The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Beby r, 2023-11-21 01:29:14

Salinan dari E-MODUL BUDIKDAMBER (2)

Salinan dari E-MODUL BUDIKDAMBER (2)

BUDIKDAMBER Terintegrasi STEAM E-MODUL FASE F


E-MODUL Budikdamber Penyusun: Alifia Putri Ramadhani Bebi Ramalia Alfi Rizkykah Aulia Prof. Dr. Slamet Suyanto M.Ed. Prodi : Pendidikan Biologi Mata Kuliah : Aplikasi STEM pada Pendidikan Biologi


Kata Pengantar Pembelajaran STEAM Biologi: Materi pertumbuhan dan perkembangan (Budikdamber) Pembelajaran STEAM Kimia: Unsur kimia yang terlibat dalam proses fotosintesis, enzim, dan Hormon Pembelajaran STEAM Fisika: Kapilaritas Untuk mengajarkan peserta didik memiliki kemampuan mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi, pembelajaran yang harus dilakukan guru pun harus berorientasi dengan karakteristik seperti pendekatan pembelajara berpusat pada peserta didik, peserta didik mampu berkolaborasi, materi pembelajaran dikaitkan dengan permasalahan yang dihdapi dalam kehidupan sehari-hari, pemblejaran harus memungkinkan peserta didik terhubung dengan kehidupan sehari -hari, dan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodir karakteristik pembelajara kuruikulum merdeka yaitu pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics atau disingkat dengan STEAM. STEAM merupakan pendekatan diaman sains, teknologi, teknis, seni, dan matematika diintegrasikan dengan fokus pada proses pembelajaran pemevahan masalah dalam kehidupan nyata. Untuk menyiapkan peserta didik Indonesia untuk memperoleh keterapilan cara erpikir melalui berpikir kritis, kreatif, mampu memeahkan masalah, dan megambil keputusan serta mampu berkerja sama melalui kolaborasi dan komunikasi, maka pendekatan STEAM diadopsi untuk menguatkan implementasi kurikum merdeka. Pendekatan STEAM diyakini sejalan dengan implementasi pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) Pengembangan bahan ajar sains berbasis STEAM , dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kurikulum merdeka. Materi pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pengemembangan pembelajaran berbasis STEAM adalah sebagai berikut; 1. 2. 3. Dengan tersusunnya unit pembelajaran ini, kami menyampaikan rasa terimakasih kepada kehadiran Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya sehinga modul Berbasis STEAM dengan model Project Based Learning ini dapat diselesaikan. Besar harapan kami, pembelajaran tersebut dapat digunakan sebagai bahan ajar alternatif buku sumber bagi guru-guru yang mengajar biologi dalam menyusun recana pembelajaran berbasis STEAM. Penyusun menyadari dalam penyusunan bahan ajar ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Yogyakarta, 7 November 2023 Penyusun


Pada akhir fase F, peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan struktur sel serta bioproses yang terjadi seperti transpor membran dan pembelahan sel; menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut; memahami fungsi enzim dan mengenal proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh; serta memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan, mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi, dan inovasi teknologi biologi. Pembelajaran Budikdamber Terintegrasi STEAM Proyek B. Capaian Elemen Nama Proyek: Budikdamber terintegrasi STEAM Materi Biologi: Pertumbuhan dan Perkembangan Fase F Materi Kimia: Unsur dan Senyawa Kimia Materi Fisika: Kapilaritas 1. 2. 3. 4. B. Tujuan Pembelajaran Memahami konsep pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup secara lebih terperinci melalui analisis faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan hewan yang dibudidaya. Merancang model proyek budikdamber berdasarkan konsep-konsep yang telah diketahui tentang pertumbuhan dan perkembambangan Merangkai proyek budikdamber sesuai dengan rancangan Melakukan pengamatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman selama proyek berlangsung Memecahkan masalah produksi tanaman pada keterbatasan lahan atau ruang yang sempit melalui pendekatan teknologi urban farming Peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan bioproses yang terjadi dalam sel, dan menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut. Selanjutnya peserta didik memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi gagasan baru mengenai evolusi. Konsep-konsep yang dipelajari diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang diselesaikan dengan keterampilan proses secara mandiri hingga menciptakan ide atau produk untuk mengatasi permasalah tersebut. Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap ilmiah dan profil pelajar pancasila. A. Capaian Umum


Science / IPA Teknologi Menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup Menjelaskan faktor eksternal dan internal pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Menjelaskan hormon yang berperan pada proses fotosintesis tanaman Mengidentifikasi kepilaritas yang terjadi Menggunakan komputer (internet) untuk memperoleh informasi Membuat sistem budikdamber Engineering Art / Seni Merancang proyek budikdamber sebagai teknologi tepat guna Menguji coba, melakukan perbaikan, dan mengkomunikasikan hasil dari proyek budikdamber Merancang dan merekayasa agar produk yang dihasilkan mampu memenuhi standar Merancang penataan yang menarik Menghias proyek sebagus mungkin Menggunakan desain untuk budidaya tanaman hias Matematik Menghitung keperluan komponen yang akan digunakan untuk proyek budikdamber dengan menggunakan biaya seminimal mungkin Membuat tabel pengamatan pengukuran pertumbuhan tanaman dan hewan Menghitung biaya produksi D. Model Pembelajaran 1.STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic) E. Kegiatan Pembelajaran Model Pembelajaran yang digunakan dalam proyek ini adalah Project Based Learning (PJBL). Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. (Daryanto, 2014: 23). Menurut Aria Yulianto, dkk ( 2017) sintak PjBL ada 6 langkah, meliputi (1) menentukan pertanyaan dasar; (2) membuat desain proyek; (3) menyusun penjadwalan; (4) memonitor kemajuan proyek; (5) penilaian hasil; (6) evaluasi pengalaman. PjBL mampu meningkatkan motivasi, kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis siswa, kreativitas, keterampilan berpikir kreatif, dan prestasi siswa. Salah satu cara untuk memecahkan permasalahan pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Math).


Core Ideas Aktivitas Physical Science (PS) PS.1A. Struktur dan sifat materi (air dan zat kimia) Struktur dan sifat kapilaritas pada air terhadap tumbuhan atau media tanamnya PS.1B. Reaksi Kimia Reaksi kimia yang terjadi meliputi proses fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari Life Science (LS) LS.1A: Struktur dan Fungsi Struktur karakteristik (anatomi dan morfologi) dan fungsi (proses skala molekul hingga fisiologi tingkat organisme) makhluk hidup LS.1B: Pertumbuhan dan Perkembangan Organisme Karakteristik struktur, fungsi dan perilaku pada makhluk hidup bertumbuh dan berkembang secara bertahap Earth and Space Sciences (ESS) ESS2. C. Peran Air Dalam Proses Permukaan Bumi Pentingnya air dalam proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup Engineering, Technology, and the Application of Science (ETS) ETS1.A: Mendefenisikan dan membatasi masalah teknik Mengidentifikasi masalah pertanian dan pertanian seperti lahan yang semakin berkurang dan membahas perencanaan produk ETS1.B: Mengembangkan solusi yang mungkin Mengembangkan desain baru untuk memecahkan suatu masalah terkait pertanian dan peternakan ETS1.C: Mengoptimalkan Solusi Desain Mendesain teknik unuk solusi permsalahan pertanian dan peternakan Croscutting Concept Aktivitas Patterns Adanya pola pertumbuhan dan perkembangan setiap makhluk hidup, terutama yang digunakan dalam proyek budikdamber Cause and Effect Hubungan sebab akibat dari faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan hewan Mekanisme proses reaksi fotosintesis pada pertumbuhan tumbuhan Energy and matters: flows, cycle, and conservation Adanya bantuan energi matahari, oksigen, karbondioksida, air yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup 2. 3 Dimensi STEAM 2.1. Core Ideas 2.2 Croscutting Concept


Practice Aktivitas Asking Question and developing and defining The Problem Peristiwa apa yang terjadi pada video yang diberikan Peserta didik menjawab pertanyaan tentang proses pertumbuhan pada hewan (Ikan) dan Tanaman (Sayur). Developing and using model Peserta didik mengembangkan jawaban dari pertanyaan dengan mencari referensi materi teori pertumbuhan dan perkembangan Planning and carrying out investigation peserta didik merencanakan bentuk laporan hasil pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan ikan Analyzing and interpreting data Peserta didik menganalisis hasil pengamatan terkait pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tanaman dan hewan dan menginterpretasi data yang diamati Using mathematic and computational thinking Peserta didik melakukan perhitungan Laju Pertumbuhan pada tanaman Peserta didik membuat tabel atau grafik hasil laju pertumbuhan berdasarkan fase fase pertumbuhan Obtaining evaluating, and communicating infomation Peserta menyajikan laporan yang pertumbuhan pada budikdamber yang telah dilaksanakan dan megevaluasi kelebihan dan kekurangan dari proyek budikdamber yang sudah kerjakan 2.3.Dimension Practice


Langkah Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu (Menit) Pendahuluan (Pertanyaan Mendasar) Guru Membuat pembelajaran dengan salam dan berdoa Peserta didik menjawab salam dan berdoa Guru melakukan brainstorming dimana peserta didik dihadapkan pada pengamatan video pertumbuhan perkembangan pada makhluk hidup. Guru bertanya terkait peristiwa apakah yang terjadi pada video diatas? Peserta didik menjawab pertanyaan guru Guru menyampaikan tujuan pembelajaran terkait topik yang dipelajari. Asking question 15 Inti (Mendesain perencanaan proyek) Guru menayangkan video tentang teknologi terbaru budidaya ikan dan tanaman Peserta didik menyaksikan video Guru membagi kelas menjadi 6 kelompok untuk kegiatan pembuatan proyek secara heterogen Peserta didik bergabung dengan kelompokknya Guru menjelaskan proyek yang akan dilakukan dan memberikan Lembar kerja peserta didik (LKPD) yang harus dikerjakan Peserta didik menyimak penjelasan guru dan memaca rangkaiaan LKPD yang diberikan 60 3. Tahapan Pembelajaran Pendekatan : Pendidikan STEAM Model : Project Bases Learning (PjBL) Metode : Diskusi dan Proyek Fase : F 3.1 Pertemuan Pertama


Inti (Mendesain perencanaan proyek) Guru membimbing peserta didik dalam membuat kerangka proyek pembuatan budikdamber dengan menggabungkan unsur kimia dan fisika Peserta didik membuat perencanaan tahaptahap pembuatan kerangka proyek budikdamber dengan menggabungkan unsur materi kimia dan fisika. Developing and using model Menyusun Jadwal Guru membimbing peserta didik dalam menyusun pengerjaan proyek budikdamber dengan menentukan langkah-langkah yang harus disiapkan Peserta didik melakukan perencanaan jadwal proyek budikdamber menentukan langkahlangkah yang harus disiapkan Peserta didik membagi tugas kelompok Planning and carrying out investigation 10 Penutup Guru mengingatkan kembali tugas dan waktu pengumpulan pada pertemuan berikutnya Peserta didik menyimak dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru Guru menutup pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam Peserta didik berdoa dan menjawab salam 5 3.2 Pertemuan Kedua Langkah Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu (Menit) Pendahuluan Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa Peserta didik menjawab salam dan berdoa Guru mengaitkan kegiatan proyek yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan kegiatan sebelumnya Guru mengajukan pertanyaan yang ada kaitannya dengan Pelajaran yang akan dilakukan “Bagaiaman perkembangan proyek yang dibuat?”. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Peserta didik menjawab pertanyaan guru dan memperhatikan apa yang disampaikan 10


4. Sumber Belajar Buku pegangan peserta didik Biologi SMA Fase F sesuai kurikulum merdeka Sumber bacaan lainnya yang relavan Sumber belajar pada pembelajaran ini dapat menggunakan: 1. 2. Inti (memonitoring keajtifan dan perkembangan dan perkembangan proyek) Guru membimbing siswa dalam menganalisis hasil pengamatan proyek Peserta didik menganalisis hasil proyek yang dikerjakan Guru membimbing siswa dalam menghitung proses yang terjadi seperti laju pertumbuhan makhluk hidup Peserta didik menghitung prses yang terjadi seperti laju pertumbuhan makhluk hidup Peserta didik berdiskusi kelompok dan mempersiapkan presentasi tentang proyek yang sudah dibuat Analyzing and interpreting data Using mathematic and computational thinking 10 Menguji Hasil Guru memandu peserta didik dalam menyajikan proyek budikdamber yang ditampilkan Peserta didik menyajikan proyek budikdamber sebagai hasil proyek Guru memberi umpan balik pada tiap kelompok Peserta didik menerima umpan balik dari kelompok lain dan guru Guru menilai penyajian tiap kelompok Peserta didik mendengarkan penyajian dari kelompok lain Guru melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan Peserta didik mengevaluasi pelaksanaan tahap-tahap pembuatan proyek Obtaining evaluating, and communicating infomation 60 Penutup Guru Bersama peserta didik membuat kesimpulan dari materi pembelajaran Peserta didik membuat kesimpulan dalam proses pembelajaran Guru memberikan penghargaan terhadap kelompok peserta didik yang berkinerja baik Peserta didik menerima penghargaan Guru memberikan tes evaluasi Peserta didik mengerjakan tes yang diberikan guru Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam Peserta didik berdoa setelah kegiatan pembelajaran dan menjawab salam. 10


Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya tinggi, volume, atau massa tubuh pada makhluk hidup yang bersifat kuantitatif (bisa diukur dan dihitung dengan angka). Proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume, atau jumlah) yang sifatnya tetap dan irreversible (tidak dapat balik ke kondisi semula). Pertumbuhan terjadi dengan pertambahan ukuran sel, dan pertumbuhan juga terjadi karena pertambahan jumlah sel. Pertumbuhan ini bisa dilihat dengan melihat tampilan fisik makhluk hidup tersebut. Contohnya: Bertambahnya tinggi suatu tanaman. bertambahnya tinggi badan kakak dan adik. Setelah mengalami pertumbuhan, tinggi badan dapat mencapai lebih dari 150 cm dan berat badan lebih dari 30 kg Pertumbuhan dan Perkembangan Materi Mata Pelajaran Biologi Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Pada tingkat seluler, perkembangan dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu. Perkembangan merupakan suatu proses differensiasi, organogenesis, dan diakhiri dengan terbentuknya individu baru yang lebih lengkap dan lebih dewasa yang bersifat kualitatif (tidak dapat dituliskan dengan angka) Perkembangan tidak terbatas pada usia, ini berarti makhluk hidup akan terus berkembang seiring pertambahan usianya Pada tumbuhan perkembangan ditandai dengan munculnya bunga atau buah. Sedang pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. 1. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan F. Uraian Materi


2) Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuh, berbeda dengan tumbuhan yang terjadi hanya pada bagian tertentu saja, yaitu di daerah meristem. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan diawali sejak terbentuknya zigot dari proses pembuahan dan terus terjadi hingga hewan mencapai usia dewasa. Dengan demikian pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu fase embrionik dan fase pascaembrionik. Fase embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari zigot sampai terbentuknya embrio sebelum lahir atau menetas. Sedangkan fase pascaembrionik merupakan pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai sejak lahir atau menetas hingga hewan itu dewasa. Perkembangan juga menyebabkan perkembangan psikis dari usia bayi, anak-anak, dan menjadi dewasa. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang atau diukur dan ditimbang. Ini karena perkembangan dalam biologi mengacu kepada proses menuju kedewasaan. Karena tidak bisa diukur dan ditimbang, perkembangan cuma bisa diukur secara kualitatif. 1) Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Dimulai sejak perkecambahan biji. Kecambah kemudian berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna. Setelah tumbuh hingga mencapai ukuran dan usia tertentu, tumbuhan akan berkembang membentuk bunga dan buah atau biji sebagai alat perkembangbiakannya. Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di daerah meristematis (titik tumbuh), yaitu bagian yang mengandung jaringan meristem. Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium. Aktivitas jaringan meristem yang terletak di ujung batan atau akar menghasilkan pola pertumbuhan yang berbeda bila dibandingkan dengan jaringan meristem di kambium. Oleh karena itu pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Materi Mata Pelajaran Biologi


Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dipengaruhi dua factor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Auksin (berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru), Sitokinin (memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas), Giberelin (merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada tumbuhan tertentu, giberelin dapat menyebabkan munculnya bunga lebih cepat), Etilen (berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan daun), Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun. Hormon tiroksin (dihasilkan oleh kelenjar gondok atau tiroid, ia akan emengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan mixoedema yaitu kegemukan), Hormon somatotropin dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Peranannya memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang.Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal jika kekurangan hormon pertumbuhan.Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan pertumbuhan raksasa sebaliknya jika kekurangan akan menyebabkan kerdil, Jika kelebihan hormon terjadi setelah dewasa, akan menyebabkan membesarnya bagian tubuh tertentu, seperti pada hidung atau telinga). Hormon testosteron (mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada pria), Hormon estrogen atau progresteron (mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita). a. Faktor Dalam (Internal) Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berasal dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri. Yang termasuk kategori ini adalah sebagai berikut: 1) Hormon Hormon merupakan zat yang berfungsi mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya: a) Hormon pada Tumbuhan Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon atau zat pengatur tubuh. Beberapa di antaranya: b) Hormon pada Hewan Tiroksin (berfungsi mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis), Somatomedin, yang mempengaruhi pertumbuhan tulang, Ekdison dan juvenile (berfungsi mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan Invertebrata) c) Hormon pada Manusia Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, yaitu suatu kelenjar yang tidak mempunyai saluran. Beberapa hormon pertumbuhan pada manusia antara lain 2. Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Materi Mata Pelajaran Biologi


b. Faktor Luar (Eksternal) Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut. 1) Makanan atau Nutrisi Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. 2). Gen Gen sebagai substansi atau materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya. Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, tapi juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik. Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai. Materi Mata Pelajaran Biologi


2) Air dan Kelembapan Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian. Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel. 3) Tanah Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, dan air. 4) Suhu Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu. 5) Cahaya Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Saat menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan puca atau kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D. Materi Mata Pelajaran Biologi


Kapilaritas adalah gejala naik atau turunnya permukaan zat cair pada pipa kapiler (pembuluh yang sempit). Ternyata permukaan air pada pipa kapiler lebih tinggi dari pada permukaan air pada bejana A. Sedangkan permukaan air raksa pada pipa kapiler lebih rendah dari pada permukaan air raksa pada bejana B. Semakin kecil diameter pipa kapiler ternyata mengakibatkan semakin tinggi permukaan zat cair pada pipa kapiler untuk zat yang membasahi dinding tabung, atau semakin rendah permukaan zat cair pada pipa kapiler untuk zat yang tidak membasahi dinding. Peristiwa naik atau turunnya zat cair di dalam pipa kapiler ini yang disebut dengan efek kapilaritas. Pada peristiwa kapilaritas, kita bisa menghitung naik atau turunnya permukaan fluida. dengan menggunakan rumus seperti berikut Tegangan permukaan pada rumus tersebut maksudnya adalah gaya yang bekerja pada tiap satuan panjang bidang permukaan fluida. Gaya ini timbul karena adanya gaya tarik menarik molekul fluida sehingga pada permukaan, seolah menimbulkan lapisan tipis yang mempunyai kecenderungan menyusut pada luasan permukaan. Itulah yang menyebabkan tetesan air akan berbentuk bulatan saat jatuh di udara. Sedangkan sudut kontak yang dimaksud dalam rumus tersebut bisa kita peroleh dengan mengukur sudut yang dibentuk antara (perpanjangan) meniskus dengan dinding wadahnya. Meniskus sendiri merupakan bentuk yang seolah ‘melengkung’ pada fluida, yang dipengaruhi oleh sudut kontak. Ada dua macam meniskus, yaitu cekung dan cembung. Untuk meniskus cekung, sudutnya bernilai antara 0° – 90° , sedangkan untuk meniskus cembung, sudutnya bernilai antara 90° – 180°. Coba perhatikan gambar di bawah ini untuk tahu perbedaan antara meniskus cekung dan meniskus cembung! Peristiwa Kapilaritas Air (H20) pada Budikdamber Materi Mata Pelajaran Fisika


naiknya air pada ember melalui sumbu atau flanel naiknya minyak tanah pada sumbu kompor sehingga kompor dapat menyala, naiknya minyak tanah pada sumber lampu tempel sehingga lampu itu menyala, naiknya air pada musim hujan sehingga dinding rumah basah, naiknya air tanah melalui akar dengan pembuluh-pembuluh tumbuhan, air menggenang dapat diserap dengan kain pel, spons, atau kertas isap, dan cairan tinta yang tumpah dapat diserap oleh kapur tulis atau kertas isap. Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa saat terjadi meniskus cekung, permukaan fluida dalam pipa kapiler akan naik. Sebaliknya, saat terjadi meniskus cembung, permukaan fluida dalam pipa kapiler akan turun.Meniskus cekung terjadi pada air yang berada dalam wadah kaca, karena air memiliki gaya adhesi lebih besar (kuat) dibandingkan gaya kohesinya. Sebaliknya, meniskus cembung terjadi pada raksa yang berada dalam wadah kaca, karena raksa memiliki gaya kohesi lebih besar dibandingkan gaya adhesinya. Kohesi dan Adhesi Kohesi adalah gaya tarik-menarik antar partikel yang sejenis. Sedangkan adhesi adalah gaya tarik menarik antar partikel yang berbeda jenis. Jika gaya kohesi lebih besar daripada gaya adhesi, maka akan timbul meniskus cembung pada permukaan fluida. Contohnya yaitu raksa yang berada dalam wadah kaca. Sebaliknya, jika gaya adhesi lebih besar daripada gaya kohesi, maka akan timbul meniskus cekung pada permukaan fluida. Contohnya yaitu air yang berada dalam wadah ember media tampung budikdamber. Contoh peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari: Peristiwa Kapilaritas Air (H20) pada Budikdamber Materi Mata Pelajaran Fisika


Unsur adalah zat tunggal yang tidak bisa di uraikan kembali menjadi zat lain yang lebih sederhana lagi, walaupun menggunakan reaksi kimia. Sebagian besar unsur dapat ditemukan keberadaannya di alam. Contohnya oksigen (O), hidrogen (H), kalsium (Ca) dan Besi (Fe), sedangkan sebagian lainnya dapat ditemukan lewat penelitian percobaan. Unsur dan Senyawa Kimia Yang Terlibat Dalam Pola Pertumbuhan dan Pemkembangan Materi Mata Pelajaran Kimia Apa itu unsur kimia ? Secara garis besar, tanaman atau tumbuhan memerlukan 2 (dua) jenis unsur hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Dua jenis unsur hara tersebut disebut Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro. a) Unsur kimia makro Unsur Hara Makro adalah unsur-unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah yang relatif besar. Contohnya Nitrogen (N), Fosfor atau Phospor (P), Kalium (K), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Belerang atau Sulfur (S). b) Unsur kimia mikro Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit . Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Contohnya Boron (B), Tembaga (Fe), Molibdenum (Mo), Mangan (Mn), Khlor (Cl), Natrium (Na), Cobalt (Co), Silicone (Si) dan Nikel (Ni). 1. Unsur Kimia Pada Pola Pertumbuhan


Unsur dan Senyawa Kimia Yang Terlibat Dalam Pola Pertumbuhan dan Pemkembangan Reaksi kimia fotosintesis merupakan cara tumbuhan untuk memproduksi energi kimia yang bermanfaat untuk proses pertumbuhan. Proses fotosintesis merupakan pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau melalui proses biokimia pada klorofil dengan bantuan sinar matahari. Dalam fotosintesis, energi cahaya matahari bereaksi dengan enam molekul karbon dioksida (CO2) dan enam molekul air (H2O) untuk menghasilkan satu molekul glukosa (C6H12O6) dan enam molekul oksigen (O2). Dengan persamaan: 6CO2 + 6H2O + cahaya = C6H12O6 + 6O2 Dari hasil tersebut CO2 dikonversikan menjadi glukosa padat untuk dikonsumsi tumbuhan bersama dengan air. Sedangkan oksigen (O2) dilepaskan ke udara. Reaksi Kimia Fotosintesis Fotosintesis melibatkan banyak reaksi kimia yang kompleks. Berikut reaksi kimia fotosintesis yang harus diketahui : Karbondioksida (CO₂) akan diambil oleh tumbuhan dari udara bebas melalui stomata, sementara air (6H₂O) diambil dari dalam tanah oleh akar dan diangkut ke daun melalui pembuluh kayu (xylem). Saat cahaya matahari muncul, zat klorofil pada daun akan menyerap cahaya tersebut sebagai energi utama dalam pembuatan glukosa. Glukosa yang dihasilkan akan menjadi bahan dasar yang nantinya akan diolah kembali menjadi zat makanan seperti protein, lemak, vitamin dan senyawa lainnya. Zat makanan yang terbentuk digunakan untuk proses respirasi dan sisanya akan di simpan pada batang, akar, dan biji. Kemudian, oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis akan dilepaskan ke udara bebas. a) Reaksi fotosintesis 2. Senyawa Kimia Pada Pertumbuhan dan Perkembangan Materi Mata Pelajaran Kimia


Unsur dan Senyawa Kimiawi Yang Terlibat Dalam Pola Pertumbuhan dan Pemkembangan Hormon adalah suatu zat kimia yang bertugas sebagai pembawa pesan (chemical messenger). Hormon dibutuhkan dalam jumlah yang standar, tidak kurang dan tidak lebih. Jika kurang atau lebih, maka akan terjadi kelainan dan dapat mengganggu proses metabolisme. Struktur kimia hormon Pertumbuhan pada tumbuhan dan hewan, b) Hormon Materi Mata Pelajaran Kimia


Budikdamber ini menjadi salah satu solusi potensial dan solusi pangan dimasa depan bagi budidaya perikanan dilahan yang sempit dengan kualitas dan kuantitas air yang lebih hemat. Penerapan budikdamber ini sangat baik jika dikembangkan di perumahan, perkotaan, apartemen, kontrakan dan tempat-tempat pengungsian. Kegiatan ini dapat bermanfaat yaitu bisa memanen 2 jenis bahan pangan secara bersamaan atau bergantian. Target dari dibuatnya budikdamber ini sendiri bisa menjadi sistem budidaya ikan untuk keperluan konsumsi pangan keluarga serta sangar cocok dalam ramah lingkungan bagi masyarakat sekitar dan menjadi peluang usaha bagi masyarakat setempat. sekaligus yaitu ikan air tawar dan tanaman sayuran secara bersamaan dalam satu wadah yang berpeluang meningkatkan kebutuhan akan protein nabati dan hewani secara bersamaan. Serta memudahkan orang-orang atau pun masyarakat mendapatkan ikan dan sayur di lingkungan sekitar dan dapat menghemat ruang atau lahan (Susetyo & Harahap,2018). Budikdamber A. Definisi Budikdamber Budikdamber merupakan singkatan dari Budidaya Ikan dalam Ember, dimana kegiatan ini merupakan budidaya ikan yang menggunakan sistem aquaponic (Handayani, Pertanian & Al-washliyah, 2018). Budikdamber akan mengusahakan dua jenis produk Budikdamber dapat diterapkan untuk mengatasi solusi pangan masa depan. Dengan melakukan intensifikasi budidaya ikan dan tanaman melalui teknologi budikdamber akan mendapat manfaat ganda. Masyarakat terutama kelompok berkebutuhan khusus atau kelompok kurang beruntung lainnya, dapat memenuhi kebutuhan pangan dan nutrisi rumah tangganya melalui hasil panen ikan dan tanaman.


B. Manfaat Budikdamber Scabra dkk. (2021) menyatakan bahwa budikdamber memiliki berbagai keunggulan atau manfaat diantaranya : a) Biaya perawatan murah b) Minim pergantian air c) Tidak menggunakan tambahan pupuk d) Fleksibel e) Dapat dilakukan di lahan yang sempit seperti halaman / pekarangan Aplikasi budikdamber di tingkat rumah tangga akan menjadi solusi pemenuhan protein untuk keluarga yang murah, mudah dan ramah lingkungan (Andirani, 2023). C. Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan dari budikdamber ini adalah hemat energi tidak memerlukan aliran listrik seperti yang dilakukan pada budidaya hidroponik/akuaponik dan tidak perlu suplai oksigen maupun sirkulasi air kolam. Sederhana, murah dan tergolong mudah dalam pembuatannya. Budikdamber juga sangat hemat tempat disbanding kolam atau keramba. Sedangkan, kekurangannya yaitu dalam sistem ini kemungkinan mudahnya kehilangan ikan disaat penyimpanan di dalam ember, mudahnya terkena air hujan disaat musim hujan dan ruang lingkup yang masih minim.


D. Ikan yang dapat dibudidaya Jenis ikan yang cocok digunakan untuk dibudidaya dalam ember adalah jenis ikan yang dapat bertahan hidup dengan kadar oksigen yang rendah. Ikan tersebut meliputi Ikan lele, ikan gabus , ikan patin, ikan sepat, dan ikan gurame, a) Ikan Lele Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer untuk budidaya dalam ember. Ikan lele memiliki pertumbuhan yang cepat dan daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Selain itu, ikan lele juga memiliki harga jual yang stabil di pasaran. Untuk memulai budidaya ikan lele dalam ember, kamu perlu menyediakan air bersih, pakan yang cukup, dan ruang yang cukup untuk pertumbuhannya. Ikan Lele (Clarias gariepinus) b) Ikan Gabus Ikan gabus (Channa striata) adalah jenis ikan air tawar yang memiliki sifat predator. Ikan ini memiliki pertumbuhan yang cepat dan daya tahan yang baik. Budidaya ikan gabus dalam ember dapat dilakukan dengan memberikan makanan berupa ikan atau udang kecil. Pastikan ember yang digunakan memiliki ukuran yang memadai untuk pertumbuhan ikan gabus yang cukup besar. Ikan Gabus (Channa striata)


c) Ikan Patin Ikan patin (Pangasius sp) juga merupakan pilihan yang bagus untuk dipelihara dalam ember. ikan patin juga tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan mudah dipelihara. Untuk budidaya ikan patin dalam ember, pastikan suhu air yang stabil, kebersihan air yang terjaga, dan pemberian pakan yang sesuai. Ikan Patin (Pangasius sp) d) Ikan Betok atau Sepat Ikan betok (Anabas testudineus) adalah jenis ikan yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kondisi air yang minim oksigen. Ikan ini cocok untuk budidaya dalam ember karena dapat hidup dengan volume air yang relatif kecil. Untuk budidaya ikan betok dalam ember, kamu perlu memperhatikan suhu air yang nyaman, pemberian pakan yang cukup, dan kondisi lingkungan yang terjaga. Ikan betok (Anabas testudineus) e) Ikan gurame Gurami atau gurame (Osphronemus gouramy) adalah sejenis ikan air tawar yang populer sebagai ikan konsumsi di Asia Tenggara dan Asia Selatan Untuk budidaya ikan gurame dalam ember, perhatikan suhu air yang stabil, pemberian pakan yang teratur, dan kualitas air yang baik. Beri pakan ikan gurame secara teratur sesuai dengan kebutuhan dan usia ikan. Pakan alami untuk ikan gurame seperti cacing atau pakan buatan yang tersedia di pasaran. Ikan Gurame (Osphronemus gouramy)


E. Tanaman yang dapat dibudidaya Semua jenis sayuran dapat dibudidaya dengan cara budikdamber. Tergantung pada jenis media tanam yang akan dipakai. Namun, beberapa peneliti menunjukkan bahwa jenis tanaman seperti daun bawang, selada, kangkung, pakcoy, dan sawi memiliki pertumbuhan yang baik apabila ditanam dalam budikdamber. Struktur akar tanaman tersebut berbentuk serabut halus, sehingga mampu menyaring unsur hara yang terdapat media budidaya. Pada gilirannya, hal ini berkaitan dengan penyediaan media tanam dan pupuk organik yang berasal dari feses ikan, yang dapat membantu penyediaan nutrisi bagi tanaman. Jenis tanaman yang bisa dibudidayakan menggunakan media arang di antaranya adalah kangkung, genjer, dan bayam. Sedangkan, jika menggunakan media AKT (arang, kain, tanah) semua jenis tanaman bisa dibudidayakan. Lama Panen : 25-30 hari Perawatan khusus : menjaga media tanam tetap lembab Ipomoea aquatica ( Kangkung ) Lama Panen : 60-90 hari Perawatan khusus : menjaga media tanam tetap lembab Allium fistulosum (Bawang Daun) Lama Panen : 40-45 hari Perawatan khusus : menjaga media tanam tetap lembab Amaranthus sp (Bayam)


F. Langkah Pembuatan Budikdamber Pembuatan budikdamber dapat diliat di barcode diberikut ini Probiotik Em4 Pupuk Pakan ikan Ember dengan ukuran 80 liter Tang Flanel / kapas / benang sumbu Kawat Arang batok kelapa Solder Keran Gelas plastik sejumlah 15-20 buah 1.Mempersiapkan alat dan bahan Alat : Bibit ikan ukuran 5-12 cm dengan jumlah sekitar 60-100 ekor Batang tanaman atau biji tanaman Bahan : Lama Panen : 25-30 hari Perawatan khusus : menjaga media tanam tetap lembab. Brassica rapa chinensis ( Pakcoy) Lama Panen : 25-30 hari Perawatan khusus : menjaga media tanam tetap lembab, kedalaman benih ¼ inci (0,6cm) Lactuca sativa ( Selada kriting )


2. Membuat pola mengunakan solder pada tutup ember menyesuaikan gelas plastik yang akan digunakan, membuat lubang ditengah tutup ember, membuat lubang untuk kran pembuangan air, dan melubangi gelas plastik. 3. Memasang kran di ember berdasarkan lubang yang sudah dibuat dan memasang kawat ditengah lubang 4. Membuat pupuk organik cair (POC) 500 mL dengan didiamkan selama 7- 14 hari, kemudian dicampur 500 mL air. 5. Mengisi air ke dalam ember sebanyak 50 cm atau sebanyak 60 liter air. Diamkan selama 3-7 hari dan larutkan 10 mL Em4 yang dicampur 1 Liter air kedalam air yang sudah diisi didalam ember 6. Masukkan kapas atau flanel, arang, dan bibit tanaman ke dalam gelas. kemudian letakkan pada tutup ember yang sudah dilubangi


7. Memasukkan bibit ikan kedalam ember setelah tanaman dan air mature atau dewasa. 8. Menyiramkan pupuk organik cair (POC) yang sudah dibuat ke tanaman pada ember 9. Beri pakan ikan secara teratur ( 2-3 kali sehari ) agar pertumbuhan dan perkembangannya stabil 10. Amati pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup yang terjadi


Jika menggunakan air PDAM, biarkan air terkena sinar matahari dan hujan selama 1 minggu agar berubah menjadi warna hijau Jika menggunakan air sumur, diamkan air di dalam ember selama 2 hari untuk proses pengendapan Menggunakan antiklorin agar klorin di dalam air cepat menghilang, proses pengendapat berfungsi untuk mengeluarkan gas-gas beracun Dalam pemberian pakan, perlu mengetahui jenis ikan yang dibudidayakan, apakah termasuk ikan yang omnivora, herbivora atau karnivora Makanan diberikan kepada ikan setelah 4 jam dimasukkannya ke dalam air Pemberian pakan ikan tidak boleh terlalu banyak agar tidak membuat air pada ember mudah kotor dan berbau Makanan bisa berupa pelet, terutama untuk ikan lele Untuk ikan gurami bisa menggunakan daun yang halus dan lembut untuk pakannya G. Pemilihan Air H. Pakan Ikan


Pembersihan ember harus dilakukan agar tidak membuat air menjadi bau Gunakan selang untuk membersihkan kotoran dibagian bawah ember dengan cara memasukkan selang ke dalam ember dengan menutup sisi sebelahnya dengan ibu jari, jika selang sudah sampai ke dasar ember lalu buka ibu jari dan air akan keluar. Jangan lupa menambahkan air pada ember. I. Membersihkan Ember Kegunaan arang disini sebagai filter dalam proses daur ulang (resirkulasi) air media untuk menghemat air. Prinsip resirkulasi yaitu memperbaiki kualitas air, seperti menurunkan konsentrasi amonia, menyaring partikel-partikel yang mengganggu kehidupan kultivan, dan mengontrol perkembangan penyakit. Efektivitas dari sistem resirkulasi bisa di analisis dengan mengamati kualitas air yang dihasilkan dan berapa lama diperlukan penggantian air untuk sistem tersebut. Semakin lama kualitas air yang dapat dipertahankan untuk keperluan budidaya, maka semkain baik sistem resirkulasi tersebut, khususnya pada sistem filterasinya. Pergantian air dengan air bersih dilakukan 10-14 hari sekali. Untuk penyedotan 5-8 Liter, bisa lebih atau keseluruhan bila perlu. Apabila kangkung membesar maka dibutuhkan air yang lebih banyak, tambahkan air setinggi leher ember. Hal ini dilakukan agar air dapat langsung menyentuh akar kangkung


Jawablah pertanyaan berikut dengan berdiskusi dengan teman kelompokmu ! 1. Jelaskan apa yang dimaksud proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup ? 2. Sebutkan apa saja perbedaan dari pertumbuhan dan perkembangan ? 3. Jelaskan apa saja faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan baik pada tumbuhan maupun pada hewan ? 4. Jelaskan fase-fase dan jenis pertumbuhan pada tumbuhan ? Pertemuan 1 J. Lembar Kerja Proyek


Jawablah pertanyaan berikut dengan berdiskusi dengan teman kelompokmu ! No. Hormon Letak Fungsinya 1. Giberelin 2. Auksin 3. Sitokinin 4. Asam Absisat 5. Asam Traumalin 6. Kalin 7. Etilen No. Hormon Letak Fungsinya 1. Tiroksin 2. Juvenil 3. Edikson 4 Somatomedin 6. Jelaskan fase-fase dalam mekanisme pertumbuhan pada hewan ? 5. Sebutkan letak dan fungsi hormon- hormon yang terlibat dalam mekanisme pertumbuhan tumbuhan pada tabel dibawah ini ? 7. Sebutkan letak dan fungsi hormon yang berkaitan dalam proses pertumbuhan hewan Pertemuan 1


Jawablah pertanyaan berikut dengan berdiskusi dengan teman kelompokmu ! 8.Buatlah gambar sketsa desain proyek budikdamber serta tuliskan secara lengkap alat dan bahan yang diperlukan sebagai tumbuhan, media tanam, dan ikan yang akan dibudidayakan ? Gambar Desain Alat- alat : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Bahan- bahan : 1) 2) 3) 4) 5) 9. Sebutkan prinsip apakah yang diterapkan dalam budidaya ikan dan tanaman didalam ember ini sehingga dapat menampung proses pertumbuhan dan perkembangan ? ? 10. Sebutkan upaya apa yang dapat kamu lakukan guna memantau proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan hewan pada media budikdamber ? Pertemuan 1


Bangunlah desain budikdamber yang telah kelompokmu rancang pada pertemuan sebelumnya menggunakan alat dan bahan yang telah didiskusikan, lalu isilah kolom dibawah ini menggunakan bahasamu sendiri : Pertemuan 2 Langkah Kerja : Foto Foto Deskripsi Instalasi Ember Deskripsi Instalasi Gelas Aqua dan Media tanam


Pertemuan 2 Foto Foto Foto Deskripsi cara perawatan budikdamber Deskripsi Pemindahan Benih Ikan Deskripsi Penyemaian Bibit Tanaman


Tanggal Aklimatisasi : Jumlah Bibit/Biji : Usia Benih/Biji : Jenis Varietas : Habitat : Perawatan Khusus : Nilai Jual Pasaran : Kingdom : Filum : Kelas : Ordo : Famili : Genus : Spesies : Nama Daerah : Tuliskan informasi umum tumbuhan yang kelompokmu gunakan untuk proyek ini ! Gambar a. Klasifikasi Tumbuhan Pertemuan 2


Tanggal Pemindahan : Jumlah Benih : Usia Benih : Jenis Pakan : Habitat : Perawatan Khusus Nilai Jual Pasaran : Kingdom : Filum : Kelas : Ordo : Famili : Genus : Spesies : Nama Daerah : Tuliskan informasi umum benih ikan yang kelompokmu gunakan untuk proyek ini ! Gambar a. Klasifikasi Ikan Pertemuan 2


a. Hasil Pengamatan Pertumbuhan pada Ikan dan Tanaman Nama Spesies Ikan : ............................................................................................... Nama Spesies Tanaman : .................................................................................... No. Indikator Pertumbuhan Pengamatan Hari KeH-30 H-60 H-90 H-120 H-150 1 Berat rata-rata Ikan (gram) 2 Panjang rata-rata Ikan (cm) 3 Lebar rata-rata Ikan (cm) 4 Jumlah Sirip (satuan) No. Indikator Pertumbuhan Pengamatan Hari KeH-7 H-14 H-21 H-28 H-35 1 Panjang Batang (cm) 2 Jumlah Daun 3 Lebar Daun (cm) 4 Jumlah Percabangan Lakukan pengamatan berkelanjutan dari hasil proses pertumbuhan Ikan dan Tanaman pada desain Bbdikdamber kelompukmu. Pertemuan 2 Pembahasan : .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... ..........................................................................................................................................................


.......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................... Sebutkan apa saja kelebihan dan kekurangan hasil proyek yang kelompokmu buat dan berikan alasannya ! Pertemuan 2 Kesimpulan dan Saran Kelebihan Proyek Kelompok : ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ Kekurangan Proyek Kelompok : ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................


No Nama Siswa Kerjasama Rasa Ingin Tahu Kreatif Komunikatif Total Skor 1. 2. 3. 4. K. Penilaian 1) Penilaian Sikap Berikut adalah lembar penilaian sikap peserta didik saat diskusi kelompok. Mata pelajaran Kelas / Fase / Semester Topik Kegiatan Diskusi Indikator LEMBAR PENILAIAN PADA KEGIATAN DISKUSI : Biologi : ...... / ....../ ....... : Proyek Budikdamber : ................................ : Peserta didik menunjukkan Perilaku kerja sama, rasa ingin tahu, kreatif dan komunikatif sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah, dan membuat keputusan Berikan skor 1-4 pada setiap sikap yang dinilai sesuai dengan sikap peserta didik selama berdiskusi Kelompok : ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


No. Pernyaataan Sudah memahami Belum memahami 1. Memahami pengaruh faktor-faktor eksternal pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan hewan 2. Memahami manfaat penerapan budikdamber 3. Memahami pemecahan masalah kertebatasan lahan dan air dalam kehidupan dengan menggunakan teknologi 4. Memahami cara mendesain model budikdamber No. Perilaku Namamu Teman 1 Teman 2 Teman 3 Teman 4 1. Mau menerima pendapat orang lain 2. Mengajak teman untuk menerima pendapatnya 3 Mau Bekerjasama 4. Aktif dalam proyek 2) Penilaian Diri Penilaian peserta didik dapat dilakukan menggunakan lembar berikut : Nama : ................................... Topik : Proyek Budikdamber Setelah menyelesaikan proyek budikdamber, kamu dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan tanda centang (☑) pada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan. PENILAIAN DIRI Kelas : ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, 3) Penilaian Kolaboratif Antar Teman Penilaian Kolaboratif Antar Peserta Didik Topik : ......................................... Tanggal Penilaian : ........................ Kelompok : ................................... Nama Penilai : ................................. Nilailah diri kamu sendiri dan perilaku temanmu secara objektif dengan mengamati selama pembelajaran dan memberikan tanda centang (☑) pada tabel berikut. Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu


1. Faktor Eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan adalah .... a. cahaya dan hormon b. kelembaban dan gen c. hereditas dan nutrisi d. nutrisi dan cahaya 2. Fase logaritmi pertumbuhan ditandai dengan .... a. pertumbuhan secara konstan b. pertumbuhan meningkat pesat c. pertumbuhan terhenti d. pertumbuhan menurun 3. Hormon yang berperan dalam pertumbuhan biji tanaman adalah .... a. etilen, asam traumalin, sitokinin b. auksin, sitokinin, giberelin c. sitokinin, giberelin, etilen d. asam absisat, auksin, etilen 4. Berikut ini yang bukan unsur makro yang dibutuhkan oleh tumbuhan adalah .... a.N dan C b. Cl dan Fe c. P dan Mg d. S dan Ca 5. Jaringan akar yang berkembang menjadi protoderm adalah ..... a. Epidermis b. Korteks c. endodermis d. perisikel 6, Hormon yang berperan dalam pembelahan sel sehingga mempengaruhi proses pertumbuhan adalah .... a. Kalin b. Sitokinin c. Asam absisat d. Etilen 7. Percepatan proses perkecambahan biji yang di tumbulkan oleh pengaruh giberelin terjadi melalui mekanisme enzimatis berupa a. sintesis protease pada biji b. sintesis amilase pada biji c. sintesis protease pada aleuron d. sintesis amilase pada aleuron 1) Penilaian Literasi Sains Selesaikanlah pertanyaan berikut dengan memilih jawaban yang paling benar !


8. Peristiwa regenerasi/restitusi pada tumbuhan dipengaruhi oleh a. asam absisat b. asam traumalin c. kalin d. sitokinin 9. Pada desain budikdamber digunakan kain flanel panjang pada dasar gelas aqua tempat media tumbuh tanaman kangkung yang berfungsi untuk .... a. media resapan air bagi tanaman b. sebagai hiasan dekorasi c. menjada pH air agar netral d. menjaga suhu air agar tetap dingin 10. Berikut ini makanah jenis ikan yang dapat dibudidayakan dengan metode budikdamber, kecuali a. Ikan Lele dan Ikan Tuna b. Ikan Gurame dan Ikan Buntal c. Ikan Mujair dan Ikan Patin d. Ikan Gabus dan Ikan Pari 11. Berikut ini yang bukan merupakan alat pembuatan budikdamber adalah ... a. Gelas Plastik b. Arang Batok c. Kawat d. Ember 12. Tanaman kangkung banyak dibudidayakan secara budikdamber karena .... a. Mudah didapatkan b. Pertumbuhan tidak lama c. Perawatan tidak sulit d. Semua benar 13. Contoh pupuk cair yang dapat digunakan dalam budikdamber adalah, kecuali ... a. POC b. NPK c. NOX d. AB Mix 14. Berikut ini manakah yang bukan merupakan cara perawatan budikdamber a. Meletakkan ember di tempat yang terkena sinar matahari b. Memberikan pakan kepada ikan 2-3 kali sehari c. Mengganti Air di ember 10-21 hari sekali d. Menganti media tanam setiap sebulan sekali 15. Berikut ini manakah yang bukan merupakan contoh dari pakan terbaik dan ekonomis untuk ikan .... a. Maggot b. Feses Unggas c. Sayuran d. Pelet


16. Contoh peristiwa fisika yang terjadi pada budikdamber adalah .... a. Fluida dinamis b. Efek kapileritas c. Hidrostatis d. Gaya Gesekan 17. Adanya gaya tarik menarik antar partikel yang berbeda jenis disebut .... a. Adhesi b. Kohesi c. Evaporasi d. Presipitasi 18. Berikut ini manakah yang merupakan contoh peristiwa kapilaritas pada budikdamber a. Naiknya air di ember melalui pipa b. Naiknya air di ember melalui flanel c. Naiknya minyak melalui sumbu d. Naiknya Ikan melalui pipa 19. Berikut ini yang adalah unsur kimia mikro yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, kecuali .... a. Nikel b. Belerang c. Tembaga d. Cobalt 20. Perhatikan gambar berikut ini ! Gambar yang diberi tanda X dan Y secara berturut-turut adalah .... a. Juvenil - Absisin b. SItokinin - Tiroksin c. Juvenil - Eksdison d. Esterogen - Progesteron Panduan Penilaian Literasi Sains (Total Skor = Jumlah Soal Benar : 5) Nilai : Paraf Guru : Skala Penilalian : A = 3,6 - 4 B = 3,1 - 3,5 C = 2,6 - 3,0 D = 1,6 - 2,5 E = 0 - 1,5 ............................... ...............................


L. Kunci Jawaban Penilaian Literasi Sains 1 a 6 b 11 b 16 b 2 b 7 d 12 d 17 a 3 b 8 b 13 c 18 b 4 b 9 a 14 d 19 b 5 a 10 c 15 c 20 c


Daftar Pustaka Sony Sugema College. (2022). Step by Step Biologi Kelas XII & Alumni : Saintek . Bandung : Yayasan Cerdas dan Taqwa. Anfidina, Adelia. (2018). Faktor Eksternal Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman : Akuaponik. Bandung : SEAMEO QITEO in Science Andirani, Y., Wiyatna, M. F., & Pratama, R. I. (2023). Sosialisasi Praktek Berbudidaya Ikan Metode Budikdamber Di Taman Bacaan Masyarakat (Tbm) Sangkuriang, Kabupaten Bandung. Kabuyutan, 2(1), 42–47. https://doi.org/10.61296/kabuyutan.v2i1.125 Handayani, L., Pertanian, F., & Al-washliyah, U. M. N. (2018). Pemanfaatan Lahan Sempit Dengan Sistem. Scabra, A.R., R. Wahyudi, F. Rozi. (2021) Introduksi Teknologi Budidaya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER) di Desa Gondang Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia 1(2):171-179. Susetya, I. E., & Harahap, Z. A. (2018). Aplikasi budikdamber (budidaya ikan dalam ember) untuk keterbatasan lahan budidaya di Kota Medan. Abdimas Talenta, 3(2), 416-420. https://www.kompasiana.com/muhammadaqilmaulana3384/648461014addee2f5d521b82/5- jenis-ikan-yang-cocok-untuk-dibudidaya-dalam-ember https://www.unpad.ac.id/2022/01/ini-tips-sukses-budikdamber-dirumah/#:~:text=Jenis%20tanaman,baik%20bila%20ditanam%20dalam%20budikdamber.


Click to View FlipBook Version