Intervensi Gizi
Rekomendasi asupan energi berdasarkan tindakan medis yang harus dijalani pasien
a) Rekomendasi Asupan energi :
- PGK pre-dialisis : 35 kkal/kgBB ideal/hari. Pada pasien sedentary live style atau
aktifitas minimal atau usia lanjut : 30 -35 kkal/kgBB ideal/hari.
- PGK-HD : 30 -35 kkal/kgBB ideal/hari.
- PGK-PD : 30 -35 kkal/kgBB ideal/hari, dengan memperhitungkan asupan kalori
(dekstrosa) dari cairan dialisat.
- Transplantasi ginjal : 30 -35 kkal/kgBB ideal/hari.
b) Rekomendasi asupan protein :
- PGK pre-dialisis : 0,6 – 0,75 g/kgBB ideal/hari.
- PGK-HD : 1,2 g/kgBB ideal/hari.
- PGK-PD : 1,2 -1,3 g/kgBB ideal/hari.
- Transplantasi ginjal : 1,3 g/kgBB ideal/hari pada 6 minggu pertama pasca
transplantasi. Selanjutnya 0,8 -1 g/kgBB ideal/hari.
- Protein yang diberikan minimal 50% dengan kandungan biologis tinggi (protein
hewani).
c) Rekomendasi asupan lemak :
- PGK pre-dialisis, PGK-HD, PGK-PD : 25 30% dari total kalori.
- Pembatasan lemak jenuh < 10%.
- Bila didapatkan dislipidemia dianjurkan kadar kolesterol dalam makanan < 300
mg/hari.
d) Kalori dari karbohidrat adalah sisa dari perhitungan untuk protein dan lemak
e) Pasien PGK yang menderita malnutrisi memerlukan protein dan energi yang lebih
tinggi, apabila asupan tidak adekuat diperlukan suplemen nutrisi oral. Pemberian
50
nutrisi via nasogastric tube dan nutrisi parenteral intradialitik (NPID) atau nutrisi
intra peritoneal perlu dipertimbangkan pada pasien dialysis yang memerlukan
dukungan nutrisi yang adekuat
f) Rekomendasi vitamin, air, mineral dan trace elements
Pasien PGK beresiko mengalami defisiensi atau kelebihan satu atau lebih
mikronutrien (vitamin dan trace elemnts) karena asupan yang tidak adekuat,
gangguan absorbsi mikronutrien akibat obat atau toksin uremik, gangguan
metabolisme, atau akibat kehilangan penambahan yang didapat selama dialisis.
51
BAB III. PERSIAPAN PELAKSANAAN PRAKTIK
KERJA LAPANGAN
A.Persyaratan Peserta
Mahasiswa gizi yang berhak untuk mengikuti kegiatan Magang III adalah:
1. Lulus mata kuliah semester 1 (satu) s/d 5 (lima) dan pernah mengambil dan mengikuti
UAS mata kuliah semester 6 (enam).
2. Telah melakukan registrasi semester 7 (tujuh).
3. Mengikuti pembekalan Magang III (kuliah dan simulasi asuhan gizi)
4. Telah mendapatkan persetujuan dari orang tua yang dibuktikan dengan surat persetujuan
orang tua yang telah ditandatangani oleh orang tua (Terlampir)
5. Negatif Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil swab antigen 1x24 jam
B.Dosen Pembimbing/Supervisor
Dosen Pembimbing/Supervisor Magang adalah Dosen Prodi Gizi yang ditetapkan dengan
Surat Keputusan Dekan. Ketentuan persyaratan supervisor lebih lanjut ditetapkan oleh
masing-masing institusi pendidikan gizi berdasarkan situasi dan kondisi.
Peran Supervisor :
a. Mengkomunikasikan dengan instruktur lahan mengenai kerangka acuan yang akan
digunakan (maksud dan tujuan Magang III)
b. Mengarahkan mahasiswa agar magang terlaksana sesuai dengan tujuan dan target
magang, membimbing diskusi dan memberikan konsultasi
c. Melakukan monitoring mahasiswa selama magang
d. Menghadiri presentasi mahasiswa.
e. Memberikan penilaian terhadap kegiatan magang mahasiswa sesuai dengan kriteria dan
form yang telah ditetapkan
52
C.Pembimbing Lapangan
Kegiatan Magang III dibimbing oleh Pembimbing Lapangan. Pembimbing Lapangan
adalah pimpinan dan/atau staf/karyawan yang ditunjuk oleh pimpinan tempat magang untuk
mendampingi dan mengarahkan mahasiswa selama pelaksanaan magang dan bertugas:
Peran Pembimbing Lapangan:
1) Sebagai role model bagi mahasiswa.
2) Memberikan orientasi kepada mahasiswa tentang kegiatan dan lokasi.
3) Menentukan pasien untuk studi kasus mahasiswa.
4) Memberikan materi dan bimbingan dalam kegiatan asuhan gizi kasus, yang meliputi
pengkajian masalah terkait fizi, penentuan diagnosa gizi, penentuan intervensi gizi serta
perencanaan monitoring dan evaluasi
5) Memberikan bimbingan dalam kegiatan penyusunan laporan
6) Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi
7) Hadir dalam presentasi kasus.
8) Bertanggung jawab terhadap presensi mahasiswa.
9) Memberikan sanksi kepada mahasiswa sesuai dengan ketentuan.
10) Memberikan skor penilaian sebagai hasil evaluasi aktifitas mahasiswa.
D.Lahan Magang dan Waktu Pelaksanaan
Lahan Magang terdiri dari 3 rumah sakit mitra, yaitu Rumah Sakit Umum Haji Medan,
Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) dan RSUD Sultan Sulaiman. Waktu
pelaksanaan Magang III di RS Haji Medan adalah 3 gelombang yaitu bulan Oktober,
November dan Desember, Pada RS USU adalah 2 gelombang yaitu bulan Oktober dan
November, sedangkan di RSUD Sultan Sulaiman adalah 3 gelombang yaitu bulan Oktober,
November dan Desember
53
Setiap masing-masing gelombang, pelaksanaan magang dilakukan selama 1 bulan (30
hari), dengan durasi setiap harinya adalah 8 jam selama 5 hari kerja. Instansi yang memiliki
jumlah hari kerja yang berbeda dapat menyesuaikan. Adapun deskripsi per minggu antara
lain :
Tabel 8. Stase dan Jadwal Rotasi Magang Dietetik
Minggu 1 KASUS BESAR Stase :
Minggu 2 KASUS HARIAN - Anak
Minggu 3 KASUS HARIAN - IPD
- Bedah
Minggu 4 KASUS HARIAN - Obgyn
Catatan :
- Jadwal urutan rotasi menyesuaikan kebijakan masing-masing instansi
- Mahasiswa yang berhalangan hadir (ijin/sakit) selama pelaksanaan magang wajib
mengganti hari lain dengan sepengetahuan Dosen Pembimbing dan Pembimbing
Lapangan.
E.Penampilan Profesional
Pada proses pembimbingan, presentasi bersama supervisor dan konseling gizi, mahasiswa
hendaknya menggunakan seragam dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Busana dan tata rias
➢ Baju seragam
Putra : Kemeja putih dan bawahan celana hitam
Putri : Kemeja putih dan bawahan hitam celana / rok dengan panjang maksimal 30 cm
di bawah lutut dan tidak ketat
➢ Alat Pelindung Diri
- Wajib menggunakan masker setiap saat
54
- Wajib menggunakan APD berupa gown kain panjang
➢ Jas Lab
Mahasiswa diharuskan menggunakan jas lab terutama ketika berinteraksi dengan
pasien, tenaga kesehatan dan Pembimbing Lapangan.
➢ Tanda pengenal.
Diwajibkan memakai tanda pengenal selama magang instansi
➢ Sepatu.
Diwajibkan memakai sepatu berhak rendah, tertutup berwarna gelap atau sesuai
ketentuan di lokasi magang Mahasiswa pria diwajibkan memakai kaos kaki berwarna
netral.
➢ Rias muka dan rambut.
Tata rias muka dan rambut sederhana dan sopan, warna mencolok dihindari, rambut
disisir rapi dan dipotong pendek. Bagi wanita yang berambut panjang dapat diikat atau
disanggul.
➢ Kuku.
Kuku dipotong pendek dan tidak diperkenankan memakai cat kuku.
➢ Perhiasan.
Selama magang baik pria maupun wanita tidak diperkenankan memakai perhiasan
kalung, hiasan rambut, anting-anting, cincin dsb, yang mencolok
➢ Bagi mahasiswa yang berjilbab, warna kerudung adalah hitam dengan panjang
kerudung sebatas pundak
2) Tingkah laku
55
(a) Selama praktek tingkah laku peserta praktek merupakan aspek yang dinilai, maka
hendaknya sopan dan ramah serta memperhatikan kode etik profesi gizi.
(b) Pembicaraan pribadi selama praktek hendaknya dibatasi. Pendapat pribadi mengenai
staf dan bagian lain hendaknya dihindari.
(c) Makan hanya diperkenankan pada jam istirahat. Sedangkan minum dapat dilakukan
sesaat tanpa mengganggu pelaksanaan kegiatan PKL
3) Lain-lain
(a) Waktu istirahat ditentukan oleh instruktur/pembimbing dilokasi PKL
(b) Perlengkapan yang harus dibawa mahasiswa selama praktek adalah :
- Pita Lila / Pita Ukur
- Alat tulis dan kalkulator
- Buku-buku yang berhubungan dengan gizi dan kesehatan
- Sandal karet pada saat di pengolahan makanan
- Perlengkapan lain sesuai lahan PKL
F. Pembiayaan
1. Sumber Dana
Dana pelaksanaan Magang berasal dari anggaran DIPA, BLU, dan partisipasi peserta
yang disesuaikan dengan ketentuan masing-masing instansi.
2. Pengelolaan Dana
Dana Magang dikelola oleh Panitia Penyelenggara Magang III Prodi Gizi Unimed
sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan yang berlaku.
56
BAB IV PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA
LAPANGAN
A. Pelaksanaan
a. Metoda dan Strategi
Pelaksanaan Magang III adalah melakukan asuhan gizi pada pasien rawat inap dan
rawat jalan dibawah koordinasi Instalasi Gizi atau bagian di rumah sakit yang menangani
asuhan gizi pasien rawat inap dan rawat jalan.
Metode yang digunakan dalam magang adalah : studi kasus, ceramah, konseling gizi,
diskusi, simulasi, seminar, penelitian dan metode lain yang memungkinkan disesuaikan
dengan kondisi lahan praktik.
Strategi magang adalah mahasiswa melakukan Proses Asuhan Gizi Terstandar pada
Pasien rawat jalan dan rawat inap secara mandiri dibawah bimbingan Clinical Instructure
(Cl). Pelaksanaan PKL di ruang rawat inap dilaksanakan di masing-masing stase yaitu
rawat inap anak, ilmu penyakit dalam (IPD), bedah dan Obgyn selama masing 1 minggu
setiap stase.
b. Kegiatan Asuhan Gizi Rawat Inap
Selama kegiatan di rawat inap, mahasiswa mempunya tugas sebagai berikut:
1) Membuat 1 laporan KASUS BESAR rawat inap (sesuai dengan stase dimana
mahasiswa mendapatkan KASUS BESAR), yang meliputi:
➢ Mahasiswa memilih studi kasus berdasarkan persetujuan dari Pembimbing
Lapangan dan dosen pembimbing dan tidak diperkenankan memilih kasus yang
serupa
➢ Kasus besar yang dapat dipilih berhubungan dengan penyakit degeneratif dan
metabolik dengan minimal 1 komplikasi (Diabetes melitus, Kanker, hipertensi
57
dengan komplikasi, obesitas, gagal ginjal, penyakit jantung, kanker, sirosis hati,
stroke, autoimun, alergi, luka bakar, sepsis, dll)
➢ Mahasiswa melakukan skrining gizi menggunakan alat skrining sesuai dengan
studi kasus
➢ Mahasiswa melakukan anamnesa riwayat gizi, pola makan, asupan makanan,
mengukur antropometri, serta data lain yang diperlukan sesuai kasus pada pasien
➢ Mahasiswa menetapkan diagnosa gizi yang disesuaikan dengan prioritas masalah
➢ Mahasiswa membuat rencana asuhan gizi secara tersupervisi/dengan bimbingan
dari Pembimbing Lapangan
➢ Mahasiswa membuat rencana intervensi gizi dan edukasi sesuai bimbingan dari
Pembimbing Lapangan
➢ Mahasiswa mengimplementasikan rencana asuhan gizi (termasuk edukasi gizi)
yang telah dibuat dengan melakukan modifikasi porsi berdasarkan bimbingan dari
Pembimbing Lapangan
➢ Mahasiswa merencanakan dan mengimplementasikan monitoring dan evaluasi
selama 3 hari (apabila pasien yang menjadi studi kasus pulang sebelum 3 hari,
maka mahasiswa harus mengulang dari awal untuk pengambilan studi kasus)
➢ Mahasiswa wajib melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan non tenaga
kesehatan untuk merencanakan dan mengimplementasikan Proses Asuhan Gizi
Terstandar
➢ Mahasiswa melakukan pembimbingan kasus dengan dosen pembimbing dan
Pembimbing Lapangan
➢ Mahasiswa membuat laporan dengan lembar persetujuan yang ditandatangani
dosen pembimbing dan Pembimbing Lapangan
58
➢ Mahasisswa mempresentasikan studi kasus berdasarkan jadwal yang telah
ditentukan
➢ Mahasiswa melakukan pembimbingan untuk merevisi laporan kemudian
mengunggahnya ke dalam goggle drive yang telah disediakan.
2) Membuat 3 laporan KASUS HARIAN rawat inap (sesuai dengan stase dimana
mahasiswa tidak mendapatkan KASUS WAJIB), yang meliputi :
➢ Mahasiswa memilih studi kasus berdasarkan persetujuan dari Pembimbing
Lapangan dan dosen pembimbing
➢ Mahasiswa melakukan skrining gizi menggunakan alat skrining sesuai dengan
studi kasus
➢ Mahasiswa melakukan PAGT (ADIME) menggunakan form asuhan gizi yang
disediakan oleh rumah sakit masing-masing
➢ Mahasiswa membuat rencana intervensi gizi (dimana prinsip gizi disesuaikan
dengan prinsip gizi yang sudah ditetapkan oleh ahli gizi rumah sakit, tujuan dan
syarat gizi harus dibuat sendiri) dan edukasi sesuai bimbingan dari Pembimbing
Lapangan
➢ Mahasiswa melakukan edukasi gizi pada setiap studi KASUS WAJIB dengan
menggunakan media edukasi (bisa menggunakan leaflet dari RS)
➢ Mahasiswa wajib melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan non tenaga
kesehatan selama magang
➢ Mahasiswa melakukan pembimbingan kasus dengan dosen pembimbing dan
Pembimbing Lapangan
➢ Mahasiswa mengumpulkan form NCP untuk semua KASUS HARIAN dalam satu
file kemudian mengunggahnya ke dalam goggle drive yang telah disediakan
c. Presentasi
59
1) Selama kegiatan Magang III, mahasiswa melakukan 1 (satu) kali presentasi kegiatan
asuhan gizi yang telah dilaksanakan
2) Presentassi dilakukan pada KASUS BESAR yang telah ditentukan
3) Presentasi dihadiri oleh seluruh mahasiswa dalam instansi yang sama dan semua dosen
pembimbing dengan menggunakan platform daring seperti google meet atau zoom
meeting
d. Mengisi Catatan Kegiatan Harian Peserta/Logbook
Catatan harian/logbook diisi oleh mahasiswa berdasarkan stase yang sedang
dilakukan. Ketika mahasiswa berpindah stase, maka harus menggunakan lembar catatan
harian/logbook baru. Setiap kegiatan mahasiswa harus dicatat dan disetujui dengan
ditandatangani oleh dosen pembimbing / pembimbing lapangan. Tanda tangan tersebut
disesuaikan dengan kegiatan mahasiswa, misalnya uraian kegiatannya adalah melakukan
skrining pada 3 pasien d ruangan Siti Hajar, maka kegiatan tersebut di tanda tangani oleh
pembimbing. Sedangkan bila contoh uraian kegiatan adalah mengonsultasikan kasus besar
pada dosen pembimbing, maka yang bertanda tangan adalah dosen pembimbing. Format
catatan harian/logbook terlampir.
e. Tata Tertib Magang Klinis
Tata tertib selama melaksanakan magang klinis dibagi menjadi dua, yaitu ketentuan umum
dan ketentuan khusus
1) Selama melaksanakan prkatek kerja lapangan mahasiswa harus tepat waktu sesuai jadwal
yang telah ditetapkan dan mengisi buku absensi yang sudah disediakan
2) Tidak diperkenankan meninggalkan tempat praktek tanpa izin Pembimbing/Instruktur
3) Mahasiswa wajib mengikuti semua kegiatan di lokasi magang
60
4) Apabila selama kegiatan magang mahasiswa sakit, harus ada surat keterangan sakit dari
dokter dan wajib mengikuti magang susulan dengan pengaturan waktu oleh instruktur
lapangan
5) Mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh institusi tempat kegiatan magang
6) Selalu menjaga nama baik koprs tenaga gizi terhadap masyarakat setempat ataupun
masyarakat umum
B. Laporan Magang
Laporan III terdiri dari dua jenis, yaitu :
1. Laporan Magang Kasus Besar
- Berisikan 1 kasus besar berdasarkan PAGT dan monev selama 3 hari, lampiran menu
dan leaflet serta dokumentasi kegiatan
- Format asuhan gizi dibuat lengkap (format terlampir)
- Ketentuan file pengumpulan :
Nama Mahasiswa_Besar_Judul Kasus_Instansi RS
(contoh : Mawar Melati_Besar_DM 2-Susp PJK-GGK_RS USU)
2. Laporan Magang Kasus Harian
- Berisikan 3 kasus harian berdasarkan form asuhan gizi dari rumah sakit, lampiran
menu, media edukasi, dan dokumentasi kegiatan
- Format asuhan gizi disesuaikan masing-masing instansi
- Ketentuan file pengumpulan :
Nama Mahasiswa_Harian_Judul Kasus_Instansi RS
(contoh : Kamboja_Harian_Demam Thypoid_RS Sulaiman)
61
Tabel 9. Materi Kajian dan Kegiatan Magang Dietetik
Unit Kompetensi Materi kajian Kegiatan Tempat
Utama (magang dan
Teori Praktik
klinik) Waktu
1.Menghitung 1.Cara mengukur Menjelaskan 1. Melakukan Tempat
RS
dan/atau antropometri 1. Cara skrining rawat
inap
menentukan diet tubuh menskrining 2. Melakukan dan
rawat
(mengkaji) untuk 2.Menentukan 2. Cara pengukuran jalan
kondisi kesehatan status gizi pengukuran antropometri
yang ditujukan berdasarkan antropometri tubuh
untuk kegiatan data tubuh pada 3. Menentukan
promosi kesehatan antropometri pasien status gizi
dan pencegahan 3.Metode 3. Cara penentuan berdasarkan
penyakit kronis perhitungan status Gizi dara
yang tidak kebutuhan gizi berdasarkan data antropometri
kompleks/komple 4.Metode- antropometri 4. Metode
ks metode 4. Cara perhitungan
pengukuran Menghitung energi
asupan makan/ kebutuhan gizi 5. Metode-
pola kebiasaan 5. Merode-Metode metode
makan pengukuran pengukuran
(Anamnesa asupan asupan
diet) dan makan/pola makan/pola
mengkaji kebiasaan kebiasaan
asupan makan makan makan
5.Interpretasi (anamnesa diet) (Anamnesa
masalah gizi dan mengkaji diet) dan
berdasarkan asupan makan mengkaji
data biokimia, 6. Cara asupan
klinis dan fisik menginterpretasi makan
pada penderita nya masalah gizi 6. Interpretasi
penyakit kronis berdasarkan data masalah gizi
anak dan biokimia, klinis berdasarkan
dewasa dan fisik pada data
62
Unit Kompetensi Materi kajian Kegiatan Tempat
Utama (magang dan
6.Terapi diet Teori Praktik
klinik) pada penderita Waktu
penyakit kronis
penderita biokimia,
7.Konseling gizi
pada penderita penyakit kronis knilis dan
penyakit kronis
anak dan fisik pada
8.Metode
penyuluhan dewasa penderita
gizi untuk
upaya promosi penyakit
kesehatan pada
penyakit kronis kronis anak
dan dewasa
7. Merencanaka
n terapi diet
pada
penderita
kronis
8. Merencanaka
n konseling
gizi pada
penderita
penyakit
kronis
(gabung)
dengan
konseling
9. Menerangkan
dan
melakukan
metode
penyuuhan
gizi untuk
upaya
promosi
kesehatan
63
Unit Kompetensi Materi kajian Kegiatan Tempat
Utama (magang Praktik dan
Teori
klinik) pada penyakit Waktu
kronis
2. Menetukan terapi 1.Metode Menjelaskan: 1. Melakuka Ruang
diet pada berbagai perhitungan 1. Metode metode rawat
kondisi medis kebutuhan gizi perhitungan perhitungan inap
lanjut pada kondisi kebutuhan gizi kebutuhan dan
medis lanjut pada kondisi gizi pada rawat
(DM dengan medis lanjut kondisi medis jalan
komplikasi, (DM dengan lanjut (DM
jantung, stroke, komplikasi, dengan
ginjal kronik, jantung, stroke, komplikasi,
HIV, bedah, ginjal kronik, jantung,
luka bakar, HIV, bedah, stroke, ginjal
kanker dll) luka bakar, kronik, HIV,
2.Interpretasi kanker dll) bedah, luka
masalah gizi 2. Menginterpreta bakar, kanker
berdasarkan si masalah gizi dll)
darar biokimia, berdasarkan 2. Menginterpre
klinis dan fisik darar biokimia, tasi masalah
pada penderita klinis dan fisik gizi
dengan pada penderita berdasarkan
berbagai dengan darar
kondisi medis berbagai biokimia,
lanjut kondisi medis klinis dan
3.Terapi diet lanjut fisik pada
pada penderita 3. Terapi diet penderita
dengan kondisi pada penderita dengan
medis lanjut dengan kondisi berbagai
4.Makanan medis lanjut kondisi medis
enteral dan lanjut
paranteral
64
Unit Kompetensi Materi kajian Kegiatan Tempat
Utama (magang dan
Teori Praktik
klinik) Waktu
5.Konseling gizi 4. Makanan 3. Menerapkan
pada penderita enteral dan terapi diet
dengan kondisi paranteral pada
medis lanjut 5. Konseling gizi penderita
pada penderita dengan
dengan kondisi kondisi medis
medis lanjut lanjut
4. Menerapkan
terapi
makanan
enteral dan
paranteral
5. Melakukan
konseling
gizi pada
penderita
dengan
kondisi medis
lanjut
3. Mengininterpretas 1.Penggunaan 1. Penggunaan 1. Menggunaan Ruang
ikan hasil-hasil catatan medik catatan medik catatan medik rawat
penelitian ilmiah, dalam praktik dalam praktik dalam praktik inap
menerapkannya pemberian pemberian pemberian dan
dalam praktik asuhan gizi asuhan gizi asuhan gizi rawat
kegizian dan pasien pasien pasien jalan
mendokumentasik 2.Pendokumenta 2. Pendokumentas 2. Menyusun
an intervensi yang sian dan ian dan dokumen dan
dilakukan pembuatan pembuatan pembuatan
laporan laporan laporan
3.Praktek 3. Praktek 3. Menggunaka
kegizian kegizian n evidenbase
65
Unit Kompetensi Materi kajian Kegiatan Tempat
Utama (magang berdasarkan dan
Teori Praktik
klinik) Waktu
berdasarkan practice pada
bukti bukti Praktek
(evidenbase kegizian
practice) berdasarkan
bukti
4. Melakukan Konseling gizi Menjelaskan: 1. Menyusun Rawat
konseling individu 1. Tahapan rencana jalan/p
konseling pelaksanaan oli gizi
2. Pelaksanaan konseling
konseling dan gizi
evaluasi diri 2. Melaksanaka
n konseling
gizi
3. Melakukan
monitoring
dan evaluasi
konseling
gizif
5. Melaksanakan 1.Standar Menjelaskan: 1. Melaksanaka Ruang
kegiatan gizi Pelayanan Gizi 1. Standar n kegiatan rawat
secara profesional 2.Etika dalam pelayanan gizi gizi sesuai inap
Proses Asuhan 2. Etika dalam standar dan
Gizi terstandar proses asuhan pelayanan rawat
3.Kode Etik gizi terstandar 2. Menerapkan jalan
Profesi Gizi 3. Kode etik etika dalam
4.Norma, Nilai, profesi gizi proses
dan Etika 4. Norma, nilai asuhan gizi
masyarakat dan etika terstandar
5.Penguasaan masyarakat 3. Menerapkan
teknologi 5. Pengusaan etika profesi
6.Sistem rujukan teknologi gizi dalam
66
Unit Kompetensi Materi kajian Kegiatan Tempat
Utama (magang dan
7.Penetapan Teori Praktik
klinik) biaya Waktu
6. Sistem rujukan pelayanan
penetapan gizi
biaya 4. Mengikuti
norma, nilai
dan etika
masyarakat
dalam
pelayanan
gizi
5. Menggunaka
n teknologi
dalam
pelayanan
gizi
6. Melakukan
sistem
rujukan
sesuai profesi
terkait dalam
pelayanan
gizi
7. Menerapkan
penetapan
biaya dalam
pelayanan
gizi
67
Tabel 10. Target Output Magang Dietetik
Target Output
Teori Praktik
Mahasiswa mampu: Untuk kerja pengukuran antropometri
1. Membedakan cara-cara melakukan skrining dan skrining pada 1 KASUS BESAR
2. Membedakan cara-cara mengukur dan 3 KASUS HARIAN dari ruang
antropometri tubuh pada pasien penyakit dalam/bedah/anak/obgyn)
3. Menyimpulkan status gizi berdasarkan data
antropometri
4. Menghitung kebutuhan gizi
5. Menggunakan metode-metode pengukuran
asupan makan/pola kebiasaan makan
(anamnesa diet) dan mengkaji asupan makan
6. Mengidentifikasi masalah gizi
Mahasiswa mampu: Penerapan pada 1 KASUS BESAR
1. Menggunakan metode perhitungan kebutuhan dari penetapan prinsip hingga menu
gizi pada kondisi medis lanjut dan 3 KASUS HARIAN dengan
2. Mengidentifikasi dan menginterpretasi prinsip diet yang sudah ditetapkan
masalah gizi berdasarkan darar biokimia, rumah sakit
klinis dan fisik pada penderita dengan
berbagai kondisi medis lanjut
3. Mendesain terapi diet pada penderita dengan
kondisi medis lanjut
4. Menggunakan terapi makanan enteral dan
paranteral
5. Menggunakan konseling gizi pada penderita
dengan kondisi medis lanjut
Mahasiswa mampu menyimpulkan catatan medis Laporan dokumentasi kegiatan asuhan
dalam praktek pemberian asuhan gizi pasien gizi berdasarkan kasus dan hasil
penelitian terkait sebanyak 1 KASUS
BESAR
68
Target Output
Teori Praktik
Mahasiswa mampu: Unjuk kerja dan laporan kegiatan
Membuat perencanaan konseling gizi dan monev konseling (edukasi gizi) pada KASUS
BESAR dan KASUS HARIAN
Mampu Menjelaskan: Unjuk kerja dalam kegiatan asuhan gizi
1. Standar pelayanan gizi terstandar
2. Etika dalam proses asuhan gizi terstandar
3. Kode etik profesi gizi
4. Norma, nilai dan etika masyarakat
5. Pengusaan teknologi
6. Sistem rujukan penetapan biaya
69
BAB IV. EVALUASI
Evaluasi magang ditujukan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan
teori dan praktek yang berkaitan dengan kompetensi Sarjana Gizi. Evaluasi magang meliputi 4
(empat) orang penilai yang memiliki masing-masing persentase penilaian, yaitu nilai F1 oleh
pembimbing lapang(10%), nilai F2 oleh penguji (10%), nilai F3 oleh Pembimbing 2 (15%) dan
nilai F4 oleh Pembimbing 1 (65%).
Setiap penilai akan melakukan penilaian terhadap dua aspek, yaitu hardskill (60%) dan
softskill (40%). Adapun penelitian pada masing-masing aspek adalah sebagai berikut :
a. Komponen Hardskill
Komponen ini akan menilai seberapa baik pengerjaan laporan kasus besar dan kasus harian
mahasiswa.
Tabel 11. Penilaian Komponen Hardskill
KOMPONEN YG DINILAI ASPEK/INDIKATOR YG DINILAI SKOR
Max Pencapaian
I. NASKAH LAPORAN PKLI 5
5
1. ISI LAPORAN 1.1 Pengkajian Gizi 5
5
1.2 Diagnosis Gizi 5
5
1.3 Intervensi Gizi 10
1.4 Monitoring dan Evaluasi 5
5
2. ISI LAPORAN 2.1 Analisis Skrining dan Antropometri 3
5
(PEMBAHASAN) 2.2 Analisis Dokter
2
2.3 Analisis Diagnosis Gizi dan 60
Intervensi Gizi
2.4 Analisis Monitoring dan Evaluasi
3. SISTEMATIKA PENULISAN 3.1 Sesuai dengan Pedoman
4. ADMINISTRASI 4.3 Kehadiran di tempat magang
4.4 Frekuensi asistensi dengan
pembimbing
4.5 Kelengkapan Surat
TOTAL SKOR
Skor Minimal Naskah laporan PKLI = 50
70
b. Komponen Softskill
Dalam penilaian ini, dosen pembimbing dan Pembimbing Lapangan memiliki penilaian
komponen penilaian yang berbeda. Dosen pembimbing akan menilai kemampuan
mahasiswa dalam menyampaikan presentasi, sedangkan Pembimbing Lapangan akan
menilai perilaku dan sikap mahasiswa selama magang.
➢ Penilai : Dosen Pembimbing 1 dan 2 serta Penguji
Tabel 12. Penilaian Komponen Softskill (Dosen Pembimbing & Penguji)
II. TAMPILAN DALAM UJIAN MAX Pencapaian
3
1. PENYAJIAN ISI LAPORAN 1.1 Teknik Penyajian 3
4
1.2 Kelengkapan materi sajian 5
20
1.3 Sistematika penyajian 3
2
1.4 Kefasihan penyajian 40
100
2. PENGUASAAN 2.1 Pemahaman tentang proyek
3. SIKAP DALAM UJIAN 3.1 Kesopanan dalam tampilan
3.2 Konsistensi Sikap Ilmiah
TOTAL SKOR II
TOTAL SKOR I + II
Skor Minimal tampilan Dalam Ujian = 20
➢ Penilai : Pembimbing Lapangan
Tabel 13. Penilaian Komponen Softskill (Pembimbing Lapangan)
II. TAMPILAN DALAM UJIAN MAX Pencapaian
3
1. Penampilan, kreatif 1.1 Berpakaian sesuai standar RS 3
4
dan berpikir kritis 1.2 Inisiatif 5
10
1.3 Berpikir kritis
1.4 Produktif
2. Etika kerja 2.1 Berkomunikasi dengan sopan dan
santun
2.2 Memiliki sikap kerjasama yang 10
baik
3. Kedisiplinan dan 3.1 Datang dan pulang tepat waktu 3
2
ketertiban 3.2 Menaati segala peraturan yang ada 40
100
TOTAL SKOR II
TOTAL SKOR I + II
Skor Minimal tampilan Dalam Ujian = 20
71
Rekapan Penilaian
Tabel 14. Rekap Penilaian
No. Komponen nilai Hardskill Softskill Jumlah Bobot nilai Total
1. F1 : Pembimbing Lapangan 10%
2. F2 : Penguji 10%
3. F3 : Dosen Pembimbing 2 15%
4. F4 : Dosen Pembimbing 1 65%
Nilai Akhir (F1 + F2 + F3 + F4)
Nilai Akhir (NA) Nilai Mutu (Huruf)
90 ≤ NA ≤ 100 A
80 ≤ NA ≤ 89 B
70 ≤ NA ≤ 79 C
0≤ NA ≤ 69 E (Tidak Lulus)
Peserta didik dinyatakan lulus PKL jika nilai mutu minimal “B”. Bagi peserta didik yang mempunyai
nilai “C”, dan “E” diharuskan mengulang PKL untuk materi atau kompetensi yang belum dikuasai.
72
BAB V. PENUTUP
Magang bagi mahasiswa Program Sarjana Gizi merupakan kegiatan yang mempunyai
arti strategis, karena mahasiswa dapat menerapkan ilmu, keterampilan, dan pengalamannya
yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan kuliah dan praktikum yang diberikan di institusi
pendidikan.
Diharapkan program magang di rumah sakit yang telah dibakukan ini dapat memberikan
kontribusi positif bagi mahasiswa, sehingga dapat memperoleh pengalaman praktik yang dapat
diterapkan di tempat kerja nanti. Adanya modul magang ini diharapkan dapat memberikan
informasi pada pihak-pihak yang terlibat dalam PKL sehingga pelaksanaannya dapat
dipersiapkan lebih seksama dan menggunakan sistem serta acuan yang sama. Dengan persiapan
dan sistem serta acuan yang sama segala kekurangan dapat diminimalkan guna mendapatkan
hasil yang optimal.
73
DAFTAR PUSTAKA
Amirudin. 2014. Fisiologi dan Biokimia Hati : Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Internal
Publishing. Hal. 1931
Direktorat Gizi. Kemenkes. (2014) Pelatihan bagi Pelatih Tata Laksana Gizi Buruk bagi
Tenaga Kesehatan.
Fatimah, SN. 2009. Terapi diet dan aktivitas fisik pada penanggulangan obesitas. Dalam:
Soegih, R; Wiramihardja,K, 2009. Obesitas: permasalahan dan terapi praktis. Cetakan
1. Jakarta: CV Sagung Seto.
Instalasi Gizi dan Asosiasi Dietisesn Indonesia. 2006. Penuntun diet edisi baru. Gramedia, hal
30 -119
Instalasi Gizi Perjan RS dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia. 2004.
Penuntun diet edisi baru. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Isti S, Nitta I, GA Dewi K. 2018. Bahan Ajar Gizi : Dietetika Penyakit Tidak Menular. Pusat
Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia
Kemenkes RI, 2014. Pedoman Gizi Seimbang
Kemenkes RI. (2011) Petunjuk Teknis Tata Laksana Anak Gizi Buruk
Lee, Robert D. 2011. Energy balance and body weight. In: Nelms, M; Sucher,K; Lacey,K;
Roth,SR,2011.Nutrition therapy and pathophysiology, 2nd edition. Belmont, CA, USA
: Wadsworth,Cengage Learning.
Morrison. 2013. Obesity and weight management. In: Morrison, inc. Manual of clinical
nutrition management. Compas group.
Nelms, MN. 2011. Diseases of the Upper Gastrointestinal Tract: Nutrition Therapy and
Pathophysiology. 2nd ed. International edition. Wadsworth : Cengage Learning. hal.
363
Nuraini, Iskari N, Yenny M. 2017. Bahan Ajar Gizi : Dietetika Penyakit Infeksi. Pusat
Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia
74
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2015). Konsensus Pengelolaan dan
pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2015. Jakarta : PERKENI.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2019). Pedoman Pengelolaan dan
Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2019. Jakarta : PERKENI.
Roth,SL. 2011. Diseases of the endocrine system, In: Nelms, M; Sucher, K; Lacey, K; Roth,
SR, 2011. Nutrition therapy and pathophysiology, 2nd edition. Belmont, CA, USA:
Wadsworth, Cengage Learning.
Simadibrata dan Daldiyono. 2014. Diare Akut : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid II edisi
VI. Jakarta: Internal Publishing.
75
LAMPIRAN
Lampiran: Laporan Magang Kasus Besar
➢ Halaman Sampul
LAPORAN STUDI KASUS BESAR
ASUHAN GIZI KLINIK
KASUS (PENYAKIT DALAM/ANAK/BEDAH/OBGYN)
PENYAKIT ___________________
Oleh
Nama Mahasiswa
NIM
PROGRAM STUDI GIZI
JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
76
➢ Format Lembar Pengesahan
LEMBAR PENGESAHAN
MAGANG III (GIZI KLINIK)
Laporan Magang III yang berjudul Asuhan Gizi Klinik Kasus (Penyakit
Dalam/Anak/Bedah/Obgyn) Penyakit _________ ini dipandang telah memenuhi syarat dan
disahkan pada (Hari), (Tanggal) (Bulan) (Tahun)
Pembimbing Lapangan
(Jabatan)
NIP/NIK
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
NIP NIP
77
➢ Surat pernyataan plagiasi
SURAT PERNYATAAN PESERTA MAGANG
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
NIM :
Program Studi / Jurusan :
Fakultas :
Dengan ini menyatakan laporan magang saya yang berjudul:
Adalah hasil karya saya sendiri, benar-benar dalam rangka laporan hasil magang, bersifat
original, bebas plagiasi, tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar
kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan belum pernah dipublikasikan, kecuali secara tertulis
yang diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Bilamana di kemudian hari
ditemukan ketidaksesuaian dalam pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya.
Medan, …………………………
Materai 10.000
(Nama Terang)
NIM
78
➢ Daftar isi
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan
Pernyataan Plagiasi
Daftar Isi
Gambaran Kasus
BAB I PENGKAJIAN GIZI
A. Skrining Gizi
B. Antropometri
C. Biokimia
D. Fisik/klinik
E. Riwayat makan
1. Asupan makan
2. Pengetahuan dan perilaku gizi
3. Aktifitas fisik
4. Ketersediaan makanan
5. Kemampuan pasien untuk menerima makanan
6. Pemenuhan kebutuhan gizi
7. Interaksi obat dan zat gizi
F. Riwayat personal
BAB II DIAGNOSIS GIZI
BAB III INTERVENSI GIZI
A. Perencanaan
B. Implementasi
BAB IV MONITORING DAN EVALUASI
A. Dampak perilaku dan lingkungan terkait gizi
B. Dampak asupan makanan dan zat gizi
C. Dampak terhadap tanda dan gejala terkait gizi
BAB V PEMBAHASAN
A. Analisis skrining dan antropometri
B. Analisis dokter
C. Analisis diagnosis gizi
D. Analisis Intervensi gizi
79
E. Analisis monitoring dan evaluasi
BAB VI KESIMPULAN
Daftar Pustaka
Lampiran (Susunan menu intervensi, Leaflet Terapi Edukasi, Dokumentasi Kegiatan,
Logbook)
80
Lampiran: Laporan Magang Kasus Harian
➢ Halaman Sampul
LAPORAN STUDI KASUS HARIAN
ASUHAN GIZI KLINIK
RS ________________
Oleh
Nama Mahasiswa
NIM
PROGRAM STUDI GIZI
JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
81
➢ Format Lembar Pengesahan
LEMBAR PENGESAHAN
MAGANG III (GIZI KLINIK)
Laporan Magang III Kasus Harian di RS _______ ini dipandang telah memenuhi syarat dan
disahkan pada (Hari), (Tanggal) (Bulan) (Tahun)
Pembimbing Lapangan
(Jabatan)
NIP/NIK
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
NIP NIP
82
➢ Daftar isi
DAFTAR ISI
Kasus Harian 1 : Stase Anak/Bedah/IPD/Obgyn
j. Form Asuhan Gizi
k. Lampiran (leaflet edukasi)
Kasus Harian 2 : Stase Anak/Bedah/IPD/Obgyn
a. Form Asuhan Gizi
b. Lampiran (leaflet edukasi)
Kasus Harian 3 : Stase Anak/Bedah/IPD/Obgyn
a. Daftar Pustaka Form Asuhan Gizi
b. Lampiran (leaflet edukasi)
Lampiran (Logbook)
83
Lampiran : Ketentuan Penulisan Laporan
- Ukuran kertas A4
- Laporan diketik dengan huruf Times New Roman, font 12, spasi 1.5
- Margin 3 cm tepi kiri, 2.5 cm tepi kanan, atas dan bawah
- Diberikan nomor halaman berupa romawi pada bagian kanan bawah
- Tabel dan gambar diberi nomor sesuai dengan urutan penampilannya dalam teks dengan
menggunakan angka romawi
- Judul tabel ditulis di atas tabel bagian tengah (bila hanya satu baris) / di bagian kiri (bila
lebih dari satu baris)
- Tulisan dalam tabel ditulis dengan font 11 dan spasi 1
- Laporan diserahkan ke Dosen Pembimbing untuk syarat presentasi sesuai permintaan
dosen pembimbing disertai dengan scan lembar persetujuan dari Pembimbing Lapangan
84
Lampiran : Catatan Kegiatan Harian/Logbook
Nama : Ruangan :
Minggu ke - : Stase :
No. Hari/Tanggal Uraian Kegiatan Hasil Kegiatan Paraf
DP PL
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
DP : Dosen Pembimbing
PL : Pembimbing Lapangan
85
Lampiran: Surat Izin Orang Tua
SURAT PERNYATAAN ORANG TUA/WALI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Hubungan dengan mahasiswa : Orang Tua / Wali
Alamat :
No. Hp/WA :
Adalah benar orang tua/wali dari mahasiswa:
Nama :
NIM :
Program Studi/Jurusan :
Fakultas :
Menyatakan Mengizinkan/Tidak Mengizinkan nama anak yang tertera diatas untuk
mengikuti Praktik Kerja Lapang (PKL) II Manajemen Pelayanan Makanan & Gizi serta PKL
III Gizi Klinis di instansi yang ditunjuk pada masa pandemi Covid-19. Apabila selama
pelaksanaan magang berlangsung, terdapat mahasiswa yang terpapar Covid-19 maka hal
tersebut di luar tanggung jawab Rumah Sakit Haji dan Universitas Negeri Medan.
Medan, Oktober 2021
Orang Tua / Wali
Materai 10.000
(…………………………)
86