The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2021-08-19 09:21:05

Hadits Arbain Nawawiyah

Hadits Arbain Nawawiyah

HADITS ARBA'IN NAWAWIYAH

[ Indonesia ]

‫اﻷرﺑﻌﻮن اﻟﻨﻮوﻳﺔ‬

[ ‫] اﻟﻠﻐﺔ اﻷﻧﺪوﻧﻴﺴﻴﺔ‬

MUHYIDDIN YAHYA BIN SYARAF NAWAWI
‫ﳏﻲ اﻟﺪﻳﻦ ﳛﻴﻰ ﺑﻦ ﴍف اﻟﻨﻮوي‬

Penerjemah: ABDULLAH HAIDHIR
‫ ﻋﺒﺪ اﷲ ﺣﻴﺪر‬:‫ﺗﺮﲨﺔ‬

Murajaah: DR.MUH.MU’INUDINILLAH BASHRI,
MAERWANDI TARMIZI

‫ إﻳﺮواﻧﺪي ﺗﺮﻣﺬي‬- ‫ ﳏﻤﺪ ﻣﻌﲔ ﺑﴫي‬.‫ د‬:‫ﻣﺮاﺟﻌﺔ‬

Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
‫اﳌﻜﺘﺐ اﻟﺘﻌﺎوﲏ ﻟﻠﺪﻋﻮة وﺗﻮﻋﻴﺔ اﳉﺎﻟﻴﺎت ﺑﺎﻟﺮﺑﻮة ﺑﻤﺪﻳﻨﺔ اﻟﺮﻳﺎض‬

1428 – 2007

Hadits Arba'in Nawawy 3

Daftar Isi 5
9
Hadits Pertama 14
Hadits Kedua 17
Hadits Ketiga 21
Hadits Keempat 23
Hadits Kelima 27
Hadits Keenam 29
Hadits Ketujuh 32
Hadits Kedelapan 35
Hadits Kesembilan 38
Hadits Kesepuluh 40
Hadits Kesebelas 42
Hadits Keduabelas 44
Hadits Ketigabelas 46
Hadits Keempatbelas 49
Hadits Kelimabelas 51
Hadits Keenambelas 53
Hadits Ketujuhbelas 55
Hadits Kedelapanbelas 59
Hadits Kesembilanbelas 61
Hadits Keduapuluh 63
Hadits Keduapuluh satu 65
Hadits Keduapuluh dua 68
Hadits Keduapuluh tiga 73
Hadits Keduapuluh empat 77
Hadits Keduapuluh lima 80
Hadits Keduapuluh enam 83
Hadits Keduapuluh tujuh 86
Hadits Keduapuluh delapan 90
Hadits Keduapuluh sembilan 92
Hadits Ketigapuluh 94
Hadits Ketigapuluh satu
Hadits Ketigapuluh dua

Hadits Arba'in Nawawy 4

Hadits Ketigapuluh tiga 96
Hadits Ketigapuluh empat 98
Hadits Ketigapuluh lima 100
Hadits Ketigapuluh enam 103
Hadits Ketigapuluh tujuh 106
Hadits Ketigapuluh delapan 109
Hadits Ketigapuluh sembilan 112
Hadits Keempatpuluh 114
Hadits Keempatpuluh satu 117
Hadits Keempatpuluh dua 118

Hadits Arba'in Nawawy 5

‫اﳊــﺪﻳﺚ اﻷول‬

HADITS PERTAMA

              

         

               

             

   

              
           

 

Kosa kata:

‫ﺍﻷﻋﻤﺎل ﺝ ﺍﻟﻌﻤل‬: Perbuatan ‫ ﺍﻤﺭﺀ‬: Seseorang
‫ ﻨﻭﻯ‬: (Dia) niatkan ‫ ﺍﻤﺭﺃﺓ‬: Seorang wanita

Arti Hadits:

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab
radhiallahuanhu, dia berkata, "Saya mendengar
Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya setiap perbuatan1) tergantung niatnya2).
Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)

1. Yang dimaksud perbuatan di sini adalah amal ibadah yang membutuhkan niat.
2. Niat adalah keinginan dan kehendak hati.

Hadits Arba'in Nawawy 6

berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang
hijrahnya3) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah
dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan)
Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena
menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau
karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya
(akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah
Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah
bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim
bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi di
dalam dua kitab Shahih, yang merupakan kitab yang
paling shahih yang pernah dikarang).

Catatan:

1. Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits
yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan
Imam Syafi’i berkata: Dalam hadits tentang niat ini
mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa
perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan
dan anggota badan, sedangkan niat merupakan
salah satu bagian dari ketiga unsur tersebut.
Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata,"
Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh.
Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata," Hadits
ini merupakan sepertiga Islam.

2. Sebab dituturkannya hadits ini, yaitu: ada
seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah

1. Makna kata "Hijrah" secara bahasa: meninggalkan, sedangkan menurut syariat artinya:
meninggalkan negeri kafir menuju negeri Islam dengan maksud bisa melakukan ajaran
agamanya dengan tenang. Yang dimaksud dalam hadits ini adalah perpindahan dari
Mekkah ke Madinah sebelum Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekkah th. 8 H).

Hadits Arba'in Nawawy 7

dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang
wanita yang konon bernama: “Ummu Qais” bukan

untuk meraih pahala berhijrah. Maka orang itu

kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi
Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Kandungan Hadist:

1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau
tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak
akan menghasilkankan pahala kecuali berdasarkan
niat (karena Allah ta’ala).

2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal
ibadah dan tempatnya di hati.

3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena
Allah ta’ala dituntut pada semua amal shaleh dan
ibadah.

4. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala
berdasarkan kadar niatnya.

5. Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah
(boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhaan
Allah maka dia akan bernilai ibadah.

6. Yang membedakan antara ibadah dan adat
(kebiasaan/rutinitas) adalah niat.

7. Hadits di atas menunjukkan bahwa niat
merupakan bagian dari iman karena dia
merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut
pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah
membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan
dan diamalkan dengan perbuatan.

Hadits Arba'in Nawawy 8

Tema-tema hadits:

1. Niat dan keikhlasan : 7 : 29, 98 : 5

2. Hijrah : 4 : 97, 2 : 218, 3 : 195, 8 : 72

3. Fitnah dunia : 3 : 145, 4 : 134, 6 : 70, 8 : 67

Hadits Arba'in Nawawy 9

 

HADITS KEDUA

                 
              
             
               
                 
                
                
                  
              
                  
           
                            
            
                 
             
                

Hadits Arba'in Nawawy 10

Kosa kata :

‫ ﻁﻠﻊ‬: Terbit / datang

‫ ﺃﺴﻨﺩ‬: Menyandarkan

‫ ﻜﱠﻔﻴﻪ ﻤﺜﻨﻰ ﻜﻑ‬: Kedua telapak tangan

‫ ﻓﺨﺫﻴﻪ ﻤﺜﻨﻰ ﻓﺨﺫ‬: Kedua pahanya

‫ ﺍﻨﻁﻠﻕ‬: Berangkat / Bertolak

‫ ﺭﻜﺒﺘﻴﻪ ﻤﺜﻨﻰ ﺭﻜﺒﺔ‬: Kedua lututnya

‫ ﺃﺜﺭ‬: Bekas

‫ﻔﺎﺓ ﺝ ﺍﻟﺤﺎﻓﻲ‬‫ ﺍﻟﺤ‬: Telanjang kaki

‫ ﺃﻤﺎﺭﺍﺕ ﺝ ﺃﻤﺎﺭﺓ‬: Tanda-tanda

‫ ﺍﻟﻌﺭﺍﺓ ﺝ ﺍﻟﻌﺎﺭﻱ‬: Telanjang

‫ ﺭﻋﺎﺀ ﺝ ﺭﺍﻋﻲ‬: Penggembala

‫ﻴﺘﻁﺎﻭﻟﻭﻥ‬ : Saling meninggikan

Arti hadits :

Dari Umar radhiyallahu `anhu juga dia berkata :
Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah
shallahu`alaihi wa sallam suatu hari tiba-tiba
datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju
yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak
tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan
tidak ada seorangpun di antara kami yang
mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk di hadapan
Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada
lututnya (Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam) seraya
berkata, “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang
Islam ?”, Maka bersabdalah Rasulullah

Hadits Arba'in Nawawy 11

shallallahu`alaihi wa sallam: “ Islam adalah engkau
bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah)

selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah

utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan
zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “,
kemudian dia berkata, “ anda benar “. Kami semua
heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan.
Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang
Iman “. Lalu beliau bersabda, “ Engkau beriman kepada

Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-

rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada
takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudia dia
berkata, “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “
Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda,

“ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-
akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya
maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata, “

Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan
kejadiannya)”. Beliau bersabda,“ Yang ditanya tidak
lebih tahu dari yang bertanya ". Dia berkata,“
Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau
bersabda, “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya
dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan

dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian)

berlomba-lomba meninggikan bangunannya “,
kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar.
Kemudian beliau (Rasulullah shallahu`alaihi wa
sallam) bertanya,“ Tahukah engkau siapa yang
bertanya ?”. Aku berkata,“ Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui “. Beliau bersabda,“ Dia adalah Jibril yang

datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama
kalian “. (Riwayat Muslim)

Hadits Arba'in Nawawy 12

Catatan:

• Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam
maknanya, karena didalamnya terdapat pokok-
pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.

• Hadits ini mengandung makna yang sangat
agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang
terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan
makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh
(kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah
shallallahu`alaihi wa sallam )

Kandungan Hadist :

1. Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi
pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya
jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan
penguasa.

2. Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap
bahwa orang–orang yang hadir butuh untuk
mengetahui suatu masalah dan tidak ada
seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya
bertanya tentang hal tersebut meskipun dia
mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat
mengambil manfaat darinya.

3. Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka
tidak ada cela baginya untuk berkata, “Saya tidak
tahu“, dan hal tersebut tidak mengurangi
kedudukannya.

4. Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud
manusia.

Hadits Arba'in Nawawy 13

5. Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya
pembangkangan terhadap kedua orang tua.
Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang
tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan
hamba-sahayanya.

6. Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi
dan membaguskannya selama tidak dibutuhkan.

7. Di dalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib
tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.

8. Di dalamnya terdapat keterangan tentang adab dan
cara duduk dalam majlis ilmu.

Tema-tema hadits :

1. Iman : 2 : 285, 5 : 5, 6 : 82 dll.

2. Islam: 2 : 112, 4 : 125, 72 : 14, 40 : 66, 3 : 19, 5 : 3

3. Ihsan : 18 : 30, 28 : 77, 17 : 7, 5 : 93

4. Hari akhir : 7 : 187, 22 : 7, 31 : 34 .

5. Ilmu ghaib hanya Allah yang mengetahui: 2 : 3,
27:65, 6 : 50, 7 : 188

6. Belajar & mengajarkan Islam : 16:43, 21:7, 3:79, 9:122

Hadits Arba'in Nawawy 14

 

HADITS KETIGA

               
             
          

             

Kosa kata : (‫ﺒﹶﻨﻰ‬) ‫ﻲ‬ ‫ﻨ‬‫ ﺒ‬: Dibangun
‫ ﺴﻤﻌﺕﹸ‬: (saya) mendengar

Terjemah hadits :

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Alh
Khottob radiallahuanhuma dia berkata: Saya
mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam
bersabda: Islam dibangun di atas lima perkara;
Bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan bahwa nabi
Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat,
menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa
Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim).

Kandungan Hadist :

1. Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam
menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh
dan tegak di atas tiang-tiang yang kuat.

Hadits Arba'in Nawawy 15

2. Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaan-
Nya, membenarkan kenabian Muhammad
shallallahu`alaihi wa sallam , merupakan hal yang
paling mendasar dibanding rukun-rukun yang
lainnya.

3. Selalu menegakkan shalat dan menunaikannya
secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-
adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat
memberikan buahnya dalam diri seorang muslim
yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar
karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan
keji dan munkar.

4. Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya
yang sudah terpenuhi syarat-syarat zakat lalu
memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang
membutuhkan.

5. Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa
(Ramadhan) bagi setiap muslim.

6. Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain.
Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan
seorang muslim berdasarkan ijma’.

7. Nash di atas menunjukkan bahwa rukun Islam ada
lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting
dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits ini.
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda:

        

“ Iman itu memiliki tujuh puluh lebih cabang “

Hadits Arba'in Nawawy 16

8. Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak
bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak

bermanfaat iman tanpa amal.

Tema-tema hadits :

1. Wala’ dan Bara’ dalam syahadatain: 2 : 256, 16 : 36

2. Shalat : 2 : 3, 19 : 31, 20 : 132,

3. Zakat : 9 : 71, 19 : 55, 73 : 20

4. Haji : 3 : 97, 2 : 196, 22 : 27

5. Puasa : 2 : 183, 2 : 185.

Hadits Arba'in Nawawy 17

 

HADITS KEEMPAT

             

        

              

                 

                

                

                  

            

             

 .     

Kosa kata :

‫ ﺤﺩﺜﻨﺎ‬: menyampaikan ‫ ﹶﺨﹾﻠﻘﻪ‬: Penciptaan(nya)
(kpd kami)
‫ ﻨﻁﻔﺔ‬: Setetes mani
‫ ﺒﻁﻥ‬: Perut ‫ ﻤﻀﻐﺔ‬: Segumpal daging
‫ ﻋﻠﻘﺔ‬: Setetes darah ‫ﻴﹾﻨﻔﹸ ﹸﺦ‬ : Meniup
‫ﹶﻠﻙ‬‫ ﺍﻟﻤ‬: Bentuk tunggal
dari ‫ﻤﻼﺌﻜﺔ‬ ‫ﻲ‬ ‫ ﺸﻘ‬: Celaka
‫ ﺃﺠﻠﻪ‬: Kematian (nya)

Hadits Arba'in Nawawy 18

‫ ﺴﻌﻴﺩ‬: Bahagia ‫ ﺫﺭﺍﻉ‬: Hasta (jarak antara
‫ ﻴﺴﺒﻕ‬: Mendahului telapak tangan dan
siku)

Terjemah Hadits :

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud

radiallahuanhu beliau berkata: Rasulullah

shallallahu`alaihi wa sallam menyampaikan kepada

kami dan beliau adalah orang yang benar dan

dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan

penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani

selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi

setetes darah selama empat puluh hari, kemudian

menjadi segumpal daging selama empat puluh hari.

Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu

ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk

menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya,

ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya. Demi

Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di

antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli

syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal

sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya

ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka

masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di

antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli

neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal

sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya

ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka

masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhari dan

Muslim).

Hadits Arba'in Nawawy 19

Kandungan Hadist :

1. Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluk-
Nya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan
mereka alami, termasuk masalah bahagia dan
celaka.

2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk
memutuskan bahwa dirinya masuk syurga atau
neraka, akan tetapi amal perbuatan merupakan
sebab untuk memasuki keduanya.

3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka
hendaklah manusia tidak terpedaya dengan
kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon
kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang
baik (husnul khotimah).

4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan
kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.

5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah
(menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta
tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan
hati karenanya.

6. Kehidupan ada di Tangan Allah. Seseorang tidak
akan mati kecuali dia telah menyempurnakan
umurnya.

7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa
dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam
kandungan secara berangsur-angsur adalah
sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena
sesungguhnya Allah mampu menciptakannya
sekaligus.

Hadits Arba'in Nawawy 20

Tema-tema hadits :

1. Pengorbanan seorang ibu yang mengandung : 31
: 14

2. Teori reproduksi manusia : 22 : 5, 23 : 14

3. Takdir : 57 : 22, 64 : 11

4. Husnul khotimah : 2 : 132, 4 : 18



Hadits Arba'in Nawawy 21

 

HADITS KELIMA

                
             

       

Kosa kata :

‫ ﺃﺤﺩﺙ‬: Mengada-ada ‫ﺩ‬ ‫ ﺭ‬: Tertolak

Terjemah hadits:

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah
radhiallahuanha dia berkata: Rasulullah
shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang
mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang
bukan (berasal) darinya4), maka dia tertolak. (Riwayat
Bukhari dan Muslim), dalam riwayat Muslim
disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan
(ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia
tertolak).

1. Yang dimaksud adalah, perbuatan-perbuatan yang dinilai ibadah tetapi tidak bersumber

dari ajaran Islam dan tidak memiliki landasan yang jelas, atau yang lebih dikenal
dengan istilah bid’ah.

Hadits Arba'in Nawawy 22

Kandungan Hadist :

1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada
dalil syar’i ditolak dari pelakunya.

2. Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk
berdasarkan syari’at.

3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’
(mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’
(mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam telah
berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-
lebihan dan mengada-ada.

4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak
ada kurangnya.

Tema-tema hadits :
1. Kesempurnaan Islam : 5 : 3.
2. Bid’ah dan taklid : 57 : 27, 17 : 36





Hadits Arba'in Nawawy 23

 

HADITS KEENAM

           

              

            

                

                  

               

               

    

Kosa kata :

‫ﻴﻥ‬‫ ﺒ‬: Jelas (‫ ﻓﺴﺩ)ﺕ‬: Rusak
‫ ﻤﺸﺘﺒﻬﺎﺕ‬: Samar/syubhat (‫ ﺃﻤﻭﺭ )ﺃﻤﺭ‬: Perkara-perkara
‫ﺃ‬‫ﺭ‬‫ﺘﹶﺒ‬‫ ﺍﺴ‬: Membebaskan ‫ ﺍﺘﻘﻰ‬: Menghindar
‫ ﻭﻗــــﻊ‬: Terjerumus, ‫ﺭﻀﻪ‬ ‫ﻋ‬ : Kehormatan (nya)
melakukan
‫ ﻴﺭﻋﻰ‬: Menggembala ‫ ﺍﻟﺭﺍﻋﻲ‬: Penggembala,
pemimpin
‫ ﻴﻭﺸﻙ‬: Hampir, nyaris
‫ ﻤﻀﻐﺔ‬: Segumpal daging ‫ ﺍﻟﺤﻤﻰ‬: Batas, pematang.
(‫ ﺼﻠﺢ)ﺕ‬: Baik, layak

Hadits Arba'in Nawawy 24

Terjemah hadits :

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir
radhiallahuanhu dia berkata, Saya mendengar
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda,
"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu
jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara
yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh
orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat
berarti dia telah menyelamatkan agamanya dan
kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam
perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara
yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang
menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar
(ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka
lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa
setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah
adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa
dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik
maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk,
maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia
adalah hati “. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Catatan:

• Hadits ini merupakan salah satu landasan
pokok dalam syari’at. Abu Daud berkata: Islam
itu berkisar pada empat hadits, kemudian dia
menyebutkan hadits ini salah satunya.

Kandungan Hadist :

Hadits Arba'in Nawawy 25

1. Termasuk sikap wara’5) adalah meninggalkan
syubhat.

2. Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan
seseorang kepada perbuatan haram.

3. Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal
tersebut dapat menyeret seseorang kepada
perbuatan dosa besar.

4. Memberikan perhatian terhadap masalah hati,
karena padanya terdapat kebaikan fisik.

5. Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan
pertanda baiknya hati.

6. Pertanda ketakwaan seseorang jika dia
meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan
karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal
yang diharamkan.

7. Menutup pintu terhadap peluang-peluang
perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara
kearah sana.

8. Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan
serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang
dapat mendatangkan persangkaan buruk.

1. Wara’ adalah sikap yang timbul dari rasa takutnya seseorang terhadap
perbuatan haram.

Hadits Arba'in Nawawy 26

Tema-tema hadits :

1. Penetapan halal dan haram : 2 : 275, 16 : 115, 5 : 87

2. Menghindari syubhat : 49 : 12

3. Kedudukan hati : 26 : 89, 16 : 106, 22 : 46

4. Allah Maha Berkuasa (Raja) : 5 : 40, 114 : 2

Hadits Arba'in Nawawy 27

 

HADITS KETUJUH

                     

                   

          

Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari

radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah

shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Agama adalah

nasehat6)7), kami berkata: Kepada siapa? Beliau

bersabda: Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan

kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya 8).

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kandungan Hadits:

1. Agama Islam berdiri tegak di atas upaya saling
menasihati, maka harus selalu saling menasihati di
antara masing-masing individu muslim.

2. Nasihat wajib dilakukan sesuai kemampuan.

1. Nasehat adalah: ungkapan yang menyeluruh berupa keinginan yang mencakup semua
kebaikan.

2. Yang dimaksud adalah bahwa nasehat merupakan penopang agama.
3.Yang dimaksud dengan nasehat kepada Allah adalah beriman kepada-Nya, tidak

menyekutukan-Nya, mensucikannya dari segala kekurangan, ta’at kepada-Nya dan tidak

bermaksiat kepada-Nya. Nasehat kepada Rasul-Nya adalah membenarkan risalahnya,
beriman kepada semua yang dibawanya, menghormatinya, melaksanakannya ajarannya
dll.

Hadits Arba'in Nawawy 28

Tema hadits dan ayat yang terkait dengannya:

1. Da’wah dan Amar Ma’ruf Nahi munkar
: 3 : 104, 3: 110, 41 : 33

2. Pentingnya selalu upaya untuk saling
mengingatkan: 51 : 55, 87 : 9.

Hadits Arba'in Nawawy 29


 

HADITS KEDELAPAN

             

            

         

             

 

Kosa kata :

‫ ﹸﺕ‬‫ﻤﺭ‬ ‫ ُﺃ‬: Aku diperintahkan ‫ﺘل‬‫ ُﺃﹶﻗﺎ‬: (aku) Memerangi
‫ ﺩﻤﺎﺀ‬: Bentuk jamak ‫ ﻋﺼﻤﻭﺍ‬: Mereka terlindung

dari ‫ ﺩﻡ‬: darah

Terjemah hadits :

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Aku
diperintahkan untuk memerangi manusia hingga
mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan
bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan
shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal
itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi
kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada
pada Allah ta’ala (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadits Arba'in Nawawy 30

Catatan:

• Hadits ini secara praktis dialami pada zaman
kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, sejumlah

rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar

bertekad memerangi mereka termasuk di antaranya

mereka yang menolak membayar zakat. Maka Umar

bin Khottob menegurnya seraya berkata: “

Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang

mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan

Rasulullah telah bersabda: Aku

diperintahkan…..(seperti hadits diatas)” . Maka

berkatalah Abu Bakar: “Sesungguhnya zakat adalah

haknya harta“,9) hingga akhirnya Umar menerima

dan ikut bersamanya memerangi mereka.

Kandungan Hadist :

1. Maklumat peperangan kepada mereka yang berlaku
musyrik hingga mereka masuk Islam.

2. Diperbolehkannya membunuh orang yang
mengingkari shalat dan memerangi mereka yang
menolak membayar zakat.

3. Tidak diperbolehkan berlaku sewenang-wenang
terhadap harta dan darah kaum muslimin.

4. Diperbolehkannya hukuman mati bagi setiap
muslim jika dia melakukan perbuatan yang
menuntut dijatuhkannya hukuman itu seperti:
Berzina bagi orang yang sudah menikah (muhshan),

1. Maksudnya adalah bahwa mereka yang tidak membayar zakat berhak diperangi
berdasarkan hak (ajaran) Islam seperti yang disinggung dalam hadits.

Hadits Arba'in Nawawy 31

membunuh orang lain dengan sengaja dan
meninggalkan agama dan jamaahnya.

5. Dalam hadits ini terdapat jawaban bagi kelompok
murji’ah yang mengira bahwa iman tidak
membutuhkan amal perbuatan.

6. Tidak mengkafirkan pelaku bid’ah yang
menyatakan keesaan Allah dan menjalankan
syari’at-Nya.

7. Di dalamnya terdapat dalil bahwa diterimanya amal
yang zhahir dan menghukumi berdasarkan sesuatu
yang zhahir sementara yang tersembunyi
diserahkan kepada Allah.

Tema-tema hadits :

1. Aqidah dan syariat harus ditegakkan : 42 : 13,

2. Perlindungan nyawa dan harta: 2: 188, 4: 93

3. Besarnya kedudukan zakat: 9 : 34

Hadits Arba'in Nawawy 32

 

HADITS KESEMBILAN

            
                   
               

             

Kosa kata :

‫ﻴﹸﺘﻜﻡ‬‫ﻬ‬ ‫ ﻨ َـ‬: (Aku) larang kalian ‫ﺍﺠﺘﻨﺒـــــــﻭﺍ‬: Mereka

‫ﹸﺘ ﹸﻜﻡ‬‫ــﺭ‬‫ ﺃَﻤ‬: (Aku) perintahkan menghindarinya
kalian
‫ﹶﻠﻙ‬‫ ﺃَﻫ‬: Menghancurkan

Terjemah hadits :

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr
radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Apa
yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan
apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian
laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya
kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena
banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna)

Hadits Arba'in Nawawy 33

dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka.
(Bukhari dan Muslim)

Pelajaran :

1. Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang
oleh Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam.

2. Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan
yang diperintahkan secara keseluruhan dan dia
hanya mampu sebagiannya saja maka dia
hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu
laksanakan.

3. Allah tidak akan membebankan kepada seseorang
kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya.

4. Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara
yang sulit.

5. Menolak keburukan lebih diutamakan dari
mendatangkan kemaslahatan.

6. Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk
bersatu dan bersepakat.

7. Wajib mengikuti Rasulullah shallallahu`alaihi wa
sallam, ta’at dan menempuh jalan keselamtan dan
kesuksesan.

8. Al Hafiz berkata: Dalam hadits ini terdapat isyarat
untuk menyibukkan diri dengan perkara yang lebih
penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang
perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan.

Hadits Arba'in Nawawy 34

Tema hadits dan ayat yang terkait:

1. Patuh kepada Rasulullah shallallahu`alaihi wa
sallam : 59 : 7, 8 : 46

2. Bertakwa sebatas kemampuan : 64 : 16 .

3. Berdebat yang tak berguna dan bertikai, sumber
kehancuran : 40 : 5

Hadits Arba'in Nawawy 35

 

HADITS KESEPULUH

                             
               
`z BÏ #( qè=ä. @ã ™ß ”•9$# $kp š‰'r ¯»tƒ â :               

úš ï%Ï !© $# $gy ƒ• 'r ¯»ƒt â :  á ( $·s=Ï »|¹ (#qè=Hu ùå#$ ru ÏM»t6‹hÍ Ü© 9$#

    á öN3ä »sY%ø —y ‘u $tB MÏ »6t ŠhÍ sÛ `ÏB (#qè=2à (#qZã Bt #äu

              

                 

 

Kosa kata :

‫ ﻴﻘﺒل‬: Menerima ‫ ﻴﻁﻴل‬: Panjang / jauh

‫ ﺃﺸﻌﺙ‬: Kusut ‫ ﺃﻏﺒﺭ‬: Berdebu / dekil

‫ﻤﺩ‬ ‫ ﻴ‬: Memanjangkan/ ‫ ﻓﺄَﱠﻨﻰ‬: Maka dari
mengangkat mana/ bagaimana

Hadits Arba'in Nawawy 36

Terjemah hadits :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata:
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima
kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah
memerintahkan orang beriman sebagaimana dia
memerintahkan para rasul-Nya dengan firman-Nya:
Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan
beramal shalehlah. Dan Dia berfirman: Wahai orang-
orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa
yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau
menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh
dalam keadaan kusut dan berdebu. Dia mengangkatkan
kedua tangannya ke langit seraya berkata: Ya Tuhanku,
Ya Tuhanku, padahal makanannya haram,
minumannya haram, pakaiannya haram dan
kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka
(jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan
dikabulkan. (Riwayat Muslim).

Pelajaran :

1. Dalam hadits di atas terdapat pelajaran akan
sucinya Allah ta’ala dari segala kekurangan dan
cela.

2. Allah ta’ala tidak menerima kecuali sesuatu yang
baik. Maka siapa yang bersedekah dengan barang
haram tidak akan diterima.

3. Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai
baik disisi Allah ta’ala.

Hadits Arba'in Nawawy 37

4. Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan
menghalangi seseorang dari terkabulnya doa.

5. Orang yang maksiat tidak termasuk mereka yang
dikabulkan doanya kecuali mereka yang Allah
kehendaki.

6. Makan barang haram dapat merusak amal dan
menjadi penghalang diterimanya amal perbuatan.

7. Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan
larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram.

8. Seorang hamba akan diberi ganjaran jika memakan
sesuatu yang baik dengan maksud agar dirinya
diberi kekuatan untuk ta’at kepada Allah.

9. Doa orang yang sedang safar dan yang hatinya
sangat mengharap akan terkabul.

10. Dalam hadits terdapat sebagian sebab-sebab
dikabulkannya do’a: Perjalanan jauh, kondisi yang
bersahaja dalam pakaian dan penampilan dalam
keadaan kusut dan berdebu, mengangkat kedua
tangan ke langit, meratap dalam berdoa, keinginan
kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan,
minuman dan pakaian dengan sesuatu yang halal.

Tema hadits dan ayat yang terkait :

1. Mempersembahkan yang terbaik untuk Allah: 28 : 77

2. Mengkonsumsi yang halal : 5 : 88

3. Meratap dalam berdoa : 19 : 3, 32 : 16 .

Hadits Arba'in Nawawy 38



PELAJARAN KESEBELAS

               
                

              
 

Kosa kata : ‫ﻉ‬ ‫ ﺩ‬: Tinggalkan
(‫ ﺤﻔﻅ)ﺕ‬: (saya) menghafal (‫ ﻴﺭﻴﺏ)ﻙ‬: Meragukan-(mu)

Terjemah hadits:

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi
Thalib, cucu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam
dan kesayangannya radhiallahuanhuma dia berkata:
Saya menghafal dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa
sallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang
meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata, Haditsnya hasan
shahih)

Hadits Arba'in Nawawy 39

Kandungan Hadits:

1. Meninggalkan syubhat dan mengambil yang halal
akan melahirkan sikap wara’.

2. Keluar dari ikhtilaf ulama lebih utama karena hal
tersebut lebih terhindar dari perbuatan syubhat,
khususnya jika di antara pendapat mereka tidak
ada yang dapat dikuatkan.

3. Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan
maka keyakinan yang diambil.

4. Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan
dan ketenangan. Tidak ada harganya keraguan dan
kebimbangan.

5. Berhati-hati dari sikap meremehkan terhadap
urusan agama dan masalah bid’ah.

6. Siapa yang membiasakan perkara syubhat maka
dia akan berani melakukan perbuatan yang haram.

Tema hadits dan ayat yang terkait :

1. Meninggalkan keragu-raguan: 14 : 10, 49 : 15, 2 : 2



Hadits Arba'in Nawawy 40

 

HADITS KEDUA BELAS

        

       

 
Kosa kata :

(‫( ﺘﺭﻙ)ـﻪ‬dia) meninggalkan (‫ ﻴﻌﻨﻲ)ـﻪ‬: Penting (baginya)

Terjemah hadits:
Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata:
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda:
Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia
meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.
(Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)

Pelajaran:
1. Termasuk sifat-sifat orang muslim adalah dia

menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang
mulia serta menjauhkan perkara yang hina dan
rendah.
2. Pendidikan bagi diri dan perawatannya dengan
meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di
dalamnya.

Hadits Arba'in Nawawy 41

3. Menyibukkkan diri dengan sesuatu yang tidak
bermanfaat adalah kesia-siaan dan merupakan
pertanda kelemahan iman.

4. Anjuran untuk memanfaatkan waktu dengan
sesuatu yang manfaatnya kembali kepada diri
sendiri bagi dunia maupun akhirat.

5. Ikut campur terhadap sesuatu yang bukan
urusannya dapat mengakibatkan kepada
perpecahan dan pertikaian di antara manusia.

Tema hadits dan ayat yang terkait:
1. Optimalisasi waktu dan potensi : 103 : 1-3, 2 : 148
2. Meninggalkan hidup terlena : 63 : 9, 31 : 6

Hadits Arba'in Nawawy 42

 

HADITS KETIGA BELAS

               
            

           

Kosa kata :
‫ ﻴﺤﺏ‬: Mencintai (‫ )ﻟـ(ﻨﻔﺱ)ـﻪ‬: (untuk) diri-(nya)

Terjemah hadits :

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu,
pembantu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, dari
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau
bersabda, "Tidak beriman salah seorang di antara kamu
hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia
cintai untuk dirinya sendiri. (Riwayat Bukhari dan
Muslim)

Kandungan Hadist :

1. Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya
bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya
maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.

Hadits Arba'in Nawawy 43

2. Menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa
hal tersebut bertentangan dengan kesempurnaan
iman.

3. Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah
dengan ketaatan dan berkurang dengan
kemaksiatan.

4. Anjuran untuk menyatukan hati.

Tema-tema hadits :
1. Menyakiti saudara sama dengan menyakiti diri

sendiri : 49 : 12
2. Ukhuwwah Islamiah : 49 : 10, 3 : 103

Hadits Arba'in Nawawy 44

 

HADITS KEEMPAT BELAS

               

                

            

      

Kosa kata :

‫ﻴﺤل‬ : Halal ‫ ﺩﻡ‬: Darah
‫ﺍﻟﺜﻴﺏ‬ : Yang sudah menikah
‫ ﺍﻟﺯﺍﻨﻲ‬: Orang yang
‫ﺍﻟﺘﺎﺭﻙ‬ : Yang meninggalkan berzina

‫ ﺍﻟﻤﻔﺎﺭﻕ‬: Memisahkan
dirinya

Terjemah hadits :

Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu dia berkata:
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda:
Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa
tidak ada ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah
shallallahu`alaihi wa sallam) adalah utusan Allah
kecuali dengan tiga sebab: Duda/janda (orang yang
telah pernah menikah) yang berzina, membunuh orang
lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamnya
berpisah dari jamaahnya. (Riwayat Bukhari dan
Muslim)

Hadits Arba'in Nawawy 45

Kandungan Hadist :

1. Tidak boleh menumpahkan darah kaum muslimin
kecuali dengan tiga sebab, yaitu: zina muhshon
(orang yang sudah menikah), membunuh manusia
dengan sengaja dan meninggalkan agamanya
(murtad) berpisah dari jamaah kaum muslimin.

2. Islam sangat menjaga kehormatan, nyawa dan
agama dengan menjatuhkan hukuman mati kepada
mereka yang mengganggunya seperti dengan
melakukan zina, pembunuhan dan murtad.

3. Sesungguhnya agama yang disepakati adalah yang
dipegang oleh jamaah kaum muslimin, maka wajib

dijaga dan tidak boleh keluar darinya.

4. Hukum pidana dalam Islam sangat keras, hal itu
bertujuan untuk mencegah (preventif) dan
melindungi.

5. Pendidikan bagi masyarakat untuk takut kepada
Allah ta’ala dan selalu merasa terawasi oleh-Nya
dalam keadaan tersembunyi atau terbuka sebelum
dilaksanakannya hukuman.

6. Hadits di atas menunjukkan pentingnya menjaga
kehormatan dan kesucian.

7. Dalam hadits tersebut merupakan ancaman bagi
siapa yang membunuh manusia yang diharamkan
oleh Allah ta’ala.

Tema-tema hadits :

1. Nyawa seorang muslim dilindungi: 4 : 93

2. Hukuman dalam Islam sebagai bentuk
perlindungan : 2 : 179

Hadits Arba'in Nawawy 46

 

HADITS KELIMA BELAS

              

             

                 

  .       

Kosa kata :

‫ﻤﺕﹾ‬ ‫ﺼ‬ ‫ـ‬‫ )ﻟـﹻ(ﻴ‬: (hendaklah) dia ‫ﻴ ﹾﻜ ﹺﺭﻡ‬ : Memuliakan
diam

(‫ﺠﺎﺭ)ﻩ‬ : Tetangga-(nya) (‫ﻩ‬)‫ﹶﻔـ‬‫ﻀﻴ‬ : Tamu-(nya)

Terjemah hadits :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda,
"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir
hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia
menghormati tetangganya dan barangsiapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah
dia memuliakan tamunya" (Riwayat Bukhari dan
Muslim)

Hadits Arba'in Nawawy 47

Pelajaran:

1. Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-
hari.

2. Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat
menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang
dikalangan individu masyarakat muslim.

3. Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan
yang baik dan diam dari selainnya.

4. Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat
menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga
pembicaraan merupakan jalan keselamatan.

5. Islam sangat menjaga agar seorang muslim
berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah
perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.

6. Tidak memperbanyak pembicaraan yang
diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret
kepada perbuatan yang diharamkan atau yang
makruh.

7. Termasuk kesempurnaan iman adalah

menghormati tetangga dan memperhatikan serta

tidak menyakitinya.

8. Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika

bertujuan menerangkan yang haq dan beramar
ma’ruf nahi munkar.

9. Memuliakan tamu termasuk di antara kemuliaan
akhlak dan pertanda komitmennya terhadap syariat
Islam.

10. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan
baik.

Hadits Arba'in Nawawy 48

Tema hadits dan ayat-ayat Al Quran yang terkait :

1. Iman dan pengaruhnya dalam prilaku keseharian:
16: 97

2. Menjaga perkataan: 50 : 18,

3. Hubungan baik dengan tetangga : 4 : 36,

4. Sikap mulia terhadap tamu : 51 : 24-27

Hadits Arba'in Nawawy 49

 

HADITS KEENAM BELAS

         

              

Kosa kata :

(‫ﻲ‬‫ـ)ﻨ‬‫ﻭﺼ‬ َ‫ ﺃ‬: Nasihatilah ‫ ﻻ‬: Jangan
(saya) ‫ﺩﺩ‬ ‫ ﺭ‬: Mengulanginya
‫ ﻤﺭﺍﺭﹰﺍ‬: Berkali-kali
‫ ﺘﻐﻀﺏ‬: (engkau) marah

Terjemah hadits:

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu

sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah

shallallahu`alaihi wa sallam: (Ya Rasulullah

shallallahu`alaihi wa sallam ) nasihatilah saya. Beliau

bersabda : Jangan kamu marah. Dia menanyakan hal

itu berkali-kali. Maka beliau bersabda: Jangan engkau

marah. (Riwayat Bukhari)

Kandungan Hadist:

1. Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan
nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan
kebajikan, menambah wawasan ilmu yang
bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.

Hadits Arba'in Nawawy 50

2. Larangan marah.

3. Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga

pendengar menyadari pentingnya dan

kedudukannya.

Tema hadits :
1. Meninggalkan sifat pemarah : 3 : 159, 3 : 134



Hadits Arba'in Nawawy 51

 

HADITS KETUJUH BELAS

          

            

              

        

Kosa kata :

‫ﺍﻹﺤﺴﺎﻥ‬: Berlaku baik (‫ ﻗﺘﻠـ)ـﺘﻡ‬: (kalian)
membunuh
‫ ﺍﻟﻘﺘﻠﺔ‬: Cara membunuh (‫ ﺫﺒﺤـ)ـﺘﻡ‬: (kalian)
menyembelih
‫ ﺍﻟﺫﺒﺤﺔ‬: Cara menyembelih ‫ ﻴﺤﺩ‬: Mengasah/
menajamkan
(‫ ﺸﻔﺭﺘـ)ـﻪ‬: Pisau- (nya) / ‫ ﻴﺭﺡ‬: Senangilah
alat menyembelih
(‫ ﺫﺒﻴﺤﺘـ)ـﻪ‬: Hewan
sembelihan(nya)

Terjemah hadits:

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu
dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik

(ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh
maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian


Click to View FlipBook Version