Jet Writing Ada Tingkatannya
Yang saya bongkar di Jakarta baru sebatas ‘kulitnya’. Yap! Teknik Jet
Writing punya banyak pengembangan (sebenarnya). Nah disini saya akan
jelaskan lebih dalam teknik level 2 yang belum saya beri tahukan.
Masih ingat tidak dengan judul presentasi saya saat menyebut Jet Writing
waktu itu? “Teknik Menulis 700 Kata Per Menit TanpaPlagiasi” Tapii
kenapa teknik level 1 dengan Smodin hanya baru sampai “mengurangi
plagiasi?” bukan menghasilkan konten yang 100% bebas plagiasi?
Karena level 1 hanya kulitnya …
Kalau boleh jujur, banyak ilmu menulis diluar sana (terutama di negara
maju) yang belum banyak diadopsi oleh penulis aktif kita. Banyak ilmu
yang lebih tinggi dari teknik ini, banyak kecanggihan teknologi lain yang
sudah dieksplorasi orang – orang di negara maju untuk mempermudah
proses pembuatan konten tertulis. Mulai dari segi produktifitasnya, cara
menulisnya, cara mendapat keuntungannya, dll
Jet Writing Level 2 ini adalah teknik lanjutan dari jet writing level 1. Tapi
ingat, selalu ada langit di atas langit!
Saya berusaha menyampaikan ilmu literasi apapun yang menurut saya
bermanfaat kepada bapak/ibu secara bertahap. Agar bapak/ibuk
menikmati prosesnya. Tau kelmahan dan kelebihan setiap tekniknya.
Pada kesempatan ini, mari kita fokus dulu dengan teknik level 2 nya.
Catatan: ini merupakan ilmu premium yang tidak saya jual atau saya
bagikan secara cuma – cuma diluar sana.
Berhati – hatilah jika menularkan ilmu ini agar tidak disalahgunakan!
Perbedaan Level 1 dan Level 2
Level 1 Level 2
Toolsnya Gratis, namun ada opsi Toolsnya 100% Gratis
berbayarnya
Bertujuan menghasilkan konten
Bertujuan untuk mengurangi yang 100% tidak plagiat
plagiasi dari konten yang sudah
Hanya bisa untuk Karya Non-
ada Fiksi
Bisa digunakan untuk karya – Menggunakan Google Translate
karya Non Fiksi dan Fiksi Document + Prepost SEO
Menggunakan Smodin.io
Teknik Menulis Jet Writing Level 2
Ringkasan Teknik
Teknik Jet writing level 2 dimulai dengan mencari konten terbaru di
internet dalam bahasa Inggris. Lalu copy paste kontennya, dalam
microsoft word dan jadikan Bahasa Indonesia menggunakan Gogle
translate.
Tapi saya akan jelaskan lebih lanjut bagaiaman prosedur lengkapnya,
bagimana menghindari plagiasinya, serta etis dan tidaknya. Mohon
dibaca sampai habis ya!
Step #1
Buka Google dan carilah sebuah topik yang ingin anda tulis. Namun
ketikkan dalam bahasa inggirs. Contoh: “how to overcome laziness”
“how to…” Apapun yang berbau Non Fiksi.
Kemudian klik Tools dan klik any time, ubah jadi past 24 hours. Jika
tidak ada hasil pencarian, rubah ke past week, past month, terakhir past
year.
Ini bertujuan agar anda mendapat konten yang terbaru. Sebab yang suka
mentranslate konten dari Google itu tidak hanya kita! Banyak orang
lainnya. Bayangkan jika semua orang indonesia mendtranslate konten
luar negeri untuk keperluan kontennya. Maka semua akan plagiasi pada
waktunya :v.
Makanya saya bilang dari awal, bahwa ini adalah ilmu premium yang
tidak saya jual maupun sebarkan ke publik.
Step #2
Kumpulkan teks Bahasa Inggris yang ditemukan tadi dalam 1 microsoft
word, kemudian terjemahkan dari bahsa inggris ke Bahasa Indonesia.
Caranya buka https://translate.google.com/ kemudian klik
dokumen/documents
Setelah itu upload teksnya
Dalam ebook ini sebagai contoh saja, saya tidak menggunakan fasilitas
translate dokumen, namun translate biasa, hanya sekedar menunjukkan
jika karya yang dihasilkan nantinya bisa 100% lolos plagiasi.
Disini saya menemukan konten yang baru dipublikasi 13 jam lalu
(dengan menggunakan cara di step 1)
Ini adalah kata – kata bahsa Inggris yang saya copas
What are the causes of lack of self-confidence?
Distrust is a serious disease and one of the most important causes of it:
First: is the belief that others see your weaknesses and negatives and that you cannot hide your
flaws.
Secondly: the constant anxiety due to the constant striving of man to be on the best image and his
fear of not achieving it.
Third: is the feeling of shame about yourself and that you are just a small unproductive cog in the
machine of life.
Fourth: fear of failure:
Fear is the most common symptom of lack of self-confidence when a person does not complete his
work or postpones it day after day, failure in previous situations does not mean that we will fail
again, life is always changing and previous mistakes should be considered as important sources
of very rich information.
--
Kemudian kaa – kata itu saya translate ke Indonesia dengan
menggunakan Google Translate
Dan ini adalah hasil cek plagiasinya.
Kata no results found artinya bebas plagiasi. Benar – benar 0%
plagiasi!
Step #3
Tahapan ini adalah tahapan terakhir. Yaitu mengecek kualitas kata yang
dihasilkan oleh Google Translate. Mungkin ada hasil translate yang aneh,
bisa dibetulkan secara manual, atau dirasa kata – katanya membentuk
sebuah kalimat yang absurd atau janggal, bisa diperbaiki secara manual
Alternatifnya…
Bisa memakai tools https://www.prepostseo.com/id/paraphrasing-tool.
Tinggal copas teksnya disitu, lalu pilih fluency, lalu klik “Mengutip”
Tools ini tidaklah sempurna, masih lebih bagus jika dikoreksi secara
manual. Namun cukup membantu untuk membuat kalimat lebih lugas dan
sederhana
Namun pada pengalaman saya, seringkali hasil google translate malah
lebih bagus tanpa dimasukkan lat ini :v
Kenapa?
Karena Google Translate zaman sekarang sudah dilengkapi dengan
berbagai Artificial Intelligence yang ratusan kali lipas lebih canggih
daripada yang kita temui 10 tahun lalu. Akurasi Google Translate sudah
sangat tinggi dan sangat bagus. Lantas kenapa tidak dimanfaatkan
Etis dan Tidaknya Jet Writing Level 2
Jet Writing level 2 etis dilakukan jika:
Ada pengecekan plagiasi yang dapat dipertanggung jawabkan
setelah tulisan dihasilkan
Digunakan untuk topik – topik non fiksi yang umum dibicarakan
orang.
Ada penambahan konten yang anda tulis secara manual. Sehingga
karya tersebut memiliki nilai tambah. Tidak murni karya translate.
Jet Writing Level 2 tidak etis apabila
Diajarkan guru kepada muridnya di sekolah (mematikan
kreatifitas)
Mentranslate total buku orang lain (non-fiksi atau fiksi) dari luar
negeri lalu mengakuinya sebagai buku anda dalam Bahasa
Indonesia, atau sebaliknya.
Mentranslate cerita fiksi orang lain dari bahasa Inggris ke
Indonesia dan melabelinya sebagai cerita yang anda karang
Cara Mendeteksi Siswa Yang Menggunakan
Teknik Jet Writing Level 2
Jika seseorang memakai teknik jet writing level 1 dan menambahkan
editing lain secara manual, anda tidak akan bisa melacak sumber
kontennya. Berbeda dengan teknik level 2, sangat mudah sekali ditelusuri
jejak konten aslinya.
Caranya:
1. Coba copas tulisan bahasa Indonesia yang dihasilkan ke Google
Translate.
2. Lalu translate ke Bahasa Inggris.
3. Setelah itu coba cari satu baris kalimatnya ke dalam google. Anda
akan langsung menemukan sumber konten yang siswa/orang tadi
gunakan. Biasanya kata-kata yg ditemukan sama oleh Google
terkena Bold
Lalu dengan santai anda bisa mengembalikan tugas orang atau siswa
tersebut dan berkata, “Maaf, kamu translate karya orang lain dan
mengakuinya sebagai karyamu ya? Ini buktinya”
Mungkin murid – murid anda di sekolah/kampus suka memakai teknik
ini, tapi anda belum tahu Semoga tulisan ini jadi pembuka mata dan
pikiran