Desty Auliya Utami X'A
Putri Salju
PENULIS
HANS CHRISTIAN ANDERSON
Hiduplah seorang ratu yang sedang
mengandung di dalam istana. Ia senang
melihat pemandangan dari jendela istananya.
Ia seringkali melihat banyak salju dan kicauan
burung merdu sambil menjahit sebuah baju.
Suatu hari ia berkata dalam hati tentang akan
dilahirkannya.
“Aku ingin melahirkan putri yang cantik.
Kulitnya putih seperti salju, bibirnya merah
seperti delima, serta rambutnya hitam pekat
dan panjang,” ujarnya dalam hati.
Tiba-tiba, ia tertusuk jarum sehingga darah
menetes ke atas salju di luar jendela.
Beberapa hari kemudian, ia melahirkan anak
perempuan yang cantik sesuai harapannya,
yang diberi nama Putri Salju. Namun, sesaat
setelah melahikan, Ratu meninggal.
1
Setelah Putri Salju beranjak dewasa, Raja tidak
mau anaknya kesepian, hinggga ia memutuskan
untuk menikah lagi. Namun, ibu tiri bersikap
tidak baik pada Putri Salju, karena merasa
kecantikan sang putri menyaingi dirinya.
Sang ibu tiri mulai memiliki rencana jahat pada
Putri Salju. Ia menyuruh prajurit membawa Putri
Salju jauh dari istana untuk mencelakainya diam-
diam. Ia juga meminta hati Putri Salju sebagai
buktinya.
Prajurit kemudian mengajak Putri Salju pergi jauh
dari istana, ia membawanya jauh ke dalam hutan.
Saat ingin membunuhnya, sang prajurit bimbang
dan tidak bisa mencelakai Putri Salju. Ia pun
membiarkan Putri Salju sendirian hidup di hutan.
Prajurit kembali ke istana membawa hati kerbau
sebagai pengganti hati Putri Salju.
Ratu yang jahat senang karena mengira Putri
Salju telah tiada dan tidak ada yang menyaingi
kecantikannya. Ia pun bercermin dan memuji
dirinya, “Sekarang, akulah yang paling cantik di
negeri ini!” 2
Putri Salju pun kebingungan di dalam
hutan, ia menyusuri setiap hutan hingga
akhirnya melihat sebuah rumah mungil dari
kejauhan. Putri Salju pun segera mendekati
rumah itu.
Saat ia masuk ke dalam rumah itu, ia
melihat tempat duduk dan tempat tidur
yang masing-masing berjumlah tujuh,
setiap perabotan pun juga berjumlah tujuh.
Karena rasa lelah dan lapar, ia menyantap
makanan yang tersedia di meja makan.
Setelah selesai makan, Putri Salju berbaring
di kamar.
Ia tidak tahu bahwa rumah mungil itu
dihuni oleh para kurcaci.
3
Setelah seharian bekerja di hutan, para
kurcaci tersebut pulang ke rumah
dengan senang. Mereka sangat lapar dan
ingin segera makan. Saat membuka
pintu rumah, semua kurcaci terkejut.
Karena hanya sedikit makanan yang
tersisa.
“Siapa yang telah memakan makanan
kita?” tanya kurcaci.
Kurcaci yang lain melihat ke arah
kamar, dan segera membuka pintu
kamar. Tampaklah seorang putri cantik
yang berbaring di kamar mereka.
“Sepertinya ia kelelahan, biarkan ia
beristirahat di sini,” ujar kurcaci lainnya.
4
Tak lama kemudian, Putri Salju
terbangun dan terkejut melihat para
kurcaci mengelilinginya. Ia kemudian
meminta maaf pada para kurcaci
karena telah masuk ke rumah tanpa
seizin mereka.
Ia pun menceritakan kejadian yang
sebenarnya. Karena tak punya tujuan,
Putri Salju meminta pada tujuh kurcaci
agar diperbolehkan tinggal bersama
mereka di rumah yang mungil.
Semua kurcaci pun menerima
kehadirannya, tetapi Putri Salju harus
memasak untuk tujuh kurcaci dan
membereskan rumah.
5
Suatu hari, Ratu bercermin di cermin
ajaibnya, ia pun bertanya, “Hai cermin
ajaibku, siapa yang paling cantik di
negeri ini?”
Cermin ajaib menjawab, “Putri Salju
yang paling cantik.”
Ratu pun marah karena tahu Putri Salju
masih hidup dan dibohongi prajuritnya
sendiri, ia pun hendak berniat jahat lagi
ke Putri Salju. Sang Ratu mencari
keberadaan Putri Salju dan mengubah
dirinya menjadi seorang nenek yang
membawa keranjang apel.
Salah satu apel yang dibawanya telah
diberi racun, ia pun kemudian menuju
ke hutan untuk mencari Putri Salju.
6
Kemudian, ia bertemu dengan Putri
Salju. Ratu yang menjadi sosok nenek,
menawarkan apel yang dibawanya
untuk ditukar dengan roti. Karena iba,
Putri Salju pun bersedia menukarnya.
Putri Salju menerima apel racun itu
tanpa curiga.
Setelah memakan apel tersebut, ia pun
tidak sadarkan diri. Setelah tujuh
kurcaci pulang, mereka sedih melihat
Putri Salju yang terbaring tak sadarkan
diri.
Tujuh kurcaci itu mengira Putri Salju
telah meninggal dunia, sehingga
memutuskan untuk memasukkan Putri
Salju ke dalam peti. Lalu, mereka
letakkan di depan rumah dan
menghiasnya dengan bunga. 7
Suatu hari, ada Pangeran berkuda yang
menyusui hutan. Ia melihat peti berisi
Putri Salju, dan mengira itu adalah putri
yang selalu datang ke dalam mimpinya.
Ia pun mencium sang putri dan keajaiban
pun terjadi.
Putri Salju perlahan membuka matanya.
Semua kurcaci sangat gembira melihat
hal tersebut, kemudian pangeran
meminta Putri Salju untuk menjadi
permaisurinya. Putri Salju pun
menerimanya, Mereka pun menikah dan
hidup bahagia dengan Tujuh Kurcaci.
8
Deskripsi Cerita
Putri Salju menceritakan seorang putri yang
sangat cantik yang diberi nama Putri Salju.
Kulitnya putih seperti salju, bibirnya merah
seperti darah dan rambutnya hitam legam
bagaikan malam. Dalam pelarian untuk
menghindari ibu tirinya yang kejam, Putri
Salju berjumpa dengan tujuh kurcaci.
9