Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis
Kontekstual pada Konsep Dinamika Gerak
Hayin Rosdiana1*, Yayat Ruhiat1, Rahmat Firman2.
Pendidikan Fisika, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Email: [email protected]
Telp. 085213855423
ABSTRACT
This study aims to produce a contextual-based animated video learning media on the dynamic
concept of motion in physics in high school. The research method used is research and development
(R&D) while the development design uses the 4-D model (Define, Design, Develop and Dissaminate).
The subjects in the study were students of grade 11 Senior High School (SMA). The data collection
instruments consisted of material expert validation sheets, media expert validation sheets, and student
response questionnaires. The feasibility of the developed learning media obtained media validation test
results with an average value of 98.6% with the very feasible category, the material validation test results
with an average value of 92% with the very feasible category. The results of the student response test for
senior high school students class XI by obtaining an average score of 95.4% in the very good category.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the contextual-based
animated video learning media is very suitable for use in learning physics.
Keywords: contextual, dynamic, video animation
ABSTRAK
Penelitian bertujuan menghasilkan media pembelajaran video animasi berbasis kontekstual
pada konsep dinamika gerak mata pelajaran fisika di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah
research and development (R&D) sedangkan rancangan pengembangannya menggunakan model 4-D
(Define, Design, Develop dan Dissaminate). Subjek dalam penelitian yaitu peserta didik kelas 11 Sekolah
Menengah Atas (SMA). Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar validasi ahli materi, lembar
validasi ahli media, dan angket respon siswa. Kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan
memperoleh hasil uji validasi media dengan nilai rata-rata sebesar 98,6% dengan kategori sangat layak,
hasil uji validasi materi dengan nilai rata-rata sebesar 92% dengan kategori sangat layak. Hasil uji respon
siswa pada peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XI dengan memperoleh skor rata-rata
sebesar 95,4% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil peneltian dan pembahasan dapat
disimpulkan bahwa media pembelajaran video animasi berbasis kontekstual sangat layak untuk
digunakan dalam pembelajaran fisika.
Kata Kunci: dinamika gerak, kontekstual, video animasi.
Potensi Pengembangan Material Tekstil Self Cleaning Melalui
Metode Bio-Sintesis Menggunakan Ekstrak Buah Karamunting
(Rhodomytrus tomentosa): Sebuah Kajian Naratif
M. Budi Haryono*, Diana Novita Sari, Sahroni, dan Yuant Tiandho
1Jurusan Fisika, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
*E-mail: [email protected]
Telp: 085788141754
ABSTRACT
In an era of high mobility, the majority of people want quick solutions to various problems. One of them is related
to the cleanliness of clothes, and research on the development of self-cleaning materials has become an exciting
topic. The development of self-cleaning materials is carried out by coating materials with hydrophobic materials
such as TiO2 nanoparticles. Issues related to eco-friendly technology are a central issue in various countries, and
it leads us to develop a biosynthesis method to produce nanoparticles. Rhodomytrus tomentosa extract contains
antioxidant compounds that can be used as a reducing agent for nanoparticles. In this narrative review, the
potential use of the biosynthesis method of R. tomentosa extract to produce hydrophobic nanoparticles to
synthesize self-cleaning textile materials is discussed. Some of the aspects studied include the mechanism of
particle reduction in biosynthesis, the characteristics of the nanoparticles produced, and the optimal coating
method on textile materials.
Keywords: biosynthesis, hydrophobic, nanoparticle, self-cleaning.
ABSTRAK
Pada era dengan mobilitas tinggi, mayoritas masyarakat menginginkan solusi berbagai permasalahan dengan
cepat. Salah satu diantaranya terkait dengan kebersihan pakaian. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian
pengembangan kain yang mampu membersihkan dirinya sendiri (self-cleaning material) menjadi topik yang
menarik. Pengembagan material self-cleaning dilakukan dengan cara melapisi material tekstil dengan material
hidrofobik seperti nanopartikel TiO2. Di sisi lain, isu pengembangan teknologi ramah lingkungan menjadi isu
sentral di berbagai negara. Oleh karena itu, pengembangan teknologi sintesis material berbasis metode bio-sintesis
terus dikembangkan saat ini. Ekstrak buah karamunting (Rhodomytrus tomentosa) diketahui banyak mengandung
senyawa antioksidan yang bisa dijadikan sebagai agen reduktor nanopartikel. Pada kajian naratif ini dilakukan
pembahasan terkait potensi pemanfaatan metode biosintesis dari ekstrak karamunting untuk menghasilkan
nanopartikel yang bersifat hidrofobik untuk keperluan sintesis material tekstil self-cleaning. Beberapa aspek yang
dikaji diantaranya adalah mekanisme reduksi partikel pada biosintesis, karakteristik nanopartikel yang dihasilkan,
dan metode pelapisan pada material tekstil yang paling optimal.
Kata Kunci: biosintesis, hidrofobik, nanopartikel, self-cleaning.
Analisis Kecocokan Model Parameter Logistik Pada Tes Materi
Usaha dan Energi Menggunakan Teori Respon Butir Unidimensi
Yustiandi 1), Duden Saepuzaman2)
1SMAN CMBBS, Jl. Raya Pandeglang Labuan km. 3 Kuranten Pandeglang
2Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia , Jl. Dr.
Setiabudhi No. 229, Bandung 40154
*E-mail: [email protected]
Telp. 081290526070
ABSTRACT
This study aims to determine the suitability of the students response analysis in work and energy test with
parameter logistic model (PL) item response theory. Another aims, is to estimated item test parameter according
to a fit logistic parameter model (PL). This is a quantitative research. Sample in this research is 1177 high school
students spread across Banten Province. The instruments used was a set of work and energy material tests
consisting of 25 multiple choice items. The analysis was carried out using statistical methods.The analysis showed
that the work and energy test student response fit with 1 PL model were 9 items, 2 PL 17 items and 3 PL 16 items.
Based on the results of the model suitability analysis, it was found that the model suitable for work and energy
test is 2 PL model compared to 1 PL and 3 PL. Further analysis to determine item parameter value based on 2PL
model, namely the difficulty item parameter (b) and discrimination item parameter (a). From the analysis, it was
found that the difficulty in the range of -2.501 to 1.595 and discrimination between 0.289 to 1.109. Based on the
analysis, it can be concluded that all item test is fulfilled good item criteria.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecocokan analisis respon siswa pada tes materi usaha dan energi
dengan model parameter logistik teori respon butir . Tujuan lainnya untuk mengestimasi parameter butir soal
sesuai dengan model parameter logistik (PL) yang fit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Ukuran
sampel yang digunakan sebanyak 1177 siswa SMA yang tersebar di provinsi Banten. Instrument es yang
digunakan adalah seperangkat tes materi Usaha dan Energi yang terdiri dari 25 butir berbentuk multiple choice.
Analisis kesesuain model yang digunakan adalah metode statistik. Hasil analisis menunjukkan respon siswa pada
tes usaha dan energi fit dengan model 1 PL sebanyak 9 item, model 2 PL 17 item, dan model 3 PL 16 item. Jika
ditinjau dari presentasenya, kesesuaian dengan model 2PL ini paling besar dibandingkan dengan 1PL dan 3 PL.
Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan analisis ini bahwa analisis instrument tes Usaha Energi cocok dengan
model parameter 2PL. Analisis lanjutan yaitu penentuan nilai parameter item dengan merujuk model 2PL, yaitu
parameter item tingkat kesulitan (b) dan daya beda (a). Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa tingkat
kesulitan masalah berada dalam rentang – 2,501 sampai 1,595 dan daya beda berada dalam rentang 0,289 sampai
1,109. Berdasarkan analisis ini dapat disimpulkan bahwa seluruh butir dalam tes ini memenuhi kriteria butir yang
baik.
Pengembangan Media Pembelajaran VISIPE (Virtual Simulation
of Photoelectric Effect) untuk Kelas XII Tingkat SMA
Munadi Gufroni*, Yusrama Denny, Indri Sari Utami
Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
*E-mail: [email protected]
Telp. 0813
ABSTRACK
This study aimed to obtain the characteristics of VISIPE (Virtual Simulation of Photoelectric Effect) learning
media and knowing the feasibility based on the validity test and student response test. The development procedure
used is ADDIE. The data collection technique used are questionnaire for media experts, material experts, and for
student responses with likert scale. The results of this study indicated that VISIPE media has the characteristics:
(1) developed using Adobe Flash CS6, (2) presented 6 main menus which consisted of KD, basic theory,
simulation, quiz, and developer profile, (3) equipped with navigation buttons for easy operation, (4) some of the
variables in the simulation menu can be changed, so seems like the real experiment, (5) presented with attractive
and informative appearance. VISIPE media got score 85,00% by media experts and 83,30% by material which
was categorized as "Very Feasible".The response of students got score 85,72% which was categorized as "very
good".
Keywords: Development of Learning Media, Virtual Simulation, Photoelectric Effect
ABSTRACK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik media pembelajaan VISIPE (Virtual Simulation of
Photoelectric Effect) dan mengetahui kelayakan berdasarkan uji validitas dan uji respon siswa. Prosedur
pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Teknik pengumpulan data terdiri dari angket kelayakan untuk
ahli media dam ahli materi serta angket respon siswa dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian
menunjukan bahwa media pembelajaran VISIPE yang telah dikembangkan memiliki karakteristik: (1)
dikembangkan menggunakan software Adobe Flash CS6 , (2) menyajikan 6 menu utama yang terdiri dari KD,
teori dasar, simulasi, kuis, dan profil, (3) dilengkapi tombol navigasi untuk memudahkan pengoperasian, (4)
Beberapa variabel pada menu simulasi dapat diubah-ubah, sehingga pengguna seolah-olah seperti melakukan
percobaan sesungguhnya, (5) disajikan dengan tampilan menarik dan informatif. Media VISIPE telah diuji
kelayakannya dan mendapatkan skor 85,00% oleh ahli media dan 83,30% oleh ahli materi sehingga dikatagorikan
“Sangat Layak”. Adapun respon siswa terhadap media pembelajaran VISIPE memperoleh skor 85,72% yang
dikatagorikan “sangat baik”.
Kata kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Simulasi Virtual, Efek Fotolistrik
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Ruang Belajar Fisika
(RUBELFI) Pada Materi Teori Kinetik Gas
Rizqiya Khairunnisaa1*, Yayat Ruhiat1, Dina Rahmi Darman2
Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
*E-mail: [email protected]
Telp. 087881302951
ABSTRACT
This study aims to produce a multimedia learning product for physics learning space (RUBELFI) on the kinetic
theory of gas. To achieve these objectives the Research and Development method is used with a modified 4-D
development model consisting of four stages namely Define, Design, Develop, and Disseminate. The developed
multimedia has several menus, as follows: basic competencies, learning material, simulations, quizzes, crossword
puzzles, and developer profiles. Meanwhile, to find out the feasibility of multimedia learning in physics learning
space (RUBELFI), a material and material expert feasibility test was conducted and the trial was limited to
students. The results of the feasibility test for material experts and media experts respectively get a percentage of
80% with very decent criteria and 90% with very feasible criteria and limited trial results get a percentage of 88%
with very positive criteria. Based on the results of the feasibility test of material experts, media experts, and limited
trials, multimedia learning is feasible to be used in SMAN 5 Serang City.
Keywords: Learning Multimedia, Gas Kinetic Theory, RUBELFI, Physics Study Room, Physics
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk multimedia pembelajaran ruang belajar fisika
(RUBELFI) pada materi teori kinetik gas. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode Research and
Development dengan model pengembangan 4-D yang dimodifikasi terdiri dari empat tahap yaitu Define, Design,
Develop, dan Disseminate. Multimedia yang dikembangkan memiliki beberapa menu, sebagai berikut:
kompetensi dasar, materi pembelajaran, simulasi, kuis, permainan teka-teki silang, dan profil pengembang.
Sementara untuk mengetahui kelayakan multimedia pembelajaran ruang belajar fisika (RUBELFI) dilakukan uji
kelayakan ahli materi dan ahli media serta uji coba terbatas pada siswa. Hasil uji kelayakan ahli materi dan ahli
media berturut-turut mendapatkan persentase sebesar 80% dengan kriteria sangat layak dan 90% dengan kriteria
sangat layak serta hasil uji coba terbatas mendapatkan persentase sebesar 88% dengan kriteria sangat positif.
Berdasarkan hasil uji kelayakan ahli materi, ahli media, dan uji coba terbatas maka multimedia pembelajaran
layak digunakan di SMAN 5 Kota Serang.
Kata kunci: Multimedia Pembelajaran, Teori Kinetik Gas, RUBELFI, Ruang Belajar Fisika, Fisika
Bio-Baterai: Baterai Ramah Lingkungan Berbasis Bahan Alam
Andrian Saputra*, Aisyah Deri Ayu Tungga Safitri, Purnamasari, dan Fitri Afriani
Jurusan Fisika, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
E-mail: [email protected]
Telp. 085709713042
ABSTRACT
The rapid development of technology demands development in battery technology. The more electronic
devices used by humans, the increasing need for batteries with good performance can no longer be
avoided. The battery is a significant component in various electronic devices so that these devices can
be run following the increasingly dense human mobility. On the other hand, using environmentally
friendly products has become a central issue in various countries. Therefore, the development of bio-
batteries has become an exciting thing to be developed in recent years. A bio-battery works like a
standard battery. However, biobattery uses natural ingredients in its various components so that it is
renewable and safe. Indonesia has various natural materials that can be used as bio-battery materials
such as banana peels, durian peels, and merbabu wood. This article reviews various aspects of bio-
batteries, such as how it works, critical parameters related to battery performance, challenges, and how
it develops in the future. It is hoped that this article can better describe the position of bio-battery
development in Indonesia so that it can answer various challenges, especially those related to the bio-
battery performance, which is considered insufficient.
Keywords: Bio-battery, natural source, Indonesia
ABSTRAK
Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut adanya pengembangan dalam teknologi baterai. Semakin
banyak divais elektronik yang dimanfaatkan oleh manusia maka peningkatan kebutuhan baterai dengan performa
yang baik tidak lagi dapat dihindari. Hal ini dikarenakan baterai menjadi komponen utama dalam berbagai divais
elektronik agar divais tersebut dapat dijalankan mengikuti mobilitas manusia yang semakin padat. Di sisi lain, isu
penggunaan produk ramah lingkungan menjadi isu sentral di berbagai negara. Oleh karena pengembangan bio-
baterai menjadi hal yang menarik untuk dikembangkan pada beberapa tahun terakhir. Pada dasarnya, bio-baterai
bekerja seperti baterai umumnya. Tetapi bio-baterai menggunakan bahan alam pada berbagai komponennya
sehingga dapat diperbarui dan aman ketika dibuang. Indonesia memiliki berbagai sumber bahan alam yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan bio-baterai seperti kulit pisang, kulit durian, dan kayu merbau. Di dalam artikel ini
dilakukan review berbagai aspek terkait bio-baterai seperti cara kerja, parameter kunci yang berkaitan dengan
performa baterai, serta berbagai tantangan dan bagaimana bio-baterai dikembangkan di masa depan. Diharapkan
dari artikel ini dapat terdeskripsi dengan lebih baik posisi pengembangan bio-baterai di Indonesia sehingga dapat
menjawab berbagai tantangan terutama yang berkaitan dengan performa bio-baterai yang dianggap kurang baik.
Kata Kunci : bio-baterai, bahan alam, Indonesia
Aplikasi 3D Printing pada Fabrikasi Tulang: Sebuah Review
Evi.J1*, Siska Oktaviyani1, Mahjur2, dan Fitri Afriani1
1 Jurusan Fisika, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
2 Jurusan Teknik Elektro, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
*E-mail: [email protected]
Telp. 083175465340
ABSTRACT
Bone scaffolding is an alternative solution to bone therapy which is currently being developed in tissue
engineering. It because scaffold has many advantages over conventional bone therapy solutions such as allografts
and autografts. Apart from focusing on determining the type of material that has good biocompatibility, research
related to the development of bone scaffolding has also begun to explore aspects of fabrication technology. This
effort aims to produce bone scaffolding that has a shape and specification in accordance with the requirements for
bone therapy. 3D-printing is a scaffold fabrication method that has promising prospects because it can produce
scaffolding with physical characteristics as needed, both pore and physical shape. This article presents various
aspects related to the use of 3D-printing for scaffold, such as: how 3D-printing works, the types of materials that
can be used, and the characteristics of the resulting scaffold. It aims to obtain a clearer picture regarding the use
of 3D-printing, prospects, application challenges, and future developments.
Keywords: 3D-printing, scaffold, bone.
ABSTRAK
Perancah tulang merupakan solusi alternative pada terapi tulang yang saat ini banyak dikembangkan
dalam rekayasa jaringan. Hal ini dikarenakan perancah memiliki berbagai keunggulan dibandingkan
solusi terapi tulang konvensional seperti allograft dan autograft. Selain berfokus pada penentuan jenis
material yang memiliki biokompatibilitas baik, penelitian terkait pengembangan perancah tulang juga
mulai merambah pada aspek teknologi fabrikasi. Upaya tersebut bertujuan untuk dapat menghasilkan
perancah tulang yang memiliki bentuk dan spesifikasi sesuai dengan persyaratan untuk terapi tulang.
3D-printing merupakan metode fabrikasi perancah yang memiliki prospek menjanjikan karena dapat
menghasilkan perancah dengan karakteristik fisik sesuai kebutuhan, baik pori maupun bentuk fisiknya.
Di dalam artikel ini disajikan berbagai aspek yang berkaitan dengan pemanfaatan 3D-printing untuk
perancah seperti: cara kerja 3D-printing, jenis material yang dapat digunakan, serta karakteristik
perancah yang dihasilkan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas terkait
pemanfaatan 3D-printing baik prospek/potensi, tantangan aplikasi, serta pengembangan di masa depan.
Kata kunci: 3D-printing, perancah, tulang.
Implikasi Multimedia Interaktif Berbasis E-Learning terhadap
Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika
Nur Arip Budiman1*, Supriyadi1
1Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Musamus Merauke, Indonesia
*E-mail: [email protected]
Telp. 082240799364
ABSTRACK
This study aims to develop interactive multimedia based on E Learning in learning strategy courses based on the
assessment of students and lecturers (peers) and its effect on student motivation. This research was designed as a
research on procedural model development. The instrument used was a motivational questionnaire and an
interactive multimedia quality assessment sheet. The aspects assessed include knowledge and information
presentation, ease of navigation, interactive multimedia integration, interactive multimedia aesthetics, and overall
interactive multimedia functions. The research data were analyzed descriptively quantitative. Based on the results
of the assessment by three Physics Education lecturers and 15 students, the results showed that the interactive
multimedia that was developed was of very good quality. If viewed from each aspect and assessment indicators,
there are some differences in the results of the assessment of the two assessor subjects. Learning by using
interactive multimedia based on E Lerning can increase student motivation by 5.5%.
Keywords: interactive multimedia, learning strategies, learning motivation
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif berbasis E Learning pada mata kuliah
strategi pembelajaran berdasarkan penilaian mahasiswa dan dosen (teman sejawat) serta pengaruhnya terhadap
motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini didesain sebagai penelitian pengembangan model prosedural.
Instrumen yang digunakan angket motivasi dan lembar penilaian kualitas multimedia interaktif. Aspek yang
dinilai meliputi pengetahuan dan presentasi informasi, kemudahan navigasi, integrasi multimedia interaktif ,
estetika multimedia interaktif, serta fungsi multimedia interaktif secara keseluruhan. Adapun data hasil penelitian
dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penilaian oleh tiga dosen Jurusan Pendidikan Fisika dan
15 mahasiswa, Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan berkualitas sangat
baik. Jika ditinjau dari setiap aspek dan indikator penilaian, terdapat beberapa perbedaan hasil penilaian dari kedua
subjek penilai. Pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif berbasis E Lerning mampu
meningkatkan motivasi belajar mahasiswa sebesar 5,5%.
Kata kunci: motivasi belajar, multimedia interaktif, strategi pembelajaran
Penentuan tegangan dan arus listrik larutan buah dan sayur lokal
di kabupaten Wonosobo
Ardhia Rigita Cahyani1, Siti Sarah2,
1Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Sains Al-Qur’an , Jawa Tengah
2Dosen Pendidikan Fisika, Universitas Sains Al-Qur’an, Jawa Tengah
*E-mail: [email protected]
Telp. 085876062740
ABSTRACT
This is a preliminary research on the use of local fruits and vegetables in learning physics on electrical
materials. This study aims to determine the voltage and electric current generated by a power source using a
local fruit and vegetable solution as an electrolyte solution. The research design was in the form of an experiment
using local fruit and vegetable objects that grow in Wonosobo Regency, namely potatoes, carrots, mustard
greens, rice field clubs, lime, carica and tamarillo. The research used electrodes in the form of zinc (Zn) and
copper (Cu). The results showed that a 1000 ml potato solution with a potato mass composition of 2.5 kg and a
water volume of 200 ml could turn on bright LEDs with a voltage value of 2.86 V and a current of 2.57 mA; a
carrot solution with a mass of 1750 ml with a carrot mass composition of 2.5 kg and a volume of 200 ml of water
can turn on a dim LED with a voltage value of 2.71 V and a current of 1.08 mA; 1750 ml of lime solution with a
mass composition of 2.5 kg of carrots and 200 ml of water volume turns on a dim LED with a voltage of 2.76 V
and a current of 0.26 mA. All fruit and vegetable solutions used are capable of producing voltage and current
after being left idle for 3-4 days. The research results are expected not only as a source of learning physics, but
can open insights and ideas in finding alternative sources of electricity from the local environment.
Key words: voltage, electric current, electrolytes, local fruits and vegetables.
ABSTRAK
Ini merupakan penelitian awal tentang pemanfatan buah dan sayur lokal dalam pembelajaran fisika
materi kelistrikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tegangan dan arus listrik yang dihasilkan sumber listrik
menggunakan larutan buah dan sayur lokal sebagai larutan elektrolit. Desain penelitian berupa eksperimen
menggunakan objek buah dan sayur lokal yang tumbuh di Kabupaten Wonosobo, yaitu kentang, wortel, sawi,
kluban sawah, jeruk nipis, carica dan terong belanda. Penelitian menggunakan elektroda berupa seng (Zn) dan
tembaga (Cu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan kentang bermassa 1000 ml dengan komposisi massa
kentang 2,5 kg dan volume air 200 ml dapat menyalakan LED terang dengan nilai tegangan 2,86 V dan arus 2,57
mA; larutan wortel bermassa 1750 ml dengan komposisi massa wortel 2,5 kg dan volume air 200 ml dapat
menyalakan LED redup dengan nilai tegangan 2,71 V dan arus 1,08 mA; larutan jeruk nipis bermassa 1750 ml
dengan komposisi massa wortel 2,5 kg dan volume air 200 ml menyalakan LED redup dengan tegangan 2,76 V
dan arus 0,26 mA. Semua larutan buah dan sayur yang digunakan mampu mengasilkan tegangan dan arus setelah
didiamkan selama 3-4 hari. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya sebagai sumber belajar fisika, namun dapat
membuka wawasan dan ide dalan menemukan sumber listrik alternatif dari lingkungan lokal.
Kata kunci : tegangan, arus listrik, elektrolit, buah dan sayur lokal.
Pengembangan Physics stories untuk Memfasilitasi Keterampilan
Literasi Sains pada Materi Sumber Energi
Maudi Yuliana Suryana¹*, Yus Rama Denny Muchtar², Yudi Guntara³.
123Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
*E-mail: [email protected]
Telp. 083813602488
ABSTRACT
This research aims to develop a physics short story learning medium designed to facilitate science
literacy skills in energy source materials. This type of research uses R&D (Research and Development)
with ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) models. The data of this
study was analyzed with quantitative descriptive. Product assessment results showed "highly feasible"
based on a media expert rating of 86.53%, a material expert of 80%. Meanwhile, user based product
ratings were obtained by 91.76% in the "very interesting" and understandable category. Therefore,
physics stories learning media can be used in training science literacy skills on energy source materials.
Keywords: Physics stories, Science Literacy, Short story
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran short story fisika yang dirancang
untuk memfasilitasi keterampilan literasi sains pada materi sumber energi. Jenis penelitian ini
menggunakan R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design,
Development, Implementation, Evaluation). Data penelitian ini dianalisis dengan deskriptif kuantitatif.
Hasil penilaian produk menunjukkan “sangat layak” berdasarkan penilaian ahli media sebesar 86,53%,
ahli materi sebesar 80%. Sedangkan penilaian produk berdasarkan pengguna diperoleh 91,76% dengan
kategori “sangat menarik” dan dapat dipahami. Maka dari itu, media pembelajaran Physics stories dapat
digunakan dalam melatih keterampilan literasi sains pada materi sumber energi.
Kata kunci: Literasi Sains, physics stories, Short story.
Persepsi Mahasiswa terhadap Simulasi PhET sebagai
Laboratorium Virtual di Masa Pandemi Covid-19
Oktavianus Ama Ki`i1*, Egidius Dewa1, Petrus Ola Begu1,
Claudia Mariska Mardikawati Maing1, Maria Ursula Jawa Mukin1
1Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Katolik Widya Mandira, Indonesia
*E-mail: [email protected]
Telp. 082236491507
ABSTRACT
The government's recommendation to carry out online learning in responding to the Covid-19 pandemic raises
problems on the fundamental Physics II practicum course which requires real activities in the laboratory. This
study aims to obtain the students' perceptions of taking part in online practicums using PhET simulations during
the Covid-19 pandemic. This study uses quantitative methods with descriptive analysis techniques where the
student perceptions were measured using a questionnaire. The percentage of students' perceptions of the aspects
of the availability of the practicum module by 82%, the aspect of the ability to design the experiment by 81%, and
the aspect of the PhET simulation as an alternative to practicum by 76%. The results showed that the students'
perceptions were in the strongly agree category to use the PhET simulation as a virtual laboratory during the
COvid-19 pandemic.
Keywords: covid-19 pandemic, phet simulation, students perceptions, virtual laboratory
ABSTRAK
Anjuran pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran online dalam menyikapi pandemi Covid-19 menimbulkan
permasalahan pada mata kuliah praktikum Fisika Dasar II yang membutuhkan kegiatan nyata di laboratorium.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa dalam mengikuti praktikum secara online
menggunakan simulasi PhET pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan teknik analisis deskriptif dimana persepsi mahasiswa diukur menggunakan angket. Persentase persepsi
mahasiswa terhadap aspek ketersediaan penuntun praktikum sebesar 82%, aspek kemampuan merancang
percobaan sebesar 81% dan aspek simulasi PhET sebagai alternatif praktikum sebesar 76%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa termasuk dalam kategori sangat setuju untuk menggunakan simulasi
PhET sebagai laboratorium virtual pada masa pandemi Covid-19.
Kata kunci: laboratorium virtual, simulasi phet, pandami covid-19, persepsi mahasiswa
Pengembangan Dye-Sentisized Solar Cell (DSSC) dengan
Memanfaatkan Ekstrak Buah Karamunting (Melastoma
malabathricum L.): Sebuah Narrative Review
Aliefia Noor*, Meri Hamdini, Salsabila Ramadina, dan Yuant Tiandho
*Jurusan Fisika, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
*E-mail: [email protected]
Telp. 083803039989
ABSTRACT
Indonesia has a tropical climate with abundant sunshine potential. Sunlight can be converted directly into electrical
energy through photovoltaic or solar cells. One exciting type of photovoltaic is the dye-sensitized solar cell
(DSSC). Natural dye is a solution as a dye-sensitized in DSSC because it is cheaper, easy to obtain, non-toxic,
and biodegradable. Karamunting fruit extract (Melastoma malabathricum) has the potential to be used as a
sensitized dye because it has a deep purple color due to the presence of anthocyanins. In this article, a narrative
review is prepared regarding the use of karamunting in DSSC. This is intended to provide a more comprehensive
picture and describe the potential, challenges, and research opportunities in DSSC development. Various aspects
were studied, such as determining the type of semiconductor used, the potential for increasing DSSC performance
through the use of karamunting fruit extract compared to other natural dyes, to studies regarding the most optimal
coating technique.
Keywords: DSSC, Melastoma malabathricum, natural dye.
ABSTRAK
Indonesia memiliki iklim tropis dengan potensi sinar matahari yang melimpah. Sinar matahari dapat diubah secara
langsung menjadi energi listrik melalui fotovoltaik atau solar cell. Salah satu tipe fotovoltaik yang menarik untuk
dikembangkan dye-sensitized solar cell (DSSC). Dye alami menjadi solusi sebagai dye-sensitized pada DSSC
karena lebih murah, mudah didapat, tidak beracun, dan dapat terurai secara alami. Ekstrak buah karamunting
(Melastoma malabathricum) berpotensi untuk digunakan sebagai dye-sensitized karena memiliki warna ungu
pekat akibat kehadiran antosianin. Di dalam artikel ini disusun suatu naratif review terkait pemanfaatan
karamunting dalam DSSC. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif serta
menggambarkan dengan lebih jelas terkait potensi, tantangan dan peluang riset dalam pengembangan DSSC.
Berbagai aspek yang dikaji seperti penentuan jenis semikonduktor yang digunakan, potensi peningkatan performa
DSSC melalui pemanfaatan ekstrak buah karamunting dibandingkan dengan dye alami lainnya, hingga kajian
terkait teknik pelapisan paling optimal.
Kata kunci: DSSC, dye alami, Melastoma malabathricum.