The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL AJAR PACELATHON

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Noor Erlina Lidiastuti, 2024-03-28 01:58:20

PACELATHON

MODUL AJAR PACELATHON

Keywords: PACELATHON

MODUL AJAR BAHASA JAWA Nama Sekolah : SMP 5 KUDUS Mata Pelajaran : Bahasa Jawa Fase/Kelas/Semester : D/8/2 Materi : Dialog Pokok Bahasan : Menganalisis dan Menyajikan Teks Dialog Alokasi Waktu : 4 JP @40 menit Pertemuan Ke- : 11 - 13 A. Kompetensi awal (Materi Prasyarat) Kompetensi awal yang dimiliki peserta didik untuk mencapai tujuan pada pembelajaran ini adalah : ● Peserta didik mampu memahami teks dialog ● Peserta didik mampu memahami unggah-ungguh bahasa ragam krama B. Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan 1. Bernalar Kritis : Menganalisis unsur intrinsik dialog serta menulis dialog dengan melibatkan tokoh orang tua sesuai ragam krama secara berkelompok. 2. Kreatif : Menyajikan dialog sesuai dengan kreativitasnya 3. Mandiri : Mampu menyelesaikan soal dengan cara sendiri 4. Berkebinekaan global : memunculkan sikap toleransi terhadap teman yang berbeda budaya, tradisi, dan keyakinan. C. Sarana dan Prasarana (Media Pembelajaran) 1. Gambar 2. Video 3. HP / Laptop 4. LKPD 5. Buku guru 6. Buku peserta didik 7. Spidol D. Target Peserta Didik Pada kelas yang bersifat heterogen, terdapat peserta didik dengan berbagai macam kompetensi yang tidak mungkin sama antara peserta didik satu dengan yang lainnya. Ada


yang mengalami kesulitan, ada yang mampu menguasai topik pembelajaran, dan ada yang memiliki kecepatan belajar. Untuk menindak lanjuti berbagai macam kompetensi peserta didik maka kelas menerapkan pembelajaran berdeferensiasi a. Penanganan untuk peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, guru dapat menerapkan pembelajaran dengan teknik bimbingan individu atau menggunakan tutor sebaya untuk membimbing peserta didik sehingga dapat mencapai capaian pembelajaran. b. Penanganan peserta didik yang mampu menguasai pembelajaran dapat memberdayakan untuk menjadi tutor sebaya untuk peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. c. Penanganan untuk peserta didik yang memiliki kecepatan belajar, guru dapat memberdayakan mereka menjadi tutor sebaya atau memberikan pengayaan yang bersumber dari sumber belajar yang beragam E. Model Pembelajaran Cooperative learning F. Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mampu membedakan penggunaan kata berdasarkan unggah-ungguh 2. Peseta didik mampu menulis teks dialog yang melibatkan tokoh orang tua sesuai dengan ragam krama 3. Peserta didik mampu menyajikan dialog sesuai dengan kreativitasnya G. Rencana Asesmen 1. Formatif : 1. Awal Pembelajaran : Soal materi prasyarat - Saben dina temtu kowe wis tau omong-omongan karo wong tua utawa kancamu. Kepiya basamu nalika lagi omong-omingan karo wong kang luwih sepuh? 2. Proses pembelajaran : Observasi selama kegiatan pembelajaran Lembar Observasi (LO) berilah tanda check list pada pernyataan sikap peserta didik di bawah ini! Sikap Capaian Belum tercapai Sudah tercapai Kerja sama Teliti Tanggung jawab Komunikasi


Berani berpendapat Menghargai teman 2. Sumatif : Bentuk soal studi kasus dan soal terapan (soal terlampir) H. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mampu membedakan penggunaan kata berdasarkan unggah-unggug 2. Peseta didik mampu menulis teks dialog yang melibatkan tokoh orang tua sesuai dengan ragam krama 3. Peserta didik mampu menyajikan dialog sesuai dengan kreativitasnya I. Pemahaman Bermakna Peserta didik akan memperoleh pemahaman yang sangat bermakna yang dapat di implementasikan dalam kehidupan nyata, baik di rumah maupun di masyarakat seperti: - Peserta didik dapat menggunakan unggah-ungguh basa yang baik dan benar ketika sedang berdialog dengan orang yang lebih tua.. - Peserta didik dapat menyajikan dialog sesuai dengan kreativitasnya. J. Berdiferensiasi: a. Konten : Bagi peserta didik yang belum memahami materi prasyarat dan peserta didik yang sudah siap belajar materi. Guru menyediakan beragam bentuk materi mengenai dialog, bisa berupa PPT, tulisan pada kertas, maupun video legenda. b. Proses : Bagi peserta didik yang belum memahami materi prasyarat akan mendapatkan porsi lebih dari guru sebagai mentor,sementara bagi peserta didik yang sudah siap belajar akan melakukan pembelajaran secara berkelompok dengan peran guru sebagai fasilitator c. Produk : Peserta didik dapat menyajikan dialog dengan orang tua dalam bentuk ragam krama dapat berupa presentasi power point, media canva, tulisan tangan, poster, info grafis, maupun video. Hasil produk akhir kemudian diunggah pada salah satu media sosial peserta didik bisa melalui youtobe, tiktok, maupun instagram. K. Pertanyaan Pematik a. Kepiye caramu matur karo wong tuwa nalika pamitan arep mangkat sekolah? b. Apa bedane nganakake pacelathon karo kancamu sakelas karo nganakake pacelathon karo gurumu?


L. Persiapan Pembelajaran a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia b. Memastikan kondisi kelas kondusif dan bersih c. Mempersiapkan bahan tayang d. Mempersiapkan lembar kerja peserta didik (LKPD ) M. Langkah-Langkah Pembelajaran I. Aktivitas Awal: a. Membuka kelas dengan ucapan salam, b. Dipandu oleh guru peserta didik melakukan kegiatan berdoa. c. Guru bersama peserta didik melaksanakan pembiasaan d. Guru menanyakan kabar, mengecek kehadiran dengan memanggil setiap murid dengan menyebut namanya. Ini membantu menciptakan suasana yang inklusif dan menghargai kehadiran setiap individu di kelas. e. Guru memotivasi peserta didik untuk lebih giat belajar. f. Guru melakukan kegiatan apersepsi dengan menayakan kepada peserta didk apakah yang dia ketehui tentang unggah-ungguh basa. g. Guru menyampaikan harapan positif kepada kelas seperti ; “Dinten menika piwulangan basa jawi babagan pacelathon kanthi semangat lan antusias. Bu Guru yakin para siswa saged nderek aktif, partisipasi kang sae ing kegiatan menika.” h. Guru menjelaskan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, teknik assesmen, pembagian kelompok, dan menjelaskan mekanisme langkahlangkah kegiatan pembelajaran. i. Guru mengingatkan kesepakatan kelas yang sudah disepakati bersama. j. Melakukan tepuk unggah-ungguh sebelum memulai kegiatan diskusi untuk membangkitkan semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran ini. Guru melakukan aktivitas yang mencairkan suasana kelas. II. Aktivitas Inti: Pertemuan 1 a. Peserta didik memahami materi tentang unggah-ungguh basa b. Peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan guru tentang pacelathon yang sesuai unggah-ungguh yang diberikan guru secara mandiri/kelompok. c. Peserta didik dibagi kelompok dan mendiskusikan tugas kelompok mereka masing-masing dengan diberikan LKPD untuk dikerjakan secara berkelompok untuk menganalisis unggah-ungguh yang digunakan dalam pacelathon atau dialog tersebut (pembelajaran berdeferensiasi). d. Guru menyampaikan pentingnya kerjasama dalam kelompok dan menyapa setiap anggota kelompok harus terlibat aktif. e. Peserta didik melanjutkan kegiatan diskuas dengan menjawab quiz (TGT) f. Peserta didik melakukan resensi terhadap apa yang mereka pelajari hari ini


g. Guru memberi apresiasi kepada peserta didik yang berperan aktif dalam pembelajaran Pertemuan 2 a. Guru mereview pembelajaran sebelumnya tentang materi unggah-ungguh basa jawa. b. Peserta didik dibagi menjadi 8 kelompok. c. Peserta didik dalam kelompok membaca dalam hati teks dialog yang diberikan oleh guru. d. Peserta didik bersama kelompoknya berdiskusi tentang kata yang tidak tepat dalam dialog (LK2). e. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, kelompok lain menanggapi dan mengapresiasi hasil presentasi. f. Guru memberikan penguatan terhadap jawaban yang tepat dari LK2 g. Guru membagikan LK3 (make a match) h. Peserta didik mengerjakan LK3 secara individu. i. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembalajaran yang telah dilaksanakan. Pertemuan 3 a. Guru mereview pembelajaran sebelumnya tentang penggunaan unggah-ungguh basa jawa. b. Guru menjelaskan materi tentang cara penulisan dialog. c. Peserta didik dibagi menjadi 8 kelompok. d. Peserta didik dalam kelompok membaca komik sederhana yang disediakan oleh guru (LK4). e. Peserta didik bersama kelompoknya mengembangkan komik yang telah dibaca dan dituangkan menjadi dialog. f. Setiap kelompok mempraktikkan hasil dialog secara kelompok, kelompok lain menanggapi dan mengapresiasi hasil presentasi. g. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembalajaran yang telah dilaksanakan. III. Aktivitas Akhir: (5 menit) 1. Guru Bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari “isi cerita dialog” 2. Guru meminta peserta didik untuk merefleksi pembelajaran kesimpulan kegiatan pada hari ini. Kegiatan refleksi berikut ini : a. Apakah kamu menyukai pembelajaran ini ? b. Bagian mana menurut kamu yang mudah dalam pembelajaran topik ini ?


c. Bagian mana menurut kamu yang sulit dalam pembelajaran topik ini ? 3. Guru mengajak peserta didik menilai seberapa efektif pelaksanaan aturan/kesepakatan kelas. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok masingmasing dan memberikan masukan perbaikan di masa mendatang. 4. Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya yaitu masing-masing peserta didik membuat cerita legenda yang ada di desa masing-masing atau sekitar 5. Menutup pelajaran dengan mengucap salam. 2. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LAMPIRAN 1 Lembar Kerja Peserta Didik Pertemuan Pertama 1. Pastikan anda sehat, bertanggungjawab, berkomunikasi dan bekerjasama dalam kelompok. Kelompok terdiri dari 4 orang. 2. Peserta didik membaca contoh dialog 3. Peserta didik diminta untuk menganalisis unggah-unggh basa dalam dialog 4. Peserta didik mengerjakan soal dengan model TGT. LK 1 MATERI DIALOG KELAS 8 SEMESTER 2 (MBEDAKAKE UNGGAH-UNGGUH ING BASA JAWA) A. Ayo njingglengi teks pacelathon ing ngisor iki ! Pawiyatan Rani : “Sugeng enjang, Bu Eti” Bu Eti :”Sugeng enjang. Ana apa nduk?”. Rani :”Tugas matematika menika menapa siyos dikempalke dinten niki bu?” Bu Eti : “Iya nduk, nanging ibu ora bisa koreksi dina iki.” Rani : “Wonten menapa, Bu?” Bu Eti : ” Ibu dina iki ana jadwal rapat neng kantor Diknas, dadi ibu nyuwun tulung tugas kanca-kancamu ditumpuk sik, ya.” Rani : ”Oh, inggih, Bu.” Bu Eti : ”Tulung ditumpuk urut saka nomer presensi awal, nek wis tumpuken ning dhuwur mejane ibu neng kantor.” Rani : ”Nggih, Bu. Berarti ulangan (1) dina iki ora sido, Bu?” Bu Eti : ”Iya, ulangan tak ganti minggu ngarep, ya.” Rani : ” Nggih, Bu. (2) Ana sing tak bantu maneh, Bu?” Bu Eti : ” Tulung kondisike kelasmu supaya tetep anteng tenang anggone mangsuli tugas.” Rani : ” Inggih, Bu. Mangke kula kondisike.” Bu Eti : ”Matur nuwun ya nduk. ” Rani : ” Inggih, sami-sami, Bu.”


B. Gladhen I. Wangsulana pitakon ing ngisor iki! 1. Basa sing digunakake Rani nalika nindakake pacelathon kalih bu Eti. ing pacelathon kasebut yaiku basa .... 2. Apa kang dirembug ing pacelathon kuwi .... 3. Apa sebabe bu Eti ora bisa mlebu kelas …. 4. Ing pacelathon kuwi ana tembung kang ora trep panganggone. Tembung kang kacithak kandhel panulisane kang trep yaiku …. Gladhen TGT Ukara ing ngisor iki migunakake basa apa? 1. Retno lunga tuku buku 2. Muga-muga udane leren 3. “Pak,wedang kopine diunjuk dhisik” 4. Panjenengan mau wis dhahar apa durung, Pak? 5. Radit tumbas sapu cacah tiga 6. Falah dhateng pundi kok boten tumut gotong royong? 7. Bu Dewi dinten menika mboten ngasta amergi nembe gerah 8. Dinten menika bapak tindak dhateng Surabaya


LAMPIRAN 2 Lembar Kerja Peserta Didik Pertemuan Kedua 5. Pastikan anda sehat, bertanggungjawab, berkomunikasi dan bekerjasama dalam kelompok. Kelompok terdiri dari 4 orang. 6. Peserta didik membaca contoh dialog 7. Peserta didik diminta untuk menganalisis unggah-unggh basa dalam dialog 8. Peserta didik mengerjakan soal dengan Make and match LK 2 MATERI DIALOG KELAS 8 SEMESTER 2 (NGANALISIS UNGGAH-UNGGUH BASA JAWA ING PACELATHON) Gatekna tuladha pacelathon iki, banjur dhiskusekna karo kancamu tembung apa sing ora trep lan ora pener panganggone manut unggah-ungguh basa jawane! Nonton Toko Buku Akbar : “Bu, punapa kowe duwe arta?" arep kanggo apa, ta? Apa arep nonton?" Ibu Dhani : "Nyuwun dhuwit.” Akbar : "Inggih, Bu." Ibu Dhani : "E… Dadi, kowe ki arep kesed-kesedan ngono, apa piye? Iki malem Senin malah arep nonton. Wis kepinteren, ya?" Akbar : "Ibu punika, Iho. Dereng ngantos rampung atur kula, ibu wis duka." Ibu Dhani : "Lha, piye, ta. Jare arep nonton, mangka sesuk ana ulangan. Lagi kelas wolu wae sinaune wis wiwit kendho, mengko kelas sanga dadi apa. Coba, sapa sing ora duka," Akbar : "Leres, ibu punika leres sanget. Menawi mangke kula mirsani pilem, temtu ibu duka." Ibu Dhani : "Terus nonton apa, yen ora nonton pilem, band, pasar malem, terus nonton apa hare?" Akbar : "Punapa boten wonten sanesipun, Bu?" Ibu Dhani : "Lha ubyang-ubyung liyane kuwi. Pancen kowe mundhak sregep kok, gus, jan bagus tenan kowe, Le." Akbar : "Wah, wah selak kakehan dosa. Kula badhe nonton toko buku, Bu. Punapa ibu duwe dhuwit?" Ibu Dhani : "Akbar, Akbar, karo ibu senengane mbeda. Ibu ben dheg dhegan ngono, apa piye? Upama mau ndang matur sing cetha, ibu ya ora duka." Akbar : "Kula remen, Bu, dipundukani ibu uger namung sekedhik sekedhik." Ibu Dhani : "Arep ngapa, ta, kok nonton toko buku? Gajege buku-bukumu wis komplit."


Akbar : "Anu, Bu, menawi buku wucalan pancen leres sampun kagungan sedaya. Ingkang badhe kula tumbas punika bausastra lan buku paribasan.” Ibu Dhani : "Oh, ngono, ta. Nya, yen ngono. Pira butuhmu, dakserepi tinimbang tekan toko kurang." Akbar : "Matur nuwun, Bu, kula nyuwun pamit rumiyin." Ibu Dhani : "Ya, ngati-ati, lho." Akbar : "Inggih, Bu." Asile dhiskusi: No. Tembung kang ora trep Kudune LK 3 MATERI DIALOG KELAS 8 SEMESTER 2 (MAKE A MATCH) Wenehana garis antarane tembung ing sisih kiwa karo tembung ing sisih tengen kang trep! Basa ngoko lugu Basa krama alus Tuladha: aku kula 1. mangan a. tuwuk 2. duwe b. rikma 3. mulih c. krambil 4. teka d. nginggil


5. mlaku e. gendhis 6. putih f. madhang 7. anak g. ron 8. njero h. luwe 9. ndhuwur i. gesang 10. wareg j. kalih 11. rambut k. kondur 12. lara l. nglebet 13. urip m. sugeng 14. mati n. mlampah 15. klapa o. pethak 16. godhong p. kagungan 17. uyah q. pirsa 18. loro r. weruh 19. omah s. rikma 20. reti t. cemeng u. griya v. putra w. rawuh x. gerah y. seda z. dalem aa.sarem bb.dhahar


LK3 MATERI DIALOG KELAS 8 SEMESTER 2 NULIS TEKS PACELATHON (DISKUSI KELOMPOK) Gatekna komik ing ngandhap puniki. Dhiskusekna isi pacelathone karo klompokmu. Owahana komik kasebut dados teks pacelathon, banjur praktekna pacelathon kasebut ing sangajenge kanca-kancamu! PACELATHONE: …. : “….” …. : “….” …. : “….” …. : “….”


9. Pengayaan dan Remidial i. Materi Pembelajaran Remedial ⮚ Bagi peserta didik yang sudah mencapai indikator pembelajaran, dapat melanjutkan kebagian Pengayaan. Pada kegiatan remidial guru ditantang untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dasar. Berikut ini alternatif cara untuk memberikan remidi: a.Meminta peserta didik untuk mempelajari kembali bagian yang belum tercapai capaian pembelajarannya. b. Meminta peserta didik untuk membuat rangkuman materi yang belum tercapai capaian pembelajarannya. c. Meminta peserta didik untuk bertanya kepada teman yang sudah tuntas tentang materi yang belum tercapai capaian pembelajarannya. d. Memberikan lembar kerja untuk dikerjakan oleh peserta didik yang belum tercapai capaian pembelajarannya. ii. Materi Pembelajaran Pengayaan Pengayaan biasanya diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KKTP berdasarkan hasil formatif. Mereka yang telah mencapai KKTP berdasarkan hasil Sumatif umumnya tidak diberi pengayaan. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan sekali, tidak berulangkali sebagaimana pembelajaran remedial. Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian. 10. Materi Pembelajaran a. Pangertene Dialog utawa Pacelathon Pacelathon yaiku omong-omongan wong loro utawa luwih kang duweni ancastartamtu. Pacelathon iku uga kalebu kasusastran Jawa. Pacelathon iku asale saka tembung lingga, yaiku celathu. Celathu duwe teges omongan utawa guneman b. Unsur Teks Naratif Dialog 1. Paraga, yaiku lakon utawa tokoh kang ana ing cerita. paraga kaperang ana telu, yaiku antagonis kang asifat ala, protagonis kang asifat becik, lan tritagonis kang asifat penengah. 2. Penokohan, yaiku cara pengarang nggambarake sifat lan karakter tokoh utawa paraga 3. Latar, keperang dadi telu, yaiku latar panggonan, latar wektu, lan latar suasana 4. Alur, yaiku lumakuning carita (urut-urutaning cerita manut kedadeyan wektu). Alur kabagi dadi telu, yaiku orientasi, komplikasi, lan resolusi 5. Tema, yaiku wosing cerita utawa pokok cerita 6. Lelewaning basa 7. Amanat, yaiku pesan moral kang ditujokake marang wong kang maca. 8. Sudut Pandang utawa point of view yaiku anggone pangripta manggonake utawa ndunungake awake ing cerita. Pangripta bisa dadi tokoh utama ing cerita, dadi tokoh utawa paraga tambahan, lan uga bisa dadi pihak ketiga utawa pengamat kang sarwa bisa .


a. Budi Pakartine Pacelathon Nalika celathu, supaya mranani saben wong kudu nggatekake budi pakerti. Budi pakartine wong kang nindakake pacelathon iku kudu nganggo waton (tata cara), yaiku: 1. Guneman ora waton guneman 2. Ngadege, lungguhe lan obahe badan 3. Banter lirihe swara 4. Polatane 5. Intonasine b. Nyemak Pacelathon Dene wong kang nyemak/ngrungokake pacelathon kudu nggatekakepaugeranpaugeran yaiku: a) Topik utawa bab kang diomongake ana ing pacelathon iku. b) Wong kang nindakake pacelathon c) Papan anggone nindakake pacelathon d) Basa kang Digunakake ing Pacelathon Basa kang digunakake kudu empan papan nyocokaken sing omong- omongan lan sing diajak omong-omongan, dadi kudu nggatekake unggah-ungguh basa. Unggah-ungguh basa Jawa, yaiku adat sopan- santun, tata krama, tata susila, nggunakake basa Jawa. Wujude unggah- ungguh basa Jawa kaperang dadi papat, yaiku ngoko lugu, ngoko alus, krama, lan krama alus. 1. Basa ngoko lugu Basa ngoko lugu, yaiku basa kang digunakake tanpa oleh kecampuran tembung krama. Tembung-tembung kang ndhapuk ukara kabeh tembung ngoko. Basa ngoko lugu digunakake kanggo guneman karo wong sing wis padharakete, kayata: 1) Kanca padha kanca 2) Wong tua marang anak 3) Guru marang muride 4) Bapak/ibu (tuan) marang rewang (abdine) Rumuse ragam basa ngoko lugu: ngoko+ afiks (imbuhan+akhiran) ngokoTuladhane: a) Dita tuku gula. b) Aku kepengin mangan bakso. 2. Basa Ngoko alus Basa ngoko alus, yaiku ragam basa Jawa kang tembung- tembunge dumadi saka tembung ngoko lan kecampuran krama inggil kanggo ngajenising diajak guneman. Basa ngoko alus iki biasane dienggo marang wong sing raket, nanging esih ngajeni, yaiku: 1) Adhik marang kakange. 2) Kanca sing suwe ora tau ketemu/urung akrab. 3) Guru marang kepala sekolah sing sepantaran.


Rumuse ragam basa ngoko lugu: tembung ngoko + krama inggil +krama andhap + afiks (awalan + imbuhan) ngoko. Konsep gawe basa ragam ngoko alus, yaiku: - Tembung ngoko sing arep dienggo ngurmati wong liya diganti dadikrama inggil, yen ora ana tetep nganggo tembung ngoko. - Tembung ngoko sing kanggo awak dhewe senadjan ana tembung kramainggile ora kena diganti karo krama inggil tetep nganggo tembung ngoko. - Ukarane kadhapuk saka tembung ngoko + krama inggil + krama andhap+ afiks (awalan + imbuhan) ngoko. - Afiks (awalan, akhiran) tetep ngoko, kejaba ater-ater kok lan panambang –mu, diganti dadi panjenengan. - Padatane basa ngoko alus iku digunakake kanggo gunem karo wongsing wis akrab nanging esih tetep kepengin ngurmati. Tuladhane: a) Aja padha brisik, Bapakku lagi sare! b) Budhe engko arep kondur karo sapa? 3. Basa krama Basa krama, yaiku ragam basa Jawa kang kabeh tembunge sing dienggo iku nganggo tembung krama. Rumuse: tembung krama + afiks (awalan, akhiran) krama. Krama lugu digunakake kanggo: 1) Wong sing nembe kenal 2) Dhokter menyang pasien 3) Pedagang menyang pembeli Tuladha: a) Samenika kula taksih wonten ing kantor. b) Sampeyan badhe tindak pundi? 4. Basa krama alus Basa krama alus, yaiku ragam basa kang wujude tembunge karma alus (ater-atr lan panambang karma alus , uga nggunakake karma inggil trumrap sing diajak guneman) Krama alus digunakake kanggo : a. Wong enom marang wong tuwa b. Batur marang bendarane c. Murid marang gurune d. Andhahan marang pimpinane e. Kanca karo kanca sing durung kulina. Tuladha : a. Dinten menika bapak tindak dhateng Surabaya b. Kula diutus Pak Lurah ngaturaken serat ulemipun menika dhateng panjenengan c. Bu Dewi dinten menika mboten ngasta amergi nembe gerah


Nulis lan Ngandharake Pacelathon c. Nulis Pacelathon Sadurunge bisa ngandharake pacelathon kanthi cetha, para peserta didik digladhi nulis pacelathon. Dene nalika nulis pacelathon iku mesthine ana paugerane.Paugeran kanggo nulis pacelathon iku kaya ing ngisor iki. 1. Cara nulis pacelathon a. Wujude guneman b. Jeneng paraga ditulis c. Gunakake tandha wacan titik loro (:) sawise jeneng paraga d. Guneman ditulis ing jeri tandha kutip (“….”) e. Katrangan panggonan, wektu lan swasana ditulis ing jero tandhakurung () 2. Ancer-ancer pacelathon Anggone nyemak pacelathon, kudu nggatekake bab-bab kang wigatikaya ing ngisor iki. 1) Catheten bab-bab kang wigati, yaiku topik kang diomongake, sapa kang celathu, lan papan dumadine pacelathon. 2) Nulis isine pacelathon, yaiku owahana saben bab kang wigati saka pacelathon mau dadi ukara banjur ukara-ukara iku disusun kanthi urut. d. Ngandharake Pacelathon Ing pasinaon bab iki, nalika para peserta didik wis gladhi nulis teks pacelathon, pramila para peserta didik kudu gladhi ngandharake teks pacelathon. Perkara kang kudu digatekake nalika ngandharake teks pacelathon, yaiku kudu paham marang isine teks pacelathon iku, lafal lan intonasine kudu trep, mimik/ekpresi (polatan praen) kudu trep, lan solah bawa kang ora digawe- gawe. B. Glosarium Intrinsik Ing njero Lelewaning basa Gaya bahasa penulis Unsur Bagian kang kudu ana


C. Daftar Pustaka Harjawiyana, Haryana & Supriya. 2009. Kamus Unggah-Ungguh Basa Jawa. Kanisius: Yogyakarta 2022) Priyantono, Sawukir. 2014. Marsudi Basa lan Sastra Jawa Kelas VII. Erlangga: Jakarta Sumarlam & Suryani, Ersyani Siti. 2013. Widya Adi Basa Jawi. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri: Surakarta Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=aFAh3NKAYDg (diakses 19 Desember 2023) Mengetahui, Kepala SMP 5 Kudus Absul Rochim, S. Pd., M.Pd NIP. 19760116 199903 1 003 Kudus, Maret 2024 Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa Noor Erlina Lidiastuti, S. Pd. NIP. 19830131 200903 2 006


Click to View FlipBook Version