The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ini dibuat guna memenuhi Tugas Ujian Ahir Semester pada Mata Kuliah Media Pembelajaran
Dosen Pengampu : Tika Mayang Sari, M.Pd
Disusun Oleh :
Indah Nursaumi (2001080013)
Denata Decaprio (2001080009)
Regita Oktafiani Ananda S. (2001080017)
TADRIS BIOLOGI
IAIN METRO

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 2001080013, 2022-12-20 17:58:57

Modul Klasifikasi Vertebrata

Modul ini dibuat guna memenuhi Tugas Ujian Ahir Semester pada Mata Kuliah Media Pembelajaran
Dosen Pengampu : Tika Mayang Sari, M.Pd
Disusun Oleh :
Indah Nursaumi (2001080013)
Denata Decaprio (2001080009)
Regita Oktafiani Ananda S. (2001080017)
TADRIS BIOLOGI
IAIN METRO

Keywords: Zoologi Vertebrata

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran serta anugerah akan ilmu
pengetahuan yang luas kepada kami, sehingga Penulis mampu menyusun dan
menyelesaikan modul klasifikasi vertebrata dengan tepat baik dan tepat waktu.

Modul ini disusun sebagai salah satu bentuk media pembelajaran yang membantu
mempermudah siswa untuk memahami materi klasifikasi vertebrata. Modul ini dilengkapi
dengan pembagian kelas vertebrata yang disertai dengan gambar dan menggunakan
bahasa yang lebih sederhana tanpa mengubah makna inti yang sesungguhnya.

Penulis tentu menyadari bahwa modul ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk modul ini, agar modul ini kedepannya dapat menjadi
modul pembelajaran yang lebih baik lagi. Tak lupa Penulis memohon maaf yang sebesar-
besarnya apabila terdapat banyak kesalahan pada modul ini

Penulis mengucapankan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan
mempermudah penulisan Modul Klasifikasi Vertebrata khususnya kepada dosen Media
Pembelajaran kami yang telah membimbing dalam menulis modul ini. Akhir kata, semoga
modul ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.

Metro, 07 Desember 2022

Penulis

ii | M o d u l K l a s i f i k a s i V e r t e b r a t a


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
BAB II CHORDATA ........................................................................................ 3

A. Pengertian Chordata ............................................................................ 3
B. Ciri-Ciri Chordata ................................................................................. 3
C. Klasifikasi Chordata .............................................................................. 5
D. Rangkuman Materi ............................................................................. 10
BAB III PISCES ..................................................................................... 11
A. Pengertian Pisces ............................................................................... 11
B. Ciri-Ciri Pisces ..................................................................................... 11
C. Klasifikasi Pisces ................................................................................. 12
D. Rangkuman Materi ............................................................................. 17
BAB IV AMPHIBIA.................................................................................. 18
A. Pengertian Amphibia ........................................................................... 18
B. Ciri-Ciri Amphibia ................................................................................ 10
C. Klasifikasi Amphibia ............................................................................ 20
D. Rangkuman Materi ............................................................................. 28
BAB V REPTILIA ..................................................................................... 29
A. Pengertian Reptilia ............................................................................. 29
B. Ciri-Ciri Reptilia ................................................................................... 30
C. Klasifikasi Reptilia .............................................................................. 31
D. Rangkuman Materi .............................................................................. 37
BAB VI AVES .......................................................................................... 38
A. Pengertian Aves.................................................................................. 38
B. Ciri-Ciri Aves ....................................................................................... 38
C. Klasifikasi Aves .................................................................................. 40
D. Rangkuman Materi .............................................................................. 50

iii | M o d u l K l a s i f i k a s i V e r t e b r a t a


BAB VII MAMALIA.................................................................................. 51
A. Pengertian Chordata .......................................................................... 51
B. Ciri-Ciri Chordata ................................................................................ 52
C. Klasifikasi Chordata ............................................................................ 53
D. Rangkuman Materi ............................................................................. 57

DAFTAR REFERENSI ................................................................................... 58

iv | M o d u l K l a s i f i k a s i V e r t e b r a t a


BAB I

PENDAHULUAN

Vertebrata merupakan salah satu bagian dari kajian mengenai zoologi.
Zoologi sendiri ini berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata zoion, yang
artinya adalah “hewan” dan logos, yang artinya “studi tentang”. Dengan
demikian zoologi dapat diartikan sebagai salah satu ilmu yang mempelajari
mengenai hewan, baik itu seperti perkembangan embrio, evolusi, distribusi
ekologi, prilaku, serta klasifikasi hewan. Zoologi ini adalah salah satu cabang
biologi yang mempelajari mengenai struktur, fungsi, perilaku, dan juga evolusi
hewan. Ilmu ini antara lain melingkupi biologi molekuler, anatomi
perbandingan, etologi, psikologi hewan, biologi evolusioner, ekologi perilaku,
paleontologi serta taksonomi .

Sejarah mengenai berkembangnya kajian ilmiah zoologi dimulai sejak
sekitar abad ke-16. Pelopor yang mulai menulis mengenai kajian zoologi ialah
Al Jahiz (164-225 H/780-868 M) dengan nama aslinya adalah Abu Amr Usman
Bin Bahr Al-Kinani Al-Fuqaimi Al-Bashri. Beliau adalah orang pertama yang
menulis mengenai ilmu hewan (Zoology) dan dinobaatkan menjadi Bapak
Zooologi pertama di dunia.

Vertebrata merupakan subfilum dari Chordata yang memiliki anggota
yang cukup besar dan paling dikenal. Subfilum vertebrata berdasarkan anatomi
tubuhnya dapat dimasukkan dalam kelompok Craniata, hal ini dikarenakan
karena hewan-hewan yang masuk dalam vertebrata sudah memiliki tulang
tengkorak atau dapat dikatakan bahwa semua hewan yang masuk dalam
golongan vertebrata sudah memiliki otak yang ukurannya relatif besar dan
sudah dilengkapi dengan tulang Cranium. Di samping itu juga sudah memiliki
tulang penyokong tubuh yang disebut Columna vertebralis, pembagian
tubuhnya sudah lengkap, yaitu terbagi atas kepala, leher, badan dan ekor.
Hampir semua organ tubuh terutama organ-organ reproduksinya mengalami


kemajuan baik dalam pertumbuhan, struktur dan fungsinya, kecuali bentuk dari

notochord, nervecord dan celah-celah insang.

Berdasarkan ada tidaknya rahang Vertebrata dibagi menjadi dua

kelompok yaitu Agnatha ( a = tidak, gnatho = rahang; tidak berahang ) dan

Gnathostomata (gnatho = rahang, stoma = lubang; mulutnya berahang).

Agnatha merupakan Vertebrata yang tidak berahang, memiliki rangka dari

rawan, lidah seperti parut, chorda tetap ada sepanjang hidup, hidup di laut dan

air tawar, spesies yang hidup tidak memiliki anggota badan yang berpasangan,

contohnya : Myxine (Hagfish) pemakan bangkai yang hidup di laut, mulut

dikelilingi oleh tentakel pendek; Petromyzon (Lamprey), bersifat anadromus

(hidup dewasa di laut dan berkembangbiak di air tawar), bersifat parasit hidup

menempel dan menghisap darah inangnya.

Gnathostomata merupakan Vertebrata yang mempunyai rahang,

notochord sebagian besar atau seluruhnya digantikan oleh vertebra pada

hewan dewasa pada sebagian besar spesies dan anggota badan berpasangan.

Berdasarkan bentuk alat geraknya, Gnathostomata dikelompokkan menjadi dua

kelompok besar (beberapa sumber menamakannya sebagai takson superkelas)

yaitu Pisces dan Tetrapoda. Dengan demikian pemetaan dari klasifikasi

vertebrata adalah sebagai berikut : Kelas

Filum Subfilum Super kelas Aghnata
Chondrichthyes
Urochordata Pisces

Chordata Cephalochordata

Osteichthyes

Vertebrata Amphibia
(Craniata)

Tertapoda Reptilia
Aves

Mamalia


BAB II
CHORDATA

A. Pengertian Chordata

Chordata berasal dari bahasa Yunani, yaitu chorde yang berarti
dawai/senar atau tali. Sesuai dengan namanya, anggota kelompok chordate
memiliki notokord (korda dorsalis) memanjang sebagai kerangka sumbu tubuh.
Animalia ini memiliki ciri-ciri multiseluler, heterotrof, eukariotik, dan tidak
memiliki dinding sel.

Chordata merupakan coelomata yaitu hewan yang mempunyai coelom
sejati. Chordata memiliki perkembangan embrio deuterostomous yaitu
perkembangan anusnya pada sisi blastopore. Secara mendasar Chordata
(chorda = notochord) mempunyai struktur yang berbeda dengan Invertebrata.
Letak dari sistem saraf Chordata sebelah dorsal, sedangkan pada Invertebrata
letaknya ventral. Beberapa tahap pada perkembangan Chordata mempunyai
notochord, yaitu batang rangka primitif di sebelah bawah sistem saraf pusat.
Chordata juga mempunyai lubang-lubang lateral pada saluran pencernaan
depan (faring) yaitu celah visceral, meskipun pada Chordata tingkat tinggi
keberadaannya bersifat sementara. Selain itu Chordata memiliki sistem
peredaran darah yang berbeda dengan Invertebrata, sebab jantung Chordata
terletak ventral dari sistem pencernaan makanan dan darah mengalir dari
anterior ke posterior melalui pembuluh dorsal. Sedangkan pada Invertebrata,
jantung terletak dibagian dorsal dan darah mengalir ke arah anterior pada
pembuluh dorsal.

B. Ciri- Ciri Chordata

Chordata adalah filum hewan yang dapat dengan mudah kita kenali
dengan melihat ciri-cirinya. Biasanya pada hewan chordata memiliki empat ciri
utama yang muncul selama perkembangan embrionik. Ciri-ciri chordata
diantaranya :


1. Mempunyai notochord, yaitu suatu tangkai pendukung atau semacam
tulang rawan yang memanjang di bagian dorsal tepatnya di bawah susunan
saraf. Notochord berfungsi sebagai pendukung tubuh. Pada tahap
embrionik semua chordata dan pada tahap dewasa dari beberapa spesies
chordata memiliki Notochord.

2. Tali saraf dorsal (nervecord), adalah tabung yang berasal dari serat saraf
yang berkembang menjadi sistem saraf pusat, yang terdiri dari otak dan
sumsum tulang belakang dalam vertebrata. Pada chordata, terletak dorsal
ke notochord. Sebaliknya, filum hewan lainnya dicirikan oleh tali saraf padat
yang terletak di bagian ventral atau lateral.

3. Celah faring, merupakan celah atau bukaan di faring (daerah tepat di
belakang mulut) yang meluas ke lingkungan luar. Pada organisme yang
tumbuh di habitat perairan, celah ini memungkinkan untuk keluarnya air
yang masuk ke dalam mulut saat makan. Pada beberapa invertebrata
chordata, celah faring digunakan sebagai filter makanan dari air yang masuk
ke mulut, sementara pada ikan vertebrata celah ini dimodifikasi atau
berkembang menjadi celah insang. Embrio manusia juga memiliki insang,
namun menghilang sebelum kita dilahirkan dan jaringan berkembang
menjadi struktur lain di kepala serta leher.

4. Ekor post-anal, merupakan perpanjangan posterior tubuh yang mengarah
ke anus. Ekor mengandung komponen kerangka dan otot, sehingga
membantu mendorong pergerakan hewan air seperti ikan. Pada hewan
vertebrata juga digunakan untuk memberikan keseimbangan, menarik
pasangan, dan memberikan persinyalan saat bahaya sudah dekat. Ekor
post-anal juga menyusut pada manusia dan kera.

5. Chordata sudah memiliki organ-organ pencernaan seperti mulut, faring,
usus, dan anus. Mereka umumnya adalah hewan yang makan dengan
menyaring partikel makanan. Organ yang berfungsi untuk menyaring
makanan tersebut adalah lekukan bersilia yang terletak pada faring (disebut
endostyle).

6. Berkembang biak secara seksual dengan fertilisasi eksternal. Sperma dan
telur dilepaskan ke air di mana pembuahan akan berlangsung. Sedangkan


tunicata mayoritas adalah hermafrodit dan perkembangbiakan dapat terjadi
secara seksual atau aseksual (dengan bertunas).

C. Klasifikasi Chordata

Berdasarkan notochordnya, chordata dapat diklasifikasikan menjadi 4

Subfilum yaitu : Hemichordata, Urochordata, Cephalochordata, dan Vertebrata.

SubFilum Letak
Notochord

Filum Hemichordata Bagian depan
Urochordata (ventral).
Chordata Cephalochordata
Bagian ekor

Sekujur tubuh

Vertebrata Bagian belakang
(Craniata) (dorsal)

1. Hemichordata
Hemichordata adalah salah satu anggota filum invertebrata laut yang

menempati habitat pada berbagai kedalaman di samudera luas.
“Hemichordata” berasal dari bahasa Yunani yaitu hemi yang artinya
setengah dan bahasa latin chorda yang artinya tali/kord (Bateson, 1885).
Secara umum Hemichordata memiliki karakteristik sebagai berikut :
hidupnya soliter atau berkoloni, memiliki tubuh yang halus, bentuknya
seperti cacing, sebagian besar merupakan hewan tubicolous, bentuk
tubuhnya simetris bilateral dan bersipat triploblastic, tubuhnya tidak
terpisah secara segmentasi tetapi terbagi menjadi tiga bagian yang berbeda
yaitu proboscis, collar, dan trunk, dinding tubuhnya memiliki epidermis
berlapis tunggal, buccal diverticulum terbentuk dari bagian atas rongga
buccal sampai ke dalam rongga proboscis, memiliki banyak celah insang
permanen, saluran pencernaannya berbentuk tabung lurus atau
membentuk hurup U. Berdasarkan perkembangan terbaru hemichordata


sudah tidak dimasukkan kedalam filum chordata, hal ini dikarenakan
hemichordata memiliki ciri-ciri yang lebih mendekati atau lebih mirip dengan
hewan invertebrata. Subfilum Hemichordata memiliki 3 kelas yaitu
Enteropneusta contohnya Saccoglossus Kowalevskii, Pterobranchia
contohnya Rhabdopleura Normani., dan Planctosphaeroidea contohnya
Planctosphaera Pelagica.

Kingdom : Animalia
Sub kingdom : Eumetzoa
Superfilum Deuterostomia
Famili : Harrimanidae
Species : Saccoglossus Kowalevskii

Gambar 1. Saccoglossus Kowalevskii
Sumber : duniahewanhobbyku.blogspot.com
Kingdom : Animalia
Sub kingdom : Eumetzoa
Superfilum Deuterostomia
Famili : Torquaratoridae
Species : Rhabdopleura Normani

Gambar 2. Rhabdopleura Normani
Sumber : duniahewanhobbyku.blogspot.com


Kingdom : Animalia
Sub kingdom : Eumetzoa
Superfilum Deuterostomia
Famili : Rhabdopleuridae
Species : Planctosphaera Pelagica

Gambar Planctosphaera Pelagica
Sumber : duniahewanhobbyku.blogspot.com
2. Urochordata
Urochordata adalah Chordata invertebrata yang memiliki
pembungkus luar yang keras yang disebut tunik sehingga Urochordata juga
sering dikenal sebagai Tunicata. Secara umum Urochordata memiliki
karakteristik sebagai berikut : habitat utamanya di laut, hidup secara soliter
atau berkoloni, memiliki tiga karakteristik chordata berupa ekor pasca anus
yang berotot, notochord dan tali saraf dorsal berlubang hanya pada saat
fase larva, faringnya berkembang dengan baik pada saat dewasa sehingga
memenuhi sebagian besar volume tubuhnya. Secara klasifikasi Urochordata
dikelompokkan menjadi tiga kelas yaitu Ascidiacea, Thaliacea, dan
Larvacea. Contohnya ada Molgula sp.
Kingdom : Animalia
Philum : Chordata
Subfilum : Tunicata
Class : ascidiaceae
Ordo : Stolidobrachia
Famili : Molulidae
Genus molugula
Species : Molgula sp


Gambar 4. Molgula sp.
Sumber : www.flickr.com
3. Cephalochordata
Secara umum Cephalochordata memiliki karakteristik sebagai
berikut: bentuknya menyerupai ikan kecil, notokordnya terbentang pada
seluruh panjang tubuhnya, memiliki tabung neural dorsal dan tanpa otak,
faring besar dengan banyak celah insang yang terbuka kearah dinding
ectoderm antrium, celah insang dapat disetarakan dengan stigmata pada
Urochordata, faring mempunyai endostil dan saluran bersilia, dinding tubuh
Nampak bersegmen, dan bahkan gonadnya juga bersegmen. Mempunyai
rongga tubuh yang jelas, organ pengeluarannya tersusun secara segmental.
Secara klasifikasi Cephalochordata terdiri dari dua genus, yaitu : Asymetron
dan Branchiostoma (Amphioxus) (Indriwati, 2013).
Kingdom : Animalia
PhIilum : Chordata
Subfilum : Cephalochordata
Class : Leptocardii
Famili : Branciostomatidae
Genus : Branciostoma
Species : Branchiostoma lanceolatum

Gambar 5. Branchiostoma lanceolatum
Sumber : www.alamy.com


4. Vertebrata
Kata “vertebrata” berasal dari Bahasa Latin “vertebratus,” yang

berarti “sendi tulang belakang.” Inilah karakteristik utama hewan ini yang
membuat rangka tubuh mereka kokoh, tetap memiliki kelenturan, dan
membuat ruang untuk evolusi sistem saraf yang lebih kompleks. Kita tahu
bahwa Vertebrata berevolusi dari Nonvertebrata Chordata, oleh karenanya
banyak sifat-sifat dari Nonvertebrata Chordata yang diturunkan dan ada
pula yang berkembang (mengalami modifikasi). Vertevrata diklasifikasikan
menjadi 2 Superkelas, yaitu Superkelas Pisces dan Tetrapoda.

Gambar 6. Vertebrata
Sumber : sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id


D. Rangkuman Materi

 Chordata berasal dari bahasa Yunani, yaitu chorde yang berarti
dawai/senar atau tali. Anggota kelompok chordate ditandai dengan adanya
notokord (korda dorsalis).

 Berdasarkan letak notochordnya, chordata dibagi menjadi Hemichordata,
Urochordata, Cephalochordata, dan Vertebrata.

 Hemichordata hidupnya soliter atau berkoloni dengan tubuh yang halus,
bentuknya seperti cacing, dan notocordnya terletak dibagian ventral.

 Urochordata memiliki pembungkus luar yang keras yang disebut tunik,
dengan notochord terletak dibagian ekor.

 Cephalochordata bentuknya menyerupai ikan kecil, notokordnya
terbentang pada seluruh panjang tubuhnya.

 Vertebrata memiliki rangka tubuh mereka kokoh, tetap memiliki
kelenturan, dan membuat ruang untuk evolusi sistem saraf yang lebih
kompleks


BAB III
PISCES

A. Pengertian Pisces

Pisces (ikan) merupakan seekor hewan yang hidup didalam air, mereka
dapat bernafas didalam air karena mempunyai insang . Pisces ini dapat
ditemukan di air tawar (danau maupun sungai) atau air asin (laut maupun
samudra). Pisces merupakan hewan yang berdarah dingin (poikiloterm),yang
artinya suhu tubuhnya berubah-ubah sesuai dengan suhu air ditempat dia
hidupnya. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling banyak beraneka
ragam, dengan jumlah spesies kurang lebih dari 27.000 spesies di seluruh
dunia. Struktur tubuh ikan sebagian besar ini dibentuk oleh rangkanya, tulang
penyusun tubuhnya ada tulang rawan, dan juga adapula tulang sejati. Insang
dan ekor yang dimiliki mereka masing-masing dapat membantu mereka untuk
bergerak dengan cepat didalam air.

B. Ciri-Ciri Pisces

Secara umum pisces memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Mempunyai sirip untuk bergerak (sirip dada, punggung, perut, anal,dan

ekor)
2. Dapat Berkembang biak secara bertelur
3. Mempunyai endoskeleton
4. Bernapas dengan insang
5. Memiliki sisik yang licin atau berlendir
6. Merupakan hewan poikiloterm
7. Peredaran darahnya tertutup tunggal


C. Klasifikasi Pisces
Pisces dibagi ke dalam 3 kelas yakni Agnatha ( ikan tidak berahang )

Chondrichthyes ( ikan bertulang rawan ) serta Osteichthyes ( ikan bertulang
sejati )

Agnatha Tidak berahang

Pisces Chondrichthyes Bertulang
rawan

Osteichthyes Bertulang sejati

1. Agnatha
Istilah dari kata Agnatha ini berasal dari bahasa yunani yang berarti

tidak serta gnathus yang artinya adalah rahang. Agnatha ini terdapat di
Amerika Utara serta juga Eropa. Sebagian besar dari Agnatha ini didasar
perairan laut atau kiga air tawar dengan mengkonsumsi bangkai atau juga
parasit yang ada pada ikan yang lainnya. Bentuk tubuh dari Agnatha ini
silindris yang akan memanjang dan memiliki ukuran itu berkisar 76-90 cm.
Agnatha ini tidak memiliki suatu rahang tapi agnatha ini memiliki mulut yang
bisa berbentuk sebuah lingkaran dan juga berparut, memiliki lidah dan juga
gigi yang akan tersusun dari zat tanduk, tidak mempunyai sirip yang
berpasangan, tidak bersisik, dan juga mempunyai tubuh yang lunak serta
berlendir. Belut laut termasuk hewan hemaprodit protogini yaitu mengalami
perubahan kelamin dalam hidupnya. Pada awal kehidupan, belut muda
berkelamin betina, kemudian berubah menjadi jantan ketika sudah dewasa.
Contoh spesies Agnatha ialah Macrotema Caligans

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata
Super Kelas : Pisces

Subkelas : Teleostei
Famili : Palaemonoidae

Ordo : Synbranchoidae
Genus : Synbranchus
Species : Macrotema caligans (belut laut).


Gambar 7. Macrotema Caligans
Sumber : www.dictio.id

2. Chondrichthyes
Chondrichthyes di dalam bahasa Yunani Chondros artinya adalah

rawan serta Ichthyes yang artinya adalah ikan, Chondrichthyes ini
mempunyai bentuk tubuh yang tertutup oleh sisik-sisik plakoid kasar yang
berisi dentin (mesodermal) dan dilapisi dengan email ( ektodermal ) Pada
otot-otot tubuh nya itu memiliki segmen (miotom). Rangka (endoskeleton)
itu tersusun dari adanya tulang rawan Chondrichthyes ini juga memiliki 2
pasang sirip dilengkapi dengan sirip ekor yang pada umumnya itu adalah
heteroserkal ( lobus dorsal lebih besar ). Mulutnya yang terletak pada
bagian bawah ( ventral ) serta lidah & rahang. Rahang tertutup oleh gigi,
pada alat pencernaan Chondrichthyes ini mulai dari mulut, faring,
esophagus, lambung usus, rectum mapun juga kloaka. Kloaka ini
merupakan sebuah lubang keluar sistem pencernaan. Sistem ekskresi serta
sistem reproduksi, lubang hidungnya itu berpasangan serta juga memiliki
fungsi untuk indra penciuman. Alat kelamin yang terpisah serta juga
fertilisasi terjadi dengan secara ekternal atau internal. Chondrichthyes ini
juga memiliki sifat ovipar atau ovovivipar. Contoh dari Chondrichthyes : ikan
hiu ( Squalus sp ), dan ikan pari (Makararaja sp).

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Pravfilum ; Chondricthyes
Kelas : Elasmobranchiii
Ordo : Squaliformes


Famili : Squalidae
Genus : Squalus
Species : Squalus sp.

Gambar 8. ikan hiu ( Squalus sp ),
Sumber : www.fishbase.se

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Pravfilum ; Chondricthyes
Kelas : Elasmobranchiii
Ordo : Rajiformes
Famili : Myliobatidae
Genus : Manta
Species : Makaraja sp

Gambar 9. ikan pari (Makararaja sp).
Sumber : www.klikdokter.com

3. Osteichthyes
Osteichthyes dalam bahasan Yunani Osten yang berarti tulang

sedangkan ichthys yang berarti ikan. Osteichthyes hidup di air laut, air tawar


dan juga rawa-rawa. Osteichthyes memiliki ukuran tubuh yang beragam
antara 1 cm-6 m. Osteichthyes ialah ikan yang memiliki tulang sejati dengan
endoskeleton yang mengandung matriks kalsium fosfat yang keras. Kulit
yang ditutupi oleh sisik bertipe ganoid, sikloid atau stenoid, namun ada juga
yang tidak bersisik. Otot tubuh yang bersegmen-segmen, mulut berahang
dengan gigi dan lidah.

Osteichthyes bernapas dengan insang yang ditutupi dengan
operculum ( tutup insang ), osteichthyes mempunyai gelembung renang
dengan fungsi membantu pernapasan dan sebagai alat dalam hidrostatik
yaitu menyesuaikan berat tubuh dengan kedalaman air. Darah yang
memiliki warna pucat dengan kandungan eritrosit berinti dan leukosit.
Osteichthyes memiliki limpa yang berwarna merah. Osteichthyes
memilikialat pencernaan yang lengkap mulai dari mulut, faring, esophagus,
lambung, usus dan anus. Antara lambung dengan usus dipisahkan oleh
katup.

Osteichthyes memiliki hati yang berukuran besar dan kantung
empedu. Osteichthyes memiliki pankreas yang tidak jelas keberadaannya,
alat eksresi yang berupa sepasang ginjal yang berwarna kehitaman dan
urine yang dikeluarkan melalui sinus urogenital. Alat indra yang berupa
mata, telinga, saku olfaktoris pada moncong dan gurat sisi yang digunakan
untuk mendeteksi adanya perubahan tekanan arus air. Alat kelamin terletak
terpisah. Umumnya bersifat ovipar dan fertilisasi internal namun ada juga
vivipar dan fertilisasi ekternal. Pada saat ini terdapat sekitar 300.000 spesies
Osteichthyes yang teridentifikasi. Contoh Osteichthyes : ikan perak
(Cymatogaster aggregata ).

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Pravfilum ; Osteichthyes
Kelas : Actinopterigy
Ordo : Perciformes
Famili : Embitocidae


Genus : Cymatogaster
Species : Cymatogaster aggregata

Gambar 10. ikan perak (Cymatogaster aggregata)
Sumber : www.fishbase.se


D. Rangkuman Materi

 Pisces merupakan super kelas dari subfilum Vertebrata, yang memiliki
keanekaragaman yang sangat besar.

 Berdasarkan klasifikasinya Super kelas Pisces dibagi menjadi tiga kelas,
yaitu Agnatha (Ikan tak berahang), Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)
dan Osteichthyes (ikan bertulang keras)

 Ikan bertulang rawan memiliki rangka yang fleksibel,terbuat dari tulang
rawan serta memiliki perkembangan rahang dan sirip yang sangat baik.
Mereka bernafas dengan insang, sebagian besar melahirkan dan ada juga
yang menetaskan telurnya dalam tubuh induk.

 Ikan bertulang keras ,bernafas dengan insang dan menghasilkan telur tanpa
cangkang dalam jumlah yang sangat besar. Mereka dapat ditemukan hidup
di air tawar dan air laut.

 Habitat dan penyebaran ikan bertulang keras dan bertulang rawan sangat
melimpah di laut dan di hampir setiap habitat air tawar.


BAB IV

AMPHIBIA

A. Pengertian Amphibi

Amfibi berasal dari kata Amphi (ganda) dan Bios (hidup), memiliki arti
bahwa amfibi merupakan hewan yang dapat hidup di dua alam yaitu air
maupun darat. Suhu tubuh amfibi tergantung pada suhu lingkungan atau
ectoter. Iklim, topografi tanah dan vegetasi sangat mempengaruhi amfibi.
Dalam areal sempit ataupun luas, akan selalu berhubungan dan membentuk
komunitas biotik. Amfibi memiliki kulit yang licin dan berkelanjar, serta tidak
bersisik. Sebagian besar mempunyai anggota gerak menggunakan jari
(Mistar,2008).

Jenis vertebrata pertama yang melakukan perpindahan pertama dari
kehidupan di air menuju kehidupan di tanah adalah amfibi. Kolonisasi awal
habitat daratan, garis zaman amphibian tidak pernah secara penuh
mengikatkan hubungan mereka ke habitat air. Hampir semua amfibi memiliki
kulit yang tipis dan halus. Dari semua jenis amfibi yang ada, katak dan kodok
merupakan jenis amfibi yang mudah dikenali (Deric,2012).

Amfibi mengalami metamorfosis. Pada masa awal kehidupannya, amfibi
hidup diair, tetapi ketika beranjak dewasa, amfibi hidup didarat.
Perkembangbiakannya terjadi dengan cara bertelur dan pembuahan eksternal.
Amfibi termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm) dan mempunyai kulit
yang selalu basah oleh lendir untuk membantu pernapasaannya
(Furqonita,2006).

Amfibi merupakan salah satu komponen penyusun ekosistem yang
memiliki peranan sangat penting, baik secara ekologis maupun ekonomis. Saat
ini diduga telah terjadi penurunan populasi amfibi, bahkan di beberapa tempat
mulai terjadi kelangkaan yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab,
seperti kerusakan ekosistem, hilang dan berubahnya habitat, kontaminasi zat
pencemar lingkungan, perubahan kondisi iklim global, eksploitasi berlebihan,
hujan asam, radiasi ultraviolet, deplesi ozon, spesies introduksi serta penyakit.


Kenyataan tersebut sangat mengkhawatirkan kelestarian amfibi dan secara
tidak langsung akan mempengaruhi sistem kehidupan (Irham,2010).

B. Ciri-Ciri Amphibi

1. Merupakan kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata)
2. Endoskeleton tersusun atas tulang sejati (bony skeleton)
3. Umumnya berkulit lunak dan lembap, serta banyak mengandung pembuluh

darah, sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai organ respirasi
alternatif selain insang & paru-paru.
4. Kulitnya mengandung kelenjar lendir dan racun
5. Memiliki peredaran darah tertutup
6. Matanya memiliki selaput yang disebut membran niktitans yang melindungi
mata saat menyelam
7. Respirasi dapat secara terpisah, atau dalam kombinasi paru-paru, kulit, dan
insang
8. Pada saat dewasa jantung beruang 3 ruang, terdiri atas 2 atrium dan 1
ventrikel
9. Ectothermy atau Poikilotherm (suhu tubuh tidak tetap dan bergantung pada
suhu lingkungan, biasanya suhu tubuh lebih rendah dari suhu lingkungan)
10.Amfibi merupakan satu-satunya vertebrata yang mengalami metamorfosis
lengkap, tetapi ada pula yang selama hidupnya dalam bentuk larva.
Termasuk pula peralihan habitat tempat hidupnya dari perairan menuju
darat (biphasic life cycle)
11.Mempunyai alat gerak berpasangan, yaitu sepasang tungkai depan dan
sepasang tungkai belakang, sehingga amfibi dikelompokkan pula ke dalam
tetrapoda
12.Fertilisasi tipe eksternal atau internal. Tipe fertilisasi yang berbeda
berhubungan pula dengan sistem reproduksi pada kedua jenis kelamin pada
takson ini (Morgan, 2004)


C. Klasifikasi Amphibi

Amfibi (amphibia) terbagi menjadi tiga ordo yaitu anura (kodok dan

katak), caudata (salamander), dan gymnophiona (sesilia).

1. Ordo Anura

Nama anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Seperti namanya,

anggota ordo ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala

bersatu dengan badan, tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang

baik. Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan. Hal ini

mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat. Pada beberapa famili

terdapat selaput diantara jari- jarinya. Membrana tympanum terletak di

permukaan kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di belakang

mata. Kelopak mata dapat digerakkan. Mata berukuran besar dan

berkembang dengan baik. Fertilisasi secara eksternal dan prosesnya

dilakukan di perairan yang tenang dan dangkal.

Ada 5 Famili yang terdapat di Indonesia yaitu Bufonidae,

Megophryidae, Ranidae, Microhylidae dan Rachoporidae. Ordo ini terdiri

atas sekitar 55 famili dengan jumlah spesies mencapai 6.455 di seluruh

dunia. Indonesia memiliki 351 spesies kodok dan katak yang telah

teridentifikasi. Contoh amfibi dari ordo Anura yang hidup di Indonesia

antara lain: Huia Masonii (Kongkang Jeram), Bufo Melanostictus,

Kalophrynus pleurostigma, Spea hammondii , dan lngerophrynus biporcatus

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amphibia

Ordo : Anura

Famili : Ranidae

Genus : Huia
Spesies : Huia Masonii


Gambar 11. Huia Masonii (Kongkang Jeram)

Sumber : alamendah.org

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amphibia

Ordo : Anura

Famili : Bufonidae

Genus : Bufo

Spesies : Bufo Melanostictus

Kingdom Gambar 12. Bufo Melanostictus
Filum Sumber : researchgate.net
Kelas
Ordo : Animalia
Famili : Chordata
Genus : Amphibia
Spesies : Anura
: Microhylidae
: Kalophrynus
: Kalophrynus pleurostigma


Gambar 13. Kalophrynus pleurostigma

Sumber : hutanharapan.id

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amphibia

Ordo : Anura

Famili : Scaphiopodidae

Genus : Hammondii

Spesies : Spea hammondii

Gambar 14. Spea hammondii

Sumber : calphotos.berkeley.edu

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amphibia

Ordo : Anura

Famili : Bufonidae

Genus : lngerophrynus

Spesies : lngerophrynus biporcatus


Gambar 15. lngerophrynus biporcatus

Sumber : pixabay.com

2. Ordo Urodela
Ordo ini mempunyai ciri bentuk tubuh memanjang, mempunyai

anggota gerak dan ekor serta tidak memiliki tympanum (system syaraf yang
berfungsi sebagai pendengaran). Tubuh dapat dibedakan antara kepala,
leher dan badan. Beberapa spesies mempunyai insang dan yang lainnya
bernafas dengan paru-paru. Pada bagian kepala terdapat mata yang kecil
dan pada beberapa jenis, mata mengalami reduksi. Fase larva hampir mirip
dengan fase dewasa. Anggota ordo Urodela hidup di darat akan tetapi tidak
dapat lepas dari air. Pola persebarannya meliputi wilayah Amerika Utara,
Asia Tengah, Jepang dan Eropa. Salamander merupakan kelompok
Amphibia yang berekor.

Mereka secara umum dicirikan seperti kadal. Semua anggota dari
family ini memiliki ekor yang panjang, tubuh silinder yang memanjang serta
kepala yang berbeda. Sebagian besar memiliki tungkai yang berkembang
dengan baik, biasanya pendek tergantung pada ukuran tubuh.
Tengkoraknya mereduksi dikarenakan adanya beberapa bagian yang
menghilang. Sebagian besar anggotanya memiliki fertilisasi internal meski
tak satu pun anggota dari family ini yang memiliki organ kopulasi. Fertilisasi
internal terjadi ketika jantan mendepositkan spermatopora yang kemudian
akan diterima oleh betina melalui bibir kloakanya. Salamander memiliki
tubuh yang memanjang dan memiliki ekor. Sebagian besar Salamander
memiliki empat kaki, meskipun tungkai pada beberapa spesies. Dikenal juga
sebagai salamander. Ordo ini terdiri atas 10 famili dengan total spesies
mencapai 671 jenis. Ordo ini tidak terdapat di Indonesia. Contoh hewan


amfibi dari ordo Caudata antara lain: Salamander Raksasa Cina (Andrias
davidianus), Plethodon cinereus (Salamander punggung merah), Hynobius
kimurae (Asiatic Salamanders).
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Caudata
Famili : Cryptobranchidae
Genus : Andrias
Spesies : Andrias davidianus

Kingdom Gambar 16. Andrias davidianus
Filum Sumber : www.edgeofexistence
Kelas : Animalia
Ordo : Chordata
Famili : Amphibia
Genus : Caudata
Spesies : Plethodontidae
: Plethodon
: Plethodon cinereus

Gambar 17. Plethodon cinereus
Sumber : inherpatlas.org


Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Caudata
Famili : Hynobiidae
Genus : Hynobius
Spesies : Hynobius kimurae

Gambar 18. Hynobius kimurae

Sumber : www.biolib.cz

3. Ordo Gymnophiona
Ordo ini mempunyai anggota yang ciri umumnya adalah tidak

mempunyai kaki sehingga disebut Apoda. Tubuh menyerupai cacing (gilig),
bersegmen, tidak bertungkai, dan ekor mereduksi. Hewan ini mempunyai
kulit yang kompak, mata tereduksi, tertutup oleh kulit atau tulang, retina
pada beberapa spesies berfungsi sebagai fotoreseptor. Di bagian anterior
terdapat tentakel yang fungsinya sebagai organ sensory. Kelompok ini
menunjukkan 2 bentuk dalam daur hidupnya. Pada fase larva hidup dalam
air dan bernafas dengan insang. Pada fase dewasa insang mengalami
reduksi, dan biasanya ditemukan di dalam tanah atau di lingkungan akuatik.
Fertilisasi pada Caecilia terjadi secara internal.

Ordo Caecilia mempunyai 5 famili yaitu Rhinatrematidae,
Ichtyopiidae, Uraeotyphilidae, Scolecomorphiidae, dan Caecilidae. Famili
Caecilidae mempunyai 3 subfamili yaitu Dermophinae, Caecilinae dan
Typhlonectinae. Famili yang ada di Indonesia adalah Ichtyopiidae. Ordo ini


memiliki total spesies mencapai 200 jenis. Amfibi anggota ordo
Gymnophiona yang hidup di Indonesia (pulau Sumatera, Jawa, dan
Kalimantan) adalah dari genus Ichthyophis sp. Beberapa jenis yang hidup
di Indonesia antara lain :Ichthyophis fitzinger, Siphonops Annulatus dan
Sesilia

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Gymnophiona
Famili : Ichthyphiidae
Genus : Ichthyophis
Spesies : Ichthyophis fitzinger

Gambar 19. Ichthyophis fitzinger

Sumber : vietnamheritage.com.vn

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amfibi

Ordo : Gymnophiona

Famili : Siphonopidae

Genus : Siphonops

Spesies : Siphonops Annulatus


Gambar 20. Siphonops Annulatus

Sumber : hcdn.sci.news

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amfibi

Ordo : Gymnophiona

Famili : Caeciliidae

Genus : Sesilia

Spesies : Sesilia

Gambar 21. Sesilia
Sumber : infosavana


E. Rangkuman Materi

 Amphibi adalah jenis vertebrata pertama yang melakukan perpindahan
pertama dari kehidupan di air menuju kehidupan di tanah

 Amfibi mengalami metamorfosis. Pada masa awal kehidupannya, amfibi
hidup diair, tetapi ketika beranjak dewasa, amfibi hidup didarat.

 Ordo anura mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala bersatu
dengan badan, tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik.
Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan.

 Ordo Urodela mempunyai ciri bentuk tubuh memanjang, mempunyai
anggota gerak dan ekor serta tidak memiliki tympanum (system syaraf yang
berfungsi sebagai pendengaran).

 Ordo Apoda tubuhnya menyerupai cacing (gilig), bersegmen, tidak
bertungkai, dan ekor mereduksi. Hewan ini mempunyai kulit yang kompak,
mata tereduksi, tertutup oleh kulit atau tulang, retina pada beberapa spesies
berfungsi sebagai fotoreseptor


BAB V

REPTILIA

A. Pengertian Reptil

Reptil atau binatang melata adalah kelompok hewan yang bertulang
belakang (verteberata) yang berdarah dingin dan memiliki kulit bersisik. Ukuran
reptil berpariasi ada yang ukurannya hanya 1,6 cm, yaitu sejenis tokek kecil,
ada juga reptil yang berukuran mencapai 6 meter dengan berat 1 ton, yaitu
buaya. Munculnya reptil pertama mucul lebih dari 300 juta tahun lalu dan
menghasilkan banyak keturunan yang unik, salah satunya dinasaurus. Saat ini,
tealah dikenali lebih dari sekitar 8.700 jenis reptil yang menghuni setiap benua,
kecuali Antartika. Pada dasarnya reptil dapat dijumpai di perairan tawaer
seperti sungai, rawa, danau, lahan basah, hingga di daerah air payau. Para
reptil kebanyakan memangsa ikan, mamalia, moluska, krustasea, maupun
bangsa reptil sendiri sebagai makanan mereka.

Mayoritas spesies reptile berkembang biak secara ovivar (bertelur),
namun ada juga yang secara viviper (melahirkan) seperti pada golongan
squamata,yaitu beberapa jenis kadal dan ular tanah. Pada umunya sisik pada
kulit reptile menjaganya dari kekeringan paru-parunya sangat kuat dan efesien,
serta telurnya terlindungi dalam cangkang yang keras. Reptil berdarah dingin
sehingga mereka mangatur suhu tubuhnya dengan berteduh atau berbaring di
bawah sinar matahari. Meraka adalah pengguna makanan yang efesien dan
dapat bertahan hidup dalam kawasan yang nutrisinya buruk. Tiap – tiap jenis
reptil memiliki kemampuan istimewa. Contohnya, bunglon mampu
mengubahwarna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya
sehingga keberadaannya tersamarkan. Contoh lainnya ukar berbisa
menggunakan bisanya untuk mematikan atau melumpuhkan musunya.


B. Ciri-Ciri Reptil

1. Tubuh dibunngkus oleh kulit kering yang bersisik atau menanduk, biasanya
dengan sisik atau bercarapace, beberapa ada yang memiliki kelenjar
permukaan kulit.

2. Mempunyai dua pasang anggota , yang masing-masing 5 jari dengankuku-
kuku yang cocok untuk lari, mencengkram dan naik pohon. Bagi yang masih
hidup di air kakinya memiliki bentuk duyung, dan pada ular bahkan tidah
memilikinya.

3. Jantung tidak sempurna, terdiri dari 4 ruangan, du auricular dan sebuah
venterikulus. Terdapat sepasang archus aortikus, bererythrocyt dengan
bentuk oval biconvex dan dengan nukleus.

4. Bernapas melalui paru-paru, pada penyu juga bernapas dengan cloaca
5. Berdarah dingin, dengan kata lain tidak memiliki suhu badan tetap,

melainkan suhu tubuh tergantung pada lingkungan.
6. Fertilisasi terjadi di dalam tubuh, biasanya memiliki alat kopulasi, telur besar

dengan banyak yolk, berselaput kulit lunak atau bercangkok tipis.
Kebanyakan reptilia bertelur (oviparous), walaupun setengahnya adalah
(ovoviviparous), menyimpan telur di dalam perut ibu sehingga menetas.
7. Memiliki ukuran tubuh bervariasi. Memiliki ukuran tubuh yang terdiri dari
kepala, leer, badan, dan ekor. Tengkorak memiliki satu tonjolan yang
berada dibagian belakang. Reptilia memiliki dua pasang kaki yang berjari
lima, kecuali ular
8. Reptilia merupakan hewan poikiloterm (berdarah dingin). Reptilia
mengontrol suhu tubuhnya bukan dengan metabolisme tubuh, melainkan
dengan adaptasi tingkah laku.
9. Alat peencernaan dimulai dari mulut, faring, esophagus, lambung, usus
halus, usus besar, dan kloaka. Pada mulutnya terdapat gigi dan lidah.
10.Alat ekskresi berupa sepasang ginjal yang berbentuk pipih
11.Alat indra berupa mata, telinga, dan hidung.
12.Sistem saraf berupa otak dengan 12 pasang saraf kranial


C. Klasifikasi Reptil
1. Ordo Testudinata/Chelonia

Salah satu ordo dari reptil ini adalah testudines atau testudinata,
yang dalam bahasa lainnya adalah turtles dan tortoise, dalam bahasa
Indonesia adalah kura-kura. Kura-kura berbeda dengan reptil lainnya, yaitu
memiliki organ pelindung seperti perisai yang dinamakan karapaks dan
plastron. Karapaks menempel menutupi punggung kura-kura dan plastron
yang menutupi perut kura-kura. Perisai ini terdiri dari sisik yang merupakan
lapisan epidermis yang termodifikasi. Testudinata mencakup jenis yang
hidup di laut, perairan darat, maupun darat. Kura-kura air tawar cenderung
bersifat omnivora, dan kura-kura darat merupakan herbivora. Kura-kura
dikenal sebagai hewan yang lambat, sedangkan penyu dapat berenang
hingga kecepatan 32 km/jam.
Berikut ciri-ciri ordo testudinata :
 Cangkang merupakan bagian dari tulang belakang dan modifikasi tulang

rusuk yang berfungsi sebagai pelindung dari pemangsanya.
 Chelonia yang hidup di laut adalah penyu hijau (Chelonia mydas) dan

penyu belimbing (Dermochelys coriacea) yang memiliki kaki berbentuk
dayung untuk berenang.
 Cangkang chelonia laut lebih tipis dibandingkan Chelonia darat.
 Contoh chelonia darat adalah kura-kura papua (Chelodina
novaeguineae). Chelonia termasuk hewan berumur panjang hingga
mencapai 200 tahun.
 Suhu inkubasi menentukan laju perkembangan telur dan jenis kelamin
kura-kura. Semakin tinggi suhu inkubasi, maka bayi yang menetas
berjenis kelamin betina, sedangkan pada suhu rendah akan berjenis
kelamin jantan.

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Testudines


Famili : Geoemydidae
Genus : Siebenrockiella
Spesies : S. crassicollis

Gambar 22 S. crassicollis

Sumber : kuranesia.com

2. Ordo Squamata
Menurut Baurer (1998) ordo squamata dibagi lebih lanjut menjadi

tiga sub ordo, yaitu: Sauria/Lacertilia; Serpentes/Ophidia; dan
Amphisbaenia. Namun pada pengamatan kali ini hanya mengamati dua sub
ordo saja, yaitu Sauria/Lacertilia dan Serpentes/Ophidia. Habitat
anggotanya mulai dari bawah tanah hingga pepohonan, dari gurun hingga
ke laut, dan dari ekuator sampai ke arktik. Anggotanya biasanya tetrapoda
akan tetapi pada sub ordo Serpentes/Ophidia dan sedikit anggota dari
Lacertilia tungkainya mereduksi (Campbel et al., 2002).

Secara umum memiliki ciri-ciri yaitu tubuhnya ditutupi oleh sisik yang
terbuat dari bahan tanduk. Sisik ini mengalami pergantian secara periodik
yang disebut molting. Pada sub ordo Ophidia, kulit/sisiknya terkelupas
secara keseluruhan, sedangkan pada sub ordo Lacertilia, sisiknya terkelupas
sebagian. Bentuk dan susunan sisik-sisik ini penting sekali sebagai dasar
klasifikasi karena pola nya cenderung tetap.


a. Lacertilia (sauria)
Kelompok sauria merupakan kelompok terbesar dalam reptil yaitu

51% dari seluruh jenis reptil. Reptil yang termasuk golongan ini
umumnya adalah hewan pentadactylus dan bercakar dengan sisik yang
bervariasi. Sisik-sisk pada kelompok Lcertilia mekanisme
pengelupasannya berlangsung sebagian dalam artian tidak semua sisik
mengelupas pada saat 2 yang bersamaan. Pada Lacertilia, memiliki ekor,
kelopak mata, lubang telinga, serta lidah panjang dan adapula yang
bercabang. Contoh hewan kadal bertubuh kecil misalnya, kadal kebun
(Mabuya multifasciata), cecak dinding (Cosymbotus paltyurus) dan
bunglon kebun (Bronchocela jubata), hingga kadal yang bertubuh besar
seperti biawak, komodo (Varanus komodoensis).

Pada bebera hewan pada ordo lacertilia (sauria) memiliki
kemampuan istimewa seperti autotomi ataupun berkamuflase dengan
habitat sekitarnya untuk dapat tetap mempertahankan hidupnya dari
mangsanya dialam. hewan autotomi adalah hewan yang dengan
spontan memutuskan bagian ekornya atau organ tubuh untuk
melindungi diri salah satunya cicak dan kadal. Sedangkan mimikri
(kamuflase) merupakan proses evolusi yang terjadi pada spesies untuk
menjadi sama dengan spesies lainnya.

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Varanidae
Genus : Varanus
Spesies : Varanus komodoensis


Gambar 23. Varanus komodoensis

Sumber : blog.kuranesia

b. Ophidia (Serpentes)
Sub ordo Serpentes dikenal dengan keunikannya yaitu

merupakan reptilia yang seluruh anggotanya tidak berkaki (kaki
mereduksi), dari ciri-ciri ini dapat diketahui bahwa semua jenis ular
termasuk dalam sub ordo ini. Ciri lain dari sub ordo ini adalah seluruh
anggotanya tidak memiliki kelopak mata dan telinga eksternal.
Sedangkan fungsi pelindung mata digantikan oleh sisik yang transparan
yang menutupinya. Berbeda dengan anggota ordo Squamata yang lain,
hewan Serpentes pertemuan tulang rahang bawahnya dihubungkan
dengan ligamen elastis. Ophidia lidahnya bercabang dua dan dapat
dijulurkan dengan keadaan mulut tertutup, gigi melengkung ke dalam
sebagai alat pencengkeraman mangsa. Kelenjar parotis ada yang
menghasilkan racun dan keluar lewat lubang taring. Mulut dapat dibuka
lebar-lebar untuk menelan mangsa secara utuh karena terdapat tulang
kuadrat bebas dari tulang kepala dan mandibula, tulang langit-langit
bergerak bebas dan adanya pertautan ujung dua mandibula (rahang
bawah) oleh ligamentum yang elastis. Keunikan lain yang dimiliki sub
ordo ini adalah seluruh organnya termodifikasi memanjang. Dengan
paru-paru yang asimetris, paruparu kiri umumnya vestigial atau
mereduksi. Memiliki organ perasa sentuhan (tactile organ) dan reseptor
yang disebut Organ Jacobson, adapula yang dilengkapi dengan
Thermosensor. Contoh spesienya yaitu ular tanah (Calloselasma
rhodostoma), ular pucuk (Ahaetulla prasina).


Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Ordo : Reptilia
Famili : Viperidae
Genus : Calloselasma
Spesies : Calloselasma rhodostoma

Gambar 24. Calloselasma rhodostoma

Sumber : ularindonesian

3. Ordo Crocodilia
Kelompok Crocodilia habitatnya beragam, di perairan tawar seperti

sungai, danau, rawa, dan lahan basah lainnya, namun ada juga yang hidup
di air payau seperti buaya muara. Perbedaan alligator dengan buaya
(crocodile) terlihat jelas dari bagian mulut dan gigi, mulut alligator terlihat
lebih lebar dan bibir tampak rapi menutupi gigi. Sedangkan buaya
mempunyai mulut agak memanjang dan membentuk huruf V, dan banyak
terlihat gigi yang keluar dari bibir, walaupun dalam keadaan mulut tertutup.
Adapun ciri-cirinya yaitu:

 Berkulit tebal dan lidah pipih tidak dapat dijulurkan. Dipangkal lidah
terdapat lipatan transversal sebagai penutup faring sewaktu
membuka mulut diair. Tidak mempunyai kandung kemih.

 Crocodilia memiliki sisik tebal dari keratin dan diperkuat dengan
lempengan tulang ysng disebut skuta sebgai pelindung.Sisik rontok
satu persatu tidak seperti ular.

 Buaya memiliki ekor tebal berotot.


 Kaki depannya berjari lima, sedangkan kaki belakang berjari empat
sebagian berselaput untuk berenang.

 Lubang hidung terletak di ujung moncongnya yang memungkinkan
untuk bernapas saat di dalam air. Jantungnya beruang empat namun
memiliki pori di antara bilik kiri dan kanan.

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Sauropsida
Ordo : Buaya
Famili : Crocodylidae
Genus : Crocodylus
Spesies : C. Novaeguineae

Gambar 25. C. novaeguineae
Sumber : wikiwand.com


D. Rangkuman Materi

 Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia
merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya
bernafas dengan paru-paru.

 Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang lain adalah
seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik.

 Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota
ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian
kulit baik secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan
pengelupasan sebagian pada anggota Sub-ordo Lacertilia.

 Sedangkan pada Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah
mengalami pergantian atau pengelupasan. Kulit pada reptil memiliki sedikit
sekali kelenjar kulit.


BAB VI
AVES

A. Pengertian Aves

Aves memiliki nama lain yaitu Burung. Aves merupakan hewan
vertebrata yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh bulu. Bulu tersebut berasal dari
epidermis kulit dan merupakan modifikasi dari sisik pada hewan reptil. Bulu
pada burung dapat beradaptasi pada lingkungannya membentuk sayap
sehingga sebagian aves memiliki kemampuan untuk terbang. Adapun burung
yang memiliki sayap tetapi tidak dapat terbang seperti burung Onta, ayam,
kiwi, kalkun dan lainlain. Selain itu, aves merupakan hewan homoiterm atau
hewan berdarah panas serta berkembangbiak dengan bertelur dan kemudian
dierami sampai menetas (ovivar). Ilmu yang mempelajari tentang burung yaitu
Ortinology. Aves adalah hewan yang terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan
perkecualian pada beberapa jenis yang dikelompokkan dalam aves/burung
primitif. Tubuhnya ditutupi oleh bulu kecuali pada beberapa bagian tubuh.
Bulu-bulu tersebut tersusun sedemikian rupa sehingga mampu menolak air dan
memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin.(Munaf,2006)

B. Ciri-Ciri Aves

Kelas Aves memiliki ciri-ciri khusus yaitu sebagai berikut:
1. Tubuh terbungkus oleh bulu Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi

menjadi:
 Filoplumae, bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh.

Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan
seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa
barbulae di puncak.
 Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan
perbedaan detail.


 Plumae, Bulu yang sempurna.
 Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil

disebut barbicels yang berfungsi membantu menahan barbula yang saling
bersambungan.
2. Mempunyai dua sepasang anggota (extrimitas), anggota anterior sepasang
mengalami modifikasi sebagai sayap, sedangkan sepasang anggota
posterioar disesuaikan untuk hinggap dan berenang (web) masing-masing
kaki berjari empat buah, cakar terbungkus oleh kulit yang menanduk dan
bersisik.
3. Skeleton kecil dan baik, kuat dan penulangannya sempurna pada mulut
terdapat bagian yang terproyeksi sebagai paruh atau sudu (cocor) yang
terbungkus oleh lapisan zat tanduk, pada burung yang terdapat pada masa
ini tidak bergigi, tempurung kepala memiliki sebuah occipitale condyle,
lehernya sangat flesibel, tulang-tulangnya terbentuk pelvicus bersenyawa
dengan sejumlah vertebrae, tapi sebelah ventral terbuka, tulang sternum
membesar dan biasanya memiliki suatu cuatan sebelah median, jumlah
vertebrae, ekor sedikit dan mengalami pemadatan
4. Cor terdiri atas empat ruangan, yakni aurikel dan dua ventrikulus, hanya
archus aorticus kanan yang masih ada, eritrosit berinti berbentuk oval dan
convex
5. Respirasi dilakukan dengan paru-paru yang kompak yang menempel pada
costa dan berhubungan dengan kantung udara (saccus pneumaticus) yang
meluas pada alat-alat dalam, memiliki kotak suara atau syrinx pada dasar
trakea
6. Fertilisasi terjadi didalam tubuh, telur memiliki yolk besar terbungkus oleh
cangkok yang keras, untuk menetas diperlukan pengeraman, segmentasi
neuroblastis, memiliki membrana embryonica (amnion, chiron, yolksacc,
dan allanthois) semua perkembangan dalam telur. Anak-anaknya yag masih
muda dierami, disuapi makanan dan dijaga oleh induknya (Jasin 1984)


C. Klasifikasi Aves

1. Ordo Accipitriformes
Ordo Accipitriformes adalah kelompok burung dengan ciri-ciri paruh

tajam dan melengkung yang dilengkapi dengan cere (membran dari pangkal
rahang atas burung dimana lubang hidung terbuka); sayap panjang dan
lebar dengan 4-6 bulu di bagian tepi luarnya; dapat terbang lama tanpa
mengepakkan sayap; memiliki kaki dan cakar kuat; karnivora; diurnal (aktif
siang hari). Sebelumnya kelompok ini masuk ke dalam ordo Falconiformes,
namun dipisahkan berdasarkan karakter DNA-nya yang cukup jauh dengan
ordo Falconiformes.

Gambar 26. Accipiter trivirgatus (Elang alap Jambul).

Sumber : generasibiologi.com

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Ordo : Falconiformes

Famili : Accipitridae

Genus : Accipiter

Spesies : Accipiter trivirgatus

2. Ordo Anseriformes
Ordo Anseriformes Falconiformes adalah ordo dari aves dengan ciri-

ciri sayap berkembang baik; tidak memiliki gigi pada rahang; memiliki


pygostylus; tulang sternum memiliki carina sterni; paruh besar, lebar dan
tertutup lapisan tanduk yang tipis; bagian tepi paruh memiliki lamela; lidah
berdaging; tungkai pendek dan berselaput renang; ekor pendek; waktu
muda memiliki bulu seperti kapas.

Gambar 27. Dendrocygna guttata (Belibis Totol)

Sumber : generasibiologi.com

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Anseriformes

Famili : Anatidae

Genus : Dendrocygna

Spesies : Dendrocygna guttata

3. Ordo Apterygiformes
Ordo Apterygiformes adalah ordo aves yang tidak bisa terbang

dengan ciri-ciri tulang coracoid dan scapula kecil; tidak bisa terbang;
terestrial; bulu seperti rambut dan tidak memiliki aftershaft; sayap
rudimenter; paruh panjang dan ramping; lubang hidung di ujung paruh;
leher dan tungkai pendek; tungkai dengan empat buah jari; tulang sternum
tidak memiliki carina stern


Gambar 28. Apteryx australis (burung kiwi).

Sumber : generasibiologi.com

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Struthioniformes

Famili : Apterygidae

Genus : Apteryx

Spesies : Apteryx australis

4. Ordo Bucerotiformes
Ordo Bucerotiformes adalah kelompok burung dengan ciri-ciri paruh

besar dan kokoh tulang vertebrae bagian axis dan atlas menyatu; 18%
jantan lebih besar daripada betina; monogami.

Gambar 29. Buceros rhinoceros (Rangkong Cula Badak)
Sumber : generasibiologi.com


Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Ordo : Coraciiformes

Famili : Bucerotidae

Genus : Buceros

Spesies : B. Rhinoceros

5. Ordo Caprimulgiformes
Ordo Caprimulgiformes adalah kelompok burung dengan ciri-ciri

memiliki paruh dengan ukuran kecil dan lunak; bentuk mulut lebar, tepi
paruh di bagian atas ditutupi dengan bulu- bulu peraba yang berbentuk
seperti rambut-rambut kaki; bulu-bulunya halus; ukuran kaki kecil dan
lunak; aktif di malam hari (nocturnal); pemakan serangga (insektivora).

Gambar 30. Batrachostomus stellatus (Paruh kodok Bintang)
Sumber : generasibiologi.com

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Caprimulgiformes
Famili : Podargidae
Genus : Batrachostomus
Spesies : Batrachostomus stellatus


6. Ordo Casuariiformes
Ordo Cariamiformes adalah kelompok burung yang sebelumnya

masuk ke dalam ordo Gruiformes namun dipisahkan karena ada perbedaan
pada morfologi dan genetiknya. ordo ini terdiri dari famili Cariamidae yang
hanya ada dua spesies dan ordo aves yang telah punah yakni famili
Phorusrhacidae, Bathornithidae, Idiornithidae dan Ameghinornithidae

Gambar 31. Casuarius casuarius (Kasuari Gelambir Ganda)

Sumber : generasibiologi.com

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Struthioniformes

Famili : Casuariidae

Genus : Casuarius casuarius

7. Ordo Charadriiformes
Ordo Casuariiformes adalah ordo aves dengan ciri-ciri bentuk tubuh

besar; tidak bisa terbang; terestrial; kepala berbulu tipis; bulu memiliki
aftershaft yang panjang; bentuk sayap kecil dan rudimenter; tungkai
memiliki tiga buah jari; tulang sternum tidak memiliki carina sterni.


Gambar 32. Irediparra gallinacea (Burung sepatu Jengger).
Sumber : generasibiologi.com

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Charadriiformes
Famili : Jacanidae
Genus : Irediparra
Spesies : I. Gallinacea
8. Ordo Ciconiiformes
Ordo Charadriiformes adalah ordo dari aves yang memiliki ciri-ciri
sayap berkembang baik; tidak memiliki gigi pada rahang; memiliki
pygostylus; tulang sternum memiliki carina sterni; kaki panjang dan
langsing; jari kaki berselaput renang; bulu tebal; paruh panjang dan
melengkung ke bawah / atas.

Gambar 33. Ardea cinerea (Cangak Abu).
Sumber : generasibiologi.com


Kingdom: Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Ciconiiformes

Famili : Ardeidae

Genus : Ardea

Spesies : A. Cinerea

9. Ordo Coliiformes
Ordo Coliiformes adalah kelompok burung dengan ciri-ciri memiliki

kaki dengan tipe paserin (tiga jari kearah depan, satu jari kearah belakang);
jari kaki ke-1 dan ke-4 bersifat reversibel; memiliki ekor sangat panjang;
pemakan serangga (insektivora) dan pemakan buah (frugivora)

Gambar 34. Colius macrourus.

Sumber : generasibiologi.com

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Coliiformes

Familli : Coliidae

Genus : Urocolius

Spesies : U. Macrourus


Click to View FlipBook Version