The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by safitrihana17, 2022-12-23 09:23:25

Koneksi Antar Materi Modul 2.3

Coaching untuk Supervisi Akademik

Modul 2.3

Koneksi Antar
Materi

COACHING UNTUK
SUPERVISI AKADEMIK

Oleh : Frida Diah Safitri
SDN Jatiwangsan

CGP Angkatan 6 Purworejo

PAGE 02

Pemahaman Baru yang Saya
Dapatkan dari Modul Ini

Pengertian Coaching

Coaching adalah proses kolaborasi bersifat kemitraan
yang setara antara coach dan coachee. Coach

memfasilitasi peningkatan performa kerja, pengalaman
hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi

seorang coachee melalui kegiatan mendengarkan aktif,
melontarkan pertanyaan, menggali ide-ide dan membimbing

coachee dalam mengambil keputusannya sendiri.

PAGE 03

Tujuan Kegiatan Coaching

Menuntun coachee untuk menemukan ide baru atau solusi
untuk mengatasi tantangan yang dihadapi atau mencapai

tujuan yang dikehendaki coachee.

Paradigma Berfikir PAGE 04
Coaching
Memiliki
Fokus pada coachee Bersikap terbuka kesadaran diri
yang akan dan ingin tahu
yang kuat
dikembangkan

Mampu melihat
peluang baru dan

masa depan

Prinsip Coaching PAGE 05

Kemitraan Memaksimalkan Proses Kreatif
Potensi

Posisi coach terhadap Coaching memaksimalkan Dilakukan melalui percakapan

coachee adalah setara, tidak potensi coachee melalui dua arah, yang memicu

ada yang lebih tinggi ataupun percakapan yang diakhiri proses berpikir coachee,

rendah dengan rencana/tindak lanjut memetakan dan menggali

yang diputuskan oleh potensi

coachee itu sendiri.

Coaching dalam Konteks
Pendidikan

Sebelum melakukan pendampingan dengan
pendekatan coaching, kita perlu menghayatidan
memaknai paradigma berpikir Ki Hajar Dewantara
yaitu Tut Wuri Handayani (memberdayakan semua
kekuatan diri pada coachee. Coaching merupakan

pendekatan komunikasi dengan sistem among
(menuntun)

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya
mangun karsa, tut wuri handayani

PAGE 07

Dalam relasi guru dengan guru, seorang
coach dapat membantu coachee
menemukan kekuatan dirinya dalam
pembelajaran. Pendekatan komunikasi
dengan proses coaching merupakan
sebuah dialog antara seorang coach
dengan coachee yang terjadi secara
emansipatif dalam sebuah perjumpaan
yang penuh kasih dan persaudaraan.

Supervisi Akademik PAGE 08

Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan pembelajaran yang
berpihak pada murid sebagaimana tertuang dalam standar proses
pada Standar Nasional Pendidikan. Rangkaian supervisi akademik
dilakukan kepala sekolah untuk mendorong perbaikan dan
pengembangan diri guru di sekolahnya. Pada Pendidikan Guru
Penggerak ini, kita diharapkan menjadi supervisor yang memiliki
paradigma berpikir dan keterampilan coaching dalam rangka
pengembangan diri dan rekan sejawat.

PAGE 09

Langkah-langkag
Coaching

Mendengarkan Aktif

Mengajukan Memancing ide-ide
pertanyaan berbobot

Memfasilitasi
pertumbuhan coachee

Pengalaman Reflektif PAGE 10
Terkait Pengalaman
Saya merasa senang mendapatkan ilmu dan
Belajar pengetahuan yang baru tentang coaching.
Tertantang untuk meningkatkan keterampilan
coaching dengan memperbanyak latihan
praktik coaching dengan rekan sejawat dan
murid.

PAGE 11

Yang Sudah Baik dan Perlu Diperbaiki

Hal baik Mendapatkan pemahaman materi
tentang coaching dan sudah

dipraktikkan dengan rekan CGP
maupun rekan sejawat.

Yang perlu Keterampilan mengajukan
diperbaiki pertanyaan yang berbobot agar
dapat menggali potensi coachee

dengan optimal.

PAGE 12

Analisis Terkait Coaching
untuk Supervisi
Akademik

Bagaimana penerapan PAGE 13
coaching untuk supervisi

akademik?

Melalui supervisi akademik, kegiatan pemberdayaan
kompetensi diri dalam rangka peningkatan performa

mengajar dan mencapai tujuan pembelajaran,
keterampilan coaching sangat dibutuhkan untuk
meningkatkan motivasi dan komitmen seorang guru,

sehingga kualitas pembelajaran meningkat.

Coaching Sebagai Kompetensi PAGE 14
Membangun Hubungan
Kemitraan

Kemitraan yang terjalin dan dilandasi rasa
percaya coachee terhadap coach dalam proses
coaching, dapat membuka akselerasi kesadaran

yang mendorong tindakan aksi. Supervisi
akademik dengan proses coaching tidak
memandang kesenjangan jabatan namun lebih
menitikberatkan pada hubungan kolaborasi

antara supervisor dengan guru.

Apa Tantangan Implementasi PAGE 15
Coaching untuk Supervisi Akademik

di Sekolah?

Seringkali supervisi
akademik dilihat sebagai
proses yang bersifat satu
arah. Supervisi akademik
dianggap sebagai penilaian
kepala sekolah terhadap

kinerja guru.

PAGE 16 Menjalin hubungan kemitraan dengan
rekan sejawat
Bagaimana Menguasai kompetensi inti coaching:
Solusinya? fokus pada coachee, bersikap terbuka
dan ingin tahu, memiliki kesadaran diri
yang kuat, dan mampu melihat peluang
baru dan masa depan.
Meningkatkan keterampilan
berkomunikasi yang baik.

PAGE 17

Keterhubungan
Pembelajaran Modul 2.3

dengan Modul lainnya

PAGE 18

Coaching untuk Supervisi
Akademik

PBeemrdbiefelarjeanrsaiansi Dalam pembelajaran berdiferensiasi, dilakukan
pemetaan terhadap minat murid, kebutuhan
belajar murid, dan profil belajar murid.
Pemetaan ini dapat digunakan oleh coach

sebagai data dalam proses coaching, sehingga
coach dapat menggali kompetensi murid
(coachee) dengan maksimal.

PAGE 19 Coaching untuk Supervisi
Akademik

PembeElmajoasriaonnSaol sial Terdapat 5 kompetensi yang dikembangkan dari
pembelajaran sosial emosional (KSE) yaitu; kesadaran diri,

manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi,
dan keputusan yang bertanggung jawab. KSE diperlukan
seorang pendidik sebagai coach dalam proses coaching

agar terjadi pengendalian diri dan emosi seorang coach

maupun coachee, menimbulkan rasa empati, dan

mengambil keputusan yang tepat.

PAGE 20

Kesadaran Penuh /presence merupakan salah satu
kompetensi coaching (alur TIRTA) yang dapat dilakukan
dengan teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed)

dan mindfulness/mindful listening. Kehadiran penuh
bagian dari kesadaran diri yang akan membantu

munculnya paradigma berpikir dan kompetensi lain saat
kita melakukan percakapan coaching.

PAGE 21

Salah satu prinsip coaching adalah memaksimalkan
potensi dan memberdayakan coache, percakapan
diakhiri dengan suatu rencana tindak lanjut yang
diputuskan oleh coachee. Seorang coach hanyalah

sebagai fasilitator bagi coach. Hal ini selaras dengan
prinsip pendidik sebagai penuntun dan pemimpin

pembelajaran.


Click to View FlipBook Version