Daftar isi
Pengenalan Diri.................................................................................3
Maudy Ayunda..................................................................................3
Karier.................................................................................................3
2005–2010: Awal Karier ................................................................3
2011–2014: Perahu Kertas dan Panggil Aku................................4
2015–2017: Moments......................................................................5
2018–2020: Oxygen ........................................................................6
2021–sekarang: The Hidden Tapes: Vol. 1...................................7
Kehidupan pribadi............................................................................8
Pendidikan.........................................................................................8
Buku.................................................................................................10
Skill hobi..........................................................................................10
Album Foto......................................................................................11
Pengenalan Diri
Maudy Ayunda
Ayunda Faza Maudya, B.A., M.A., M.B.A. atau yang lebih dikenal
dengan Maudy Ayunda adalah seorang aktris, model, aktivis,
penulis dan penyanyi berkebangsaan Indonesia.
Ia memulai kariernya dalam film Untuk Rena produksi Miles Films pada tahun
2005. Kemudian ia membintangi beberapa film seperti Perahu
Kertas (2012), Refrain (2013), dan Habibie & Ainun 3 (2019).
Untuk karier musik, Maudy merilis album pertamanya pada tahun 2011,
Panggil Aku. . . dengan singel hitsnya berjudul "Tiba Tiba Cinta Datang". Sejak
saat itu, Maudy telah merils tiga album: Panggil Aku. . .
(2011), Moments (2015), dan Oxygen (2018), serta dua album mini: My
Hidden Collection (2013) dan The Hidden Tapes: Vol. 1 (2021). Ia juga kerap
mengisi jalur suara dalam film-film yang ia bintangi.
Maudy lahir pada tanggal 19 Desember 1994 (umur 27) di Jakarta, Indonesia.
Dia merupakan anak pertama dari Didit Jasmedi R. Irawan (Bapak) dan Muren
Murdjoko (Ibu) serta adik perempuannya Amanda Khairunnisa.
Karier
2005–2010: Awal Karier
Debutnya dalam dunia hiburan tanah air diawali lewat film Untuk Rena yang
dibintanginya bersama Surya Saputra pada tahun 2005. Dalam film
produksi Miles Films tersebut, Maudy berperan sebagai Rena. Karena perannya
di film tersebut, Maudy dianugerahkan penghargaan Aktris Utama Terpilih
oleh Festival Film Jakarta 2006 di usianya yang baru menginjak 11 tahun.[1] Ia
juga dinominasikan dalam MTV Indonesia Movie Awards 2006 untuk kategori
Most Favorite Rising Star. Selain mengawali karier sebagai aktris pada tahun
2005, ia juga merilis buku pertamanya yang berjudul A Forest of Fables. Buku
tersebut berisi tujuh belas dongeng pendek tentang satwa-satwa di hutan.
Seluruh hasil penjualan buku tersebut ia sumbangkan untuk korban Tsunami
Aceh 2004.
Pada tahun 2009, Maudy kembali mendapatkan peran di film produksi Miles
Films yang merupakan sekuel film Laskar Pelangi berjudul Sang Pemimpi.
Dalam film tersebut, ia berperan sebagai gadis Melayu bernama Zakiah
Nurmala. Di film tersebut, Maudy tidak hanya berperan sebagai Zakiah
Nurmala, pujaan hati sang tokoh utama, Arai, tetapi juga ikut menyanyikan
salah satu soundtrack-nya yang berjudul "Mengejar Mimpi". Sejak itu, namanya
mulai diperhitungkan sebagai artis belia berbakat di Indonesia. Maudy juga
terpilih sebagai finalis GADIS Sampul 2009.
2011–2014: Perahu Kertas dan Panggil Aku...
Pada tahun 2011, setelah memerankan anak
umur 11 tahun dan gadis SMA pujaan hati di
film Sang Pemimpi, Maudy Ayunda hadir
dalam film karya Aditya Gumay, Rumah
Tanpa Jendela sebagai Andini, kakak Aldo
(diperankan oleh Emir Mahira). Ia juga
beradu akting dengan Irfan
Maudy dalam video musik "Loveable". Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan dalam
film Tendangan dari Langit. Tahun
berikutnya, Maudy bermain dalam film Malaikat Tanpa Sayap yang dibintangi
bersama Adipati Dolken. Film ini juga mempertemukan kembali Maudy
dengan Surya Saputra. Perannya dalam film tersebut membuat Maudy masuk
dalam nominasi Festival Film Bandung untuk kategori Pemeran Utama Wanita
Terpuji.
Tidak hanya berkarya di seni peran, Maudy merilis album debutnya yang
berjudul Panggil Aku... pada tahun 2011. Dalam album yang berisi 10 lagu ini,
Maudy memasukkan salah satu lagu ciptaannya yang berjudul Tetap Bersama.
Album tersebut dibantu beberapa musisi seperti Tohpati, Andi Rianto,
dan Pasha. Salah satu singel yang berhasil menjadi hits adalah lagu berjudul
"Tiba-tiba Cinta Datang".Karier menyanyinya tidak berhenti sampai di situ.
Dalam film terbarunya, Perahu Kertas, Maudy juga didapuk untuk
mengisi soundtrack film yang berjudul sama, yaitu Perahu Kertas ciptaan Dewi
Lestari. Lagu tersebut berhasil membawanya sebagai pendatang baru di dunia
musik. Ia dinominasikan dalam Anugerah Musik Indonesia 2013 untuk
kategori Pendatang Baru Terbaik dan Karya Produksi Original Soundtrack
Terbaik. Maudy juga masuk dalam nominasi Anugerah Planet Muzik 2013 yang
diadakan di Singapura sebagai Artis Wanita Terbaik dan Lagu Terbaik
Indonesia untuk lagu "Perahu Kertas".
Pada tahun 2013, Maudy menayangkan album mini dengan video musik di
kanal youtubenya. Album tersebut diberi nama My Hidden Collection dan berisi
4 lagu yang ditulis dalam bahasa Inggris oleh Maudy sendiri.
Pada Januari 2014, Maudy berduet dengan penyanyi yang bertempat tinggal di
Amerika, David Choi dan mengeluarkan lagu berjudul "By My Side". Lagu
tersebut kemudian dimasukan ke album terbaru Maudy yang dirilis pada tahun
2014. Lagu ini masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia
2015 untuk Kolaborasi Pop Terbaik.
2015–2017: Moments
Pada 1 April 2015, Maudy merilis album keduanya
yang bertajuk Moments. Berbeda dari album
sebelumnya, album ini memiliki lirik yang lebih
dewasa dengan lagu-lagu yang memiliki cerita yang
sedih. Album tersebut sukses terjual lebih dari 200
ribu kopi dan meraih seritfikasi Multi Platinum.
Album ini juga masuk dalam nominasi Album Pop
Terbaik dan Album Terbaik di Anugerah Musik
Indonesia 2015. Di tahun tersebut pula ia kembali
bermain dalam film arahan Hanung
Bramantyo berjudul 2014: Siapa di Atas Presiden.
Film aksi yang direncakan tayang pada tahun 2014 itu Maudy tampil di Indonesian
disutradarai Hanung bersama Rahabi Mandra. Pada Choice Awards 2017.
Agustus 2015, Ia menjadi pengisi suara dalam film
animasi perang Battle of Surabaya karya Aryanto Yuniawan produksi STMIK
Amikom dan MSV Pictures. Di akhir tahun, Maudy merilis singel "Jakarta
Ramai" yang liriknya ia tulis sendiri. Pada tahun tersebut, ia kembali
dinominasikan di Anugerah Planet Muzik 2015 untuk kategori Ikon Media
Sosial. Ia juga mememangkan Indonesian Choice Awards 2015 sebagai Female
Singer of The Year.
Tahun berikutnya, Maudy fokus pada kuliahnya di Inggris yang sudah
memasuki semester akhir. Sepanjang tahun 2016, ia hanya merilis dua singel
yaitu "Sekali Lagi" dan "How Far I'll Go" versi Indonesia yang
merupakan soundtrack film Disney Moana.
Pada tahun 2017, Maudy memerankan seorang penulis buku
bernama Trinity dalam film arahan Rizal Mantovani berjudul Trinity, The
Nekad Traveler. Dalam film tersebut, ia kembali mengisi jalur suara dengan
menyanyikan lagi berjudul “Satu Bintang di Langit Kelam”. Lagu tersebut
diciptaan oleh Dewi Lestari dan dinyanyikan petama kali oleh trio Rida Sita
Dewi di album pertamanya pada tahun 1995. Maudy juga merilis singel “Kejar
Mimpi” dan “Kutunggu Kabarmu” pada tahun tersebut.
2018–2020: Oxygen
Pada tahun 2018, Maudy kembali merilis album ketiganya yang
berjudul Oxygen. Album yang merupakan rilisan ketiga setelah Panggil
Aku dan Moments ini, melibatkan Maudy dalam berbagai hal, seperti
pembuatan lagu dan penulisan lirik. Komposisi album Oxygen berisi 11 lagu,
terdiri dari 9 lagu yang baru pertama kali dirilis, dan 2 lagu yang
merupakan extra track. Album tersebut dinominasikan dalam Anugerah Musik
Indonesia 2018 sebagai Album Pop Terbaik. Ia juga mendapat nominasi
untuk Artis Solo Wanita Pop Terbaik untuk singel "Aku Sedang Mencintaimu"
dan Karya Produksi Kolaborasi Terbaik untuk singel "We Don't (Still
Water)" bersama Teddy Adhitya. Pada bulan April, Maudy menerbitkan buku
pertamanya "#Dear Tomorrow: Notes to My Future Self" yang membahas
seputar opini dan pengalamannya tentang menjadi diri sendiri, mimpi, cinta, dan
mindset. Buku tersebut juga berhasil menjadi penjulan terlaris di berbagai toko
buku. Pada bulan Oktober, dalam Pesta Olahraga Difabel Asia 2018, Maudy
terlibat sebagai penyanyi lagu resmi perhelatan tersebut yang berjudul "Song of
Victory" bersama Armand Maulana, Once Mekel, Vidi Aldiano, Regina
Poetiray, Zara Leola, Lesti Andryani, dan Putri Ariani.
Pada tahun 2019, Maudy menerbitkan dua buku cerita anak-anak yang
berjudul Kina's Story. Cerita dalam buku tersebut pertana kali ditulis saat ia
berusia 10 tahun, lalu ia tulis kembali sehingga menghasilkan cerita baru. Di
tahun tersebut pula, Maudy dipercaya untuk memerankan Hasri Ainun
Besari remaja dalam film Habibie & Ainun 3 yang disutradarai oleh Hanung
Bramantyo. Film tersebut rilis tepat di hari ulang tahunnya yang ke-25. Selain
memerankan Ainun remaja, Maudy juga mengisi jalur suara film tersebut
dengan menyanyikan lagu "Kamu & Kenangan" ciptaan Melly Goeslaw. Lagu
tersebut berhasil dinominasikan dalam Anugerah Musik Indonesia 2019 untuk
kategori Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik dan Piala Maya
2019 untuk Lagu Tema Terpilih. Maudy juga mendapatkan nominasi di Festival
Film Bandung 2020 atas perannya dalam film tersebut.
Maudy merilis singel "Goodbye" yang dirilis pada 5 September 2019. Maudy
mengatakan, singel ini merupakan pesannya untuk berpamitan sebelum
keberangkatan ke Amerika Serikat dalam melanjutkan pendidikan.
2021–sekarang: The Hidden Tapes: Vol. 1
Maudy diumumkan membintangi film Losmen Bu Broto yang diadaptasi dari
seri televisi Losmen. Film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah dan Eddie
Cahyono itu direncanakan tayang pada tahun 2021. Ia juga akan mengisi jalur
suara film tersebut dengan berkolaborasi bersama Danilla Riyadi.
Sepulangnya dari Universitas Stanford, Maudy bekerja sama dengan Kopi
Kapal Api dan Redoxon mempersiapkan perilisan album mini The Hidden
Tapes: Vol. 1 yang telah ia persiapkan sejak kuliah di Amerika Serikat.
Menurutnya, ia sedang tak ingin tergesa-gesa untuk membuat satu album penuh
melainkan ingin membuat karya yang jujur dan intim. Album mini berisi tiga
lagu ini memiliki tiga cerita berbeda dengan sebuah kesamaan tentang
personalitas perempuan yang digambarkan yaitu perempuan yang menerima,
menegur, dan menguatkan. Ide ini datang dari pemikiran dan pertimbangan
terkait kariernya di dunia musik setelah ia lulus kuliah. Pada 16 Juli 2021,
Maudy merilis lagu pertama yang menjadi trek ketiga album mini tersebut,
berjudul "don't know why". Lewat lagu yang liriknya membahas tentang
perasaan mati rasa dalam sebuah hubungan itu, ia ingin mengingatkan kepada
kaum perempuan untuk menentukan jalan hidup serta kisah cintanya
sendiri. Lagu kedua, "not for us" dirilis pada 20 Agustus dengan
menampilkan sneak peek lewat TikTok-nya dua hari sebelum perilisan. Singel
ini menceritakan tentang seseorang yang sadar bahwa hubungannya dengan
pasangan tidak dapat berlangsung selamanya. Ia menjelaskan bahwa lagu ini
bukan tentang perempuan yang tidak berdaya ketika patah hati, melainkan
mampu mengungkapkan perasaannya dan menggambarkan patah hati sebagai
fakta. Ia mengharapkan "not for us" bisa relate dengan kehidupan banyak orang
terutama kaum perempuan. Lagu terakhir, "heartless", dirilis pada 1 Oktober.
Melalui lagu ini, Maudy ingin menyuarakan betapa perempuan begitu kuat dan
berhak menjadi karakter utama dalam hidupnya. Perilisan lagu ketiga ini juga
menandai dirilisnya album mini The Hidden Tapes: Vol. 1. Pada 5 November,
Maudy kembali bekerja sama dengan Dee Lestari, merilis singel berjudul "Awal
Mula" dari jalur suara novel Rapijali karya Dee.
Kehidupan pribadi
Maudy merupakan putri dari pasangan Didit Jasmedi R. Irawan dan Muren
Murdjoko. Ia memiliki seorang adik bernama Amanda Khairunnisa.
Maudy memiliki hobi membaca dari kecil, ia belajar membaca di usia 3 tahun.
Maudy bersekolah di Mentari Intercultural School, yang awalnya ia memiliki
kendala bahasa saat bersekolah di sana. Ia mengaku harus beradaptasi
menggunakan bahasa Inggris sedangkan saat itu ia hanya terbiasa
dengan bahasa Indonesia dan Jawa.
Setelah penampilan debutnya di film Untuk Rena, Maudy berhenti sejenak di
dunia hiburan dan fokus pada pendidikannya. Saat SMP dan SMA, ia aktif di
berbagai kegiatan sekolah dan organisasi. Maudy juga pernah menjabat sebagai
ketua OSIS di sekolahnya.
Setelah lulus SMA, Maudy diterima di Universitas Oxford, Inggris dan
mengambil jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics). Maudy
memulai studinya bulan September 2013 dan lulus pada tahun 2016. Pada tahun
2019, Maudy berencana melanjutkan S2. Ia berhasil diterima di dua universitas
ternama dunia yaitu Universitas Harvard dan Universitas Stanford. Ia
memutuskan untuk kuliah di Universitas Stanford dan lulus pada tahun 2021
dengan gelar ganda untuk jurusan bisnis (M.B.A.) dan pendidikan (M.A.).
Pendidikan
SD: SD Al-Izhar
SD: Mentari Intercultural School,
Jakarta
SMP: Mentari Intercultural School,
Jakarta
SMA: British School Jakarta
S-1: Universitas
Oxford, P.P.E (Politics, Philosophy,
and Economics) - lulus 2016
S-2: Universitas Stanford, M.B.A. (Master of Business Administration) dan
M.A. (Master of Arts in Education) - lulus 2021
Penghargaan dan Nominasi
Sejak debutnya dalam dunia entertainment di tahun 2005, Maudy telah
dinominasikan serta dianugerahi berbagai penghargaan. Ia berhasil
dinominasikan dalam MTV Indonesia Movie Awards 2006 atas penampilan
pertamanya di film Untuk Rena. Ia juga memenangkan kategori Aktris Utama
Terpilih di Festival Film Jakarta 2006 pada usianya yang masih menginjak 11
tahun, mengalahkan Cornelia Agatha (Detik Terakhir),
Kinaryosih (Betina), Nirina Zubir (Heart), dan Titi Kamal (Mendadak
Dangdut).
Maudy pertama kali dinominasikan dalam Anugerah Musik
Indonesia pada AMI 2013 untuk kategori sebagai Pendatang Baru
Terbaik dan Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik. Pada tahun tersebut
pula ia dinominasikan untuk kategori Artis Wanita Terbaik dan Lagu Terbaik
Indonesia di Anugerah Planet Muzik 2013. Sejak tahun 2013 hingga kini,
Maudy telah mendapatkan 13 nominasi Anugerah Musik Indonesia tanpa satu
kemenanganpun. Sejak tahun 2015, Maudy juga rutin masuk nominasi Penyanyi
Solo Wanita Terdahsyat di Dahsyatnya Awards. Pada tahun 2015, Maudy
pertamakali dinominasikan dalam Indonesian Choice Awards untuk kategori
Female Singer of The Year dan berhasil memenangkannya. Tahun selanjutnya,
ia kembali dinominasikan di kategori yang sama namun dikalahkan oleh Isyana
Sarasvati.
Pada Februari 2020, nama Maudy Ayunda masuk dalam daftar tahunan Forbes
Indonesia edisi 30 Under 30 (30 anak muda Indonesia yang berprestasi dibawah
usia 30) dalam kategori Art, Style & Entertainment. Tahun selanjutnya, ia
berhasil masuk dalam daftar 30 Under 30 versi Forbes Asia pada kategori
Entertainment & Sports. Maudy dianggap berpengaruh karena telah
menghasilkan karya yang sukses dan juga memiliki perhatian besar terhadap
dunia pendidikan dengan menjadi aktivis pendidikan.
Buku
2005 – A Forest of Fables
2018 – #Dear Tomorrow: Notes to My
Future Self
2019 – Kina's Story: Kina and Her Fluffy
Bunny
2019 – Kina's Story: Kina Makes a New
Friend
Skill hobi
Maudy memiliki hobi antara lain berenang, menyanyi, menulis, hiking dan
bermain piano. Dari hobi menulisnya Maudy telah meluncurkan sebuah buku
berjudul "A of Fables" di tahun 2005.
Maudy Ayunda tergolong anak yang berprestasi di bidang akademis. Ia pernah
menjadi juara dua speech competition di sekolahnya. Selain fasih berbahasa
Inggris, ia juga menguasai bahasa Mandarin dan Spanyol.
Setelah lulus dari British International School, Maudy melanjutkan kuliahnya di
Columbia University jurusan Ekonomi. Namun karena konsentrasi
mengembangkan karir di Indonesia, ia memutuskan unuk menunda kuliahnya.
Album Foto