DAFTAR JENIS RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN UKL-UPL
Catatan:
1. Gubernur atau bupati/walikota menetapkan jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi
dengan UKL-UPL. Hal ini merupakan kewenangan dari gubernur atau bupati/walikota yang
berdasarkan dalam Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2. Bupati/walikota menetapkan jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL-UPL
bagi usaha dan/atau kegiatan yang berlokasi pada 1 (satu) wilayah kabupaten/kota. Sedangkan,
gubernur menetapkan jenis dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL-UPL bagi usaha
dan/atau kegiatan yang berlokasi pada lebih dari 1 (satu) wilayah kabupaten/kota, di lintas
kabupaten/kota, dan/atau di wilayah laut paling jauh 12 (dua belas) mil dari garis pantai ke arah
laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan untuk provinsi dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah
kewenangan provinsi untuk kabupaten/kota.
3. Daftar jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL-UPL ini merupakan
salah satu rujukan bagi pemerintah daerah dalam melakukan penetapan terhadap daftar rencana
usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL-UPL dalam penerbitan Keputusan
Gubernur atau Keputusan Bupati/Walikota yang mengatur mengenai rencana usaha dan/atau
kegiatan yang wajib UKL-UPL.
A. Bidang Pertahanan
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
1. Pembangunan pangkalan TNI Di luar kelas A dan B
Di luar kelas A dan B
AL.
Luas < 10.000
2. Pembangunan pangkalan TNI Semua besaran
AU. Semua besaran
3. Pembangunan pusat latihan
tempur.
- Luas. ha
4. Pembangunan Lapangan ha
Tembak TNI AD, TNI AL, TNI
AU dan Polri
5. Pembangunan gudang
munisi.
B. Bidang Pertanian
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
I. Tanaman Pangan dan ha 100 ≤ Luas ≤ 500
Hortikultura. ha (terletak pada satu hamparan
lokasi)
1. Pencetakan Sawah di Luar
Kawasan Hutan. Luas < 2.000
(terletak pada satu hamparan
2. Budidaya Tanaman Pangan lokasi)
dan Hortikultura.
a. Semusim dengan atau
tanpa unit
pengolahannya.
1
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
Luas < 5.000
b. Tahunan dengan atau ha (terletak pada satu hamparan
tanpa unit ton beras/jam lokasi)
pengolahannya. Kapasitas ≥ 0,3
ha
3. Penggilingan padi dan ha Luas < 3.000
penyosohan beras.
Luas < 3.000
II. Perkebunan.
Skala/Besaran
1. Budidaya tanaman Populasi ≥ 25.000 (terletak
perkebunan. pada satu hamparan lokasi)
a. Semusim dengan atau Populasi ≥ 100 (terletak pada
tanpa unit satu hamparan lokasi)
pengolahannya: Populasi ≥ 20 (terletak pada
- Dalam kawasan satu hamparan lokasi)
budidaya non Populasi ≥ 100 (terletak pada
kehutanan. satu hamparan lokasi)
b. Tahunan dengan atau Populasi ≥ 10.000
tanpa unit Populasi ≥ 15.000
pengolahannya: Populasi ≥ 15.000
Populasi ≥ 10.000
- Dalam kawasan Populasi ≥ 25.000
budidaya non Populasi ≥ 125
kehutanan. Populasi ≥ 25.000
Populasi ≥ 75
C. Bidang Peternakan Populasi ≥ 50
Populasi ≥ 1.500
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Populasi ≥ 300
1. Budidaya burung puyuh atau ekor Skala/Besaran
burung dara.
2. Budidaya sapi potong. ekor campuran
3. Sapi perah ekor campuran
4. Budidaya burung unta. ekor
5. Ayam ras petelur ekor induk
6. Ayam ras pedaging, ekor produksi/siklus
7. Itik/Angsa/entog ekor campuran
8. Kalkun ekor campuran
9. Burung puyuh ekor campuran
10. Babi ekor campuran
11. Burung dara ekor campuran
12. Kerbau ekor campuran
13. Kuda ekor campuran
14. Kelinci ekor campuran
15. Rusa ekor campuran
D. Bidang Perikanan
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan
I. Perikanan Tangkap.
2
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
1. Pembangunan pelabuhan
perikanan dengan salah satu
fasilitas berikut:
a. Dermaga; m Panjang < 200
b. Penahan gelombang; m Panjang < 200
c. Kawasan industri ha Luas < 15
perikanan.
II. Penanganan/Pengolahan
Hasil Perikanan (P2HP).
1. Usaha penanganan/
pengolahan.
a. Usaha pengolahan ton/hari/unit Kapasitas > 5
tradisional (perebusan,
penggaraman,
pengeringan,pengasapan
dan/atau fermentasi).
b. Usaha penanganan/ Unit pengolahan ikan /UPI Semua besaran
pengolahan modern/ (penghasil tepung ikan,
maju seperti: minyak ikan, khitin-khitosan,
- Pembekuan/ Cold gelatin, ATC-karageenan,
Storage; agar-agar, produk berbasis
- Pengalengan Ikan; surimi).
- Pengekstrasian ikan
atau rumput laut.
III. Perikanan Budidaya.
1. Usaha budidaya tambak ha Luas < 50
udang/ikan tingkat teknologi
maju dan madya dengan atau
tanpa unit pengolahannya.
2. Budidaya perikanan air laut.
a. Budidaya tiram mutiara. ha Luas ≥ 5
b. Budidaya rumput laut. ha Luas ≥ 7
c. Budidaya ikan air laut unit Jumlah jaring ≥ 100 (ukuran
dengan jaring apung. jaring 50 m2)
d. Budidaya ikan dengan ha Luas lahan ≥ 1
metode tancap.
- Ikan bersirip;
- Teripang, kerang,
kepiting.
e. Pen System dalam
budidaya air laut.
- Luas, atau ha Luas < 5
- Jumlah. unit Jumlah < 1.000
3. Budidaya perikanan air
payau.
a. Budidaya tambak pada ha 5 ≤ Luas < 50
lahan tanpa membuka
hutan mangrove,
menggunakan teknologi
intensif atau semi intensif
dan atau dengan unit
3
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
pembekuan/cold storage Produksi benur > 40 juta.
dan atau unit pembuatan Luas < 2,5
Jumlah < 500
es balok.
Luas ≤ 5
b. Pembenihan udang. ekor per tahun Kapasitas produksi < 50
4. Budidaya perikanan air tawar Skala/Besaran
Semua besaran
a. Budidaya perikanan air Luas < 5
Semua besaran
tawar (danau) dengan Semua besaran
Dengan volume pengambilan
menggunakan jaring air kurang dari 30% dari
ketersediaan sumber daya
apung atau pen system. atau debit
Dengan volume pengambilan
- Luas, atau ha air kurang dari 30% dari
ketersediaan sumber daya
- Jumlah. unit atau debit
Semua besaran
b. Budidaya ikan air tawar Semua besaran
Luas ≤ 30.000
menggunakan teknologi
Luas ≤ 10.000
intensif. Luas ≤ 10.000
- Luas, atau ha
- Kapasitas produksi. ton/hari
E. Bidang Kehutanan
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan
1. Penangkaran satwa liar di -
hutan lindung ha
-
2. Penangkaran satwa liar di -
hutan produksi -
3. Pemanfaatan aliran air di
hutan lindung
4. Pemanfaatan aliran air di
hutan produksi
5. Pemanfaatan air di hutan
lindung
6. Pemanfaatan air di hutan -
produksi
7. Wisata alam di hutan lindung -
8. Wisata alam di hutan -
produksi
9. Usaha pemanfaatan hasil ha
hutan kayu Restorasi
Ekosistem dalam hutan alam
pada hutan produksi
10. Usaha pemanfaatan hasil
hutan kayu dalam hutan
tanaman pada hutan
produksi:
a. Hutan tanaman industri ha
(HTI), dengan luasan;
b. Hutan tanaman rakyat ha
4
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
5 Luas ≤ 10.000
(HTR), dengan luasan; Luas ≤ 10.000
Luas ≤ 10.000
c. Hutan tanaman hasil ha
Luas ≤ 10.000
rehabilitasi (HTHR), Luas ≤ 10.000
Luas ≤ 10.000
dengan luasan. Kapasitas produksi ≤ 6000
11. Usaha pemanfaatan hasil
hutan bukan kayu (UPHHBK)
dalam hutan alam pada
hutan produksi:
a. Rotan, sagu, nipah, ha
bambu yang meliputi
kegiatan penanaman,
pemanenan, pengayaan,
pemeliharaan,pengama-
nan dan pemasaran
hasil, dengan luasan.
b. Getah, kulit kayu, daun, ha
buah atau biji, gaharu,
yang meliputi kegiatan
pemanenan, pengayaan,
pemeliharaan,
pengamanan dan
pemasaran hasil, dengan
luasan.
12. Usaha pemanfaatan hasil
hutan bukan kayu dalam
hutan tanaman pada hutan
produksi:
a. Rotan, sagu, nipah, ha
bambu yang meliputi
kegiatan penanaman,
pemanenan, pengayaan,
pemeliharaan,
pengamanan dan
pemasaran hasil, dengan
luasan.
b. Getah, kulit kayu, daun, ha
buah atau biji, gaharu,
yang meliputi kegiatan
pemanenan, pengayaan,
pemeliharaan,
pengamanan dan
pemasaran hasil, dengan
luasan.
c. Komoditas ha
pengembangan bahan
baku bahan bakar nabati
(biofuel), dengan luasan.
13. Industri primer hasil hutan: m3
a. Industri primer hasil
hutan kayu (industri
penggergajian kayu,
industri serpih kayu,
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
industri veneer, industri Satuan Luas ≤ 15
6 Luas < 250
kayu lapis, dan Luas < 100
Luas < 100
laminated veneer
Luas < 1.000
lumber), dengan
Luas < 250
kapasitas produksi. Semua besaran
Semua besaran
b. Industri primer hasil ha Luas > 1.000
hutan bukan kayu, Skala/Besaran
Semua besaran
dengan luasan. 0,25 ≤ Luas ≤ 2,5
0,25 ≤ Luas ≤ 2,5
14. Pembangunan taman safari. ha Luas < 2
15. Pembangunan kebun ha
binatang.
16. Pengusahaan Pariwisata ha
Alam (PPA) di zona
pemanfaatan taman
nasional, atau di blok
pemanfaatan taman wisata
alam, atau di blok
pemanfaatan taman hutan
raya dengan luas bagian
zona/blok pemanfaatan yang
menjadi obyek pembangunan
sarana dan prasarana.
17. Pengusahaan taman buru ha
dengan luas total sub blok
pengelolaan dan sub blok
non buru pada blok
pemanfaatan.
18. Pengusahaan kebun buru. ha
19. Penangkaran tumbuhan alam
dan/atau penangkaran satwa
liar yang diperdagangkan.
20. Pembangunan taman satwa
untuk tujuan komersial. m2
21. Pembangunan tempat
penampungan satwa liar
yang diperdagangkan.
F. Bidang Perhubungan
No. Jenis Usaha/Kegiatan
I. Perhubungan Darat.
1. Pembangunan Terminal
Angkutan Jalan.
2. Depo/Pool Angkutan/ Depo ha
Angkutan.
3. Pembangunan Depo Peti ha
Kemas. ha
4. Pembagunan terminal
terpadu Moda dan Fungsi.
- Luas lahan.
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
5. Pembangunan Terminal 0,25 ≤ Luas ≤ 2
0,5 ≤ Luas ≤ 5
Angkutan Barang
Panjang < 25
- Luas lahan. ha Semua Besaran
Luas < 5
6. Pengujian kendaraan ha 0,5 < Luas < 5
0,5 < Luas < 5
bermotor. 100 < Panjang < 25.000
7. Pembangunan Jaringan Jalur Volume < 500.000
Kereta Api. Luas < 5
- Panjang. km Panjang < 200
Luas < 6.000
8. Pembangunan Stasiun Kereta ha -4 ≤ Kedalaman ≤ -10
Api. Panjang < 200
1.000≤ Bobot ≤20.000
9. Terminal peti kemas. ha 750 ≤ Luas ≤ 6.000
Bobot < 10.000
10. Stasiun. ha
Luas < 5
11. Depo dan balai yasa. ha Luas < 5
Luas < 5
12. Jalan rel dan fasilitasnya. m Luas < 5
Luas < 5
13. Kegiatan penempatan hasil
Volume ≤ 500.000
keruk (dumping) di darat. m3
- Volume, atau
- Luas area dumping. ha
II. Perhubungan Laut.
1. Pembangunan pelabuhan
dengan salah satu fasilitas
berikut:
a. Dermaga dengan bentuk
konstruksi sheet pile atau
open pile.
- Panjang, atau m
- Luas m2
b. Kedalaman Tambatan. LWS
c. Penahan gelombang
(talud) dan/atau pemecah
gelombang (break water).
- Panjang. m
d. Bobot Kapal Standar. DWT
e. Trestle Dermaga. m2
f. Single Point Mooring Boey.
- Untuk kapal. DWT
2. Prasarana pendukung
pelabuhan.
a. Terminal Penumpang. ha
b. Terminal Peti Kemas. ha
c. Lapangan Penumpang. ha
d. Gudang. ha
e. Prasarana Penampungan ha
Curah Cair.
3. Pengerukan dan Reklamasi m3
a. Pengerukan untuk
Pemeliharaan
(maintanance).
7
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
b. Pengerukan perairan m3 Volume < 500.000
dengan capital dredging.
- Volume Luas < 25
Volume < 500.000
c. Reklamasi/ ha 100.000 ≤ Volume ≤ 500.000
Pengurugan. m3 Panjang ≤ 100
- Luas, atau Volume karang ≤ 100.000
- Volume m3
Panjang < 100
d. Volume Dumping. Tegangan < 150
Panjang > 100
e. Pekerjaan bawah air. km
Panjang < 200
4. Pengerukan / perataan batu m3 Luas < 2.000
Debit < 5 (dari 1 sumur
karang. sampai dengan 5 sumur
dalam satu area, luas < 10 ha)
5. Pekerjaan bawah air (PBA): km
a. Pipa minyak/gas; kV 50 ≤ Panjang ≤ 200
b. Kabel listrik; km 50 ≤ Luas ≤ 200
c. Kabel telekomunikasi. 500 ≤ Luas ≤ 1.000
800 ≤ Luas ≤ 900
III. Perhubungan Udara. Semua besaran
5.000 ≤ Volume < 500.000
1. Pengembangan bandar udara
beserta salah satu fasilitas Luas < 25
berikut: Volume < 100.000
500 ≤ Luas ≤ 2.000
a. Landasan Pacu; m
500 ≤ Luas ≤ 2.000
b. Terminal Penumpang atau m2 500 ≤ Produksi ≤ 1.000
Terminal Kargo; liter/detik 500 ≤ Daya ≤ 1.000
c. Pengambilan Air Tanah.
2. Perluasan bandar udara
beserta salah satu
fasilitasnya:
- Prasarana sisi udara, terdiri:
a. Perpanjangan landasan m
pacu; m2
b. Pembangunan taxi way; m2
c. Pengembangan apron;
d. Pembuatan airstrip; m
e. Pembangunan helipad; Semua besaran
f. Pemotongan bukit dan m3
pengurugan lahan
dengan volume;
g. Reklamasi pantai:
- Luas, atau ha
- Volume urugan; m3
- Prasarana Sisi Darat, terdiri:
a. Pembangunan terminal m2
penumpang;
b. Pembangunan terminal m2
cargo;
porsi/hari
c. Jasa boga; kVA
d. Power house/genset;
8
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
e. Pembangunan menara Semua besaran Semua besaran
pengawas lalu lintas
udara;
f. Depot penyimpanan liter 1.000 ≤ Volume ≤ 50.000
dan penyaluran bahan
bakar untuk umum.
- Fasilitas penunjang lainnya,
terdiri:
a. Pembangunan fasilitas Semua ukuran di dalam lokasi Semua ukuran di dalam lokasi
pemancar/NDB; bandara bandara
b. Hanggar/pusat m2 Semua ukuran di dalam lokasi
perawatan pesawat Bandara
udara; m2 500 ≤ Luas ≤ 10.000
c. Bengkel kendaraan
bermotor;
d. Pemindahan penduduk; KK Jumlah < 200
e. Pembebasan lahan. ha Luas < 100
3. Pembangunan bandar udara Semua besaran
baru beserta fasilitasnya (termasuk kelompok Bandar
(untuk fixed wing maupun udara di luar kelas A, B, dan C
rotary wing). beserta hasil studi rencana
induk yang telah disetujui.)
G. Bidang Perindustrian
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
1. Industri galangan kapal DWT Bobot < 50.000
dengan sistem graving dock. ton/tahun Produksi riil > 2.000
ton/tahun Produksi riil > 2.000
2. Buah-buahan dalam ton/tahun Produksi riil > 2.500
kaleng/kemasan.
liter/tahun Semua besaran
3. Sayuran dalam botol. ton/tahun Produksi riil > 1,5 juta
4. Pengolahan & Pengawetan ton/tahun Produksi riil > 500
Produksi riil > 15.000
lainnya untuk.buah-buahan ton/tahun
& sayuran. ton/tahun Produksi riil > 15.000
5. Air minum dalam kemasan. Produksi riil > 15.000
6. Kecap. ton/tahun
7. Ransum/pakan jadi ikan dan ton/tahun Produksi riil > 15.000
biota perairan lainnya. Produksi riil > 3.000
8. Ransum/pakan jadi ternak
besar, ternak kecil, aneka
ternak.
9. Ransum/pakan jadi hewan
manis.
10. - Ransum/pakan setengah
jadi temak besar, ternak
kecil, aneka ternak;
- Pakan lain untuk ternak;
- Tepung tulang.
11. Bir, minuman lainnya yang
mengandung malt.
9
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
12. Minuman keras. Produksi riil > 1,2 juta
Produksi riil >1,6 juta
13. Anggur dan sejenisnya. Produksi riil > 105.000
Semua besaran
14. - Minuman ringan lainnya; liter/tahun
- Minuman ringan tidak liter/tahun
mengandung CO2;
- Minuman ringan botol/tahun
mengandung CO2;
- Minuman beralkohol
kurang dari 1%.
15. Benang hasil proses
penyempurnaan lainnnya,
benang hasil proses
merserisasi, benang
kelantang & celup.
16. Pengawetan kulit.
17. Penyamakan kulit.
18. Barang dari kulit.
19. Sepatu kulit.
20. Hasil ikutan/sisa pembuatan
bubur kertas (pulp), jasa
penunjang industri
bubur kertas (pulp).
21. Senyawa alkali
natrium/kalium, logam alkali,
senyawa alkali lainnya, hasil
ikutan/sisa &jasa penunjang
industri kimia dasar
anorganik khlor & alkali.
22. Gas industri gas mulia/bukan
gas mulia, hasil ikutan/sisa &
jasa penunjang industri kimia
dasar anorganik & gas
industri.
23. - Elemen kimia, fosfida,
karbida, air suling/murni,
udara cair/udara kempaan,
asam anorganik, dan
persenyawaan zat asam
dari bukan logam;
- Basa anorganik dan oksida
logam, hidroksida logam
dan peroksida logam (tidak
termasuk pigment), garam
logam dan garam peroksi
dari asam anorganik
(fluorida, khlorida,
bromide, yodida,
perkhlorat, hipokhlorit,
hipobromide, yodat,
peryodat, sulfida, sulfit,
10
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
thiosulfat, persulfat, nitrit, Investasi > 600 juta
nitrat, fosfit, fosfat, Investasi > 600 juta
sianida, silikat, khromat,
bikhromat, dsb.);
- Fisi elemen kimia dan
isotop, elemen kimia
radioaktif dan isotop
radioaktif;
- Industri kimia dasar
anorganik lainnya, hasil
ikutan/sisa & jasa
penunjang industri kimia
dasar anorganik.
24. Terpentin, bahan pelarut Rupiah
lainnya/bahan dari
getah/kayu; tir kayu, minyak
tir kayu, kreosot kayu dan
nafta kayu; Asam
gondorukem dan asam
damar, termasuk
turunannya.
25. Karbon aktif, arang kayu Rupiah
(charcoal, briket, arang
tempurung kelapa); industri
kimia dasar organik, bahan
kimia dari kayu dan getah
(gum) lainnya; hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri kimia dasar organik,
bahan kimia dari kayu dan
getah (gum).
26. Zat aktif permukaan: Alkyl
Sulphonate/linier alkylate
sulphonate (LAS), Alkyl
benzene sulphonate (ABS)/
Alkyl arial sulphonat, Alkyl
olefin sulphonate (AOS), Alkyl
sulphat/sodium alkyl
sulphonate, Sodium lauryl
sulphate, Alkyl ether
sulphate/alkyl aril ether
sulphate, senyawa amonium
kwartener, zat aktif
permukaan lainnya.
27. Pupuk tunggal P (posphor)
atau K (kalium), pupuk
buatan tunggal lainnya, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri, pupuk buatan
tunggal.
11
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
Investasi > 600 juta
28. Bahan Pembersih. Rupiah
Investasi > 600 juta
29. Perekat dari bahan alami, Investasi > 600 juta
Investasi > 600 juta
perekat dari damar sintetis Investasi > 600 juta
thermoplastik (dalam Investasi > 600 juta
kemasan eceran kurang atau
sama dengan 1 kg), perekat
dari damar sintetis
thermoseting (dalam
kemasan kurang atau sana
dengan 1 kg), perekat
lainnya, hasil ikutan/sisa &
jasa penunjang industri
perekat.
30. Crumb rubber.
31. Barang dari fiberglass. Rupiah
32. Perabot rumah tangga & Rupiah
barang hiasan & barang
lainnya dari semen, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri barang lainnya dari
semen; Pot bunga dari
semen.
33. Kapur tohor, kapur Rupiah
sirih/kapur tembok, kapur
hidrolis; Kapur kembang,
hasil ikutan sisa & jasa
penunjang industri kapur.
34. Barang dari kapur, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri barang dari kapur.
35. Perlengkapan rumah tangga Rupiah
dari tanah liat tanpa/dengan
glazur, hiasan rumah tangga
dan pot bunga segala jenis
dari tanah liat, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri barang dari tanah liat
untuk keperluan rumah
tangga; Piring tanah liat
tanpa/dengan glazur (segala
jenis), cangkir & pisin tanah
liat tanpa/dengan glazur.
36. Batu bata berongga atau Rupiah
tidak berongga press mesin;
Batu bata press mesin dan
tangan, semen merah, kerikil
tanah liat, batu bata lainnya
dari tanah liat, hasil ikutan/
sisa & jasa penunjang
industri batu bata dari tanah
liat.
12
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
Investasi > 600 juta
37. Genteng kodok di glazur atau Rupiah Investasi > 600 juta
Investasi > 600 juta
tidak di glazur press mesin;
Investasi > 600 juta
Genteng press mesin dan Investasi > 600 juta
Investasi > 600 juta
tangan, genteng lainnya dari
tanah liat, hasil ikutan/sisa &
jasa penunjang industri
genteng dari tanah liat.
38. Bata tahan api, mortar tahan Rupiah
api, bata tahan api lainnya,
hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri bata
tahan api dan sejenisnya dari
tanah liat.
39. Barang saniter dan ubin dari Rupiah
tanah liat tidak dikilapkan;
Barang saniter & ubin dari
tanah Iiat dikilapkan, barang
tanah liat untuk keperluan
bahan bangunan lainnya;
Hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri barang
dari tanah liat untuk
keperluan bahan bangunan
lainnya.
40. Barang dari batu keperluan Rupiah
rumah tangga, bahan
bangunan dari batu, barang
seni/pajangan dari batu, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri barang dari batu
untuk keperluan rumah
tangga; Batu pipisan.
41. Barang dari batu untuk Rupiah
keperluan industri,barang
lainnya dari batu untuk
keperluan lainnya, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri dari batu keperluan
lainnya.
42. Ornamen atau patung dari Rupiah
marmer/batu pualam Barang
pajangan dari granit &
marmer/batu pualam,
barang pajanagan dari onix;
barang granit &
marmer/batu pualam untuk
keperluan rumah tangga,
hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri barang
dari marmer/pualam untuk
keperluan rumah tangga dan
pajangan.
13
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
14
43. Barang dari marmer/batu
pualam & granit keperluan
bangunan, hasil ikutan/sisa &
jasa penunjang industri
barang dari marmer untuk
keperluan bahan bangunan.
44. Barang dan marmer/batu
pualam & gramt, onix untuk
keperluan lainnya, hasil/sisa
& jasa penunjang industri
barang dari marmer/batu
pualam untuk keperluan
lainnya.
45. Asbes semen dalam bentuk
lembaran, buluh & pipa dan
alat kelengkapan buluh dan
pipa dari asbes, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri barang dari asbes
untuk keperluan bahan
bangunan.
46. Serat asbes campuran,
benang & tali asbes, pakaian
& perlengkapan pakaian &
alas kaki & tutup kepala dari
serat asbes, kertas milbord
dan bulu kempa dari serat
asbes, penyambung dari
serat asbes yang dikempa
dalam bentuk lembaran atau
untuk keperluan industri,
hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri barang
dari asbes untuk keperluan
industri gulungan, barang
lainnya dari asbes.
47. Perabot rumah dari asbes,
barang lain dari asbes untuk
keperluan lain, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri barang dari asbes
untuk keperluan lainnya.
48. Tepung kaolin, barang dari
gips, barang dari mika,
tepung talk, kertas
penggosok (abrasive paper),
barang galian bukan logam
lainnya, hasil ikutan/sisa &
jasa penunjang industri
barang galian bukan logam.
49. Industri penggilingan baja:
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
15
batang & kawat baja, baju
tulangan, baja profil,
lembaran & pelat baja,
termasuk paduannya.
50. Industri penempaan baja:
batang berongga atau bukan
dari baja paduan atau bukan
paduan; baja tempa bentuk
lainnya.
51. Industri penggilingan logam
bukan besi : pelat, sheet,
strip, foil, dan bar/batang.
52. Ekstruksi logam bukan besi.
53. Penempaan logam bukan
besi : bar, rod, angle, shape
dan section (profil) hasil
tempaan.
54. Industri alat pertanian dari
logam.
55. Industri alat pertukangan dan
pemotong dari logam.
56. Industri alat dapur dari
almunium.
57. Industri alat dapur dari logam
bukan almunium.
58. Alat pertukangan, pertanian
dan dapur yang terbuat dari
logam.
59. Industri perabot rumah
tangga dan kantor dari
logam.
60. Barang dari logam bukan
almunium untuk bangunan.
61. Barang dari almunium untuk
bangunan.
62. Konstruksi baja untuk
bangunan.
63. Pembuatan ketel dan bejana
teken.
64. Barang dari logam untuk
konstruksi lainnya.
65. Industri paku, mur dan baut.
66. Industri engsel, gerendel dan
kunci dari logam.
67. Industri kawat logam : kawat
galbani/non galbani, baja
stainless.
68. Industri pipa dan sambungan
pipa dari logam.
69. Industri lampu dari logam.
70. lndustri barang lgam lainnya
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
yang belum tercakup ton/tahun Kapasitas >100
dimanapun. unit/tahun Kapasitas > 100
71. Industri mesin uap, turbin Kapasitas > 30
dan kincir. unit/tahun Kapasitas > 10.000
72. Industri motor pembakaran
dalam. unit/tahun
73. Industri komponen dan suku 16
cadang motor penggerak
mula.
74. Pemeliharaan dan perbaikan
mesin penggerak mula.
75. Industri mesin pertanian dan
perlengkapannya.
76. Pemeliharaan dan perbaikan
mesin pertanian.
77. Mesin pengolah/ pengerjaan
logam dan perlengkapannya.
78. Mesin pengolah/pengerjaan
kayu dan perlengkapannya.
79. Pemeliharaan dan perbaikan
mesin logam dan kayu.
80. Industri mesin tekstil.
81. Industri mesin percetakan.
82. Mesin pengolah hasil
pertanian dan perkebunan,
hasil kehutanan dan mesin
pengolah makanan minuman
serta mesin pengolah
lainnya.
83. Komponen dan suku cadang
mesin industri khusus.
84. Pemeliharaan dan perbaikan
mesin khusus.
85. Mesin kantor dan akuntansi
manual.
86. Mesin kantor dan komputasi
akuntansi elektronika.
87. Industri mesin jahit.
88. Alat berat dan alat
pengangkat.
89. Mesin fluida.
90. Mesin pendingin.
91. Mesin dan perlengkapan ytdl
: pemanas air, mesin ytdl.
92. Industri komponen dan suku
cadang mesin jahit &
peralatan ytdl.
93. Mesin pembangkit listrik.
94. Motor listrik.
95. Transformator, pengubah
arus (rectifier), pengontrol
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
100 ≤ Kapasitas ≤ 3.000
tegangan. DWT
96. Panel listrik dan switch gear.
97. Mesin las listrik.
98. Mesin listrik lainnya.
99. Pemeliharaan dan perbaikan
mesin listrik.
100. Industri radio dan TV.
101. Industri alat komunikasi.
102. Peralatan dan perlengkapan
sinar X.
103. Sub asembly dan komponen
elektronika.
104. Industri alat listrik untuk
keperluan rumah tangga.
105. Industri accumulator listrik.
106. Industri bola lampu pijar,
lampu penerangan terpusat
dan lampu ultraviolet.
107. Industri lampu tabung gas
(lampu pembuang muatan
listrik).
108. Industri komponen lampu
listrik.
109. Kabel listrik dan telepon.
110. Alat listrik dan komponen
lainnya.
111. Bangunan baru kapal.
112. Motor pembakaran dalam
untuk kapal.
113. Peralatan dan perlengkapan
kapal.
114. Perbaikan kapal.
115. Pemotongan kapal.
116. Industri perakitan kendaraan
bermotor yang melakukan
proses pengecatan yang
didahului oleh proses
degresing celup; , kendaraan
roda empat atau lebih;
Industri perakitan kendaraan
bermotor yang melakukan
proses elektroplating.
117. Perlengkapan kendaraan
roda empat:
Industri komponen
kendaraan bermotor yang
melakukan proses
pengecatan yang didahului
proses degresing celup
Industri komponen
kendaraan bermotor yang
17
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
melakukan proses Rupiah Investasi > 600 juta
elektroplating.
118. Kendaraan bermotor roda orang 20 ≤ Tenaga kerja ≤ 1.000
dua/tiga. orang 20 ≤ Tenaga kerja ≤ 1.000
119. Komponen dan perlengkapan orang 20 ≤ Tenaga kerja ≤ 1.000
kendaraan bermotor roda orang 20 ≤ Tenaga kerja ≤ 1.000
dua/tiga. orang 20 ≤ Tenaga kerja ≤ 1.000
120. Industri sepeda. orang 20 ≤ Tenaga kerja ≤ 1.000
121. Industri perlengkapan
sepeda.
122. Peralatan profesional ilmu
pengetahuan, pengukur dan
pengatur manual.
123. Industri alat optik untuk ilmu
pengetahuan, teropong dan
alat optik untuk ilmu
pengetahuan.
124. Kamera fotografi.
125. Kamera sinematografi,
proyektor dan
perlengkapannya.
126. Industri jam dan sejenisnya.
127. Berlian perhiasan, intan
perhiasan Batu mulia, batu
permata, serbuk dan bubuk
batu mulia, batu pemata
sintetik, permata lainnya,
hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri permata;
Barang perhiasan.
128. Industri barang perhiasan
berharga untuk keperluan
pribadi dari bahan logam
mulia.
129. Industri barang perhiasan
berharga untuk keperluan
pribadi dari bahan bukan
logam mulia.
130. Stick, bad dan sejenisnya;
bola.
131. Mainan anak-anak.
132. Pena dan perlengkapannya,
pensil.
133. Pita mesin tulis/gambar.
134. Payung kain.
135. Industri Kerupuk.
136. Industri Sabun.
137. Industri Rokok.
138. Industri Genteng.
139. Furniture.
140. Perusahaan Kosmetik.
18
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
141. Peleburan Emas. Produksi riil > 4.500
Produksi riil > 5.000
142. Rumah potong ayam. Produksi rill > 1.000
Produksi riil > 5.000
143. Rumah potong ayam dan Pemakaian gula > 200
Produksi riil > 1.000
pengolahan daging.
144. Industri barang dari semen.
145. Perakitan barang elektronik.
146. Furniture dari alumunium dan
rotan.
147. Industri formulasi pestisida.
148. Penjernih air.
149. Kertas box.
150. Farmasi.
151. Corrugated & offset packaging
MFG.
152. Keramik – mozaik.
153. Pipa stainless.
154. Sari daging dan air daging,
daging beku, daging olahan
tanpa kedap udara, daging
olahan dalam kemasan kedap
udara lainnya, daging olahan
dan awetan lainnya, daging
dalam kaleng; Susu kepala
(whey), susu bubuk, susu yang
diawetkan, susu cair dan susu
kental.
155. Mentega, keju dan makanan
dari susu lainnnya.
156. Es krim dari susu.
157. Oleochemical,minyak
kasar/lemak hewani, minyak
kasar nabati.
158. Margarin.
159. Minyak goreng kelapa. ton/tahun
160. Minyak goreng kelapa sawit.
161. Minyak goreng lainnya dari
nabati atau hewani.
162. Olahan minyak makan dan
lemak dari nabati dan hewani.
163. Tepung terigu.
164. - Makanan dari tepung beras ton/tahun
atau tepung lainnya;
- Makanan dari tepung ton/tahun
terigu.
165. Pembuatan gula lainnya ton/tahun
166. Sirup dari bahan gula. ton/tahun
167. Pengolahan gula lainnya selain
sirup.
168. - Kembang gula mengandung ton/tahun
kakao, kakao olahan,
makanan yang mengandung
19
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
kakao; Produksi riil > 1.000
Pengolahan > 9.000
- Kembang gula yang tidak ton/tahun
Produksi riil > 6.000
mengandung kakao.
Jumlah kedelai > 3.000
169. Pati/sari ubi kayu (tepung ton/tahun Produksi riil > 2.600
tapioka); Hasil ikutan /sisa
industri pati/sari ubi kayu.
170. Sagu; Pati palma, hasil ton/tahun
ikutan/sisa industri berbagai
pati palma.
171. Tahu. ton/tahun
172. Komponen bumbu masak. ton/tahun
173. Industri penyedap masakan
kimiawi dan non kimiawi.
174. Garam meja, garam bata dan
garam lainnya.
175. Industri aneka tenun.
176. - Kain kelantang dari serat
tekstil hewani, campuran
serat, sintetis dan setengah
sintetis, tumbuh-tumbuhan;
- Kain celup dari serat
hewani, campuran serat,
sintetis dan setengah
sintetis, tumbuh-tumbuhan;
- Pelusuhan/pencucian
tekstil/pakaian jadi, kain
hasil proses
penyempurnaan.
177. Kain cetak.
178. Pembatikan.
179. Karung goni.
180. Penggergajian dan
pengawetan kayu.
181. Komponen rumah dari kayu
(prefab housing).
182. Decorative plywood.
183. Particle board, hard board dan
block board.
184. Rotan mentah dan rotan
setengah jadi, sumpit, tusuk
gigi dan sendok es krim dari
kayu.
185. Perabot/kelengkapan rumah
tangga dari kayu, meubel,
kotak TV.
186. Rotan barang jadi.
187. Sumpit dan tusuk sate dari
bambu.
188. Kertas koran, kertas tulis dan
cetak, kertas berharga atau
khusus, hasil ikutan/sisa
20
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
21
pembuatan kertas budaya,
jasa penunjang industri kertas
budaya.
189. Kertas konstruksi, industri
bungkus dan pengepakan,
board, hasil ikutan/sisa
pembuatan kertas industri,
jasa penunjang industri kertas
industri.
190. Kertas rumah tangga, kertas
sigaret, kertas tipis lainnya,
hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri kertas
tissue.
191. Kertas dan kertas karton
bergelombang, berkerut,
berkisut, kertas dan kertas
karton ytdl. hasil ikutan/sisa &
jasa penunjang industri kertas
lainnya.
192. Kertas & kerton berlapis,
kertas stationary, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri barang dari kertas &
karton yttgm.
193. Industri percetakan dan
penerbitan.
194. Pigmen dengan dasar oksida
timah hitam (lead oxida) atau
senyawa chrom, pigmen
dengan dasar campuran zinc
sulphide dan barium sulphate
termasuk barium sulphate,
pigmen dari logam/tanah,
bahan pewarna/pigmen zat
anorganik lainya. hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri kimia dasar anorganik
pigmen; Zat warna tekstil.
195. Hasil antara phenol & hasil
antara anilin dan turunannya,
zat warna untuk makanan &
obat-obatan, pigmen organik,
zat warna/pigmen lainnya.
Hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri kimia
dasar organik intermediate
dilis, zat warna dan pigmen.
196. Ethylene oxide, ethylene
glycol, ethylene dichloride,
vinyl chloride, vynil
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
22
acetaldehide, tri chloro
ethylene, tetra chloro
ethylene, acrylic acid,
acrylonitrile, turunan ethylene
lainnya.
197. Propylene oxide dan glycol,
dichloride; turunan propylene
lainnya: metil butadine,
bitadena, butyl alkohol, butyl
amine, butyl acrylite, butylene
glycol, turunan butene
lainnya.
198. Alkyl benzene, trichloro
benzene, ethyl benzene,
cyclohexane oxide, styrene
acrylonitril polimer (SAN),
benzene dan turunan lainnya.
199. Benzaldehide, benzoid acid,
benzil alkohol, benzil chlorida,
caprolaktam, toluen dan
turunan lainnya.
200. Phtalic anhydride, pure
terephthalic acid (PTA),
cumene xylene dan turunan
lainnya.
201. Hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang IKD-organik yang
bersumber dari minyak dan
gas bumi serta dari batubara.
202. Bahan kimia khusus (BKK)
untuk pengolahan air, bahan
kimia khusus untuk minyak &
gas bumi, tekstil, plastik:
bahan kimi untuk keperluan
kesehatan, bahan kimia
khusus lainnya.
203. Hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang IKD yang
menghasilkan bahan kimia
khusus.
204. Pelarut: kloroform, ethyl
acetate, ether, carbon
disulfide, dioctyl phtalate
(DOP), glycerin, dubutyl
phtalate (DBP), diisonil
phtalate (DINP), diisodecyl
phtalate (DIDP), diheptyl
phtalate (DHP), acetonitrile,
amylacetat, carbonil sulfit,
diethylphtalate, dimethyl
sulphoxide, pelarut lainnya.
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
23
205. Ester: lauric acid, oxalic acid,
polyhidric alkohol, adipic acid,
acetic acid, ester lainnya.
206. Asam organik: citric, oxalic,
formic (asam semut), tannic,
tartataric, adipic acid, fatty,
gluconic, picric, asetic acid
(sintetis bukan dari kayu),
palmetic, stearic, glutamic
acid, asam organik lainnya.
207. Zat aktif permukaan : Alkyl
sulphonate/linier alkylate
sulphinal (LAS), alkyl benzene
sulphonat (ABS)/alkyl arial
sulphonat, alkyl olefin
sulphonat (AOS), alkyl
sulphat/sodium alkyl
sulphate, sodium lauryl
sulphate, alkyl eter
sulphate/alkyl aril ether
sulphate, seny, amonium
kwartener, zat aktif
permukaan lainnya.
208. Bahan pengawet: formalin
(larutan formaldehide),
nipagin, nipasol, asam sorbat,
natrit formaldehide
sulfoksilat, natrit isoaskorbat,
natril dehydroacetat, bahan
pengawet lainnya.
209. Alkohol dan alkohol lemak:
methanol, ethanol, fatty
alkohol, alokohol dan alkohol
lemak lainnya.
210. Polyhydric alkohol:
pentaerythritol, mannitol,
D.glusitol, polyhydric alkohol
lainnya: bio gas.
211. Bahan organik lainnya: mono
sodium glutamate (MSG),
kalsium sitrat, saccharin,
natrium silamat, garam-garam
stearat, bahan organik lainnya
212. Hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang IKD organik yttgm.
213. Pupuk alam yang berasal dari
batuan/bukan batuan, pupuk
alam/non sintetis lainnya,
hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri pupuk
alam/non sintetis.
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
Investasi > 600 juta
214. Pupuk buatan majemuk atau
campuran, hasil ikutan/sisa &
jasa penunjang inustri pupuk
buatan, majemuk dan
campuran.
215. Pupuk pelengkap cair, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri pupuk lainnya.
216. Damar: alkyd dan polyester,
amino (aminoplas), poliamida,
epoxide, phenolic, silicone,
damar buatan lainnya.
217. Hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri damar
buatan (resin sintetis) &
bahan plastik.
218. Lateks sintetis, polybutadine
(BR), polychlorobutadine-
styrene (CR), polychloroprene
(neoprene), butyl rubber (BR),
acrylonitrile butadiene rubber
(NBR), ethylene propylene
non conjugate diene rubber
(EPDM), karet buatan lainnya,
hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri. Karet
buatan.
219. Obat nyamuk padat. Rupiah
220. Jasa penunjang industri bahan
baku pemberantas hama
(industri manufacturing).
221. Bahan baku zat pengatur
tumbuh senyawa: naphtalene,
phenoty, ethylene generator,
piperidine,
ammoniumquartener,
triacantanol, senyawa lainnya.
222. Zat pengatur tumbuh, hasil
ikutan/sisa & jasa penunjang
industri zat pengatur tumbuh.
223. Industri cat, pernis dan lak:
Cat anti lumut/anti karat/cat
dasar/cat lainnya dari
polliester yang dilarutkan
dalam media bukan air.
224. Cat anti lumut/anti karat/cat
dasar/cat lainnya dari polymer
vinil atau acrylic, yang
dilarutkan dalam media bukan
air.
225. Cat anti lumut/anti karat/cat
24
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
dasar/cat lainnya dari bahan Investasi > 600 juta
Investasi > 600 juta
lainnya yang dilarutkan dalam Investasi > 600 juta
media bukan air.
226. Cat anti lumut/anti karat/cat
dasar/cat lainnya dari polymer
vinil atau acrylic, yang
dilarutkan dalam media air.
227. Cat anti lumut/anti karat/cat
dasar/cat lainnya dari bahan
lainnya yang dilarutkan dalam
media air.
228. Cat lainnya dari bahan
polymer vinyl dan acrylic atau
dari bahan lainnya diencerkan
dengan air.
229. Pernis, lak (lacquers), dempul,
plamur: cat/pernis dan lak
lainnya.
230. Hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri cat, pernis
dan lak.
231. - Sabun rumah tangga, sabun Rupiah
bukan untuk keperluan
rumah tangga, deterjen,
pemutih, pelembut cucian,
enzim pencuci;
- Bahan pembersih;
- Produk untuk kesehatan gigi
dan mulut, hasil ikutan/sisa
& jasa penunjang industri
sabun dan pembersih
keperluan rumah tangga
termasuk tapal gigi.
232. Sediaan: rias wajah, wangi- Rupiah
wangian, rambut, perawatan
rambut, kuku, perawatan
kulit, perawatan badan, cukur.
233. Kosmetik lainnya. Rupiah
234. Hasil ikutan/sisa & jasa
penunjang industri kosmetik.
235. Perekat dari bahan alami,
perekat dari damar sintetis
thermoplastik (dalam
kemasan eceran kurang atau
sama dengan 1 kg). Perekat
dari damar sintetis
thermoseting (dalam kemasan
kurang atau sama dengan 1
kg), perekat lainnya, perekat
lainnya, hasil ikutan/sisa &
jasa penunjang industri
25
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
perekat. Produksi < 100.000
236. Tinta tulis, tinta cetak, tinta Luas < 5
Luas < 20.000
khusus, tinta lainnya, hasil Luas > 500
Luas > 250
ikutan/sisa dan jasa Luas > 500
Tenaga kerja > 30
penunjang industri tinta. Luas > 1.000
Luas > 5.000
237. Industri pengolahan paha Luas > 5.000
Semua besaran
kodok. Semua besaran
238. Industri pasta ubi jalar.
239. Industri Venner kayu karet.
240. Industri aspal goreng/aspal
mix.
241. Industri MDF kayu karet.
242. Industri karoseri mobil.
243. Industri gas O2 dan N2.
244. Industri minyak kelapa sawit.
245. Industri asam sulfat dan
almunium sulfat.
246. Sales dan service kendaraan
bermotor.
247. Industri wood working.
248. Industri pengolahan kayu.
249. Stasiun pemanas crude oil.
250. Industri barang-barang dari
plastik.
251. Industri gula pasir putih.
252. Industri penggilingan karet
shoet.
253. Industri baterai basah unit/tahun
(akumulator listrik).
254. Pusat perdagangan/
perbelanjaan relatif
terkonsentrasi.
- Luas lahan, atau ha
- Luas bangunan. m2
255. Show Room kendaraan/
m2
furniture dll. m2
256. Bengkel, Service Kendaraan. m2
257. Gudang, Depo.
258. Industri handycraft/kerajinan. orang
259. Musium, Gallery, dan m2
sejenisnya. m2
260. Art Shop. m2
261. Panti Mandi Uap/ Spa.
262. Bar, Karaoke, Cafe, Diskotik,
Pub dan sejenisnya.
263. Industri Penggergajian Kayu/
Pengolahan Kayu.
264. Industri saos.
265. Industri kaca.
266. Gudang rongsok.
267. Industri pembuatan mesin
26
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
tenun. Produksi riil = 4.000
Produksi riil = 8 juta
268. Pertokoan. Produksi riil = 1.000
Produksi riil = 1.500
269. Industri Pemecah Batu. Produksi riil = 7,5 juta
Produksi riil = 3.000
270. Industri Pelintingan Rokok. Produksi riil = 1.000
Produksi riil = 15
271. Gudang tembakau. Produksi riil = 20
Produksi riil = 1.200
272. Usaha pengeringan ikan teri. Produksi riil = 1.500
273. Industri plastik lembaran. Produksi riil = 2.500
Produksi riil = 2.200
274. Kemasan karton. ton/tahun Produksi riil = 2.200
Produksi riil = 2.200
275. Paku, kawat, bendrat. ton/tahun Produksi riil ≥ 2.000
Produksi riil ≥ 2.200
276. Elektronik AC. unit/bulan
Produksi riil ≥ 2.500
277. Lemari es. unit/bulan
Produksi riil ≥ 2.200
278. Pembuatan bahan sintetik yard/tahun
- Produksi riil ≥ 2.200
(dakron).
- Produksi riil ≥ 1.000
279. Rantai jangkar. ton/tahun
- Produksi riil ≥ 1.000
280. Produksi Rokok. ton/tahun - Pemakaian gula ≥ 200
- Produksi riil ≥ 9.000
281. Pengolahan biji mete. ton/hari -
- Produksi riil ≥ 9.000
282. Minyak mete. ton/hari
283. Album foto. ton/tahun
284. Jamu serbuk/minuman ton/hari
serbuk.
285. Pengolahan minyak randu.
286. Pengolahan tempurung ton/tahun
kelapa.
287. Buah-buahan dalam botol. ton/tahun
288. - Buah-buahan lumat ton/tahun
(selai/jam dan jeli);
- Sayuran yang dilumatkan ton/tahun
289. - Air sari pekat buah-buahan; ton/tahun
- Pengolahan & pengawetan ton/tahun
lainnya untuk buah-buahan
dan sayuran;
- Air/sari pekat sayuran, ton/tahun
bubuk sari sayuran dan
buah-buahan.
290. Ikan atau biota perairan ton/tahun
lainnya yang dikalengkan,
binatang lunak atau berkulit
keras yang dikalengkan.
291. Binatang lunak atau binatang ton/tahun
berkulit keras beku, ikan atau
biota perairan lainnya beku.
292. Oleo chemical, minyak ton/tahun
kasar/lemak dari hewani,
minyak kasar nabati.
293. Olahan minyak makanan dan ton/tahun
lemak dari nabati dan hewani.
294. Sirup bahan dari gula. ton/tahun
295. - Pati sari / ubi kayu (tepung ton/tahun
tapioka);
- Hasil ikutan / sisa industri ton/tahun
pati / sari ubi kayu.
27
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala/Besaran
- Produksi riil ≥ 2.000
296. Teh ekstrak. ton/tahun - Produksi riil ≥ 1.000
297. Daging sintesis, bubuk sari ton/tahun
-
kedelai. ha - Luas < 5
298. Kegiatan industri yang tidak ha - Luas < 10
ha - Luas < 15
termasuk angka 1 sampai ha - Luas < 20
dengan angka 297 dengan -
penggunaan areal: - Luas < 30
a. Urban:
Skala /besaran
- Metropolitan;
- Kota besar; 6 ≤ Tinggi < 15
- Kota sedang; 50 ≤ Luas < 200
- Kota kecil. 300.000 ≤ Volume ≤ 500.000
b. Rural/pedesaan. ha 6 ≤ Tinggi < 15
50 ≤ Luas < 200
H. Bidang Pekerjaan Umum 300.000 ≤ Volume ≤ 500.000
500 ≤ Luas < 2.000
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan 500 ≤ Luas < 1.000
100 ≤ Luas < 500
I. Sumber Daya Air 500 ≤ Luas < 1.000
1. Pembangunan Panjang > 1
10 ≤ Panjang < 500
bendungan/waduk.
a. Pembangunan
bendungan/ waduk atau
jenis tampungan air
lainnya. m
- Tinggi;
- Luas genangan; ha
- Volume tampungan m3
b. Rehabilitasi bendungan
/waduk atau jenis
tampungan air lainnya. m
- Tinggi;
- Luas genangan; ha
- Volume Tampungan. m3
2. Daerah irigasi.
a. Pembangunan baru ha
dengan luas;
b. Peningkatan dengan luas; ha
c. Pencetakan sawah, luas ha
(perkelompok).
3. Pengembangan rawa ha
(reklamasi rawa untuk
budidaya pertanian).
4. Pembangunan pengaman
pantai dan perbaikan muara
sungai.
a. Sejajar pantai (sea km
wall/revetment);
b. Tegak lurus pantai (groin m
break water).
28
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
29
5. Normalisasi sungai (termasuk 1 ≤ Panjang < 5
50.000 ≤ Volume < 500.000
sudetan) dan pembuatan 3 ≤ Panjang < 10
100.000 ≤ Volume < 500.000
kanal banjir. 5 ≤ Panjang < 15
150.000 ≤ Volume < 500.000
a. Di kota metropolitan/
1 < Panjang < 5
besar. 2 < Luas < 5
3 < Panjang < 10
- Panjang; atau km 5 < Luas < 10
10 < Panjang < 30
- Volume pengerukan. m3 10 < Luas < 30
b. Di kota sedang. Panjang < 2
- Panjang; atau km 100 ≤ Bentang utama < 500
- Volume pengerukan. m3
c. Pedesaan.
- Panjang; atau km
- Volume pengerukan. m3
II. Jalan dan Jembatan.
6. Pembangunan/Peningkatan
Jalan (termasuk Jalan Tol)
yang membutuhkan
pengadaan tanah di luar
rumija (ruang milik jalan)
a. Di kota metropolitan/
besar
- Panjang; atau km
- Pengadaan tanah. ha
b. Di kota sedang
- Panjang; atau km
- Pengadaan tanah. ha
c. Di pedesaaan
- Panjang; atau km
- Pengadaan tanah. ha
7. Pembangunan subway/
underpass, terowongan/
tunnel, jalan layang/fly over,
dan jembatan
a. Pembangunan subway/
underpass, terowongan/
tunnel, jalan layang/fly
over.
- Panjang. km
b. Pembangunan jembatan
(di atas sungai/badan
air).
- Panjang bentang m
utama.
III. Kecipta-karyaan
8. Persampahan.
a. Tempat Pemrosesan
Akhir (TPA) dengan
system controlled landfill
atau sanitary landfill
termasuk instalasi
penunjang.
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
Luas < 10
- Luas kawasan; atau ha Kapasitas < 10.000
- Kapasitas total. ton Luas < 5
b. TPA daerah pasang surut. ha Kapasitas < 5.000
- Luas landfill; atau ton Kapasitas < 1.000
- Kapasitas total.
c. Pembangunan transfer ton/hari Kapasitas < 500
station.
- Kapasitas. ton Kapasitas < 500
d. Pembangunan instalasi 50 ≤ Kapasitas < 100
pengolahan sampah Kapasitas < 500
terpadu.
- Kapasitas. Luas < 25
Luas < 50
e. Pembangunan Luas < 100
incinerator. Luas < 2
Kapasitas < 11
- Kapasitas. ton/hari
Luas < 3
f. Pembangunan instalasi Beban < 2,4
pembuatan kompos. Luas < 500
Debit < 16.000
- Kapasitas. ton/ha
g. Transportasi sampah
dengan kereta api.
- Kapasitas. ton/ha
9. Pembangunan Perumahan/
Permukiman.
a. Kota metropolitan;
- Luas ha
b. Kota besar;
- Luas ha
c. Kota sedang dan kecil;
- Luas ha
10. Air limbah domestik/
pemukiman.
a. Pembangunan instalasi
pengolahan limpur tinja
(IPLT) termasuk fasilitas
penunjang.
- Luas; atau ha
- Kapasitas. m3/hari
b. Pembangunan instalasi
pengolahan air limbah
(IPAL).
- Luas; atau ha
- Beban organik. ton/hari
c. Pembangunan sistem
perpipaan air limbah
(sewerage/off-site
sanitation system) di
perkotaan/ permukiman.
- Luas layanan; atau ha
- Debit air limbah. m3/hari
11. Drainase permukiman
30
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
perkotaan. Panjang < 5
Panjang < 10
a. Pembangunan saluran 1 ≤ Luas ≤ 5
100 ≤ Luas < 500
primer dan sekunder.
5 ≤ Panjang < 10
- Kota besar/ km 8 ≤ Panjang < 10
metropolitan,panjang 50 ≤ Debit < 250
2,5 ≤ Debit < 250
- Kota sedang, panjang km 50 < Debit < 100
b. Pembangunan kolam 2,5 ≤ Debit <50
1,0 ≤ Debit < 50
retensi/polder di area
5.000 ≤ Luas ≤ 10.000
/kawasan pemukiman.
5.000 ≤ Luas ≤ 10.000
- Luas kolam retensi/ ha
polder.
12. Air minum.
a. Pembangunan jaringan ha
distribusi (luas layanan);
b. Pembangunan jaringan
pipa transmisi (dengan
panjang).
- Kota Metropolitan/ km
besar.
- Kota Sedang/kecil. km
c. Pengambilan air baku
dari sungai, danau dan
sumber air permukaan
lainnya (debit).
- Sungai/danau; liter/detik
- Mata air. liter/detik
d. Pembangunan instalasi liter/detik
pengolahan air dengan
pengolahan lengkap.
e. Pengambilan air tanah
dalam untuk kebutuhan:
- Pelayanan liter/detik
masyarakat oleh
penyelenggara SPAM;
- Kegiatan lain dengan liter/detik
tujuan komersil.
13. Pembangunan gedung.
a. Pembangunan gedung di
atas tanah/bawah tanah.
1. Fungsi usaha, m2
meliputi bangunan
gedung perkantoran,
perdagangan,
perindustrian,
perhotelan, wisata
dan rekreasi, terminal
dan bangunan
gedung tempat
penyimpanan;
2. Fungsi keagamaan, m2
meliputi bangunan
31
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
32 5.000 ≤ Luas ≤ 10.000
masjid termasuk m2 5.000 ≤ Luas ≤ 10.000
mushola, bangunan m2 5.000 ≤ Luas ≤ 10.000
gereja termasuk m2 5.000 ≤ Luas ≤ 10.000
kapel, bangunan m2
pura, bangunan
vihara, dan bangunan
kelenteng;
3. Fungsi sosial dan
budaya, meliputi
bangunan gedung
pelayanan
pendidikan,
pelayanan kesehatan,
kebudayaan,
laboratorium, dan
bangunan gedung
pelayanan umum.
b. Pembangunan gedung di
atas tanah/bawah tanah.
1. Fungsi usaha,
meliputi bangunan
gedung perkantoran,
perdagangan,
perindustrian,
perhotelan, wisata
dan rekreasi,
terminal, dan
bangunan gedung
tempat
penyimpanan;
2. Fungsi keagamaan,
meliputi bangunan
masjid termasuk
mushola, bangunan
gereja termasuk
kapel, bangunan
pura, bangunan
vihara, dan bangunan
kelenteng;
3. Fungsi sosial dan
budaya, meliputi
bangunan gedung
pelayanan
pendidikan,
pelayanan kesehatan,
kebudayaan,
laboratorium, dan
bangunan gedung
pelayanan umum.
c. Pembangunan bangunan
gedung di bawah tanah
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
33 5.000 ≤ Luas ≤ 10.000
yang melintasi prasarana 5.000 ≤ Luas ≤ 10.000
5.000 ≤ Luas ≤ 10.000
dan/atau sarana umum.
Luas kawasan ≤ 10
1. Fungsi usaha, m2
meliputi bangunan
gedung perkantoran,
perdagangan,
perindustrian,
perhotelan, wisata
dan rekreasi,terminal,
dan bangunan
gedung tempat
penyimpanan; m2
2. Fungsi keagamaan,
meliputi bangunan
masjid termasuk
mushola, bangunan
gereja termasuk
kapel, bangunan
pura, bangunan
vihara, dan bangunan
kelenteng; m2
3. Fungsi sosial dan
budaya, meliputi
bangunan gedung
pelayanan
pendidikan,
pelayanan kesehatan,
kebudayaan,
laboratorium, dan
bangunan gedung
pelayanan umum.
14. Pengembangan kawasan
permukiman baru.
Pengembangan kawasan
permukiman baru
sebagai pusat kegiatan
sosial ekonomi lokal
perdesaan (Kota Terpadu
Mandiri KTM eks
transmigrasi, fasilitas
pelintas batas PPLB di
perbatasan);
Pengembangan kawasan
permukiman baru
dengan pendekatan
Kasiba/Lisiba (Kawasan
Siap Bangun/ Lingkungan
Siap Bangun).
15. Peningkatan kualitas ha
permukiman.
Kegiatan ini dapat berupa:
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
Penanganan kawasan
kumuh di perkotaan
dengan pendekatan
pemenuhan kebutuhan
dasar (basic need)
pelayanan infrastruktur,
tanpa pemindahan
penduduk;
Pembanguan kawasan
tertinggal, terpencil,
kawasan perbatasan, dan
pulau-pulau kecil;
Pengembangan kawasan
perdesaan untuk
meningkatkan ekonomi
lokal (penanganan
kawasan terpilih pusat
pertumbuhan desa
KTP2D, desa pusat
pertumbuhan DPP).
16. Penanganan kawasan kumuh
perkotaan.
Kegiatan ini dapat berupa:
Penanganan menyeluruh ha Luas kawasan ≤ 5
terhadap kawasan Volume < 100.000
Jarak < 5
kumuh berat di Luas < 1
30 < x < 50
perkotaan metropolitan
yang dilakukan dengan
pendekatan peremajaan
kota (urban renewal),
disertai dengan
pemindahan penduduk,
dan dapat
dikombinasikan dengan
penyediaan bangunan
rumah susun. m3
17. Pengerukan sedimen pada
drainase primer (channel
dredging)
18. Pembuangan lumpur hasil
pengerukan (dredging) ke
dumping site, dengan jarak km
dan luas dumping site ha
19. Pemasangan saringan m
sampah di sungai/drainase
primer.
Catatan:
- Kota Metropolitan : Jumlah Penduduk > 1.000.000 jiwa
- Kota Besar : Jumlah Penduduk 500.000 – 1.000.000 jiwa
- Kota Sedang : Jumlah Penduduk 200.000 – 500.000 jiwa
- Kota Kecil : Jumlah Penduduk 20.000 - 200.000 jiwa
34
I. Bidang Sumber daya Energi dan Mineral.
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
Semua besaran
I. Mineral, Batubara, dan
5 < Luas < 200
Panas Bumi. 5 < Luas < 50
Daya < 55
1. Kegiatan eksplorasi detail -
100.000<Kapasitas<1.000.000
pada tahap IUP Eksplorasi, 400.000< Volume < 4.000.000
Kapasitas < 300.000
yang berupa kegiatan Volume < 1.000.000
delineasi 3 dimensi yang 50.000 < Kapasitas < 250.000
200.000<Material <1.000.000
mencakup: Debit < 50
- Pemboran Produksi < 5.000
Produksi < 30
- Pembuatan paritan
- Lubang bor
- Shaft
- terowongan
2. Mineral, batubara dan panas
bumi. ha
- luas perizinan; atau
- luas daerah terbuka untuk ha (kumulatif/tahun)
pertambangan.
3. Tahap Operasi Produksi.
a. Panas Bumi MW
Eksploitasi dan
pengembangan uap
panas bumi untuk listrik.
b. Batubara/gambut. ton/tahun
- Kapasitas; dan/atau ton/tahun
- Jumlah material
penutup yang
dipindahkan.
c. Mineral logam. ton/tahun
- Kapasitas; dan/atau ton/tahun
- Jumlah material
penutup yang
dipindahkan.
d. Mineral bukan logam
atau mineral batuan m3/tahun
- Kapasitas; dan/atau ton/tahun
- Jumlah material
penutup yang
dipindahkan.
e. Pengambilan air bawah liter/detik
tanah (sumur tanah
dangkal, sumur tanah
dalam dan mata air).
II. Minyak dan Gas Bumi.
1. Eksploitasi minyak dan gas
bumi serta pengembangan
produksi di darat.
- Lapangan minyak; BOPD
- Lapangan gas. MMSCFD
35
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
2. Eksploitasi minyak dan gas BOPD Produksi < 15.000
bumi dan pengembangan MMSCFD Produksi < 90
produksi di laut. (Jumlah total lapangan semua
- Lapangan minyak; sumur)
- Lapangan gas. Produksi < 50
Produksi < 50
3. Pembangunan kilang: MMSCFD Produksi < 10.000
- LPG; MMSCFD Produksi < 30.000
- LNG; BOPD Produksi < 550
- Minyak. Produksi < 10.000
4. Pembangunan kilang biofuel. ton/tahun Semua besaran
Semua besaran
5. Terminal Regasifikasi LNG MMSCFD Semua besaran
Semua besaran
(darat/laut) Semua besaran
Produksi < 90
6. Pembangunan kilang minyak ton/tahun
Semua besaran
pelumas bekas (termasuk
Panjang pipa < 100
fasilitas penunjang). Tekanan < 16
Semua besaran
7. Survei seismik di darat. Semua besaran
Semua besaran
8. Survei seismik di laut. Semua besaran
Semua besaran
9. Pemboran eksplorasi minyak Semua besaran
dan gas bumi di darat. Semua besaran
Semua besaran
10. Pemboran eksplorasi minyak Semua besaran
dan gas bumi di laut.
11. Pemboran eksplorasi CBM/
gas Metana B di darat.
12. Pengembangan lapangan MMSCFD
terbatas gas CBM/gas
Metana B.
13. Pipanisasi minyak dan gas km
bumi di darat
14. Pipanisasi minyak dan gas
bumi di laut.
- Panjang, atau km
- Tekanan. bar
15. Kegiatan penyimpanan BBM kiloliter
di darat dan/atau di perairan.
16. Stasiun Kompresor gas. MMSCFD
17. Blending premix; bahan bakar ton/tahun
khusus.
18. Blending minyak pelumas. ton/tahun
19. Stasiun pengisian aspal
curah.
20. Stasiun Pengisian Bahan kilo liter
Bakar Umum di darat dan di
perairan.
21. Stasiun pengisian bahan ton
bakar gas.
22. Stasiun pengisian bulk elpiji. ton
23. Stasiun mini CNG. MMSCFD
36
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
III. Listrik dan Pemanfaatan Satuan Tegangan = 150
37 Tegangan = 150
Energi.
Tegangan = 150
1. Tegangan jaringan transmisi
Tegangan = 20
tenaga listrik. 5 ≤ Daya < 100
20 ≤ Daya < 100
- SUTT; kV 5 ≤ Daya < 100
5 ≤ Daya < 100
- SKTT (Saluran Kabel kV 20 ≤ Daya < 100
5 ≤ Tinggi < 15
Tegangan Tinggi bawah 5 ≤ Daya < 50
10 ≤ Luas < 200
tanah); 1 ≤ Daya < 10
1 ≤ Daya < 10
- Kabel Laut tegangan tinggi. kV 1 ≤ Daya < 10
0,5 < Daya < 10
Tegangan jaringan distribusi
Skala /besaran
tenaga listrik.
Semua besaran
- Kabel laut tegangan kV Semua besaran
Semua besaran
menengah Luas < 100 Ha
Semua besaran
2. PLTU batubara MW Semua besaran
(dalam 1 lokasi)
3. PLTG/PLTGU (dalam 1 lokasi) MW
4. PLTU minyak MW
(dalam satu lokasi) MW
5. PLTD (dalam satu lokasi)
6. PLTP MW
7. PLTA dengan
- Tinggi bendungan; atau m
- Kapasitas daya; atau MW
- Luas genangan. ha
8. Pusat tenaga listrik jenis lain.
- Surya Terpusat (PLTS); MW
- Biomassa dan gambut. MW
- Angin/bayu MW
terpusat (PLTB).
9. Tenaga Listrik untuk MW
kepentingan sendiri.
J. Bidang Kebudayaan dan Pariwisata
No. Jenis Usaha/Kegiatan
1. Daya Tarik Wisata
(Buatan/Binaan)
- Kebun raya dan kebun
binatang;
- Taman buru dan kebun
buru;
- Theme Park (taman
bertema);
- Taman rekreasi (non
theme);
- Wisata buatan lainnya.
2. Jasa makanan dan minuman.
- Restoran;
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
Semua besaran
- Rumah makan; Cukup SOP
- Bar; Cukup SOP
- Kafe; Semua besaran
- Jasa boga; Semua besaran
- Jasa makanan dan Semua besaran
minuman lainnya. SOP
3. Penyediaan akomodasi.
Skala /besaran
- Hotel; Untuk pemanfaatan terapi
- Villa;
- Pondok wisata; Daya < 100
- Bumi perkemahan;
- Persinggahan karavan; Produksi < 125
- Penyediaan akomodasi Produksi < 100
Aktivitas < 37.000
lainnya. Aktivitas < 100.000
4. Spa Semua besaran
K. Bidang Pengembangan Nuklir Skala /besaran
Tempat tidur(sesuai kelas RS)
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Semua besaran
1. Kedokteran Nuklir Invivo di Instalasi
luar kegiatan Rumah Sakit
2. Pembangunan dan
pengoperasian reaktor nuklir
sebagai reaktor penelitian.
- Daya termal. kW
3. Pembangunan dan
pengoperasian instalasi nuklir
non reaktor.
a. Fabrikasi bahan bakar
nuklir.
- Produksi. elemen bakar/tahun
b. Pengolahan dan
pemurnian uranium.
- Produksi yellow cake ton/tahun
c. Pembangunan irradiator
(Tipe Kolam).
- Aktivitas sumber TBq, atau
Ci
4. Kedokteran nuklir diagnostik
In Vivo.
5. Jenis-jenis industri penghasil
TENORM.
L. Bidang Kesehatan
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan
1. RS Umum dan RS khusus. Kelas A, B, C atau sejenis
2. Puskesmas dengan rawat Rawat inap
inap. 38
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
3. Lab kesehatan (BLK, B/BTKL Semua besaran
PPM, Labkesda), BPFK (Balai
Pengawasan Fasilitas Semua besaran
Kesehatan).
Wajib SPPL
4. Industri farmasi yang Wajib SPPL
memproduksi bahan baku Wajib SPPL
obat. Wajib SPPL
Wajib SPPL
5. Puskesmas tanpa rawat inap. Wajib SPPL
6. Klinik kesehatan. Wajib SPPL
7. Klinik bersalin.
8. Pedagang besar farmasi.
9. Toko obat.
10. Apotik.
11. - Praktek dokter umum;
- Praktek dokter gigi;
- Praktek dokter spesialis;
- Praktek bidan.
M. Bidang Pengelolaan Limbah B-3
No. Jenis Usaha/Kegiatan Satuan Skala /besaran
1. Setiap kegiatan pengumpulan Semua besaran
limbah B3 sebagai kegiatan
utama skala kecil seperti
pengumpul minyak kotor dan
slope oil, timah dan flux
solder, minyak pelumas
bekas, aki bekas, solvent
bekas, atau limbah lainnya
yang terkontaminasi limbah
B3.
Daftar Singkatan
m = meter MMSCFD= million metric square cubic feet per day
m2 = meter persegi = juta metrik persegi kaki kubik per hari
m3 = meter kubik
km = kilometer TBq = terra bacquerel
ha = hektar Ci = Currie
DWT = dead weight tonnage = bobot mati BBL = Barrels
kV = kilovolt LWS = Low Water Springs
kVA = kilovolt amper
kW = kilowatt
MW = megawatt
KK = kepala keluarga
Rp. = rupiah
kg = kilogram
BOPD = barrel oil per day
= minyak barrel per hari
39