ASBABUN NUZUL
Q.S. AL-MA’UN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
KELAS 5 PELAJARAN 6
Oleh
IKHLASIA FITRIANA, S.Pd.I
TUJUAN PEMBELAJARAN
MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE
LEARNING PESERTA DIDIK DIHARAPKAN MAMPU:
- MENJELASKAN ASBABUN NUZUL Q.S.AL-MA’UN DENGAN BAIK DAN BENAR
- MENUNJUKKAN MAKNA Q.S. AL-MA’UN DENGAN BENAR
ASBABUN NUZUL SURAH AL-MA’UN
• Kata Al-Ma’un artinya barang-barang yang
berguna. Nama surah al-Ma’un diambil dari
ayat ke 7. Surah al-Ma’un merupakan surah ke
– 107 dan tergolong surah makkiyah, karena
diturunkan di Kota Mekah.
Dalam Surah al-Ma’un ayat 1-3
berkaitan dengan kisah abu Sufyan yang
didatangi oleh anak yatim untuk
meminta daging unta. Namun, sikap
Abu Sufyan bukannya memberi, tetapi
malah mengusir anak yatim tersebut.
Ayat selanjutnya, yaitu ayat 4-7 berkaitan
dengan sifat orang-orang munafik yang
suka pamer dalam ibadah salatnya,
namun tidak salat jika tidak ada yang
melihat serta tidak mau meminjamkan
sesuatu kepada orang lain.
Ciri orang yang mendustakan agama dalam
Surah Al-Ma’un adalah :
1. Orang yang menghardik anak yatim
2. Orang yang tidak mau memberi makan kepada
orang miskin.
Allah mengemukakan orang yang celaka,
yaitu:
1. Orang yang lalai dalam salatnya
2. Orang yang suka berbuat riya’ (mempertontonkan amal
baiknya kepada orang lain)
3. Orang yang enggan menolong atau memberi bantuan
barang yang berguna
Allah SWT akan menolong orang- Sikap Terpuji yang dapat diambil dari surah Al-
orang yang melaksanakan salat Ma’un adalah :
karena Allah SWT, bukan karena
ingin dipuji orang lain 1. Mencintai dan menyayangi anak yatim
2. Menyayangi dan memberi makan orang-orang
miskin.
3. Salat ditegakkan atau dilaksanakan di awal waktu.
4. Hindari perbuatan riya’
5. Hendaklah memberi bantuan kepada orang yang
membutuhkan.