Tujuan:
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat,
lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan
protein
Dasar Teori : Untuk mengetahui zat-zat yang terkandung di dalam bahan
makanan, maka diperlukan uji makanan. Uji zat-zat makanan terhadap
berbagai bahan makanan dapat dilakukan dengan mengidentifikasi zat-
zat makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak dan vitamin
dengan mengelompokannya sesuai dengan zat-zat yang terkandung di
dalamnya.
Alat dan Bahan : 11. Larutan Benedict
12. Larutan Biuret
1. Tabung reaksi 13. Kertas Koran
2. Rak tabung reaksi 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
3. Gelas ukur 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
4. Penjepit 16. Minyak goreng, mentega
5. Kaki tiga 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
6. Kawat kassa pensil, spidol, isolasi)
7. Pembakar Spiritus
8. Korek api
9. Pipet
Lempengan mortal
Cara Kerja:
A.Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan
lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut
di atas selama 5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.
Apabila dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan
berwarna kuning kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi,
roti, kentang, dan jagung)
B.Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan
lempengan dan tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung
reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila
warna menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji
mengandung amilumkarbohidrat) dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi,
roti, kentang, ubi, dan jagung)
C.Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan
lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung
reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai
warna maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.
Jika warna berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
C.Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas
koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil
pengamatan. Apabila kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan
makanan mengandung lemak.
Tabel Hasil Pengamatan
A. Uji Benedict
Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
No. Sebelum dipanaskan Setelah dipanaskan
Benedict/Putih
1. Nasi Biru Muda Merah Bata
Benedict/Putih
2. Singkong Keruh Biru Merah Bata
Benedict/Putih
3. Pisang Ambon Biru Muda Merah Bata
4. Santan Kelapa Benedict/Putih Biru Muda Merah Bata
5. Kentang Biru Muda Merah Bata
Benedict/Kuning
Keruh
B. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna Biru Kehitaman
yang diuji/warna
1. Nasi Iodin/Putih
2. Roti Iodin/Putih Biru Kehitaman
3. Kentang Iodin/Kuning Biru Kehitaman
4. Tepung Kanji Iodin/Putih Biru Kehitaman
5. Ketela Pohon Iodin/Kuning Biru Kehitaman
C. Uji Biuret Keruh Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan Ungu
yang diuji/warna Reagen Ungu
1. Tahu penguji/warna Ungu
2. Tempe Ungu
3. Telur Biuret/Putih Ungu
4. Susu Biuret/Putih
5. Keju Biuret/Bening
Biuret/Kuning
Biuret/Kuning
D. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna setelah
No. Bahan Makanan Buram ditetesi pada kertas koran
yang diuji/warna
Transparan
1 Mentega/Kuning
Seperti yang terlihat pada table diatas uji bahan makanan dilakukan dengan 4 cara
pengujian diantaranya : uji bendict,uji lugol,uji biuret,uji lemak.
Jawaban Pertanyaan
1.A) apabila dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida,larutan akan
berwarna kuning kehijauan/endapan merah bata
B) apabila warna berubah menjadi hitam atau kebiruan,bahan makanan yang
diuji mengandung amilum karbohidrat
2.Jika makanan tersebut mengandung protein akan berwarna ungu
3.antara kelima makanan tersebut nasi memiliki kandungan glukosa dan amilum
yang tinggi.
4.Antara kelima makanan tersebut mentega memiliki kandungan lemak yang
tinggi.
5.Karbohidrat: terdapat enzim amilse/ptyalin yang mengubah amilum menjadi
maltose/disakairida.Enzim maltase di susu halus mengubah maltose menjadi
glukosa.enzim sukrase di usus halus mengubah sukrosa menjadi gluklosa dan
fruktosa.enzim lactase mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.Enzim
tripsin/kemotripsin mengubah protein dan peptide menjadi peptide yang lebih
kecil.di pancreas enzim pepsin mengubah protein menjadi pepton di
lambung.Lemak dielusi oleh bilus,lalu emulasi lemak di pecah menjadi lemak dan
gliserol.
Kesimpulan.
Dari percobaan yang dilakukan dapat kita ketahui untuk menentukan ada/tidaknya
kandungan zat amilum,glukosa protein dan lemak pada makanan dapat kita ketahui
dengan menguji bahan makanan.
1.Bahan makanan yang makanan mengandung amilum adalah
nasi,roti,kentang,ketela pohon dan jagung
2.Bahan makanan yang mengandung glukosa adalah nasi,roti,kentang,jagung dan
singkong
3.Bahan makanan yang mengandung protein adalah tahu,tempe,telur,susu dan keju
4.Bahan makanan yang mengandung lemak adalah kuning telur.
Daftar Pustaka
Sumber: Aryulina, Dyah. dkk. 2007.Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
Pratiwi, D, A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
https://academia.co.id/laporan-praktikum-uji-makanan/
https://www.slideshare.net/muhnooradnassaid/laporan-hasil-praktikum-uji-
zat-makanan
Bab 2 Semester 2 : Sistem Pernafasan Manusia
Jurnal Biologi 1 Bab 2
Kali ini merupakan pertemuan biologi kami yang pertama setelah ulangan pada
hari sebelumnya, sebelum memulai pertemuan melalui google meet bu Puspa
kembali lagi mengingatkan kepada yang remedial untuk tidak berkecil hati dan
tetap semangat,setelah itu bu Puspa membuka file bab ke 2 yang berjudul
“Sistem pernafasan”,setelah menjelaskan secara singkat, bu Puspa member
kesempatan kepada kami untuk menjelaskan apa yang ada di slide tersebut,dari
sekian banyak anak yang menjelaskan di dominasi oleh siswa XI IPA 4.
Jurnal Biologi 2 Bab 2
Pada pertemuan kali ini kami menunggu agak lama untuk dapat ikut dalam
pertemuan,dikarenakan internet di rumah Bu Puspa yang tidak stabil sehingga
agak lama untuk mengirimkan link google meet kepada kami,setelah kami sudah
masuk di link dan di absen kami membahas tentang sisitem pernafasan di mulai
dari laring karena minggu lalu kami membahas tentang faring, setelah
membahasnya untuk menjelaskan mengenai sisitem pernafasan.
Jurnal Biologi 3 Bab 2
Pertemuan kali ini agak lama untuk memulai nya karena kendala jaringan di
rumah Bu Puspa jadi kami sedikit lebih telat untuk mulai kelas,namun pada
akhirnya kami dapat memulai kelas,namun pada akhirnya kami dapat memulai
pertemuan biologi kami pada hari jumat ini,seperti biasa Bu Puspa meminta agar
beberapa siswa untuk menjelaskan tentang system pernafasan yang ada pada
pertemuan sebelumnya kami bahas juga.banyak siswa yang membantu
menjelaskan tentang organ pada system pernafasan.
Jurnal Biologi 4 Bab 2
Pada pertemuan kali ini,karena kepala sekolah kami berulang tahun pada hari
yang sama jadi kami memberi ucapan kepada beliau secara serentak melaui
google meet dan direkam, setelah itu selesai kami membahas untuk terakhir kali
bab ke 2 dan bu Puspa memberi tahu bahwa minggu depan akan diadakan
ulangan bab 2 yang tanggal dan waktunya belum ditentukan pada hari jumat
ini,setelah itu ibu Puspa bertanya kepada kami semua apakah ada yang sudah
selesai membuat video tentang hasil analisisny? Jika sudah akan di beri nilai
special oleh bu Puspa, sayang nya tidak ada siswa yang dapat menunjukkan nya
jadi tidak ada ynag mendapat nilai special dari Bu Puspa.
Portofolio Biologi
Oleh:
Nama : Samuel Benedicto Siahaan
Kelas : XI-IPA 4
Guru Mapel : Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : PENGARUH PENCEMARAN ASAP ROKOK TERHADAP ORGAN DAN
SISTEM PERNAFASAN MANUSIA
Oleh : Samuel Benedicto Siahaan
Mengetahui, Siswa yang Bersangkutan,
Balikpapan, Februari 2021
Samuel Benedicto Siahaan
Guru BiologiSMA Negeri 1 Balikpapan NIS. 19764
Puspani, M.Pd
NIP.19731010 200012 2 003
PENGARUH PENCEMARAN ASAP ROKOK TERHADAP ORGAN DAN SISTEM
PERNAFASAN MANUSIA
Tujuan : Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh pencemaran asap rokok
terhadap organ dan sistem pernafasan manusia serta cara menghindari asap rokok
Hasil Analisa :
A. Peristiwa Pencemaran :
Saya mengambil contoh peristiwa pencemaran udara yaitu pencemaran
udara yang disebabkan oleh asap rokok,Seperti yang kita ketahui bersama
bahwa asap yang di hasilkan oleh rokok sangat berbahaya bagi si perokok
dan kita yang menghirup asap nya, dalam satu batang rokok saja sudah
banyak sekali bahan dan zat yang dapat berdampak buruk bagi Organ
pernafasan manusia itu sendiri.Asap rokok yang mengandung ribuan bahan
kimia membuat silia harus bekerja keras menyaring benda asing. Hingga
akhirnya fungsi silia menurun atau tidak berfungsi sama sekali.
B. Penyebab Pencemaran :
Penyebab pencemaran asap rokok diakibatkan oleh seseorang yang sedang
merokok dan asap yang dihasilkan dapat berbahaya bagi diri sendiri dan juga
orang lain yang menghirup asap nya.Meskipun kamu tidak merokok,
paparan asap rokok bisa mengakibatkan dampak kesehatan yang cukup
signifikan untuk mereka yang menghirupnya. Paparan asap rokok yang
dihirup perokok pasif meningkatkan risiko kanker paru-paru, emfisema, dan
gangguan jantung sebesar 30 persen.
C. Akibat Pencemaran : Akibat yang ditimbulkan asap rokok adalah :
1. Kanker Paru-Paru
Bahaya asap rokok yang pertama bagi kesehatan dapat memicu kemunculan
kanker paru-paru. Perokok memiliki 22 kali kemungkinan untuk mengalami
kanker paru-paru dalam kehidupannya dibandingkan dengan Anda yang bukan
perokok.
2. Asma
Bahaya asap rokok yang kedua bagi kesehatan dapat memicu timbulnya
asma. Merokok diketahui semakin memperburuk asma pada orang dewasa,
membatasi kegiatan mereka, menimbulkan disabilitas dan meningkatkan risiko
asma yang parah yang membutuhkan perawatan darurat.
3. Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Bahaya asap rokok yang ketiga bagi kesehatan dapat memicu penyakit paru
obstruktif kronis. Satu dari lima perokok akan mengalami penyakit paru obstruktif
kronis (PPOK) dalam kehidupannya, terutama mereka yang mulai merokok saat
masa kanak-kanak dan remaja. Ini karena merokok tembakau akan secara
signifikan memperlambat pertumbuhan dan perkembangan paru-paru.
Perokok aktif memiliki 3-4 kali kemungkinan mengalami PPOK dari yang bukan
perokok. Namun orang dewasa yang tepapar asap rokok saat masih anak-anak, dan
sering mengalami infeksi pernapasan bagian bawah juga berisiko mengalami
PPOK.
4. Tuberkulosis
Bahaya asap rokok yang keempat bagi kesehatan adalah terkena penyakit
tuberkulosis. Sekitar seperempat penduduk dunia mengidap tuberkulosis laten,
membuat mereka berisiko mengalami penyakit aktif. Merokok melipatgandakan
risiko terkena tuberkulosis dari kondisi laten menjadi aktif, dan diketauhi juga
memperburuk progresi penyakit itu.
Selain itu, ternyata paparan asap rokok dari orang lain juga dapat meningkatkan
risiko infeksi tuberkulosis menjadi penyakit aktif. Tuberkulosis merusak paru-paru,
menurunkan fungsi paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok dan
meningkatkan risiko mengalami disabilitas dan kematian karena kegagalan
bernapas.
5. Penyakit Pernafasan Lain dan Menurunnya Fungsi Paru
Bahaya asap rokok yang kelima bagi kesehatan adalah kemunculan penyakit
pernapasan lain dan menurunnya fungsi paru-paru. Merokok diketahui
menyebabkan pneumonia dan semua gejala penyakit pernapasan termasuk batuk,
batuk rejan dan dahak. Pertumbuhan dan fungsi paru juga mungkin rusak di
kalangan perokok tembakau.
D. Refleksi : Setelah melakukan analisis mengenai pengaruh asap rokok bagi
organ dan sistem pernafasan manusia saya semakin sadar bahwa asap rokok
sangat berbahaya bukan hanya bagi si perokok saja tapi bagi kita yang
menghirup asap rokok tersebut (Perokok Pasif) dan bila sering terpapar
dalam jangka panjang akan membahyakan system dan organ pernafasan
manusia.
E. Tindak Lanjut : Tindak lanjut nya adalah ketika kita tahu ada seseorang yang
sedang merokok kita sebaiknya menghindar atau menjaga jarak dengan orang
tersebut agar kitatidak menghirup asapnya dan menjadi perokok pasif dan jika kita
berdekatan usahakan untuk menutup hidung kita menggunakan masker / sapu
tangan,dan juga pesan saya bagi para perokok untuk menghentikan kebiasaan
buruk tersebut karena dapat berakibat fatal bagi diri sendiri dan orang lain di
sekitar anda
F. Daftar Pustaka :
https://www.alodokter.com/bahaya-menjadi-perokok-pasif
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4430228/bukan-cuma-asap-
kendaraan-rokok-juga-jadi-sumber-polusi-udara
https://health.kompas.com/read/2016/05/28/132610423/begini.cara.rokok.merusak.
paru-paru.anda
https://lifestyle.kompas.com/read/2011/11/10/13173094/inilah.reaksi.tubuh.saat.m
engisap.rokok.
https://www.alodokter.com/9-kandungan-rokok-yang-berefek-mengerikan-untuk-
tubuh
Bab 3 Semester 2 : Sistem Ekskresi
Bab 4 Semester 2 : Sistem Koordinasi
Bab 5 Semester 2 : Sistem Hormon
Bab 6 Semester 2 : Sistem Indera
KUIS SISTEM IMUNITAS
1. Aaliyah : Sistem imunitas adalah...
2. Albert : Fungsi Sistem pertahanan tubuh yaitu ada mempertahankan tubuh dari
....
3. Adastra : Mekanisme pertahanan tubuh
4. Aldinan : Mekanisme pertahanan tubuh pertahanan spesifik alamiah
merupakah...
5. Afif : Pertahanan non spesifik ada 5 yaitu...
6. Aldian : Pertahanan fisik dan alamiah meliputi kulit yg sehat dan ...
7. Alfonsus : Kemampuan tubuh untuk menghilangkan...
8. Alya : Inflasi adalah...
9. Alya Rahimah : Zat antimikroba...
10. Andi Ailman : komponen ... ada 2 antigen dan antibodi
11. Alya Sakila : Didalam interaksi antibodi dan antigen yaitu...
12. Hipersensitivitas...
13. Aurelia : Interaksi antibodi dan antigen yg pertama ada...
14. Boeih : Jenis imunitas terhadap kekebalan tubuh...
15. Brandon : Imunitas yg diperantarai oleh...
16. Cantika : Sel sel yg terdapat ada sel B, sel T, makro
17. Candyle : Faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh...
18. Deswita :
19. Dwi : tanda tanda lokal respon inflamasi
20. Dicky : Ekstraseluler atau jika ... Dicerna oleh makrofag adalah...
21. Pina : Makrofag dapat dibedakan menjadi 3 yaitu...
22. Dina : Imunitas dibagi menjadi bbrp, yaitu ... Adalah..., Imunitas pasif adalah...,
imunitas pasif buatan adalah...
23. Enji : Gangguan sistem pertahanan tubuh ada...
24. Faisal : Fagositosis memiliki bbrp jenis makrofag yaitu...
25. Fajar Hamdan : Pertahanan non fisik terbagi menjadi 2
26. Fani : Faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu
27. Farren : Gangguan sistem pertahanan tubuh
28. Gabe : Sistem pertahanan tubuh non fisik yaitu limfosit
29. Gina : Sel sitotosi...
30. Gita : Mekanisme respon hormonal...
31. Ivan : ...Sel ini berperan dalam menghancurkan sel kanker, virus, jamur, dan
parasit lainnya
32. Juan : Hipersensitivitas atau alergi adalah..
33. Je Ivan : Penyakit auto imunitas adalah.... Contohnya...
34. Louis : Imunal Defisiensi adalah... Contohnya adalah defisiensi imun...
35. Khanza : Sindrom sistem johnson dan penyakit kulit...
36. Marcell : Jenis imunisasi polio dapat mencegah...
37. Madinah : Jenis2 imunisasi dan penyakit yg dicegah.
38. Modestine : Tujuan akhir... Mengisolasi... dan perbaikan jaringan
39. Andri : .... Memiliki jumlah paling banyak...
40. Salman : Antigen adalah... Terdiri atas...
41. Fawwaz : salah satu faktor yg mempengaruhi yaitu tidur. Kalo kurang...
42. Oasis : imunisasi DPT yaitu imunisasi untuk ... Yg diberikan pada bayi usia...
43. Rafli : salah satu contoh defisiensi imun... Jadi hrs tinggal di tmpt yg streril
44. Oriza : Kekebalan aktif dan pasif. Adalah... Contohnya...
45. Rafli Dwi : Salah satu mineral yg melimpah dalam tubuh adalah Mg.
Fungsinya...
46. Zinedine : respon kekebalan homoral melibatkan... yg akan menghasilkan...
47. Raisa : Imuno difiensi adalah salah satu penyakit... Yaitu... Terbagi menjadi 2
jenis yaitu...
48. Nadia : Vaksin adalah patogen yg mati atau dilemahkan atau toksin yg telah
diubah.
49. Rania : Imunasi BCV yaitu untuk mencegah...
50. Nanda : Salah satu faktor yg memengaruhi adalah nutrisi seperti...
Mempengaruhi... Diperlukan...
51. Naura : Pencegahan terbaik untuk stevens johnson adalah tidak mengonsumsi
oabt2an...
52. Ruth : Salah satu program imnusisasi adalah Hep A untuk mencehmgah Hep A,
yaitu...
53. Sisi : Program imunisasi dan penyakit yg dicegah...
54. Samuel : Patogen dapat dengan cepat....
55. Raina : Contoh2 alergen adalah...
56. Raisha : Salah satu pengaruh yaitu zat2 berbahaya yaitu...
57. Skylenn : Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat... Makrofag adalah...
Berasal dari... Berfungsi untuk...
58. Sakhi : Pengendapan adalah...
59. Jason : Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah...
60. Thezar : pd bbrp kasus stevens johnson disebabkan bbrp obat2an sprti...
61. Wahyu : Struktur antibodi pada... Terdiri dari 2 rantai Polipeltida yg terdiri
dari... Dihubungkan oleh...
62. Yuniar : Hormon bergantung pada jenis kelamin, wanita..., pria...
REFLEKSI
Peristiwa : Banyak peristiwa yang terjadi selama kami belajar Biologi di kelas
sebelas ini bersama dengan Bu Puspa walaupun kami tidak melakukan KBM
secara tatap muka namun kami sangat senang mengikuti pelajaran Biologi hingga
saat ini,baik suka maupun duka telah kami lewati bersama dari satu tugas ke tugas
yang lain telah kami semua selesaikan bersama sama dengan rasa tanggung jawab
yang tinggi.
Perasaan : Perasaan saya saat belajar daring Biologi selama ini dengan Bu
Puspa sangat lah menyenangkan dan tidak monoton dan tidak membuat kami
bosan sehingga kami sangat tertarik belajar biologi hingga saat ini.
Pembelajaran : Pembelajaran biologi saat bersama Bu puspa sangat lah
bagus karena tidak monoton dan terkadang kami berinteraksi dengan beliau karena
beliau juga merupakan wali kelas kami sekarang. Dan juga menurut saya bu Puspa
adalah orang yang inovatif karena tugas yang beliau berikan kepada kami sangat
bermacam macam bentuk nya tidak monoton terhadap satu jenis tugas saja, kadang
kami di minta untuk menganalisis,membuat jurnal,portofolio dan lain sebagainya
dan juga terkadang saat pelajarn bu Puspa sesekali menambahkan lelucon agar
situasi KBM tidak tegang.
Perubahan : banyak sekali perubahan yang saya dapat selama saya belajar
biologi dengan bu Puspa seperti sekarang saya bias membuat jurnal dan portofolio
dengan baik dan juga kemampuan saya menganalisis dari satu topic meningkat dan
hal hal tersebut saya rasa akan berguna untuk jenjang pendidikan selanjutnya/
kuliah dan juga saya mulai lebih tertarik terhadap pelajaran biologi daripada
sebelumnya.dan juga harapan saya agar Bu Puspa sehat selalu agar adik adik kelas
kami dapat di ajar dengan Bu Puspa dan saya yakin adik adik kelas saya akan suka
biologi ketika dia ajar dengan Bu Puspa. Terimakasih Bu Puspa.