Modul 3.3 – Pengelolaan yang Berdampak Positif pada Murid | 81 Lampiran 5. Rubrik Penilaian Aksi Nyata Dalam tahapan Aksi Nyata ini, yang akan menjadi fokus penilaian adalah refleksi yang CGP buat dan kelengkapan dokumentasi yang mereka kumpulkan selama proses pelaksanaan aksi nyata. Refleksi 4P CGP akan dinilai oleh fasilitator menggunakan instrumen Rubrik berikut ini: Aspek 4P Sangat baik Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Peristiwa (Facts) Kalimat yang digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa dan faktafakta sangat jelas. Pembaca dapat membayangkan peristiwa yang telah terjadi secara jelas. Kalimat yang digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa dan faktafakta cukup jelas. Kalimat yang digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa dan faktafakta bertele-tele. Kalimat yang digunakan tidak mendeskripsikan peristiwa dan faktafakta dengan jelas. Perasaan (Feelings ) Penulis mengenali, mengeksplorasi, dan memperhatikan lebih lanjut emosi-emosi yang dirasakannya sekaligus menyampaikan pembelajaran yang dapat diambil untuk memperkaya wawasan emosionalnya. Penulis mengenali, mengeksplorasi, dan memperhatikan lebih lanjut emosi-emosi yang dirasakannya Penulis mengenali, tetapi belum dapat mengeksplorasi, dan memperhatikan lebih lanjut emosi-emosi yang dirasakannya Penulis tidak mendeskripsikan perasaannya.
82 | Modul 3.3 – Pengelolaan yang Berdampak Positif pada Murid Pembelajar an (Findings ) Refleksi yang dibuat mendemonstrasikan keterhubungan antara pengalaman belajar dan pemahaman terhadap materi pelajaran yang diperoleh sebelumnya, dan CGP dapat menariknya ke dalam tujuan individu Refleksi yang dibuat mendemonstrasikan keterhubungan antara pengalaman belajar dan pemahaman terhadap materi pelajaran yang diperoleh, namun CGP belum menariknya ke dalam tujuan individu Refleksi yang dibuat kurang mendemonstrasikan keterhubungan antara pengalaman belajar dan pemahaman terhadap materi belajar yang diperoleh. Refleksi yang disampaikan CGP tidak menghubungkan pengalaman belajar dan pemahaman terhadap materi pelajaran yang diperoleh sebelumnya.
Modul 3.3 – Pengelolaan yang Berdampak Positif pada Murid | 83 Penerapan ke depan (Future Penulis menunjukkan telaahnya atas proses pembelajaran, bagaimana hal yang diperolehnya mempengaruhi praktik yang telah ia lakukan sebelumnya, serta bagaimana ia akan menerapkan apa yang telah dialami dan dipelajarinya ke dalam konteks kehidupan pribadi maupun profesional. Penulis menunjukkan telaahnya atas proses pembelajaran, serta bagaimana ia akan menerapkan apa yang telah dialami dan dipelajarinya ke dalam konteks kehidupan pribadi maupun profesional. Penulis belum konkret menunjukkan apa yang akan ia terapkan ke dalam konteks kehidupan pribadi maupun profesional. Penulis tidak dapat menunjukkan apa yang akan ia terapkan ke dalam konteks kehidupan pribadi maupun profesional. Kelengkapa n Dokumenta si Dokumentasi dilengkapi dengan lebih dari 4 foto yang memperlihatkan tahapan penting dari aksi. Foto yang dicantumkan sangat jelas menggambarkan urutan tahapan dan memberikan gambaran proses aksi dengan jelas. Dokumentasi dilengkapi dengan 3 - 4 foto yang memperlihatkan tahapan penting dari aksi. Foto yang dicantumkan cukup jelas menggambarkan urutan tahap dan memberikan gambaran yang cukup jelas tentang proses aksi. Dokumentasi dilengkapi dengan 1-2 foto namun tidak memperlihatkan tahapan penting dari aksi. Foto yang dicantumkan tidak menggambarkan proses aksi. Tidak membuat dokumentasi sama sekali. Umpan balik dari fasilitator: _______________________________________________________________________ ___________________________ _______________________________________________________________________ ___________________________ _______________________________________________________________________ __________________________
84 | Modul 3.3 – Pengelolaan yang Berdampak Positif pada Murid PROFIL PENULIS MODUL Modul ini ditulis dan dikembangkan oleh: 1. Oscarina Dewi Kusuma, adalah seorang Ibu dengan 2 anak yang meraih gelar S1 dari jurusan Teknologi Pendidikan IKIP Negeri Jakarta dan kemudian menamatkan pendidikan S2-nya di Universitas Kristen Indonesia dimana ia kemudian mendapatkan gelar Magister Pendidikan pada jurusan Administrasi/Manajemen Pendidikan. Dewi adalah seorang praktisi pendidikan yang gemar belajar. Keinginannya untuk terus belajar inilah yang menarik minatnya untuk mengambil program Advance Certificate for Teaching and Learning di Foundation for Excellence in Education (FEE) yang ditempuhnya selama 3 tahun. Dewi juga memegang Certificate IV untuk Life Education Skills. Dewi telah mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan, mengajar dan pembelajaran, coaching, dan perlindungan anak, baik di Indonesia maupun negaranegara lain, yang semuanya berkontribusi pada semakin kuatnya keyakinan dirinya pada prinsip bahwa pendidikan seyogyanya haruslah memerdekakan dan membahagiakan. Dewi saat ini bekerja sebagai salah satu kepala sekolah untuk jenjang TK dan SD di Global Jaya School, sebuah sekolah yang terotorisasi oleh International Baccalaureate (IB) di Bintaro Jaya Tangerang Selatan. Selain berperan sebagai kepala sekolah, Dewi juga kerap menjadi pembicara atau pelatih di berbagai kegiatan pelatihan guru di berbagai daerah di Indonesia. Dewi juga pernah berperan sebagai salah satu session observer yang bertugas untuk memberikan masukan tentang kualitas penyampaian workshopworkshop yang diselenggarakan oleh International Baccalaureate di Asia Pasifik. Dewi ikut berkontribusi dalam proses pengembangan salah satu Modul Pengembangan Karakter Berbasis Budaya Jawa Barat untuk Kepala Sekolah dalam Program Jabar Masagi dan ikut terlibat sebagai salah satu anggota tim Ad-Hoc dalam penyusunan instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan Tahun 2020 di Badan Akreditasi Nasional. Saat ini, Dewi juga menjadi salah satu pengurus inti di Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia, sebuah asosiasi yang anggotanya adalah sekolah-sekolah SPK di Indonesia.
Modul 3.3 – Pengelolaan yang Berdampak Positif pada Murid | 85 Meskipun sibuk mengemban tugas profesionalnya, Dewi tetap menekuni hobi memasak di waktu senggangnya dan saat ini sedang melatih dan membiasakan dirinya sendiri untuk menerapkan praktek berkesadaran penuh (mindfulness) di segenap aktivitas kesehariannya. Dewi dapat dihubungi di alamat email [email protected] atau melalui FB di Dewikusuma atau melalui IG di dewidharmakusuma. 2. Indra Sari, SH. M.Pd, adalah pegiat pendidikan, awal pengabdiannya di dunia pendidikan dimulai dari kepeduliannya pada lingkungan sekitar tempat tinggalnya, di mana di lingkungan tersebut banyak anak-anak yang tidak bersekolah TK (pada saat itu belum ada PAUD), anak putus sekolah, dan anak-anak yang dinikahkan di usia muda. Hal ini disebabkan karena tidak ada biaya dan karena cara pandang masyarakat terhadap pentingnya pendidikan masih sangat rendah. Berawal dari mengajar seorang anak akhirnya bertambah menjadi sekitar 40 anak datang ke rumah untuk belajar, Indra mulai membangun tempat belajar di halaman samping rumah, membuat perpustakaan kecil, membangun posyandu dengan biaya seadanya yang Indra miliki , anak-anak bisa datang belajar di tempat ini tanpa dipungut bayaran. Melihat perkembangan tempat belajar dan semangat anak-anak, akhirnya orang tua dan masyarakat sekitar memberikan kontribusi berupa tenaga untuk bergotong royong bersama membangun tempat belajar ini. Hingga saat ini rumah belajar terus berkembang bukan hanya sekedar belajar membaca dan menulis serta mempelajari materi pelajaran saja tetapi telah dikembangkan dengan menggabungkan konsep belajar Pramuka, Pendidikan Nilai-Nilai kemanusian dan pembelajaran yang lebih mendorong minat, bakat serta potensi anak melalui kegiatan yang sederhana dan bermakna, tempat belajar ini diberi nama RUMAH ILALLANG. Indra meraih gelar sarjana Hukum Perdata dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jakarta, keinginannya untuk memahami lebih jauh dunia pendidikan diwujudkan dengan mengikuti kuliah pendidikan AKTA IV di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor dan melanjutkan pendidikan S2 Manajemen Pendidikan jurusan Administrasi Pendidikan di Universitas Pakuan Bogor.
86 | Modul 3.3 – Pengelolaan yang Berdampak Positif pada Murid Mengabdi di TK Insan Teladan Bogor dimulai pada tahun 2004, tahun 2005 mulai mengajar SD dan diberi tugas tambahan menjadi Wakasek SD Insan Teladan, kemudian menjadi Kepala Sekolah TK dan Kepala SD Insan Teladan sampai dengan tahun 2014. Pada tahun 2011 mulai mengajar SMP dan merangkap menjadi Wakasek Bid. Kurikulum SMP Insan Teladan hingga sekarang. Setelah mengikuti Kursus Pendidikan Nilai-Nilai Kemanusiaan (Education Human Values) di Institut Satya Sai Lopbhuri, Thailand, Indra mulai menjadi Trainer Institut Satya Sai Education Indonesia (ISSEI) yang bertugas memberikan pelatihan kepada guru tentang penerapan PNK di beberapa sekolah di Indonesia. Aktivitas lain sebagai Pelatih Pramuka di Korps Pelatih Pramuka Pusdiklatcab Kab. Bogor, mengajar pramuka di beberapa pondok pesantren putri, Ketua Unit Pramuka Peduli Kwarran Tajurhalang, Ketua P4GN (Penanggulangan Penyalahgunaan Penggunaan Peredaran Gelap Narkotika) tingkat Kecamatan Tajurhalang, relawan Smile (Program Bahasa Inggris tak berbiaya untuk anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah Jakarta Pusat), Penggiat Seni Wayang Orang D’Kentirs, dan senang berkebun. Indra ikut berkontribusi menulis Kompilasi Best Practices “Pendidikan Karakter: Kumpulan Pengalaman Inspiratif” (bersama Kemendikbud) pada tahun 2010 dan menulis buku “Sekolah Di Dalam Makna Sebulir Padi”. Akun yang dapat dihubungi: Facebook Indra Sari, IG vaqen.indra_sari. Email. [email protected] 3. Dr. Siti Suharsih, S.S., M.Pd adalah seorang pemerhati pendidikan sekaligus pengajar pada salah satu universitas negeri yang ada di Provinsi Banten. Perempuan yang menyenangi olahraga sepeda dan travelling ini, menyelesaikan studi S1 di Universitas Diponegoro Semarang, Fakultas Sastra jurusan Bahasa dan Sastra Inggris dengan konsentrasi peminatan pada linguistik murni. Setelah menjadi pengajar di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNTIRTA, ia melanjutkan studi S2 di Universitas Negeri Jakarta, dengan konsentrasi pada pendidikan dan metodologi bahasa. Kegiatan selama berproses menjadi pengajar cukup banyak, beberapa di antaranya adalah menjadi
Modul 3.3 – Pengelolaan yang Berdampak Positif pada Murid | 87 fasilitator provinsi untuk program kemitraan pemerintah Amerika dengan Indonesia dalam program USAID Prioritas. Kegiatan ini memberikan gambaran dan praktik baik tentang bagaimana pembelajaran yang menyenangkan dan menjadikan murid sebagai pusat pembelajaran. Kegiatan selama menjadi fasilitator USAID tidak terbatas pada memberikan pelatihan, diseminasi, tapi juga memberikan pendampingan guru di kelas, hingga melakukan kolaborasi mengajar dengan guru untuk jenjang sekolah menengah pertama. Selain pernah tergabung dalam program USAID Prioritas, perempuan dengan tiga anak ini dipercaya menjadi Koordinator Program Microscholarship di Provinsi Banten, yaitu program beasiswa yang memberikan kursus bahasa Inggris gratis untuk siswa sekolah menengah atas dari RELO-US-Embassy yang bekerjasama dengan IIEF. Dalam program ini, siswa tidak hanya dibekali dengan keterampilan bahasa Inggris, tapi juga dengan literasi komputer, menumbuhkan jiwa entrepreneurship, dan juga berbagi bersama melalui community service. Ketertarikannya terhadap ilmu linguistik membawanya untuk kembali melanjutkan studi S3 di Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya, Universitas Indonesia. Dengan konsentrasi pada Ilmu Linguistik, fokus kajiannya adalah pada pemertahanan bahasa daerah. Ketertarikannya pada kajian bahasa daerah memberikannya ruang untuk melakukan diskusi ilmiah dengan tokoh masyarakat daerah, praktisi bahasa dan budaya, serta ikut serta melakukan penelitian kebahasaan bersama Kantor Bahasa Provinsi Banten.