The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

3.3.a.4.1. Forum Diskusi Eksplorasi Konsep - Modul 3.3_Kel A2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dianita Hastiningrum, 2024-03-04 03:39:37

3.3.a.4.1. Forum Diskusi Eksplorasi Konsep - Modul 3.3_Kel A2

3.3.a.4.1. Forum Diskusi Eksplorasi Konsep - Modul 3.3_Kel A2

Kelompok A2 CGP Angkatan 9 Kab Klaten 3.3.A.4.1. FORUM DISKUSI EKSPLORASI KONSEP - MODUL 3.3PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID


THANKS TO Amin DA PP Rini Emmalia Fasilitator


TEAM Dianita Erlin Dian Septal Suharti Angga


Melalui diskusi secara asinkron, CGP dapat menganalisis sejauh mana suara, pilihan dan kepemilikan murid dipertimbangkan dalam sebuah contoh program/kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler sekolah TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS:


Jenis program atau kegiatannya. Apakah program atau kegiatan tersebut termasuk dalam intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler. 1. Karakteristik lingkungan yang dikembangkan oleh guru/sekolah di dalam program atau kegiatan tersebut (dengan mengacu kepada 7 karakteristik lingkungan yang telah dipelajari sebelumnya). 2. Sejauh mana aspek suara, pilihan, dan kepemilikan murid dipromosikan atau didorong dalam kegiatan atau program tersebut. 3. POIN-POIN


Kegiatan Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada serangkaian kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa. Kegiatan literasi merupakan kegiatan kokurikuler. Pengertian kokurikuler adalah kegiatan di sekolah yang dilakukan oleh peserta didik untuk menguatkan, memperdalam, atau sebagai pengayaan mata pelajaran yang sudah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan penguatan pendidikan karakter pada peserta didik. JENIS PROGRAM ATAU KEGIATANNYA. APAKAH PROGRAM ATAU KEGIATAN TERSEBUT TERMASUK DALAM INTRAKURIKULER, KOKURIKULER, ATAU EKSTRAKURIKULER.


Kegiatan kokurikuler dilaksanakan sendiri ataupun kelompok. Nantinya, pengajar harus menyiapkan beberapa poin penting, seperti memberikan tugas atau materi yang sesuai dengan pembahasan yang sedang diajarkan. Pengajar juga wajib paham tingkat kesulitan materi kokurikuler agar tugas bisa sesuai dengan kemampuan peserta didik. Di akhir, pengajar akan memberikan penilaian yang adil dan sesuai dengan hasil kerja dan kemampuan peserta didik masingmasing. Kegiatan kokurikuler ini bisa diwajibkan untuk peserta didik untuk mengembangkan identitas dan kearifan lokal. Kegiatan kokurikuler umumnya masih terkait dengan mata pelajaran muatan lokal yang sudah ditetapkan pemerintah daerah. JENIS PROGRAM ATAU KEGIATANNYA. APAKAH PROGRAM ATAU KEGIATAN TERSEBUT TERMASUK DALAM INTRAKURIKULER, KOKURIKULER, ATAU EKSTRAKURIKULER.


GERAKAN LITERASI SEKOLAH. Pengertian Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Kegiatan rutin ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Tujuan umum gerakan literasi sekolah yaitu untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. JENIS PROGRAM ATAU KEGIATANNYA. APAKAH PROGRAM ATAU KEGIATAN TERSEBUT TERMASUK DALAM INTRAKURIKULER, KOKURIKULER, ATAU EKSTRAKURIKULER.


Selain itu adapula tujuan khusus gerakan literasi sekolah diantaranya yaitu: 1.Menumbuh kembangkan budaya literasi di sekolah. 2.Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan. 3. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca. 4. Kegiatan Literasi di SMA Negeri 2 Klaten telah berjalan dengan baik sesuai dengan Visi dan Misi SMA Negeri 2 Klaten. Kegiatan ini dikelola oleh TIM Literasi Sekolah yang merupakan gabungan dari Guru-guru Bahasa dan Guru-guru Bidang lainnya. Pepustakaan yang merupakan pusat dari literasi sekolah dimanfaatkan oleh siswa dalam melaksanakan program literasi. JENIS PROGRAM ATAU KEGIATANNYA. APAKAH PROGRAM ATAU KEGIATAN TERSEBUT TERMASUK DALAM INTRAKURIKULER, KOKURIKULER, ATAU EKSTRAKURIKULER.


Untuk mewujudkan program lierasi sekolah melibatkan warga sekolah untuk menulis dan produktif menghasilkan karya, dan dibentuknya duta literasi siswa yang akan menjadi role model keberlangsungan kegiatan litetrasi SMA Negeri 2 Klaten. Upaya yang dapat ditempuh sebagai berikut: 1.Duta literasi siswa tiap kelas melalui seleksi Karya artikel / Essay dari siswa dalam bingkaian antologi karya siswa yang dicetak ( diterbitkan) 2. Lomba literasi kelas ( Ruang pojok baca gerakan satu siswa satu buku) 3. Karya guru ( artikel, Modul pembelajaran berdefernsiasi dicetak/ diterbitkan, buku pedoman guru dsb) 4. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG DIKEMBANGKAN OLEH GURU/SEKOLAH DI DALAM PROGRAM ATAU KEGIATAN TERSEBUT (DENGAN MENGACU KEPADA 7 KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG TELAH DIPELAJARI SEBELUMNYA).


Tahap Persiapan: Membentuk panitia penanggung jawab kegatan literasi SMA Negeri 2 klaten. 1. Sosialisasi ke siswa untuk menentukan jumlah siswa untuk mengikuti seleksi duta lierasi siswa ( Masing-masing kelas mengirimkan 5 siswa) 2. 3.Jumlah kelas 30 kelas X 5 = 150 siswa KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG DIKEMBANGKAN OLEH GURU/SEKOLAH DI DALAM PROGRAM ATAU KEGIATAN TERSEBUT (DENGAN MENGACU KEPADA 7 KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG TELAH DIPELAJARI SEBELUMNYA).


Tahap Pelaksanaan Tanggal dimulai dan berakhirnya: a.Perekrutan calon duta lietrasi siswa dan pelaksanaan seleksi minggu ke 1 bulan Oktober 2023. 1. b.Pembekalan dan selesksi calon duta literasi siswadan naskah karya siswa yang masuk ke Tim Literasi sekolah minggu ke 2 bulan OKtober 2023 2. c.Pengumuman dan pengukuhan duta literasi siswa minggu ke 3 bulan Oktober 2023 3. d.Pengumuman pemenang lomba literasi kelas yang diikuti 30 kelas minggu ke 3 bulan oktober 2023 4. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG DIKEMBANGKAN OLEH GURU/SEKOLAH DI DALAM PROGRAM ATAU KEGIATAN TERSEBUT (DENGAN MENGACU KEPADA 7 KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG TELAH DIPELAJARI SEBELUMNYA).


Tahap Pelaksanaan Kegiatan lomba dan seleksi duta literasi SMA Negeri 2 Klaten Dengan agenda kegiatan sebagai berikut: 1.Sosialisasi penulisan karya arikel dan essay 2.Seleksi duta literasi siswa 3.Satu siswa satu karya yang dihasilkan oleh calon duta literasi siswa 4.Seleksi karya siswa yang masuk Hasil karya siswa yang masuk dibukukan dalam balutan antologi karya siswa 5. 6.Artikel dan essay KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG DIKEMBANGKAN OLEH GURU/SEKOLAH DI DALAM PROGRAM ATAU KEGIATAN TERSEBUT (DENGAN MENGACU KEPADA 7 KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG TELAH DIPELAJARI SEBELUMNYA).


Lingkungan yang menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif, hingga berkemampuan dan berkeinginan untuk memberikan pengaruh positif kepada kehidupan orang lain dan sekelilingnya. 1. Lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif dan bijaksana. 2. Lingkungan yang melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun non-akademiknya. 3. Lingkungan yang melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri, sesama, serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. 4. Lingkungan yang membuka wawasan murid agar dapat menentukan dan menindaklanjuti tujuan, harapan atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya melampaui pemenuhan kepentingan individu, kelompok, maupun golongan. 5. Lingkungan tersebut berkomitmen untuk menempatkan murid sedemikian rupa sehingga aktif menentukan proses belajarnya sendiri. 6. Lingkungan tersebut menumbuhkan daya lenting dan sikap tangguh murid untuk terus bangkit di tengah kesempitan dan kesulitan. 7. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG DIKEMBANGKAN OLEH GURU/SEKOLAH DI DALAM PROGRAM ATAU KEGIATAN TERSEBUT (DENGAN MENGACU KEPADA 7 KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG TELAH DIPELAJARI SEBELUMNYA).


1. Suara (voice) Ketika kita berbicara tentang “suara” murid, maka kita sebenarnya bukan hanya berbicara tentang memberi murid kesempatan untuk mengomunikasikan ide dan pendapat. Voice (suara) adalah pandangan, perhatian, gagasan yang diekspresikan oleh murid melalui partisipasi aktif mereka di kelas, sekolah, komunitas, dan sistem pendidikan mereka, yang berkontribusi pada proses pengambilan keputusan dan secara kolektif mempengaruhi hasilnya. (www.education.vic.gov.au) Mempertimbangkan suara murid adalah tentang bagaimana kita memberdayakan murid kita agar memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perubahan. Suara murid yang otentik memberikan kesempatan bagi murid untuk berkolaborasi dan membuat keputusan dengan orang dewasa seputar apa dan bagaimana mereka belajar dan bagaimana pembelajaran mereka dinilai. Mempromosikan suara murid dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dalam banyak cara. Suara murid dapat ditumbuhkan melalui diskusi, membuka ruang ekspresi kreatif, memberi pendapat, merelevansikan pembelajaran secara pribadi, dan sebagainya. SEJAUH MANA ASPEK SUARA, PILIHAN, DAN KEPEMILIKAN MURID DIPROMOSIKAN ATAU DIDORONG DALAM KEGIATAN ATAU PROGRAM TERSEBUT.


1. Suara (voice) Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana sekolah atau guru dapat mempromosikan “suara murid” dalam kegiatan berliterasi: Membangun budaya saling mendengarkan. Membangun kepercayaan diri murid agar mereka percaya bahwa setiap suara berharga dan layak didengar. Melibatkan murid dalam memberikan umpan balik terhadap kegiatan literasi yang telah dilakukan. Melibatkan murid dalam memberikan umpan balik terhadap program literasi. Memberikan kesempatan murid untuk bertanya, memberikan pendapat, berdiskusi dalam berbagai kesempatan dan dalam kegiatan literasi. SEJAUH MANA ASPEK SUARA, PILIHAN, DAN KEPEMILIKAN MURID DIPROMOSIKAN ATAU DIDORONG DALAM KEGIATAN ATAU PROGRAM TERSEBUT.


SEJAUH MANA ASPEK SUARA, PILIHAN, DAN KEPEMILIKAN MURID DIPROMOSIKAN ATAU DIDORONG DALAM KEGIATAN ATAU PROGRAM TERSEBUT. 2. Pilihan (Choice) Pilihan (choice) adalah peluang yang diberikan kepada murid untuk memilih kesempatan-kesempatan dalam ranah sosial, lingkungan, dan pembelajaran. (marzanoacademies.org). Dalam ranah sosial, murid dapat diberikan kesempatan untuk berada dalam kelompok yang sesuai dengan tujuan atau minatnya; dalam ranah lingkungan, murid dapat diberikan kesempatan untuk memilih atau mengatur tempat belajar yang sesuai untuk mereka. Dalam ranah lingkungan, murid diberikan kesempatan untuk memilih lingkungan belajar yang paling mendukung untuk mereka belajar secara maksimal. Sementara dalam ranah pembelajaran, murid diberikan pilihanpilihan untuk mengakses, berlatih, atau membuktikan penguasaan pengetahuan atau keterampilan dalam kurikulum.


SEJAUH MANA ASPEK SUARA, PILIHAN, DAN KEPEMILIKAN MURID DIPROMOSIKAN ATAU DIDORONG DALAM KEGIATAN ATAU PROGRAM TERSEBUT. 2. Pilihan (Choice) Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana guru dapat mendorong dan menyediakan “pilihan” bagi murid-muridnya saat kegiatan dalam program literasi: Membuka cakrawala murid bahwa ada berbagai pilihan atau alternatif yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum menentukan sebuah keputusan. Memberikan kesempatan bagi murid untuk memilih bagaimana mereka mendemonstrasikan pemahamannya tentang apa yang telah mereka pelajari. Memberikan kesempatan pada murid untuk menggali sumber-sumber belajar sesuai minat mereka. Memberikan kesempatan pada murid untuk mengevaluasi kegiatan literasi. Memberikan kesempatan pada murid untuk menentukan rencana, jadwal atau agenda dalam melaksanakan kegiatan literasi.


SEJAUH MANA ASPEK SUARA, PILIHAN, DAN KEPEMILIKAN MURID DIPROMOSIKAN ATAU DIDORONG DALAM KEGIATAN ATAU PROGRAM TERSEBUT. 3. Kepemilikan (ownership) Dalam pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa saat murid berada dalam kursi kemudi proses belajar mereka, maka mereka akan lebih bertanggungjawab terhadap proses pembelajaran mereka sendiri dan menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses belajarnya. Menurut Duddley-Marling dan Searle yang dikutip oleh Rainer dan Mona dalam artikel yang berjudul Ownership of Learning in Teacher Education (2002:27) bahwa kepemilikan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan, melainkan sesuatu yang berkembang dalam struktur dan proses yang menyiratkan rasa hormat terhadap otonomi, kekuasaan, suara, dan tanggung jawab kepada orang lain. Dengan demikian kondisi-kondisi, struktur, dan proses perlu dikembangkan agar guru mampu menciptakan proses pembelajaran yang mendorong murid memiliki rasa kepemilikan.


3. Kepemilikan (ownership) Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah: Memberikan murid kesempatan untuk memilih beberapa kegiatan yang mereka lakukan (misalnya memilih topik untuk dilaporkan). Memberikan kesempatan murid berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum (misalnya, memutuskan apa yang ingin mereka pelajari). Memberikan murid kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam kelas. Memberikan murid kesempatan untuk menilai diri sendiri dan terlibat dalam proses penilaian (misalnya, melibatkan murid dalam mendiskusikan kriteria rubrik literasi yang baik). SEJAUH MANA ASPEK SUARA, PILIHAN, DAN KEPEMILIKAN MURID DIPROMOSIKAN ATAU DIDORONG DALAM KEGIATAN ATAU PROGRAM TERSEBUT.


Student Agency (kepemimpinan murid) bisa diartikan sebagai kemampuan murid untuk mengarahkan pembelajaran mereka sendiri. Kepemimpinan murid adalah tentang murid yang bertindak secara aktif dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab, daripada hanya sekedar menerima apa yang ditentukan oleh orang lain. Murid mendemonstrasikan “student agency” ketika mereka mampu mengarahkan pembelajaran mereka sendiri, membuat pilihan-pilihan, menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi pada komunitas belajar, mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan tindakan nyata sebagai hasil proses belajarnya. Mengingat bahwa kata agency ini belum ada padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia, maka untuk kepentingan pembahasan di dalam modul ini, maka istilah student agency ini selanjutnya akan diterjemahkan sebagai “kepemimpinan murid”. REFLEKSI APA YANG TELAH IBU/BAPAK PAHAMI TENTANG KONSEP KEPEMIMPINAN MURID (STUDENT AGENCY)


Untuk mendorong dan mempromosikan suara, pilihan, dan kepemilikan murid di kelas, saya akan mengambil beberapa langkah. Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah memperhatikan pertumbuhan kepemimpinan murid dengan cermat, melihat potensi, bakat, dan minat mereka, serta memberikan bantuan dalam pelatihan kepemimpinan. Langkah ini sangat efektif untuk memberikan ruang bagi kolaborasi antar murid untuk menemukan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi. Selain itu, saya akan mengambil peran ganda sebagai guru dan pelatih, memastikan bahwa kegiatan yang saya lakukan dalam kelas mendorong partisipasi aktif murid. Untuk suara murid sata mencoba untuk menentukan rencana belajar, melihat perkembangan kelas untuk memfasilitasi kolaborasi antar murid, dan menggunakan masalah nyata sebagai bahan pembelajaran. Sementara untuk mempromosikan pilihan murid, saya akan mencoba untuk memberikan kebebasan bagi murid untuk memilih pengurus kelas, metode ajar, sistem pembelajaran, dan membagi kelompok secara mandiri. Dan untuk mempromosikan kepemilikan murid, saya mencoba untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk mempresentasikan hasil karya mereka melalui berbagai media, serta memajang hasil karya murid di kelas. REFLEKSI BAGAIMANA IBU/BAPAK DAPAT MENDORONG DAN MEMPROMOSIKAN SUARA, PILIHAN, DAN KEPEMILIKAN MURID DI KELAS IBU/BAPAK?


Memberikan kesempatan kepada murid untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan program pengelolaan yang berdampak positif pada murid. Untuk kelompok kami mengambil tema literasi. Berkaca dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, dimana ide dan konsep, hingga program, guna menunjang peningkatan kegiatan literasi di sekolah ini khususnya di SMA negeri 2 Klaten masih belum maksimal terealisasi, sehingga program Duta Literasi menjadi salah satu upaya untuk melahirkan para peserta didik yang akan menjadi role model, menggerakkan, dan mengontrol proses keberjalanan, agar setiap kegiatan literasi menjadi solusi konkrit dalam menunjang visi pendidikan Indonesia dengan mewujudkan setiap sekolah menjadi Sekolah Literasi Nasional. REFLEKSI HAL KONKRET APA YANG AKAN IBU/BAPAK LAKUKAN, SESUAI DENGAN KONTEKS KEADAAN NYATA YANG DIHADAPI (PIKIRKAN ASET-KEKUATAN YANG DIMILIKI), UNTUK MEWUJUDKAN 7 KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG MENUMBUHKEMBANGKAN KEPEMIMPINAN MURID DI SEKOLAH IBU/BAPAK?


TERIMAKASIH TERGERAK BERGERAK MENGGERAKKAN


Click to View FlipBook Version