UPTD SDN BATIOH 1
KECAMATAN BANYUATES KABUPATEN SAMPANG
BAHAN AJAR (RANGKUMAN MATERI) KELAS I SEMESTER I
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
HURUF HIJAIYYAH
Jumlah huruf Hijaiyah ada 29
Al Quran ditulis dengan huruf Arab
SURAT AL FATIHAH DAN SURAT AL IKHLAS
Surat Al Fatihah artinya Pembukaan
Al Fatihah turun di kota Mekah
Nama lain dari Surat Al Fatihah
adalah Ummul Kitab
Jumlah ayat dalam surat Al Fatihah
ada 7 Ayat
Surat Al fatihah dimulai dengan bismillah
Jumlah ayat surat Al Ikhlas ada 4
ayat
Allah Maha Esa artinya Allah itu satu
KEESAAN ALLAH
Yang menciptakan alam semesta ini adalah Allah
Contoh ciptaan Allah yang ada di langit: Matahari, Bulan, Planet, Bintang-bintang,
Meteor
Contoh ciptaan Allah yang ada di bumi: Gunung, Laut, Danau, Sungai
Alhamdulillah artinya segala puji bagi Allah
ASMAUL HUSNA
Ar Rahman artinya Maha Pengasih
Ar Rahim artinya Maha Penyayang
Sebelum kita mengawali kegiatan maka diawali membaca Basmalah
(bismillahirrahmanirrahim)
DUA KALIMAT SYAHADAT
Dua kalimat syahadat disebut syahadatain
Syahadatain terdiri dari syahadat tauhid dan syahadat rasul
Syahadat tauhid
Syahadat rasul
Berkata Baik dan Sopan Santun
Berkata yang baik termasuk akhlak yang mulia
Allah Swt memerintahkan kepada kita berkata yang baik
BAHAN AJAR (RANGKUMAN MATERI) KELAS II SEMESTER I
1. HURUF HIJAIYAH
2. SURAT AN-NAS DAN AL-ASR
3. ASMAUL HUSNA
1) As-Salam berarti ALLAH Maha Pemberi Keselamatan.
2) Al-Quddus berarti Allah Maha Suci.
3) Al-Kholiq berarti Allah Maha Maha Pencipta.
4. DOA MAKAN
Sebelum makan kita harus berdoa, dengan tujuan makanan yang kita makan mengandung keberkahan.
Sehingga tubuh kita senantiasa sehat.
Adapun Adab makan dalam islam adalah sebagai berikut:
1) Mencuci tangan sebelum makan.
2) Duduk di meja makan dengan tertib.
3) Membaca doa sebelum makan.
4) Makan dengn tangan kanan.
5) Tidak berbicara atau bergurau saat makan.
6) Tidak tergesa-gesa saat makan.
7) Mengunyah makanan dengan lembut.
8) Berhenti makan sebelum kenyang.
9) Membaca doa sesudah makan.
10) Mencuci tangan setelah setesai makan.
5. SIKAP KERJA SAMA DAN SALING TOLONG MENOLONG
a. Kerja Sama
Artinya melakukan perkerjaan secara bersama-sama. Dengn tujuan :
Meringankan suatu pekerjaan
Pekerjaan berat menjadi ringan.
Contoh kerja sama yang diperbolehkan di sekolah antara lain:
Kerja sama membersihkan lingkungan sekolah.
Kerja sama menyelesaikan tugas kelompok.
Adapun kerja sama yang dilarang di dalam kelas seperti:
kerja sama mengeerjakan soal-soal ulangan.
kerja sama menggangu teman lain.
b. Tolong menolong
Artinya saling membantu satu sama lain dengan niat ikhlas karena ALLAH.
6. TATA CARA BERWUDU
a) Pengertian Wudu: wudu berarti membasuh sebagian anggota badan tertentu berdasarkan cara-
cara yang telah ditetapkan dalam islam, untuk menghilangkan hadas kecil.
b) Rukun wudu adalah sebagai berikut
1) Membaca niat
2) Membasuh muka
3) Membasuh kedua tangan sampai siku
4) Mengusap sebagian kepala
5) Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
6) Tertib(Berurutan)
c) Hal-hal yang membatalkan wudu adalah sebagai berikut:
Buang hajat besar, buang air kecil, dan kentut.
Hilang kesadaran atau hilang akal serta tidur dengan lelap.
Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan.
BAHAN AJAR (RANGKUMAN MATERI) KELAS III SEMESTER I
1. Surat an Nasr
Artinya,
1.Apabila telah datang pertolongan allah dan kemenangan.
2.dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah.
3.maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-
Nya,Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
Surat an Nasr artinya pertolongan Allah. Terdiri dari 3 ayat, turun di Makkah tetapi
tergolong surat Madaniyyah.
2. Surat Al Kausar
Pesan Surat Al kausar, perintah melaksanakan salat dan berkorban karena Allah
memberikan kenikmatan yang banyak.
3. Percaya Diri
Percaya diri adalah percaya pada kemampuan sendiri dengan usaha yang gigih dan
mengharapkan pertolongan Allah.
Ciri-ciri orang yang Percaya diri
1. Bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab dalam mengerjakan sesuatu
2. Teguh pendirian dalam kebenaran
3. Selalu menghargai orang lain
5. Sikap mandiri Nabi Muhammad
Nabi Muhammad sudah mandiri sejak kecil. Beliau ditinggal oleh ayahnya sejak dalam
kandungan dan ditinggal ibunya sejak usia 6 tahun. Meskipun yatim piatu, nabi
Muhammad tiak menyusahkan orang lain.
6. Tanggung jawab
Tanggung jawab seorang murid :
1. Belajar
2. Menjaga nama baik sekolah
Hadist nabi tentang tanggungjawab
كلكن را وكلَ هسئَ عن
ََع َكن ول رعي
ه
“ setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta
pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya”
7. Asmaul husna
Jumlah Asmaul Husna ada 99. Al Wahab
artinya Maha PemberiAl Alim artinya
maha Mengetahui
As Sami‟ artinya Maha Pendengar
8. Tawadhu‟
Tawadhu‟ artinya rendah hati.
Lawan dari tawadhu‟ adalah takabur (sombong)
9. Ikhlas
Ikhlas adalah perbuatan yang tidak mengharap pujian manusia.
BAHAN AJAR (RANGKUMAN MATERI) KELAS IV SEMESTER I
NO MATERI RINGKASAN MATERI
SOAL Surah Al-falaq terdiri dari 5 ayat
1 Surah Al Falaq Al fiil artinya Gajah
dan Al Fiil
2
3&4
5
Surah Al Fiil
6 Iman kepada Rukun iman ada 6
Allah 1. iman kepada Allah
2. iman kepada malaikat-malaikat Allah
3. iman kepada kitab-kitab Allah
4. iman kepada Rasul-rasul Allah
5. iman kepada hari kiamat
6. iman kepada qada dan qadar
7 contoh sikap meyakini adanya Allah dalam kehidupan sehari-hari :
Tidak merasa ketakutan yang berlebihan dengan adanya wabah virus
korona
Memperhatikan protokol kesehatan sebagai bentuk ikhtiar kepada
Allah
Merasa tenang menghadapi virus korona dengan tetap memperhatikan
protokol kesehatan.
8 Cara meyakini adanya Allah
1. Ijmali ~> mempercayai adanya Allah secara umum
2. Tafsili ~> mempercayai adanya Allah secara terinci maksudnya
dengan mempercayai sepenuh hati bahwa Allah mempunyai sifat- sifat
wajib, sifat mustahil dan juga sifat jaiz dalam kuasa dan kehendak-Nya
9 Bukti-bukti adanya Allah yaitu
ayat-ayat Al Qur‟an
proses penciptaan alam semesta
Kejadian manusia
10 Contoh sikap meyakini adanya Allah SWT :
Menolong teman
Memberikan bantuan kepada yang tidak mampu
11 Asmaul Husna Jumlah asmaul husna ada 99
12 Al Basir artinya Maha Melihat (Allah melihat segala sesuatu termasuk yang
tersembunyi sekalipun)
Al Adlu artinya Maha Adil (Allah akan memberi balasan secara adil kepada
manusia sesuai dengan perbuatannya)
Al „Azim artinya Maha Agung (tidak ada yang bisa menandingi keagungan,
kebesaran dan kekuasaan Allah SWT)
13 Allah Maha Melihat Al Basir
Salah satu cara meneladani sifat Al Azim yaitu dengan menaati segala
14 perintah Allah dan menjauhi segala larangannya (melaksanakan sholat
lima waktu, melaksanakan puasa pada bulan ramadhan, membayar
zakat, dll)
Salah satu cara meneladani sifat Al Basir adalah menjaga dan
menggunakan sesuatu yang sudah Allah Anugerahkan kepada kita
dengan sebaik- baiknya.
Salah satu cara meneladani sifat Al Adlu yaitu dengan berbuat adil
terhadap diri sendiri dan juga kepada orang lain
15 Al Basir artinya Maha Melihat
Al Adlu artinya Maha Adil
Al „Azim artinya Maha Agung
16 Iman kepada Makhluk Allah SWT yang diciptakan dari cahaya dan tidak dapat
Malaikat Allah ditangkap oleh panca indra manusia yaitu malaikat.
Makhluk Allah SWT yang di ciptakan dari api yaitu iblis
Makluk Allah yang di ciptakan dari tanah yaitu manusia
17 dan Sifat malaikat :
20
Malaikat tidak pernah durhaka
Malaikat tidak pernah menentang perintah Allah
Malaikat diciptakan dari cahaya
18 dan Jibril tugasnya menyampaikan wahyu
19 Mikail tugasnya menyampaikan rezeki
Israfil tugasnya meniup terompet (sangkakala)
21 Santun dan Izrail tugasnya mencabut nyawa
menghargai Munkar dan nakir tugasnya menanya dalam kubur
teman Raqib tugasnya mencatat amal baik manusia
Atid tugasnya mencatat amal buruk manusia
Malik tugasnya menjaga neraka
Ridwan tugasnya menjaga surga
Sikap terpuji adalah sikap yang baik.
Contoh sikap terpuji :
Santun dan menghargai teman
Berbicara Sopan terhadap orang lain
Hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru, dll
22 Menghargai teman berarti tidak menyakiti teman, tidak meremehkan teman,
dan tidak merendahkan teman.
23 contoh sikap santun dan menghargai teman ketika dirumah yaitu
mengucapkan salam sebelum masuk ke rumahnya,
berbicara santun ketika mengobrol
tidak membicarakan hal-hal yang dilarang agama,
tidak mencicipi makanan sebelum dipersilahkan,
pamit sebelum pulang.
24 contoh sikap santun dan menghargai teman ketika disekolah yaitu
menghargai perbedaan pendapat teman ketika berdiskusi
berbicara santun ketika menyampaikan pendapat
apabila kita melakukan kesalahan sebaiknya kita minta maaf
25 Contoh sikap santun dan menghargai teman di masyarakat :
ketika bertemu mengucapkan salam dan berjabat tangan
saling menghargai, menghormati dan menyayangi
26 Perilaku lawan dari amanah adalah khianat.
Amanah Sifat amanah merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang.
27 Nabi Muhammad saw sejak sebelum diutus menjadi Rasul, telah dikenal
sebagai Al Amin artinya dapat di percaya.
28 Contoh sikap amanah dalam kehidupan sehari-hari
Aisyah meminjam buku temannya, lalu ia mengembalikannya
Raka mendapat titipan surat untuk disampaikan kepada ibunya, raka
menyampaikan surat itu kepada ibunya.
29 Amanah yang diemban manusia untuk menjadi khalifah dibumi yaitu
Amanah memelihara alam semesta beserta isinya
Amanah terhadap agama
30 Hikmah dari sifat amanah yaitu :
Menimbulkan ketenangan dan ketentraman dalam hati
Setiap kegiatan akan diberkahi Allah SWT
31 Surah Al falaq
32 Surah Al Fiil Tahun Gajah adalah tahun kelahiran Nabi Muhammad saw
33 Iman kepada Bukti adanya Allah SWT adalah dengan melihat ciptaan-Nya, salah satunya
Allah SWT yaitu dengan adanya alam semesta dan seisinya
34 Asmaul Husna Al Basir artinya Maha Melihat
Al Adlu artinya Maha Adil
Al „Azim artinya Maha Agung
Al Adlu artinya Maha Adil (Allah akan memberi balasan secara adil kepada
35 manusia sesuai dengan perbuatannya)
36 Iman kepada Ciri-ciri malaikat :
malaikat- Malaikat diciptakan dari cahaya
malaikat Allah Malaikat mempunyai akal
Malaikat tidak memiliki hawa nafsu
Malaikat tidak mempunyai keinginan
Malaikat tidak pernah durhaka
Malaikat tidak pernah menentang perintah Allah
37 Jumlah Malaikat yang wajib kita ketahui ada 10.
38 Nama-nama malaikat Allah SWT beserta tugas-tugasnya yaitu
Jibril tugasnya menyampaikan wahyu
Mikail tugasnya menyampaikan rezeki
Israfil tugasnya meniup terompet (sangkakala)
Izrail tugasnya mencabut nyawa
Munkar dan nakir tugasnya menanya dalam kubur
Raqib tugasnya mencatat amal baik manusia
Atid tugasnya mencatat amal buruk manusia
Malik tugasnya menjaga neraka
Ridwan tugasnya menjaga surge
39 contoh sikap santun dan menghargai teman ketika disekolah yaitu
menghargai perbedaan pendapat teman ketika berdiskusi
berbicara santun ketika menyampaikan pendapat
apabila kita melakukan kesalahan sebaiknya kita minta maaf
40 Perilaku Lawan kata amanah yaitu khianat
Amanah
41 Surah Al Fiil Cara Allah SWT menghancurkan pasukan bergajah yaitu dengan mengirimkan
sekumpulan burung ababil dengan batu panasnya yang membuat pasukan gajah
tercerai berai dan ahirnya raja Abrahah dan tentaranyapun mati
42 Iman kepada Bukti-bukti adanya Allah yaitu
Allah ayat-ayat Al Qur‟an
Kejadian alam semesta
Kejadian manusia
43 Asmaul Husna Salah satu cara meneladani sifat Al Azim yaitu dengan menaati segala
perintah Allah dan menjauhi segala larangannya (melaksanakan sholat
lima waktu, melaksanakan puasa pada bulan ramadhan, membayar
zakat, dll)
Salah satu cara meneladani sifat Al Basir adalah menjaga dan
menggunakan sesuatu yang sudah Allah Anugerahkan kepada kita
dengan sebaik- baiknya.
Salah satu cara meneladani sifat Al Adlu yaitu dengan berbuat adil
terhadap diri sendiri dan juga kepada orang lain
44 Santun dan contoh sikap santun dan menghargai teman ketika dirumah yaitu
menghargai mengucapkan salam sebelum masuk ke rumahnya,
teman berbicara santun ketika mengobrol
tidak membicarakan hal-hal yang dilarang agama,
tidak mencicipi makanan sebelum dipersilahkan,
pamit sebelum pulang.
45 Perilaku Hikmah dari sifat amanah yaitu :
Amanah Menimbulkan ketenangan dalam hati
Menciptakan ketentraman sebab hati nurani tidak dikejar-kejar oleh
perasaan bersalah
Setiap kegiatan akan diberkahi Allah SWT
BAHAN AJAR (RANGKUMAN MATERI) KELAS V SEMESTER I
1. Surat at-Tin
a. Di dalam al-Qur‟an surat at Tin Allah SWT bersumpah dengan menyebut ciptaan-Nya, yaitu demi
at Tin dan Zaitun. Hanya Allah yang boleh bersumpah dengan ciptaan-Nya.
b. surat ke – 95
c. terdiri dari 8 ayat
d. tergolong surat Makkiyah
e. disebut surat at Tin diambil dari kata at Tin yang terdapat pada ayat pertama yang artinya buah Tin
2. Surat al-Ma‟un
a. Surah Al-Ma‟un adalah surah yang ke-107
b. Surah Al-Ma‟un diturunkan di Mekah sesudah surah At-Takasur.
c. Nama “Al-Ma‟un” diambil dari kata “Al-Ma‟un” yang terdapat pada ayat ke-7, artinya “barang-
barang yang berguna”.
d. Dalam surah Al-Ma‟un Allah SWT memberitahukan kepada kita beberapa sifat tercela, yang
dipandang sebagai pendusta agama, yaitu:
Menghardik-hardik anak yatim.
Tidak memberi makan orang miskin.
Lalai dari salatnya dan berbuat riya‟, serta tidak mau/enggan menolong dengan barang yang
berguna.
e. Allah SWT memberi ancaman terhadap orang-orang yang melakukan salat dengan lalai dan riya‟.
3. Iman kepada Rasul Allah
a. Iman kepada rasul Allah hukumnya wajib.
b. Rasul Allah yang wajib kita ketahui nama-namanya ada 25, yaitu :
1) Nabi Adam AS 14) Nabi Syu‟aib AS
2) Nabi Idris AS 15) Nabi Musa AS
3) Nabi Nuh AS 16) Nabi Harun AS
4) Nabi Hud AS 17) Nabi Daud AS
5) Nabi Saleh AS 18) Nabi Sulaiman AS
6) Nabi Ibrahim AS 19) Nabi Ilyas AS
7) Nabi Lut AS 20) Nabi Alyasa‟ AS
8) Nabi Ismail AS 21) Nabi Yunus AS
22) Nabi Zakaria AS
9) Nabi Ishaq AS 23) Nabi Yahya AS
10) Nabi Ya‟qub AS 24) Nabi Isa AS
11) Nabi Yusuf AS 25) Nabi Muhammad SAW
12) Nabi Ayyub AS
13) Nabi Zulkifli AS
c. Sifat wajib rasul ada 4 yaitu:
a. Sidiq artinya benar, lawannya kizib.
b. Benar (jujur)
c. Tablig artinya menyampaikan, lawannya kitman.
d. Amanah artinya terpercaya, lawannya khianat.
e. Fatanah artinya cerdas, lawannya baladah.
d. Di antara rasul Allah ada yang termasuk “Rasul Ulul Azmi” artinya rasul yang memiliki
keteguhan hati, kesabaran dan keuletan yang sangat luar biasa dalam menyampaikan risalah yang
diembannya.
e. Rasul yang termasuk “Ulul Azmi” adalah Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi
Isa AS dan Nabi Muhammad SAW.
f. Setiap Rasul Ulul Azmi diberi mu‟jizat oleh Allah SWT.
g. Nabi adalah orang yang diwahyukan kepadanya syariat rasul sebelumnya untuk dijalankannya.
Nabi diperintahkan untuk menyampaikan syariat tersebut kepada suatu kaum tertentu.
Sedangkan rasul adalah orang yang diutus Allah dengan membawa syariat baru untuk mengajak
manusia kepadanya.
4. Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT
a. mengimani kitab-kitab Allah, hukumnya wajib
b. Kitab-kitab Allah yang wajib kita kenal dan imani ada 4 yaitu: Kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-
Qur‟an.
c. Rasul-rasul Allah yang menerima kitab yaitu:
a) Nabi Musa AS menerima kitab Taurat.
b) Nabi Daud AS menerima kitab Zabur.
c) Nabi Isa AS menerima kitab Injil.
d) Nabi Muhammad SAW menerima Al-Qur‟an.
d. Al-Qur‟an adalah kitab suci terakhir yang Allah turunkan kepada nabi yang terakhir yaitu Nabi
Muhammad SAW.
e. Kemurnian dan keaslian Al-Qur‟an dijamin oleh Allah SWT.
f. Al-Qur‟an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur, selama 22 tahun, 2
bulan dan 22 hari.
g. Al-Qur‟an terdiri atas 30 juz, 114 surat, atau 6.236 ayat.
h. Al-Qur‟an merupakan petunjuk dan pedoman hidup kita.
i. Nama lain dari Al-Qur‟an yaitu Al-Kitab (kita bullah), Al-Furqan, Asy-Syifa,An-Nur, Al-Huda, dan
Az-Zikru.
5 Perilaku jujur
a. Jujur adalah berkata dan berbuat sesuai dengan kenyataan, tidak ditambah atau dikurangi.
b. Kita harus bersikap jujur kepada:
1. Allah swt
2. Diri sendiri
3. Orang tua dan Guru
4. Orang lain
c. Bentuk jujur kepada Allah swt adalah dengan taat melaksanakan perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya.
d. Bentuk jujur pada diri sendiri yaitu dengan berani mengatakan "Ya" jika benar dan
"Tidak" jika tidak tahu atau salah.
e. Bentuk jujur pada orang tua dan guru adalah patuh kepadanya dan tidak
membohonginya. Mengerjakan tugas yang ditugaskan pada kita.
f. Bentuk jujur kepada orang lain adalah berkata yang sebenarnya, tidak mengada-ada
atau melebih- lebihkan tidak sesuai kenyataan.
g. Selalu bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari memiliki manfaat:
1) Hidup kita akan selamat
2) selalu disenangi orang lain
3) meningkatkan martabat
4) dipercaya orang lain
5) mendapatkan surga di akhirat
6. Hormat adalah menghargai,takzim, khidmat, dan sopan.
a. Sikap menghormati biasanya dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang
lebih tua.
b. Sementara sikap orang tua kepada yang lebih muda disebut menyayangi.
c. Patuh kepada orang tua dan guru dengan cara melaksanakan perintahnya dengan baik
d. Contoh bentuk kepatuhan kita kepada orang tua dan guru:
1) Melaksanakan apa yang diperintahkan, misalnya orang tua meminta untuk
membereskan kamar maka segera laksanakan.
2) Disiplin datang ke sekolah tepat waktu
3) Mengerjakan tugas sekolah yang diberikan.
7. Menghargai sesama manusia
a. Menghargai Pendapat Orang Lain
Ketika ada orang yang menyampaikan pendapatnya, maka kita dituntut untuk
mendengarkan pernyataan orang tersebut hingga usai. Jangan memotong perkataan
atau langsung menganggap remeh pendapat tersebut.
b. Menghargai Pendirian Orang Lain
Saat seseorang tidak sepakat dengan pendapat orang lain, maka ia dapat
menjelaskan sisi ketidaksetujuannya dengan lugas dan sesuai logika yang
diterima umum.
c. Menghargai Keyakinan Orang Lain
Orang yang menghargai keyakinan orang lain artinya bersikap toleran dan tidak
merendahkan agama orang lain, kendati berbeda dengannya. dalam Al-Quran surah Al-
Kafirun juga dijelaskan konsep toleransi Islam yang sangat fleksibel, asalkan tidak
tercampur dalam perkara akidah dan tauhid. Artinya, Islam menghargai keyakinan dan
agama lain, asalkan tidak mempertukarkan iman atau ikut serta dalam ibadahnya. Hal ini
sesuai firman Allah SWT berikut: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan
menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku
sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu
tidak pernah [pula] menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah
agamamu, dan untukkulah, agamaku,” (QS. Al-Kafirun [109]: 1-6).
BAHAN AJAR (RANGKUMAN MATERI) KELAS VI SEMESTER I
KD 3.1
SURAT AL KAFIRUN
Asbabun Nuzul surat al Kafirun
Ibnu Katsir menjelaskan asbabun nuzul Surat Al Kafirun dalam tafsirnya. Bahwa orang-
orang kafir Quraisy pernah mengajak Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam untuk menyembah
berhala-berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka akan menyembah Allah selama satu tahun.
Maka Allah Subhanahu wa Ta‟ala menurunkan surat ini.
Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait asbabun nuzul Surat Al Kafirun ini.
Bahwa Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Aswad bin Abdul Muthalib dan Umayyah bin Khalaf
menemui Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam. Mereka mengatakan, “Wahai Muhammad,
marilah kami menyembah Tuhan yang kamu sembah dan kamu menyembah Tuhan yang kami
sembah. Kita bersama-sama ikut serta dalam perkara ini. Jika ternyata agamamu lebih baik dari
agama kami, kami telah ikut serta dan mengambil keuntungan kami dalam agamamu. Jika ternyata
agama kami lebih baik dari agamamu, kamu telah ikut serta dan mengambil keuntunganmu dalam
agama kami.”
Penawaran seperti itu adalah penawaran yang bodoh dan konyol. Maka Allah pun
menurunkan Surat Al Kafirun sebagai jawaban tegas bahwa Rasulullah berlepas diri dari agama
mereka.
SURAT AL MAIDAH AYAT 3
Artinya:
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih
atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam
binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang
disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi
nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa
untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah
kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa
terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang. (QS. Al Madiah: 3)
Isi popok Surat Al Maidah ayat 3:
Surat Al Maidah ayat 3 diawali dengan pengharaman 10 jenis hewan. Pertama, al
maitah ( )الويتهyang berarti bangkai. Yaitu hewan yang mati dengan sendirinya tanpa melalui
penyembelihan maupun perburuan. Kecuali bangkai ikan dan belalang.
Kedua, ad dam ( )الذمyaitu darah. Semua darah haram kecuali hati dan limpa. Ketiga, lahmul
khinzir ( )الخنزير لحنyaitu daging babi. Termasuk juga lemak, kulit, dan seluruhnya organnya.
Keempat, binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Kelima, al munkhaniqah ( )الونخنقةyaitu
hewan yang tercekik. Keenam, al mauquudzah ( )الووقورةartinya hewan yang mati karena dipukul
dengan benda berat yang tidak tajam.
Ketujuh, al mutaraddiyah ( )الوترديةartinya hewan mati terjatuh. Misalnya jatuh dari atas bukit.
Kedelapan, an nathiihah ( )النطيحةartinya hewan yang mati karena ditanduk hewan lainnya.
Kesembilan, hewan yang mati karena diterkam binatang buas seperti singa, harimau, serigala atau
anjing liar. Dan kesepuluh, binatang yang disembelih untuk berhala.
Kemudian Allah mengharamkan mengundi nasib dengan anak panah. Haram pula mengundi nasib
dengan dadu dan alat yang semisal.
SURAT AL HUJURAT AYAT 13
Isi pokok surat al Hujurat ayat 13:
Melalui Surat Al Hujurat ayat 13 ini, Allah Subhanahu wa Ta‟ala memberitahukan bahwa manusia
seluruhnya merupakan satu keturunan. Berasal dari kakek dan nenek moyang yang sama; yaitu
Adam dan Hawa. Dari keturunan yang sama, manusia kemudian Allah jadikan berkembang menjadi
sangat banyak. Berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Dengan keragaman itu, Allah menghendaki
agar manusia saling mengenal. Semakin dekat pengenalan kepada selainnya, semakin terbuka
peluang kerja sama dan saling memberi manfaat.
Manusia yang beragam itu sesungguhnya setara di hadapan Allah. Yang membedakan mereka
adalah ketaqwaannya. Kemuliaan manusia di sisi Allah ditentukan tingkat ketaqwaan mereka.
Surat Al Hujurat ayat 13 inilah yang digunakan Rasulullah untuk menghapuskan fanatisme jahiliyah
dan diskriminasi. Ayat inilah yang beliau tegaskan dalam khutbah fathu Makkah.
KD 3.2
ASMAUL HUSNA AS SAMAD, AL MUQTADIR, AL BAQI, DAN AL MUQADDIM
As-Samad (Maha Dibutuhkan)
Makna : Allah sebagai tempat meminta, Menjadikan Allah Swt, sebagai tempat meminta segala hal
permintaan atau keinginan yang baik.
Al-Muqtadir (Maha Kuasa atau Maha Menentukan)
Makna : Allah Swt adalah penguasa seluruh alam semesta beserta isinya. Allah sebagai tempat
untuk berlindung dan berdoa untuk amal kebaikan.
Al-Baqi (Maha Kekal)
Makna : Allah Swt, Maha kekal atau abadi, selalu ada selamanya dan tidak akan pernah
menghilang. Keberadaannya tidak memiliki awal atau akhir.
Al-Muqaddim (Maha Mendahulukan)
Makna : Allah Maha Mendahulukan atas apa yang diciptakan-Nya. Yang Mendahulukan, Yang
Mendorong, Yang menempatkan segala sesuatu di tempat yang benar.
KD 3.3
IMAN KEPADA HARI AKHIR
Berikut ini dalil Alquran tentang hari akhir yang patut kita tahu dan pahami. Apa saja?
1. Surat Az-Zumar ayat 68
Artinya: "Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali
siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba
mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)."
2. Surat Al-Qori'ah ayat 1-5
Artinya: "Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran,dan gunung-gunung seperti bulu yang
dihambur-hamburkan."
3. Surat Al-Zalzalah ayat 1-8
Artinya: "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah
mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: 'Mengapa bumi
(menjadi begini)?', pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu
telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari
kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan)
pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia
akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula."
4. Surat Al-Ahzab ayat 63
Artinya: "Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: 'Sesungguhnya
pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah'. Dan tahukah kamu (hai Muhammad),
boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya."
5. Surat An-Naml ayat 87
Artinya: "Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit
dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-
Nya dengan merendahkan diri."
6. Surat Al-Hajj ayat 7
Artinya: "Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan
bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur."
Nama lain hari akhir atau Yaumul Akhir:
1. Hari Kiamat (Yaumul Qiyamah)
2. Hari Perhitungan (Yaumul Hisab)
3. Masa Yang Ditetapkan (Yaumus Sa'ah)
4. Peristiwa Yang Pasti Berlaku (Yaumul Waqiah)
5. Hari Yang Menggemparkan (Yaumul Qariah)
6. Hari Goncangan (Yaumuz Zalzalah)
7. Hari Pembalasan (Yaumul Jaza')
8. Hari Keputusan (Yaumul Fasl)
9. Hari Kebangkitan (Yaumul Ba'as)
TANDA-TANDA KIAMAT KECIL (SUGRO) DAN KIAMAT BESAR (KUBRO):
Kiamat Kecil (sugro), tanda-tandanya yaitu:
1. Bencana alam dimana-mana
2. Waktu terasa semakin singkat
3. Ilmu agama dianggap tidak penting lagi,
4. Saling berlomba-lomba meninggikan bangunan
5. Pembunuhan, minuman keras, zina meraja lela
6. Budak melahirkan tuannya
7. Pria menyerupai wanita dan wanita menyerupai pria
Kiamat besar (kubro). Berikut tanda-tanda kiamat besar:
1. Munculnya Dukhan (Kabut/Asap).
2. Turunnya Dajjal.
3. Binatang Melata yang dapat berbicara.
4. Terbitnya Matahari dari Barat.
5. Turunnya Nabi Isa 'alaihis salam.
6. Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj.
TAHAPAN-TAHAPAN HARI SETELAH KEMATIAN
1. Alam kubur (alam barzah)
Setelah manusia meninggal dunia, ia akan berpindah ke alam barzah, tempat di mana
setiap manusia akan berjumpa dengan malaikat Munkar dan Nakir. Dua malaikat tersebut akan
menanyakan kepada manusia tentang siapa Tuhannya, apa agamanya, apa kitabnya dan siapa
Nabinya.
2. Hari kebangkitan
Hari kebangkitan ditandai dengan tiupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Tiupan
pertamanya sebagai titik mula terjadinya hari akhir (kiamat) yang membinasakan semua
makhluk di dunia. Kemudian pada tiupan kedua, semua manusia tanpa terkecuali akan bangkit
dari kebinasaannya dan inilah yang dinamakan hari kebangkitan.
3. Padang Mahsyar
Konon, Padang Mahsyar adalah tempat datar yang sangat luas di mana matahari hanya
berjarak satu jengkal dari kepala manusia. Di Padang Mahsyar setiap insan akan mulai diadili
tergantung amal perbuatannya dan diiringi oleh dua malaikat. Satu sebagai pengiringnya dan
yang satu lagi sebagai saksi atas semua perbuatannya di dunia.
4. Yaumul mizan (hari penimbangan amal baik dan amal buruk)
Setelah di Padang Mahsyar tadi, amal manusia mulai ditimbang mana yang baik dan
mana yang buruk. Jika manusia lebih berat timbangan amal kebaikannya, maka dia akan
mendapat keselamatan begitu pula sebaliknya.
5. Yaumul hisab (perhitungan amal)
Amal perbuatan yang kita lakukan selama di dunia, kemudian akan dihitung pada saat
yaumul hisab.
6. Jembatan Shirathol Mustaqim
Setelah amal dihitung, manusia akan berjalan melewati jembatan Shirathol Mustaqim.
Cara dan keadaan menyeberang setiap manusia di jembatan ini pun berbeda-beda. Bagi yang
timbangan amal kebaikannya lebih banyak, ia akan mudah menyeberanginya. Sebaliknya, bagi
yang amal buruknya lebih banyak, maka jembatan ini akan berubah bak sekecil rambut yang
dibagi tujuh sehingga akan menyulitkannya.
7. Surga
Surga adalah sebaik-baiknya tempat kembali. Di dalamnya tidak ada kesedihan dan
kesengsaraan, melainkan hanya kebaikan dan kebahagiaan. Surga diciptakan oleh Allah sebagai
balasan bagi orang-orang yang beramal saleh dan telah berhasil melalui perjalanan panjang tadi.
8. Neraka
Tempat terakhir ini (neraka) adalah tempat penuh penderitaan sebagai balasan bagi
orang-orang yang selalu berbuat keburukan.
KD 3.4
BERIMAN KEPADA QADA DAN QADAR
Qadha adalah ketetapan Allah SWT sejak sebelum penciptaan alam semesta (zaman azali).
Penetapan qadha sesuai kehendak Allah SWT, tentang berbagai hal yang berhubungan dengan
makhlukNya. Sedangkan qadar adalah perwujudan ketetapan Allah SWT (qadha) yang sering
disebut takdir. Qadha adalah rencana dan qadar adalah perwujudan atau kenyataan, yang hubungan
keduanya tak mungkin dipisahkan. Qadar merupakan takdir yang masih dapat diubah oleh manusia
dengan cara berikhtiar dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan tawakal. Sedangkan qada merupakan
sebuah ketetapan dari Allah SWT yang tidak dapat diubah.
Qadar merupakan takdir yang masih dapat diubah oleh manusia dengan cara berikhtiar
dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan tawakal. Sedangkan qada merupakan sebuah ketetapan dari
Allah SWT yang tidak dapat diubah.
Contoh qada di antaranya:
1. Kelahiran seseorang,
2. Jenis kelamin,
3. kematian
Contoh qadar adalah:
1. Seseorang yang kesulitan memahami pelajaran di sekolah berusaha belajar dengan giat
agar memperoleh nilai yang bagus
2. Orang yang mengidap penyakit tertentu berobat dan menjalani gaya hidup sehat agar
sembuh
3. Seseorang yang miskin berusaha memperoleh pekerjaan atau membuat suatu usaha
hingga menjadi orang yang berkecukupan
Takdir ada dua macam: takdir Muallaq dan takdir Mubram. Apa bedanya? Simak materi
berikut ini:
a. Takdir Mubram
Takdir mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku dan
manusia tidak diberi peran untuk mewujudkannya.
Contoh jenis takdir ini antara lain: soal kelahiran dan kematian manusia. Tidak ada yang
tahu kapan kita akan dilahirkan dan kapan akan mati. Semua menjadi rahasia Allah SWT dan
terjadi sesuai dengan ketetapannya.
b. Takdir Muallaq
Takdir muallaq yaitu ketentuan Allah SWT yang mengikut sertakan peran manusia
melalui usaha atau ikhtiarnya.
Contoh jenis takdir ini antara lain: keberhasilan anak sekolah dalam meraih prestasi.
Siswa yang berprestasi itu bukanlah siswa yang diam saja tidak belajar, dan hanya menunggu
takdir. Tetapi, ia selalu berusaha dan belajar setiap hari untuk meraih cita-cita yang
diharapkannya. Dengan begitu, apa yang diraihnya selain ditentukan oleh takdir Allah SWT,
juga ditopang oleh usaha dan doa yang dia lakukan. Jadi, berusaha itu harus, tetapi kita juga
harus berdoa dan rela menerima segala takdir yang sudah ditentukan Allah SWT.
Contoh Perilaku dari Iman kepada Qada dan Qadar
1. Jika seseorang memahami konsep qada dan qadar, maka ia tidak akan pasrah pada takdir,
namun terus berikhtiar jika ingin meraih tujuan dan keinginannya.
2. Allah tidak akan menyalahi hukum-Nya, Dia berlaku dengan adil dan sesuai dengan
ketetapan yang maha bijaksana. Karena itulah, seorang muslim tidak mengeluh dan
menyalahkan keadaan yang menimpanya, sesulit apa pun itu.
3. Tidak boleh sombong jika sudah mencapai suatu prestasi atau pencapaian.
4. Tidak boleh putus asa, serta senantiasa berprasangka baik pada Allah SWT.
5. Berusaha menyusun usaha dan strategi, khususnya, dalam hal pekerjaan sehingga hasilnya
efektif dan efisien.
6. Jika memperoleh rezeki, seorang muslim patut bersyukur. Sementara itu, jika mengalami
musibah, ia bersabar
Hikmah Beriman kepada Qadha dan Qadar:
1. Mendorong anak pada sikap yang seimbang antara optimisme dan tawakkal.
2. Melatih diri untuk lebih bersyukur dan bersabar kepada Allah SWT.
3. Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Melatih seseorang menjadi orang yang giat berusaha, optimis, dan tidak cepat putus asa.
5. Dapat menenangkan jiwa
KD 3.5
HORMAT DAN PATUH KEPADA ORANGTUA DAN GURU
Cara berbakti kepada orangtua
1. Mendoakan orang tua yang masih hidup maupun yang sudah meninggal
2. Bersikap sopan tutur kata dan perilaku
3. Mematuhi perintah orangtua
4. Membantu pekerjaan rumah
Contoh sikap hormat kepada guru:
1. Memberi salam
2. Mengerjakan tugas guru
3. Mendengarkan penjelasan guru
4. Bertutur kata dan berperilaku yang sopan
Doa untuk kedua orangtua
KD 3.6
TOLERANSI DAN SIMPATI WUJUD PEMAHAMAN SURAT AL KAFIRUN
Toleransi merupakan sikap saling menghargai dan saling menghormati walaupun terdapan
banyak perbedaan, agar hidup saling rukun dan damai. Sedangkan simpati merupakan rasa kasih
(memposisikan diri jika seandainya mengalami hal yang orang lain alami)
Hikmah toleransi
1. Meningkatkan rasa persaudaraan
2. Menghindari adanya perpecahan
3. Meningkatkan jiwa nasionalisme
4. Mempertebal keimanan