The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

T3. Sub Topik 1,2,3 Portofolio Aksi Nyata CT

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dian Siti Solehah dian, 2024-06-15 03:52:30

T3. Sub Topik 1,2,3 Portofolio Aksi Nyata CT

T3. Sub Topik 1,2,3 Portofolio Aksi Nyata CT

Nama : Dian Siti Solehah Nim : 248690410015 MK : Computational Thinking Topik 3 Sub Topik 1 : Eksplorasi Konsep (5) 1. Menurut pengalaman anda mengajar atau saat menjadi siswa apakah soal bebras yang digunakan untuk contoh soal memiliki kompleksitas yang sesuai dengan jenjang yang ditergetkan dan bidang pelajaran anda? Jika tidak, berikan alasannya dan usulkan jenjang serta bidang apa yang sesuai untuk soal tersebut? Jawab: Jenjang Judul Soal Jawaban SD Karangan Bunga Menurut saya soal tentang karangan bunga ini sudah sesuai digunakan pada jenjang sekolah dasar (SD) karena contoh soalnya dapat dimengerti dengan baik sesuai dengan jenjang anak SD. Namun apabila diberikan untuk kelas1dan 2 SD kan terasa lebih sulit bagi mereka untuk menyelesaikannya, tetapi jika diberikan kepada anak kelas 3-6 SD mungkin mereka sudah dapat menyelesaikan persoalan tersebut dimana menurut CP CT Pada fase B dan C peserta didik sudah mampu menghasilkan beberapa solusi dan cara untuk menghasilkan lebih banyak akternative solusi dengan cara berpikir komputasional. Tetapi Menurut saya tidak semua soal tersebut dapat diberikan kepada anak SD disemua jenjang/fase melainkan harus disesuaikan lagi dengan tingkatan fasenya dimana untuk fase A diberikan soal yang terbilang mudah kemudian pada fase B tingkatan soalnya sedikit lebih sulit sehingga mereka bisa menghasilkan beberapa solusi dalam menyelesaikan persoalan tersebut dan selanjutnya untuk Fase C tingkat soalnya dapat diberikan yang sulit/tinggi agar mereka dapat berpikir secara kritis dan logis sehingga mampu menghasilkan lebih banyak alternative solusi dalam berpikir secara komputasional thinking dalam menyelesaikan suatu persoalan tersebut secara efektif dan sistematis.


Nama : Dian Siti Solehah Nim : 248690410015 MK : Computational Thinking Topik 3 Sub Topik 1 : Eksplorasi Konsep (6) Soal Latihan Bebras Soal ini diambil dari soal Bebras Memindahkan Dadu untuk jenjang SD dan modifikasi dari soal Bebras Memindahkan Dadu untuk jenjang SMP dan SMA. Judul Soal : Memindahkan Dadu Kode Soal : I-2017-MY-05 Jenjang : SD Jack si berang-berang menggulirkan sebuah dadu sepanjang jalan tanpa penggeseran. Jack memutar dadu sepanjang pinggir yang ada di perbatasan antara dua petak. Dia melakukannya n kali sampai dadu mencapai petak berisi bulatan putih. Pada jenjang SD menggunakan nilai n . Perhatikan gambar 3.10 berikut ini Gambar 3.10: Soal Memindahkan Dadu untuk jenjang SD Perhatikan bahwa jumlah titik-titik pada dua sisi yang berlawanan di sebuah dadu selalu 7 (1 berlawanan dengan 6; 2 berlawanan dengan 5; 3 berlawanan dengan 4). Pada mulanya, sisi dengan 1 titik (berlawanan dengan sisi 6) ada di dasar dadu, seperti ditunjukkan pada gambar. Setelah memutar dadu sekali ke petak kedua, sisi dengan 2 titik (berlawanan dengan 5) akan berada di dasar dadu. Tantangan Sisi dadu dengan berapa titik ada di atas permukaan dadu saat dadu mencapai petak putih di ujung Nama/Nim : Jenjang/mata pelajaran yang diampu : Judul Soal : Dian Siti Solehah/248690410015 Sekolah Dasar Memindahkan Dadu


No Pertanyaan Jawaban 1 Tuliskan solusi untuk masing-masing soal Adapun cara atau solusi untuk menyelesaikan tantangan ini dengan mengamati semua posisi dadu dari 1,2,3,4,5 dan 6 terlebih dahulu kemudian saat dadu tersebut berputar amati dan Perhatikan angka yang muncul pada bagian dasar dadu untuk menentukan posisi titik dadu yang terletak di permukaan dari masing-masing jenjang khususnya pada jenjang SD hingga dadu tersebut berputar sampai pada titik putih paling ujung hingga mendapatkan titik dadu 5. Dimana pada bagian petak pertama dasar dadu 6 berputar ke petak kedua dasar dadu 5, bergulir ke petak ketiga dasar dadu 1, berputar lagi kepetak keempat dasar dadu 2, selanjutnya berputar lagi kepetak kelima dasar dadu 4 dan yang terakhir bergulir ke petak dadu keenam pada petak putih dengan permukaan dasar dadu 5. Jadi dapat dilihat dasar dadu dari 6-5-1-2-4-5 Jenjang SD : Titik dadunya adalah 5 2 Tuliskan langkah-langkah berpikir anda hingga mendapatkan solusi dari masing-masing soal! Jika Anda menggunakan lebih dari satu cara berpikir, tuliskan pada jenjang mana anda menggunakan cara berpikir tersebut! 1. Mencermati permasalahan yang ada pada soal yaitu mencari titik dadu sisi atas ketika dadu mencapai petak putih. Dadu berjalan sesuai dengan petak yang ada pada gambar disetiap jenjangnya yaitu jenjang SD. 2. Membaca syarat atau ketentuan dalam memecahkan permasalahan ini yaitu jumlah titik-titik pada dua sisi yang berlawanan di sebuah dadu selalu 7 1 berlawanan dengan 6 2 berlawanan dengan 5 3 berlawanan dengan 4 Posisi awal dadu disetiap jenjangnya adalah titik 1 ada didasar dan titik 6 ada diatas permukaan. 3. Menganalisis dadu bergulir sesuai dengan ketentuan jenjang SD 4. Menggunakan alat peraga untuk visualisasi dadu dengan alat berbentuk kubus. Alat tersebut diberi nomor sesuai dengan nomor yang ada pada dadu. 5. Menggulirkan dadu atau alat peraga ke depan, dan ke samping kanan, sesuai dengan ketentuan gambar Dadu berjalan kedepan sesuai dengan petak


Jenjang SD Posisi awal dadu: Titik I di bawah dan 6 di atas. Titik 2 di depan dan 5 di belakang. Dadu bergulir ke depan, menjadi: Titik 2 di bawah dan 5 di atas. Titik 6 di depan dan I di belakang. Dadu bergulir ke depan, menjadi Titik 6 di bawah dan 1 di atas. Titik 5 di depan dan 2 di belakang. Dadu bergulir ke depan, menjadi Titik 5 di bawah dan 2 di atas. Titik 3 di samping kanan dan 4 di samping kiri. Dadu bergulir ke kanan, menjadi Titik 3 di bawah dan 4 di atas Titik 2 disamping kanan dan 5 disamping kiri Dadu bergulir ke kanan (berada dipetak putih) menjadi Titik 2 dibawah dan 5 diatas Dapat digambarkan seperti bawah ini, angka yang tertulis adalah banyak titik dadu yang berada diatas 2 4 5 1 5 6 Jadi, diperoleh bahwa titik 5 berada dipermukaan atas dadu. 3 Identifikasi 4 fondasi CT yang anda gunakan dalam menyelesaikan persoalan ini! Identifikasi 4 fondasi CT yang digunakan Dekomposisi Tahapan dekomposisi pada permasalahan ini adalah pada saat menguraikan permasalahan menjadi bagian bagian yang lebih sederhana yaitu dalam menggunakan alat peraga yang telah dibuat dan diibaratkan sebagai dadu.


Pengenalan Pola Pada jenjang SD berawal dari posisi petak dadu yang pertama. Selain itu, dadu hanya bergulir ke arah depan, dan samping kanan. Dengan memperhatikan angka pada setiap petak dadu. 6 Berlawanan Dengan 1 5 Berlawanan Dengan 2 4 Berlawanan Dengan 3 Abstraksi Saat menggulirkan dadu menghilangkan atau mengabaikan sisi yang tidak dijadikan dasar dadu. Algoritma Menganalisis persoalan, menyiapkan alat peraga seperti dadu, mulai menggulir alat peraga/dadu tersebut sesuai dengan rute yang ditentukan, mencatat hasil yang diperoleh dengan mengamati titik dadu yang ada diposisi atas petak akhir berwarna putih, dan membuat kesimpulan 4 Adakan contoh pada kehidupan sehari-hari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini! Adapun contoh dalam penerapan kehidupan sehari-hari adalah membuang sampah pada tempatnya. Yang pertama memperhatikan penunjuk dengan cermat agar tidak membuang sampah sembarangan dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan dengan benar kemudian menempatkan sesuai pola cara membuang sampah yang benar yang sudah ditetapkan supaya tidak salah dan tidak mencemari lingkungan.


Nama : Dian Siti Solehah Nim : 248690410015 MK : Computational Thinking Topik 3 Sub Topik 1 : Ruang Kolaborasi Tabel 3.1: Penilaian Teman Kelompok Penilaian dari teman kelompok Kriteria Penilaian Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 Anggota 4 Apakah cara mengerjakan soal yang dituliskan dapat dipahami? Dapat Dipahami Dapat Dipahami Dapat Dipahami Dapat Dipahami Apakah cara mengerjakan sudah lengkap? Sudah Lengkap Sudah Lengkap Sudah Lengkap Sudah Lengkap Apakah cara mengerjakan dapat diikuti tanpa menimbulkan keambiguan? Dapat diikuit Dapat diikuit Dapat diikuit Dapat diikuit Apakah 4 fondasi CT yang ditulis benar? Sudah Benar Sudah Benar Sudah Benar Sudah Benar Apakah contoh masalah sehari-hari yang dituliskan sesuai dengan persoalan yang diselesaikan Sudah Sesuai Sudah Sesuai Sudah Sesuai Sudah Sesuai


Kelompok UPTD SD Negeri 07 Bireuen Nama : Dian Siti Solehah (248690410015) Silvia (248690410069) Faiza Hasna (248690410017) Nadiatul Muthmainnah (248690410044) Munawarah (248690410040) MK : Computational Thinking Topik 3 Sub Topik 1 : Demonstrasi Kontekstual Nama/NIM Dian Siti Solehah (248690410015) Silvia (248690410069) Faiza Hasna (248690410017) Nadiatul Muthmainnah (248690410044) Munawarah (248690410040) Kode Soal “lbnjtbibcbucfcsbt” Judul Soal Roda Chiper No Pertanyaan Jawaban 1 Tuliskan solusi untuk masing-masing soal Adapun cara atau solusi untuk menyelesaikan tantangan ini yaitu dengan mengamati semua posisi bagian-bagian kode dalam roda yang diputar pada kunci 1 berlawanan dengan arah jarum jam serta memperhatikan huruf yang terdapat didalamnya sesuai kode yang telah diberikan yaitu”lbnjtbibcbucfcsbt” hingga


mendapatkan pesan aslinya ialah “KAMISAHABATBEBRAS” dapat dilihat seperti di bawah ini: l b n j t b i b c b u c f c s b t K A M I S A H A B A T B E B R A S 2 Tuliskan langkahlangkah berpikir anda hingga mendapatkan solusi dari masingmasing soal! Jika Anda menggunakan lebih dari satu cara berpikir, tuliskan pada jenjang mana anda menggunakan cara berpikir tersebut! 1. Mencermati masalah dengan membaca dan memahami persoalan yang diberikan terkait sebuah roda chipper dengan tantangan pesan terkodenya adalah ”lbnjtbibcbucfcsbt” 2. Membaca syarat ataupun ketentuan dalam memcahkan persoalan ini yaitu dengan dengan mengamati semua posisi bagian-bagian roda luar maupun dalam roda yang diputar pada kunci 1 dan memperhatikan huruf atau kode yang terdapat didalamnya sesuai kode yang telah diberikan. 3. Menganlisis hasil jawaban yang ditemukan dengan mengamati pasangan dari setiap kode yang diberikan pada roda dalam dan luar pada kunci 1 untuk mendapatkan pasangan kode yang cocok 4. Selanjutnya setelah menganalisis jawaban yang ditemukan pada kunci roda 1 didapatlah jawaban yang sesuai dengan pesan aslinya yaitu “KAMISAHABATBEBRAS” 3 Identifikasi 4 fondasi CT yang anda gunakan dalam menyelesaikan persoalan ini! Dekomposisi Adapun tahapan dekomposisi pada permasalahan ini ialah pada saat menguraikan permasalahan ini menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana dengan berpikir secara komputasional dalam mencari alternative solusi menggunakan langkah-langkah yang terstruktur dan sistematis untuk mendapatkan hasil yang efektif. Algoritma Menganalisis persoalan, mulai dari mencermati masalah dengan membaca dan memahami persoalan yang diberikan dengan tantangan pesan terkodenya adalah ”lbnjtbibcbucfcsbt”. Kemudian memahami ketentuan atau langkahlangkah dalam memecahkan persoalan ini dengan mengamati semua posisi


bagian-bagian roda luar maupun roda dalam yang diputar pada kunci 1 dan memperhatikan huruf yang terdapat didalamnya sesuai kode yang telah diberikan. Selanjutnya menganalisis hasil jawaban yang ditemukan dengan mengamati pasangan dari setiap kode pada roda dalam dan luar pada kunci 1 untuk mendapatkan pasangan kode yang cocok dan sesuai. Setelah menganalisis jawaban yang ditemukan pada kunci roda 1 didapatlah jawaban yang sesuai dengan pesan aslinya yaitu “KAMISAHABATBEBRAS”. Kemudian yang terakhir mencatat hasil dan kesimpulan yang diperoleh pada tabel yang telah disediakan 4 Adakan contoh pada kehidupan sehari-hari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini! Salah satu contoh implementasi konsep roda cipher dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam sistem keamanan, terutama dalam enkripsi data. Dalam sistem keamanan komputer, di mana algoritma enkripsi menggunakan konsep serupa untuk melindungi data pribadi atau rahasia dari akses yang tidak sah. Dalam dunia digital, konsep ini diimplementasikan dalam berbagai sistem keamanan, seperti pengiriman pesan rahasia melalui internet atau penyimpanan data yang terenkripsi.


Nama : Dian Siti Solehah (248690410015) MK : Computational Thinking Topik 3/Sub Topik 2: Eksplorasi Konsep (5,6,7,8,9,10) 02.04.01 Lembar Kerja Mahasiswa 1 (Literasi Membaca pada Tes PISA) Nama/NIM: Dian Siti Solehah/248690410015 Literasi Membaca Mengapa literasi membaca dibutuhkan oleh siswa? Siswa perlu memiliki kemampuan literasi membaca agar mereka bisa mengerti pesan dan informasi dari teks yang mereka baca, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemahiran literasi siswa sangat terkait dengan kebutuhan akan keterampilan membaca yang menghasilkan kemampuan pemahaman, analisis, dan penerapan. Terutama saat ini, kemampuan literasi menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki siswa di era abad ke-21, dan akan dinilai dalam Asesmen Nasional (AN). Literasi membaca menjadi sangat penting karena bisa meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya membaca dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif, mendorong perkembangan kemampuan berpikir kritis, membantu dalam pengembangan kepemimpinan, serta memfasilitasi ekspresi kreatif siswa melalui pengelolaan sudut baca di kelas. Pengertian dari literasi membaca pada tahun 2018 adalah kemampuan untuk mengerti, menggunakan, merefleksikan teks untuk suatu tujuan. Literasi membaca juga mencakup siswa memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks. Apa makna dari masing-masing istilah berikut ini dalam konteks literasi membaca? 1. Mengerti teks: Mengerti sebuah teks melibatkan kemampuan untuk mengetahui, memahami, dan mengidentifikasi informasi utama yang disampaikan dalam teks tersebut. 2. Menggunakan teks: Setelah mengerti dan memahami teks, seseorang dapat menggunakan informasi yang disajikan dalam teks tersebut untuk diterapkan dalam kehidupannya. 3. Merefleksikan teks: Setelah mengerti dan menggunakan teks, seseorang dapat merefleksikan penggunaan teks tersebut, menilai kecocokannya, dan relevansinya atau kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, individu dapat merefleksikan apakah informasi yang diperoleh memberikan dampak positif atau negatif dalam kehidupan mereka.


4. Memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks: Setelah memahami keakuratan dan manfaat teks, seseorang akan termotivasi untuk mencari informasi lebih lanjut guna memperluas wawasan dan pengetahuan mereka. Apa saja jenis teks yang digunakan pada tes PISA untuk literasi membaca? Pada tes PISA untuk literasi membaca, jenis teks yang digunakan meliputi teks naratif, teks ekspositori, teks argumentatif, formulir, tabel, dan bagan. Selama proses membaca, tingkat berpikir mencakup kegiatan mencari informasi, membentuk pemahaman yang luas dari teks, menginterpretasikan informasi, merefleksikan atau mengevaluasi konten, struktur, dan ciriciri teks, serta memahami konteks dan tujuan dari kutipan yang disajikan. Terdapat 6 level progress pada reading literacy. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut! Level 1b diberikan sebagai contoh. Level Apa yang dapat dilakukan siswa 1b Kemampuan siswa untuk menemukan informasi dari teks sederhana merupakan langkah awal yang penting dalam pengembangan literasi membaca. Dalam teks sederhana, informasi yang dicari sering kali disajikan dengan jelas dan diulang untuk memperkuat pemahaman pembaca. Hal ini dapat berupa penyebutan beberapa kali dalam teks atau bahkan disampaikan melalui gambar dan grafik. Pengulangan ini memfasilitasi pemahaman yang lebih baik bagi pembaca. Pentingnya penyajian informasi dengan cara ini adalah untuk mendukung proses belajar siswa, terutama dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka. Ketika informasi diulang atau disajikan dalam berbagai format, seperti teks dan gambar, siswa memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memahami dan mengingat informasi tersebut. Hal ini berdampak pada kemampuan mereka untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam situasi nyata. Hal ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan kemampuan membaca yang lebih kompleks dan pemahaman yang lebih dalam terhadap dunia di sekitar mereka. 1a Pada level 1a, siswa mampu menemukan satu atau lebih bagian informasi yang dinyatakan secara jelas dalam sebuah teks. Mereka juga dapat mengenali tema utama atau tujuan penulis dalam teks, serta membuat hubungan sederhana antara informasi dalam teks dengan pengetahuan umum sehari-hari. Selain itu, siswa dapat diarahkan untuk memikirkan faktor-faktor yang relevan antara tugas yang diberikan dan teks yang telah disediakan. Dalam konteks pembelajaran, siswa pada level ini sering kali perlu bimbingan dan arahan lebih lanjut untuk mengaitkan informasi dalam


teks dengan pengalaman atau pengetahuan yang mereka miliki. Mereka dapat dibimbing untuk mempertimbangkan relevansi antara tugas yang diberikan, misalnya pertanyaan yang diajukan, dengan informasi yang terdapat dalam teks. Hal ini membantu mereka untuk memahami bagaimana informasi yang mereka baca dapat diterapkan atau digunakan dalam konteks yang lebih luas. 2 Pada level 2, siswa dapat menemukan satu atau lebih informasi yang mungkin perlu disimpulkan dari sebuah teks. Mereka juga mampu mengenali gagasan utama dalam sebuah teks dan memahami hubungan atau menafsirkan makna dalam bagian teks tersebut. Siswa pada tingkat ini diharapkan mampu membuat kesimpulan tingkat rendah. Tugas refleksi pada tingkat ini sering melibatkan siswa dalam membuat perbandingan atau mengidentifikasi beberapa hubungan antara teks dan pengetahuan yang dimiliki secara luas, dengan menggunakan pengalaman dan sikap pribadi. Pentingnya level 2 dalam literasi membaca adalah sebagai langkah yang lebih maju dari level sebelumnya, di mana siswa mulai mengembangkan kemampuan mereka untuk membuat kesimpulan dan memahami makna yang lebih dalam dari teks yang mereka baca. Dengan membuat perbandingan dan mengidentifikasi hubungan antara teks dan pengetahuan yang mereka miliki, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memperluas pemahaman mereka tentang dunia di sekitar mereka. 3 Pada level 3, siswa dapat menemukan dan mengenali hubungan antara beberapa informasi yang harus memenuhi beberapa kondisi. Mereka juga mampu memahami teks dengan konteks yang lebih kompleks, mengidentifikasi, serta menganalisis bagaimana struktur teks berdasarkan teks yang sudah disediakan. Selain itu, siswa mampu membandingkan ide-ide yang terdapat dalam suatu teks agar mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam berpikir kritis dan analitis dengan membandingkan ide-ide yang berbeda, siswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai sudut pandang dan argumen yang terkandung dalam teks. Hal ini juga membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan pemikiran kritis yang diperlukan untuk mengevaluasi informasi secara logis. membandingkan ide-ide yang berbeda, siswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai sudut pandang dan argumen yang terkandung dalam teks. Hal ini juga membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan pemikiran kritis yang diperlukan untuk mengevaluasi informasi secara kritis.


4 Pada level 4, siswa telah mencapai tingkat kemahiran yang tinggi dalam literasi membaca siswa mampu menemukan dan mengatur beberapa informasi yang disematkan dalam teks. Mereka dapat memaknai nuansa bahasa pada suatu bagian teks dengan memperhatikan teks secara keseluruhan. Siswa juga menunjukkan pemahaman dan penerapan kategori dalam konteks yang mungkin asing bagi mereka. Selain itu, siswa harus menunjukkan pemahaman yang akurat tentang teks yang panjang atau kompleks, meskipun isinya atau bentuknya mungkin tidak familiar bagi mereka. Pentingnya level 4 dalam literasi membaca adalah bahwa siswa pada tingkat ini dapat memahami teks yang panjang atau kompleks, meskipun isinya atau bentuknya mungkin tidak familiar bagi mereka. Ini menunjukkan kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan membaca yang lebih rumit dan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik atau materi yang mereka baca. . Dengan demikian, level ini menandai pencapaian yang signifikan dalam pengembangan keterampilan membaca siswa, serta kemampuan mereka untuk berpikir kritis dan menganalisis informasi dengan lebih mendalam. 5 Pada level 5, siswa telah mencapai tingkat kemahiran yang lebih tinggi dalam literasi membaca dimana siswa memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengatur beberapa informasi yang tersembunyi dalam teks, serta menyimpulkan informasi mana yang relevan dalam konteks teks tersebut. Tugas reflektif pada tingkat ini membutuhkan evaluasi kritis atau pembuatan hipotesis berdasarkan pengetahuan yang khusus. Pada tingkat ini sering melibatkan perdebatan dengan konsep yang bertentangan dengan harapan atau asumsi, Ini menunjukkan bahwa siswa pada tingkat ini mampu mengambil sudut pandang yang berbeda dan mempertanyakan atau menantang ide-ide yang mungkin sudah ada. Mereka dapat berpartisipasi dalam diskusi yang mendalam dan argumentatif tentang topik tertentu, serta mampu menyajikan argumen yang mendukung pandangan atau hipotesis mereka dengan baik. Pentingnya level 5 dalam literasi membaca adalah bahwa siswa pada tingkat ini telah mencapai tingkat kemampuan yang sangat tinggi dalam memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang mereka baca. Mereka tidak hanya menguasai keterampilan membaca, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, mengambil sudut pandang yang berbeda, dan menghasilkan argumen yang kuat berdasarkan bukti yang mereka temukan. 6 Pada level 6, siswa telah mencapai tingkat kemampuan yang sangat tinggi dalam literasi membaca. Mereka mampu membuat kesimpulan, perbandingan yang sangat detail dan tepat berdasarkan pemahaman yang mendalam dari satu atau lebih teks. Kemampuan mereka untuk mengintegrasikan informasi dari berbagai teks menunjukkan tingkat pemahaman yang kompleks dan serbaguna. Tugas pada tingkat ini menuntut ketelitian analisis dan perhatian yang teliti


terhadap detail-detail yang mungkin tidak mencolok dalam teks. Siswa di level ini mungkin dapat melihat hubungan yang lebih dalam antara berbagai konsep atau gagasan yang mungkin tidak langsung terlihat bagi pembaca lain. Kesimpulan dan perbandingan yang mereka buat mencerminkan pemahaman yang komprehensif dan rinci dari materi yang mereka baca, serta kemampuan mereka untuk mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan konteks. Jadi pada, tingkat ini menunjukkan kemahiran membaca yang sangat maju dan kemampuan analisis yang mendalam.


02.04.02 Lembar Kerja Mahasiswa 1 (Literasi Matematika pada Tes PISA) Nama/NIM: Dian Siti Solehah/248690410015 Literasi Matematika Mengapa literasi matematika dibutuhkan oleh siswa? Literasi matematika dibutuhkan oleh siswa karena literasi matematika dapat membantu siswa dalam berpikir serta mencerna informasi dalam bbentuk tertulis atau bentuk angka. Definisi literasi matematika mengacu pada kapastitas individu untuk merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika, ketiga kata ini memeberikan struktur yang berguna dan bermakna untuk mengatur proses matematika fang menggambarkan apa yang dilakukan individu untuk menghubungkan konteks masalah dengan matematika Pengertian dari literasi matematika 2012 juga digunakan pada tahun 2015 dan 2018. Literasi matematika adalah kemampuan seseorang untuk memformulasikan sebuah situasi secara matematika, menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika, dan menginterpretasikan hasil matematika untuk berbagai konteks. Apa makna dari masing-masing istilah berikut ini dalam literasi matematika? 1. Memformulasikan sebuah situasi secara matematika: Memformulasikan dalam definisi literasi matematika mengacu pada kemampuan individu untuk mengenal dan mengidentifikasi peluang untuk menggunakan matematika dan kemudian memberikan struktur matematika untuk suatu masalah yang disajikan dalam beberapa bentuk kontekstual. Sehingga Siswa mar mampu ampu merumuskan suatu masalah dengan melibatkan pemahaman dan penggunaan konsep-konsep matematika untuk menganalisis atau menyelesaikan situasi tersebut 2. Menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran matematika: Dalam proses menggunakan konsep matematika, fakta, prosedur dan penalaran untuk memecahkan masalah, Individu melakukan prosedur matematika yang diperlukan untuk memperoleh hasil dan menenukan sousi matematika (misalnya melakukan perhitungan aritmatika, memecahkan persamaan, membuat deduksi logis dari asumsi matematika) 3. Menginterpretasikan hasil matematika: Kemampuan individu untuk merefleksikan solusi, hasil atau kesimpulan matematika dan menafsirkannya dalam konteks masalah kehidupan nyata. Terdapat 6 level progress pada literasi matematika. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut!


Level Apa yang dapat dilakukan siswa 1 Pada level 1, siswa dapat menjawab pertanyaan yang melibatkan konteks yang sudah dikenal di mana semua informasi yang relevan hadir dan pertanyaannya didefinisikan dengan jelas. Mereka mampu mengenali dan menggunakan konsep matematika dasar yang sederhana lalu mengaplikasikan konsep-konsep matematika tersebut dengan kegiatan sehari-hari sang sederhana 2 Pada level 2, Siswa dapat menginterpretasikan dan mengenali situasi dalam konteks vang membutuhkan tidak lebih dari inferensi langsung. Siswa pada tingkat ini dapat menggunakan algoritma dasar, rumus, prosedur atau konvensi untuk memecahkan masalah yang melibatkan bilangan bulat. 3 Pada level 3, siswa dapat menjalankan prosedur yang dijelaskan dengan jelas, termasuk yang memerlukan keputusan berurutan Siswa pada tingkat ini dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda, mereka biasanya menjunjuakan beberapa kemampuan untuk menangani presentase, pecahan dan angka desimal. 4 Pada level 4, siswa dapat memilih dan mengintegrasikan represntasi yang berbeda, terresuk simbolis, menghubungkannya langsung dengan aspek situasi dunia nyata. Siswa pada tingkat ini dapat memanfaatkan berbagai keterampilan mereka yang terbatas dan dapat bermalar dengan beberapa wawasan, dalam konteks langsung. Siswa mampu menggunakan konsep matematika yang lebih abstrak, deduksi, dan induksi untuk mencari solusi pemecahan masalah yang lebih rumit. 5 Pada level 5, siswa dapat menegmbangkan dan bekerja dengan model untuk situasi ang kompleks, mengientifikasi kendala dan menentukan asumsi. Siswa mampu memahami koesep matematika yang lebih rumit seeri aljabar, kalkulun dan teori peluang dan menganalisis Britis terhadap suatu masalah/argumen. 6 Pada level 6, siswa dapat berpikir dan bernalar matematis tingkat lanjut. Siswa mampu melakukan. kontribusi terhadap penelitian atau mengembangkan teoriteori matematika.


02.04.03 Lembar Kerja Mahasiswa 1 (Literasi Sains pada Tes PISA) Nama/NIM: Dian Siti Solehah/248690410015 Literasi Sains Mengapa literasi sains dibutuhkan oleh siswa? Literasi sains dibutuhkan agar siswa dapat mempelajari serta memahami isu-isu sains, memiliki kemampuan untuk memahami permasalahan-permasalahan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat masa kini. Dengan literasi sains siswa dapat menggunakan pengetahuan dan informasi secara interaktif, dengan kata lain dengan sains dapat mengubah cara seseorang berinteraksi dengan dunia dan bagaimana itu dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang lebih luas. Literasi sains adalah kemampuan untuk terlibat aktif dalam masalah dan ide yang berhubungan dengan sains. Kompetensi yang diperlukan oleh seseorang yang memiliki literasi dalam sains adalah kemampuan untuk menjelaskan sebuah fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang pertanyaan-pertanyaan ilmiah, dan menginterpretasi data dan bukti-bukti secara ilmiah. Jelaskan masing-masing kompetensi di bawah ini! 1. Menjelaskan sebuah fenomena secara ilmiah: Siswa memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan fenomena alam dengan menggambarkan penyebab, mekanisme, serta dampak dari fenomena alam menggunakan bahasa dan konsep ilmiah yang sesuai. 2. Mengevaluasi dan merancang pertanyaan-pertanyaan ilmiah: Literasi sains menuntut siswa untuk memeiliki pemahaman tentang tujuan penyelidikan ilmiah, yaitu untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat diandalkan tentang alam. Siswa mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengeksplorasi pemahaman ilmiah dan mampu mengajukan pertanyaan yang dapat diuji atau diselesaikan menggunakan metode ilmiah. 3. Menginterpretasi data dan bukti-bukti secara ilmiah: Menafsirkan data adalah kegitan inti bagi semua ilmuan. Siswa harus mampu menganalisis, menginterpretasi, dan menggunakan data dengan memahai cara mengumpulkan data, dan menyimpulkan temuan-temuan yang didukung oleh bukti-bukti limiah. Terdapat 6 level progress pada literasi sains. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut!


Level Apa yang dapat dilakukan siswa 1b Pada level 1b, siswa dapat menggunakan pengetahuan ilmiah dasar atau sehari-hari untuk mengenali aspek-aspek yang familiar atau fenomena sederhanasiswa mampu mengenali istliah ilmiah dan mengikuti instruksi eksplisit untuk melakukan prosedur ilmiah. 1a Pada level 1a, siswa dapat menggunakan konten dasar atau sehari-hari untuk mengenali atau mengidentifikasi penjelasan fenomena ilmiah sederhana, dan dengan dukungan, siswa dapat melakukan penyelidikan ilmiah terstruktur dengan tidak lebih dari dua variabel. 2 Pada level 2. siswa dapat menggunakan pengetahuan ilmiah dasar atau sehari-hari untuk mengidentifikasi kesimpulan yang valid dari kumpulan data sederhana. Siswa pada tingkat ini dapat mendemostrasikan pengetahuan epistemik dasardan mampu mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah. 3 Pada level 3 siswa dapat Siswa dapat mengintrepetasikan data grafis dan visual, dapat mengidentifikasi pola atau tren dalam suatu data, dan mampu menggambarkan serta membandingkan hasil eksperimen atau observasi mengenal fenomena ilmiah 4 Pada level 4, siswa dapat menggunakan pengetahuan yang lebih kompleks untuk membangun penjelasan tentang peristiwa dan proses. Siswa mampu mengintrepretasikan data yang didapatkan dari sebuah kumpulan-kumpulan yang cukup kompleks dan menuliskan kesimpulan dengan tepat melampaui data. 5 Pada level 5, siswa dapat mengevalasi cara mengeksplorasi pertanyaan yang diberikan secara ilmiah dan menidentifikasi keterbatasan dalam interpretasi kumpulan data termasuk sumber dan efek ketidakpastian dalam data ilmiah. 6 Pada level 6, siswa dapat menyerap ide serta konsep ilmiah yang saling terkait dari fisik, kehidupan, serta ilmu bumi da ruang angksa. Siswa mampu menunjukan apa perbedaa antara informasi yang relevan dan tidak relevn. Siswa dapat menggunakan pengetahuan ilmiah secara kritis untuk mengatasi masalah kompleks dalam konteks yang relevan.


02.04.04 Lembar Kerja Mahasiswa 1 (Literasi Finansial pada Tes PISA) Nama/NIM: Dian Siti Solehah/248690410015 Literasi Finansial Mengapa literasi finansial dibutuhkan oleh siswa? Literasi finasial atau keuangan mengacu pada berbagai pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan perkembangan kapasitas untuk menangani tuntutan keuangan dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan yang tidak pasti dalam masyarakat kontemporer. Sehingga Literasi finansial ini dibutuhkan oleh siswa karena siswa untuk memahami, menggunakan, serta pengetahuan keuangan dalam mengambil sebuah keputusan terkait dengan penggunaan uang, tabungan, investasi, pengelolaan uang pribadi. Seseorang yang memiliki literasi finansial adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep dan resiko finansial. Selain itu, dia juga memiliki kemampuan, motivasi dan kepercayaan diri untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahamannya untuk membuat keputusan yang efektif pada berbagai konteks masalah-masalah finansial. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan finansial individu maupun masyarakat. Literasi finansial juga memungkinkan seseorang untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi. Jelaskan apa makna dari istilah-istilah berikut ini: 1. Memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep dan resiko finansial: Siswa memiliki pemamahaman tentang spek-aspek keuangan seeprti tabungan, investasi, asuransi beserta resiko-resko yang dimilikinya sperti kerugian atau ketidakpastian. Anak usia 15 tahun diasumsikan mulai mengetahui ini dan mendapatkan pengalaman tentang lingkungan keuangan yag mereka dan keluarga mereka huni dan resiko utama yang mereka hadapi. 2. Kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman finansial: Siswa memiliki keterampilan dan pengetauan untuk mengelola keungan pribadi dan mampu membuat keputusan terkallt keuangan. Keterampilan ini contohnya seperti membuat anggaran pengeluaran keuangan, dan analisis resiko dalam investasi 3. Motivasi dan kepercayaan diri untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman finansial: Literasi keuangan melibatkan tidak hanya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan untuk menangani masalah keuangan, tetapi juga atribut keuangan non-kognitif. Motivasi untuk mencari Informasi dan nasihat untuk terlibat dalam kegiatan keuangan, kepercayaan diri untuk melakukannya dan kemamapuan mengelola emosi, dan faktor psikologis yang memepengaruhi pengambilan keputusan keuangan. Siswa memiliki motivasi untuk mempelajari dan memahami tentang mengelola keuangan. Motivasi ini dapat muncul atas kesadaran akan pentingnya memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan. Lalu siswa


juga perlu memiliki kepercayaan diri dalam mengambil keputusan dan mengelola finansial dengann pengetahuan dan pemahaman yang telah dimilliki 4. Berbagai konteks masalah-masalah finansial: Siswa mampu memahami bahwa dalam mengelola keuangan mereka akan menemui berbagai hambatanhambatan atau permasalahan, sehingga mereka harus mampu memahami serta memprediksi apa saja masalah-masalah finansal yang akan muncul 5. Meningkatkan kualitas kehidupan finansial individu maupun masyarakat: Siswa mampu memilki dampak positif pada aspek keuangan dalam kehidupan siswa seperti siswa mampu mengelola keuangan lebih baik, mempelajari tentang peluang keuangan, meningkatkan kemampuan menghadapi krisis keuangan. 6. Memungkinkan seseorang untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi: Siswa diharapkan memiliki peran aktif dalam kegiatan ekonomi dengan memahami konsep ekonomi, mengembangkan keterampilan berbisnis, mengelola keuangan bisnis, berinvestasi secara cerdas, dan terlibat dalam perencanaan dan kebijakan ekonomi. Literasi keuangan menekankan pentingnya peran individu sebagai anggota masyarakat, yang siap untuk membuat keputusan yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan juga untuk secara konstruktif mendukung dan mengkritik dunia ekonomi tempat mereka tinggal.


Nama : Dian Siti Solehah (248690410015) MK : Computational Thinking Topik 3/Sub Topik 2: Eksplorasi Konsep 10 02.04.05 Lembar Kerja Mahasiswa 5 (Latihan soal tes PISA)


Lembar Kerja Mahasiswa 5 (Latihan soal tes PISA) Setelah anda mempelajari contoh yang diberikan pada paparan konsep, kerjakan soal Latihan yang diberikan sesuai format lembar kerja berikut ini: Nama/NIM : Dian Siti Sholehah (248690410015) Silvia (248690410069) Faiza Hasna (248690410017) Munawarah (248690410040) Nadiatul Muthmainnah (248690410044) Jenjang/mata pelajaran yang diampu: Sekolah Dasar Unit/no.unit : 3/Reading Judul Soal : Graffiti No Pertanyaan Jawaban 1 Tuliskan solusi untuk soal ini! Memahami isi surat Helga dan Sophia mengenai pendapat mereka tentang grafiti, kemudian menyelesaikan pertanyaan sebagai berikut: Pertanyaan 3.1 Tujuan masing-masing surat adalah untuk menyampaikan pendapat tentang graffiti Pertanyaan 3.2 Mengapa Sophia mengacu pada iklan? Sophia mengacu pada iklan karena iklan dapat diterima dimasyarakat, sedangkan grafiti masih ada beberapa orang yang menerima dan beberapa orang yang tidak menerima. Pertanyaan 3.3 Manakah dari dua penulis surat yang Anda setujui? Jelaskan jawaban Anda dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri untuk merujuk pada apa yang dikatakan dalam salah satu atau kedua surat tersebut. Saya lebih setuju dengan surat Helga. Kreativitas itu mengagumkan tetapi orang harus menemukan Membuat grafiti di tempat umum


termasuk kegiatan ilegal, namun orang-orang yang demikian (seniman grafiti) harus diberi kesempatan untuk melakukannya di tempat lain (disediakan tempat untuk mengeluarkan kreativitasnya). Pertanyaan 3.4 Kita berbicara tentang apa yang dikatakan di dalam surat (isinya). Kita berbicara tentang cara menulis surat (gayanya). Terlepas dari surat mana yang Anda setujui, menurut Anda surat mana yang lebih baik? Jelaskan jawaban Anda dengan merujuk pada cara penulisan salah satu atau kedua huruf. Menurut saya, surat Helga lebih baik dari surat Sophia. Argumen Helga lebih tersruktur. Dia menyebutkan kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh seniman grafiti, namun juga memberi pertimbangan bagi seniman grafiti. 2 Tuliskan langkah- langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Pertanyaan 3.1 Kedua teks membicarakan perasaan mereka mengenai graffiti. Helga yang beranggapan bahwa graffiti adalah hal illegal dan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan sosial. Sedangkan Sophia yang lebih memperhatikan kesenian pada graffiti dan menyamakannya dengan iklan. Sehingga teks tersebut merupakan teks opini, artinya tujuan dari teks adalah menyajikan opini mengenai graffiti Pertanyaan 3.2 Sophia menuliskan bahwa kehidupan sosial penuh dengan komunikasi dan periklanan. Dimana periklanan, seperti billboard dipasang di tempat publik tanpa izin dengan masyarakat, begitupula dengan graffiti. Pertanyaan 3.3 Opini Helga yang mengatakan bahwa graffiti adalah illegal memberikan dampak negatif dalam kehidupan sosial dan opini Sophia yang mengatakan bahwa graffiti adalah sebuah seni, sama dengan unsur periklanan, seperti logo, nama toko, dan poster, sehingga merupakan hal yang legal. Berdasarkan opini tersebut, kemudian kita memberikan opini yang mendukung. Yaitu menurut saya, saya setuju dengan keduanya bahwa graffiti adalah illegal jika digambar pada


tempat umum, namun orang-orang yang membuat graffiti juga perlu diberikan wadah untuk membuat graffiti di lain tempat. Pertanyaan 3.4 Setelah membaca opini, kemudian menentukan kriteria seperti gaya penulisan, struktur argumen, nada, strategi yang digunakan untuk meyakinkan audiens. Menurut saya, Sophia memberikan argumen yang kuat, dan struktur argumen milik Helga lebih baik. 3 Identifikasi 4fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikanmasalah ini! Dekomposisi Memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau sederhana seperti menganalisis setiap surat secara terpisah. Membagi persoalan menjadi opini helga yang menolak Graffiti karena ilegal dan berdampak negatif terhadap kehidupan sosial. Dan opini Sophia yang menganggap Graffiti legal dan sama seperti periklanan yang pemasangannya tidak memeriksa izin dari masyarakat Pengenalan Pola Mengidentifikasi pola dalam isi surat seperti penyampaian opini helga dan sophia dan perbandingan diantara kedua opini tersebut. Selanjutnya mencatat poin-poin opini dari Helga dan Sophia yang bertentangan. Abstraksi Mengabaikan detail yang tidak relevan dan fokus pada informasi penting dalam surat. Untuk pertanyaan 3.1 dapat dilakukan dengan mengeliminasi jawaban yang tidak sesuai dengan isi teks. Dan untuk pertanyaan 3.2, 3.3, dan 3.4 yaitu fokus pada pertanyaan, sehingga menjawab pertanyaan terbuka sesuai dengan pertanyaan, dan mengesampingkan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan (bertele-tele) Algoritma Dalam menyelesaikan persoalan ini perlu dilakukan langkahlangkah dalam mencari solusi dengan membaca kedua teks dengan seksama, memahami isi teks dan permasalahannya secara


menyeluruh, melakukan perbandingan isi opini Helga dan Sophia, dan menjawab pertanyaan sesuai dengan pertanyaan yang telah diberikan serta berdasarkan pada isi teks opini Helga dan Sophia agar mendapatkan solusi dalam penyelesaian persoalan tersebut.


Kelompok UPTD SD Negeri 07 Bireuen Nama : Dian Siti Solehah (248690410015) Silvia (248690410069) Faiza Hasna (248690410017) Nadiatul Muthmainnah (248690410044) Munawarah (248690410040) MK : Computational Thinking Topik 3 Sub Topik 2 : Demonstrasi Kontekstual Lembar Kerja Mahasiswa Jenjang/mata pelajaran yang diampu : SD (Sekolah Dasar) No Pertanyaan Jawaban 1. Tuliskan solusi untuk masingmasing soal Keputusan untuk membeli satu peti telur ayam mungkin tidak akan menjadi keputusan yang tepat, jika jumlah telur yang ingin dimasaknya sangat banyak atau jika telur tersebut akan digunakan dalam jumlah besar untuk keperluan tertentu, seperti dalam usaha kuliner atau restoran. Sehingga, Membeli lebih dari satu peti mungkin akan menjadi pilihan yang lebih bijak. Namun, jika hanya beberapa orang atau keluarga kecil yang akan mengonsumsi telur tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak ingin mengeluarkan banyak uang sekaligus, maka membeli satu peti telur mungkin menjadi pilihan yang cukup baik. Tapi jika ada yang ingin mengosumsi untuk sehari hari, atau untuk beberapa hari, maka membeli telur 1 peti tidak menjadi pilihan yang baik. Karena harga yang mahal, dan hanya dimakan sesuai kebutuhan sehingga, semua sesuai preferensi masing-masing individu atau keluarga.


2. Tuliskan langkah-langkah berpikir anda hingga mendapatkan solusi dari masing-masing soal! Jika Anda menggunakan lebih dari satu cara berpikir, tuliskan pada jenjang mana anda menggunakan cara berpikir tersebut! Langkah berfikir yang digunakan adalah : 1. Pertama menbandingkan harga dan kuantitas, 2. Kemudian memantau persediaan agar menghindari pemborosan, 3. Merencanakan anggaran, dan mempertimbangkan nilai gizi telur saat membuat pembelian. 3. Identifikasi 4 fondasi CT yang anda gunakan dalam menyelesaikan persoalan ini! Dalam menjawab soal ini dengan mempertimbangkan pondasi CT (Critical Thinking) dalam dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma, kita dapat memecahnya menjadi beberapa bagian yang relevan: 1. Dekomposisi: Identifikasi Komponen: Pertama, kita perlu memahami elemen-elemen yang terlibat dalam keputusan ini, seperti harga per peti telur, jumlah telur yang dibutuhkan, dan kemampuan penyimpanan individu. Analisis Komponen: Setelah itu, kita bisa menganalisis implikasi dari setiap komponen terhadap keputusan membeli satu peti telur. 2. Pengenalan Pola: - Mengidentifikasi Keterkaitan: Kita perlu mengenali pola konsumsi telur individu, apakah konsumsinya cukup untuk membenarkan pembelian satu peti telur atau lebih baik membeli dalam jumlah yang lebih kecil. - Menemukan Hubungan Sebab-Akibat: Pola konsumsi telur akan mempengaruhi keputusan pembelian, dan memahami hubungan ini akan membantu dalam pengambilan keputusan yang bijaksana. 3. Abstraksi: - Menyederhanakan Informasi: Kita perlu menyederhanakan informasi tentang harga, kebutuhan konsumsi, dan ketersediaan penyimpanan menjadi konsep-konsep yang dapat diolah dengan lebih mudah. - Menggeneralisasi: Dari situasi konkret membeli satu peti telur, kita bisa menggeneralisasi prinsip-prinsip yang dapat diterapkan pada keputusan pembelian lainnya. 4. Algoritma: - Membuat Rencana Tindakan: Berdasarkan analisis komponen, pola, dan abstraksi, kita perlu membuat algoritma atau rencana tindakan yang menguraikan langkah-langkah yang harus diambil untuk membuat keputusan yang tepat. - Evaluasi Konsekuensi: Algoritma harus mencakup evaluasi terhadap kemungkinan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil, seperti pemborosan atau ketidakmampuan memanfaatkan telur secara penuh.


Dengan mempertimbangkan elemen-elemen di atas dan menerapkan mereka dalam konteks keputusan membeli satu peti telur ayam, kita dapat menyimpulkan bahwa keputusan ini memerlukan pemahaman yang mendalam tentang informasi yang relevan, kemampuan untuk mengenali pola konsumsi, penyederhanaan masalah menjadi konsepkonsep yang dapat dipahami, dan pembuatan rencana tindakan yang logis dan efektif.


Kelompok UPTD SD Negeri 07 Bireuen Nama : Dian Siti Solehah (248690410015) Silvia (248690410069) Faiza Hasna (248690410017) Nadiatul Muthmainnah (248690410044) Munawarah (248690410040) MK : Computational Thinking Topik 3 Sub Topik 3 : Koneksi Antar Materi Nama/Nim : Dian Siti Solehah/248690410015 Faiza Hasna/248690410017 Munawarah/248690410040 Nadiatul Muthmainnah/248690410044 Silvia/248690410069 Kesamaan dan perbedaan tipe soal Bebras dan PISA/AKM: Kesamaan tipe soal Bebras dan Pisa/AKM Tipe soal bebras dan PISA memiliki kesamaan yaitu menyajikan soal-soal yang mendorong siswa dapat melatih kemampuannya untuk berfikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsepkonsep berfikir komputasional. Kemudian materi yang disajikan dalam soal Bebras dan PISA sama-sama terdiri dari literasi dan numerasi. Kedua tipe soal tersebut sama-sama menekankan pada kompetensi peserta didik dalam menyelesaikan persoalan ataupun memecahkan permasalahan (Problem Solving) Perbedaan tipe soal Bebras dan PISA/AKM Bebras PISA Soal-soal yang digunakan pada tantangan bebaras umumnya disajikan dalam bentuk uraian persoalan yang dilengkapi dengan gambar yang menarik, sehingga siswa dapat lebih mudah memknai soal Soal Bebras disesuaikan dengan berdasarkan usia tau jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA. Soal bebras hanya terdiri dari satu pertanyaan. Soal bebras sebetulnya terkait pada konsep tertentu dalam informatika dan CT. Soal-soal tantangan bebras bertujuan untuk memeprkenalkan dan melatih kemampuan siswa dalam bidang informatika dan CT Soal bebras digunakan pada tantangan bebras selalu baru setiap tahunnya dan dipersiapkan dengan proses seleksi yang terpercaya sehingga kualitasnya terjamin Soal-soal PISA umumnya disajikan dalam bentuk pilihan ganda dan uraian Seluruh tes ditujukan untuk anak usia pendidikan menengah (15 tahun ke atas) Pada satu soal PISA biasanya terdiri dari beberapa pertanyaan. Soal PISA digunakan untuk mengukur kemampuan literasi membaca, matematika, sains dan finansial. PISA mengukur apa yang diketahui siswa dan apa yang dapat mereka lakukan dengan pengetahuannya. Saat mengadopsi soal PISA, guru harus mempertimbangkan apakah soal tersebut sudah sesuai dengan jenjang yang diajarkan PISA/AKM memiliki ruang lingkup pada tingkat internasional


Kesamaan dari langkah penyelesaian kedua jenis persoalan: Kesamaanya dari langkah penyelesaian kedua jenis persoalan diatas adalah peserta didik dalam menyelesaikan persoalan bebras dan PISA terlebih dahulu harus dapat mernahami dengan baik informasi yang diberikan, mengidentifikasi karakteristik persoalan dan mengambil keputusan yang tepat untuk memecahkan persoalan tersebut dengan berpikir secara komputasional dalam mencari alternative solusi sehingga mampu diselesaikan secara terstruktur dan sistematis serta lebih efektif dan mendapatkan hasil yg optimal. Keduanya bisa disesesaikan dengan cara menerapkan 4 fondasi CT yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan algoritma.


Nama : Dian Siti Solehah Nim : 248690410015 MK : Computational Thinking Topik 3 Sub Topik 3 : Aksi Nyata 1. Pengalaman menarik apa saja yang Anda dapatkan dari mengimplementasikan CT untuk menyelesaikan berbagai jenis persoalan? Anda bisa menceritakan keberhasilan dan kegagalan yang Anda alami dalam mempelajari topik ini. Jawab: Pengalaman menarik yang saya rasakan ketika mengimplementasikan CT adalah bagaimana kita dapat menyelesaikan sebuah persolan dengan menggunakan CT. CT ini memberikan kemampuan dan keterampilan saya untuk berpikir secara komputasional, dengan kritis, logis dan kreatif dalam mencari alternative solusi untuk menyelesaikan segala persoalan yang ada pada kehidupan sehari-hari dan tanpa disadari hal itu sering terjadi didalam kegiatan sehari-hari dalam memecahkan pemasalahan. Kemudian CT melatih kita untuk berpikir secara sistematis dan berfokus pada pengolahan data-data yang ada dalam menemukan sebuah solusi tersebut agar mendapatkan hasil yang efektif dan lebih optimal. Keberhasilan yang saya alami ketika mempelajari CT adalah saya bisa lebih berfikir sistematis dalam memecahkan sebuah permasalahan yang sulit menjadi bagian-bagian yang lebih kompleks dan sederhana. Kegagalan yang saya alami adalah ketika saya tidak bisa menyelesaikan sebuah persoalan misalnya tantangan bebras/PISA dengan cepat dan akurat agar mendapatkan solusi yang tepat. Akan tetapi setelah saya ulangi dan terus belajar dengan mengidentifikasi dan memahami persoalan ataupun permasalahan yang saya hadapi membuat saya menjadi lebih paham dan terbiasa menggunakan cara berpikir komputasi dalam setiap persoalan yang saya temui terutama dalam memecahkan persoalan bebras dan PISA. Ternyata semakin dilatih maka kemampuan dan keterampilan kita akan semakin baik dalam berpikir komputasional dalam mengerjakannya. 2. Apakah terjadi perubahan cara berpikir yang Anda alami setelah mempelajari topik CT dalam problem solving? Jawab: Setelah saya mempelajari CT tentu saja ada perubahan dengan cara berpikir saya saat ini, khususnya dalam hal problem solving atau pemecahan masalah. Saya bisa menyelesaikan permasalahan dari yang sulit menjadi bagian-bagian yang lebih kompleks dan sederhana menjadi lebih runtut dan sistematis sehingga saya mampu menemukan alternative solusi terbaik dalam penyelesaiannya dengan cara yang lebih efektif dan optimal. Tentu cara berpikir komputasional ini sangat membantu saya terutama saat menghadapi persoalan-persoalan pada kehidupan sehari-hari terutama kegiatan pembelajaran di kelas. Sehingga nantinya hal tersebut dapat saya implementasikan dalam pembelajaran khususnya pada semua mata pelajaran kepada peserta didik agar mereka mampu berpikir secara komputansi dalam menyelesaikan persoalan terkait materi yang diberikan, 3. Apakah ada perbaikan yang dapat Anda lakukan terhadap cara mengajar Anda nantinya setelah mempelajari topik CT dalam problem solving? Jawab: Setelah saya mempelajari bagaimana cara berpikir CT dan bagaimana kita dapat menerapkan fondasi-fondasi CT dalam menemukan alternative solusi untuk pemecahan persoalan agar dapat terselesaikan dengan baik, tentu hal ini akan sangat membantu saya dalam melakukan perbaikan terutama terhadap cara mengajar saya nanti. Dimana sebagai seorang calon guru yang profesional tentu saya akan mengimplementasikan cara berpikir komputasional dalam kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran harapannya supaya peserta didik memiliki kemampuan dan juga keterampilan dalam berpikir secara kritis logis dan kreatif dalam


menyelesaikan persoalan yang diberikan secara tepat, terstruktur dan lebih optimal. Dalam hal mengajar saya akan lebih membiasakan diri menyelesaikan masalah menggunakan cara berfikir komputasi, sehingga diharapkan peserta didik dapat meniru juga cara berfikir seperti itu dan menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan permasalahan yang mereka hadapi yang bukan hanya dalam kegiatan pembelajaran saja. Selain itu saya berharap dengan merubah cara berfikir saya dalam menghadapi segala persoalan dalam kegiatan pembelajaran mampu membuat saya dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif dan bermakna bagi peserta didik.


Click to View FlipBook Version