The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Creative book ini membahas tentang disfungsi atau penyakit yang terjadi dalam sebuah organisasi, mencakup berbagai masalah yang menghambat kinerja dan kesehatan organisasi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Christina Sri wahyuni, 2024-06-05 07:18:37

Patologi Organisasi dan Penyehatan Organisasi

E-Creative book ini membahas tentang disfungsi atau penyakit yang terjadi dalam sebuah organisasi, mencakup berbagai masalah yang menghambat kinerja dan kesehatan organisasi.

Faktor dan Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi 4. Perubahan Demografi dan Sosial : Perubahan dalam demografi populasi, tren gaya hidup, atau preferensi konsumen juga dapat mempengaruhi kebutuhan dan prioritas kesehatan organisasi. Misalnya, peningkatan kesadaran akan kesehatan mental atau gaya hidup sehat dapat memicu permintaan untuk programprogram kesehatan yang lebih berfokus pada aspek tersebut. 5. Ketidakpastian Lingkungan Global : Faktor-faktor lingkungan global seperti perubahan iklim atau pandemi penyakit juga dapat memengaruhi upaya penyehatan organisasi secara signifikan. Organisasi perlu siap untuk menanggapi perubahan lingkungan yang cepat dan tidak terduga ini dengan mengadaptasi program-program kesehatan mereka sesuai kebutuhan. Untuk mengatasi ketidakpastian lingkungan eksternal, organisasi perlu mengadopsi pendekatan yang adaptif dan responsif. Hal ini melibatkan pemantauan terusmenerus terhadap tren dan perubahan di lingkungan eksternal, serta kemampuan untuk merencanakan dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tersebut. Selain itu, kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal juga dapat membantu organisasi dalam mengatasi ketidakpastian dan menciptakan solusi yang efektif dalam upaya penyehatan mereka. 45


Faktor dan Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi d. Tantangan Teknis dan Keterampilan Tantangan teknis dan keterampilan dalam penyehatan organisasi dapat bervariasi tergantung pada kompleksitas program kesehatan yang diimplementasikan dan sumber daya yang tersedia. Beberapa tantangan utama dalam hal ini meliputi : 1. Keterbatasan Keterampilan Tenaga Kerja : Organisasi mungkin menghadapi tantangan dalam menemukan atau mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk merancang, melaksanakan, dan memantau program-program kesehatan. 2. Kesenjangan Pengetahuan : Karyawan mungkin memiliki pengetahuan yang terbatas tentang kesehatan dan kesejahteraan, serta pentingnya menerapkan praktik kesehatan di tempat kerja. Hal ini dapat menjadi hambatan dalam upaya penyehatan organisasi, karena kesadaran dan pemahaman yang kurang dapat mengurangi partisipasi dalam programprogram kesehatan. 3. Keterbatasan Teknologi : Implementasi programprogram kesehatan sering kali memerlukan penggunaan teknologi seperti perangkat lunak manajemen kesehatan atau aplikasi kesehatan. Tantangan teknis dapat muncul dalam hal integrasi sistem, keamanan data, atau aksesibilitas teknologi bagi karyawan yang kurang terampil secara teknis. 46


Faktor dan Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi 4. Keterbatasan Sumber Daya IT : Organisasi mungkin tidak memiliki infrastruktur IT yang memadai untuk mendukung program-program kesehatan yang kompleks. Hal ini termasuk kurangnya perangkat keras atau perangkat lunak yang diperlukan, serta kurangnya staf IT untuk mengelola dan memelihara sistem tersebut. 5. Kompleksitas Pengelolaan Data Kesehatan : Programprogram kesehatan sering kali melibatkan pengumpulan dan analisis data kesehatan karyawan. Tantangan teknis dapat muncul dalam hal mengelola data yang kompleks, memastikan keamanan dan kepatuhan privasi, serta menerjemahkan data tersebut menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan. Untuk mengatasi tantangan teknis dan keterampilan dalam penyehatan organisasi, penting untuk melakukan investasi dalam pengembangan keterampilan karyawan, baik melalui pelatihan internal maupun eksternal. Selain itu, organisasi juga perlu mempertimbangkan kerja sama dengan mitra eksternal seperti penyedia layanan kesehatan atau perusahaan teknologi untuk mendukung implementasi program-program kesehatan. 47


Faktor dan Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi e. Perubahan Sosial dan Demografis Perubahan sosial dan demografis memiliki dampak yang signifikan dalam upaya penyehatan organisasi. Untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang muncul, organisasi perlu memahami secara mendalam perubahan-perubahan ini dan mengadaptasi strategi kesehatan mereka. 1. Perubahan Gaya Hidup : Perubahan dalam gaya hidup, seperti peningkatan konsumsi makanan olahan atau gaya hidup yang kurang aktif secara fisik, dapat meningkatkan risiko kesehatan di tempat kerja, seperti obesitas atau penyakit jantung. 2. Peningkatan Kebutuhan akan Kesehatan Mental: : Peningkatan tekanan dan stres dalam lingkungan kerja modern telah menyebabkan peningkatan masalah kesehatan mental di tempat kerja. 3. Pergeseran Demografis Tenaga Kerja : Pergeseran demografis dalam tenaga kerja, seperti peningkatan proporsi milenial atau baby boomer yang menuju pensiun, dapat mempengaruhi kebutuhan kesehatan di tempat kerja. Organisasi perlu memahami preferensi dan kebutuhan kesehatan yang berbeda dari berbagai kelompok demografis, dan menyediakan programprogram kesehatan yang sesuai. 48


4. Peningkatan Diversitas dan Inklusi : Peningkatan kesadaran akan diversitas dan inklusi juga mempengaruhi upaya penyehatan organisasi. Organisasi perlu memastikan bahwa program-program kesehatan mereka mencerminkan kebutuhan dan preferensi dari berbagai latar belakang dan identitas karyawan. Melalui pemahaman yang mendalam tentang perubahan sosial dan demografis yang terjadi, organisasi dapat merancang strategi penyehatan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan karyawan. Hal ini melibatkan penyesuaian programprogram kesehatan, komunikasi yang efektif, dan budaya kerja yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan karyawan secara menyeluruh. Dengan mengidentifikasi dan mengatasi tantangantantangan ini, organisasi dapat meningkatkan efektivitas upaya penyehatan mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan. Faktor dan Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi 49


Faktor dan Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi f. Peningkatan Kesadaran akan Kesehatan Peningkatan kesadaran akan kesehatan dalam penyehatan organisasi adalah fenomena penting yang telah menjadi lebih menonjol dalam beberapa dekade terakhir. Berikut adalah penjelasan mendalam tentang bagaimana peningkatan kesadaran akan kesehatan mempengaruhi penyehatan organisasi: 1. Perubahan Paradigma Kesehatan di Tempat Kerja : Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi perubahan signifikan dalam cara pandang terhadap kesehatan di tempat kerja. Dulu, kesehatan karyawan sering kali dilihat sebagai tanggung jawab individu, tetapi sekarang, semakin banyak organisasi yang memahami bahwa mereka memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan karyawan. 2. Penerapan Program Kesehatan yang Komprehensif : Peningkatan kesadaran akan kesehatan telah mendorong organisasi untuk menerapkan program program kesehatan yang lebih komprehensif. Programprogram ini tidak hanya mencakup aspek fisik seperti olahraga dan diet, tetapi juga aspek mental seperti manajemen stres dan keseimbangan kehidupan kerja. 50


Faktor dan Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi 3. Manfaat Ekonomi dari Kesehatan Karyawan : Organisasi yang sadar akan kesehatan karyawan sering kali melihat manfaat ekonomi yang signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang sehat cenderung lebih produktif, memiliki tingkat absensi yang lebih rendah, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka. 4. Kesehatan Mental sebagai Prioritas Utama : Salah satu perubahan terbesar yang disebabkan oleh peningkatan kesadaran akan kesehatan adalah perhatian yang lebih besar terhadap kesehatan mental. Organisasi semakin menyadari bahwa kesehatan mental karyawan adalah aspek kritis dari kesejahteraan secara keseluruhan. 5. Penggunaan Teknologi dalam Program Kesehatan : Kesadaran yang lebih tinggi akan kesehatan juga telah mendorong penggunaan teknologi untuk mendukung program kesehatan di tempat kerja. Aplikasi kesehatan, platform telemedicine, dan alat pelacakan kesehatan adalah beberapa contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memantau dan meningkatkan kesehatan karyawan. 51


Faktor dan Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi 6. Budaya Kerja yang Mendukung Kesehatan : Peningkatan kesadaran akan kesehatan juga mendorong perubahan budaya kerja. Organisasi yang berkomitmen terhadap kesehatan karyawan menciptakan budaya yang mendukung kesejahteraan, di mana karyawan merasa dihargai dan didukung dalam upaya mereka untuk hidup sehat. 7. Kolaborasi dan Kemitraan : Kesadaran yang meningkat juga mendorong organisasi untuk bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan, lembaga pemerintah, dan organisasi non-profit untuk memperkuat upaya penyehatan. Kolaborasi ini memungkinkan organisasi untuk memanfaatkan keahlian dan sumber daya eksternal, memperluas jangkauan dan efektivitas program kesehatan mereka. 8. Evaluasi dan Pengukuran Keberhasilan : Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan, organisasi juga menjadi lebih berfokus pada evaluasi dan pengukuran keberhasilan program kesehatan mereka. Penggunaan metrik kesehatan, survei karyawan, dan analisis data kesehatan menjadi alat penting untuk menilai dampak program dan membuat perbaikan yang diperlukan. 52


Secara keseluruhan, peningkatan kesadaran akan kesehatan telah mengubah cara organisasi memandang dan menangani kesehatan karyawan. Dengan mengakui pentingnya kesehatan sebagai bagian integral dari strategi bisnis, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan memuaskan bagi karyawan mereka. Ini bukan hanya tentang mengurangi biaya kesehatan atau meningkatkan produktivitas, tetapi juga tentang menciptakan budaya yang menghargai dan mendukung kesejahteraan setiap individu dalam organisasi. Faktor dan Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi Hambatan yang Mempengaruhi Kesehatan Organisasi 53


a. Meningkatkan Produktivitas: Dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung, penyehatan organisasi dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Karyawan yang merasa dihargai dan didukung cenderung lebih bersemangat dan berkinerja tinggi dalam melakukan tugas-tugas mereka. b. Menurunkan Tingkat Absensi dan Turnover: Program kesehatan dan kesejahteraan yang diterapkan dalam upaya penyehatan organisasi dapat membantu menurunkan tingkat absensi dan turnover karyawan. Karyawan yang merasa kesejahteraan mereka diprioritaskan cenderung lebih termotivasi untuk tetap tinggal dan berkontribusi dalam organisasi. Manfaat dan Pentingnya Penyehatan Organisasi 1. Manfaat Penyehatan Organisasi Manfaat penyehatan organisasi adalah ebuah konsep yang mendalam dan luas, mencakup dampak positif yang luas terhadap kesejahteraan karyawan, produktivitas, dan keseluruhan kinerja perusahaan. Dalam konteks penyehatan organisasi, manfaat ini melampaui sekadar aspek fisik, melibatkan juga aspek psikologis dan sosial dari lingkungan kerja. Berikut adalah penjelasan panjang tentang manfaat penyehatan organisasi: 54


Manfaat dan Pentingnya Penyehatan Organisasi c. Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan: Penyehatan organisasi membantu meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental karyawan dengan menyediakan akses ke program-program kesehatan, dukungan psikologis, dan lingkungan kerja yang mendukung. Karyawan yang merasa baik secara fisik dan mental cenderung lebih bahagia dan produktif. d. Meningkatkan Kualitas Produk atau Layanan: Kesejahteraan karyawan berdampak langsung pada kualitas produk atau layanan yang dihasilkan oleh organisasi. Karyawan yang merasa didukung cenderung memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan atau menghasilkan produk yang lebih berkualitas. e. Meningkatkan Reputasi Organisasi: Organisasi yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan karyawan cenderung memiliki reputasi yang lebih baik di mata masyarakat. Reputasi positif ini dapat meningkatkan daya tarik organisasi bagi bakatbakat terbaik dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. 55


Manfaat dan Pentingnya Penyehatan Organisasi 2. Pentingnya penyehatan Organisasi Lingkungan kerja yang produktif, sehat, dan berkelanjutan. Upaya penyehatan organisasi tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik karyawan, tetapi juga kesehatan mental dan emosional mereka. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan secara menyeluruh, meningkatkan kepuasan dan kinerja karyawan, serta mengurangi biaya terkait kesehatan dan absensi. Pentingnya penyehatan organisasi juga tercermin dalam kemampuannya untuk meningkatkan reputasi perusahaan dan menarik bakat terbaik. Sebagai hasilnya, organisasi yang memprioritaskan penyehatan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan di pasar kerja yang semakin kompetitif. Penyehatan organisasi bukan hanya tentang meningkatkan kesehatan karyawan, tetapi juga tentang menciptakan budaya kerja yang inklusif, peduli, dan berkelanjutan. Dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, organisasi dapat mencapai berbagai manfaat yang signifikan bagi karyawan, pelanggan, dan keseluruhan organisasi. 56


Evaluasi dan Pengukuran Keberhasilan Penyehatan Organisasi Evaluasi dan Pengukuran Keberhasilan Penyehatan Organisasi Evaluasi dan pengukuran keberhasilan penyehatan organisasi adalah proses penting dalam memastikan efektivitas dan keberlanjutan program-program kesehatan di sebuah organisasi. Berikut adalah beberapa metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi dan pengukuran keberhasilan penyehatan organisasi : 1. Metode Evaluasi Kesehatan Organisasi Metode evaluasi kesehatan organisasi mencakup survei karyawan, focus group discussions (FGD), dan analisis dokumen. FGD memberikan wawasan lebih mendalam tentang masalah-masalah yang mempengaruhi kesehatan organisasi melalui diskusi kelompok dengan karyawan. 2. Indikator Kinerja Organisasi Indikator kinerja organisasi seperti tingkat produktivitas, tingkat absensi dan turnover karyawan, serta tingkat kecelakaan kerja juga digunakan untuk mengukur keberhasilan upaya penyehatan organisasi. Tingkat kecelakaan kerja menjadi indikator keselamatan dan kondisi kerja yang aman di lingkungan kerja. 57


3. Analisis Data dan Temuan Pendekatan kuantitatif menggunakan data numerik seperti angka keuangan, angka produksi, dan tingkat absensi untuk mengukur dampak dari perubahan atau program-program penyehatan organisasi. Pendekatan kualitatif memanfaatkan data dari survei karyawan, FGD, dan analisis dokumen untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang pengaruh penyehatan organisasi terhadap budaya dan praktik kerja. Evaluasi dan Pengukuran Keberhasilan Penyehatan Organisasi Evaluasi dan Pengukuran Keberhasilan Penyehatan Organisasi 58


Hamirul. (2019). Potret Patologi Birokrasi Di Kantor Badan Pertanahan Nasional Agraria dan Tata Ruang (BPN-ATR), Kota Cimahi . Jurnal Ilmu Administrasi. Hasim, D. (2023). Patologi Birokrasi dalam Pelayanan Publik. Jurnal Governance and Politics (JGP). Mustain, I. I. (2021). STRATEGI PENYEHATAN MANAJEMEN PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA RUMAH SAKIT UMUM AT-TUROTS AL-ISLAMY, KABUPATEN SLEMAN, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA). Skripsi. Yogyakarta. Setiyanti, S. W. (2013). EMPAT DISIPLIN MENJADI ORGANISASI YANG SEHAT. Jurnal STIE Semarang. Tebay, V. (2021). Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Budi Utama. Wijaya, C. (2017). Perilaku Organisasi. Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia. Winardi, J. (2016). Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Setiawan, A. (2023). "Manfaat Penyehatan Organisasi: Pandangan dari Praktisi Manajemen."Jurnal Bisnis dan Manajemen, 8(2), 45-58 Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Al Huda, Taufik. (2021). "Pengukuran Kinerja Program Kesehatan Karyawan di Perusahaan." Jurnal Manajemen dan Kesehatan Kerja Indonesia. Santoso, B. (2020). "Peningkatan Produktivitas Melalui Penyehatan Organisasi: Studi KasusPerusahaan XYZ." Jurnal Manajemen Organisasi Indonesia,10(2), 45-58. Yolanda, Annisa. (2024, Mei 9). Peran Kepemimpinan Transformasi dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Kesehatan. Klik Medika. Diakses pada 28 Mei 2024 Melalui https://klikmedika.id/peran-kepemimpinantransformasional-dalam-meningkatkan-kinerja-organisasiDAFTAR PUSTAKA 59


Click to View FlipBook Version