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Tangkai sari tersusun
oleh jaringan dasar, yaitu sel-sel parenkimatis yang mempunyai vakuola, tanpa
ruang antar sel. Sel-sel ini sering mengandung pigmen. Epidermis dengan
kutikula, trikoma atau mungkin stomata. Kepala sari mempunyai struktur yang
sangat kompleks, terdiri atas dinding yang berlapis-lapis, dan di bagian
terdalam terdapat loculus/ruang sari (mikrosporangium) yang berisi butir-butir
serbuk sari. Jumlah lapisan dinding kepala sari untuk setiap jems tumbuhan
bervariasi.

Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini
disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah
fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara
genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu,
seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (Harsidi 2011).

Bunga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan
pembuahan yang akhirnya dapat dihasilkan alat- alat perkembangbiakan.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 29

Mengingat pentingnya bunga bagi tumbuhan maka pada bunga terdapat sifat-sifat
yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan fungsinya sebagai penghasil
alat perkembangbiakan. Pada umumnya, bunga mempunyai sifat- sifat seperti
Mempunyai warna yang menarik, umumnya mempunyai bau yang harum,
memiliki bentuk yang bermacam- macam dan biasanya mengandung madu.
Struktur bunga dapat diamati melalui gambar 20.

Gambar 20. Struktur Morfologi Bunga
(Indah, 2016)

Bagian bagian morfologi bunga antara lain sebagai berikut:
a) Ibu tangkai bunga (pedunculus,pedunculus communis atau rhacis), yaitu
bagian yang biasanya merupakan terusan batang atau cabang yang mendukung
bunga majemuk tadi. Ibu tangkai ini dapat bercabang ,dan cabang-cabangnya
bercabang lagi,dapat pula sama sekali tak bercabang.
b) Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian dari bunga yang masih jelas
bersifat batang, pada tangkai bunga ini biasannya terdapat daun-daun peralihan,
yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun dan berwarna hijau.
c) Dasar Bunga (receptaculum), yaitu ujung dari tangkai batang yang
berhenti pertumbuhannya yang seringkali melebar, menebal, dengan ruas- ruas
yang amat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorphosis

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 30

menjadi bagian- bagian bunga duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasannya
lalu nampak duduk dalam satu lingkaran. Dasar bunga (receptaculum) merupakan
ujung tangkai bunga tempat melekatnya bagian- bagian bunga seperti calyx,
corola, stamen, dan ovarium. Bentuk dasar bunga bermacam-macam bentuknya
sesuai dengan bentuk metamorphosis bagian bunga tersebut (Mesuji 2013).

d) Perhiasan Bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan
penjelmaan dari daun yang masih nampak berbentuk lembaran dengan tulang atau
urat daun yang maasih jelas. Biasannya perhiasan bunga dapat dibedakan dalam
dua bagian yang masing-masing duduk dalam satu lingkaran, jadi bagian-bagian
dari perhiasan bunga itu umumnya tersusun dalam dua lingkaran yaitu:

1) Kelopak (Calyk)
Yaitu bagian dari perhiasan bunga yang merupakan lingkaran luar,
biasannya berwarna hijau dan sewaktu bunga masih kuncup
merupakan selubungnya yang berfungsi sebagai pelindung kuncup
terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Kelopak terdiri dari daun-
daun kelopak (Sepala). Daun-daun kelopak pada bunga dapat
berlekatan satu sama lain, atau pula terpisah-pisah dalam lingkaran
bunga.

2) Tajuk Bunga atau mahkota bunga (corolla)
Yaitu bagian perhiasan bunga yang merupakan lingkaran dalam,
biasanya tidaklah berwarna hijau lagi dan warna dari bagian inilah
yang lazimnya merupakan warna bunga. Mahkota bunga terdiri
dari daun mahkota (Petala), seperti halnya daun- daun kelopak,
tajuk bunga juga bisa berlekatan atau terpisah.

3) Tenda Bunga (Perigonium)
Pada suatu bunga seringkali tidak kita dapati perhiasan bunganya,
bunga yang demikian dinamakan bunga telanjang (flos nudus), atau
perhiasan dari bunga tadi tidak dapat dibedakan menjadi kelopak
dan mahkotannya, dengan kata lain kelopak dan mahkotannya
sama, baik bentuk maupun warnannya. Tenda bunga (Perigonium)

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 31

terdiri dari sejumlah daun-daun tenda bunga (tepala). Misalnya
pada bunga atau kembang sungsang dan lilia gereja.
e) Kelamin Bunga, yaitu merupakan bagian terpenting dari bunga, karena
dengan adanya alat-alat (jantan dan betina) tersebut dapat kemudian dihasilkan
alat-alat perkembangbiakan dan selanjutnya berkembang menjadi tanaman baru.
1) Alat kelamin jantan (androecium)
Bagian dari alat kelamin jantan sesungguhnya merupakan
metamorphosis dari daun yang menghasilakan serbuk sari. Androecium
terdiri dari sejumlah benang-benang sari (stamen). Pada bunga benang
sarinnya dapat pula bebas atau berlekatan, ada yang tersusun dalam satu
lingkaran ada pula yang dalam dua lingkaran. Bagian ini merupakan
penjelmaan dari daun masih dapat terlihat misalnya pada bunga tasbih
(Canna hybrida), dimana benang sarinya yang mandul berbentuk
lembaran- lembaran menyerupai daun-daun mahkota.
2) Alat kelamin betina (Gynaecium)
Alat kelamin betina pada bunga biasa disebut dengan putik
(Pistillum). Putik merupakan metamorphosis dari daun yang disebut daun
buah(carpella). Pistilum (putik) terdiri dari ovarium, stilus dan stigma.
Ovarium disusun oleh karpel atau daun buah. Umumnya berjumlah lebih
dari satu. Jika bunga memiliki satu karpel arau lebih yang semuanya
bersatu maka karpel tesebut disebut pistilum. Didalam ovarium terdapat
bakal biji (ovulum). Pada bunga dapat diketemukan satu atau beberapa
putik, dan setiap putik dapat terdiri dari beberapa daun buah, tetapi dapat
pula hanya terdiri dari satu daun buah (Suena 2005).
f). Kelenjar Madu (Nectarium), madu atau nectar yang dihasilkan oleh
bunga berguna untuk menarik perhatian dari serangga atau binatang yang dapat
membantu proses penyerbukan. Kelenjar madu merupakan metamorphosis dari
salah satu bagian bunga yang dapat berasal dari daun mahkota, benang sari atau
bagian bunga yang lain. Letak kelenjar madu pada bunga sesuai dengan letak
bagian bunga yang berubah menjadi kelenjar madu itu.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 32

Letak bunga pada tumbuhan disebut anthotaxis. Berdasarkan posisi bunga
terhadap bunga lain, dibedakan menjadi tiga macam antotaxis, yaitu :

1. Hanya satu bunga (planta uniflora) seperti bunga coklat
(Zephyranthes rosea) dan lili (Lilium longiflorum)
2. Kuntum bunga tersebar dan terdapat sendiri-sendiri ( flores sparsa).
Bunga soliter, letaknya terminal di ujung ranting atau aksiler, seperti
bunga Cucurbita
3. Perbungaan (inflorescentia) terdiri dari satu sumbu bersama tempat
melekat sejumlah kuntum bunga sehingga menghasilkan satu kesatuan.
Benang sari dan putik terlibat langsung dengan produksi benih . Benang
sari beruang mikrosporangia (kasus spora) yang berkembang pesat mikrospora
(potensialbutir serbuk sari ); putiknya mengandung bakal biji, masing-masing
membungkus sel telur. Ketika mikrospora berkecambah, itu dikenal sebagai
butiran serbuk sari. Saat serbuk sari berkumpul di benang sariantera matang,
antera melepaskannya dan serbuk sari dilepaskan.

Gambar penyerbukan
(https://cdn.britannica.com/88/95388-004-6E2508A9/process-
cross-pollination-animal-pollinator.jpg)
Pada setiap jenis tumbuhan memiliki susunan bagian-bagian bunga yang
khas, biasanya diwakili oleh familia tumbuhan yang bersangkutan. Artinya dalam
satu familia ada kemiripan susunan bagian-bagian bunga. Susunan perhiasan
bunga dapat berlepasan atau berlekatan. Perhiasan bunga berlepasan merupakan
ciri tumbuhan yang evolusinya belum maju, sedangkan jenis-jenis tumbuhan

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 33

dengan susunan bunga saling berlekatan menunjukkan kemajuan dalam
filogeninya. Contoh perhiasan bunga yang perlekatannya perhiasan bunga
khususnya pada mahkota membentuk bangunan seperti tabung yang dinamakan
tabung mahkota, seperti pada tumbuhan anggota anak kelas Sympetalae (Zainab,
2019).

Pada beberapa jenis tumbuhan, perhiasan bunganya tidak dapat dibedakan
antara daun kelopak dengan daun mahkota namun diwakili oleh sebuah organ
yang disebut tenda bunga atau perigonium seperti pada anggrek. Salah satu tenda
bunga ini akan bermodifikasi menjadi labellum yang bentuk dan warnanya lebih
menarik. Sifat efisien ini biasanya dianggap lebih maju dalam sejarah evolusinya
(Zainab, 2019).

Bunga biasanya dilengkapi pula dengan kelenjar madu atau nektar. Organ
ini sebetulnya modifikasi dari anther (kepala sari), misalnya pada pisang. Adapula
salah satu kepala sari mandul (staminodia) dari jenis Monocotyledoneae yang
bermodifikasi menjadi labellum untuk menarik serangga (Zainab, 2019).

Tergantung jenis tumbuhan dapat ditemukan tumbuhan dengan bunga
tunggal tetapi juga ada tumbuhan berbunga majemuk. Bunga majemuk juga
bermacam mulai dari yang paling sederhana berbentuk bulir, tandan, malai,
bongkol, tongkol, payung, anak payung menggarpu dan seterusnya. Dalam
identifikasi tumbuhan, bagian yang paling representatif adalah bunga karena sifat
kekompleksannya. Bunga mempunyai sifat tetap tidak mudah berubah oleh
perubahan lingkungan, hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan sifat
organ vegetative (Zainab, 2019).

e. Anatomi dan fisiologi buah

Berdasarkan derajat kekerasan perikarpium (dinding buah) buah dibedakan
ke dalam dua tipe, yaitu buah kering dan buah berdaging. Pada buah yang
berdaging, perikarpium, yang berasal dari dinding ovarium terdiferensiasi menjadi
epikarpium, mesokarpium dan endokarpium. Endokarpium biasanya keras dan
mengandung sel baru. Pada buah kering perikarpium sering mempunyai jaringan

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 34

sklerenkiniatis. Penggolongan buah yang lain didasarkan pada tingkat kemampuan
buah untuk membuka (merekah) atau tidak pada waktu masak.

Secara normal perkembangan buah terjadi setelah pembuahan. Bakal buah
meluas ke arah plasenta dan ovarium. Bertambahnya ukuran buah disebabkan oleh
adanya 2 proses, yaitu pembelahan sel (yang diawali oleh membesarnya sel,
sebelum pembelahan mitosis) dan pembesaran sel selanjutnya. Biasanya awal
terjadinya pembesaran sel tergantung pada pembelahan sel, dan dimulai sebelum
antesis, kemudian berlanjut sampai buah nyata. Tingkat ini kemudian secara
berangsur diganti dengan pembentangan sel, dan diikuti oleh pertumbuhan
memanjang.

Periode tingkat perkembangan buah berbeda-beda dan diikuti pula oleh
pertumbuhan komponen buah seperti perikarpium, kulit biji, endosperm dan
embrio. Faktor yang mempengaruhi perkembangan buah adalah faktor dalam dan
faktor luar. Salah satu faktor dalam adalah perkembangan biji.

Apabila bakal buah berkembang menjadi buah, dinding ovarium menjadi
perikarpium. Dinding ovarium terdiri dari sel-sel parenkim, jaringan pembuluh
dari lapisan epidermis dalam dan luar. Selama pemasakan, perikarpium bertambah
jumlah selnya. Jaringan dasar secara relatif tetap homogen dan parenkim
terdiferensiasi menjadi parenkim dan jaringan sklerenkim. Perikarpium mungkin
terdiferensiasi menjadi 3 bagian yang secara morfologi berbeda yaitu eksokarpium
(lapisan terluar), mesokarpium (bagian tengah), dan endokarpium (lapisan
terdalam). Kadang-kadang eksokarpium dan endokarpium merupakan epiderinis
luar dan epiderinis dalam dinding ovarium. Dinding ovarium menyelubungi
ovarium dimana biji dihasilkan. Struktur jaringan pembuluh bervariasi untuk
setiap jenis buah dan terdapat pada perikarpium. Struktur perikarpium
menunjukkan variasi yang luas untuk setiap jenis atau tipe buah. Ada 2 macam
tipe perikarpium, yaitu parenkimatik, pada buah berdaging dan sklerenkimatik
pada buah kering.

Pada buah polongan, pada waktu buah masak karpel memisah sepanjang
sutur atau kampula yang mengelilingi buah, meninggalkan biji yang melekat pada
rusuk danmembentuk suatu kerangka di sekitar sekat.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 35

Buah pisang (Musa acuminata) mempunyai tipe ovarium inferior,
dengan 3 karpel. Ovarium ini kemudian sebagai buah yang mempunyai biji, atau
buah tanpa biji (partenokarpi). Buah yang berbiji/partenokarpi mempunyai
struktur sama pada awal perkembangan. Akhirnya ovulum pada buah partenokarpi
mengalami degenerasi, dan lokulus ditutupi oleh daging buah yang berasal dari
perikarp dan sekat. Daging buah kaya akan amilum. Pada varietas yang berbiji,
biji yang masak hampir memenuhi lokulus, dan daging buah sangat tipis. Ikatan
pembuluh bersama dengan lateks, terselubung dalam jaringan parenkini dinding
buah.

Berbeda dengan buah pisang, buah tomat (Lycopersicon esculentum),
mempunyai jumlah karpel yang banyak, janingan berdaging terdiri atas
perikarpium, sekat dan plasenta. Jaringan plasenta meluas, memasuki ruang-ruang
antara ovulum. Plasenta menutup lokulus, dan terselubung oleh ovulum. Jaringan
antara ovulum berisi gelatin pada waktu buah masak. Perubahan warna kulit buah
selama pemasakan disebabkan adanya transformasi kloroplas menjadi kromoplas.

Buah yang mengalami penyerbukan akan diikuti oleh pembuahan,
sehingga akan merangsang pembentukan embrio dan biji. Bersama dengan itu
bunga mengalami perubahan yang menyebabkan pembentukan buah. Perhiasan
bunga serta benangsari biasanya layu lalu gugur dan kemudian tangkai putik
mengering kecuali pada beberapa spesies tumbuhan.

Buah dapat berkembang tanpa pembuahan dan perkembangan biji.
Peristiwa tersebut dikenal sebagai partenokarpi. Hal ini sering terjadi pada spesies
yang buahnya berbiji banyak, misalnya pisang, semangka, nenas, dan tomat.
Partenokarpi dapat terjadi tanpa penyerbukan atau hanya memerlukan rangsangan
proses penyerbukan.

Buah yang berkembang hanya dari bakal buah dinamakan buah sejati.
Tetapi jika bagian lain selain bakal buah juga ada bagian tambahan lain yang
berasal dari sekitar bakal buah maka disebut buah semu.

Bagian bunga yang dapat berkembang dan ikut menyusun buah antara
lain: (1) daun pelindung, misalnya klobot tanaman jagung, (2) daun kelopak,
misalnya tanaman terong, (3) tangkai putik, misal pada buah jagung, (4) kepala

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 36

putik, misalnya buah manggis, (5) tangkai bunga, misalnya jambu monyet, (6)
perhiasan bunga, misalnya nangka, (7) dasar bunga, misalnya tanaman elo.

Pada perkembangannya dinding buah sering menebal, bahkan berdaging.
Dalam hal ini dapat dibedakan beberapa lapisan, yaitu :

1. Eksokarp (epikarp/ exocarpium / epicarpium) bagian luar yang
tipis, kuat/kaku dengan permukan licin. yaitu bagian luar yang lebih keras
dan bersifat seperti jangat
2. Mesokarp (mesocarpium) yaitu lapisan bagian tengah yang terdiri
dari jaringan renggang, berdaging, atau berserat dan merupakan bagian
terlebar
3. Endokarp (endocarpium) bagian dalam yang berbatasan dengan
ruang yang mengandung biji, seringkali tebal dan keras yaitu lapisan
paling dalam dan paling tipis
Jika tidak dapat dibedakan, dinding buah disebut perikarp. Di dalam buah
dapat ditemukan biji yang melekat pada plasenta. Jaringan yang menghubungkan
antara plasenta dan biji disebut funikulus.
Menurut perkembangan bakal buah dikenal :
1. Buah tunggal, yaitu hasil perkembangan dari satu atau lebih daun buah
(karpel), dapat berasal dari bunga tunggal atau bunga majemuk
2. Buah majemuk, yaitu buah yang didapat dari perkembangan suatu
perbungaan (bunga majemuk) secara bersama.
3. Buah ganda (agregat), yaitu buah yang dibentuk oleh ginesium apokarp.

Setiap daun buah mempertahankan diri hingga buah masak, misalnya pada
cempaka (Michelia champaka), berdasarkan hal tersebut, buah dapat
dikelompokkan lagi menjadi :

1. Buah Sejati, Buah sejati tunggal, misalnya buah alpukat (Persea
americana), pepaya (Carica papaya), durian (Durio zibentinus), Buah
sejati ganda, misalnya buah cempaka (Michelia champaka), Buah
sejati majemuk, misalnya buah Ficus (Ficus sp). Buah sejati disebut
demikian jika buah semata-mata terbentuk dari bakal buah (Zainab, 2019).

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 37

2. Buah Semu, Buah semu tunggal, Dinamakan buah

semu jika buah yang terbentuk berasal bukan dari bagian bunga secara

langsung, mungkin dari tangkai bunga sehingga biji yang sesungguhnya

terdapat di luar buah seperti pada jambu monyet (Anacardium

occidentale), Buah semu ganda, misalnya buah arbei (Fragraria ananasa),

buah semu majemuk, misalnya buah nangka (Arthrocarpus heterophila).

Buah terbentuk apabila terjadi penyerbukan (polinasi) kemudian

dilanjutkan dengan terjadinya pembuahan (fertilisasi) maka akan terbentuklah

embrio dalam biji. Fertilisasi yang terjadi di dalam tumbuhan berbiji tertutup

adalah bersifat ganda sebab terjadi peleburan antara sel generatif I dengan sel telur

membentuk embrio dan peleburan inti generatif II dengan sel kandungan lembaga

sekunder membentuk cadangan makanan (endosperm). Biji biasanya terletak di

dalam buah, pelindung biji yang berupa daging buah tersebut sebetulnya adalah

berasal dari daun buah (carpela) (Zainab, 2019).

Contoh struktur buah dapat dilihat pada gambar 22.

Gambar 22. Struktur Buah

f. Anatomi dan fisiologi biji

Biji terdapat pada buah dan mengandung semua informasi genetik yang
diperlukan untuk berkembang menjadi seluruh tanaman. Struktur biji terdiri dari
tiga bagian yaitu embrio, endosperma dan kulit biji. Embrio adalah bakal
tumbuhan yang bila kondisinya menguntungkan akan tumbuh menjadi tumbuhan
baru. Endosperma atau kotiledon merupakan persediaan makanan bawaan bagi
bakal tumbuhan (kecuali pada anggrek) yang mengandung protein, karbohidrat

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 38

dan lemak. Kulit biji merupakan penutup luar yang keras dan berfungsi
melindungi benih dari penyakit dan serangga serta mencegah air masuk ke dalam
benih sebelum waktu yang tepat untuk berkecambah. Bagian-bagian dari biji
dapat dilihat pada Gambar 23.

Gambar 23. Struktur / Bagian-Bagian Biji
(https://1.bp.blogspot.com/-
ar6GIKUsJe4/VrgExWjJNkI/AAAAAAAACHI/3rH2jZA1jjU/s1600/str
uktur%2Bbiji%2Bbuah%2Bdikotil%2Bdan%2Bmonokotil.jpg)
Biji memiliki bagian-bagian:
1. Kulit biji (spermodermis)
Berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Pada tumbuhan berbiji
tertutup (Angiospermae) kulit biji terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar (testa)
keras dan lapisan dalam (tegmen) sebagai kulit ari. Pada tumbuhan berbiji
telanjang umumnya tersusun dari kulit luar (sarcotesta), kulit tengah (scierotesta),
dan kulit dalam (endotesta). Alat tambahan pada kulit biji dapat berupa:

(1) sayap (alae), adalah alat tambahan pada kulit luar, umumnya
digunakan untuk pemencaran biji,
(2) bulu (coma), berasal dari sel kulit biji bagian terluar, menjadi
rambut atau bulu halus, umumnya berguna untuk pemencaran,
(3) salut biji (arillus), merupakan pertumbuhan tali pusar atau
penggantung biji (funiculus),

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 39

(4) salut biji semu (ariflodium), berasal dan pertumbuhan bagian liang
bakal biji (microphyle),
(5) pusar biji (hilus), bekas pelekatan dengan tali pusar, dengan warna
dan kekasaran yang berbeda,
(6) liang biji (microphyle),
(7) tulang biji (raphe), terusan tali pusar pada biji.

2. Tali pusar (foenikulus)
Tali pusar sering disebut sebagai penggantung biji, dapat memiliki bentuk
yang bervariasi, bila biji telah tua maka tali pusar umumnya mengering dan lepas.

3. Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)
Inti biji terdiri atas lembaga (embrio) dan putih lembaga (albumen) yang
berisikan cadangan makanan, untuk pertumbuhan kecambah, sebelum memiliki
kemampuan mencari makan sendiri.
Pada tumbuhan berbiji lembaga memperlihatkan tiga bagian utama tubuh
tumbuhan, yaitu :

(1) Akar lembaga atau calon akar (radicula) bagian ini tumbuh
hipokotil (hypocotyhe), di ujungnya akan tumbuh akar primer (radix
primarius), yang pada tumbuhan Dicotyledoneae membentuk sistem
akar
tunggang. Pada Monocotyledoneae akar primer mereduksi sehingga
terbentuk sistem akar serabut.
(2) Daun lembaga (cotyledon), merupakan daun pertama, pada
Dicotyledoneae berjumlah dua (keping dua), pada Monocotyledoneae
berjumlah satu (keping satu).
(3) Batang lembaga (caulicula), merupakan cikal bakalnya batang
yang memiliki ruas (internodes) dan buku (node), dapat dibedakan
antara ruas batang di atas daun lembaga (internodium epicotylum) dan
ruas di bawah daun lembaga (internodium hypocotylum).

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 40

4. Forum Diskusi
Berdiskusi tentang karakteristik atau ciri-ciri fragmen pengenal dari
penampang mikroskopis dari masing-masing simplisia daun, batang, akar, bunga,
buah dan biji.

C. PENUTUP

1. Rangkuman
Tumbuhan merupakan salah satu jenis kekayaan hayati yang sangat
beraneka ragam. Salah satu manfaat tumbuhan bagi manusia khususnya di bidang
farmakognosi adalah digunakan sebagai obat tradisional. Agar obat tradisional
tersebut dapat dipertanggungjawabkan dari sisi keamanan dan manfaatnya, maka
kebenaran tanaman yang akan digunakan sebagai bahan baku obat tradisional
menjadi syarat mutlak. Padahal tumbuhan sangat beraneka ragam oleh karena itu
perlu dipelajari tentang karakteristik tumbuhan. Tumbuhan berbiji secara umum
dapat digolongkan menjadi tumbuhan dikotil dan monokotil. Struktur tumbuhan
secara umum terdiri atas daun, batang dan akar. Daun berfungsi untuk
fotosintesis, batang sebagai organ penyokong tumbuhan, akar berfungsi untuk
menyerap unsur hara dari tanah (Zainab, 2019).
Daun pada setiap jenis tumbuhan memiliki karakteristik yang berbeda-
beda ada yang memiliki daun lengkap (sempurna) dan ada yang tidak lengkap.
Bagian yang merupakan karakteristik daun misalnya bentuk daun, tepi daun,
pangkal daun, ujung daun dan tipe daun (tunggal atau majemuk). Struktur anatomi
daun terdiri atas sel epidermis, kutikula, jaringan palisade, mesofil, jaringan spong
dan stomata.
Batang tumbuhan terdiri atas batang pokok, batang cabang dan ranting.
Pada tumbuhan ada yang jelas berbatang dan ada yang tidak (tumbuhan berbentuk
roset). Batang pada tumbuhan jelas berbatang dapat dikelompokkan menjadi
batang basah (herbaceous), batang berkayu (lignosus), batang rumput (calmus),
batang mendong (calamus). Karakteristik batang yang dapat diamati dari

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 41

permukaan batang, lokasi tumbuh batang dan bentuk batang. Struktur anatomi
batang terdiri atas sel epidermis, kortek, endodermis dan stele.

Akar berfungsi sebagai organ yang bertanggungjawab untuk menyerap
unsur hara dari dalam tanah dan mentransfer ke bagian lain yang membutuhkan.
Struktur akar terdiri atas leher akar, batang akar, cabang akar, bulu akar, ujung
akar dan tudung akar.

Bunga merupakan bagian tanaman yang berfungsi sebagai alat reproduksi.
Bunga sebenarnya adalah ranting yang bersumbu pendek dengan daun-daun yang
rapat dan berfungsi sebagai organ reproduktif tumbuhan. Bunga sempurna
biasanya tersusun atas beberapa bagian organ seperti tangkai bunga (pedunculus),
dasar bunga (reseptakulum), kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari
(stamen), putik (pistillum), dan bakal buah (ovarium). Bunga biasanya dilengkapi
pula dengan kelenjar madu atau nektar. Organ ini sebetulnya modifikasi dari
anther (kepala sari), misalnya pada pisang. Adapula salah satu kepala sari mandul
(staminodia) dari jenis Monocotyledoneae yang bermodifikasi menjadi labellum
untuk menarik serangga.

Buah terbentuk apabila terjadi penyerbukan (polinasi) kemudian
dilanjutkan dengan terjadinya pembuahan (fertilisasi) maka akan terbentuklah
embrio dalam biji. Buah juga terdiri atas buah sejati dan buah semu. Daging buah
biasanya menebal dan berdaging, membentuk beberapa lapisan yaitu
eksokarp/epikarp (exocarpium / epicarpium), mesokarp (mesocarpium) dan
endocarp (endocarpium).

Biji terdapat pada buah dan mengandung semua informasi genetik yang
diperlukan untuk berkembang menjadi seluruh tanaman. Struktur biji terdiri dari
tiga bagian yaitu embrio, endosperma dan kulit biji.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 42

2. Test Formatif
Silahkan kerjakan soal-soal di bawah ini!
1. Perhatikan gambar di bawah ini!

Daun berhadapan yaitu setiap buku mengandung 2 daun yang saling
berhadapan merupakan tata letak daun pada batang yang disebut
dengan. . . .
A. Alternate
B. Spiral
C. Opposite
D. Whorled
E. Decussate
2. Daun duduk merupakan daun yang hanya terdiri atas helaian saja tanpa
upih dan tangkai sehingga helaian langsung melekat atau duduk pada
batang. Susunan daun memiliki pangkal yang lebar sehingga daun
seakan-akan melingkari batang atau memeluk bantang oleh karena itu
dinamakan juga dengan daun memeluk batang (amplexi-caulis).
Tanaman di bawah ini yang memiliki daun dengan susunan daun duduk
/ daun memeluk batang adalah. . . .
A. Tempuyung
B. Padi
C. Nangka
D. Manga
E. Akasia

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 43

3. Perhatikan gambar di bawah ini!

Pernyataan di bawah ini yang merupakan ciri yang membedakan antara
batang tanaman monokotil dengan dikotil adalah. . . .
A. Berkas pengangkut tanaman dikotil banyak, tertutup, berbentuk

oval
B. Hypodermis tanaman monokotil terdiri atas kolenkim
C. Stele pada tanaman monokotil berupa tipe eustele
D. Jaringan dasar pada tanaman dikotil berdiferensiasi menjadi

korteks & empulur
E. Tanaman monokotil memiliki lapisan endodermis dan perisikel
4. Jika kita membuat sayatan melintang akar tumbuhan dikotil, kemudian
diamati dengan mikroskop akan terlihat susunan anatomis akar dikotil
sebagai berikut:
1. Stele
2. Korteks
3. Epidermis
4. Endodermis

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 44

Urutan mana yang menunjukkan susunan anatomis akar dikotil dari luar
ke dalam?
A. 3-2-4-1
B. 1-4-3-2
C. 4-3-1-2
D. 1-3-2-4
E. 3-1-4-2
5. Persediaan makanan bawaan bagi bakal tumbuhan (kecuali pada
anggrek) yang mengandung protein, karbohidrat dan lemak dalam biji
terletak pada. . . .
A. Embrio
B. Kotiledon
C. Kulit biji
D. Radikula
E. Plumula
6. Bagian tumbuhan yang umumnya bebentuk silidris dan berfungsi untuk
memberikan kekuatan fisik yang diperlukan tumbuhan disebut dengan :
A. Buah
B. Bunga
C. Daun
D. Akar
E. Batang
7. Perhatikan gambar penampang daaun berikut

A

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 45

Huruf A pada gambar penampang daun diatas adalah…
A. Parenkim palisade
B. Epidermis
C. Kutikula
D. Parenkim spong
E. Berkas pengangkut
8. Perhatikan gambar penampang akar dibawah ini!

3

4 1
5 2

6
7

Angka 7 pada gambar akar dibawah ini desebut dengan …
A. Bulu akar
B. Tudung akar
C. Batang akar
D. Rambut akar
E. Cabang akar
9. Bagian tanaman yang perlu dilakukan pengubahan bentuk sebelum
dibuat simplisia kecuali ..
A. Umbi
B. Biji
C. Batang
D. Rimpang
E. Kayu

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 46

10. Bentuk batang pada tanaman seledri adalah
A. Quadrangularis
B. Bulat
C. Triangularis
D. Liner
E. Pipih

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 47

DAFTAR PUSTAKA

Benyamin Lakitan, Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan, (Jakarta : PT Raja Grafindo
Perseda, 2013), h. 1-2

Campbell, N. A. and J. B. Reece. 2002. Biology. Sixth Edition, Pearson
Education. Inc.San Francisco. 802-831.

Departemen Kesehatan RI. 1977. Materia Medika Indonesia Jilid I. Kemenkes:
Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. 1989. Materia Medika Indonesia Jilid VI. Kemenkes:
Jakarta.

Dwidjoseputro, D, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, ( Jakarta : PT. Gramedia
Pusaka Utama, 1994),

Eva Latifah Hanum dkk. 2007. Biologi 2 SMA dan MA Kelas XI. PT. Remaja
Rosdakarya: Bandung.

Fery Norgendy dkk. 2013. Farmakognosi untuk SMK Farmasi Volume I. Penerbit
Buku Kedokteran EGC : Jakarta.

Indah Yulia Ningsih, S.Farm., M.Farm., Apt. 2016. Modul Botani Farmasi.
Universitas Jember : Jawa Timur.

Indarti Purwo Utami, S.Si, M.Pd. 2020. Modul 2 Anatomi dan Fisiologi
Tumbuhan. KSM Biologi: Jakarta

Indayana Febriani Tanjung dan Enni Halimatussa’diyah, Diktat Biologi Umum
(2017) hal. 86

Sri Wahyuni, Elly Purwanti, Samsun Hadi, Diani Fatmawati. 2019. Anatomi
Fisiologi Tumbuhan. UMM Press: Malang.

Zainab, M.Si., Apt. 2019. Modul 2 Farmakognosi. Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan: Jakarta.

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 48

Kunci Jawaban Tes Formatif
1. C
2. A
3. D
4. A
5. B
6. E
7. A
8. B
9. B
10. C

ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN 49


Click to View FlipBook Version