The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anisanuramalina8, 2022-10-14 06:52:36

Cerpen 5 Persahabatan Sekawan

Cerpen karya Anisa Nur Amalina

i

KATA PENGANTAR

Segala atas puji syukur atas kehadiran SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayahnya, sehingga kami tetap dalam iman dan insan yang haus ilmu
pengetahuan. Sholawat serta salam yang kami limpahkan kepada nabi Muhammad
SAW yang membawa kita dari zaman yang gelap menuju zaman yang terang
benderang.

Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada orang tua dan kakak serta teman
teman yang telah membantu dalam pembuatan cerpen tesebut. Demikian cerpen ini
dibuat semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

II

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................. iii
MOTTO................................................................................................................................................... iv
BAB I........................................................................................................................................................ 1

PERTEMUAN KEMBALI ........................................................................................................................ 1
BAB II.....................................................................................................................................................13

DI SEKOLAH .......................................................................................................................................13
BAB III....................................................................................................................................................18

ACARA PERLOMBAAN .......................................................................................................................18
PENUTUP ............................................................................................................................................... 24
BIOGRAFI DIRI .......................................................................................................................................25

III

MOTTO

Sahabat yang baik tak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari
perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegurmu apa adanya.

IV

BAB I
PERTEMUAN KEMBALI

1

Dulu sewaktu SMP aku mempunyai 4 (Empat) orang sahabat yang selalu setia
bersamaku, mereka adalah teman dari kecil. Empat sahabat ku bernama Aurny,
Vanessa, Aqilah, dan Zora. Kami selalu kompak dimana pun berada. Suatu hari ketika
kami sedang bermain di lapangan, salah satu teman kami ribut dengan anak tetangga
sebelah tepatnya lain RT dari tempatku. Lalu ku bergegas untuk nasehati mereka agar
tidak ribut karena tidak pantas bertengkar ditempat umum apalagi dilihat dengan warga
yang lain. Tapi anehnya mereka tambah ribut dan emosinya pun makin menjadi. Tapi
saya tidak ambil hati karena mereka semua teman aku juga.

Saya langsung meninggalkan mereka yang sedang ribut, tapi salah satu dari
mereka melapor kepada bapak yang ada di lapangan itu kami semua di panggil oleh
bapak tersebut lalu kami pun di nasehati panjang lebar. Akhirnya kami di suruh berdamai.
Sejak kejadian itulah kami sudah tidak pernah bertengkar lagi satu sama lain dan makin
tambah akrab dan juga kompak dalam segala hal, hingga akhirnya kami berpisah untuk
melanjutkan sekolah ke jenjang SMA atau SMK. Setelah kami berpisah aku dan teman
ku jarang bertemu lagi, kami hanya sekedar berkomunikasi melalui telepon. Lantaran
waktu dan jarak yang memisahkan kami. Lagi pula kami sudah sibuk dengan kegiatan
masing masing kini tinggalah aku, Auryn, Aqillah yang masih sama sayangnya berbeda
tempat. Dan aku tidak tahu kabar teman ku yang satu lagi karena sejak dia pindah sulit
untuk dihubungi.

Baru beberapa tahun kemudian baru lah aku mendengar kabar mereka. Dan salah
satu teman ku tersiksa dengan kehidupan yang sekarang yang tidak betah tinggal
dirumah itu. Karena adanya permasalahan yang dialami oleh orang tuanya yaitu sering
bertengkar dan akhirnya ibunya meninggalkan rumah. Teman ku bercerita lewat
handphone dengan suara yang bersedih. Beberapa bulan kemudian dia kabur dari
rumahnya, lebih memilih tinggal dan menetap dirumah neneknya, Sempat ayahnya
mencarinya tetapi tidak ketemu. Akhirnya dia mendapat kabar dari neneknya bahwa dia
tinggal dirumahnya dan ayahnya mengizinkan anaknya untuk tinggal bersama neneknya.
Dan ayahnya juga mengizinkan anaknya untuk pindah sekolah akhirnya aku bisa bertemu
dia karena dia pindah kesekolah yang sama dengan tempat aku bersekolah.

2

“Hmmmp, akhirnya kita bertemu juga yang sudah hampir dua tahun lama tidak ada
kabarnya.”

Dia juga sempat bertanya “Dimana kabar teman kita yang lain?” saya jawab
“kurang tau juga saya.” Karena setelah kami memasuki jenjang pendidikan SMA kami
pun tidak pernah mendengar kabar lainnya. Lalu kami mencoba untuk mencari informasi
kontak teman lainnya. Tetapi aku bersyukur karena masih bisa bersama teman ku yang
satu ini yaitu Auryn. Tapi aku juga masih bisa berkomunikasi dengan teman ku yang jauh,
meskipun hanya lewat handphone saja. Aku juga tidak lupa dengan teman ku yang putus
sekolah meskipun kami jarang berkomunikasi tapi kami selalu ingat mereka. Mereka
bukanlah hanya sekedar teman tetapi telah menjadi sahabat yang pernah ku kenal
selama ini.

Waktu terus berjalan, hari berganti hari. Sewaktu pada siang hari tiba tiba
handphone ku berdering, setelah ku lihat ternyata ada panggilan masuk yang tidak
dikenal. Setelah ku coba untuk telepon kembali, ternyata yang menjawab itu seorang
perempuan dan dia berkata :

“Halo…Nisa gimana kabarmu disana? Baik kah? Masih ingat aku tidak?

Seketika ku berhenti dan terdiam sambil mengangkat telepon itu. Dan ternyata
setelah ku mendengar dari nada bicaranya bahwa itu salah satu sahabat ku yang
bernama Aqillah. Kami pun lalu asik mengobrol dan bercerita panjang melalui telepon.
Rasa kangen yang lama yang terpendam seakan akan terobati karena sahabat ku
menghubungi saya, setelah dua tahun kami berpisah jarak.

Dalam percakapan itu kami pun membahas tentang kabar masing masing, bukan
hanya itu Aqilah juga mengundangku untuk menghadiri acara pesta ulang tahun nya yang
di adakan di sabtu esok.

Aqilah : Nis, hari sabtu esok bisa kesini tidak?
Aku : Ada apa qil, kok aku disuruh datang sabtu esok?
Aqilah : Iya soalnya aku mau ngadain pesta kecil kecilan untuk ulang tahun ku

nih.

3

Dan akupun mengatakan iya untuk mengahdiri pesta ulang tahun sahabatku itu
yang diadakan di sabtu esok. Dalam hatiku merasa senang karena sahabatku masih
ingat denganku dan mau mengundangku ke acara ulang tahun dia. Seketika aku lalu
kearah kamar ibu ku untuk bercerita bahwa Aqilah telah menghubungi ku dan
mengundangku untuk datang di sabtu esok.

Lalu ibu ku berkata kepadaku :

“Kalau kamu mau kesana? Apa udah di persiapin kadonya juga? Kan rumah kita
udah jauh? Kalau acaranya malam mau pulang jam berapa?”

Terdiam, hanya itu yang ku bisa lakukan dan berfikir tentang apa yang dikatakan
ibuku, jika pergi kesana ada kendala yaitu jaraknya dan pula waktu acara pesta yang
diselenggarakan. Akupun langsung mengatakan kepada ibu ku bahwa aku akan naik ojek
untuk pergi kesana akan tetapi ibuku tidak mengijinkan jika balik terlalu larut malam dan
menyuruh ku untuk tidak pergi kesana di minggu esok. Mendengar hal itu akupun
berubah menjadi bete dan sedikit kesal karena ibuku tidak mengijinkan untuk pergi
dikarenakan khawatir jika aku berpergian sendirian dan pulang setelah pesta ulang tahun
di malam hari.

Akupun lalu kembali kearah kamarku dan mengunci pintu kamarku. Berpikir
gimana aku dapat di izinkan untuk pergi kesana, apa yang harus aku perbuat agar ibuku
yakin padaku bahwa aku akan pulang tepat waktu kerumah. Dan seketika aku terlelap
dalam tidur dimalam hari.

Pagi pun tiba, seperti biasa aktivitas kembali terulang, berangkat sekolah di pagi
hari dan pulang pada pukul 15:00. Akupun izin ke orang tua ku untuk berangkat tetapi
ayahku mengajakku untu berangkat bareng diantar dengan motor. Awalnya aku menolak
dan berkata :

“Tidak usah yah, aku naik angkot aja deh”

Tetapi ayahku memaksa dan akhirnya pun aku mau untuk berangkat diantar dia.
Dan dalam perjalanan ayahku berkata:

Ayah : Kemarin ngobrolin apa sama ibu? Ibu cerita semalem sama ayah.

4

Aku : Bukan apa apa yah, cuman aku ga di izinin pergi ke ulang tahun Aqillah
Ayah : Yaudah jangan dipikirin nanti ayah bantu untuk bilang ke ibu ya.
Pada awalnya aku dari semalam sudah berubah jadi bete seketika ayahku mau
membantu untuk menyampaikan kepada ibu rasanya seperti senang diriku karena ada
kemungkinan aku bisa pergi ke ulang tahun temanku. Setiba sampai gerbang sekolah,
akupun berpamitan kepada ayahku dan berjalan masuk ke kelas.
“Bel Berbunyi !!! Ting Nong Ting Nong ( Pertanda Pembelajaran dimulai ).
Satu hari penuh pun sudah dilalui disekolah, dari berbagai macam kegiatan dan
hal lainnya. Pukul 15:00 akupun bergegas untuk kembali pulang kerumah. Akupun
memutuskan untuk naik angkot, setibanya sedang menunggu angkot. Dan ternyata ada
chating masuk di whatssappku, setelah ku lihat bahwa Vanesa yang chatting aku. Datang
juga, kita beli kadonya barengan ya Nis biar dapatnya sekalian yang bagus. Nanti biar
aku kerumah kamu biar kita cari kadonya barengan ya? ”.

“ Nisa, diundang sama Aqilah juga kan ke pesta ulang tahunnya, kalau misalnya
mau
Akupun hanya membuka dan tidak membalas isi chatting dari Vanesa, karena aku
tidak bisa membuat janji tanpa ada izin dari kedua orang tua ku terutama ibuku. Singkat
cerita aku bergegas naik angkot arah pulang kerumah. Sesampai dirumah akupun
mengetok pintu
“ Tok, Tok, Tok, Tok (Assalamualaikum).
Tidak ada satupun yang menjawab salamku ini. Setelah aku masuk dan membuka
sepatu dan ternyata ibuku sedang mengangkat telepon dari seseorang dan ayahku
memang sedang bekerja jadi tidak ada dirumah. Lalu aku pun berjalan kearah kamar dan
lekas untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian ibuku mengetok pintu kamarku dan
menyuruhku untuk segera makan. Akupun menghampiri kearah meja makan dan makan
bersama ibuku.

Ibu : Nak, tadi nenek Auryn telepon ke ibu, mau nanya tentang ulang tahun Aqilah
Aku: Ya kan aku juga tidak di izinin untuk pergi kesana bukan?
Ibu : Tidak jadi, ibu sudah berubah pikiran setelah ayah kamu sampaikan ke ibu
dan neneknya Auryn telepon tadi, bahwa ibu sudah izinkan kamu pergi kesana.

5

Aku : Ini serius bu? Aku boleh di izinkan pergi jadinya?
Ibu : iya nak ibu izinkan.
Awalnya aku tidak menyangka bahwa ibuku telah mengizinkan ku, karena yang
aku tahu selama ini ibuku melarangku karena aku seorang anak perempuan dan tidak
baik untuk pulang malam, apalagi ibuku khawatir di perjalanan jika anaknya pergi pulang
malam. Dan di meja makan itupun aku bercerita mengapa ibuku bisa berubah pikiran,
dan ternyata ayahku telah menyampaikan bahwa dia yang akan mengantarkan ku pergi
dan akan menjemputnya kembali, tetapi setelah ibuku mengangkat telepon dari
neneknya Auryn bahwa neneknya telah menyuruhku untuk menginap dirumahnya Auryn
sehingga pulangnya di esok harinya.

Selesai makan akupun kekamar dan menjawab chattingan dari Vanesa bahwa aku
sudah boleh di izinkan ikut ke acara tersebut, lalu aku mengatakan iya jika ingin pergi
mencari kado bersama. Dan Vanessa pun menjawab dengan cepat bahwa hari jumat
setelah pulang sekolah akan pergi menjemput kerumahku untuk mencari kado bersama.

Singkat cerita hari jumat pun tiba, selepas pulang sekolah aku menunggu
kehadiran temanku Vanesa dirumah. Lalu hampir 2jam ku menunggu, dan akhirnya
Vanesa pun datang kerumahku dengan mengendarai motor.Setibanya didepan gang, ia
meneleponku untuk menghampirinya didepan gang. Lalu aku berpamitan dengan ibuku
meminta izin pergi bersama Vanesa untuk mencari kado ulang tahun, dan aku pun pergi
bergegas menghapirinya didepan gang.

“ Nis. Kita mau pergi kemana nih cari kadonya? “ ( sahut Vanesa ).

Akupun mengatakan bahwa kita akan pergi ke gramedia untuk mencarikan
kadonya. Lalu kamipun berangkat ke gramedia yang berlokasi di Matraman, Jakarta
Timur. Setelah melewati kemacetan dijalan raya, kami pun sampai dilokasinya. Sebelum
memasuki gramedia kamipun berdiskusi bahwa kami akan patungan untuk membeli kado
tersebut dan akhirnya kami masuk ke gramedia tersebut.

Setelah berkeliling didalam gramedia kami pun kebingungan membeli kado apa
yang tepat untuk Aqilah. Langkah kamipun berhenti sejenak dan berfikir cukup lama, dan
akhirnyapun kami menemukan jawabannya. Aku berkata kepada Vanesa :

6

“ Bagaimana jika kita belikan peralatan alat lukis, seperti kanvas, cat air, dan kuas”.

Dan Vanesa pun setuju pada pendapatku, kita sepakat membelikan itu
dikarenakan Aqilah menyukai dan gemar melukis. Setelah memilih kado tersebut
kamipun berjalan kearah kasih untuk membayar semua itu dan tidak lupa untuk dibuatkan
bungkusan kadonya.

Hari pun sudah menjelang maghrib, kami pun bergegas pulang dan Vanesa
menghantarkan ku kerumah terlebih dahulu. Setelah perjalanan singkat kami pun sampai
dan ibuku menyuruh Vanesa untuk ikut makan malam bersama dirumahku akhirnya pun
kami makan malam bersama, bercerita tentang kado yang kami belikan kepada Aqila.
Ibuku memberikan positif dikarenakan kado yang dibeli itu bermanfaat dan dapat
digunakan untuk kegiatan melukis Aqilah. Lalu Vanesa izin pamit denganku dan orang
tuaku untuk pulang kerumah dan akupun pergi kedalam dan memasuki kamar untuk
beristirahat.

Keesokan harinya pun tiba dan ibuku membangunkanku untuk bersiap siap karena
hari ini tepat hari ulang tahun Aqilah. Setelah mandi dan persiapan sudah selesai aku
pun berjalan kearah meja makan dan berkata :

“ Ayah, apakah hari ini akan jadi mengantarkanku pergi ke acara ulang tahun
Aqilah ? ”.

“ Iya, akan ayah antarkan selesai makan ini ( sahut ayah ).

Setelah selesai makan bersama, ayah lalu mempersiapkan motornya dan akupun
juga mempersiapkan kado yang akan ku bawa dan akhirnya pun kami berangkat, aku
pun terjebak macet. Setelah kami melewatkan kemacetan itu aku dan ayahku telah
sampai dilokasi acaranya akan tetapi kami tidak langsung kerumah Aqilah melainkan
kerumah Auryn terlebih dahulu dan tidak jauh dari rumahnya Aqilah sesampai dirumah
Auryn aku memanggil dan mengucapkan salam.

“ Assalamualaikum, Auryn..Auryn.. “.

Dan tidak lama kemudian neneknya yang menjawab salam ku. Dan ayahku
meminta izin untuk menginap jika acara ulang tahunnya sampai larut malam dan

7

neneknya pun mempersilahkan untuk menginap disini. Dan ayahku berpamitan dan
bergegas untuk pulang, dan akupun disuruh masuk kerumah untuk menemui Auryn
sesampainya didalam rumah aku disuruh Auryn untuk masuk kedalam kamarnya dan
ternyata Auryn sedang sibuk membungkus kado yang dibawanya. Akupun membantunya
agar cepet selesai dan bisa dibawa keacara tersebut dan setelah selesai aku pun
mengabari Vanesa bahwa aku sudah berada dirumah Auryn, lalu Vanesa pun
menghampiri kemari.

Setelah kami bertiga berkumpul kami saling bercerita serta canda dan tawa dihari
itu, berhubung acara pesta ulang tahunya dimulai pukul 16:00 kami pun sambil
menunggu dan beristirahat dirumah Auryn. Singkat cerita sudah tiba pukul 15:00 dan
kami pun bersiap untuk pergi keacara tersebut sesampai dirumah Aqilah setelah mengisi
daftar hadir kami melihat satu perempuan yang tak asing dalam acara tersebut. Dan
setelah kami mendekatinya, bahwa perempuan tersebut ia lah Zora salah satu sahabat
kami yang sudah lama tidak bertemu dan berkabar semenjak ia pindah ke Palembang.

Aku : “ Permisi, ini Zora ya ?”.

Zora : “ Iya, Eh kalian dikira siapa, sudah lama kita tidak bertemu ya “

Auryn : “ Ternyata Zora datang juga ya ”.

Vanesa : “ Zora..sudah lama banget ya kita ”.

Akhirnya pun kami saling tegur sapa, menceritakan tentang kesibukan masing
masing. Ini merupakan hal tak terduga karena ku pikir Zora sahabat kami jika diundang
tidak akan hadir karena kan rumahnya pindah jauh di Palembang. Aku pun juga
menanyakan mengapa Zora dapat hadir diacara ini. Ternyata ia sedang ikut ayahnya
pergi dinas ke Jakarta selama tujuh hari, dan kebetulan bertepatan dengan hari ulang
tahun Aqilah, sehingga dia mengusahakan untuk hadir di acara tersebut.

Acara yang kami tunggu akhirnya dimulai, dan kami menyanyikan lagu ulang tahun
lalu berdoa bersama, setelah itu Aqilah memotong kuenya. Dalam acara tersebut
ternyata teman Aqilah yang hadir dan pihak keluarga serta saudara yang hadir itu banyak
sekali. Setelah pemotongan kue, kami pun berempat maju kedepan untuk memberikan

8

kado kami masing masing. Tampak jelas raut wajah Aqilah sangat bahagia dikarenakan
empat sahabatnya dimasa kecil datang hadir dan dapat berkumpul setelah sekian
lamanya tidak berkabar dan tidak berjumpa kembali. Acarapun diselenggarakan dengan
meriah dan mewah, makanan yang dihidangkan beraneka ragam dan juga banyak
permainan yang dibuat dalam susunan acara tersebut. Kami pun melepas rindu satu
sama lain dan mengabadikan momen ini dengan foto bersama hingga acara pun selesai.

Tak terasa hari telah terlarut malam karena kami asik bercerita, kemudian kami
berpamitan kepada orang tua Aqilah dan Aqilah untuk pulang dan kami berpisah dengan
sahabat sahabat lainnya. Lalu kami berdua yaitu aku dan Auryn pulang kerumah Auryn
karena aku menginap dirumah nya, Sesampainya dirumah Auryn ternyata nenek nya
sudah tidur dan pintu nya dikunci untungnya Auryn membawa kunci cadangan dan
akhirnya kami berdua bisa masuk. Kami langsung naik kekamar atas tetapi sesampainya
kami dikamar kami tidak langsung tidur melain kan kami bercerita.

" Rin, akhirnya kita bisa ketemu sahabat sahabat kita lagi ya".

" Iya Nis, aku juga tidak menyangka kalo bakal ketemu di acara ulang tahunnya
Aqilah"

" Iya, semoga kita selalu bertemu terus ya".

Lalu kami pun tertidur selepas bercerita, karena kami cape kami tidur sangat pulas
dan akhirnya aku terbangun karena ada suara adzan mengumandang. Aku bangun
kekamar mandi untuk cuci muka dan mengambil wudhu setiba nya dikamar aku
membangunkan Auryn untuk sholat bareng.

"Rin, bangun yuk kita sholat shubuh bareng bareng".

"Iya Nis yuk, tapi aku cuci muka dan ambil wudhu dulu ya".

Lalu akhirnya kami sholat shubuh bareng bareng, lalu kami berdua turun kebawah

"Eh kalian sudah bangun,gimana tidurnya nyenyak tidak tadi malam?" (Tanya
nenek Auryn)

9

"Iya nek kami berdua tidur nyenyak sekali, mungkin karena kecapean". ( Sahut
kami berdua).

Kemudian kami membantu nenek Auryn masak untuk sarapan pagi.

"Mau masak apa kita hari ini nek?"

"Kita masak makanan yang simpel aja, masak apa ya?" (Sahut nenek Auryn)

"Kita masak nasi goreng aja nek" (sahut Auryn)

Setelah semua nya jadi, kita tata dimeja makan. Lalu aku dan Auryn berencana
untuk joging tetapi kami bingung mau joging kemana akhirnya kami memutuskan untuk
joging kedaerah yang Deket Deket saja, Ketika kamu sedang joging ternyata kami
ketemu temen sd kami yaitu Shifa dan Salwa mereka juga sedang joging akhirnya kami
mengobrol sebentar.

Aku : "Permisi ini Shifa dan Salwa ya?"

Shifa : "Iya aku Shifa"

Salwa : "Iya aku Salwa, Kamu Nisa ya temen SD aku?"

Aku : "Iya aku Nisa, masih inget ternyata kamu sal"

Auryn : "Masih inget aku tidak kalian?"

Shifa & Salwa : "Masih dong kan dulu kita sering pulang bareng"

Lalu kita mengobrol dengan asik dan saling tukar cerita, akhirnya aku dan Auryn
memutuskan untuk joging lagi. Kita berpamitan dulu ke Shifa dan Salwa untuk
melanjutkan joging. Aku dan Auryn memutuskan untuk sehabis joging kita pulang
kerumah Auryn. Sebelum pulang kita membeli makanan dulu untuk nenek Auryn, Selesai
membeli makanan aku dan Auryn melanjutkan perjalanan untuk pulang. Setibanya
dirumah, kami disuruh makan dengan nenek Auryn.

" Eh sini makan dulu, pasti kalian laper kan!"

" Iya nek, kami berdua sudah laper banget" (Sahut Auryn)

10

Lalu kita makan bersama, selesai makan aku dan Auryn naik keatas untuk kekamar
sesampainya diatas aku mandi dan Auryn bermain hp. Selesai aku mandi aku siap siap
untuk pulang kerumah lalu aku dan Auryn kebawah karena aku mau berpamitan pulang
kepada neneknya dan kepada Auryn.

"Nek, aku pulang dulu ya makasih udah dibolehin nginep"
"Iya Nisa, jangan lupa main kesini lagi iya kapan kapan!" (Kata nenek
Auryn)
"Rin gw pulang dulu ya, nanti kapan kapan gw main lagi"
"Oke sa" (Sahut Auryn)
Setelah aku berpamitan kepada Nenek dan Auryn, tidak lama kemudian
Abang aku menjemputku dirumah Auryn, saat diperjalanan Abang ku mengajak ku
ketoko buku karena ada buku yang pengen dia beli setelah sampai di tempat ya dituju
aku malah minta untuk membeli eskrim terlebih dahulu sebelum ketoko kebuku.
"Bang bang bang, ada toko es krim tuh aku mau beli dulu"
"Nanti aja ketoko buku dulu kita"
"Aku mau sekarang aja bang!"
"Oke kita beli es krim dulu, setelah itu kita ke toko buku ok!"
"Oke bang, makasih"
Setelah membujuk Abang akhirnya aku membeli es krim, "Mba beli 1 eskrim rasa
strawberry"."Oke dek" akhirnya pesanan es krim aku dibikin setelah jadi aku membayar
nya dan melahap eskrim dengan seneng. Habis itu aku dan abang pergi ke toko buku
untuk membeli buku yang dicari oleh abang.
"Mau beli buku apasi bang?"
"Mau beli buku komik" (sahut Abang)
"Ohh...."

11

Setelah lamanya mencari buku, akhirnya Abang nemuin buku yang dia mau dan
langsung dibawa kekasir untuk dibayar. Setelah beli buku aku dan abang nyempetin
untuk makan sore terlebih dahulu kita mencari tempat makan yang tidak terlalu ramai dan
akhirnya kita makan di KFC karena cuma tempat itu saya yang tidak terlalu ramai, kita
memesan makanan dan minuman lalu membayar nya. Aku dan abang mencari meja
untuk makan. Kita makan sangat lahap karena kita sudah lapar banget.

Makan pun selesai akhirnya kita memutuskan untuk pulang karena sudah mau
larut malam saat diperjalanan sangat macet karena orang orang pada pulang kerja.
Setelah menunggu lama nya macet akhirnya kita kembali jalan dengan normal dan
akhirnya kita sampe kerumah dengan selamat.

Aku dan abang: " Assalamualaikum, aku pulang"
Ibu: "Waalaikumsalam, ko lama banget sampe rumahnya?"
Aku: "Iya tadi nganterin Abang ke toko buku dulu"
Ibu: "Ohhh... Yasudah sini makan malam bersama sama dulu"
Abang dan aku: "Oke bu"

12

BAB II
DI SEKOLAH

13

Kita makan bersama sama sambil bercerita tentang aku yang menginap di rumah
Auryn, selesai makan kita semua masuk kekamar masing masing untuk tidur, hari pun
berganti waktu nya aku pergi ke sekolah saat diperjalanan aku ketemu teman sekelas ku
dan akhirnya kita berangkat bareng menuju sekolah sambil mengobrol karena kita asik
mengobrol tiba tiba sudah sampai disekolah. Dan saat nya bel berbunyi tanda nya semua
siswa dan siswi harus memasuki kelas masing masing, jam pelajaran pertama pertama
pun dimulai kita belajar dengan tenang dan akhirnya memasuki jam pelajaran kedua yaitu
matematika pelajaran yang paling susah bagi kita, dan akhirnya jam istirahat pun tiba kita
pergi kekanti bareng bareng dan memakan makanan yang kita beli sambil bercanda
riang. Tiba tiba bel masuk pun berbunyi kita buru buru untuk memasuki kelas dan
memulai pelajaran ke tiga, tetapi gurunya tidak masuk dikarenakan sakit.

"Gais, gurunya tidak masuk dikarenakan sakit"

"Oke,makasih infonya" (sahut kita semua)

Tak lama kemudian pelajaran ketiga pun habis dan kita melakukan sholat Dzuhur
berjamaah selesai sholat kita kekantin untuk membeli cemilan dikelas. Waktu istirahat
kedua pun habis kita masuk untuk belajar pelajaran terakhir, karena pelajaran terakhir
sudah mau selesai kami bersiap siap untuk merapihkan buku dan pulang kerumah
masing masing. Tapi sebelum pulang temen temen mengajak untuk memakan seblak
terlebih dahulu sebelum pulang.

" Gais makan seblak yu?"

" Yu,seblak dimana?"

"Seblak dideket sekolah, mau tidak nih?"

"Mau dong,yu kita berangkat ketempat seblak"

Kita berangkat menuju tempat seblak tempat tidak terlalu dari sekolah jadi kita
berjalan dari sekolah sampai tempat tujuan, setibanya ditempat seblak kita duduk di
bangku yang sudah disediakan dan salah satu temen kami memesan seblak itu, pesenan
seblak kamu pun jadi kita memakan seblak itu dengan lahap sambil mengobrol tentang
pelajaran yang ada disekolah, tiba tiba hujan pun turun ketika kita sedang memakan

14

seblak dan disitu kita menunggu hujan nya reda dan baru bisa balik kerumah masing
masing.

"Hujan lama sekali tidak berhenti henti"

"Iya nih, mana sudah mau magrib dan kita belum pulang"

"Tunggu saja sebentar lagi juga berhenti kok"

Akhirnya kita nunggu hujan berhenti sampai jam 18:00 dan akhirnya hujan pun
berhenti dan kita buru buru untuk pulang dan kami tidak sempat berpamitan karena
terburu buru. Akhirnya aku pun sampai dirumah dan aku langsung mandi dan siapin buku
untuk besok.

" Nak, sini makan malam dulu" (ibu memanggil)

"oke bu, sebentar" (sahut aku)

Akhirnya kita makan malam bersama, makan malam pun selesai aku masuk
kekamar dan mengerjakan tugas dari sekolah. Aku belum selesai mengerjakan tugas tapi
sudah waktu nya untuk aku tidur.

Pagi pun tiba aku siap siap untuk berangkat sekolah,sesampainya disekolah ada
pengumuman kalau besok akan diadakan city tour ke museum museum yang dijakarta
disitu aku dan kawan kawan sangat lah seneng karena besok tidak belajar, dan hari ini
guru guru rapat dan semua murid pulang cepet. Keesokan nya aku siap siap dan sarapan
dan dianter oleh ayah ke puskesmas karena bis nya ada dideket puskesmas akhirnya
sampai didepan puskesmas dan aku berpamitan kepada ayah. Kita semua disuruh
kumpul karena sebentar lagi akan berangkat, sebelum berangkat kita berdoa terlebih
dahulu agar diperjalanan lancar dan tidak ada kendala.

Pak guru : "Anak anak sebelum berangkat sebaiknya kita berdoa menurut
agama masing masing"

Anak anak : "baik pak"

Pak guru : "Berdoa selesai"

15

Akhirnya kita sampai tempat tujuan dengan selamat, kita berjalan terlebih dahulu
sebelum masuk kemuseum setibanya di museum kita dibagi menjadi dua kelompok.
Dimuseum Fatahillah banyak sekali barang barang zaman dahulu, seperti penjara,lemari
lemari, dan masih banyak lagi lainnya kita sangat seneng karena bisa mengetahui
sejarah Indonesia dulu. Waktu istirahat pun tiba kita makan bersama sama selesai makan
kita berfoto foto terlebih dahulu untuk kenang kenangan. Waktu istirahat selesai waktunya
kita menuju ke museum ke dua yaitu museum nasional, saat diperjalanan sangat macet
dan kita sampai sekitar pukul 16:00. Didalam museum tersebut banyak barang barang
dulu, seperti emas,keramik dan masih banyak lagi.

Akhirnya kita berjalan jalan sambil melihat barang barang yang ada disana waktu
pun habis lalu kita disuruh untuk kembali ke bis tetapi sebelum kembali ke bis kita berfoto
foto terlebih dahulu, sudah waktu nya kita pulang saat diperjalanan kita bernyanyi nyanyi
dan ada yang tidur karena kecapean. Pukul 18:00 kita tiba di depan puskesmas kita
semua berpamitan untuk pulang kerumah masing masing. Aku dijemput oleh abang aku.

Singkat cerita bulan agustus tiba, selepas pulang sekolah Aqilah menelepon ku
untuk menghandiri acara lomba agustus an didepan rumahnya.

Aqilah : “ Halo, Nisa bisa tidak kamu hadir ke acara lomba Agustus di depan

rumah ku?”

Aku : “ Iya pasti bisa dong, kira kira jam berapa acaranya dimulai?”

Aqilah : “ Jam 10:00 pagi”

Aku : “ Oke nanti aku dateng keacaranya, makasih udah undang aku”

Aqilah : “ Iya sama sama Nis, aku tunggu kedatanganmu”

Aku :” Oke”

16

Selesai berteleponan dengan Aqilah aku meminta izin kepada ibu untuk hadir keacara
lomba agustus an.

“ Ibu aku mau meminta izin untuk hadir ke acara lomba agustus an boleh tidak?”
“ Boleh, tetapi dengan syarat dianter oleh ayah” (sahut ibu)
“ Baik bu”

17

`

BAB III
ACARA PERLOMBAAN

18

Selesai meminta izin aku pun bergegas untuk masuk kedalam kamar dan tidur
supaya besok tidak terlambat keacara lomba agustus an, Keesokan hari pun tiba ibu
membangunkan ku untuk mandi dan bersiap siap, selesai mandi dan bersiap siap aku
sarapan bersama dengan keluarga. Sarapan pun selesai aku berangkat ke acara lomba
dianter oleh ayah, saat ayah sedang manasin motor aku berpamitan kepada ibu. Motor
sudah selesai dipanasi aku dan ayah akhirnya berangkat. Saat diperjalan aku terkena
macet agar tidak bosen saat macet ayah mengajak ngobrol aku tentang lomba lomba
yang seru, beberapa menit kemudian jalanan berjalan dengan normal lagi. Sesampainya
ditempat lomba aku berpamitan kepada ayah dan mengucapkan terimakasih karena ayah
sudah menghantarkan ku sampai sini. Aku pun berjalan kerumah Aqilah ternyata disana
sudah ada sahabat sahabat aku yang lainnya yaitu Auryn, Zora, Vanesa dan Aqilah
sedang siap siap.

Sambil menunggu Aqilah aku dengan sahabat lainnya mengobrol tentang hal hal
yang lucu, tiba tiba Aqilah dateng.

Aqilah : “ Hai gais, lama iya nunggunya?”

Aku : “ Tidak Qil, aku juga baru sampai”

Zora : “ Aqila, kamu lama sekali besiap siapnya”

Auryn : “ Iya nih, capek kita nunggunya”

Aqilah : “ Maap ya gais kalau aku siap siapnya terlalu lama”

“ Iya Qil “ (sahut semua)

Karena acara perlombaan nya cukup lama aku dan sahabat lainnya memutuskan
untuk main kartu uno, ketika sedang bermain uno Zora bercerita tentang pacar barunya,
ia menceritakan bahwa status pacaran nya ini tidak diketahui oleh keluarganya terutama
orang tuanya. Zora bercerita dengan nada suara yang pelan agar orang sekitar tidak ada
yang mengetahuinya selain kami berlima.

19

Aqilah : “ Terus bagaimana Zor kalau kamu mau ketemuan?”
: “Iya kan kamu susah banget kalo diizinin keluar sama keluarga
Auryn
kamu”

Zora : “ Jadi gini aku bertemu dan ketika pulang sekolah dan juga saat

orang tua ku pergi dinas keluar kota dan itu kesempatan ku untuk izin pergi kerja

kelompok tetapi itu terkadang alasanku untuk berbohong”.

Sewaktu kami bercerita aku hanya mendengarkan saja, dari cerita tersebut bahwa
Zora sering kali melakukan itu untuk bertemu dengan pacarnya. Seketika handphone
Zora berdering seperti ada panggilan masuk lalu Zora pun menjawab telepon itu tetapi
pergi menjauh dari kita setelah sekitar 15 menit Zora pun dateng menghapiri kita kembali
dan tiba tiba ia berkata.

Zora : “ Eh gais aku izin iya tidak ikut lomba sama kalian karena pacar aku

mengajak pergi naik motor”

Vanesa : “ Tidak bisa seperti itu dong Zora kan kita ada perlombaan yang
satu tim”

Aku : “ Kamu perginya lama tidak Zor?’
: “ Tidak kok hanya setengah jam an janji aku bakal balik kesini lagi”
Zora : “ Awas iya Zor kalau kamu tidak tepatin janji kamu ( dengan nada

Aqilah
kesal)”

Setelah beberapa jam kemudian akhirnya lomba yang kami tunggu tunggu mulai
juga, pertama lomba yang akan dimulai adalah lomba kelereng yang seharusnya Zora
mengikuti lomba itu bareng bareng bersama kita, tetapi dia lebih memilih pergi jalan
bersama pacaranya. Disaat kita sedang berlomba orang tua nya Zora mencari
keberadaan Zora yang tidak kelihatan saat perlombaan tadi dan akhirnya orang tua nya
bertanya kepada kami dimana Zora dan disitulah kamu berbohong dan bilang kalau Zora
sedang bertemu temennya padahal sebenernya sedang bertemu pacarnya.

20

Ibu Zora : " Nisa, kamu lihat Zora tidak?"

Aku : " Tadi Zora berpamitan pada kami kalau mau ketemu temennya
sebentar"

Sudah sampai pertengahan lomba ternyata Zora belum dateng ketempat lomba,
tanpa sepengetahuan kami, ternyata pembantunya berpapasan dengan Zora yang
sedang berboncengan dengan Laki laki. Kami melihat bahwa pembantunya jalan kearah
Ibu nya Zora dan berkata sesuatu. Setelah 15 menit kemudian Zora pun Dateng kembali
ke acara lomba dengan raut wajah yang kesal dan ternyata Zora pun disuruh pulang dan
tidak mengikuti lomba dan akhirnya kami pun lomba hanya ber empat saja walaupun
hanya berempat kami tetep menjalankan lomba dengan baik.

Singkat cerita pun kami memenangkan perlombaan balap karung dan bakiak,
perlombaan hari ini berlangsung dengan lancar dan tanpa hambatan sekotar pukul 16:00
akan diumumkan dan dibagikan hadiah nya secara langsung kami lalu menunggu
dirumah Vanesa sambil bercakap cakap dan bercerita tentang perlombaan tadi. Seketika
hp pun berdering seperti ada chat masuk dan kami pun melihat hp masing masing
ternyata itu chat dari grup kami, chat tersebut itu dari Zora yang berisikan.

Zora:" Eh kalian yang bilang ke orang tua aku iya? ga bisa dipercaya banget si kalian
(nada kesal)"

Aqilah:" Hah? Siapa juga yang bilangin"

Vanesa:" jangan asal nuduh deh Zor, tadi nyokap lu sempat nanya tapi dijawab
ketemu teman"

Aku:"Iya kita tidak bilang apa apa kok ke orang tua kamu"

Zora:"Sumpah aku tidak percaya lagi sama kalian, karena cuma kalian saja yang tau"

Tiba tiba keaadaan semakin keruh karena kami dituduh telah memberi tau bahwa Zora
sedang pergi dengan pacarnya walaupun sedikit kesal kami pun tidak terima karena
tuduhan itu, kami pun tidak memikirkan lebih jauh kesalah pahaman tersebut karena hari
ini untuk bersenang senang dan pembagian hadiah pun dimulai kami pun berkumpul
bersama dengan warga lainnya untuk menyaksikan pembagian penerimaan tersebut

21

setelah itu nama tim kami dipanggil dan kami berempat pun maju untuk penerimaan
hadiah. Tidak lama kemudian kami melihat Zora dan bersama keluarga nya ikut hadir
juga dalam acara puncak tersebut, setelah itu kami kembali ke tempat duduk tiba tiba
Zora pun menghampiri kami dan mengatakan sesuatu.

Zora :" Nis, Qil, Rin, Nes aku mau ngomong deh aku mau minta maaf sama
kalian atas kesalah pahaman yang tadi"

Aku :" Iya tidak apa apa Zor kita tidak marah kok"

Vanesa :" Tapi aku kesal sama kamu tadi, karena telah menuduh kami"

Aqilah :"Iya, kamu seharusnya tau fakta nya terlebih dahulu"

Singkat cerita bahwa Zora telah menjelaskan kronologi dari peristiwa tersebut bahwa
ketika berangkat pergi dengan pacarnya pembantu nya melihat dia sedang
berboncengan dengan Laki laki, setelah itu pembantu nya menceritakan tentang apa
yang dilihat dan selanjutnya orang tua nya pun dengan nada amarah menelepon Zora
untuk segera kembali datang kerumah dengan cepat dan setelah diketahui bahwa Zora
dimarahi oleh kedua orang tuanya karena menurut orang tua nya berpacaran pada masa
sekolah dapat mengganggu minat terhadap pembelajaran dan juga menyebabkan
prestasi menurun Zora pun bercerita bahwa dia dimarahi habis habisan dan dilarang
keras untuk menemui pacarnya. Setelah kejadian itu orang tua nya lebih ketat untuk
mengawasi Zora dan akan selalu diantar jemput ke sekolah oleh supir pribadi orang tua
nya.

Singkat cerita kami pun berbaikan tidak ada kesalah pahaman diantara kami lagi
persahabatan kami selalu saling terbuka setiap ada permasalahan saling membantu
ketika dalam kesusahan saling menyemangati ketika kesulitan. Itulah arti persahabatan
yang kami jalani selama ini.

Hari ini pun berakhir dengan begitu cepat kami berpamit pamitan sebelum kembali
kerumah masing masing seperti biasa aku pulang bersama orang tua ku selama
perjalanan aku menceritakan keseruan perlombaan hari ini kepada orang tua ku.
Sesampainya dirumah aku lekas membersihkan diriku dan mengganti pakaian ku,

22

setelah selesai aku menulis kan novel yang berisikan " Indah nya persahabatan
kekurangan dan kelebihan seorang sahabat tidak akan pergi untuk meninggalkan mu
begitu saja mereka menerima dengan apa adanya menolong, dan selalu ada dalam suka
maupun duka sahabat sejati bagaikan rumah kedua ku bisa disebut keluarga kedua ku
banyak cerita yang telah terukir dan berbagai kisah yang telah dilalui"

Inilah kisah 5 persahabatan ku dan sampai saat ini kami semua masih saling
berkomunikasi walaupun kami punya kesibukan masing masing tetapi kami selalu
menyempatkan untuk mengadakan pertemuan. Aku pun bangga pada keempat
sahabatku dari berbagai banyak cerita yang telah kita lewati dan berbagai permasalahan
yang dilalui kami pun selalu tetap rukun,akur dan akrab dari pengalaman itu lah
pembelajaran yang kami petik untuk selalu tetap kompak dan tidak memutuskan tali
silaturahmi diantara kita.

23

PENUTUP

Dengan selesainya dari tugas cerpen ini yang dapat sayatulis mengenai
cerita yang berjudul “Persahabatan Lima Sekawan”. Didalam cepen ini memiliki
banyak unsur yang membangunnya seperti tokoh,latar,peristiwa,konflik dan
lainnya.

Setelah menyelesaikan cerpen ini, yang bisa saya ambil kesimpulannya
adalah kita bisa mengetahui makna atau pesan dari cerita tersebut dan bisa
dijadikan teladan untuk pembaca.

24

BIOGRAFI DIRI

Penulis bernama lengkap Anisa Nur
Amalina, atau biasa disebut dengan
panggilan Anisa. Lahir pada 19
Desember 2006 di Jakarta.
Menempuh pendidikan di SDN 06
Duren Sawit (2013-2019), SMP
Perguruan Rakyat 3 (2019-2021),
dan saat ini yang sedang ditempuh SMKN 66 JAKARTA. Saya mempunyai hobi

mendengar musik.

25


Click to View FlipBook Version