Buku Modul Thaharah yang berjudul :
“Panduan Praktek Wudhu dan Tayammun Untuk Siswa
Sekolah Dasar”
Disusun Oleh :
Zulkifli, S.PdI
Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Telah disahkan oleh kepala sekolah SDN 005 Muara Badak
Pada :
Hari : Rabu
Tanggal : 05 Juli 2021
Kepala Sekolah
SDN 005 Muara Badak
Yaty, S.Pd
NIP. 197204031994062001
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Rabbiil Alamin. Puja dan puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan
rahmat, taufik serta hidayahnya kepada kami sehingga kami
dapat menyelesaikan Panduan praktek wudhu, untuk siswa
Sekolah Dasar.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada
junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Nabi yang telah
membawa kita dari alam jahiliyah ke alam yang terang
benderang penuh dengan ilmu pengetahuan. Semoga kita
termasuk umatnya yang akan mendapatkan syafaatnya besok
di hari kiamat. Amin.
Penyusun
Zulkifli, S.Pd.I
ii
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
Latar Belakang 1
Berwudhu 2
Tayammum 6
8Hikmah Thaharah
Daftar Pustaka 9
iii
BAB I
A. Latar Belakang
Tharah merupakan bagian dari prosesi ibadah umat Islam
yang bermakna menyucikan diri yang mencakup secara
lahir atau batin. Kedudukan bersuci dalam hukum Islam
termasuk ilmu dan amalan yang penting, terutama karena
di antara syarat-syarat shalat telah ditetapkan bahwa
seseorang yang akan mengerjakan shalat diwajibkan suci
dari hadas dan suci pula badan, pakaian, dan tempatnya
dari najis. Dan apabila badan tempat atau perlengkapan
lain terkena najis hendaknya dibersihkan dengan baik.
Allah SWT berfirman dalam QS Al - Baqarah /2: 222
ِا َّن ّٰلهلاَ يُ ِح ُّب التَّ َّوا ِب ْي َن َويُ ِح ُّب ا ْل ُمتَ َط ِه ِر ْي َن
Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan
diri”.
Orang Islam yang senantiasa menjaga dirinya supaya
tetap bersih akan mendapat kesehatan dan akan disenangi
oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala. Orang-orang yang suci
adalah orang yang selalu membersihkan dirinya dari
segala najis, hadas dan kotoran. Adapun salah satu cara
untuk menghilangkan hadast kecil adalah dengan
berwudhu atau melakukan tayammum.
.
1
BAB II
B. Materi Pembelajaran
Bagi setiap muslim diwajibkan berwudhu sebagai syarat
sah dalam Sholat fardhu, begitupun dalam sholat sunnah
untuk menghilangkan hadast kecil, dengan membasuh bagian
anggota tubuh tertentu.
1. Niat berwudhu adalah dengan membaca basmalah
terlebih dahulu kemudian niat:
َن َو ْي ُت ا ْل ُو ُض ْو َء ِل َر ْفعِ ا ْل َح َد ِث ا ْْلَ ْص َغ ِر َف ْر ًضاِّلهِلِ تَ َعا ٰلى
“Nawaitul wudhuu-a liraf’ill hadatsil ashghari fardhal lilaahi
ta’aalaa”
Artinya “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats
kecil fardu karena Allah.”
2. Mencuci kedua telapak tangan
sebanyak tiga kali:
Dengan gerakan menyeka pada sela-
sela jari telapak tangan yang dimulai
dari tangan kanan kemudian tangan
kiri sebanyak tiga kali
3. Berkumur - Kumur
Berkumur sebanyak 3 kali,
dengan gerakan utuh
membersihkan mulut (bahkan dari
sisa-sisa makanan yang masih
ada pada mulut). 2
4. Membasuh hidung/be-ristinsyaq (menghirup air
kehidung secara perlahan-lahan)
Membasuh lubang hidung secara
menyeluruh, sebanyak 3 kali
gerakan.
5. Membasuh Muka.
Membasuh seluruh permukaan
wajah dengan rata, sebanyak 3
kali gerakan memutar sekeliling
wajah.
6. Membasuh kedua tangan
Membasuh kedua tangan hingga
mencapai siku, sebanyak 3 kali
gerakan memutar dan menyeluruh
ke permukaan tangan.
3
7. Membasuh kepala mulai dari
ubun-ubun
Membasuh kening hingga ujung
kening (ubun-ubun) sampai
sebagian kepala, sebanyak 3 kali
gerakan menyeluruh.
8. Membasuh kedua telinga
Membasuh kedua telinga baik itu
bagian dalam maupun luar telinga
(daun telinga) hingga menyeluruh
ke bagian telinga, sebanyak 3 kali
gerakan.
9. Mencuci kedua kaki
Membasuh kedua kaki dan diusahakan
menyeluruh tidak pada bagian depan
saja, basuh hingga ke seluruh kaki
hingga ke mata kaki.
4
10. Membaca Doa setelah selesai
berwudhu
ااَللْشه َه ُداَلاَل ْ ُناه ْل َّم ُمْتَّلَ َطِاْجَلِه َعَهِ ْلرنِ ِا ْيْى َّلْنالل َهوِم ْجََنوعَ ْلاَِن اْشلىتََّه َّ ُِودمبِ ْْياَن ََّنن ِع َب ُما َ ِودَح ََّْجمك َدعَ ْاللِنالىََّّصر ِل ُسِح ِْميو َُْنلن
“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa
syariika lahu, wa asyhadu anna
muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu.
Allahumma j’alnii minat tawwabiina,
waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min
‘ibaadikash shalihiina.”
Artinya :
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada
sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad
itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari
golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku
dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku
bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh.”
5
Seorang muslim yang tidak memungkinkan untuk
berwudhu karena sakit atau dalam perjalanan jauh dan tidak
mendapatkan air maka bisa menggantinya dengan
bertayamum sebagai cara bersuci sebelum melaksanakan
shalat. Tayammum dilakukan dengan menggunakan sarana
debu yang suci sebagai pengganti air.
Tata Cara Tayammum
1. Niat
Adapun niat tayamun adalah :
نَ َو ْي ُت التَّ َي ُّم َم ْ ِل ْستِ َبا َح ِة ال َّصلاَةِ فَ ْر ًض ِللهِ تَ َعا َلى
1
2. Mula-mula meletakkan dua belah tangan di atas debu
untuk diusapkan ke muka.
3. Mengusap muka dengan debu tanah, dengan dua kali
usapan.
2
6
4. Mengusap dua belah tangan hingga siku siku dengan
debu tanah dua kali.
5. Memindahkan debu kepada anggota yang diusap.
6. Tertib (berturut-turut).
Mengusap di atas bukan sebagaimana menggunakan air
dalam berwudhu, tetapi cukup menyapukan saja dan bukan
mengoles-oles sehingga rata seperti menggunakan air
Doa Setelah Tayamum
ُ َو أَ ْش َه ُد أَ َّن ُم َح َّم ًدا َع ْب ُده،ُ َو ْح َدهُ َْل َش ِر ْي َك َله،أَ ْش َه ُد أَ ْن َْل ِإ َل َه ِإَّْل الل ُه
َوا ْج َع ْلنِي ِم َن ا ْل ُمتَ َط ِه ِر ْي َن، اَل َّل ُه َّم ا ْجعَ ْلنِي ِم َن التَّ َّوا ِب ْي َن،َُو َر ُس ْو ُله
أَ ْش َه ُد أَ ْن َْل،َوا ْجعَ ْل ِني ِم ْن ِعبَا ِد َك ال َّصا ِل ِح ْي َن ُس ْب َحا َن َك اَل َّل ُه َّم َو ِب َح ْم ِد َك
أَ ْستَ ْغ ِف ُر َك َوأَتُ ْو ُب ِإ َل ْي َك،ِإ َل َه ِإَّْل أَ ْن َت
Asyhadu an laa Ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu. Wa
asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu.
Allahummaj'alni minat tawwaabiina, waj'alni minal
mutatohhirina, waj'alni min 'ibaadikas sholihiina. Subhanaka
allahumma wa bihamdika astagfiruka wa atuubu ilaika.
Artinya: Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang
tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku
sebagai orang-orang yang bertaubat, jadikanlah aku sebagai
orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-
hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah. Dengan
kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau.
Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan
bertaubat pada-Mu.
7
BAB III
C. Hikmah Thaharah
Thaharah dianjurkan dalam Islam karena memiliki banyak
manfaat bagi kehidupan manusia.
Ahsin W Alhafdiz dalam bukunya Fikih Kesehatan
menyebutkan beberapa hikmah thaharah sebagai berikut:
1. Mendorong seseorang untuk selalu suci (bersih baik
dirinya, pakaiannya, tempat yang digunakannya makanan
dan minuman bahkan jiwanya). Dengan bersuci akan
menambah keindahan dan kesegaran tubuh.
2. Kebersihan dan kesucian akan lebih banyak membuat
seseorang selalu dalam kondisi sehat dan terhindar dari
penyakit. Kesehatan dan kesegaran fisik ini akan
berpengaruh positif pada kondisi jiwa seseorang sehingga
bisa berpikir jernih dan berpandangan lurus.
3. Kotoran baik najis maupun hadas merupakan tempat
berkembang bakteri atau sumber penyakit.
4. Dibasuhnya tubuh sebanyak lima kali sehari semalam akan
dapat mengistirahatkan organ tubuh dan meredakan
ketegangan fisik maupun psikis.
5. Air mempunyai daya bersih yang sangat kuat.
8
DAFTAR PUSTAKA
https://dalamislam.com/dasar-islam/cara-berwudhu-yang-
benar
https://kumparan.com/berita-update/rukun-islam-ada-5-inilah-
isi-lengkapnya-yang-wajib-dikerjakan-umat-muslim-
1x3bGDGwoNK/1
https://id.wikipedia.org/wiki/Bersuci_dalam_Islam
https://www.inews.id/lifestyle/muslim/tata-cara-thaharah-niat-
pembagian-hikmah/5
https://sumsel.kemenag.go.id/files/sumsel/file/file/1PANDUAN
16/panduan_sholat.pdf
Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
2018. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas
IV. PT Mas Media Buana Pustaka. 2018
9