The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e book ini mencakup beberapa penjelasan mata kuliah tafsir di PTIQ

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ichwan ma'rifatullah, 2020-12-02 17:47:53

seputar mata kuliah tafsir PTIQ

e book ini mencakup beberapa penjelasan mata kuliah tafsir di PTIQ

Keywords: e book education

TAFSIR, TA'WIL dan TERJEMAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Tafsir

Dosen Pengampu:
Hidayatullah, MA.

Disusun Oleh :
Badruz Zaman
Abdurrahman Siregar
Alfin Firkhan Maulana
FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL-QUR’AN JAKARTA

2020

1

Kata Pengantar
Alhamdulillah rasa syukur yang sedalam dalamnya kepada Allah pengatur hidup, tempat
kembali semua mahkluk yang ada di muka bumi ini. Dengan mengucapkan Alhamdulillah
materi pertama dalam mata kuliah Ilmu Tafsir yang diserahkan kepada kelompok kami
sudah selesai, tentu makalah ini jauh dari sempurna maka perlu kiranya kritikan dan
masukan dari dosen pengampu dan rekan rekan mahasiswa lainnya agar pengetahuan kita
semakin bertambah.

Bagan Batu, 08 September 2020

PENYUSUN

2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ii
1
BAB I PENDAHUlUAN 1
1
Latar Belakang 1
2
Rumusan Masalah 2
2
A. Tujuan Masalah 4
6
BAB II PEMBAHASAN 7
8
A. Tafsir 9
9
1. Pengertian Tafsir 9
10
2. Pengertian Ta'wil

B. Persamaan dan Perbedaan Tafsir dan Takwil.

C. Terjemah.

D. Hukum Terjemah.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

3

BAB I PENDAHUlUAN

A. Latar Belakang

Istilah T​ afsir, Takwil dan Tarjamah ​kerap didengar namun masih banyak yang belum
mengerti untuk istilah tersebut khususnya bagi pemula dalam mempelajari Ilmu
Tafsir. T​ afsir, Takwil dan Tarjamah ​memiliki perbedaan dari secara arti lafadz
maupun secara makna. Tentu, mahasiswa yang bergelut di dunia tafsir harus

memahami istilah tersebut agar mampu menjelaskan kepada khalayak. Disamping
itu, mata kuliah Ilmu Tafsir ini sabagai ilmu baru bagi mahasiswa semester tiga tentu
istilah T​ afsir, Takwil dan Tarjamah m​ asih asing di telinga sehingga dengan makalah
ini mahasiswa mampu memahami istilah tersebut baik secara pengertian, perbedaan

dan persamaan dan lain sebgainya.

B. Rumusan Masalah

a. Apa Pengertian Tafsir dan Takwil?
b. Apa Persamaan dan Perbedaan Tafsir dan Takwil?
c. Apa Pengertian Terjemah?
d. Sebutkan Ragam dan Hukum Terjemah?

C. Tujuan Masalah

a. Mahasiswa mampu memahami pengertian, perbedaan dan persamaan T​ afsir,
Takwil dan Terjemah ​ serta ragam dan hukum terjamahnya sehingga mempu
menjelaskan kepada pendengar dengan baik.

1

BAB II PEMBAHASAN

A. Tafsir

1. Pengertian Tafsir
a. Tafsir secara etimologis, tafsir berakar dari kata ​fassara-yufassiru-tafsiran,
berarti keterangan dan penjelasan (​al-idhah wa at-tabyin), ​sebagaimana

terdapat dalam firman Allah SWT:

‫وﻻ ﯾﺎﺗﻮﻧﻚ ﺑﻤﺜﻞ اﻻﺟﺌﻨﺎك ﺑﺎﻟﺤﻖ واﺣﺴﻦ ﺗﻔﺴﯿﺮا‬

"Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang

ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang bener dan yang paling
baik penjelasannya." ​ (Q.S. Al-Furqon 25:33)

Tafsir menurut bahasa mengandung arti kata lain:

1) Kata f​ assara ​adalah bentuk ​muta'addi ​ dari kata ​fassara-yufassiru- fasran,
atau​ fasara-yafsuru-fasran y​ ang berarti a​ l-bayan ​atau ​kasyf al-mughtha
(menyingkap yang tertutup). Dengan demikian tafsir berarti k​ asyfu
al-murad 'an al-lafdz al-musykil ​ (menyingkap maksud yang sulit).1​

2) Menjelaskan, menerangkan yakni (‫ ;)اﻻﯾﻀﺎح واﻟﺘﺒﯿﯿﻦ‬ada sesuatu yang

semula belum atau tidak jelas memerlukan penjelasan lebih lanjut,
sehingga jelas dan terang.
3) Keterangan sesuatu (‫)اﻟﺸﺮح‬,​ yakni ; perluasan dan pengembangan dari

ungkapan-ungkapan yang masih sangat umum dan global, sehingga
menjadi lebih terperinci dan dipahami serta dihayati.
4) (‫)اﻟﺘﻔﺴﯿﺮة‬,​ yakni ; (alat alat kedokteran yang khusus dipergunakan untuk

mendeteksi atau mengetahui segala penyakit yang diderita oleh seorang
pasien). Kalau ​tafsiroh ​adalah alat kedokteran yang mengungkap penyakit
dari seorang pasien, maka tafsir dapat mengeluarkan makna yang
tersimpan dalam kandungan ayat-ayat al-Qur'an.​2

1 Ilyas Yunahar, ​Ku​liah Ulumul Qur'an (Yogyakarta: ITQAN Publishing, 2013), hal. 269
2 M. Ali Hasan dan Rif‟at Syauqi Nawawi, P​ engantar Ilmu Tafsir​ (Jakarta: Bulan Bintang, 1988), hal.
139

2

b. Para pakar ulum al-Qur'an memberi penjelasan etimologis yang berbeda:

1) Manna' al-Qatthan, kata ​tafsir a​ dalah bentuk ​taf'il ​dari kata ​fassara,
menerangkan, membuka dan menjelaskan (a​ l-bayan)​ . Dalam bahasa
arab, kata a​ l-fasru​ membuka arti yang sukar sedang kata a​ t-tafsir ​ berarti
membuka atau menjelaskan arti yang dimaksudkan dari lafal-lafal yang
sulit. 3​

2) Az-Zarkasyi mengatakan, kata tafsir berasal dari ​tafsirah, a​ rtinya
stetoskop, y​ aitu alat yang dipakai oleh dokter untuk memeriksa para
pasien, fungsinya adalah membuka dan menjelaskan. Dengan alat
tersebut seorang dokter dapat menjelaskan penyakit yang diderita oleh
seorang pasien. Demikian pula seorang mufassir, dengan tafsir ia dapat
menjelaskan ayat-ayat al-Qur'an.

3) As-Syuthi menyebutkan bahwa kata tafsir berasal dari kata ​safar​, seperti
dalam ungkapan a​ sfara as-subhu y​ ang berarti ”fazar telah bercahaya
terang" sehingga secara bahasa tafsir berarti penerangan / keterangan.​4

c. Dari segi terminologis, bermacam definisi dibuat oleh para ulama. Berikut ini
diantaranya:

1) Abu Hayyan
Tafsir adalah ilmu yang membahas tentang cara pengucapan
lafazh-lafazh Al-Qur'an dan tentang arti dan makna lafazh-lafazh
tersebut, baik kata perkata maupun dalam bentuk kalimat yang utuh
serta hal-hal yang melengkapinya.

2) Az-Zarkasyi
Tafsir adalah ilmu yang memahami kitabullah yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW, menjelaskan makna-maknanya serta
mengeluarkan hukum dan hikmahnya.

3 Al-Qathathan, Manna Khalil, M​ abahist Fi Ulumul Qur'an (​ Riyadh: al-Maktabah al-Ma'arif, 1992), hal
277

4 Mesra Alimin, Mu'min Rauf dan Wiwi Ma'shum, ​Ulumul Qur'an (​ Jakarta: Pusat Studi Wanita UIN
Jakarta, 2005) hal, 216

3

3) Az-Zarqoni
Tafsir adalah yang membahas tentang al-Qur'an al-Karim dari segi
makna yang terkandung di dalamnya sesuai dengan maksud yang
diinginkan oleh Allah SWT sebatas kemampuan manusia. 5​

4) As-Suyuthi
Tafsir adalah ilmu mengenai turunnya ayat-ayat dan ihwalnya,
cerita-cerita dan sebab-sebab turunnya, ​makkiyah d​ an m​ adaniyyah,
muhkam ​dan m​ utasyabihatnya, nasikh ​dan ​ masnsyukhnya, ​khusus dan
umumnya, ​mutlaq d​ an​ muqayyadnya, mujmal ​dan​ mufassarnya, h​ alal
dan haramnya, janji dan ancamannya, perintah dan larangannya, dan
mengenai ungkapan dan perumpamaan-perumpamaannya.

5) Hasbi As-Shiddqiey
Tafsir adalah mensyarahkan lafadz yang sukar dipahami oleh
pendengar dengan menjelaskan maksudnya. Yang demikian itu,
adakalanya dengan menyebut sinonimnya atau mendekatinya.​6

2. Pengertian Ta'wil

a. Kata ​ta'wil ​berasal dari kata "​ awwal" ​ yang berarti a​ l-marja', y​ ang berarti
"tem pat kembali." ​Awwala-yu'awwilu-ta'wilan.​7

b. Takwil menurut bahasa berarti memalingkan arti lafal kepada salah satu dari
beberapa arti yang bermacam macam.

c. Secara terminologis . T​ a'wil a​ dalah menafsirkan kalimat dan menerangkan
maknanya, baik sesuai dengan dzahir kalimat maupun tidak. Dalam
pengertian ini ta'wil dan tafsir menunjukkan arti yang sama. Menurut ulama
khalaf dari kalangan ahli fiqh, ahli kalam, ahli hadist dan ahli tasawwuf, ta'wil
artinya memalingkan lafal dari arti kata yang r​ ajih​ kepada arti yang ​marjuh
karena ada dalil yang melandasinya. Pengertian ini mengindikasikan adanya
perbedaan antara tafsir dan ta'wil.8​

d. Macam-macam ​ta'wil:

5 Ilyas Yunahar, ​Kul​ iah Ulumul Qur'an (Yogyakarta: ITQAN Publishing, 2013), hal. 270
6 Mesra Alimin, Mu'min Rauf dan Wiwi Ma'shum, ​Ulumul Qur'an (​ Jakarta: Pusat Studi Wanita UIN
Jakarta, 2005) hal, 217
7 Drajat Amroeni, ​Ulumul Qur'an ​( Depok: Kencana, 2017) hal, 125
8 Mesra Alimin, Mu'min Rauf dan Wiwi Ma'shum, ​Ulumul Qur'an (​ Jakarta: Pusat Studi Wanita UIN
Jakarta, 2005) hal, 217-218

4

1) Ta'wil kalam ​dalam pengertian si pembicara mengembalikan perkataanya
dengan merujuk pada asalnya. Kata ​kalam i​ alah mengembalikan kepada
makna hakikinya yang merupakan esensi sebenarnya dari yang dimaksud
si pembicara.

Kalam ​terdiri dua kemungkinan:

a) Insya a​ tau ​amr ' ​(kalimat perintah)
Ta'wil al-amr' ​ialah esensi perbuatan yang diperintahkan.
Misalnya hadis yang diriwayatkan dari A'isyah r.a. ia berkata
"Rasulullah membaca dalam rukuk dan sujudnya."

‫ﺳﺒﺤﺎن اﷲ وﺑﺤﻤﺪك اﻟﻠﻬﻢ اﻏﻔﺮﻟﻲ‬

Dalam hal ini, ia menakwilkan (melaksanakan perintah) Al-Qur'an,
yaitu firman Allah SWT:

‫ﻓﺴﺒﺢ ﺑﺤﻤﺪ رﺑﻚ واﺳﺘﻐﻔﺮه اﻧﻪ ﻛﺎن ﺗﻮاﺑﺎ‬

Maka bertasbilah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun
kepadanya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

b) Al-ikhbar
Ta'wil al-ikhbar a​ dalah esensi dari apa yang diberitakan itu sendiri
yang benar-benar terjadi. Misalnya firman Allah:

‫ ﯾﻮم‬,‫وﻟﻘﺪ ﺟﺌﻨﻬﻢ ﺑﻜﺘﺎب ﻓﺼﻠﻨﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﻠﻢ ﻫﺪى ورﺣﻤﺔ ﻟﻘﻮم ﯾﺆﻣﻨﻮن ﻫﻞ ﯾﻨﻈﺮون اﻻ ﺗﺎوﯾﻠﻪ‬
‫ﯾﺎﺗﻲ ﺗﺎوﯾﻠﻪ ﯾﻘﻮل اﻟﺬﯾﻦ ﻧﺴﻮه ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﻗﺪ ﺟﺎءت رﺳﻞ رﺑﻨﺎ ﺑﺎﻟﻖ ﻓﻬﻞ ﻟﻨﺎ ﻣﻦ ﺷﻔﻌﺎء ﻓﯿﺸﻔﻌﻮا ﻟﻨﺎ‬
‫او ﻧﺮد ﻓﻨﻌﻤﻞ ﻏﯿﺮ اﻟﺬي ﻛﻨﺎ ﻧﻌﻤﻞ‬

Dan sesungguhnya kami telah mendatangkan sebuah kitab
(Al-Qur'an) kepada mereka yang kami telah menjelaskannya atas
dasar pengetahuan kami, menjadi petunjuk dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman. Tiadalah mereka menunggu, kecuali
(terlaksananya kebenaran) takwil Al-Qur'an itu. Pada hari datangnya
kenebaran pemberitaan Al-Qur'an (takwilnya). Berkatalah orang
orang yang melupakannyasebelum itu, "sesungguhnya telah datang
rasul-rasul Tuhan kami membawa membawa yang hak, maka adakah

5

bagi kami pemberi syafaat yang akan memberikan syafaatnya bagi
kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami
dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?"9​

2) Ta'wil al-kalam d​ alam arti menafsirkan dan menjelaskan maknanya.​10

B. Persamaan dan Perbedaan Tafsir dan Takwil.

a. Persamaan
1) Secara terminologi ​tafsir​ dan t​ a'wil m​ enafsirkan kalimat dan menerangkan
maknanya, baik sesuai dengan dzahir kalimat maupun tidak. Dalam
pengertian ini ​tafsir ​dan t​ a'wil ​menunjukkan arti yang sama. ​11

b. Perbedaan
1) Tafsir selalu menggunakan medium (perantara) yang menjadi perhatian
mufassir h​ ingga dapat sampai pada pengungkapan apa yang diinginkan,
sementara ​at-ta'wil a​ dalah kegiatan (pemahaman) yang tidak selalu
membutuhkan medium. Dengan kata lain, a​ t-ta'wil d​ apat didasarkan pada
salah satu bentuk hubungan langsung antara "subyek" dan "obyek,"
sementara hubungan tersebut dalam kegitan a​ t-tafsir, ​tidak berupa
hubungan langsung, tetapi melalui mediator baik bahasa teks kadang-kadang
melalui "suatu" indicator.
2) Tafsir mengacu pada makna dhahir ayat-ayat al-Qur'an, sementara t​ a'wil
mengacu pada bermacam-macam kemungkinan makna yang dikandung
al-Qur'an.

Perbedaan cara kerja ini menelorkan tipologi penjelasan al-Qur'an, tafsir
menghasilkan tafsir yang dikenal dengan interpretasi rasional (​at-tafsir bi
ad-dirayah) d​ an interpretasi dengan bantuan periwayatan hadis (​at-tafsir bi
ar-riwayah), s​ ementara ​at-ta'wil ​melahirkan ​at-tafsir al-isyari d​ an​ at-tafir
al-batini.1​ 2

9 Ibid hal, 125-126
10 Ibid hal, 126
11 Mesra Alimin, Mu'min Rauf dan Wiwi Ma'shum, U​ lumul Qur'an (​ Jakarta: Pusat Studi Wanita UIN
Jakarta, 2005) hal, 218
12 Ibid hal, 218

6

C. Terjemah​.
1. Pengertian Terjemah
Tarjamah a​ tau dalam tradisi pengucapan Indonesia menjadi terjemah. Dalam
buku ​manahil al-Irfan ​karya al-Zarqoni dijelaskan menurut tinjauan bahasa kata
terjemah mengandung empat pengertian diantaranya:

a. Tejemah dalam arti menyampaikan pembicaraan kepada orang yang belum
mengetahui.

b. Terjemah dalam arti menafsirkan pembicaraan dengan menggunakan bahasa
aslinya.

c. Terjemah dalam arti menafsirkan pembicaraan dengan menggunakan bahasa
lain yang bukan aslinya

d. Terjemah dalam arti pemindahan pembicaraan dari satu bahasa ke bahasa
lain.​13

Selain pengertian diatas kata terjemah dapat dikaitkan dengan beberapa istilah
misalnya "​ tarjamu al-bab, ​ berarti "judul bab terkait." Ada pula istilah ​Tarjamatu
Fulan ​berarti "biografi si Fulan," dan t​ arjamatu hadza al-bab b​ erarti
"menerangkan maksud dari bab tersebut.

2. Jenis Terjemah.
Disamping pengertian secara lingustik diatas terdapat pula terjemeh menurut
'urf (​ kebiasaan yang belaku umum) yaitu pemindahan k​ alam ​dari saru bahasa ke
dalam bahasa lain atau pengungkapan maknanya oleh pengguna bahasa tertentu
dengan tetap menjaga keserasian makna dan maksudnya. Terjemah menurut ​'urf
terbagi menjadi dua yaitu:

a. Terjemah h​ arfiyah
Ialah proses menerjemahkan yang tetap menjaga keaslian dari segi
nazham d​ an susunannya secara konsisten. Proses penerjemahan ini
menyerupai penggantian kata per kata yang sinonimnya secara ketat,
sehingga sebagian orang menamakan ​harfiyah,​ terjemah l​ afziyah d​ an
terjemah m​ usawiyah.

b. Terjemah t​ afsiriyah
Ialah proses terjemahan yang tidak begitu terikat dengan ​nazham d​ an
susunan aslinya, namun lebih menekankan pada sisi kesamaan pesan
yang terkandung di dalamnya secara sempurna. Dinamakan dengan
tafsiriyah k​ arena lebih mengutamakan pengungkapan makna dan maksud

13 Drajat Amroeni, ​Ulumul Qur'an (​ Depok: Kencana, 2017) hal, 128

7

di dalamnya dengan bahasa yang lugas dan tegas, sehingga menyurapai
tafsir.1​ 4

D. Hukum Terjemah.

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa ​Tarjamah ​terbagi dua h​ arfiyah ​ dan
maknawiyah​. Maka dari itu untuk membahas hukum terjemah maka perlu diuraikan
satu persatu

a. Hukum Terjemah Harfiyah.
Tidak ada seorang pun yang mengharamkan menerjemahkan al-Qur'an
menggunakan terjemah harfiyah, karena al-Qur'an sendiri merupakan kalamullah
yang diturunkan kepada rasul-rasulnya yang merupakan mukjizat dengan lafadz
dan maknanya serta membacanya juga merupakan ibadah. Selin itu, tidak
seorangpun mengatakan bahwa kalimat kalimat al-Qur'an jika diterjemahkan
mengatakan bahwa terjemah itu kalamullah. Sebab Allah tidak berfirman kecuali
menggunakan bahasa al_qur'an yaitu bahasa arab dan kemukjizatan al-Qur'an
hanya untuk bahasa arab bukan terjemah. Serta ibadah dalam membaca
al-Qur'an ialah berbahasa arab yang jelas baik itu lafadz-lafadznya
huruf-hurufnya dan susunan kata-katanya.

b. Hukum Terjemah Tafsiriyah.
Menerjemahkan makna-makna sanawi al-Qur'an bukanlah pekerjaan yang
mudah karena tidak satu bahasa pun yang sesuai dengan bahasa arab dalam
petunjuk lafadz-lafadz terhadap makna-maknanya. Ulama-ulama ilmu bayan
menamakannya dengan k​ hawaassut tarkib​ (karakteristik-karakteristik susunan).
Maka dari itu tidak mudah seseorang dalam mendakwakannya. Inilah yang
dimaksudkan Zamarkasyi dalam pernyataan sebelumnya.
Dari sisi balaghah al-Qur'an dalam l​ afadz​ maupun susunan, ​nakirah​ dan
ma'rifatnya​,​ taqdim​ dan​ ta'khirnya,​ disebutkan dan dihilangkannya dan lain
sebagainya adalah yang menjadi keunggulan bahasa al-Qur'an, dan ini memiliki
pengaruh terhadap jiwa. Sisi kebalaghahan al-Qur'an tidak mungkin terpenuhi
jika makna-makna tersebut dihilangkan dalam bahasa lain, karena bahasa
manapun tidak memiliki​ khawas t​ ersebut. 1​ 5

BAB III

14 Drajat Amroeni, U​ lumul Qur'an (​ Depok: Kencana, 2017) hal, 128-130
15 Al-Qathathan, Manna Khalil, ​Mabahist Fi Ulumul Qur'a (​ Maktabah Wahabah, TT) hal, 307-309

8

PENUTUP

A. Kesimpulan

Tafsir, ta'wil d​ an​ terjemah ​memiliki pengertian berbeda-beda baik secara etimologi
maupun terminologi. Singkatnya pengertian tafsir secara terminologi ialah
pengungkapan penjelasan ayat-ayat al-Qur'an dengan memeperhatikan berbagai
aspek, baik susunan bahasa, m​ ufrodat-mufrodat​ yang terkait, lalu juga didukung
dengan keilmuan lainnya untuk menghasilkan penjelasan yang baik. Sementara
ta'wil ​pengungkapan maksud ayat-ayat Al-qur'an dengan tetap memperhatikan
susunan bahasa serta aspek lainnya, selain itu t​ a'wil j​ uga menjelaskan makna yang
tersembunyi dari Allah. Dalam hal ini memiliki persamaan antara t​ a'wil ​dan t​ afsir
yaitu sama-sama menjelaskan ayat-ayat al-Qur'an, namun disisi lain memiliki
perbedaan​ ​pertama, ​tafsir ​menggunakan perantara sehingga ungkapan sampai
kepada yang diinginkan, ​ta'wil k​ egiatan pemahaman yang tidak memebutuhkan
medium (perantara). T​ arjamah s​ etidaknya ada empat pengertian, pertama, dalam
arti penyampaian pembicaraan kepada orang yang belum mengerti, kedua, dalam
arti penafsiran penyampaian dengan menggunakan bahasa aslinya, ketiga, dalam arti
penafsiran pembicaraan dengan menggunakan bahasa yang bukan aslinya, keempat,
pemindahan bahasa dari bahasa satu kebahasa lain. Sehingga dari definisi tersebut
menghasilkan jenis ​tarjamah harfiyah​ dan ​maknawiyah.
Tidak seorang pun yang mengharamkan dalam melakukan pernerjemahan al-Qur'an
baik secara ​harfiyah m​ aupun m​ aknawiyah. K​ emukjizatan al-Qur'an sangat besar dari
berbagai macam aspek sehingga kegiatan penerjemahan al-Qur'an merupakan
keharusan. Selain itu, membaca al-Qur'an dengan menggunakan bahasa arab
merupakan ibadah.

9

DAFTAR PUSTAKA
Alimin Mesra, Mu'min Rauf dan Wiwi Ma'shum. 2005.​ Ulumul Qur'an. J​ akarta: Pusat
Studi Wanita UIN Jakarta.
Amroeni Drajat. 2017. ​Ulumul Qur'an. ​ Depok: Kencana.
M. Ali Hasan dan Rif‟at Syauqi Nawawi. 1998. P​ engantar Ilmu Tafsir.​ Jakarta: Bulan
Bintang.
Manna Khalil Al-Qathathan.1992. ​Mabahist Fi Ulumul Qur'an. ​Riyadh: al-Maktabah
al-Ma'arif.
Manna Khalil Al-Qathathan. ​Mabahist Fi Ulumul Qur'a.​ Maktabah Wahabah.
Yunahar Ilyas. 2013. ​Ku​liah Ulumul Qur'an. Yogyakarta: ITQAN Publishing.

10


Click to View FlipBook Version