The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

AKSI NYATA MODUL 2.3_COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK_WAHYU TRI SULISTYO ASIH_CGP A6.31

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ac.wahyu86, 2023-04-11 01:28:58

AKSI NYATA MODUL 2.3_COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

AKSI NYATA MODUL 2.3_COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK_WAHYU TRI SULISTYO ASIH_CGP A6.31

WAHYU TRI SULISTYO ASIH CGP A6.31 AKSI NYATA MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK


Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Senin, 20 Maret 2023 Sekolah : SDN Ngaglik 02 Batu Nama Guru : Nur Ida Widiawati, S.Pd. Kelas : 5 Mata Pelajaran : SBdP (Tematik) Waktu Percakapan : pukul 08.00 – 08.30 Tujuan Pembelajaran: Area Pengembangan yang hendak dicapai: Strategi yang dipersiapkan: Catatan khusus Supervisor: 1. Memberikan motivasi kepada guru agar dapat menyiapkan perangkat pembelajaran secara maksimal. 2. Membantu guru dalam persiapan supervisi apa yang harus dilakukan agar terlaksana dengan baik. Disepakati bersama (Wahyu Tri Sulistyo Asih, S.Pd.) (Nur Ida Widiawati, S.Pd.) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching 1. Siswa dapat memahami tentang tangga nada 2. Siswa dapat memahami teknik pernapasan dan artikulasi dalam bernyanyi 3. Siswa dapat menyanyikan sebuah lagu dengan nada dan Teknik bernyanyi yang tepat. 1. Mengembangkan kemampuan intelektual dengan cara menyampaikan materi nada secara jelas dan mudah dipahami oleh siswa, menyajikan kegiatan pembelajaran yang berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa. 2. Mengembangkan kemampuan sosial emosional dalam menghadapi siswa yang memiliki keberagaman kemampuan, utamanya dalam kemampuan bernyanyi 1. Guru menyusun perangkat pembelajaran yang lengkap. 2. Guru menyiapkan slide tentang bagan sistem pernapasan manusia. 3. Guru menyiapkan video dan powerpoint tentang teknik dasar bernyanyi.


DOKUMENTASI COACHING PRA OBSERVASI


a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. 1 Nama Guru yang Diobservasi NUR IDA WIDIAWATI, S.Pd. Nama Observer Waktu Observasi Waktu dimulainya kelas Form Observasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid Pengantar: Selama observasi, Pengajar Praktik berfokus pada 3 kategori, di mana setiap kategori terdiri dari beberapa aspek, yaitu Penilaian selama observasi ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai komponen nilai CGP dan juga pijakan PP dalam memandu proses percakapan pasca-observasi dengan INFORMASI OBSERVASI Waktu diakhirinya observasi Nama Sekolah Calon Guru Penggerak SDN NGAGLIK 02 BATU Kelas 5 Jumlah Murid 22 WAHYU TRI SULISTYO ASIH, S.Pd. Selasa, 21 Maret 2023 07.00 WIB 07.00 WIB 09.30 WIB 09.30 WIB Waktu dimulainya observasi Waktu diakhirinya kelas Contoh-contoh yang disediakan di lembar observasi ini hanya ilustrasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi guru. OBSERVASI I Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman Kenyamanan Lingkungan Belajar untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid* *) lingkungan belajar dapat berupa kelas, halaman, perpustakaan, atau tempat lainnya, baik di dalam atau luar sekolah. Nyaman ketika: (1) Guru melakukan penyesuaian lingkungan belajar sesuai dengan karakteristik murid Beberapa contoh perilaku guru yang menggambarkan (contoh bisa disesuaikan dengan kondisi guru): > Memperhatikan posisi murid berkebutuhan khusus (seperti gangguan dengar, murid dengan ADHD, dll.). > Memperhatikan posisi murid sesuai dengan kondisi fisik (seperti berkacamata atau tidak, tinggi badan murid, dll.). (2) Guru melakukan penyesuaian lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran (kebutuhan belajar-akademik). Beberapa contoh perilaku guru yang menggambarkan (contoh bisa disesuaikan dengan kondisi guru): > Posisi murid diatur sedemikian rupa sehingga penjelasan guru dapat didengar jelas secara merata oleh semua murid. > Posisi murid diatur sehingga peragaan guru dapat dilihat jelas dari sisi mana pun. PETUNJUK UMUM OBSERVASI Pada setiap bagian pilihlah antara skor 1 – 4 yang paling menggambarkan perilaku calon guru penggerak selama praktik mengajar. Tuliskan angka 1/2/3/4 pada kolom Catatan: Skor 4 bukan berarti sempurna sehingga tetap dimungkinkan adanya saran pengembangan yang spesifik bagi guru dengan skor 4. Untuk itu, tuliskanlah catatan kualitatif dari setiap aspek yang diamati pada kolom yang tersedia.


1 2 3 4 Skor Catatan Guru tidak menunjukkan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid dan kompetensi sosial emosional. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran (kebutuhan belajar akademik). Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mempertimbangkan karakteristik murid. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid, dan tujuan pembelajaran sosial dan emosional. 3 Guru belum melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran sosial dan emosional. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendominasi interaksi dan hanya memberikan sedikit kesempatan kepada murid untuk berpendapat (metode ceramah satu arah). Pada satu jam pelajaran, sebagiannya (50%) guru melakukan komunikasi satu arah dan sebagiannya lagi guru memberikan kesempatan kepada murid untuk berpendapat. Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (guru-murid). Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (guru-murid) dan juga memberikan kesempatan kepada muridnya untuk saling berinteraksi (murid-murid). 4 Guru sudah melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (gurumurid) dan juga memberikan kesempatan kepada muridnya untuk saling berinteraksi (murid-murid). 1 2 Penggunaan Komunikasi Positif Terdapat 3 kriteria komunikasi positif: (2a) Interaktif: adanya timbal balik antara murid dan guru; adanya timbal balik juga antara murid dengan murid. Contoh perilaku guru: > Interaksi terjadi dua arah (tidak didominasi oleh guru saja). > Mendorong interaksi antarmurid pada saat pembelajaran (mendorong murid untuk mengekspresikan pendapatnya, perasaannya, pilihannya. Validasi perasaan).


1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid. Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid. 4 Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnyaserta mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menggunakan kata-kata bermuatan negatif. Guru menampilkan ekspresi emosi yang tidak konsisten (antara emosi negatif dan positif) Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif dan emosi netral secara bergantian. Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif secara konsisten (menampilkan emosi senang, antusias, ramah) 4 Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif secara konsisten. 2 (2b) Empatik: guru ingin tahu dan mencoba memahami sudut pandang murid. Contoh perilaku guru: > Guru mendengarkan secara aktif pendapat/penjelasan dari murid. > Guru mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi pendapat/penjelasan murid. (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru: > tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid. > menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.). > merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid.


1 2 3 4 Skor Catatan Posisi Penghukum Guru menggunakan hukuman, sindiran, dan kritik untuk mendisiplinkan murid. Guru akan mengekspresikan kemarahan ketika murid melakukan kesalahan dengan menghardik, membentak, atau menunjuk-nunjuk. Posisi Pembuat Merasa Bersalah Guru mendiamkan murid atau menggunakan kata-kata yang membuat murid merasa bersalah (seolah-olah guru/orang tua/murid lain akan menderita akibat kesalahannya). Contoh: Jika kamu terus seperti itu, Ibu bisa jantungan, kasihan orang tua kamu. Posisi Teman Guru menggunakan pertemanan dan humor untuk memberikan pengaruh pada murid. Guru seringkali memberikan pembelaan, pembenaran atau memberikan penjelasan-penjelasan atas perilaku yang dilakukan murid. Contoh: "Ayo bantu bapak melakukan ini ya. Ya sudah, untuk sekarang tidak apa-apa kamu melakukannya namun berikutnya tolong diikuti ya." Posisis Pemantau/Monitor Guru menerapkan kedisiplinan dengan menggunakan peraturan dan konsekuensi yang disepakati bersama murid. Guru berusaha untuk memberikan bukti objektif, menekankan pada pencatatan dan pengukuran dalam mendisiplinkan murid. Konsekuensi yang diberikan berhubungan dengan peraturan yang dilanggar murid. Contoh: Menggunakan checklist (daftar periksa), poin, atau alat lainnya. Atau dengan mengatakan, "Peraturan apa yang kamu langgar? Apa konsekuensinya?". Posisi Manajer Guru menggunakan prinsip restitusi bahwa kesalahan wajar terjadi dan mereka menerima kesalahan murid. Guru bertanya pada murid alasan mereka melakukan kesalahan dan membantu mereka mencari jalan keluar. Guru tipe ini kadang menggunakan posisi pemantau dan manajer pada murid di situasi tertentu. Contoh: "Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kesalahan ini?" 4 Guru memposisikan diri sebagai manajer 3 4 Penerapan Disiplin Guru berupaya menerapkan prinsip restitusi; yaitu menguatkan dan mengajarkan murid bahwa kesalahan dapat menjadi kesempatan untuk belajar. Restitusi juga menekankan refleksi diri murid tentang apa yang bisa mereka lakukan ketika melakukan kesalahan. Pemberian Motivasi Guru mendorong murid untuk mau dan semangat belajar.


1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendorong murid untuk belajar dengan cara memberikan hukuman/konsekuensi negatif. Contoh: "Jika kamu tidak mengumpulkan tugas, Ibu tidak akan mengizinkan kamu ikut kelas berikutnya." Guru mendorong perilaku belajar murid dengan menyampaikan ekspektasi guru dan memberikan konsekuensi positif. Contoh: "Coba kamu lebih rajin, pasti kamu sudah bisa juara satu." Guru mendorong kemauan murid untuk belajar dengan cara mengingatkan tentang pentingnya pembelajaran terhadap diri mereka dan menyemangati mereka pada beberapa aktivitas pembelajaran. Contoh: Ibu/Bapak ingin kalian mempelajari topik ini dengan sungguh-sungguh karena ini akan berguna ketika kalian besar nanti. Guru menumbuhkan keinginan belajar murid dengan cara memberikan kesenangan, semangat, dan minat murid selama sesi pembelajaran. Contoh: Guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan minat murid. "Ternyata Matematika itu seru ya. Kira-kira minggu depan kalian ingin belajar apa ya, biar tambah semangat?" 4 Guru memotivasi murid dengan sangat baik 23 4 TOTAL SKOR OBSERVASI I (1 + 2a + 2b+ 2c + 3 + 4)


1 2 3 4 Skor Catatan Guru langsung memulai pembelajaran tanpa menyebutkan tujuan yang akan dipelajari. Guru hanya menyampaikan tujuan pembelajaran dan tidak menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan. Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan, serta mendiskusikan bersama murid keterkaitan dari topik yang dibahas dengan materi lain dan dengan kehidupan sehari-hari. 4 Seluruh kriteria pembukaan proses belajar telah dilaksanakan dengan baik. 1 2 3 4 Skor Catatan Aktivitas pembelajaran yang diberikan hanya bermuatan akademik Ada aktivitas yang membuat murid bersemangat, bersenang-senang, atau kembali fokus ke pembelajaran (seperti: ice breaking atau energizer) namun tidak dimanfaatkan secara eksplisit untuk menguatkan kompetensi sosial-emosional dan terpisah dari muatan akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosial-emosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkan-menantangmenyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik namun masih terpisah dari materi akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosial-emosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkanmenantang-menyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik dengan cara meleburkannya dengan muatan akademik yang sedang dipelajari 3 Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosialemosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran, namun masih terpisah dari materi akademik yang sedang dipelajari 1 2 OBSERVASI II Memandu proses belajar mengajar yang efektif Pembukaan Proses Belajar (1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari sesi tersebut. (2) Guru menghubungkan materi pembelajaran sebelumnya dengan tujuan pembelajaran sesi tersebut. (3) Guru menyampaikan relevansi tujuan/materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari/ Menyampaikan pentingnya materi tersebut untuk kehidupan murid (4) Guru menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan pada sesi pembelajaran. Muatan Sosio-Emosional dalam Aktivitas Pembelajaran


1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendiamkan dan membiarkan murid untuk mengerjakan sendiri tugas yang diberikan. Guru memberikan arahan dan solusi secara langsung pada murid ketika mereka mengerjakan tugas. Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Murid-murid dapat mengerjakan tugasnya secara mandiri sebagai hasil dari proses scaffolding yang dilakukan guru. 4 Seluruh aspek telah dilaksanakan dengan baik. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru hanya menggunakan satu strategi belajar di sepanjang satu sesi . ATAU Guru menggunakan strategi pembelajaran namun kesulitan untuk melibatkan murid secara aktif dalam pembelajaran. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran dan berusaha mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran serta berusaha mendorong pengembangan keterampilan penting, namun belum konsisten hingga akhir sesi. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran yang relevan untuk melibatkan siswa secara aktif di sepanjang pembelajaran dan mendorong pengembangan keterampilan penting. Guru dengan lancar memodifikasi strategi, materi, dan pengelompokan untuk mengoptimalkan kesempatan siswa untuk belajar dan memenuhi kebutuhan belajar mereka. Siswa terlibat aktif sepanjang pembelajaran dan fokus dalam pekerjaan yang tidak hanya mengembangkan keterampilan namun menantang mereka menjadi pemecah masalah. 4 Guru dengan lancar memodifikasi strategi, materi, dan pengelompokka n serta mengoptimalkan keterlibatan siswa secara aktif. 4 3 Pendekatan dalam Mendampingi murid Guru memberikan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran. Penggunaan Strategi Pembelajaran


1 2 3 4 Skor Catatan Guru menutup kelas tanpa memberikan kesimpulan pembelajaran. Guru hanya berfokus pada menyebutkan materi ajar pada pertemuan sesi tersebut, tetapi tidak berusaha menyimpulkan pembelajaran lainnya yang non-akademik. Guru menyimpulkan dan memberitahu murid pembelajaran apa lagi yang didapatkan selain tentang materi ajar (misalnya terkait dengan keterampilan sosial emosional yang dipelajari) Guru mengajak murid menyimpulkan, merefleksikan hal-hal yang sudah dipelajari (baik dari sisi akademik, sosial, dan emosional), serta mengapresiasi kemajuan atau perubahan positif yang dicapai murid. 4 Seluruh kriteria penutupan proses belajar telah dilaksanakan dengan baik. 19 1 2 3 4 Skor Catatan Guru memberikan umpan balik yang menyinggung pribadi murid (contoh: menyalahkan murid karena sifatnya) Guru hanya memberikan umpan balik secara umum terhadap produk seluruh murid. ATAU Guru hanya memberikan komentar singkat dengan kata, "Mantap/Kerja yang bagus/Keren/sejenisnya" saja. Guru memberikan umpan balik yang konkret (jelas) terhadap produk murid yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif (jelas dan mengandung saran pengembangan) bukan hanya terhadap produk murid tetapi juga proses belajar mereka (contoh: bagaimana strategi berpikir murid, bagaimana murid menyelesaikan masalah, teknik komunikasi yang dilakukan murid) 4 Guru memberikan umpan balik yang konstruktif. 5 1 Penutupan Proses Belajar (1) Guru mengajak murid mengambil rangkuman dan kesimpulan dari pembelajaran sesi tersebut (2) Guru bersama murid merefleksikan pembelajaran (3) Guru mengapresiasi kemajuan yang dicapai murid TOTAL SKOR OBSERVASI II (1 + 2 + 3 + 4 + 5) OBSERVASI III Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik Pemberian Umpan Balik


1 2 3 4 Skor Catatan Saat proses pembelajaran berlangsung, tidak terjadi proses penilaian. Saat proses pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian, namun tidak terlalu berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian dan terdapat bukti penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Terdapat bukti adanya upaya guru melakukan diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dan memastikan murid memahami proses penilaian yang dilakukan. 4 Guru melakukan assesment of learning, assesment for learning, dan assesment as learning. 8 2 Catatan Umum dan Umpan Balik untuk Calon Guru Penggerak Perlu ditingkatkan pembelajaran Sosial dan Emosional yang terintegrasi dengan materi pelajaran. Tanda Tangan Observer Total Skor Observasi I (A) Total Skor Observasi II (B) 19 Total Skor Observasi III (C) 8 NILAI AKHIR 96,15384615 Fungsi Asesmen Asesmen meliputi: (1) Assessment of learning Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. (2) Assessment for learning Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar. (3) Assessment as learning Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. (4) Differentiated assessment Menetapkan bentuk asesmen (contoh latihan soal, tugas laporan) sesuai dengan kemampuan murid (misal: membedakan jenis soal untuk murid yang cerdas berbakat dengan murid biasa. Atau murid yang cepat menangkap dengan murid yang lebih lambat) TOTAL SKOR OBSERVASI III (1 + 2) PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK GURU PENGGERAK 23


Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas Hari/ Tanggal : Selasa, 21 Maret 2023 Sekolah : SDN Ngaglik 02 Batu Nama Guru : Nur Ida Widiawati, S.Pd. Kelas : 5 Mata Pelajaran : SBdP (Tematik) Waktu Observasi : pukul 07.00 – 09.30 Area Observasi No. Aspek dan Strategi Pengembangan Ada Tidak Catatan Pengamatan A. Kegiatan Pendahuluan 1 Melakukan apersepsi dan motivasi ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 2 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 3 Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik dalam perjalanan menuju sekolah atau dengan tema sebelumnya. ✓ Teramati sudah terlaksana 4 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitan dengan tema yang diajarkan. ✓ Teramati sudah terlaksana 5 Mengajak peserta didik berdinamika melakukan suatu kegiatan yang terkait dengan materi. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal B. Kegiatan Inti B.1 Guru menguasai materi yang diajarkan 1 Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 2 Kemampuan mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang diintegrasikan secara relevan dengan perkembangan, IPTEK, dan kehidupan nyata. ✓ Teramati sudah terlaksana 3 Menyajikan materi dalam tema secara sistematis dan gradasi (dari yang mudah ke yang sulit, dari konkret ke abstrak). ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal


No. Aspek dan Strategi Pengembangan Ada Tidak Catatan Pengamatan B. 2 Guru menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik 1 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 2 Melakukan pembelajaran secara urut. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 3 Menguasai kelas dengan baik. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 4 Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 5 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect). ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 6 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal B. 3 Guru menerapkan pendekatan saintifik 1 Menyajikan topik atau materi yang mendorong peserta didik melakukan kegiatan mengamati. ✓ Teramati sudah terlaksana 2 Memancing peserta didik untuk bertanya. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 3 Menyajikan kegiatan yang mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi atau data. ✓ Teramati sudah terlaksana 4 Menyajikan kegiatan yang mendorong peserta didik untuk mengasosiasikan/ mengolah informasi. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 5 Menyajikan kegiatan yang mendorong peserta didik untuk terampil mengomunikasikan hasil secara lisan maupun tertulis. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal B. 4 Aspek yang diamati 1 Memancing peserta didik untuk bertanya. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal


No. Aspek dan Strategi Pengembangan Ada Tidak Catatan Pengamatan 2 Menyajikan kegiatan yang mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi/ data. ✓ Teramati sudah terlaksana 3 Menyajikan kegiatan yang mendorong peserta didik untuk mengasosiasi/ mengolah informasi. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 4 Menyajikan kegiatan yang mendorong peserta didik untuk terampil mengkomunikasikan hasil secara lisan maupun tertulis. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal B. 5 Guru melaksanakan penilaian autentik 1 Mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam mengikuti pelajaran. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 2 Melakukan penilaian keterampilan peserta didik dalam melakukan aktivitas individu/ kelompok. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 3 Mendokumentasikan hasil pengamatan sikap perilaku dan keterampilan peserta didik. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal B. 6 Guru memanfaatkan sumber belajar/ media pembelajaran 1 Menunjukkan keterampilan dalam pemanfaatan sumber belajar. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 2 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 3 Menghasilkan media pembelajaran yang menarik. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 4 Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 5 Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal B. 7 Guru memicu dan/ atau memelihara keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran 1 Menumbuhkan pastisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru, peserta didik, dan sumber belajar. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 2 Merespon positif pastisipasi peserta didik. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal


No. Aspek dan Strategi Pengembangan Ada Tidak Catatan Pengamatan 3 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon peserta didik. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 4 Menunjukkan hubungan pribadi yang kondusif. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 5 Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran. ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal B. 8 Guru menggunakan Bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran 1 Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. ✓ Teramati sudah terlaksana 2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. ✓ Teramati sudah terlaksana 3 Menyampaikan pesan dan gaya yang sesuai. ✓ Teramati sudah terlaksana C. Kegiatan Penutup C. 1 Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif 1 Melakukan refleksi secara efektif ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal 2 Memberikan tindak lanjut ✓ Teramati sudah terlaksana secara maksimal Catatan Tambahan: Kegiatan pembelajaran berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Seluruh langkah – langkah pembelajaran berjalan sesuai dengan RPP. Guru berusaha dengan baik dalam pengelolaan kelas dan peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadi catatan saya dan dapat digunakan sebagai refleksi guru, yaitu: - Perlu adanya bimbingan khusus bagi siswa yang kemampuannya kurang. - Guru perlu menambahkan media visual atau praktik langsung berupa alat musik yang bisa dimainkan oleh anak – anak. Dibuat oleh (Wahyu Tri Sulistyo Asih, S.Pd.) Supervisor


DOKUMENTASI PELAKSANAAN OBSERVASI


Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Selasa, 21 Maret 2023 Sekolah : SDN Ngaglik 02 Batu Nama Guru : Nur Ida Widiawati, S.Pd. Kelas : 5 Mata Pelajaran : SBdP (Tematik) Waktu Percakapan : 10.00 – 10.30 Lampiran: Lembar Catatan Observasi Catatan Refleksi Guru: Topik percakapan dan catatan: Rencana Tindak Lanjut: Disepakati bersama (Wahyu Tri Sulistyo Asih, S.Pd.) (Nur Ida Widiawati, S.Pd.) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching Berdasarkan refleksi guru pada pembelajaran yang sudah dilakukan, guru sudah sangat baik dalam mengelola kelas dan meningkatkan keaktifan siswa. Hal yang perlu ditingkatkan adalah penggunaan media visual atau praktik langsung anak – anak menggunakan alat musik. Apa yang menjadi hambatan/ kendala saat pelaksanaan proses pembelajaran? Hambatan terbesar adalah mayoritas murid saya masih buta nada dan tidak paham tentang teknik bernyanyi. Apa Ibu sudah puas dengan pembelajaran yang Ibu lakukan? Sudah cukup puas, karena mayoritas anak akhirnya paham mengenai tangga nada, teknik pernapasan, artikulasi, dan teknik lain dalam bernyanyi. Apa hal – hal positif yang telah Ibu lakukan selama proses pembelajaran? Ketika saya menunjukkan video saat motivasi tadi, ternyata disanalah pemikiran anak – anak terbuka bahwasanya ternyata musik adalah bagian terpenting dalam hidup manusia. Dengan musik kita bisa menyampaikan pesan, meluapkan perasaan, dan juga menuangkan kreativitas. Selain itu juga musik membawa ketenangan bagi yang menyanyikannya. Apa yang akan Ibu ubah untuk pertemuan selanjutnya? Saya akan memberikan perhatian khusus pada siswa yang kurang bisa bernyanyi, membimbingnya secara perlahan. Dan akan mengajak siswa untuk bermain alat musik, tidak hanya sekedar bernyanyi. - Menambah referensi media pembelajaran - Pelibatan murid dalam membuat alat musik sederhana yang akan digunakan sebagai iringan musik.


Lembar Rencana Pengembangan Diri Nama Guru : Nur Ida Widiawati, S.Pd. Tahun pelajaran : 2023/ 2024 NIK : - Sekolah : SDN Ngaglik 02 Batu Coach/ Supervisor 1. Wahyu Tri Sulistyo Asih, S.Pd. 2. Dra. Indah Wahyuningsih Kelas Mata Pelajaran : 5 : SBdP No Aktivitas Pengembangan Tujuan yang hendak dicapai Ukuran Keberhasilan Pendukung Waktu 1 Kegiatan Pembelajaran. Lebih memperdalam apersepsi dan motivasi, supaya peserta didik bersemangat dimulai dari awal pembelajaran. Keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Media pembelajaran yang menarik. Pembelajaran berikutnya. 2 Guru menguasai materi yang diajarkan. Supaya guru memiliki wawasan yang luas dalam memberikan penjelasan mengenai materi pembelajaran. Penjelasan guru dapat membuka wawasan peserta didik menjadi lebih luas. Memiliki banyak referensi pembelajaran. Sebelum melakukan proses pembelajaran. 3 Guru menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai, guru dapat menguasai kelas dengan baik. Tumbuhnya sikap – sikap positif pada peserta didik. Kemampuan pedagogik yang baik. Pembelajaran berikutnya.


No Aktivitas Pengembangan Tujuan yang hendak dicapai Ukuran Keberhasilan Pendukung Waktu 4 Guru menerapkan pendekatan saintifik. Mendorong peserta didik untuk melakukan kegiatan mengamati, bertanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan. Peserta didik mampu melakukan kegiatan mengamati, bertanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan dengan baik. Media pembelajaran yang mendorong kegiatan saintifik. Pembelajaran berikutnya. 5 Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Peserta didik dapat berpasrtisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan peserta didik di kelas. Kemampuan pedagogik yang dimiliki guru Pembelajaran berikutnya. 6 Guru melaksanakan penilaian autentik. Dapat mengamati perilaku peserta didik. Memiliki catatan tentang sikap perilaku dan keterampilan peserta didik. Guru memiliki lembar observasi perilaku peserta didik. Pembelajaran berikutnya. 7 Guru memanfaatkan sumber belajar/ media dalam pembelajaran. Menciptakan pembelajaran yang inovatif. Minat peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran. Kemampuan guru menggunakan media pembelajaran. Pembelajaran berikutnya. 8 Guru memicu dan/ atau memelihara keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Keterlibatan dan respon peserta didik dalam proses pembelajaran. Komunikasi yang baik antara guru dengan peserta didik. Pembelajaran berikutnya.


No Aktivitas Pengembangan Tujuan yang hendak dicapai Ukuran Keberhasilan Pendukung Waktu 9 Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran. Peserta didik merasa nyaman berkomunikasi lisan dengan guru selama proses pembelajaran. Peserta didik merasa rileks berkomunikasi dengan guru. Kemampuan komunikasi guru. Pembelajaran berikutnya. 10 Kegiatan penutup. Guru dapat melakukan refleksi dan tindak lanjut secara efektif. Peserta didik dapat menyimpulkan materi pembelajaran dengan baik. Kemampuan komunikasi guru. Pembelajaran berikutnya. Disepakati Bersama Hari : Selasa Guru Supervisor Tanggal : 21 Maret 2023 Nur Ida Widiawati, S.Pd. Wahyu Tri Sulistyo Asih, S.Pd.


DOKUMENTASI COACHING PASCA OBSERVASI


REFLEKSI DIRI LATIHAN COACHING REFLEKSI DIRI • Apa yang sudah berjalan dengan baik selama percakapan? • Apa yang masih perlu diperbaiki/ ditingkatkan? • Apa yang Bapak/ Ibu lakukan untuk tetap dalam kondisi presence (kehadiran penuh) sebelum dan saat melakukan coaching? • Apa yang akan Bapak/ Ibu lakukan untuk memperbaiki/ meningkatkannya? TULISKAN HASIL REFLEKSI ANDA • Yang sudah berjalan dengan baik selama percakapan adalah coaching yang dilakukan sudah berjalan sesuai dengan alur TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, Tanggung Jawab). • Yang masih perlu diperbaiki/ ditingkatkan adalah keingintahuan seorang coach sehingga coach benar – benar memahami apa yang sedang terjadi pada coachee dan pada akhirnya akan mendapatkan jalan keluar yang benar – benar valid atau sesuai dengan permasalahn coachee. • Yang harus saya lakukan untuk tetap dalam kondisi presence (kehadiran penuh) sebelum dan saat melakukan coaching adalah harus sadar sepenuhnya pada apa yang sedang dikerjakan, atau dalam situasi yang menghendaki perhatian yang penuh. Intinya adalah adanya perhatian yang dilakukan secara sadar dengan dilandasi rasa ingin tahu dan kebaikan. • Yang akan saya lakukan untuk memperbaiki/ meningkatkannya adalah Latihan melakukan berkesadaran penuh (mindfulness). Dengan melakukan latihan berkesadaran penuh akan dapat menumbuhkan perasaan yang lebih tenang dan pikiran yang lebih jernih, yang akan berpengaruh pada keputusan yang lebih responsive dan reflektif. TULISKAN UMPAN BALIK DARI COACHEE ANDA Pertanyaan untuk coachee : Apa yang Anda rasakan pada saat dicoaching? Jawab:


Yang saya rasakan pada saat dicoaching adalah lega karena dapat mengeluarkan apa yang mengganjal dalam diri saya. Selanjutnya saya digiring untuk dapat melakukan hal – hal yang dapat memberikan jalan keluar dari permasalahan yang sedang saya hadapi. Menurut say aitu sangat efektif karena penyelesaian yang keluar dari diri kita sendiri adalah sesuatu hal yang sudah kita tanamkan dalam diri kita sehingga kita harus konsekuen dalam melakukannya. Selain itu yang paling penting adalah saya merasa nyaman saat melakukan coaching karena coach membawa suasana dengan rileks dan santai.


Click to View FlipBook Version