The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KD 3.8 Analisis dan Evaluasi Karya Seni Budaya Nusantara

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by satriyowibow, 2022-03-20 21:10:32

KD 3.8 Analisis dan Evaluasi Karya Seni Budaya Nusantara

KD 3.8 Analisis dan Evaluasi Karya Seni Budaya Nusantara

Keywords: Seni budaya,Satriyo Wibowo,Analisis dan evaluasi karya seni nusantara,SMK,Mapel Seni Budaya

KD 3.8

SENI BUDAYA

SMK Kristen 1 Surakarta
Satriyo Wibowo, S. Sn
KD 3.8

KD. 3.8

Analisis dan Evaluasi Karya Seni Budaya
Nusantara

PETA KONSEP

Analisis dan Menganalisa
Evaluasi
Karya Seni Rupa Musik
Budaya Tari Teater
Nusantara
Mengevaluasi

1

Analisis Karya Seni Budaya Nusantara
Analisis karya seni fokus pada penilaian terhadap kualitas penyusunan (komposisi) unsur-

unsur visual seperti warna, garis, tekstur, dan sebagainya yang terdapat dalam karya
tersebut. Analisis ini juga berkaitan juga dengan kualitas teknik dan bahan yang digunakan dalam
berkarya seni.

Bagaimana cara menganalisis karya seni?
Membandingkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai dengan karya yang sejenis.

Menetapkan tujuan atau fungsi karya yang dikritisi. Menetapkan sejauh mana karya yang
ditetapkan “berbeda” dari yang telah ada sebelumnya. Menelaah karya yang dimaksud dari segi
kebutuhan khusus dan segi tertentu yang melatarbelakanginya.

Apa saja yang harus dilakukan dalam kegiatan analisis karya?
1. memahami isi
2. memahami cara penafsiran
3. memahami kebudayaan
4. menganalisa kembali isi
5. memahami metode pembahasan

Evaluasi Karya Seni Budaya Nusantara
Apa yang dimaksud kegiatan evaluasi dalam apresiasi seni?

Evaluasi adalah kegiatan terencana untuk mengukur, menilai, dan keberhasilan suatu
program. Evaluasi merupakan cara terbaik untuk menguji efektivitas dan produktivitas.
Kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris, 'evaluation' yang memiliki berarti penilaian atau
penaksiran. Dalam kesenian kegiatan evaluasi dimulai dengan cara menijau atau menilai dalam
apresiasi dilakukan dengan me-review atau menonton ulang pertunjukan atau pameran atau
pagelaran, bila tidak ada cukup dengan mengingat ulang

Apa tujuan dari evaluasi seni?
Tujuan evaluasi pameran seni rupa adalah agar disetiap seni yang dibuat dikoreksi dalam
perbaikan untuk menuju karya yang lebih baik .

2

Apa yang dimaksud dengan mengevaluasi karya seni budaya Nusantara?

1. Membandingkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai.
2.Menetapkan tujuan atau fungsi karya yang dikritisi.
3.Menetapkan sejauh mana karya yang ditetapkan berbeda dari yang sudah ada sebelumnya

Seni Rupa

Menganalisis karya seni rupa merupakan suatu kegiatan yang bisa jadi cukup
membingungkan bagi beberapa kalangan. Namun, sebetulnya kita dapat memulainya dengan
mengapresiasinya dengan baik terlebih dahulu. Saat kita mampu mengapresiasinya dengan baik,
maka kita akan mulai melihat berbagai sisi yang selama ini belum kita temukan. Namun apresiasi
sendiri kadang kala tidak semudah itu untuk dilakukan. Apalagi jika karya yang ingin kita apresiasi
tidak menarik perhatian kita. Oleh sebab itu, memilih karya yang menarik perhatian kita
merupakan salah satu cara untuk melatihnya. Jika kita menyukai karya yang kita amati, maka
akan jauh lebih mudah bagi kita untuk mengapresiasinya secara penuh.

Saat kita mampu mengapresiasinya dengan penuh maka pendapat, pandangan, atau
interpretasi kita terhadap karya akan mengalir sehingga menghasilkan penafsiran yang mungkin
pencipta karyanya sendiri tidak pernah memikirkan atau bermaksud pada apa yang kita rasakan.
Hal ini adalah salah satu puncak dari apresiasi, di mana kita sebagai apresiator justru menciptakan
ulang karya yang kita apresiasi.

1. Analisis yang Holistik

Meskipun begitu, cara pandang kita pada hal yang kita sukai sebetulnya memiliki
kelemahan. Yakni daya apresiasi kita menjadi subjektif, personal, atau dilakukan karena kita
menyukainya. Saat sesuatu memiliki syarat seperti itu, besar kemungkinan analisis yang kita
lakukan tidak objektif atau berat sebelah. Seseorang yang sudah terlanjur jatuh hati pada
seseorang akan bersedia untuk “melakukan apa pun” baginya bukan? Saat ini terjadi, maka hasil
analisis kita pun kemungkinan besar tidak valid.

Selain dari sisi subjektif, kita juga harus mampu melakukan analisis dari sisi objektif.
Analisis yang dilakukan secara objektif tidak pandang bulu dan tidak mau tahu seperti apa karya
yang dianalisis. Saat melakukannya dengan cara ini, maka kita mampu melakukan analisis serta
kritik membangun yang adil dan setara bagi seluruh karya yang ada. Bagaimana caranya? Dengan
melihat wujud formalnya melalui analisis berdasarkan bentuk konkret yang ada seperti unsur &
prinsip seni rupa.

3

Oleh karena itu, analisa yang baik akan diterapkan pada berbagai segi yang menyelubungi
karya atau secara holistik, tidak terpecah menjadi satu sisi saja (pragmatik). Tentunya ada
bermacam pisau analisa yang dapat digunakan untuk melakukannya selain unsur dan prinsip seni
rupa di atas. Namun, kita dapat memulainya dari kacamata umum terlebih dahulu, yakni
menganalisis karya seni rupa berdasarkan jenis, fungsi, tema, dan tokoh.

2. Jenis
Jika kita menganalisis seni patung dan lukisan untuk dilihat yang mana yang lebih baik

maka kita tidak akan mampu menjawabnya secara adil. Mengapa? Karena keduanya merupakan
jenis karya seni yang berbeda. Menganalisis karya seni rupa haruslah dilakukan berdasarkan
jenisnya. Bukan hanya jenis fisik, saat kita menilai karya seni murni dan terapan juga maka hal
yang sama akan terjadi. Keduanya memiliki persepsi dan konsepsi penciptaan yang berbeda.

Lengkapnya, menurut Tim Kemdikbud (2018, hlm. 16) pengklasifikasian seni rupa dapat
dibuat berdasarkan jenisnya, yakni:

1. Seni Rupa Murni seperti lukisan, patung, dan grafis,
2. Seni Rupa Terapan seperti desain dan kriya.
3. Sedangkan dari segi bentuk dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yakni:

 Seni Rupa Dua Dimensi
 Seni Rupa Tiga Dimensi
 Seni Rupa Multi Dimensi, seperti Seni Rupa Pertunjukan (performance art),

environment art, happening art, video art, dan banyak lagi, termasuk seni-seni yang
dikategorikan menggunakan media baru (Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 16).

Pastikan terlebih dahulu jenisnya saat kita menganalisis karya seni rupa. Setiap jenis karya
seni rupa juga memiliki literasi yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk
mengklasifikasikan jenisnya terlebih dahulu sebelum mulai menganalisisnya, agar apa yang kita
lakukan tepat guna.

Seni Musik
Musik adalah pengungkapan ide melalui seni yang didasarkan pada pengorganisasian

bunyi atau suara menurut waktu. Unsur dasar musik berupa irama, melodi, dan harmoni. Unsur
lainn berupa gagasan, sifat, dan timbre. Untuk melihat keindahan dalam seni musik, maka
diperlukan suatu aktivitas kreativitas, salah satunya adalah dengan melakukan analisis.

4

Analisis musik cenderung ke prinsip-prinsip yang universal atau mencari rumusan-rumusan
konsep menyeluruh untuk menjelaskan makna, gramatika, dan mekanisme karya musik dan
menemukan nilai estetis musik.

Pengenalan nada-nada yang merupakan elemen unsur dasar melodi pada seni musik adalah
proses pembelajaran yang perlu dilakukan. Unsur-unsur musik terdiri dari beberapa kelompok
yang secara bersamaan membentuk lagu atau komposisi musik.

Banyak istilah dan simbol musik yang digunakan untuk sebutan nada, contohnya:
 Nada tonal: nada-nada diatonis untuk musik barat
 Nada modal: nada-nada pentatonis untuk musik daerah. Simbol musik yang berupa nada-
nada ada yang ditulis dengan angka, huruf, dan not balok.

Notasi sebagai simbol musik digunakan untuk menuliskan bunyi dan diam, dengan bermacam-
macam lama waktu atau panjang pendeknya bunyi dan diam itu. Bentuk nama not dan tanda
diam dalam sistem diatonis :

Unsur-Unsur di Dalam Musik
1. Pola Irama

Pola irama adalah bentuk susunan tertentu panjang pendek bunyi dan diam. Setiap bentuk lagu
mempunyai pola irama. Irama lagu terdiri dari beberapa pola irama. Pola irama yang sama
disebut pola irama rata, yaitu bentuk pola irama yang susunan panjang pendek bunyinya terbagi
rata atau sama atas pulsanya.
Pola irama tidak sama panjang disebut pola irama tidak rata, yaitu bentuk pola irama yang
susunan panjang pendek bunyinya tidak terbagi rata/tidak sama pulsanya. Pola irama yang
berulang-ulang disebut ostinato irama, yaitu bentuk pola irama yang dibunyikan atau terdengar
berulang-ulang.

2. Melodi
Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar
berurutan, berirama, dan mengungkapkan suatu gagasan. Melodi disebut juga untaian nada-
nada tunggal yang dikenal sebagai suatu kesatuan yang menyeluruh.

5

Melodi mempunyai arah, bentuk dan kesinambungan. Gerakan naik dan turun nada-nada melodi
menimbulkan kesan ketegangan dan penyelesaian. Melodi yang bergerak dalam interval-interval
kecil disebut melodi melangkah, yang bergerak dalam interval besar disebut melodi melompat.

3. Harmoni
Harmoni atau panduan nada adalah bunyi nyanyian atau permainan musik yang menggunakan
dua nada atau lebih, yang berbeda tinggi nadanya dan kita dengar serentak. Dasar harmoni ini
adalah trinada atau akor.

Trinada atau akor adalah bunyi gabungan tiga nada yang terbentuk dari salah satu nada dengan
nada terts dan kuinnya, atau dari salah satu nada dengan tertsnya dan berikutnya terts dari nada
yang baru, sehingga dikatakan juga terts bersusun.

Trinada atau akor diberi nomor dengan angka romawi sesuai dengan tingkat kedudukan nada
dasarnya dalam tangga nada. Angka romawi besar menunjukan trinada/akor mayor, angka
romawi kecil menunjukkan trinada/akor minor.

Fungsi penerapan akor adalah untuk menyusun sebuah komposisi lagu yang menerapkan dan
memadukan kelompok suara manusia. Wujud dari karya musik ini adalah dapat berbentuk
paduan suara. Paduan suara merupakan nyanyian bersama yang menggunakan dua suara atau
lebih.

Bentuk dan Struktur Lagu
Bentuk dan struktur lagu adalah susunan serta hubungan antara unsur-unsur musik dalam suatu
lagu sehingga menghasilkan suatu komposisi atau lagu yang bermakna. Elemen dari unsur bentuk
dan struktur musik antara lain wujud, motif, sekuen, repetisi, variasi, dan kontras.

1. Ekspresi
Ekspresi dalam musik adalah ungkapan pikiran dan perasaan yang mencakup semua nuansa dari
tempo, dinamik, dan warna nada. Unsur-unsur pokok musik, dalam pengelompokan frase
(phrasing) yang diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi, disampaikan kepada
pendengarnya. Elemen ekspresi terdiri dari tempo, dinamik, timbre, frase, karakter suara, gaya,
modulasi, transposisi.

6

2. Tempo
Tempo (tingkat kecepatan musik) adalah kecepatan gerak pulsa dalam lagu dengan gerak lambat,
sedang, dan cepat. Dinamik (tingkat volume suara) adalah keras lunaknya suara/bunyi. Timbre
adalah warna nada yang dihasilkan bergantung pada bahan sumber suara, gaya atau cara
memproduksi nadanya.

3. Frase
Frase adalah kalimat lagu, setiap satu kalimat yang dimaksud dibatasi dengan simbol koma (,)
yang berfungsi untuk bernafas, karakter suara, penggolongan suara, intensitas suara atau bunyi.
Gaya (style) suara/bunyi, adalah cara dalam melakukan penampilan/sikap.

4. Modulasi
Modulasi adalah proses pemindahan suatu tangga nada ke tangga nada lain dalam sebuah lagu.
Transposisi adalah pemindahan tangga nada dalam memainkan, menyanyikan, menuliskan
sebuah lagu dari tangga nada aslinya tetapi lagunya tetap sama.

Seni Tari
Pada tahap seni tari kita perlu tahu bagian-bagian tari yang bisa kita analisa, mari kita pelajari :

a. Analisa Simbol tari
Menganalisa symbol dalam gerak, contohnya gerak memanah dalam tari beksa panah dari
Kalimantan selatan, gerak ini memiliki kesamaan antara gerak dalam tari dengan gerak yang
sebenarnya atau dengan kata lain gerak memanah dalam tari. Jika analisis tari kandangan dari
jawa barat, terdapat ciri khas pada tarian tersebut yang dilakukan untuk keperluan estetis
tari dan tidak terkait dengan gerak sehari-hari, dengan demikian gerak alung soder adalah
gerak murni.
Menganalisa symbol dalam busana, busana tari Nusantara sangat beragam, busana tari di sini
bisa kita analisis. Contohnya tari Gawil dari Jawa Barat, busana yang dipakai yaitu jenis busana
bangsawan sunda pada abad ke-19. Simbol status kebangsawanan diperoleh dalam motif,
kain, model jas dan ttutup kepala serta aksesoris busana yang hanya di pakai oleh bangsawan
Sunda.
b. Analisa Bentuk Penampilan Tari
Analisa penampilan tari bisa kita lakukan dengan melihat penyajiannya.

7

 Menganalisa tari tradisional yang ditampilkan oleh penari tunggal
Jenis tari tradisional di Indonesia bisa di amati dari bagaimana tari tersebut ditampilkan
oleh seorang penari, tentu saja di sebut tari tunggal. Misalnya tari topeng klanan, dalam
topeng Cirebon menarikan tari tokoh klana dalam cerita Panji. Tari tunggal bisa juga
ditampilkan dengan kelompok.

 Mengamati tari tradisional yang ditampilkan secara berpasangan
Tari pasangan adalah tarian yang dibawakan oleh 2 orang penari, yang gerakannya saling
mengisi. Tari berpasangan juga bisa ditampilkan berkelompok, akan tetapi jumlahnya
harus genap.

 Menganalisa tradisional berkelompok
Tari ini bisa di bawakan oleh beberapa penari yang melakukan gerakan yang sama dan
jumlah penari lebih dari dua.

Seni Teater Nusantara

Berikut disajikan bentuk analisis dalam bentuk karya seni teater di tanah air.

a. Analisis Simbol dalam teater
1) Simbol visual
Bisa dilihat dalam wujud dan warna termasuk tubuh para pemain.
2) Simbol verbal
Bisa dilihat dalam kata-kata pemain baik melalui dialog maupun monolog,
ataupun narasi yang di bicarakan narrator atau dalang adalah symbol.
3) Simbol auditif
Bisa berupa symbol-simbol yang berbunyi atau symbol yang di timbulkan oleh
bunyi. Setiap bunyi selalu punya arti dan setiap nada memiliki makna.

b. Analisis ragam teknik pengungkapan gagasan teater
Hasil analisi mengenai ragam teknik ungkapan symbol dalam teater, antara lain sebagai
berikut ;
1) Penggarap teater biasanya hanya menghadirkan benda-benda yang khas dan
dapat mewakili suasana yang mau di hadirkan.
2) Bisa juga dengan lukisan atau print out foto, kanvas besar atau pada layar
belakang.
3) Pemakaian system pencahayaan, warna dan desain kostum para pemain serta
acting para pemain yang seolah-olah seperti perilaku menggambarkan situasi atau
kondisi tertentu.

c. Alanisis Kreasi naskah drama teater
Dari hasil analisis naskah drama teater bisa dipahami dengan ungkapan simbolik dalam
naskah drama dan dapat dituangkan melalui idiom kata, diksi, serta gaya Bahasa.
1) Gaya Bahasa

8

Gaya Bahasa berupa teknik pengelolaan Bahasa oleh pengarang dalam upaya
menghasilkan karya, gaya Bahasa tersebut dapat menciptakan suasana yang
berbeda-beda.
2) Diksi
Diksi disini merupakan pemilihan kata, kebahasaan agar mudah di terima oleh
pembaca, pendengar, atau penonton.
3) Idiom
Idiom merupakan gabungan kata yang memiliki makna, artinya ungkapan memiliki
makna baru setelah dua kata atau lebih menyatu.

References

Tahapan Analisis Karya Seni Budaya Nusantara Halaman all - Kompas.com
Ikhwan Yullanda, Buku Seni Budaya SMK/MAK B penerbit Bumi Aksara

9


Click to View FlipBook Version