BUDIDAYA JAGUNG MANIS Disusun Oleh: DAFIT PURNAWAN KELAS:X ATPH 3 AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA SMK 1 KUNINGAN
Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah selesai tepat pada waktunya, makalah ini mengambil judul tentang “ BUDIDAYA JAGUNG MANIS“. Makalah ini berisikan berbagai informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan budidaya tanaman jagung Penulis menyadari bahwa makalah yang dibuat ini sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mohon kritik serta saran dari semua pihak yang bersifat membangun, serta menjadi pembelajaran baru bagi penulis sendiri demi tercapainya kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, penulis menyampaikan terima kasih dan semoga makalah ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................................................................................... i KATA PENGANTAR..................................................................................................... ii DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii BAB I. PENDAHULUAN …………………………………………………………… 1 Latar Belakang................................................................................. 1 Tujuan .............................................................................................. 1 BAB II. PEMBAHASAN ................................................................................................ 2 Morfologi Tanaman Jagung… ........................................................ 2 Budidaya Tanaman Jagung…......................................................... 5 BAB III. PENUTUP........................................................................................................ 17 A. Kesimpulan.................................................................................................. 17 B. Saran............................................................................................................ 17 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................18
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanaman jagung yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Zea mays L., adalah salah satu jenis tanaman biji-bijian yang menurut sejarahnya berasal dari Amerika. Orang-orang Eropa yang datang ke Amerika membawa benih jagung tersebut ke negaranya. Melalui Eropa tanaman jagung terus menyebar ke Asia dan Afrika. Baru sekitar abad ke-16 tanaman jagung ini oleh orang Portugis dibawa ke Pakistan, Tiongkok dan daerah-daerah lainnya di Asia termasuk Indonesia (Wirawan dan wahab, 2007). Di Indonesia daerah-daerah penghasil tanaman jagung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Khusus daerah Jawa Timur dan Madura, tanaman jagung dibudidayakan cukup intensif karena selain tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman jagung (Warisno, 2007). Jagung merupakan salah satu pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia juga menggunakan jagung sebagai bahan pangan yang penting. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam (Suprapto, 1999). Varietas jagung manis yang diperjual belikan di Pekanbaru cukup banyak, namun belum menarik perhatian petani untuk membudidayakannya. Salah satu penyebabnya adalah mereka belum yakin dengan produksi varietas tersebut, oleh karena itu keberadaan varietas tersebut perlu untuk diuji daya tumbuhnya dan daya produksinya, agar petani di Pekanbaru mendapatkan informasi tentang mutu hasil varietas jagung manis yang ada di Pekanbaru, sehingga petani dapat memilih varietas yang sesuai dengan permintaan konsumen. (Surtinah 2016) 1.2. Tujuan Masalah Mengetahui teknik dalam budidaya tanaman jagung manis
BAB II PEMBAHASAN Morfologi Tanaman Jagung Tanaman jagung (Zea Mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman pangan yang penting, selain gandum dan padi. Tanaman jagung berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika, melalui kegiatan bisnis orang Eropa ke Amerika. Pada abad ke-16 orang portugal menyerbarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Jagung oleh orang Belanda dinamakan main dan oleh orang Inggris (Ki-Jin, 2000). Secara umum, jagung memiliki kandungan gizi dan vitamin. Di antaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan mengandung banyak vitamin. Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotiledon Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Zea Spesies : Zea mays L (Sepriliyana, 2010). Kandungan gula pada jagung manis akan sangat menentukan kualitasnya. Kualitas hasil diukur dalam bentuk kandungan gula. Semakin tinggi kandungan gula maka kualitasnya semakin baik. Sukrosa dan gula reduksi (glukosa dan fruktosa) hasil fotosintesis yang ditransfer ke berbagai organ pengguna yang kemudian sebagian digunakan untuk pemeliharaan integritas organ tersebut, sebagian lagi dikonversi ke bahan struktur tanaman dan sisanya sebagai cadangan makanan ( Harini, 1993 dalam Surtinah, 2008 ). Jagung manis mengandung Energi 96 cal, Protein 3,5 g, Lemak 1,0 g, Karbohidrat 22,8 g, Kalsium 3,0 mg, Fosfor 111 mg, Besi 0,7 mg, Vitamin A 400 SI, Vitamin B 0,15 mg,
Vitamin C 12,0 mg, dan air 72,7 g Iskandar, 2006). Surtinah (2008) melaporkan bahwa jagung manis yang dipanen pada umur 70 hari menghasilkan berat tongkol 384.53 g, berat tongkol tanpa kelobot 288.89 g, dan kandungan gula biji 15,78 %. Secara morfologi bagian-bagain tanaman jagung adalah ❖ Akar Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman (Burhanuddin, 2009). ❖ Batang jagung Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin (Irfan, 1999). ❖ Daun Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stomata pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada selsel daun (Puslitbangtan, 1993). ❖ Bunga Jagung memiliki bunga jantandan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol (Sinuraya, 1989). ❖ Tongkol
Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung siap panen Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya protandri (Soemadi, 2000). Syarat tumbuh tanaman jagung ❖ Iklim Iklim sedang hingga daerah beriklim basah. Pada lahan tidak beririgasi, curah hujan ideal 85-200 mm/bulan dan harus merata. Sinar matahari cukup dan tidak ternaungi Suhu 21-340C, optimum 23-270C. Perkecambahan benih memerlukan suhu ± 300C (Effendi, 1999). ❖ Tanah Tanah gembur, subur dan kaya humus. Jenis tanah: andosol, latosol, grumosol, dan tanah berpasir. Tanah grumosol memerlukan pengolahan tanah yang baik. Tanah terbaik bertekstur lempung/liat berdebu. pH tanah 5,6 – 7,5. Aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Kemiringan ≤ 8%, lahan miring > 8%, perlu di teras. Tinggi tempat 1.000-1800 m dpl, optimum 0-600 m dpl (Sukarsono, 2003). Pemeliharaan tanaman ❖ Penyiangan Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari (Sania, 1988). ❖ Penyisipan Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7- 10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman (Iskandar, 1988)
❖ Penyiraman Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung (Poehlman, 1959). ❖ Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang (Anonimus, 2000). ❖ Pemupukan Dosis pupuk jagung yang digunakan dalam praktikum ini urea sebanyak 300 gr sp 36sebanyak 300 gr dan KCLsebanyak 200 gr. Pemupukan ini di lakukan hanya satu kali, pada tanaman mengalami masa pegetatif. Pupuk di berikan ketika tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam (Effendi, 1999) Budidaya Jagung Manis Terkait jurnal Komparasi Tampilan dan Hasil Lima Varietas Jagung Manis (Zea mays saccharata, Sturt) di Kota Pekanbaru oleh (Surtinah, dkk). Dalam penelitian ini kita dapat melihat budidaya yang dilakukan yaitu, • Penanaman Penanaman benih secara tugal dengan kedalaman lebih kurang 3 cm dengan jarak tanam 40 x 50 cm. Setiap lubang tanam dimasukkan 3 benih, lalu ditutup dengan sedikit tanah. • Pemupukan Pemberian pupuk NPK diberikan 3 kali yaitu pada waktu tanam dengan dosis 3 g / tanaman. Pupuk dibenamkan ke dalam tanah sedalam 5 cm disebelah lubang tanam dengan jarak 5 cm, kemudian ditutup tanah. Pada saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam dengan dosis 5 g / tanaman, dan 5 g/tanaman pada saat tanaman berumur 6 minggu, pupuk dibenamkan dengan jarak 10 cm dari tanaman dengan kedalaman 7 cm.Pupuk kandang diberikan
bersamaan dengan pengolahan tanah kedua dua minggu sebelum tanam dengan dosis 40 ton/ha ( 6 kg/plot ). • Pencegahan hama dan penyakit Pencegahan serangan hama digunakan Decis 2,5 EC dengan konsentrasi 2 ml/l air dan untuk pencegahan penyakit digunakan Dithane M-45 dengan konsentrasi 2 g/l air, penyemprotan dilakukan pada saat tanaman berumur 4 dan 8 minggu setelah tanam. • Penyiraman Tanaman jagung manis disiram dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore hari dengan volume air yang sama yaitu 1 liter/tanaman, dan pemberian disesuaikan dengan umur tanaman. • Penjarangan Tanaman jagung manis yang tumbuh dipilih yang vigor pertumbuhannya, dan hanya disisakan satu tanaman/lubang tanam. • Penyiangan dan pembumbunan Penyiangan dilakukan satu minggu sekali dengan cara mencabut gulma-gulma, dan pembumbunan dilakukan bersamaan dengan waktu penyiangan gulma dengan waktu dua minggu sekali. Budidaya jagung manis pada tanah PMK yang diberi bahan organik yang cukup dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi, pemberian bahan organik harus diiringi dengan pemberian pupuk anorganik, yang karena tanaman jagung manis merupakan tanaman yang membutuhkan unsur hara makro N, P, dan K dalam jumlah cukup untuk pertumbuhan vegetatif maupun generatif (Surtinah, 2012). Kondisi tanah tempat tumbuh jagung manis sangat menentukan pertumbuhan dan produksivitas tanaman. Pada tanah PMK jagung manis dapat tumbuh dengan baik bila bahan organik tanah mencukupi (Lidar dan Surtinah, 2012). Pengolahan tanah yang baik dan pemberian bahan organik pada tanah dapat meningktakan pertumbuhan dan produksi jagung manis, seperti yang dilaporkan oleh Yassi dan Rezkiani ( 2011) bahwa pengolah tanah maksimum memberikan potensi pertumbuhan dan produksi yang lebih baik terhadap jagung manis dan kacang hijau.
Ciri dan Umur Panen: Umur panen 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung dipanen ketika malang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah malang fisiologis. Jagung siap dipanen jika klobot sudah mengering dan berwarna coklar muda, biji mengkilap, dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas
BAB III PENUTUP Kesimpulan Jagung merupakan kebutuan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika. Tanaman jagung dapat dibudidayakan dengan sangat baik. Saran 1. Saat budidaya tanaman ada baiknya melakukan perawatan yang efektif agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. 2. Kami menyadari masih banyak kekurangan dari makalah kami maupun penulisannya jadi kami sangat berterimakasih kepada pembaca yang memberikan kritik, saran dan solusi agar makalah kami dapat diperbaiki.
DAFTAR PUSTAKA Surtinah, 2008. Umur Panen yang tepat menentukan kandungan gula biji jagung manis (zea mays saccharata, Sturt). Jurnal Ilmiah Pertanian Vol.4 (2):1-6 Surtinah, 2012. Korelasi antara waktu panen dan kadar gula biji jagung manis (Zea mays saccharata, Sturt). Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 9 (1):1- Surtinah, 2013. Menguji 3 Varietas jagung manis di Rumbai Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Pertanian (Edisi khusus) Vol. 1 (1):1-10. Surtinah, 2013. Analisis data penelitian tanaman budidaya. Unilak Press. Pekanbaru. 161 halaman. Yassi, A., N. Rezkiani, 2011. Respon tumpangsari tanaman jagung manis dan kacang hijau terhadap sistem olah tanah dan pemberian pupuk organik. Jurnal Agronomika Vol. 1(1): 13-18.