3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin dalam Pengelolaan
Sumber Daya
SMK Negeri 7 Semarang diresmikan pada tanggal 7 Juni 1971 oleh Presiden
Republik Indonesia – Suharto, dengan nama Proyek Perintis Sekolah Teknologi
Menengah Pembangunan Semarang dengan lama pendidikan 4 (empat) tahun.
Pada tahun 1986 nama sekolah berubah menjadi Sekolah Teknologi Menengah
Pembangunan Semarang dan pada tahun 1995 berubah menjadi Sekolah
Menengah Kejuruan Negeri 7 Semarang dengan lama pendidikan tetap 4 (empat)
tahun.
Berdasarkan aset yang dimiliki sekolah, maka pemimpin dalam pengelolaan
sumber daya mempunyai peranan yang sangat penting dalam pemetaan sumber
daya yang ada di daerah dan sekolah dengan menggunakan tujuh aset/sumber
daya. Berdasarkan pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset (PKBA)
menekankan pada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan
tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di
dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan lebih
berkelanjutan.
Berikut pemetaan aset-aset atau sumber daya yang dimiliki SMKN 7 Semarang
1. Modal Manusia
SMKN 7 Semarang memiliki 8 Kompetensi Keahlian, dengan jumlah guru 116 orang
yang terdiri dari 50 guru umum atau normatif adaptif, dan 66 guru kompetensi
keahlian atau guru jurusan. Sekolah kami dibantu oleh 31 tenaga tata usaha. Hampir
sebagian besar guru-guru di sekolah ini menguasai bidangnya masing masing.IT.
Hal ini sangat mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan sekolah utamanya
dalam pelaksanaan pembelajaran yang saat ini dituntut serba inovatif dan kreatif.
Disamping itu, diantara kepala sekolah, guru, dan juga staff TU memiliki ikatan
kekeluargaan yang sangat erat dan selalu saling membantu jika ada masalah-
masalah yang dihadapi.
SMKN 7 SEMARANG PINTU BELAKANG
SMKN 7 Semarang pada tahun ini memiliki siswa sebanyak sebanyak 2433 dengan
pembagian sbb:
Jumlah Siswa Agama
Jumlah
No KELAS
Kristen Katholik
Putra Putri Islam
1 Kelas X 376 235 560 32 20 611
2 Kelas XI 357 252 578 20 11 609
3 Kelas XII 396 210 575 22 11 606
4 Kelas XIII 401 206 589 29 21 607
63 2433
JUMLAH 1530 903 2302 103
Siswa-siswa SMKN 7 Semarang adalah murid yang berasal dari semarang dan
sekitarnya, mulai dari Grobogan, Jepara, Kabupaten Semarang, dan beberapa dari
Kudus. Kompetensi keahlian yang bermacam macam membuat modal manusia di
SMKN 7 Semarang jadi beragam. Berdasarkan data prestasi sekolah kami tidak
kalah dalam prestasi baik prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik
(Olahraga dan Seni). Selain itu modal manusia yang dimiliki oleh SMKN 7 Semarang
adalah adanya kerjasama orangtua siswa yang tergabung dalam komite sekolah,
paguyuban kelas, stakeholder, serta jaringan industri yang ada disekitar semarang
seperti Keluarga Alumni dan kawasan industri setempat. Mereka selalu ikut
berkontribusi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah, baik berupa
tenaga, pemikiran ataupun biaya.
2. Modal Sosial
Modal sosial yang dimiliki SMKN 7 Semarang diantaranya sekolah ini memiliki
tata tertib yang mengatur segala tingkah laku baik guru maupun siswanya. Sekolah
ini merupakan ex STM Pembangunan yang didirikan sebagai bagian dari proyek
perintis pembangunan, sehingga memiliki nama yang cukup dikenal di Semarang
dan sekitarnya. Sekolah kami adalah sekolah kejuruan dengan rumpun teknologi
rekayasa (STM) dimana pada sekolah memiliki aturan yang jelas tentang
pelaksanaan aktivitas sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah.
Sekolah ini juga melaksanakan pembiasaan setiap harinya untuk
meningkatkan disiplin, sikap religius, dan juga rasa nasionalisme. Kegiatan yang
dilaksanakan diantaranya melaksanakan Hansek tiap tahunya (pertahanan sekolah),
Kemah bakti tahunan atau KBT, Upacara tiap senin, kegiatan olah fisik dan juga
melaksanakan kegiatan pembersihan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah secara
berkala. Selain itu sekolah ini juga memiliki komunitas praktisi di tiap tiap kompetensi
keahlian yang di pimpin oleh kepala jurusan atau KKK yang dijadikan tempat untuk
saling berbagi antara guru dalam meningkatkan kompetensi dan memecahkan
masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.
Kamistembang
3. Modal Fisik
SMKN 7 Semarang memiliki bangunan fisik diantaranya, 34 ruang kelas untuk
kegiatan pembelajaran, 16 Bengkel atau 2 Bengkel setiap Kompetensi Keahlian di
masing masing Jurusan, 1 ruang kepala sekolah, 4 ruangan wakil kepala sekolah, 1
ruang TU, 1 ruang perpustakaan, 9 ruang Guru (karena guru terpisah dimasing –
masing Kompetensi Keahlian), 1 ruang guru umum, 1 ruangan sebagai gudang, 14
ruang kamar mandi, 8 ruang UKS, kantin, tempat parkir, dan halaman depan dan
belakang untuk berbagai kegiatan, serta lapangan tengah yang dipakai untuk
olahraga dan kumpul bersama. Sekolah ini juga memiliki wastafel, saluran
pembuangan air dan akses jalan yang bagus. Bangunan fisik pendukung lainnya
yaitu Taman Pancasila atau simpang lima, tempat ibadah masjid baiturahman,
lapangan Tri Lomba Juang, serta tempat-tempat penting lain yang biasa digunakan
untuk pembelajaran luar sekolah yang dapat mendukung perkembangan
pembelajaran murid.
Lokasi SMKN 7 Semarang
4. Modal Lingkungan/Alam
Modal lingkungan/alam yang dimiliki sekolah ini diantaranya sirkulasi udara yang
bersih dan bagus karena sekolah memiliki pohon-pohon serta tanaman sebagai
perindang dengan luas hampir 5 hektare. Memiliki taman sekolah yang luas dan asri
dan juga tanaman keras (pohon jati dsbnya). Sekolah ini juga memiliki ruang terbuka
hijau di tengah sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk area sepakbola, upacara
dan sebagainya.Sekolah yang berada di lingkungan pusat pemerintahan provinsi
jawa tengah ini sangat strategis dan mudah di cari dan bisa diakses dengan sarana
transportasi apapun. Jaringan internet yang lancar juga mendukung kegiatan di
sekolah.
Taman Sekolah
5. Modal Finansial
Untuk modal finasial SMKN 7 Semarang mengandalkan dari dana BOS yang
diberikan oleh pemerintah pusat dan juga dana BOS pendamping yang diberikan
oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, sekolah juga memanfaatkan uang
revitalisasi SMK, dan berbagai bantuan pemerintah pusat, serta tidak menutup
kemungkinan dari sumbangan mitra sekolah seperti bantuan perusahaan,
sumbangan alumni, sumbangan paguyuban, dan sumbangan lainnya yang tidak
mengikat.
Dana BOS baik BOS Pusat maupun BOS Pendamping Provinsi Jawa Tengah
6. Modal Politik
Untuk modal politik yang dimiliki sekolah yaitu bersinergi dengan pemerintah pusat
atau daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah
dan Direktorat Jenderal Vokasi. Selain itu, sekolah juga melakukan sinergi dengan
Industri setempat di kawasan industri candi, kawasan industri Terboyo, Kawasan
Industri Wijaya Kusuma dan Industri di Jabotabek. Untuk kegiatan mental
kepribadian kita bekerja sama dengan TNI dalam hal ini KODIM serta kepolisian,
dan juga tokoh-tokoh politik yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
7. Modal Agama dan Budaya
Untuk modal agama dan budaya yang dimiliki oleh SMKN 7 Semarang yaitu sekolah
teridiri atas siswa yang beragam agama dan budayanya. Sekolah memfasilitasi
pelaksanaan sembahyang bersama sesuai dengan agamanya masing-masing setiap
hari tertentu di masjid sekolah dan ruangan tertentu untuk agama lainnya. Selain itu
sekolah juga mempunyai berbagai macam kegiatan yang di organizing atau
dikomandani oleh OSIS. Sekolah juga memiliki ekstrakulikuler di bidang seni dan
budaya dan olah raga. antara lain pecinta alam, karate, paskibra, dan kerohanian.
Demikianlan hasil pemetaan 7 aset atau sumber daya yang dimiliki oleh SMKN 7
Semarangsebagai kekuatan yang dapat dimanfaatkan dan dikelola untuk kemajuan
pendidikan di sekolah dan pelaksanaan pembelajaran yang bermakna dan berpihak
pada murid.