The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nasnah36, 2022-10-27 11:21:46

TUGAS BAHASA INDONESIA NURUL ASNAH

TUGAS BAHASA INDONESIA NURUL ASNAH

KALIMAT
EFEKTIF

OLEH :
NURUL ASNAH (12070324895)

5H AKUNTANSI

Dosen Pengampu :
Charlina, M. Hum, Dr.

KALIMAT EFEKTIF

Efektif secara kajian bahasa diartikan sebagai istilah untuk
mengatakan suatu pekerjaan dapat berdampak sangat signifikan.
Lebih khususnya, efektif melibatkan semua sumber daya yang ada
secara maksimal, sehingga tidak menyisakan satu sumber daya
pun yang mengganggur. Ciri kalimat efektif adalah tegas, sedikit,
minimalis, jelas, namun berdampak besar.
Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa
baik ejaan maupun tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh
pembaca atau pendengarnya. Dengan kata lain, kalimat efektif
mampu menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pendengar
atau pembacanya seperti apa yang dimaksudkan oleh penulis.
Suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif jika memiliki
beberapa syarat sebagai berikut:
a) Mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya.
b) Tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang
penulis.
c) Menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau
pendengarnya dengan tepat.
d) sistematis dan tidak bertele-tele.

CIRI - CIRI KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif memiliki ciri - ciri yang harus diperhatikan yaitu
kesepadanan, kepararelan, kehematan kata, kecermatan, ketegasan,
kepaduan dan kelogisan kalimat. Ciri-ciri kalimat efektif tersebut akan
diuraikan sebagai berikut:

1.Kehematan 2. 3.
Kata Kecermata Kesepadana

n n Struktur

4. 5. Kepararelan 6. Ketegasan
Kelogisan Bentuk

7.
Kepaduan

1. Kehematan Kata

Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang

tidak perlu digunakan. Untuk menghindari pemborosan kata di

dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan adalah:

a. Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk

Contoh:

Saya tidak suka buah apel dan saya tidak suka mangga.

(Tidak efektif)

Saya tidak suka buah apel dan mangga.

(Efektif)

b. Menghindari kesinoniman dalam kalimat

Contoh:

Saya hanya memiliki 3 buah buku saja. (Tidak efektif)

Saya hanya memiliki 3 buah buku. (Efektif)

c. Menghindari penjamakan kata pada kata jamak

Contoh :

Para mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung

rektorat. (Tidak efektif)

Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.

(Efektif)

2. Kecermatan

Yang dimaksud kecermatan adalah cermat dan tepat

dalam memilih kata sehingga tidak menimbulkan

kerancuan dan makna ganda.

Contoh:

Guru baru pergi ke ruang guru. (Tidak efektif)

Guru yang baru pergi ke ruang guru. (Efektif)

3. Kesepadanan Struktur

Kesepadanan adalah keseimbangan antara gagasan atau
pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat.
Kesepadanan dalam kalimat ini diperlihatkan dengan adanya
kesatuan gagasan dan kesatuan pikiran. Ciri-ciri kalimat yang
memiliki kesepadanan struktur, yaitu:

a. Memiliki subjek dan predikat yang jelas
Contoh:
Bagi semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour.
(Tidak efektif)
Semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour.
(Efektif)
Untuk menghindari ketidak jelasan subjek, hindarilah pemakaian
kata depan (Preposisi) di depan Subjek.

b. Tidak memiliki subjek yang ganda di dalam kalimat tunggal.
Contoh:
Pembangunan Jalan itu kami dibantu oleh semua warga desa.
(Tidak Efektif)
Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga
desa. (Efektif)

4. Kelogisan

Ide kalimat dalam kaliamat efektif dapat diterima atau

dimengerti oleh akal dan sesuai dengan kaidah EYD.

Contoh:

Waktu dan tempat kami persilakan! (Tidak efektif)

Bapak kepala sekolah kami persilahkan! (Efektif)

5. Kepararelan Bentuk

Kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan

di dalam kalimat. Yang dimaksud dengan kesamaan bentuk

kata adalah jika kata pertama berbentuk verba, maka kata

selanjutnya berbentuk verba. Namun, jika kata pertama

berbentuk nomina, maka kata selanjutnya berbentuk nomina.

Contoh:

Langkah-langkah dalam menulis kalimat adalah memahami,

mengetahui, dan pengaplikasian definisi kalimat. (Tidak

efektif)

Langkah-langkah dalam menulis kalimat adalah memahami,

mengetahui, dan mengaplikasikan definisi kalimat.

(Efektif)

6. Ketegasan

Kalimat efektif memberikan penegasan kepada ide pokoknya
sehingga ide pokoknya menonjol di dalam kalimat tersebut.
Berikut cara memberikan penegasan pada kalimat efektif.
a. Meletakan kata kunci di awal kalimat
Contoh:
Sudah saya baca buku itu. (Tidak efektif)
Buku itu sudah saya baca. (Efektif)

b. Mengurutkan kata secara bertahap.
Contoh:
Pertemuan itu dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan
presiden. (Tidak efektif)
Pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan dan
gubernur. (Efektif)

7. Kepaduan

Kalimat efektif memiliki kepaduan pernyataan sehingga

informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.

Contoh:

Andi membicarakan tentang pengalaman liburannya. (Tidak

efektif)

Andi membicarakan pengalaman liburannya. (Efekti)

SYARAT – SYARAT KALIMAT
EFEKTIF

Penyusunan kalimat efektif sesuai kaidah berlaku harus
menggunakan unsur-unsur: subjek, predikat, dan diksi yang
tepat. Tidak lupa harus memiliki kaidah ejaan yang
disempurnakan. Untuk membuat sebuah kalimat efektif, ada
beberapa syarat yang harus dipenuhi, diantaranya:

1. Sesuai ejaan 2. Mempunyai
yang Subjek dan
Predikat
disempurnaka
n Syarat kalimat efektif
yang baik harus memiliki
Syarat kalimat efektif
yang pertama yakni susunan yang
harus sesuai dengan sistematis. Maksudnya

ejaan yang adalah kalimat yang
disempurnakan, alias terdiri atas subjek,
dalam kalimat tersebut predikat, dan objek atau
harus memenuhi EYD keterangan. Nah, dari
yang tepat. Mulai dari subjek, predikat, dan
objek atau keterangan
penggunaan huruf tersebut harus disusun
besar, tanda baca, agar pembaca tidak
ejaan yang tepat, pusing maksud dari
memperhatikan kata kalimat yang ingin
baku, dan unsur-unsur
yang sesuai EYD disampaikan.

3. Tidak 4. Tidak
Bertele Tele Multitafsir

Sesuai dengan Syarat terakhir dari
namanya, kalimat kalimat efektif adalah
efektif tidak boleh
menjelaskan secara pembaca dapat
bertele tele dan mengartikan kalimat
membuang banyak yang disampaikan
kata, karena jika dengan baik, sehingga
kalimat tersebut terlalu
boros kata, maka tidak tidak ambigu atau
termasuk ke dalam kesulitan mengartikan
kalimat efektif. Untuk maksud dari sebuah
itu, kamu harus teliti
memperhatikan kata kalimat.
kata yang digunakan
untuk membuat
susunan kalimat yang

efektif.

●Kesimpulannya adalah, sebuah kalimat dapat dikatakan
kalimat efektif apabila menggunakan kaidah ejaan yang
disempurnakan, mempunyai subjek dan predikat, tidak
bertele tele, dan tidak ambigu atau multitafsir.

UNSUR KALIMAT EFEKTIF

1. Subjek (S)

Subjek (S) adalah bagian kalimat menunjukkan pelaku, tokoh,
sosok (benda), sesuatu hal, suatu masalah yang menjadi
pangkal/pokok pembicaraan. Subjek biasanya diisi oleh jenis
kata/frasa benda (nominal), klausa, atau frasa verbal.
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh sebagai berikut ini:
• Ibuku sedang menyapu.
• Kursi pegawai
• Yang berbaju batik dosen saya.
• Berjalan kaki menyehatkan badan.
• Membuat roti tawar sangat mudah.

2. Predikat (P)

Unsur kalimat selanjutnya adalah predikat (P) yakni bagian
kalimat yang memberitahu melakukan (tindakan) apa atau
dalam keadaan bagaimana subjek (pelaku/tokoh atau benda di
dalam suatu kalimat).
Selain berfungsi untuk tindakan atau perbuatan subjek (S), P
dapat pula menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jatidiri S.
termasuk juga sebagai P dalam kalimat adalah pernyataan
tentang jumlah sesuatu yang dimiliki oleh S.
Perhatikan contoh berikut:
• Adik sedang tidur siang.
• Putrinya cantik jelita.
• Kota Jakarta dalam keadaan aman.

3. Objek (O)

Sementara Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P.
Nomina, frasa nominal atau klusal biasanya yang menjadi
bagian objek. Letak O selalu di belakang P yang berupa verba
transitif, yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya O, seperti
pada contoh di bawah ini.
• Intan menimang …
• Dokter memeriksa …
• Juru masak menggoreng …

Verba transitif menimang, merancang, dan menggoreng pada
contoh tersebut adalah P yang menuntut untuk dilengkapi.
Unsur yang akan melengkapi P pada ketiga kalimat itulah yang
dinamakan objek.
Sementara objek dapat bersifat tidak diperlukan ketika Jika P
diisi oleh verba intransitif. Pada format ini O tidak diperlukan.
Contohnya seperti dibawah ini, verba intransitif mandi, rusak,
pulang yang menjadi P dalam contoh berikut tidak menuntut
untuk dilengkapi.
• Nenek mandi.
• Komputerku rusak.
• Tamunya pulang.

Objek juga dapat berubah menjadi subjek ketika kalimatnya
dipasifkan. Perhatikan contoh kalimat berikut yang letak O-nya
di belakang dan ubahan posisinya bila kalimatnya dipasifkan.
• Novia Intan memarahi Elisa (O)
• Elisa (S) dimarahi oleh Novia Intan.

4. Pelengkap (P)

Unsur pelengkap pada kalimat efektif merupakan bagian

kalimat yang melengkapi predikat. Biasanya berada di

belakang predikat yang berupa verba.

Namun posisi seperti itu juga ditempati oleh objek, dan

jenis kata yang mengisi pelengkap dan objek juga sama,

yaitu dapat berupa nomina, frasa nominal, atau klausa.

Perhatikan contoh di bawah ini.

Banyak parpol berlandaskan Pancasila.

SP Pel

Pada kalimat kedua berlandaskan ia melengkapi objek

“Pancasila”.

5. Keterangan

Unsur keterangan berarti menerangkan bagian kalimat lainnya.
Unsur keterangan bisa berfungsi menerangkan subjek, predikat,
objek, dan pelengkap. Posisinya bersifat bebas, dapat di awal, di
tengah, atau di akhir kalimat. Keterangan dapat diisi oleh frasa
nominal, frasa preporsisional, adverbia, atau klausa.

POLA DASAR KALIMAT

Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke
dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan
perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari
beberapa pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita
masing-masing, kalimat dasar tersebut kita kembangkan, yang
pengembangannya itu tentu saja hams didasarkan pada kaidah
yang berlaku.
Pola dasar kalimat bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
a) Kalimat Dasar Berpola S P
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat
kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata keija, kata benda, kata
sifat, atau kata bilangan.
1. Mereka / sedang berenang.

S P (kata kerja)
2. Ayahnya / guru SMA.

S P (kata benda)
3. Gambar itu / bagus.

S P (kata sifat)
4. Peserta penataran ini / empat puluh orang.

S P (kata bilangan)

b).Kalimat Dasar Berpola S P O
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek.
Misalnya:
Mereka / sedang menyusun / karangan ilmiah.

S PO

c) Kalimat Dasar Berpola S P Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan
pelengkap.
Misalnya:
Anaknya / beternak / ayam.

S P Pel

d) Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan
pelengkap.
Misalnya:
Dia / mengirimi / saya / surat.

S P O Pel

e) Kalimat Dasar Berpola S P K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan

keterangan.

Misalnya:

Mereka / berasal / dari Surabaya

SP K

f) Kalimat Dasar Berpola S P O K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan

keterangan.

Misalnya:

Kami / memasukkan / pakaian / ke dalam lemari.

SP O K

CONTOH KALIMAT
EFEKTIF

Ada banyak contoh dari kalimat efektif. Berikut adalah
beberapa di antaranya dan perbandingan dengan
kalimat yang tidak efektif.

• Novia membeli kue untuk adiknya. adiknya Novia.
(Efektif)

Diana membelikan kue untuk
(Tidak Efektif)

• Anak-anak harus berhati-hati jika melewati lorong.
(Efektif)

Para anak-anak harus berhati-hati jika anak-anak
melewati lorong. (Tidak Efektif)

•Setiap hari Senin anak-anak upacara bendera
(Efektif)
Setiap hari Senin para anak-anak upacara
bendera.(Tidak Efektif)

• Karena tidak tidur semalaman, dia terlambat datang
ke sekolah.

• Sesudah dipahami dan dihayati pancasila harus
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

• Semua mahasiswa diwajibkan membayar uang kuliah
sebelum tanggal 26 Februari 2015.

• Saya sedang membuat nasi goreng.

TERIMA
KASIH


Click to View FlipBook Version