ORNAMEN T R A D ISI O N A L K E R I N C I Berbasis Kearifan Lokal Masjid Agung Pondok Tinggi OLEH : ARI ALSIA
O R N A M E N T R A D ISI O N A L K E R I N C I Berbasis Masjid Agung Pondok Tinggi 1
Kata Kengantar Puji syukur ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa atau kekuatan dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan modul pembelajaran Ragam Berbasis Ornamen Masjid Agung Pondok Tinggi. Modul ragam hias ini disusun sebagai media pembelajaran ragam hias pada mata pelajaran seni budaya kelas VII sebagai upaya pelestarian cagar budaya dan memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran ragam hias. modul ini disusun dengan desain majalah untuk menarik minta baca siswa, namun tetap mudah untuk dipahami. Pembuatan modul ragam hias ini tidak lepas dari motivasi, bantuan, bimbingan, yang sangat besar dari beberapa pihak. Pada kesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn., selaku dosen pembimbing, Dr. Zulfi Hendri, S.Pd., M.Sn. selaku ahli media, Pepi Gustria, S.Pd selaku ahli materi, Oktania, S.S selaku ahli bahasa. Penyusun menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam penyusunan modul ini, sehingga saran dan kritik yang membangun sangan diharapkan untuk menyempurnakan modul ini. Semoga modul ini dapat memberi manfaat dalam pembelajaran ragam hias pada mata pelajaran Seni Budaya. ARI ALSIA, S.Pd 2
DAFTAR ISI Halaman Judul .................................................................................... Kata Pengantar ................................................................................... Daftar Isi ............................................................................................. Kompetensi Awal ................................................................................ Profil Pancasila ................................................................................... Capaian Pembelajaran ........................................................................ Tujuan Pembelajaran .......................................................................... Pemahaman Bermakna ....................................................................... Pendahuluan ........................................................................................ Peta Materi .......................................................................................... Petunjuk Menggunakan Modul .......................................................... KEGIATAN BELAJAR 1. Konsep Ragam Hias ................................. A. Pengertian Ragam Hias .................................................................. B. Fungsi Ragam Hias ........................................................................ C. Pola Ragam Hias ........................................................................... D. Motif Ragam Hias ......................................................................... E. Keanekaragaman Ragam Hias Nusantara ....................................... F. Pesona Ragam Hias Masjid Agung Pondok Tinggi ......................... Latihan 1 ............................................................................................. KEGIATAN BELAJAR 2. Menggambar Ragam Hias ....................... A. Penggambaran Ragam Hias ........................................................... B. Media Menggambar Ragam Hias ................................................... C. Menggambar Ragam Hias Flora ..................................................... D. Menggambar Ragam Hias Fauna .................................................... E. Menggambar Ragam Hias Figuratif ................................................ F. Menggambar ragam Hias Geometris ............................................... G. Contoh Ragam Hias Masjid Agung Pondok Tinggi ........................ H. Menggambar Ragam Hias Masjid Agung Pondok Tinggi ................ Latihan 2 ............................................................................................. Rangkuman ......................................................................................... Evaluasi ............................................................................................... Kriteria Keberhasilan ......................................................................... Daftar Pustaka .................................................................................... 3 1 2 3 4 4 5 5 6 7 8 9 10 11 12 15 17 23 24 26 27 28 30 31 34 37 40 41 47 51 52 53 54 55
Peserta didik telah mampu menguasai teknik menggambar alam benda dan menuangkan pengalaman untuk menerapkan gambar flora, fauna dan alam benda. 4 KOMPETENSI AWAL Mnadiri : memiliki kesadaran akan diri dan situasi yang akan dihadapi serta memiliki regulasi diri Bergotong royong : melakukan kolaborasi, memiliki kepedulian yang tinggi dan berbagi dengan sesama. Bernalar kritis : memperoleh dan memproses informasi serta gagasan dengan baik menganalisa dan mengevaluasinya kemudian merefleksikan pemikirannya. Kreatif : dalam menerapkan motif ragam hias pada bahan kayu sebagai benda hias. Profil pelajar pancasila yang akan dicapai dalam pembelajaran ini adalah mandiri, gotong royong, bernalar kritis dan kreatif. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Di akhir fase D, siswa secara mandiri dan luwes mengeksplorasikan, memilih, menerapkan, menggabungkan dan bereksperimen dengan menggunakan keterampilan dan pengetahuan tentang prinsip dan prosedur penerapan, menggambar flora, fauna dan bentuk geometris menjadi ragam hias pada bahan kayu. Selain itu, peserta didik juga dapat menyampaikan pesan lisan atau tertulis tenatang karya senu rupa berdasarkan pada pengamatannya terhadap karya seni rupa tersebut. CAPAIAN PEMBELAJARAN Menjelaskan pengertian ragam hias dengan benar. Menjelaskan fungsi ragam hias dengan benar. Menjelaskan pola dan motif ragam hias dengan benar. Menjelaskan ragam hias masjid agung pondok tinggi dengan benar. Memilih media dalam menggambar ragam hias pada bahan kayu yang dipelajari dengan benar. Menjelaskan teknik dalam menggambar ragam hias pada bahan kayu dengan benar Menjelaskan langkah-langkah menggambar ragam hias pada bahan kayu dengan benar. Menggambar ragam hias dengan bahan kayu dengan benar. Setelah mengikuti serangkaian pembelajaran peserta didik dapat : TUJUAN PEMBELAJARAN 5
Unit ini berisi kegiatan pembelajaran seni rupa yaitu menggambar ragam hias pada bahan kayu. dalam unit ini akan mengasah kemampuan peserta didik untuk mengamati dan juga mengundang mereka untuk menghargai dan melestarikan kebudayaan lokal di sekitar mereka. Pada unit ini Peserta didik diarahkan untuk menentukan, mengamati dan menggambar unsur tertentu atau objek lainnya. Kemudia peserta didik diajak untuk mengaplikasikan ragam hias tersebut pada permukaan media kayu. Peserta didik akan belajar bahwa salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan yang bisa dilakukan adalah dengan mengangkat ragam hias tradisional pada media sehari-hari. salah satunya ragam hias yang terdapat pada masjid agung pondok tinggi. 6
Apakah kalian pernah mendengar kata "ragam hias" ? kalian pasti pernah melihat candi, rumah adat, kain batik ataupun benda-benda tradisional lainnya. Jika diperhatikan secara teliti, bangunan maupun benda-benda tersebut memilki hiasan yang indah dalam setiap ruangnya. Hiasan-hiasan tersebut dinamakan Ragam Hias atau Ornamen. Ragam Hias setiap daerah memiliki karakternya masing-masing. Nah, sebagai pemuda indonesia yang cinta akan budaya sudah seharusnya kita mengetahui dan memahami ragam hias serta proses pembuatannya agar dapat tetap terlestarikan. Dalam praktiknya, membuat ragam hias bukanlah hal yang mudah. Terdapat beberapa tahap yang harus di ikuti agar tidak bingung dalam proses pembuatannya. untuk lebih mengenal dan memahami ragam hias serta proses pembuatannya, silakan buka halaman-halaman berikut dan simak pembahasannya. 7
Peta Materi RAGAM HIAS Motif Penggambaran Pengertian Fungsi Pola Teknik Aktif Pasif Stilasi Deformasi Flora Fauna Geometris Figuratif Alam Benda Khayalan Simetris Asimetris Menyudut Pengulangan Beraturan Tak Beraturan Alat Bahan Prosedur 8
PETUNJUK PENGGUNAAN Saya mau belajar apa ? jangan bingung tentang apa yang kamu akan pelajari dalam modul ini, karena segudang informasi dalam bab pendahuluan dapat menjawabnya. Ilmu apa yang saya dapatkan ? Kamu akan mendapatkan banyak pengetahuan mengenai ragam hias serta bagaimana langkah-langkah menggmbar ragam hias. Kamu dapat mengetahuinya pada lembar materi. Berkarya apa ? Setelah membaca, banyak pengetahuan mengenai ragam hias yang kamu dapatkan dan cara menggambar ragam hias. Pasti kamu ingin mencoba membuat ragam gambar ragam hias dengan langkah yang benar. Kamu juga ingin mengembangkan gambar ragam hias sesuai seleramu. Kamu dapat melakukannya pada lembar tugas menggambar ragam hias Lulus kah saya ? Setelah banyak belajar, kamu mempunyai banyak pengetahuan. Semua pengetahuan akan diuji. Apakah kamu benar-benar memahaminya?, semua dapat dilihat dari hasil evaluasi CATATAN : Pelajari setiap bab modul ini dengan cermat dan teliti Apabila mengalami kesulitan, mintalah bantuan guru pengampu 9
KEGIATAN 1 KONSEP RAGAM HIAS B E L A J A R 10
Pengertian Ragam Hias Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulangulang dalam suatu karya seni atau kerajinan. Ragam hias sudah berkembang sejak zaman prasejarah. Ragam hias disebut juga dengan Ornamen. Ornamen berasal dari kata "ORNARE" (bahasa latin) yang berarti menghias. Ornamen merupakan komponen produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan sebagai hiasan, disamping itu ditemukan pula nilai-nilai simbolik atau maksud-maksud tertentu yang berhubungan dengan pandangan hidup masyarakat penciptanya (Gustami. 2008:4). Indonesia sebagai rumah bagi banyak budaya memiliki ragam hias beragam. Ragam hias di Indonesia dipengaruhi oleh faktor lingkungan alam, flora dan fauna, serta budaya masingmasing daerah. Keinginan untuk menghias merupakan naluri atau insting manusia. Selain itu, pembuatan ragam hias juga berdasarkan kebutuhan masyarakat baik bersifat praktis maupun yang terkait dengan kepercayaan atau Agama. Terdapat ragam hias yang memiliki makna simbolis karena mengandung nilai-nilai budaya yang terdapat pada masyarakat pendukungnya. Demikian juga ragam hias yang ada di daerah Kerinci. Salah satunya diterapkan pada Masjid Agung Pondok Tinggi di Kota Sungai Penuh, ragam hias ini tidak hanya sebagai penghias namun juga memiliki nilai simbolik dan juga nilai filosofi, sebagai wujud harapan-harapan masyarakat Kerinci. Berikut ini merupakan ragam hias yang terdapat di Masjid Agung Pondok Tinggi. 11
Fungsi Ragam Hias Penciptaan suatu karya biasanya selalu terkait dengan fungsi tertentu, demikian pula dengan karya seni ornamen atau ragam hias yang penciptaannya selalu terkait dengan fungsi atau kegunaan tertentu pula. Fungsi utama suatu ornamen yaitu sebagai hiasan dan simbol. Selain itu, ornamen mempunyai fungsi yang lainnya yaitu : A. Ornamen Aktif (Konstruktif) Ornamen aktif merupakan bentuk hiasan yang tidak hanya sebagai penghias tetapi juga mendukung konstruksi benda atau bangunan (Pratiwi. 2016:11). Contohnya ragam hias pada tiang Masjid Agung Pondok Tinggi, selain berfungsi sebagai hiasan juga berfungsi sebagai penopang atau penyangga bangunan. B. Ornamen Pasif (Non-Konstruktif) Ornamen pasif merupakan bentuk hiasan yang lepas dari bentuk bangunan utama yang dihias. Apabila ornamen ini hilang maka tidak akan berpengaruh pada fungsi bangunan (Pratiwi. 2016:11). Contohnya yaitu ragam hias pada beberapa dinding Masjid Agung Pondok Tinggi yang berfungsi hanya sebagai penghias. 12
Ornamen Aktif disebut ornamen aktif karena menjadi kaki kursi sekaligus penopang. jika ornamen tersebut dihilangkan maka akan mempengaruhi konstruksi kursi. Ornamen Pasif disebut ornamen pasif karena hanya menjadi penghias dan tidak mempengaruhi fungsi konstruksi. 13
KUIS Tentukan ornamen aktif dan ornamen pasif !!! Ornamen ............. Ornamen ............. Ornamen ............. Ornamen ............. 14
Pola Ragam Hias Pola diartikan sebagai tata letak motif pada suatu bidang. dalam pembuatan pola hias harus dilihat fungsi benda atau sesuai keperluan dan penempatannya haruslah tepat. Penyusunan pola dilakukan dengan cara menebarkan motif secara berulang-ulang, jalin-menjalin, selang-seling, berderet, atau variasi satu motif dengan motif lainnya. Beberapa jenis pola ragam hias antara lain sebgaai berikut Pola Simetris Pola yang terbentuk dari susunan motif-motif ragam hias yang mempunyai keseimbangan dan bentuk yang sama dalam suatu susunan. pola simetris menggambarkan bagian yang sama dalam sebuah susunan. pola simetris meletakkan fokusnya ditengah. Penempatan demikian memberikan kesan bagian kiri, kanan, atas dan bawah sama kuat. Pola Asimetris pola yang terbentuk dari komposisi yang tidak berimbang, namun masih terlihat proporsi, komposisi dan kesatuan yang harmoni. Pola asimetris meletakkan fokusnya tidak ditengah-tengah dan paduan unsur-unsur di bagian kiri tidak sama dengan di bagian kanan, tetapi tetap memancarkan keseimbangan. Pola Menyudut Pola yang terbentuk dari bentuk segitiga yang umumnya memiliki ragam hias yang disesuaikan dengann bentuk ragam hias yang sudah ada. 15
................................... Pola Pengulangan Pola yang terbentuk dari pengulangan bentuk sebelumnya dan biasanya digunakan untuk pinggiran atau tepi pada tempat tertetntu. Pola pengulangan biasanya disebut dengan pola tepi. Pola Beraturan Pola yang terbentuk dari pengulangan bentuk yang beraturan dan dengan ukuran yang sama antara kiri, kanan, atas dan bawah. Pola Tidak Beraturan Pola yang terbentuk dari motif-motif yang tidak berarturan dan tidak mengikuti pola proporsi dan komposusu yang seimbang. (Pratiwi. 2016:35-38) KUIS Tentukan Pola pada ragam hias berikut !!! ................................... 16
Ragam Hias Motif Flora Flora sebagai sumber motif ragam hias dapat dijumpai hampir diseluruh pulau di Indonesia. Ragam hias dengan motif flora merupakan ragam hias yang mengambil objek dari tumbuuhtumbuhan. Bentuk ragam hias flora bisa berupa akar, daun, bunga, buah, biji, pohon atapun ranting. MOTIF & OBJEK Pada Ragam Hias Motif merupakan unsur atau elemen pokok dalam sebuah ragam hias. Motif juga diartikan sebagai bentuk dasar dalam penciptaan atau perwujudan suatu karya ornamen. motif dapat dibentuk dari unsur garis maupun suatu bentuk figur. Motif pada ragam hias dibagi benjadi beberapa jenis yaitu: flora, fauna, figuratif dan objek pada ragam hias terdiri dari objek alam dan objek khayalan. 17 contoh ragam hias flora
Ragam Hias Motif Fauna Motif Fauna disebut juga motif hewan atau binatang. Motif ragam hias tradisional di Indonesia banyak menggunakan hewan sebagai objek dalam ragam hias. Bentuk motif fauna dapat dibuat berdasarkan berbagai jenis binatang misalnya burung, ikan, ayam, dan lainnya. Motif fauna dalam pembuatan ragam juga biasanya dikombinasikan dengan motif flora dan geometris. 18 Ragam hias flora burung bangau Ragam hias flora kupu-kupu Ragam hias flora ikan Ragam hias flora burung merak
Ragam Hias Motif Geometris Ragam hias geometris merupakan motif tertua dalam ornamen. Karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Ragam hias geometris merupakan motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi pembuatnya. Contoh geometris yaitu bentuk segi tiga, segi empat, lingkaran, belah ketupan dan lain sebagainya. Ragam hias geometris, flora, dan fauna banyak diterapkan pada kain tenun, kain batik, kain sulam, kain bordir, bangunan rumah, candicandi, ukiran, perabotan rumah tangga, kerajinan tangan, dan sebagainya. 19 Beberapa contoh ragam hias geometris
Ragam Hias Motif Figuratif Ragam hias motif figuratif berupa objek manusia yang digambarkan dengan mendapatkan penggayaan bentuk. Disebut juga motif manusia karena dalam pembuatannya mengacu kepada figur manusia. Manusia sebagai salah satu objek dalam penciptaan motif ornamen figuratif bisa terbagi menjadi beberapa unsur, baik secara terpisah misalnya topeng (hanya kepala saja) dan secara langsung misalnya wayang (seluruh anggota tubuh). 20 Ragam hias motif wayang Ragam hiaas figuratif motif ondel-ondel
Ragam Hias Objek Alam Motif benda alam dalam penciptaannya biasanya diubah sedemikian rupa sehingga menjadi sutu motif ragam hias. Disebut motif alam dikarenakan dalam pembuatannya menggunakan bentuk-bentuk objek yang ada di alam, misalnya tumbuhan, hewan, air, awan, pohon dan sebagainya. 21 beberapa contoh ragam hias bentuk alam
Ragam Hias Objek Khayalan Motif khayalan merupakan bentuk-bentuk objek yang tidak terdapat di alam nyata. Bentuk ragam hias dengan objek khayalan merupakan suatu kreasi hasil imajinasi manusia yang idenya bersumber dari luar dunia nyata. Misalnya: Naga. duyung, dewa, peri dan sebagainya. 22 ragam hias objek duyung ragam hias objek naga ragam hias objek Leak Bali
Keanekaragaman Ragam Hias Nusantara Gambar ragam hias pada Masjid Agung Pondok tinggi Gambar ragam hias pada pakaian adat Kerinci Gambar ragam hias pada kain batik incung Kerinci Gambar ragam hias pada keris pusako Kerinci Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki jenis flora dan fauna yang beragam, keberagaman flora fauna tersebut menjadi ciri khas dan simbol dari suatu daerah. Dari kekayaan flora dan fauna tersebut kemudian oleh masyarakat diabadikan dalam bentuk ragam hias. Ragam hias tersebut biasanya dapat kita jumpai pada bangunan dan bendabenda tradisional. Salah satu daerah yang banyak menerapkannya adalah Provinsi Jambi. Jambi merupakan salah satu daerah yang yang memiliki sejarah panjang sejak meluasnya pengaruh majapahit di kawasan nusantara. ornamen yang berkembang berupa stilasi bentuk-bentuk alami gaya islam dengan bentuk-bentuk yang ada di alam (Gustami. 2008:33) Penerapan ragam hias biasanya menggunakan bahan dan teknik yang berbeda, ada yang menggunakan bahan kayu, kulit, logam, kain dan sebagainya serta menggunakan teknik yang diukir, dilukis, disulam dan lainnya. Coba sebutkan ragam hias yang ada di daerahmu? Jika kalian bertempat tinggal di daerah Kerinci-Sungai Penuh, pasti kalian mengetahui penerapan ragam hias yang terdapat pada pakaian adat, batik incung, keris pusakao, dan ukiran di Masjid Agung Pondok Tinggi. Nah berikut ini merupakan contoh penerapan ragam hias yang terdapat di daerah Kerinci dan Sungai Penuh : 23
Mengenal Masjid Agung Pondok Tinggi Masjid Agung Pondok Tinggi merupakah salah satu masjid tertua yang ada provinsi jambi tepatnya di desa Pondok tinggi, kota sungai penuh. Masjid ini juga menjadi ikon kota sungai penuh terbukti dengan ilustrasi Masjid Agung Pondok Tinggi yang terdapat pada logo Kota Sungai Penuh. Masjid ini dibangun pada 01 Juni 1874, pembangunan saat itu dilakukan secara bergotong royong oleh beberapa orang baik laki-laki, perempuan, orang tua, maupun anak-anak. Pembangunan masjid ini selesai pada abad ke-20. Masjid Agung Pondok Tinggi berukuran 30x30 meter dengan tinggi bangunan 100 kaki atau sekitar 30,5 meter dari lantai dasar hingga ke puncak atap. Dinding masjid terbuat dari kayu dan dihias dengan ukiran motif tumbuhan dan mempunyai kisi-kisi yang berfungsi sebagai ventilasi dan dilengkapi dengan berbagai hiasan motif geometris. Pada setiap sudut dinding terdapat hiasan motif sulur-suluran. Sedangkan lantai masjid terbuat dari ubin. Masjid ini mempunyai 2 buah pintu masuk berdaun ganda yang berhiaskan ukiran motif tumpal dan sulur-suluran. Model bangunan Masjid Agung Pondok Tinggi mengikuti bentuk arsitektur masjid asli nusantrara dengan ciri khas atap limas tumpang tiga. Bagi masyarakat setempat, tiga tingkat atap tersebut berkaitan dengan 3 filosofi hidup yang mereka jalankan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: bapucuk satu (berpucuk satu), berempe Jurai (berjurai empat), dan batingkat tigae (bertingkat tiga). Berpucuk satu melambangkan bahwa masyarakat setempat mempunyai satu kepala adat dan juga melambang ngkan beriman kepada Tuhan Yang Esa. Berjurai empat, lambang dari 4 jurai yang terdapat di Pondok Tinggi tempat masjid dibangun. Bertingkat tiga ialah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam menjaga 3 pusaka yang telah diwariskan secara turun-temurun, yaitu pusaka tegenai, pusaka ninik mamak, dan pusaka depati. 24
Ornamen Masjid Agung Pondok Tinggi Ukiran ragam hias pada bangunan tradisional di Kerinci pada umumnya bermotif flora, tidak pernah ditemukan ukiran yang bermotif fauna ataupun figuratif. hal ini disebabkan oleh pengaruhi peradaban islam di Kerinci sejak zaman dahulu. Adapun beberapa motif ragam hias pada Masjid Agung Pondok Tinggi adalah sebagai berikut: Motif Tigo Takah Motif ini termasuk kedalam jenis ragam hias geometris karena memiliki bentuk seperti garis horizontal dengan tiga tahanan, penempatan motif ini berada pada bagian tiang-tiang dalam masjid. Motif ini merupakan simbol dari siste ada Kerinci yang di kenal dengan istilah sko ngan takah tigo. Motif Tampok Nio Motif ini merupakan stilasi dari tambok kelapa. motif tampok kelapa ini merupakan salah satu jenis flora yang menjadi sumber pakan masyarakat kerinci sehari-hari karena kebanyakan makanan tradisional kerinci menggunakan santan ataupun kelapa sebagai bahannya. Motif ini dapat dijumpai pada bagaian dinding sekaligus sebagai saluran keluar masuknya angin. Motif Tigo Takah Motif Kluk Pakou Kacang Belimbing Motif S Motif Tampok Nio Motif Kluk Pakou Kacang Belimbing Merupakan stilasi dari tanaman pakis dengan hiasan kacang belimbing. Motif Kluk Pakou bermakna tanggung jawab seorang laki-laki, selain ia sebagai orang tua bagi anaknya, juga sebagai “mamak” bagi keponakannya, serta pemimpin bagi kaumnya. motif ini menghiasi hampir semua bagian masjid baik dari dinding, mimbar, tangga dan lainnya. Motif S Merupakan ragam hias tradisional khas Kerinci yang bisa ditemukn pada artefak bejana perunngu kerinci. Ragam hias ini berbentuk seperti huruf S yang telah distilasi. 25
Siapkan kertas folio bergaris sebanyak 2 halaman dan alat tulis. Tulis nama, kelas dan tanggal mengerjakan dibagian kanan atas kertas. Bacalah pertanyaa-pertanyaan berikut ini dengan teliti. jawablah setiap pertanyaan pada lembar jawaban yang sudah kalian siapkan, dengan menggunakan pulpen. Jelaskan yang dimaksud dengan ragam hias ? Jelaskan perbedaan antara ragam hias aktif dengan ragam hias pasif ? Jelaskan perbedaan pengembangan ragam hias dengan distorsi dan stilasi ? Sebutkan dan jelaskan motif-motif ragam hias ? Sebutkan pola-pola pada ragam hias ? Kerjakan soal-soal dibawah pada lembaran jawaban kalian masing-masing! Petunjuk Soal 1. 2. 3. 4. 5. Latihan 1 Selamat Mengerjakan !!! 26
27 KEGIATAN 2 MENGGAMBAR RAGAM HIAS B E L A J A R
28 Penggambaran Pembuatan karya ragam hias dapat dilakukan dengan beberapa cara atau gaya, diantaranya denagan realistis atau naturalis dan dengan cara digubah (stilasi dan deformasi). Dalam penggambaran ragam hias harus memperhatikan bentuk objek yang menjadi sumbernya dengan mempertimbangkan keindahannya. Selain itu, ragam hias juga harus disesuaikan dengan fungsinya. Pembuatan ragam hias juga didasarkan atas kebutuhan masyarakat baik yang bersifat praktis maupun yang terkait dengan kepercayaan atau agama. Pembuatan karya ragam hias dengan cara realistis atau naturalis merupakan pembuatan motif ornamen yang berusaha mendekati atau meniru bentuk-bentuk secara alami tanpa melalui suatu gubahan, bentuk-bentuk alami yang dimaksud berupa bentuk binatang, tumbuhan dan manusia. Deformasi Deformasi yaitu menyederhanakan bentuk objek dengan menggambarkan objek tersebut hanya sebagian yang dianggap mewakili. (Dharsono dkk. 2004:42). Deformasi dilakukan dengan merubah bentuk dari sumber yang asli menjadi bentuk yang baru dan bersifat dekoratif dengan tidak menghilangkan ciri khas dan bentuk asli objek yang ditiru. Gambar ikan setelah dideformasi
29 Ornamen Untuk menerapkan bentuk-bentuk objek seperti keadaan aslinya merupakan hal yang cukup sulit, terutama secara naturalis ke dalam bidang hias (seperti: kayu, kain, logam) tentu tanpa mengadakan penyesuaian atau perubahan-perubahan terlebih dahulu. Oleh karena itu perlu mengadakan penggubahan pada motif-motif tersebut sehingga menjadi bentuk ornamen, artinya memiliki sifat-sifat sebagai hiasan. Nah, disinilah keberadaan teknik gambar stilasi dan deformasi sangat dibutuhkan supaya kita dapat merubaha objek hias yang semula rumit menjadi lebih sederhana dan mudah digunakan sebagai ragam hias. Stilasi Stilasi merupakan penggayaan bentuk dari suatu objek untuk mencapai suatu bentuk keindahan dengan menggayakan setiap kontur pada objek (Dharsono dkk. 2004:42). Stilasi dilakukan dengan merubah bentuk asli dari sumber menjadi bentuk yang baru dan bersifat dekoratif dengan tidak menghilangkan ciri khas dari bentuk asli. Gambar ikan setelah distilasi
30 Bahan dan Alat Menggambar Ragam Hias Papan Kayu Penggaris Pensil Penghapus Pewarna Sebelum menggambar ragam hias pastikan kamu menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan BAHAN : Papan kayu dan pewarna ALAT : Pensil, Penghapus, Penggaris
31 Menggambar Ragam Hias Flora beberapa contoh menggambar ragam hias floran motif bunga dan daun
32 Contoh langkah-langkah menggambar ragam hias floran motif bunga
33 contoh ragam hias flora buah apel contoh ragam hias flora bunga contoh ragam hias flora buah nanas
34 Menggambar Ragam Hias Fauna source : ( https://scholar.co.id/pengertian-deformasi/ ) Contoh langkah-langkah menggambar ragam hias flora motif ikan
35 Beberapa contoh menggambar ragam hias fauna
36 contoh ragam hias fauna hewan penyu contoh ragam hias fauna hewan burung contoh ragam hias fauna hewan bunglon contoh ragam hias fauna hewan ikan contoh ragam hias fauna hewan kupu-kupu
37 Menggambar Ragam Hias Geometris Cara I Cara II Motif geometris adalah susunan bentuk-bentuk dari ilmu ukur biasa, seperti lingkaran, persegi empat, kubus, jajargenjang, setengah lingkaran dan lainlainnya. Coba perhatikan gambar disamping kanan. Gambar tersebut merupakan motif kawung, tahukah kalian bahwa motif kawung ini merupakan salah satu motif geometris? ayo kita coba membuatnya !!! Motif Kawung
38 Menggambar Ragam Hias Geometris
39 Motif Swastika Motif swastika memiliki bentuk dasar menyerupai huruf “Z” berlawanan. Dengan menggabungkan garis-garis huruf “Z” maka kita telah membentuk motif swastika. Biasanya digunakan untuk pinggiran baju atau sebagai penghias barang-barang lainnya. Seperti alas meja, sarung bantal, tas dan lain sebagainya. Beberapa contoh ornamen geometris
40 Sumber Instagram @reynaldokibo Ragam Hias Figuratif Papua Ragam Hias Figuratif Kalimantan Ragam Hias Figuratif Sulawesi Menggambar Ragam Hias Figuratif
41 R a g a m H i a s p a d a P i n t u M a sj i d Ragam Hias pada Masjid Agung Pondok Tinggi Gambar-gambar berikut ini merupakan ragam hias yang terdapat pada Masjid Agung Pondok Tinggi. Ragam hias ini berfungsi sebagai sumber inspirasi dan referensi dalam kegiatan menggambar ragam hias dan dikembangkan sesuai imajinasi kalian.
42 R a g a m hias p a d a tia n g R a g a m hias p a d a tia n g Ragam hias pada dinding tangga
43 Ragam hias pada dinding Ragam hias pada mimbar imam
44 Ragam hias pada dinding Ragam hias pada fentilasi udara Ragam hias pada dinding
45 Ragam hias pada tiang gantung Ragam hias pada tiang luar R a g a m hias p a d a tia n g lu ar
46 Beberapa ragam hias pada tiang gantung
47 Menggambar Ragam Hias Mesjid Agung Pondok Tinggi Motif Tampok Nio
48 Menggambar Ragam Hias Mesjid Agung Pondok Tinggi Motif Kluk Paku Kacang Belimbing