PROFILE LINGKUNGAN SANTO PIO GREEN MANSION
A. Latar Belakang Lingkungan Santo Pio Green Mansion
Lingkungan Santo Pio Green Mansion (“Ling. St. Pio GM”) terbentuk berawal dari instruksi romo Peter
Kurniawan Subagyo, OMI selaku pastor kepala Paroki Cengkareng dan romo Antonius Widiatmoko, OMI
selaku pastor rekan pada saat itu kepada Ibu Monica selaku Ketua Lingkungan Daniel dan beberapa
umat katolik yang mulai menempati perumahan baru Green Mansion untuk menginventaris umat
katolik di perumahan Green Mansion dan segera membentuk lingkungan baru.
Pertemuan perdana dilaksanakan di rumah pak Gregorius Junus dan ibu Frieda Mutiarawan pada 29 Juli
2011 yang dihadiri oleh Ibu Monica, pengurus dan umat lingkungan Daniel, serta beberapa umat katolik
di perumahan Green Mansion. Pertemuan perdana ini secara aklamasi menetapkan pak Ferdinand
Natalukita sebagai ketua lingkungan yang pertama.
Pertemuan selanjutnya dihadiri oleh romo Peter Kurniawan Subagyo, OMI. Pertemuan pengurus
berikutnya pun berhasil menyusun kepengurusan lengkap dan memilih Santo Pio sebagai pelindung
lingkungan dan sekaligus menetapkan tanggal 23 September, hari pesta Santo Pio, sebagai hari lahir
Ling. St. Pio GM.
B. Inspirasi Santo Pelindung
Santo Pio lahir di Pietrelcina, Italia, pada 25 Mei 1887 dengan nama Fransesco Forgione. Padre Pio
adalah pribadi yang luar biasa dan memiliki kekuatan moral yang langka. Beliau sangat tekun dan khusuk
dalam memimpin Perayaan Ekaristi dan Sakramen Pengakuan Doa. Padre Pio mendapatkan karunia
stigmata yang tidak terlihat selama 8 tahun yaitu sejak 1 September 1910. Pada 20 September 1918
disusul dengan karunia stigmata yang terlihat. Fenomena Osmogenesis ada pada Padre Pio, yaitu
keharuman wewangian surgawi (aroma harum bunga cyclamen, mawar, violet, dan lili) yang keluar dari
luka-luka stigmata sebagai tanda kehadirannya. Ada kesaksian-kesaksian mengenai fenomena
Multiplikasi komuni kudus pada Perayaan Ekaristi yang dipimpinnya. Fenomena Biolocation juga ada
pada beliau karena Padre Pio ditemukan di dua lokasi berbeda pada waktu yang sama. Pada 5 Mei
1956, Padre Pio membuka The House for the Relief of Suffering (Rumah untuk Pelepasan Penderitaan),
yaitu rumah sakit besar dan pusat studi klinik internasional.
Padre Pio wafat pada 23 September 1968 setelah merayakan peringatan 50 tahun penerimaan
stigmatanya. Pesta nama St. Pio jatuh pada 23 September.
C. Visi & Misi
Visi
“Meningkatkan Persaudaraan dan kebersamaan umat Lingkungan Pio dalam membangun kehidupan
spiritual, sosial, selalu tekun dan tanpa kekhawtiran dalam menyatakan kasih Allah yang begitu besar”.
Misi
1. Mengajak umat Lingkungan Pio untuk aktif dalam kegiatan Lingkungan;
2. Menggiatkan Kegiatan Liturgi dan non liturgi;
3. Mengadakan kegiatan sosial;dan
4. Mendukung penuh kegiatan Gereja.
D. Pemetaan dan Pemekaran
Ling.St. Pio GM terletak adalah satu perumahan yang terletak Jalan Daan Mogot. Ling.St. Pio GM sejak
awal terbentuknya masuk dalam wilayah ..... Paroki Trinitas Cengkareng.
Pada Tahun ......Paroki Kapuk mengajukan permintaan agar empat lingkungan yang dilayani oleh Paroki
Cengkareng yang mana salah satunya adalah Ling.St.Pio GM untuk masuk ke Paroki Kapuk karena
lingkungan yang diajukan masuk dalam wilayah pengembalaan Paroki Kapuk, tetapi dari berbagai
pertimbangan akhirnya hanya dua Lingkungan yang bersedia yaitu Ling. St. Pio GM dan Lingkungan
Alexandros. Sehingga pada .....Keuskupan Agung Jakarta memutuskan dan menetapkan Ling. St. Pio GM
dan Lingkungan Alexandros masuk dalam Paroki Kapuk dan tergabung dalam satu Wilayah Nataniel.
E. Demografi Umat
Jumlah umat Ling. St. Pio GM sampai dengan profile ini dibuat adalah sebanyak __KK.
Sebagian besar umat Ling. St. Pio GM adalah berprofesi sebagai Wiraswasta, Karyawan dan sebagian
kecil adalah pensiunan.
F. Kepengurusan
Pengurus Periode 2011-2014
• Ketua : Ferdinand Nataloekito
• Wakil Ketua : Gregorius Junus
• Sekertaris : M.K Ina Widjaja
• Bendahara : Gabriel Linawaty
• Sie. Liturgi : Paulus
• Sie. Sosial : Frieda Mutiarawan
Pengurus Periode 2014-2017
• Ketua : Ferdinand Nataloekito
• Wakil Ketua : Paulus
• Sekertaris : Kusuma
• Bendahara : Tjuju
• Sie. Liturgi : Gregorius Junus, M.K Ina Widjaja
• Sie. Sosial : Gabriel Linawaty
Pengurus Periode 2017- sekarang
• Ketua : M.K Ina Widjaja
• Wakil Ketua : Gregorius Junus
• Sekertaris : Clara Meidyana, Fransiska Dian
• Bendahara : Teresa Tjuju S, Novia Sugianto Limantara
• Sie. Liturgi : Paulus Sung, J.J Rudi Setiadi, Dwiharto Tanuwidjaja, Johandy
• Sie. Sosial : Gabriel Linawaty, Frieda Mutiarawan, Eufrasia Tania
• Sie. Koor : Novia Sugianto Limantara, Fransiska Dian
• Sie. PU : A.J. Jusuf, Fernando Alfred
• Sie. Dekorasi : Theresia Sutjiati, Jauw Lie Ming, Irene Tjong Jiu Jun
• OMK : Katharina Greta Wongodeo, Nikolas Setiadi
G. Kegiatan Lingkungan Pio
Kegiatan Liturgi
• BKSN, Prapaskah dan Adven
• Doa Rosario, Jalan Salib
Kegiatan Non Liturgi
• Bakti Sosial
• Jalan Santai Bersama
• Ziarek
• Retret