PEDOMAN
PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
Penyusun :
Sri Wardianti Soalehe, S.T
BENGKEL LISTRIK
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI
AKADEMI KOMUNITAS INDUSTRI MANUFAKTUR BANTAENG
2022
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
LEMBAR PENGESAHAN
PEDOMAN PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI
AKADEMI KOMUNITAS INDUSTRI MANUFAKTUR BANTAENG
Disusun Oleh :
Sri Wardianti Soalehe, S.T
Telah disetujui tanggal, September 2022
Di
Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng
Ketua Kepala
Program Studi Laboratorium Bengkel Listrik
Nur Asmi Rahmawati, M.T Faruq Ratuhaji, M.T
198709222018012001 198607142022021001
ii
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
KATA PENGANTAR
Pedoman praktikum instalasi listrik adalah panduan praktikum mahasiswa Program Studi
teknik Listrik dan Instalasi, Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng untuk
membentuk salah satu bagian dari kompetensi pada bidang keahlian.
Pedoman ini membahas tentang tata tertib praktikum dan komponen-komponen yang
digunakan dalam praktikum instalasi listrik. Pemasangan instalasi listrik sederhana yang sering
digunakan pada instalasi rumah dan instalasi gedung. Selain itu dibahas juga tentang tata cara
pengukuran atau pengujian instalasi listrik rumah tinggal maupun intalasi gedung.
Dengan adanya pedoman ini, mahasiswa mampu dalam memasang instalasi listrik luar
tembok (outbow) dan pemasangan instalasi dalam tembok (inbow). Selain itu, mahasiswa juga
mampu merawat dan memperbaiki instalasi listrik.
Bantaeng, 12 September 2022
Penyusun
Sri Wardianti Soalehe
iii
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
DAFTAR ISI
JUDUL …………………………………………………………………………………………………………….…… i
LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………………………………………………..… ii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………………… iii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………………. ix
TATA TERTIB UMUM LABORATORIUM …………………………………………………………………... 1
TATA TERTIB PRAKTIKUM ………………………………………………………………………………………….. 9
PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK …………………………………………………………………………….... 10
DAFTAR PUSTAKA ………………..……………………………………………………………………………….…… 19
iv
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
TATA TERTIB UMUM LABORATORIUM BENGKEL LISTRIK
A. PROSEDUR KERJA LABORATORIUM BENGKEL LISTRIK
1. Ketika memasuki laboratorium, praktikan wajib menggunakan pakaian rapi dan sopan
serta menggunakan sepatu. Tidak diperkenankan menggunakan sendal jepit dan sepatu
sendal didalam Laboratorium.
2. Meletakkan tas ditempat yang telah disediakan dan hanya diperbolehkan membawa
modul praktikum, tugas pendahuluan, alat tulis dan alat bantu yang dibutuhkan selama
praktikum berlangsung.
3. Selama praktikum, praktikan tidak diperbolehkan untuk makan dan minum didalam
laboratorium.
4. Tidak diperkenankan untuk merokok didalam praktikum.
5. Melakukan praktikum pada bilik praktikum yang telah disediakan.
6. Mengerjakan praktikum sesuai dengan petunjuk dalam modul praktikum dan
berdasarkan dengan arahan dosen pembimbing atau kepala laboratorium.
7. Pada saat menggunakan peralatan laboratorium, ikutilah petunjuk penggunaan
peralatan sesuai dengan petunjuk dari masing-masing peralatan yang digunakan.
8. Praktikan bertanggungjawab penuh terhadap peralatan laboratorium yang digunakan
selama praktikum.
9. Jika praktikan merusak peralatan laboratorium, maka praktikan wajib memperbaiki
atau mengganti peralatan tersebut dengan peralatan yang baru sesuai dengan jenis dan
fungsi yang sama dengan peralatan tersebut.
10. Selesai melakukan praktikum, praktikan meletakkan kembali peralatan praktikum pada
tempatnya dan merapikan kembali tempat yang digunakan seperti semula.
B. PROSEDUR K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)
1. Sebelum memulai praktikum, praktikan diberikan arahan tentang tata tertib selama
berada didalam laboratorium.
2. Praktikan wajib mengetahui cara penggunaan peralatan laboratorium.
5
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
3. Memperhatikan dan mempelajari tempat-tempat sumber listrik (3 phasa dan 1 phasa).
4. Praktikan harus memperhatikan dan mentaati peringatan (warning) yang tertera pada
peralatan praktikum.
5. Jika melihat ada kerusakan yang berpotensi menimbulkan bahaya, segera laporkan
kepada dosen pembimbing, kepala laboratorium ataupun PLP (Pranata Laboratorium
Pendidikan) yang bertugas.
6. Hindari daerah atau benda yang bepotensi menimbulkan bahaya listrik, misalnya isolasi
kabel yang terkelupas.
7. Selalu waspada terhadap bahaya listrik pada setiap aktivitas praktikum.
8. Apabila terjadi kecelakaan akibat adanya bahaya listrik, berikut ini adalah hal-hal yang
harus dilakukan praktikan :
a. Tidak boleh panik.
b. Segera matikan semua peralatan elektronik dan sumber listrik pada laboratorium.
c. Segera bantu praktikan lain untuk evakuasi diri.
d. Segera memberi tahu dan meminta bantuan kepada dosen pendamping, kepala
laboratorium, PLP ataupun orang disekitar Anda tentang terjadinya kecelakaan
akibat bahaya listrik.
e. Tidak membawa benda-benda yang mudah terbakar (korek api, gas, dan lain-lain)
kedalam laboratorium apabila tidak diisyaratkan dalam modul praktikum.
f. Tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan api, percikan api pada diri
sendiri maupun orang lain.
g. Selalu waspada terhadap bahaya api atau panas berlebih pada setiap aktivitas di
laboratorium.
h. Dilarang membawa benda tajam (pisau, gunting, dan sejenisnya) kedalam
laboratorium apabila tidak diperlukan untuk pelaksanaan praktikum.
i. Dilarang memakai perhiasan dari logam seperti cincin, kalung, gelang dan lain-lain.
j. Hindari daerah, benda atau logam yang memiliki bagian tajam dan dapat melukai
badan.
C. PENGGUNAAN APD (ALAT PELINDUNG DIRI)
6
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
APD yang digunakan pada saat praktikum di laboratorium Bengkel Listrik adalah sebagai
berikut :
1. Safety Helm adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya
dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastik. Helm
dapat memberi perlindungan tambahan pada sebagian dari kepala (bergantung pada
strukturnya) dari benda jatuh atau berkecepatan tinggi.
2. Safety Vest adalah rompi yang terbuat dari beberapa bahan pilihan seperti nylon, drill,
net/jaring, polyster, plastic, yang di beberapa sisinya dirancang khusus dengan
dilengkapi reflektor atau pemantul cahaya. Umumnya warna safety vest adalah kuning,
oranye, hijau daun muda, dan merah atau perpaduannya. Warna-warna tersebut
ditujukan agar dapat dilihat dari jarak jauh. Jadi, siapapun orangnya yang memakai
safety vest akan mudah terlihat baik saat siang maupun malam hari termasuk saat
hujan deras maupun cuaca berkabut. Safety vest ditujukan untuk mengurangi dampak
dari terjadinya kecelakaan akibat kontak dengan benda lain yang berbahaya.
7
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
3. Safety Gloves adalah salah satu Alat Pelindung Diri (APD) untuk melindungi seluruh
bagian tangan hingga ke jari-jari selama melakukan pekerjaan tertentu.
4. Safety Shoes adalah salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib diberikan oleh
perusahaan bagi pada pekerjanya untuk menciptakan Kesehatan dan Keamanan Kerja
(K3). safety shoes harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), dan lulus uji.
Meskipun memiliki kemampuan yang berbeda-beda dengan material yang
berbeda, tetapi sepatu tersebut harus tahan terhadap minyak dan antislip.
5. Kacamata Pelindung adalah kacamata yang berfungsi melindungi area mata dari pengaruh
yang berbahaya bagi kesehatan indera penglihatan kita saat berada atau bekerja di dalam area
tertentu.
8
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
TATA TERTIB PRAKTIKUM
1. Selama praktikum berlangsung, peserta praktikum harus mengikuti tata tertib laboratorium
Bengkel Listrik Program Studi Teknik Listrik dan Instalasi.
2. Praktikan harus datang 5 menit sebelum praktikum dimulai dan apabila praktikan
terlambat 15 menit setelah praktikum dimulai tanpa adanya alasan yang valid, maka
praktikan tersebut ada dikenakan hukuman.
3. Sebelum praktikum dimulai, praktikan harus mengumpulkan tugas pendahuluan terlebih
dahulu.
4. Memakai alat keselamatan K3 (Helm, rompi, kacamata pelindung, sarung tangan dan
sepatu safety) selama proses praktikum berlangsung.
5. Periksalah alat dan bahan praktikum sebelum melakukan praktikum, tanyakan kepada
dosen pengampu dan PLP yang bertugas tentang hal-hal yang kurang jelas mengenai alat
dan bahan.
6. Setelah pelaksanaan praktikum, alat dan bahan dikembalikan ketempat semula dalam
keadaan bersih dan rapi. Apabila ada praktikan yang merusak alat dan bahan praktikum,
maka praktikan tersebut harus mengganti dengan jangka waktu 3 hari setelah praktikum
selesai.
7. Praktikan yang berhalangan hadir (sakit) harus ada surat keterangan dari dokter yang
ditujukan untuk dosen pembimbing paling lambat 3 hari sejak tidak masuk.
8. Laporan praktikum dikumpulkan paling lambat seminggu setelah melakukan praktikum.
9. Memperhatikan dan waspada terhadap jalur bertegangan pada rangkaian.
9
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
Instalasi listrik adalah saluran listrik sebagai gawai maupun peralatan yang terpasang
dengan baik didalam maupun diluar banguan untuk menyalurkan arus listrik. Gawai instalasi
listrik meliputi sekring, saklar, kotak kontak, kotak sambung, fitting dan sebagainya.
Beberapa prinsip dasar instalasi harus menjadi pertimbangan pada pemasangan instalasi listrik.
Tujuannya adalah agar instalasi yang dipasang dapat digunakan secara optimum. Penghantar harus
terisolasi baik dari bagian konduktif terbuka (BKT) agar tidak menimbulkan tegangan sentuh pada BKT
dan juga terhadap penghantar lainnya agar tidak menimbulkan hubungan pendek arus listrik. Oleh
karena itu, isolasi penghantar sama pentingnya dengan penghantarnya sendiri dan keadaan isolasi
penghantar harus diperiksa dan diuji sewaktu-waktu.
Tahanan isolasi yang rendah antara penghantar fase dan netral atau antara semua
penghantar bertegangan dan netral akan mengakibatkan mengalirnya arus bocor. Arus bocor
ini jika bertahan lama dapat mengakibatkan rusaknya isolasi dan bisa menyebabkan kebakaran.
Tahanan isolasi ini untuk tegangan sampai 500V seperti tegangan 220V tidak boleh kurang dari
0,5 MΩ.
Untuk menguji seluruh instalasi, sakelar pembatas atau pengaman lebur pada APP dibuka
atau dilepas. Hubungan penghantar nol dan penghantar pengaman dari APP dibuka pula pada
PHB konsumen. Pengaman lebur atau MCB di PHB semua dalam keadaan tertutup. Semua
sakelar lampu dilepas dan semua kotak kontak harus dalam keadaan bebas dari beban.
A. TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dari praktikum instalasi listrik ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu mengenali bentuk dan jenis komponen yang digunakan pada praktikum instalasi
listrik.
2. Mampu membaca gambar instalasi listrik dengan baik dan benar
3. Mampu merangkai instalasi listrik dengan benar
4. Mampu membuat gambar diagram satu garis (Single Line) instalasi listrik
5. Mampu menganalisis rangkaian instalasi listrik
10
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
B. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
Alat / Bahan Jumlah Alat / Bahan Jumlah
1 Pcs
Obeng Listrik 1 Set Dimmer 2 Pcs
1 Pcs
Tang Listrik 1 Set Sakelar Tukar 1 Pcs
3 Pcs
Bor Cordless 1 Set Sakelar Seri 3 Pcs
1 Pcs
Mata Obeng + Bor 1 Set Lampu Pijar 1 Pcs
1 Pcs
Heatgun 1 Unit Lampu LED 1 Pcs
Secukupnya
Megger 1 Unit Kotak Kontak 2 Pcs
1 Pcs
Tang Ampere 1 Unit Lampu TL LED 1 Pcs
Multimeter Digital 1 Unit Sekering Putar + Dudukan Secukupnya
15 Pcs
Gergaji Besi 1 Set KWH Meter 1 Phasa
Secukupnya
Kikir 1 Set Panel Outbow 12 Gang Secukupnya
Palu Besi 1 Pcs Klem Pipa 20mm Secukupnya
Secukupnya
Kabel NYM 6mm / Kuning-Hijau Secukupnya MCB 1 Phasa Secukupnya
Kabel NYM 4mm / Biru Secukupnya MCB 3 Phasa 8 Pcs
30 Pcs
Kabel NYM 4mm / Merah / Secukupnya RCCB 1 Phasa
Hitam
Kabel NYM 2.5mm / Biru Secukupnya Isolasi Kabel
Kabel NYM 2.5mm / Merah / Secukupnya Lasdop
Hitam
Kabel NYM 1.5mm / Biru Secukupnya Kabel NYM 3x1.5mm
Kabel NYM 1.5mm / Merah / Secukupnya Kabel NYM 3x2.5mm
Hitam
Tdoz 3 Pcs Roset Kayu
Pipa Konduit 20mm Secukupnya Fleksibel Konduit
PVC Ducting 33x33mm Secukupnya PVC Trunking 100*80mm
Kabel Gland 5 Pcs Outbow
Konektor PVC Conduit 1 Pcs Klem Kabel 10, 20, 14
11
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
Sekrup Gypsum Hitam 25mm 20 Pcs Sekrup Gypsum Hitam 20 Pcs
Sekrup Tab 10mm 30 Pcs 70mm 30 Pcs
Sekrup Tab 20mm
C. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat, bahan dan perlengkapan praktikum.
2. Prinsip kerja rangkaian adalah sebagai berikut :
a. S1 digunakan untuk beban H1;
b. S2 digunakan untuk beban H2;
c. S3 dan S4 digunakan untuk beban H3 dengan konfigurasi rangkaian sakelar hotel / dua
arah;
d. S5 digunakan untuk beban H4 dan H5 dengan konfigurasi rangkaian seri.
3. Sambungkan APP (KWH Meter), Fuse (Sekring Putar) dan PSDK sesuai dengan pembagian
group pada gambar pemasangan.
4. Lengkapi gambar 1 bagian SLD dengan memberikan penanda jumlah kabel konduktor fasa,
netral dan PE sesuai dengan keterangan.
5. Lengkapi gambar 1 bagian tabel rekapitulasi beban dengan mengisi titik-titik sesuai dengan
beban yang Anda gunakan, ukuran kabel dan spesifikasi arus GPAS dan GPAL.
6. Buatlah diagram pengkabelan rangkaian pada gambar 2. Gambar dibuat dengan rapih
menggunakan penggaris dan pulpen. Berikan warna berbeda untuk setiap kabel sesuai
dengan standar warna.
7. Mulailah merangkai pada bilik instalasi dengan mengikuti penempatan komponen sesuai
dengan gambar 3.
8. Gunakan pipa conduit 20mm dengan sambungan minimal sebanyak 8 sambungan.
9. Setiap sambungan dan bengkokan piapa dilakukan dengan menggunakan alat pemanas
(heatgun).
10. Sambungkan kabel dengan benar sesuai dengan standar pemasangan dan standar
pengkabelan. Wajib menggunakan jenis sambungan dengan lasdop, sambungan puntir
12
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
searah, sambungan silang dan sambungan bolak-balik minimal 4 untuk setiap jenis
sambungan.
11. Sambungkan komponen KKB, Sakelar dan Fitting lampu sesuai dengan standar yang telah
diberikan.
12. Lakukan pemasangan ROD grounding pada tanah disekitar area gedung untuk
mendapatkan sambungan PE. Lakukan prosedur pemasangan grounding sesuai dengan
standar PUIL 2011.
13. Tuliskan warna kabel yang Anda gunakan pada tabel berikut :
Jenis Kabel Warna
Fasa .......
Netral .......
Sinyal .......
PE …….
Warna tersebut akan digunakan sebagai referensi dalam menggambar diagram
pengkabelan.
14. Periksa pekerjaan sebelum melakukan komisioning dan pengujian dengan beban.
15. Lakukan pengukuran sesuai dengan petunjuk pada hasil pengujian.
16. Lengkapi laporan, buat analisa dan kesimpulan.
D. PETUNJUK PEMASANGAN INSTALASI :
a. Lakukan pemasangan dan pengujian pada sisi bilik instalasi dengan kode A terlebih dahulu
(lihat pada gambar 3. Gambar detail pemasangan pada bilik), kemudian lanjutkan ke sisi B,
C dan D.
b. Lengkapi tabel pengujian setiap sisi bilik sesuai dengan tabel pengukuran dan pengujian
yang disediakan.
c. Setiap perpindahan sisi bilik atas seizing Dosen Pendamping / PLP.
d. Setiap sisi bilik memiliki nilai maksimal yang diperlihatkan pada
13
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
Tabel Keterangan Pemasangan Sisi Bilik Instalasi
Sisi Bilik Nilai Maksimal Paraf
A Mahasiswa Dosen
B
C 20
D
45
10
15
E. GAMBAR KERJA
14
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
15
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
F. HASIL PENGUJIAN
1. Ujilah tahanan isolasi pada PSDK dengan menggunakan megger.
L–N ……. MΩ
N – PE ……. MΩ
L - PE ……. MΩ
16
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
2. Lakukan pengujian tegangan dengan pada sisi luaran PSDK dengan kondisi tuas MCB
dan RCCB dalam kondisi ON, seizin Dosen / PLP (Bilik Sisi A).
Jalur Fasa (R) MCB Luaran RCCB/ELCB Luaran MMCB
L–N Utama ……. Volt Group 2
……. Volt ……. Volt
N – PE ……. Volt ……. Volt ……. Volt
L - PE ……. Volt ……. Volt ……. Volt
3. Pengujian rangkaian dimmer (S1dan H1) (Bilik Sisi B)
Kondisi Knob S1 Kondisi H1 Tegangan pada H1
0% ……. ……. Volt
……. Volt
25% ……. ……. Volt
50% ……. ……. Volt
75% ……. ……. Volt
100% …….
4. Pengujan rangkaian sakelar tukar (S3, S4 dan H3) (Bilik Sisi B)
Posisi Tuas S3 Posisi Tuas S4 Kondisi H3
Bawah Bawah …….
Atas Bawah …….
Bawah Atas …….
…….
Atas Atas
5. Pengujian rangkaian lampu TL (S2 dan H2) (Bilik Sisi C) Kondisi H2
…….
Posisi Tuas S2 …….
Atas
Bawah
6. Pengujan rangkaian sakelar seri (S5, H4 dan H5) (Bilik Sisi D)
Posisi Tuas S5 Kondisi H4 Kondisi H5
…….
Bawah ……. …….
…….
Atas ……. …….
Bawah …….
Atas …….
G. ANALISA
Hitung kebutuhan maksimum dari instalasi yang telah dilakukan diatas berdasarkan dengan
pembagian group beban sesuai dengan standar PUIL 2011 untuk rumah Tunggal. Dengan
syarat K1 untuk pencahayaan rel 25 meter, K2 untuk pemanas 1500 W dan K3 digunakan
untuk beban khusus sebesar 25A.
17
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
H. KESIMPULAN
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………
18
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DAN INSTALASI PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK
DAFTAR PUSTAKA
Badan Standarisasi Nasional, “Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011)”.
Diktat Kuliah Instalasi Listrik.
19