The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Thaharah merupakan ciri terpenting dalam Islam yang berarti bersih dan sucinya seseorang secara lahir dan bathin. Dalam kamus bahasa arab, thaharah berasal dari kata طھره ,secara bahasa (etimologi) berarti membersikan dan mensucikan. Sedangkan menurut istilah (terminologi) bermakna menghilangkan hadas dan najis. Thaharah berarti bersih dan terbebas dari kotoran atau noda, baik yang bersifat hissi (terlihat), seperti najis (air seni atau lainnya), atau yang bersifat maknawi, seperti aib atau maksiat. Sedangkan secara istilah adalah menghilangkan hadas dan najis yang menghalangi pelaksanaan salat dengan menggunakan air atau yang lainnya .

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hadifaazimatul17, 2021-11-25 19:27:06

Modul BAB THAHARAH

Thaharah merupakan ciri terpenting dalam Islam yang berarti bersih dan sucinya seseorang secara lahir dan bathin. Dalam kamus bahasa arab, thaharah berasal dari kata طھره ,secara bahasa (etimologi) berarti membersikan dan mensucikan. Sedangkan menurut istilah (terminologi) bermakna menghilangkan hadas dan najis. Thaharah berarti bersih dan terbebas dari kotoran atau noda, baik yang bersifat hissi (terlihat), seperti najis (air seni atau lainnya), atau yang bersifat maknawi, seperti aib atau maksiat. Sedangkan secara istilah adalah menghilangkan hadas dan najis yang menghalangi pelaksanaan salat dengan menggunakan air atau yang lainnya .

Hadifa Azimatul Qur’ani
126201203294
Kelas PAI 3G

jhkh

Kelas

7

Kata Pengantar

Assalamualaikum wr.wb
Bismillahirrahmanirrahim…

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam. Atas
izin dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah tepat waktu tanpa kurang
suatu apa pun. Tak lupa pula penulis haturkan shalawat serta salam kepada
junjungan Rasulullah Muhammad SAW. Semoga syafaatnya mengalir pada kita di
hari akhir kelak.Penulisan makalah berjudul "THAHARAH" bertujuan untuk
memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Arab. Makalah ini bertujuan untuk memahami
pengertian Laa Nahi dalam kaidah Bahasa Arab. Selama proses penyusunan
makalah, penulis mendapatkan bantuan dan bimbingan dari beberapa pihak. Oleh
karena itu, penulis berterima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag. Selaku Rektor UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH
Tulungagung

2. Bapak Hawwin Muzakki, M.Pd.I selaku dosen pengampu mata kuliah Media dan
Sumber Pembelajaran PAI yang telah berkontribusi membimbing kami.

3. Teman-teman mahasiswa UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH Tulungagung
yang selalu memebrikan dukungan selama perkuliahan.

Akhirul kalam, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.
Besar harapan penulis agar pembaca berkenan memberikan umpan balik berupa
kritik dan saran. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi berbagai pihak.
Amin.

Wassalamualaikum wr.wb.....

Tulungagung, November 2021

Penulis

1

Kompetensi Dasar (KD) : 1. Memahami najis dan tata cara menyucikan

2. Menganalisis hadas dan kaifiyah menyucikan

3. Mendemonstrasikan tata cara bersuci dari hadats dan najis

Kompetensi Inti (KI) :

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli

(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Tujuan Pembelajaran :

1. Peserta didik dapat menunjukkan pentingnya bersuci dalam realitas kehidupan sehari-
hari

2. Peserta didik dapat menunjukkan sikap berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan
3. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian bersuci (thaharah) dan klasifikasinya
4. Peserta didik dapat menjelaskan macam-macam air dan hukumnya untuk bersuci
5. Peserta didik dapat mendemonstrasikan tata cara bersuci dari hadats
6. Peserta didik dapat mendemonstrasikan tata cara bersuci dari najis

Materi Pokok :
Dalam bab ini, akan membahas mengenai :
1. Pengertian dari Thaharah
2. Macam-macam najis dan hadas
3. wudhu, Tayammum dn mandi

2

A. THAHARAH
1. Pengertian

Thaharah merupakan ciri terpenting dalam Islam yang berarti bersih dan
sucinya seseorang secara lahir dan bathin. Dalam kamus bahasa arab, thaharah berasal
dari kata ‫ طھره‬,secara bahasa (etimologi) berarti membersikan dan mensucikan.
Sedangkan menurut istilah (terminologi) bermakna menghilangkan hadas dan najis.
Thaharah berarti bersih dan terbebas dari kotoran atau noda, baik yang bersifat hissi
(terlihat), seperti najis (air seni atau lainnya), atau yang bersifat maknawi, seperti aib
atau maksiat. Sedangkan secara istilah adalah menghilangkan hadas dan najis yang
menghalangi pelaksanaan salat dengan menggunakan air atau yang lainnya.

Thaharah menempatkan kedudukan yang paling penting dalam ibadah.
Misalnya setiap orang yang akan mengerjakan salat dan tawaf diwajibkan terlebih
dahulu berthaharah, seperti berwudhu bertayammum atau mandi. Rasulullah saw
bersabda

َ‫لاَ َي ْق َب ُل اَّهللُ َصلاَةَ أَ َح ِد ُك ْم إِذَا أَ ْحدَ َث َحتهى َيتَ َو هضأ‬
Artinya :“Allah tidak menerima shalat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia
berwudlu.” (HR. al-Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad)

Selain Sabda Rasulullah diatas, Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Baqarah/2 : 222
‫إِ هن ٱَّهللَ يُ ِح ُّب ٱلته َّٰ هوبِي َن َويُ ِح ُّب ٱ ْل ُمتَ َط ِھ ِري َن‬

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai
orang-orang yang mensucikan diri.”

Apabila badan, tempat, atau perlengkapan lain terkena najis, hendaknya
dibersihkan dengan baik. Orang islam yang senantiasa menjaga dirinya supaya tetap
bersih akan mendapat kesehatan dan akan disenangi oleh sesamanya. Allah SWT
mencintai orang-orang yang membersihkan diri serta lingkungannya. Orang-orang
yang suci adalah orang yang membersihkan dirinya dari segala najis, hadas, dan
kotoran. Secara garis besar, bersuci ada 2 macam, yaitu bersuci dari najis dan hadas.

3

2. Macam-Macam Alat Thaharah
a. Benda Cair

Benda cair yang boleh digunakan untuk bersuci adalah air. Air ada yang
dibolehkan untuk bersuci, ada pula yang tidak boleh atau tidak sah untuk bersuci. Air
yang dapat dipakai untuk bersucu diantaranya air mutlak. Air mutlak adalah air sumur,
air mata air, air sungai, air sumur dan air salju.

b. Benda Padat
Benda padat yang dimaksud adalah batu, pecahan genting, batu merah, kertas,

tisu, daun dan kayu. Semua benda tersebut harus dalam keadaan bersih dan tidak
terpakai. Islam melarang pemakaian benda-benda tersebut apabila masih dipakai,
misalnya buku yang masih digunakan, kertas yang akan dipakai, dan batu merah yang
akan dipasang.

Gambar tersebut itu tisu yang merupakan salah
satu benda padat yang digunakan untuk
bersuci.

3. Macam-Macam Air
a. Air yang suci dan menyucikan, yaitu air yang halal diminum dan sah digunakan
untuk bersuci, misalnya air hujan, air sumur, air laut, air embun, air salju dan
air sungau yang selama semuanya itu belum berubah warna, bau, dan rasa.

4

b. Air yang suci tetapi tidak menyucikan, Air yang suci tetapi tidak menyucikan
yaitu air yang suci dalam dzatnya akan tetapi tidak menyucikan terhadap
selainnya. Contohnya yaitu air Musta'mal. Air musta'mal adalah air yang telah
di gunakan untuk menghilangkan hadas ataupun najis.

c. Air Mutanajjis, Air Mutanajjis yaitu air yang kemasukan/terkena najis. Air
Mutanajjis ini ada 2 bagian, yaitu:
a. Air Mutanajjis yang volumenya sedikit, yaitu air yang di dalamnya
terdapat najis, baik air mengalami perubahan atau tidak dan kondisi air
tersebut adalah air yang kurang dari 2 qullah. Contohnya yaitu air yang
kemasukan bangkai binatang (secara tidak di sengaja) yang tidak
memiliki darah yang dapat mengalir saat dibunuh atau saat dirobek
bagian tubuhnya. Misalnya lalat.
b. Air Mutanajjis yag volumenya banyak yakni berupa 2 qullah/lebih.

B. MACAM-MACAM NAJIS DAN TATA CARA THAHARAHNYA
1. Pengertian Najis
Secara bahasa najis adalah setiap sesuatu yang menjijikkan. Secara syara’najis
ada 2 pengetian yaitu:
a. Secara definitif adalah setiap barang menjijikkan yang mencegah sahnya
shalat ketika tidak ada kemurahan.
b. Ditinjau dari jumlahnya sebagaimana yang diungkapkan Shafwatu az-
Zubad yaitu “Minuman memabukkan, babi, anjing dan keturunan
keduanya dan sisa-sisa cairan di mulut binatang itu. Bangkai tulang dan
bulu-bulu kasarnya dan bulu-bulu halusnya, tidak najis bulu binatang
yang halal dimakan dan bulu manusia. Darah, muntahan dan setiap
sesuatu yang keluar dari 2 jalan kecuali sperma manusia
2. Macam-macam Najis dan Tata Cara Thaharahanya

a. Najis mukhaffafah yang bisa
diartikan najis ringan. Contoh dari najis
mukhafafah adalah air kencing anak laki-
laki yang berumur tidak lebih dari 2 tahun
dan belum pernah makan apapun kecuali

5

air susu ibu atau ASI. Cara menyucikan najis mukhafafah yaiu dengan
memercikkan air atau mengusapnya atas benda yang terkena najis berupa air
kencing tersebut. Maksutnya hanya dipercikkan tidak perlu dialiri dibasuh air.
b. Najis mutawasittah yang bisa diartikan najis sedang atau pertengahan (anatara
berat dan ringan). Contoh dari najis mutawasittah antara lain air kencing, tinja,
nanah, darah dan kotoran hewan. Najis mutawasittah terbagi menjadi 2 yaitu:

a) Najis hukmiyah, disebut hukmiyah karena hukum tempatnya najis
tanpa ada sifat najis yang wujud baik berupa bau, warna atau rasa.
Menurut pendapat lain najis hukmiyah yaitu najis yang diyakini
adanya tetapi zat, bau, warna dan rasanya tidak berbentuk nyata.
Contohnya air kencing yang terlalu lama kering. Cara
menyucikannya cukup dengan mengalirkan air diatas benda yang
terkena najis.

b) Najis ainiyah, yaitu nais yang nyata terdapat warna, bau atau
rasanya. Disebut ainiyah karena ain (bentuk) najisnya masih ada.
Ada juga yang mengatakan bahwa nama ini karena najis tersebut
terlihat oleh mata. Contohnya kotoran hewan. Cara menyucikannya
adalah dengan menghilangkan najis tersebut beserta sifat-sifatnya
baik warna, rasa atau bau.
c. Najis
mughalladzah, yang bisa
diartikan najis berat.
Contoh najis mughaladzah
anjing dan babi dan
keturunannya juga semua
yang ada di tubuhnya. Cara
menyucikannya yaitu
dengan membasuh dengan

air sebanyak 7 kali sampai hilang zat, warna, bau dan rasanya. Salah satu dari
7 basuhan tersebut harus menggunakan debu yang suci. Yang paling utama
adalah mencampur debu pada basuhan pertama. Ketika najis telah
hilangdengan sekali basuhan maka sudah cukup, namu sunah untuk ditambah
hingga 3 kali basuhan.

6

C. MACAM-MACAM HADAS DAN TATA CARA THAHARAHNYA
1. Pengertian Hadas
Hadas berasal dari bahasa Arab yang berarti suatu peristiwa, sesuatu yang
terjadi, sesuatu yang tidak berlaku. Sedangkan menurut istilah adalah keadaan
tidak suci bagi seseorang sehingga menjadikannya tidak sah dalam melakukan
ibadah.
2. Macam-Macam Hadas
Hadas dibagi menjadi dua yaitu hadas kecil dan hadas besar.
1. Hadas kecil
Hal-hal yang termasuk hadas kecil antara lain :
a) Sesuatu yang keluar dari qubul atau dubur, meskipun hanya angina
b) Bersentuhan langsung antara kulit laki-laki dengan perempuan yang
sudah balig dan bukan muhrimnya
c) Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan
d) tidur dalam keadaan tidak tetap, dan
e) hilang akalnya, seperti mabuk, gila, atau pingsan
Adapun cara menghilangkan hadas kecil adalah dengan bewudu
atau tayamum.
2. Hadas besar
Hal-hal yang termasuk hadas besar antara lain :
a) Bertemunya alat kelamin laki-laki dan wanita, baik keluar mani maupun
tidak
b) Keluarnya darah haid dan nifas
c) Keluar air mani, baik ada sebabnya maupun tidak seperti mimpi, dan
d) Orang yang mati.
Adapun cara menghilangkan hadas besar adalah dengan mandi
wajib atau janabah.
3. Tata Cara Menyucikan Hadas
a. Ketentuan Wudhu
Wudhu adalah salah satu cara bersuci dari hadas kecil, yakni membasuh
atau mengusap naggota badan dengan air sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah

7

Saw. Anggota badan yang dimaksud adalah muka, kedua tangan sampai siku-
siku, sebagian kepala yang berambut dan kedua telapak kaki sampai kedua
mata kaki.

 Syarat sah wudhu antara lain:
1. Islam; orang yang tidak beragama islam tidak sah melaksanakan wudhu
2. Tamyiz, yakni dapat membedakan baik buruknya sesuatu pekerjaan
3. Tidak berhadats besar
4. Dengan air suci, lagi mensucikan (air mutlak)
5. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air, sampai ke anggota wudhu,

misalnya getah, cat dan sebagainya
6. Tidak ada najis pada tubuh, sehingga merubah salah satu sifat air yang

suci lagi mensucikan.
 Rukun Wudhu antara lain :

1. Niat karena Allah
2. Membasuh muka dari ujung rambut sampai kebawah dagu dan kedua

daun telinga.
3. Membasuh kedua tangan sampai siku
4. Mengusap kepala.
5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
6. Tertib atau urut.

 Adapun Sunnah Wudhu :
1. Membaca basmalah
2. Membasuh kedua telapak tangan.
3. Menggosok gigi.
4. Berkumur-kumur
5. Memasukkan air kehidung dan mengeluarkannya
6. Menyela-nyela jenggot yang tebal
7. Menigakalikan dalam setiap basuhan
8. Mengusap kedua daun telinga.
9. Menyela-nyela jari tangan dan kaki.
10. Mendahulukan yang kanan dari yang kiri.
11. Membaca doa setelah berwudlu

8

 Hal yang membatalkan wudlu

Menurut pendapat ulama madzhab Hanafi, jumlah perkara yang membatalkan
wudhu ada dua belas. Ulama madzhab Maliki juga membaginya menjadi tiga jenis.
Sementara, ulama madzhab Syafi'i mengatakan bahwa terdapat lima perkara dalam
masalah ini. Adapun ulama madzhab Hambali membaginya menjadi delapan
jenis. Hal-hal yang membatalkan wudhu :

1. Keluar sesuatu dari dua jalan ( qubul atau dubur

2. Tidur yang nyenyak, sehingga tidak mengetahui posisinya

3. Memegang kemaluan dengan telapak tangan.

4. Murtad atau keluar dari agama.

5. Hilang akal karena mabuk atau gila.

 Cara berwudlu
1. Niat
2.Membasuh kedua telapak tangan dan menyela-nyela jari tangan sambil
membaca basmalah
3. Berkumur-kumur sambil menggosok gigi.
4. Memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya.
5. Menyela-nyela jenggot yang tebal( jika punya jenggot )
6. Membasuh muka mulai dari ujung rambut sampai ke bawah dagu dank e
samping sampai kedua telingga 3 X
7. Membasuh kedua tangan sampai siku. 3 X
8. Mengusap kepala dan daun telinga satu kali
9. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki. 3 X
10. Membaca doa setelah berwudlu .

9

b. Tayammum
Apabila seseorang junub atau seseorang akan mengerjakan

sembahyang, orang tadi tidak mendapattkan air, untuk mandi atau untuk

wudhu, maka sebagai ganti untuk manghilangkan hadas besar atau kecil tadi

dengan melakukan tayamum. Tayamum menurut bahasa artinya menuju
seangkan menurut pengertian sara’, tayamum ialah menuju kepada tanah untuk

menyapukan dua tangan dan uka dengan niat agar dapat mengerjakan

sembahyang. Adapun dasar disyariatkanya tayamum ialah qur’an surat an-

nisa’ ayat 43.

ۗ ‫فَلَ ْم تَ ِجدُ ْوا َم ۤاء َفتَيَ هم ُم ْوا َص ِع ْيدا َطيِبا فَا ْم َس ُح ْوا ِب ُو ُج ْو ِه ُك ْم َواَ ْي ِد ْي ُك ْم‬

“Kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan

tanah yang baik (suci). Usaplah wajah dan tangan kalian”

 Syarat-syarat Tayamum

a. Telah masuk waktu sholat

b. Memakai tanah berdebu yang bersih dari najis dan kotoran (harus
suci)

c. Memenuhi alasan atau sebab melakukan tayammum

d. Sudah berupaya / berusaha mencari air namun tidak ketemu

e. Tidak haid maupun nifas bagi wanita (perempuan)

f. Menghilangkan najis yang melekat pada tubuh.

 Rukun-rukun Tayamum
a. Diawali dengan niat
b. Meletakan kedua tangan di atas tanah atau tempat yang mengandung

debu
c. Menyapu muka dan kedua tangan

 Sunah-sunah Tayamum

a. Membaca basmalah

b. Menghadap kiblat

c. Menghembus tanah dari dua tapak tangan supaya tanah yang di atas
tangan itu menjadi tipis

10

d. Mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri
e. Membaca kedua kalimat syahadat sesudah selesai tayamum
c. Mandi
Yang dimaksud dengan mandi ialah meratakan air yang suci pada
seluruh badan di sertai niat, hal ini berasarkan dalam firman Allah surat Al-
Maidah ayat 6. yang artinya “Jika kalian dalam keadaan junub, maka
mandilah.”

 Syarat-Syarat mandi
a. Beragama islam
b. Sudah tammyiz
c. Bersih dari haid dan nifas
d. Bersih dari sesuatu yang menghalangi sampainya air pada seluruh

anggota tubuh seperti cat, lilin dan sebagainya
e. Pada anggota tubuh harus tidak ada sesuatu yang bisa merubah sifat

air untuk mandi seperti minyak wangi dan lainnya
f. Harus mengerti bahwa mandi besar hukumnya fardhu (wajib)
g. Salah satu dari rukun-rukun mandi tidak boleh di I’tikadkan sunah
h. Air yang digunakan harus suci dan mensucikan

 Rukun Mandi
Rukun mandi besar ada 2 antara lain :
a. Niat (bersamaan dengan membasuh permulaan anggota tubuh).
b. Membasuh air dengan tata keseluruhan tubuh, yakni dari ujung

rambut sampai ujung kaki
 Sunah-Sunah Mandi

Disunahkan bagi yang mandi memperhatikan perbuatan rosulullah
SAW ketika mandi itu, hingga ia mengerjakan sebagai berikut :
a. Mulai dari mencuci kedua tangan hingga dua kali
b. Kemudian membasuh kemaluan
c. Lalu berwudhu secara sempurna seperti halnya wudhu buat sholat.

Dan ia boleh menangguhkan membasuh kedua kaki sampai selesai
mandi, bila ia mandi itu pasutembaga dll.
d. Kemudian menuangkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali sambil
menyela-nyela rambut agar air sampai membasahi urat-uratnya.

11

e. Lalu mengalirkan air keseluruh badan memulai sebelah kanan lalu
sebelah kiri tanpa mengabaikan dua ketiak, bagian dalam telinga,
pusar dan jari-jari kaki serta mengasah anggota tubuh yang dapat
digosok.
 Cara mandi :

1. Membasuh kotoran yang menempel di badan
2. Niat mandi karena Allah
3. Berwudlu seperti wudlu salat tanpa mencuci kedua kaki
4. Menggujur air keseluruh badan dimulai dari sebelah kanan kemudian

sebealh kiri tiga kali, atau lima kali guyuran ( bilangan ganjil )
5. Membasuh kedua kaki.

12

EVALUASI

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada
huruf a, b, c atau d
1. Arti Thaharah secara bahasa adalah……
a. Mensucikan
b. Mencuci
c. Disucikan
d. dibersihkan
2. Bersuci merupakan persyaratan dari…
a. Berinfak
b. Beberapa ibadah seperti salat dan tawaf
c. Berzakat
d. Bersedekah
3. Najis mutawassitah yang masih ada wujud, bau, ataupun rasa
disebut……
a. mutawassitah
b. mutawassitah hukmiyah
c. mutawassitah ‘ainiyah
d. mukhaffafah ‘ainiyah
4. Air liur anjing harus dibasuh sebanyak tujuh kali apabila….
a. Sangat berbau
b. Sangat menjijikkan
c. Anjingnya liar
d. Menjilat anggota tubuh manusia
5. Ahmad berhadas besar. Ia wajib mandi apabila….
a. Hendak melaksanakan sholat
b. Sudah berkali-kali berhadas besar
c. Baru sekali itu ia berhadas besar
d. Tidak berkeberatan

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara singkat dan tepat
1. Jelaskan Pengertian najis?
2. Sebutkan macam-macam air ditinjau dari hukumnya dan jelaskan!
3. Bagaimana cara bersuci dari najis mughalladzah?
4. Apa pengertian wudhu?
5. Apakah yang dimaksud Air yang suci tetapi tidak menyucikan? berikan
contohnya

13

DAFTAR RUJUKAN

Adil sa’adi dkk, Fiqhun nisa’. 2008. Thaharoh sholat. Jakarta Selatan: PT Mizan
Publika

Hasan Saleh. 2008. Kajian Fiqh Nabawi& Fiqh Kontemporer. Jakarta: Rajawali
Hasbi Ash-shiddieqy. 1970. Hukum-hukum Fiqh Islam. Jakarta: Bulan bintang
Jaih Mubarok. 2002. Modifikasi Hukum Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo
Muhamad Dainuri. 1996. Kajian kitab kuning terhadap ajaran islam. Magelang :Sinar

Jaya Offset
Moh. Hamim HR., Fiqih Sistematis (Terjemah al-Taqrirat al-Sadidah fi al-Masail al-

Mufidah, Karya: Sayyid Hasan Bin Ahmad Bin Muhammad Al-Kaff
Sirajuddin. 2011. Pentingnya Pengetahuan Thaharah dan Pengamalannya Bagi

Masyarakat Tani Dusun Ma’lengu Kecamatan Bontolempangan Kabupaten
Gowa. SKRIPSI. Makassar: UIN ALAUDDIN.
Syaikh Al-Imam Abi abdillah Muhammad bin Qosim Al-Ghozi. 2017. “Fathul Qorib
3 bahasa Jilid 1”. Lirboyo: ZAMZAM Sumber Mata Air Ilmu

Wahbah Az-Zuhaili. Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Damaskus : DARUL FIKIR
Zakiah Drajat, dkk. 1983. Ilmu Fiqh. Jakarta: IAIN Jakarta,

FIQIH IBADAH


Click to View FlipBook Version