E-BOOK
KONSEP GLOBALISASI
(MATERI UNTUK PENUNJANG BELAJAR MAHASISWA)
DRA. HJ. TIN RUSTINI, M.PD
YONA WAHYUNINGSIH, M.PD
AZZAHRARA SYAFITRI 1902898
SYAFIRA NAILUL LUTHFIANA 1904833
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS CIBIRU
2022
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas Rahmat-Nya,
Karunia-Nya dan Kehadirat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan buku Pendalaman
Materi IPS SD tepat pada waktunya yang berjudul "Konsep Globalisasi". Shalawat serta
salam senantiasa tercurah limpah kepada junjungan besar kita yakni Nabi Muhammad
SAW yang telah menunjukkan jalan yang lurus kepada kita selaku umat akhir zaman.
Ada pula maksud dan tujuan dari penyusunan buku ini ialah untuk memenuhi salah satu
tugas yang diberikan oleh dosen pada mata kuliah Pendalaman Materi IPS SD. Pada
proses penyusunan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, kami menyampaikan
rasa hormat dan terimakasih kepada Ibu Dra. Tin Rustini, M.Pd dan Ibu Yona
Wahyuningsih, M.Pd selaku dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu
serta memberikan bimbingan dan pengarahan sampai terselesaikannya buku ini. Selain
itu juga kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak terkait
yang telah membantu terselesaikannya tugas ini, berkat dukungan materil maupun
nonmateril dari berbagai pihak akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini. Kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan buku ini
karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu Kami harapkan
kepada pembaca untuk memberikan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan buku ini.
Bandung, Mei 2022
Penulis
PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi berasal dari kata globe atau global yaitu dunia atau bola
dunia yang maknanya ialah universal. Globalisasi dapat diartikan sebagai
hal-hal atau kejadian secara umum dan keseluruhan, yang terkait dengan
dunia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, globalisasi merupakan
proses masuk ke ruanglingkup dunia. Di dalamnya mencakup kebijakan
nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai lingkungan yang
layak diperhitungkan. Istilah globalisasi berasal dari kata “global”, artinya
secara umum dan keseluruhan, taksiran secara bulat, secara garis besar.
Istilah ini akan melibatkan kesadaran masyarakat dunia adalah kontinuitas
lingkungan yang terkonsentrasi sebagai suatu kesatuan yang utuh.
Berikut ini terdapat beberapa pengertian tentang globalisasi oleh para ahli:
1. Pengertian Globalisasi Menurut Selo Sumardjan
Dalam bukunya yang berjudul “Konflik-konflik Sosial di Indonesia”
(2002), beliau berpendapat bahwa globalisasi adalah terbentuknya
sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah yang sama.
2. Pengertian Globalisasi Menurut Robert O. Keohane dan Joseph S.
Nye
Dalam bukunya yang berjudul “After the Cold War” (1993), mereka
berpendapat bahwa globalisasi yakni saling berhubungan, integrasi,
dan saling keterkaitan antar masyarakat dan negara-negara seluruh
dunia.
3. Pengertian Globalisasi Menurut Emanuel Richter
Dalam bukunya yang berjudul “Politische System and Comparative
Politics” (1998), dia menuliskan bahwa globalisasi ialah suatu
jaringan kerja global yang secara bersamaan menyatukan masyarakat
yang sebelumnya terpecah-pecah ataupun terisolir ke dalam
ketergantungan dan peraturan dunia.
4. Pengertian Globalisasi Menurut Lodge
Dalam bukunya yang berjudul “The Impact of Globalization” (1996),
Lodge mendefinisikan globalisasi sebagai suatu proses yang
menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan yang
lain atau saling berhubungan dalam semua aspek kehidupan mereka,
baik budaya, ekonomi, politik, teknologi, maupun lingkungan hidup.
SEJARAH DAN PROSES GLOBALISASI
Pada penghujung abad ke-20, umat manusia dihadapkan pada gejala baru,
yaitu globalisasi. Globalisasi merupakan proses yang panjang dalam
sejarah dan telah mengalami enam tahapan sebagai berikut.
1. Globalisasi Tahap Embrional (1500-1800)
Pada bulan September 1522, Sevilla telah berada di Spanyol, setelah
melakukan pelayaran yang mengelilingi bumi untuk pertama kalinya. Ia
memberikan bukti secara eksklusif bahwa bumi itu bulat dengan
rute-rute lautan untuk mempermudah pelayaran keliling.
2. Globalisasi Tahap Pertumbuhan (1810-1870)
Setelah tahun 1700-an, Eropa Barat telah keuntungan yang tidak merata
dan kaum pedesaan yang miskin memperoleh hasil yang sangat kecil.
Apalagi dengan diperkukuh oleh gelombang imperialisme abad ke-19.
3. Globalisasi Tahap Take Off (1870-1920)
Selama tahun 1870-an, beberapa kawasan dunia boleh dikatakan
mempunyai kedudukan yang sebanding dalam gambaran ekonomi
dunia. Cina, India, dan Ottoman Empire memainkan peranan ekonomi
penting bersama Eropa Timur. Hal ini hampir sama dengan fenomena
ekonomi global saat ini, di mana posisi kunci dari aktor-aktor ekonomi
dan politik terletak pada garis segitiga antara Jepang, Eropa, dan
Amerika Serikat
4. Globalisasi Tahap Perjuangan Hegemoni (1920-1960)
Akhirnya, dampak dari Perang Dunia I dan depresi besar setelah itu
serta digabungkan dengan gelombang nasionalisme yang mulai marak
di negara-negara dunia ketiga, mulai menggerogoti Eropa. Akibatnya,
kepemimpinan ekonomi global beralih ke tangan Amerika Serikat yang
mulai mendominasi ekonomi global setelah Perang Dunia II. Namun,
perusahaan-perusahaan multinasional belakangan ini telah membantu
memperluas ekonomi global di luar kemampuan lembaga-lembaga
politik, nasional, dan internasional.
5. Globalisasi Tahap Ketidakpastian (1960-1990)
Pada masa sejak periode perang dunia kedua berakhir hingga tahun
1970-an, ekonomi dunia didominasi oleh Amerika Serikat. Sekarang,
meskipun produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat masih tetap
paling besar, tetapi sekitar 45% dari PDB dunia merupakan peran dari
Uni Eropa, Jepang, dan negara-negara industri baru di Asia Tenggara
dan Timur (Korea, Taiwan, dan Singapura) serta Cina sebagai motor
penggerak ekonomi.
6. Globalisasi Tahap Kebudayaan Global (Setelah 1990)
Banyak pendapat mengatakan bahwa proses globalisasi merupakan
proses kehidupan yang serba luas dan tidak terbatas (mendunia)
sehingga pengaruhnya dapat mengubah tatanan kehidupan bangsa
seperti di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
CIRI-CIRI GLOBALISASI
1. Perubahan dalam konstelasi ruang dan waktu.
2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi
saling bergantung.
3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa l.
4. Dalam globalisasi terdapat peningkatan konsentrasi dan monopoli
berbagai sumber daya dan kekuatan ekonomi oleh
perusahaan-perusahaan transnasional (multinasional)..
5. Globalisasi dalam kebijakan dan mekanisme pembuatan kebijakan
nasional.
KARAKTERISTIK GLOBALISASI
Menurut Cohen dan Kennedy karakteristik globalisasi adalah:
1. Meningkatnya Masalah Bersama.
2. Meningkatnya Interaksi Kultural Antar Negara.
3. Setiap Negara Saling Ketergantungan dalam Bidang Ekonomi.
6. Terjadinya Perdagangan Antar Negara.
7. Perubahan Konsep Ruang dan Waktu.
ASPEK GLOBALISASI
Pada umumnya, perkembangan globalisasi ini dilihat dari 3 aspek, yaitu
aspek politik, aspek ekonomi, dan aspek sosial budaya.
1. Aspek Politik
Dengan adanya globalisasi, maka muncullah organisasi tingkat dunia,
sehingga dapat terjadi hubungan politik dengan banyak negara.
Organisasi tingkat dunia, seperti World Bank, WTO, dan sebagainya.
2. Aspek Ekonomi
Aspek ekonomi mengalami perkembangan yang cukup signifikan
karena adanya globalisasi ini. Hal in dapat terjadi karena sudah banyak
negara yang bisa melakukan perdagangan internasional. Bahkan, sudah
ada banyak e-commerce dalam negeri dan luar negeri, sehingga
memudahkan konsumen dalam berbelanja.
3. Aspek Sosial Budaya
Globalisasi seringkali dilihat dari masuknya budaya luar negeri ke
dalam negeri. Masuknya budaya ini umumnya terjadi melalui internet
atau media sosial.
Globalisasi adalah suatu perkembangan yang tidak bisa dielakkan
ataupun dicegah. Kemajuan-kemajuan di bidang teknologi komunikasi
yang menghasilkan media massa yang canggih mempermudah
terjadinya globalisasi. Teknologi informasi dan komunikasi telah
menghubungkan manusia seluruh dunia menjadi satu sistem
komunikasi. Teknologi telah memperlancar terbentuknya budaya dunia,
yakni budaya yang dianut oleh seluruh umat manusia di dunia ini.
Budaya tersebut bisa saja berasal dari salah satu bangsa atau ras.
Namun, proses globalisasi menjadikannya budaya semua orang
diperkenalkan secara sistematis dan intensif ke seluruh pelosok dunia.
FAKTOR TERJADINYA GLOBALISASI
Berdasarkan pengertian globalisasi, maka globalisasi tidak terjadi begitu
saja, tetapi ada beberapa faktor penyebabnya, diantaranya:
1. Transportasi Mudah Diakses
Globalisasi dapat terjadi karena transportasi mudah diakses, sehingga
seseorang mudah untuk pergi ke luar negeri, seperti pesawat.
2. Adanya Perdagangan Internasional
Faktor penyebab globalisasi berikutnya adalah adanya ekonomi terbuka
atau perdagangan internasional. Dengan adanya perdagangan
internasional, maka berbagai macam produk dari luar negeri akan
mudah masuk ke Indonesia.
3. Teknologi dan dan Transportasi yang Terus Berkembang
Teknologi dan transportasi yang terus berkembang ini menjadi salah
satu penyebab terjadinya globalisasi. Contoh dari perkembangan
teknologi bisa kita lihat dengan adanya e-commerce.
MANFAAT GLOBALISASI
Selain memberikan dampak baik positif maupun negatif, Globalisasi juga
memberikan manfaat. Manfaat dari adanya globalisasi adalah sebagai
berikut:
1. Memberikan Kemudahan dalam Berkomunikasi
2. Mudah dalam Mendapatkan Barang dari Luar Negeri
3. Transportasi Umum yang Semakin Banyak
4. Membuka Lapangan Pekerjaan Baru
5. Sektor Pariwisata Bisa Bertambah
6. Demokrasi yang Lebih Transparan
PENGARUH GLOBALISASI BAGI KEHIDUPAN
Pengaruh dari Globalisasi sudah mencakup berbagai aspek dalam
kehidupan, baik dalam aspek ekonomi, informasi dan teknologi, budaya,
ilmu pengetahuan maupun hukum.
1. Globalisasi Ekonomi
Tidak ada definisi yang baku atau standar mengenai globalisasi
ekonomi, tetapi secara sederhana globalisasi ekonomi dapat diartikan
sebagai suatu proses dimana semakin banyak negara yang terlibatdalam
kegiatan ekonomi dunia.
Era globalisasi membuka peluang sekaligus tantangan bagi pengusaha
Indonesia termasuk usaha kecil, karena pada era ini daya saing produk
sangat tinggi, live cycle product relatif pendek mengikuti trend pasar,
dan kemampuan inovasi produk relatif cepat. Ditinjau dari sisi ekspor,
liberalisasi berdampak positif terhadap produk tekstil/pakaian jadi ,
akan tetapi kurang menguntungkan sektor pertanian khususnya produk
makanan.
2. Globalisasi Informasi dan Teknologi
Globalisasi Informasi dan Teknologi sangat berpengaruh dengan
kelangsungan komunikasi antar manusia di seluruh dunia, karena
dimanapun manusia itu tinggal, tetap dapat berkomunikasi satu sama
lain meskipun terpisah jarak yang sangat jauh sekalipun.
3. Globalisasi Budaya
Globalisasi budaya identik dengan budaya pop yang bersifat fleksibel
dan berubah-ubah. Budaya pop awalnya merupakan hegemoni budaya
Barat (terutama Amerika), ditandai dengan merebaknya gaya hidup
Amerika melalui industri budayanya seperti musik, olahraga, mode
pakaian, dan film-film Amerika yang akhirnya menyebar ke seluruh
dunia. Dengan adanya globalisasi budaya ini, seluruh budaya didunia
dapat dengan bebas dilakukan oleh orang orang di Negara berbeda,
sehingga sering kali terjadi hilangnya suatu budaya tertentu ataupun
pergabungan antara budaya yang akhirnya melahirkan budaya baru.
4. Globalisasi Ilmu Pengetahuan
Globalisasi Ilmu pengtahuan telah memberikan manfaat yang sangat
besar bagi kehidupan umat manusia. Berlangsung nya globalisasi
ilmu pengetahuan memberikan ruang luas kepada manusia untuk
semakin giat belajar dan menambah pengetahuaannya. Karena setiap
ilmu pengetahuan baru yang ditemukan oleh Negara tertentu akan cepat
menyebar dan turut diterapkan pula di Negara lain.
5. Globalisasi Hukum
Memahami dinamika globalisasi dengan segala dimensinya, maka
globalisasi juga akan memberi pengaruh terhadap hukum. Globalisasi
hukum akan menyebabkan peraturan-peraturan negara-negara
berkembang mengenai investasi, perdagangan, jasa-jasa dan
bidang-bidang ekonomi lainnya mendekati negara-negara maju .
Globalisasi hukum juga membuat suatu negara tidak lagi dapat
mengklaim bahwa mereka adalah penganut suatu system hokum
nasional secara mutlak. Karena hokum tesebut dapat dengan mudah
diadopsi oleh Negara lain.
DAMPAK GLOBALISASI
Proses globalisasi yang berlangsung sangat cepat menembus batas –
batas ruang dan waktu antar Negara telah membawa perubahan sangat
besar bagi Negara- Negara di dunia. Tidak ada negar ayang mampu
menutup diri dari perkembnagn yang terjadi. Mau tidak mau setiap Negara
harus mampu menghadapi derasnya arus globalisasi.
Arus globalisasi tentu saja memberikan berbagai dampak dalam kehidupan,
baik itu dampak positif maupun dampak negatif, antara lain adalah sebagai
berikut :
1. Bidang Politik
Dampak Positif
a) Pemerintahan dijalankan dengan terbuka (transparan).
b) Meningkatkan partisipasi rakyat dalam pemerintahan.
c) Mendorong kreativitas rakyat sehingga menjadi alat control dan
pengawas yang efektif untuk mengawasi pemerintahan.
d) Semakin banyaknya organisasi nonpemerintah, partai politik, dan
LSM yang menyuarakan HAM dan aspires rakyat
e) Terbukanya kesempatan untuk belajar dari Negara lain terkait
dengan kebijakan politik yang telah sukses mereka terapkan.
Dampak Negatif
a) Semakin lunturnya nilai – nilai politik yang telah mendasar
yang berdasarkan kekeluargaan, musyawarah mufakat dan
gotong royong.
b) Semakin menguatnya nilai – nilai politik yang berdasar
semangat individualis, kelompok dan tirani minoritas
c) Penyebaran nilai – nilai politik barat yang cenderung anarkis
tanpa mementingkan kepentingan umum.
2. Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan
Dampak Positif
a) Semakin menguatkan jaminan pelaksanaan HAM
b) Menguatkan hokum dan pembuatan UU yang berpihak pada
kepentingan bersama terutama pada rakyat kecil
c) Semakin menguatkan tuntutan aparat penegak hokum,
pertahanan dan keamanan agar bertindak secara professional,
transpararan dan tidak pandang bulu.
d) Masyarakat dapat melakukan control hokum yang
dilakasanakan oleh pemerintah
Dampak negative
a) Peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban
berkurang karena telah menjadi tugas pihak yang berwajib
b) Akan semakin banyak pihak yang ingin memisahkan diri dari
suatu megarah karena terpengaruh oleh kasus –kasus dinegara
lain
3. Bidang Ekonomi
Dampak Positif
a) Dapat memperluas pasar untuk memproduksi barang dalam
negeri hingga ke luar negeri
b) Menigkatkan kesmpatan kerja dan menambah devisa Negara
c) Mendorong masyarakat untuk belomba lomba menghasilkan
produk berkualitas tinggi
d) Memudahkan memperoleh tambahan modal, baik dari dalam
maupun luar negeri
Dampak Negatif
a) Beberapa usaha kecil akan tersingkir oleh usaha yang bermodal
besar
b) Akibat adanya pasar bebas, dapat mengancam produk dalam
negeri yang mayoritas kualitasnya jauh dibawah produk luar
negeri
c) Membuka masuk untuk investasi luar negeri yang juga
berpotensi dapat menguasai perekonomian dalam negeri yang
tentu saja akan memperburuk kondisi perekonomian.
d) Memperlebar kesenjangan antara perekonomian Negara maju dan
Negara berkembang
4. Bidang Sosial dan Budaya
Dampak positif
a) Memajukan pola pikir masyarakat
b) Meningkatkan etos kerja, disiplin dan jiwa kemandirian
c) Mudahnya mengadopsi budaya budaya yang baik dari Negara
lain
Dampak negative
a) Mudahnya masuk budaya dari luar yang tidak sesuai dengan
budaya Negara asal
b) Lunturnya semangat dan nilai – nilai yang telah mengakar
c) Merusak moral bangsa akibat dari kurang nya penyaringan dari
budaya yang masuk
d) Menumbuhkan beberapa gaya hidup yang kurang baik, seperti ;
konsummerisme (konsumsi berlebihan), pragtisme ( melakukan
kegitatan yang vermanfaat saja), hedonisme ( mengutamakan
kepentingan dunia saja ) dan individualisme ( mengutamakan
kepentikan diri sendiri).
PERAN PEMERINTAH DALAM MENANGKAL ARUS
GLOBALISASI DAN MENYIKAPI DAMPAK GLOBALISASI
Apapun alasannya pemerintah adalah tonggak yang paling peka
terhadap keadaan globalisasi. Pemerintah harus dapat dijadikan tempat
paling potensial dan aman bagi masyarakat untuk mendapatkan
perlindungan. Pro aktif pemerintah terhadap warga sangat dibutuhkan
dalam menanggapi globalisasi kebudayaan. Begitu juga dengan masyarakat
harus tatap dan patuh dalam menjalankan ketentuan ketertiban hukum yang
berlaku di dalam negara bangsa dan negara. Globalisasi harus menjadikan
bangsa Indonesia menjadi besar namun tetap memegang teguh dasar dan
falsafah negara. Menerima budaya asing boleh saja namun tetap konsistensi
terhadap budaya sendiri.
Bentuk-bentuk kepedulian suatu bangsa dapat dinyatakan dengan cara-cara
berikut ini.
• Pemerintah mengutuk atau mengecam segala bentuk tindak
penindasan dan eksploitasi suatu bangsa terhadap bangsa lain.
Misalnya, mengecam Israel yang telah melakukan tindakan
semena-mena kepada bangsa Palestina tanpa menghiraukan
seruan-seruan internasional.
• Pemerintah membentuk forum-forum bersama, baik berskala
regional atau internasional, guna memperkukuh posisi dalam
memberi resolusi, tekanan, dan tuntutan terhadap masalah-masalah
internasional. Misalnya, Indonesia masuk dalam ASEAN dan AFTA.
• Pemerintah menunjukkan dan memberikan rasa simpati terhadap
perjuangan melawan penindasan hak asasi manusia. Misalnya,
pemerintah Indonesia memberikan simpati dan dukungan moril
terhadap perjuangan rakyat Tibet dalam menentang pendudukan
China atas wilayah Tibet.
• Pemerintah melakukan langkah kebijakan yang mengarah kepada
pemenuhan asas-asas demokrasi, hak asasi manusia, keterbukaan,
pelestarian lingkungan hidup, dan pasar global.
• Pemerintah mengirimkan tenaga sukarelawan dan tenaga medis ke
daerah-daerah konflik di luar negeri. Misalnya, pengiriman tenaga
medis ke Afganistan pasca perang tahun 2002.
• Pengiriman pasukan perdamaian atau pemeliharaan keamanan
(Pasukan Garuda) dalam koordinasi Dewan Keamanan PBB ke
wilayah-wilayah konflik.
• Pemerintah mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan ke
daerah yang dilanda kelaparan dan kekeringan ke daerah-daerah
konflik atau bekas konflik.
UPAYA UNTUK MENGANTISIPASI DAMPAK NEGATIF
GLOBALISASI
Oleh karena itu, agar kita tidak terjerumus ke dalam pengaruh negatif
globalisasi kita harus mengikuti langkah – langkah seperti berikut:
a) Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat
mencintai produk dalam negeri.
b) Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik-
baiknya.
c) Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
d) Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi,
ekonomi, sosial budaya bangsa
e) Perlunya perhatian para orang tua dalam memantau pergaulan dan cara
hidup anaknya.
DAMPAK POSITIF GLOBALISASI TERHADAP DUNIA
PENDIDIKAN INDONESIA
Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola
pengajaran pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal
berubah menjadi pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet
dan computer. Apabila dulu, guru menulis dengan sebatang kapur, sesekali
membuat gambar sederhana atau menggunakan suara-suara dan sarana
sederhana lainnya untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi.
Sekarang sudah ada computer. Sehingga tulisan, film, suara, music, gambar
hidup, dapat digabungkan menjadi suatu proses komunikasi.
Dalam fenomena balon atau pegas, dapat terlihat bahwa daya itu
dapat mengubah bentuk sebuah objek. Dulu, ketika seorang guru berbicara
tentang bagaimana daya dapat mengubah bentuk sebuah objek tanpa
bantuan multimedia, para siswa mungkin tidak langsung menangkapnya.
Sang guru tentu akan menjelaskan dengan contoh-contoh, tetapi mendengar
tak seefektif melihat. Levie dan Levie (1975) dalam Arsyad (2005) yang
membaca kembali hasil-hasil penelitian tentang belajar melalui stimulus
kata, visual dan verbal menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan
hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas seperti mengingat,
mengenali, mengingat kembali, dan menghubung-hubungkan fakta dengan
konsep.
DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI TERHADAP DUNIA
PENDIDIKAN INDONESIA
a. Komersialisasi Pendidikan
Era globalisasi mengancam kemurnian dalam pendidikan. Banyak
didirikan sekolah-sekolah dengan tujuan utama sebagai media bisnis.
John Micklethwait menggambarkan sebuah kisah tentang pesaingan
bisnis yang mulai merambah dunia pendidikan dalam bukunya
“Masa Depan Sempurna” bahwa tibanya perusahaan pendidikan
menandai pendekatan kembali ke masa depan. Salah satu ciri
utamanya ialah semangat menguji murid ala Victoria yang bisa
menyenangkan Mr. Gradgrind dalam karya Dickens.
Perusahaan-perusahaan ini harus membuktikan bahwa mereka
memberikan hasil, bukan hanya bagi murid, tapi juga pemegang
saham.(John Micklethwait, 2007:166).
b. Bahaya Dunia
Maya Dunia maya selain sebagai sarana untuk mengakses informasi
dengan mudah juga dapat memberikan dampak negative bagi siswa.
Terdapat pula, Aneka macam materi yang berpengaruh negative
bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme,
kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan
seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh
siapa pun, termasuk siswa. Barang-barang seperti viagra, alkhol,
narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Contohnya, 6 Oktober
2009 lalu diberitakan salah seorang siswi SMA di Jawa Timur pergi
meninggalkan sekolah demi menemui seorang lelaki yang dia kenal
melalui situs pertemanan “facebook”. Hal ini sangat berbahaya pada
proses belajar mengajar.
c. Ketergantungan
Mesin-mesin penggerak globalisasi seperti computerdan internet
dapat menyebabkan kecanduan pada diri siswa ataupun guru.
Sehingga guru ataupun siswa terkesan tak bersemangat dalam proses
belajar mengajar tanpa bantuan alatalat tersebut.
LINK FLIPBOOK ONLINE
DAFTAR PUSTAKA
Al Hakim, Suparlan. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan dalam konteks Indonesia.
Malang: Madani.
Asri B. 2008. Pembelajaran Moral. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Bahar, Herwina. 2016. Etika dan Profesi Kependidikan. Jakarta: FIP UMJ
Faizah, F. 2009. Dampak Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan.
Friedman, Thomas. 1999. The lexus and The Olive Tree. Amsterdam: Van der Werff.
Hafid, Anwar, dkk. 2013. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Januar, I. 2006. Globalisasi pendidikan dI indonesia,
Khor, Marttin. 2003. Rethinking Globalization. Jakarta: Zed Books.
Lodge. 1996. The Impact of Globalization. London: Cambridge University Press.
Mulyono, Yon Girie. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi.
Tangerang: PT. Pustaka Mandiri
Munir. 2010. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Maqdani, Anggota
IKPI. Surya, M. 2002. Dasar-dasar Kependidikan di SD. Pusat penerbitan
Universitas Terbuka.
Naisibitt, John dan Patricia Aburdence. 1999. Megatrend 2000. New York: William
Morrow and Company.
Pain, Cochrane A. 2000. A Globalizing Society. London: Routledge Ltd.
Suryabrata, S. 2010. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Rajawali Pers.
Wardoyo, C. 2007. Urgensi Pendidikan Moral.
Wibowo, Agus. 2012. Pendidikan Karakter Usia Dini (Strategi Membangun Karakter di
Usia Emas). Yogyakarta: Putaka Pelajar.
Terima
kasih