Pada akhir 1990-an, konsep ini menjadi sangat populer, khususnya
ketika Bank Dunia mendukung sebuah program penelitian tentang hal
ini, dan konsepnya mendapat perhatian publik melalui buku Putnam. Dari
berbagai pengertian dapat diartikan modal sosial adalah bagian-bagian
dari institusi sosial seperti kepercayaan, norma (etika) dan jaringan yang
dapat meningkatkan efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan-
tindakan bersama yang terkoordinasi.
Modal sosial juga didefinisikan sebagai kemampuan dan kapasitas
yang muncul dari kepercayaan umum di dalam sebuah masyarakat atau
bagian-bagian tertentu dari masyarakat tersebut. Selain itu, konsep ini
juga diartikan sebagai serangkaian nilai atau norma informal yang dimiliki
bersama di antara para anggota suatu kelompok yang memungkinkan
terjalinnya kerjasama dan saling tanggung jawab.
Gambar 5.15 Gotong Royong membangun jembatan
Sumber: vik.kompas.com/Kristian Erdianto (2020)
Penggagas modal sosial Fukuyama mengilustrasikan modal sosial
melekat pada nilai-nilai trust dan believe. Artinya dalam modal sosial
mengandung nilai-nilai kepercayaan (saling percaya) yang mengakar dalam
faktor kultural, seperti etika dan moral. Ketika trust menjadi pegangan
dalam interaksi sosial maka komunitas telah menanamkan nilai-nilai moral,
sebagai jalan menuju berkembangnya nilai-nilai kejujuran. Disamping
itu, Fukuyama juga menjelaskan bahwa asosiasi dan jaringan sosial lokal
mempunyai dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi dan
pembangunan pada aras lokal serta memainkan peran penting dalam
manajemen lingkungan.
Sejalan dengan pandangan itu, Coleman secara tegas menekankan
bahwa modal sosial sebagai alat untuk memahami aksi sosial secara teoritis
mengandung perspektif ekonomi dan sosial. Pengertian ini dipertegas oleh
Unit 5 Pola Hidup Gotong Royong 293
Serageldin bahwa modal sosial senantiasa melibatkan masyarakat dan
menjadikan masyarakat muncul bukan sebagai akibat dari interaksi pasar
dan memiliki nilai ekonomis tetapi juga sebagai bagian dari interaksi sosial.
Atas dasar itu Serageldin membedakan modal sosial dalam bentuk interaksi
sosial yang tahan lama tetapi hubungannya searah, seperti pengajaran dan
perdagangan serta interaksi sosial yang hubungannya resiprokal (timbal
balik) seperti jaringan dan asosiasi sosial. Modal sosial dalam bentuk
jaringan dan asosiasi sosial lebih tahan lama dalam hubungan timbal balik
seperti kepercayaan dan rasa hormat. Pola relasi sosial tahan lama ini
telah tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan komunitas lokal di
Indonesia.
(Sumber: Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 No. 1, 2013 Budaya Gotong-Royong
Masyarakat dalam Perubahan Sosial Saat Ini oleh Tadjuddin Noer Effendi)
294 Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD Kelas IV
Kunci Jawaban Uji Kompetensi
Kunci Jawaban Uji Kompetensi 1
NO KUNCI SKOR NO KUNCI SKOR
JAWABAN JAWABAN
2 2
1. D 2 6. D 2
2 2
2. B 2 7. A 2
2 2
3. A 8. C
4. A 9. A
5. D 10 D
NO KUNCI JAWABAN SKOR
1. 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 5
2. Kemanusian yang adil dan beradab 15
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.
2. Mr. Moh. Yamin:
1. Peri Kebangsaan.
2. Peri Kemanusiaan.
3. Peri Ketuhanan.
4. Peri Kerakyatan.
5. Kesejahteraan Rakyat.
Mr. Soepomo:
1. Persatuan.
2. Kekeluargaan.
3. Keseimbangan lahir batin.
4. Musyawarah.
5. Keadilan rakyat.
Ir. Soekarno:
1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia.
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan.
3. Mufakat atau Demokrasi.
4. Kesejahteraan sosial.
5. Ketuhanan yang berkebudayaan.
295
NO KUNCI JAWABAN SKOR
5
3. a. Jawaban peserta didik akan beragam, tetapi harus terarah pada materi
tentang norma. Misalnya karena masyarakat desa Sukarapih sangat 5
mematuhi norma-norma yang berlaku. 30
b. Jawaban peserta didik akan beragam, tetapi setidaknya memuat tentang:
1. terwujudnya kerukunan,
2. masyarakat hidup tenteram,
3. masyarakat hidup tertib, dan
4. terwujudnya kedamaian.
4. Kita harus mematuhi keputusan musyawarah, karena keputusan musyawarah
merupakan kesepakatan bersama. Jadi jika keputusan itu tidak dilaksanakan,
berarti sama saja kita melanggar peraturan yang telah kita buat.Jadi kita harus
mentaati peraturan supaya dapat hidup bertanggung jawab, disiplin, dan bekerja
sama.
Total Skor
Nilai akhir: (Skor Pilihan Ganda+Skor Uraian)x2
Kunci Jawaban Uji Kompetensi 2
NO KUNCI SKOR NO KUNCI SKOR
JAWABAN JAWABAN
2 2
1. A 2 6. A 2
2 2
2. C 2 7. B 2
2 2
3. C 8. A
4. C 9. D
5. B 10 A
NO KUNCI JAWABAN SKOR
4
1. Norma merupakan kaida atau aturan yang harus dipatuhi oleh setiap manusia 4
dalam menjalankan berbagai aktivitas kehidupannya dalam kehidupan di
keluarga, masyarakat maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. 4
2. a. Norma Agama
b. Norma kesusilaan
b. Norma kesopanan
d. Norma Hukum
3. a. Jawaban peserta didik akan beragam, tetapi harus terarah pada materi
tentang norma. Misalnya karena masyarakat desa Sukarapih sangat
mematuhi norma-norma yang berlaku
b. Jawaban peserta didik akan beragam, tetapi setidaknya memuat tentang:
1. terwujudnya kerukunan
2. masyarakat hidup tenteram
3. masyarakat hidup tertib
4. terwujudnya kedamaian
296
NO KUNCI JAWABAN SKOR
4
4. Kita harus mematuhi keputusan musyawarah, karena keputusan musyawarah 4
merupakan kesepakatan bersama. Jadi jika keputusan itu tidak dilaksanakan,
berarti sama saja kita melanggar peraturan yang telah kita buat.Jadi kita harus 20
mentaati peraturan supaya dapat hidup bertanggung jawab, disiplin, dan bekerja
sama.
5. Sikap dan perilaku kita dalam melaksanakan hasil musyawarah di lingkungan
keluarga dapat dilakukan dengan cara:
saling mengingatkan berbagai hal yang telah disepakati bersama,
menyimak baik-baik contoh yang diberikan orang tua,
Menerima dan melaksanakan kesepakatan bersama dengan kesadaran
membina sikap disiplin untuk tidak melanggar berbagai hal yang telah disepakati
bersama
Total Skor
Nilai akhir: (Skor Pilihan Ganda+Skor Uraian)x2,5
Kunci Jawaban Uji Kompetensi 3
NO KUNCI SKOR NO KUNCI SKOR
JAWABAN JAWABAN
2 2
1. C 2 6. C 2
2 2
2. A 2 7. C 2
2 2
3. C 8. A
4. A 9. D
5. D 10 C
NO KUNCI JAWABAN SKOR
6
1. Keadaan bangsa Indonesia mirip dengan keadaan masyarakat Kerajaan
Majapahit tempo dulu, dalam hal keanekaragaman agama dan kepercayaan yang 6
dianut oleh penduduk Majapahit.
6
2. Jawaban peserta didik akan beragam, dapat diarahkan sesuai peribahasa
“bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Karena dengan bersatu, bangsa
Indonesia akan semakin kuat dan tidak mudah terpecah-belah.
3. Rumah adat biasanya digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat adat.
4. Jawaban peserta didik akan beragam, dapat diarahkan pada makna semboyan 6
“Bhinneka Tunggal Ika”. Agar bangsa ini menjadi kuat dan maju serta dapat
berperan dalam globalisasi. 6
30
5. Jawaban peserta didik akan beragam, tetapi setidaknya memuat sikap
perpecahan dan perselisihan menjadi hal yang sulit dihindari.
Total Skor
Nilai akhir: (Skor Pilihan Ganda+Skor Uraian)x2
297
Kunci Jawaban Uji Kompetensi 4
NO KUNCI SKOR NO KUNCI SKOR
JAWABAN JAWABAN
2 2
1. B 2 6. B 2
2 2
2. B 2 7. C 2
2 2
3. A 8. D
4. B 9. A
5. A 10 B
NO KUNCI JAWABAN SKOR
3
Jawaban peserta didik akan beragam tetapi setidaknya harus memuat
1. pernyataan bahwa pengelolaan kekayaan alam harus ditujukan untuk
kemakmuran rakyat Indonesia.
Karena nilai-nilai Pancasila juga tidak hanya diperuntukan untuk penganut agama
2. tertentu saja, akan tetapi nilai-nilai Pancasila berlaku dan menjadi pedoman 3
hidup Rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan suku bangsa, agama,
budaya, bahasa dan sebagainya.
a. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai peranan penting
dalam menentukan keberhasilan pembangunan yang sedang sedang
dilaksanakan negara kita.
3. b. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat mencegah terjadinya 3
perpecahan di negara kita
c. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat menangkal segala
ancaman terhadap negara kita
298
NO KUNCI JAWABAN SKOR
4. Berikut ini beberapa contoh perilaku yang menunjukkan sikap menjaga keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam berbagai lingkungan kehidupan.
1. Dalam Kehidupan di Rumah, diantaranya: 2
a. Rukun dengan anggota keluarga yang lain, misalnya rukun dengan
saudara. 2
b. Menjaga nama baik keluarga ketika bergaul dengan orang lain. 2
c. Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga yang lain.
d. Menghargai perbedaan pendapat. 2
e. Saling menghormati dan menyayangi dengan anggota keluarga yang 3
lain. 20
2. Dalam Kehidupan di Sekolah, diantaranya:
a. Rukun dengan teman.
b. Tidak membedakan-bedakan teman dalam bergaul.
c. Menghargai dan menghormati pendapat teman.
d. Menghormati guru.
e. Saling tolong dan saling berbagi dengan teman.
3. Dalam Kehidupan di Masyarakat, diantaranya:
a. Saling menghormati dengan anggota masyarakat lainnya.
b. Ikut serta dalam kegiatan gotong royong.
c. Menolong tetangga yang tertimpa musibah.
d. Tidak memaksakan kehendak kepada anggota masyarakat lainnya.
e. Menghortmati dan menghargai hak orang lain.
4. Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, diantaranya:
a. Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menghormati dan menghargai keberadaan suku bangsa lain.
c. Melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Tidak membeda-bedakan suku, agama dan daerah.
e. Mau bekerja keras untuk membangun bangsa.
5. Jawaban siswa akan beragam, tetapi setidaknya memuat sikap ketika
menghadapi tawauran seperti melaporkan kepada pihak yang berwajib.
Total Skor
Nilai akhir: (Skor Pilihan Ganda+Skor Uraian)x2,5
299
Kunci Jawaban Uji Kompetensi 5
NO KUNCI SKOR NO KUNCI SKOR
JAWABAN JAWABAN
2 2
1. C 2 6. C 2
2 2
2. A 2 7. B 2
2 2
3. A 8. B
4. B 9. C
5. A 10 A
NO KUNCI JAWABAN SKOR
1. Kerja sama, tolong-menolong, dan saling berbagi yang dilakukan oleh masyarakat 5
dalam menyelesaikan suatu hal disebut dengan istilah gotong royong.
Jawaban peserta didik akan beragam, setidaknya memuat pendapat bahwa
2. gotong royong dilakukan dengan tujuan untuk meringankan pekerjaan, sehingga 5
pekerjaan yang seberat apapun akan terasa ringan dikerjakannya.
a. Kerja bakti membersihkan rumah. 10
b. Kerja bakti membersihkan saluran air.
3. c. Mengumpulkan bantuan untuk korban bencana.
d. Berbagi mainan ketika bermain.
e. Mengerjakan tugas sekolah bersama teman-teman.
a. Jika saluran air sudah bersih, perumahan warga tidak akan kebanjiran. 5
4. b. Terlihat sangat bersemangat menggunakan peralatan dan perlengkapan 5
untuk membersihkan saluran air. 30
Total Skor
Nilai akhir: (Skor Pilihan Ganda+Skor Uraian)x2
300
Glosarium
Bhinneka tunggal ika
Semboyan bangsa Indonesia, bahwa dalam semua perbedaan yang tampak terdapat
kesamaan-kesamaan yang menyatukan.
Capaian pembelajaran
Adalah kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan,
kompetensi, dan akumulasi pengalaman belajar peserta didik.
Dasar negara
Kaidah pokok dalam penyelenggaran negara yang bersumber dari sistem nilai dan
pandangan hidup negara, yang mempunyai kedudukan yang istimewa, kuat dan tidak akan
hancur selama negara yang bersangkutan masih kokoh berdiri.
Deklarasi
Pernyataan yang jelas dan singkat.
Efektif
Tepat guna.
Ekspektasi
Harapan atau keyakinan terhadap sesuatu/seseorang.
Gagasan
Ide, pemikiran.
Gotong royong
Kerja bersama untuk kepentingan bersama atau sebagai bentuk tolong menolong yang
dilakukan secara sukarela.
Hak
Sesuatu yang telah dimiliki manusia.
Identitas nilai-nilai
Ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang yang terbentuk dari pengahayatan
kebiasaan dan budayanya.
Idiologi
Kumpulan ide-ide atau gagasan yang mengandung keyakinan dan mendorong perubahan
untuk suatu upaya perbaikan situasi masyarakat.
Jatidiri
Kekhasan yang ada dalam diri manusia yang terbentuk dari penghyatan nilai-nilai,
kebiasaan atau budaya.
Keberagaman
Perbedaan-perbedaan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.
301
Kebudayaan
Keseluruhan hasil cipta, rasa, karsa dalam bentuk bahasa, seni, ekonomi, teknologi,
ekspresi beragama, cara kerja, dan sistem.
Konstitusi
Hukum dasar yang menjadi pegangan dalam menyelenggarakan negara.
Metode pembelajaran
Merupakan cara yang dilakukan guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator
yang telah ditetapkan.
Model pembelajaran
Merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Nasionalisme
Paham tentang bangsa yang mengandung kesadaran tentang cinta dan semangat tanah
air, memiliki rasa kebanggan sebagai bangsa dan memelihara kehormatan bangsa.
Negara
Suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia-manusia yang berada di bawah suatu
pemerintahan yang sama.
Negara kesatuan
Negara berdaulat yang diselenggarakan sebagai satu kesatuan tunggal, di mana pemerintah
pusat adalah yang tertinggi dan satuan-satuan subnasionalnya hanya enjalankan
kekuasaan-kekuasaan yang dipilih oleh pemerintah pusat untuk didelegasikan.
Nilai
Sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai hakikatnya, sifat-sifat yang penting atau
berguna bagi kemanusiaan.
Norma
Aturan yang mengikat warga suatu kelompok masyarakat.
Observasi
kegiatan mengamati objek tertentu untuk mendapatkan informasi secara langsung.
Patriotisme
Sikap cinta tanah air yang mendorong mampu berkorban untuk kepentingan kemajuan
bangsa dan negara.
Pelajar Pancasila
Perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi
302
global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama:
beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan
global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Pembelajaran
Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan
belajar.
Pengayaan
Adalah kegiatan yang diberikan kepada peserta didik kelompok cepat agar mereka dapat
mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang
dimilikinya.
Penilaian
Proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar
peserta didik.
Peserta didik
Anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses
pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
Refleksi
Aktifitas pikir dan rasa dalam rangka menilasi situasi diri atau situasi lingkungan untuk
menumbuhkan kesadaran yang lebih baik dalam mengaktualisasikan diri.
Strategi pembelajaran
Adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk
menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan peserta didik
menerima dan memahami materi pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan pembelajaran
dapat dikuasainya di akhir kegiatan belajar.
Suku bangsa
Kesatuan hidup atau sekelompok manusia yanga memiliki kesamaan sistem interaksi,
sistem norma, dan identitas yang sama yang menyatukan.
Tujuan pembelajaran
Merupakan gambaran proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik
sesuai dengan capaian pembelajaran.
Value Clarification Technique (VCT)
Teknik pengajaran untuk membantu peserta didik dalam mencari dan menentukan suatu
nilai yang dianggap baik dalam menghadapi suatu persoalan melalui proses menganalisis
nilai yang sudah ada dan tertanam dalam diri peserta didik.
Warga negara
Seseorang yang menurut undang-undang menjadi anggota resmi dari sebuah negara.
303
Daftar Pustaka
Admin. 2018. “Garuda Pancasila”. https://www.sekolahan.co.id/sejarah-lahirnya-
pancasila-sebagai-dasar-negara-indonesia/ dan https://www.sekolahan.
co.id/makna-burung-garuda-pancasila-sebagai-lambang-negara-indonesia-
paling-lengkap, diakses 16 Agustus pukul 17:10.
Asshiddiqie, J. 2005. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Edisi Revisi.
Jakarta: Konpress.
____________. 2006. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi.
Jakarta: BIP.
Bertens, K. 2004. Etika. Jakarta. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Budiardjo, Miriam. 2006. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Darmadi, Hamid. 2007. Dasar Konsep Pendidikan Moral, Landasan Konsep Dasar
dan Implementasinya. Bandung: Alfabeta.
Effendi, Tadjuddin Noer. 2013. Budaya Gotong-Royong Masyarakat dalam Perubahan
Sosial Saat Ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 No. 1. Universitas Gajah
Mada.
El-Muhtaj, M. 2007. Hak Asasi Manusi dalam Konstitusi Indonesia. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group.
Haricahyono, Cheppy. 1995. Dimensi-Dimensi Pendidikan Moral. Semarang: IKIP
Semarang Press.
Joeniarto. 2001. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Kemendikbud, BSE. 2014. Bangga sebagai Bangsa Indonesia, Buku Guru Tema 5.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Kemendikbud, BSE. 2017. Indahnya Kebersamaan, Buku Kelas IV Tema 1. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Khon, Hans. 1961. Nasionalisme; Arti dan Sedjarahnja.Jakarta: PT Pembangunan
Komalasari, Kokom. 2010. Pembelajaran Konstekstual; Konsep dan Aplikasinya.
Bandung: PT Refika Aditama.
Nickel, James W. 1996. Hak Asasi Manusia; Refleksi Filosofis atas Deklarasi
Universal Hak Asasi Manusia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Republik Indonesia.(2002). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945. Jakarta: Sinar Grafika.
304
Riyanto, Astim. 2006. Negara Kesatuan; Konsep, Asas dan Aktualisasinya. Bandung:
Yapemdo.
Soekanto, Soerjono. 1982. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Rajawali Press.
Tim Ganesha Operation. 2013. PASTI FOKUS Pendidikan Kewarganegaraan untuk
Sekolah Dasar. Jakarta: Penerbit Duta.
Undang-Undang RI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.
Winataputra, Udin Saripudin. 2007. Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi: Alternatif
Model Pembelajaran Kreatif-Demokratis untuk Pendidikan Kewarganegaraan.
[Online]. Tersedia: http://www.depdiknas.go.id . html [4 Desember 2007]
305
Profil Penulis
Nama Lengkap : Yusnawan Lubis
E-mail : [email protected]
Alamat Kantor : Jalan Mancogeh No.26 Kota
Tasikmalaya Jawa Barat
Bidang Keahlian : PPKn
No. Sertifikat Kompetensi : 58110 26411 0 0001142 2019
Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:
1. Guru Mata Pelajaran PPKn di SMKN 1 Tasikmalaya Tahun 2009 s.d sekarang.
2. Tutor Mata Kuliah Pemeblajaran PKN di SD dan Materi/Pembelajaran PKn di SD pada Program
Pendidikan Dasar Universitas Terbuka UPBJJ Bandung Tahun 2008 s.d sekarang.
3. Dosen Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di Puskom Amik
Hass Tahun 2012 s.d sekarang.
Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:
1. S2: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) – Sekolah Pascasarjana – Universitas
Pendidikan Indonesia (2007-2009).
2. S1: Jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan (PMPKn) – Fakultas
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial – Universitas Pendidikan Indonesia (2002-2006).
Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):
1. Buku Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/
SMK/MAK Kelas XI diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Tahun 2014
2. Buku Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/
MAK Kelas XI diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Tahun 2014
3. Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2015
4. Buku Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2015
5. Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX diterbitkan
oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2015
6. Buku Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX diterbitkan
oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2015
7. Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI
diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2016
8. Buku Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI
diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2016
9. Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2018.
10. Buku Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2018.
11. Buku Teks Pelajaran Masa Depan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
untuk SMA/MA Kelas X diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Tahun 2018.
306
12. Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Paket C Kelas XI diterbitkan oleh
EASTAR ADHI CITRA Tahun 2019.
13. Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Paket C Kelas XII diterbitkan oleh
EASTAR ADHI CITRA Tahun 2019.
Informasi Lain
Penulis lahir di Tasikmalaya, pada tanggal 27 Juli 1983. Menikah dan dikaruniai tiga orang anak.
Selain sebagai pendidik, penulis juga aktif sebagai Sekretaris Jenderal MGMP PPKn tingkat
Provinsi Jawa Barat (Periode 2017-2020) dan Ketua MGMP PPKn Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun
2019-2021. Selain itu penulis mendapat kepercayaan sebagai Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi
(LSP) SMKN 1 Tasikmalaya sejak tahun 2018. Penulis juga banyak terlibat dalam berbagai kegiatan
pelatihan dan seminar baik tingkat nasional maupun internasional. Pada Tahun 2014, penulis ikut
serta dalam kegiatan Continuous Profesional Development Program For West Java Teachers di
Adelaide, Australia.
307
Profil Penulis
Nama Lengkap : Dwi Nanta Priharto, S.TP.
Email : [email protected]
Instansi : Sekolah Alam Indonesia
Alamat Instansi : Jl. Pembangunan No.51 Cipedak,
Jagakarsa, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta
Bidang Keahlian: Pendidikan Dasar
Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir):
Customer Service Center Lippo Insurance tahun 2014-2015.
Fasilitator/Guru SD Sekolah Alam Indonesia tahun 2015-sekarang.
Riwayat Pendidikan dan Tahun Belajar:
1. SD Negeri Kemanggisan 03 tahun 1992-1999.
2. SMP Negeri Kemanggisan 88 tahun 1999-2002.
3. SMA Negeri 16 Palmerah tahun 2002-2005.
4. S1 UNRAM tahun 2006-2014.
Judul Buku/Karya dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):
1. Kumpulan Cerita “Resonansi Cinta” tahun 2019.
308
Profil Penelaah
Nama Lengkap : Dr. Zaenul Slam, M.Pd
Telp Kantor/HP : 081321872989
Email : [email protected]
Instansi : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Alamat Instansi : Jl. Ir. H. Juanda No 95, Ciputat,
15412, Indonesia
Bidang Keahlian: Pendidikan Kewarganegaraan
Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir):
1. Pengawas SMP (Mata Pelajaran PPKn) Kabupaten Majalengka (2003-2019).
2. Dosen Tidak Tetap UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2015-2019.
3. Dosen Tetap UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2019-Sekarang).
Riwayat Pendidikan dan Tahun Belajar:
1. SDN 1 Suakahaji Kabupaten Majalengka (1973-1979).
2. SMPN 1 Sukahaji Kabupaten Majalengka (1979-1982).
3. SMAN 1 Majalengka (1982-1985).
4. D2 Program Studi PMPKn (1985-1987).
5. S1 UNPAS Bandung Program Studi PMPKn (1990-1993).
6. S2 Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi PKn (2007-2009).
7. S3 Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi PKn (2010-2014).
Judul Buku/Karya dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):
1. Menatap Wajah Pendidikan Indonesia Di Era 4.0 (Book Chapter of Indonesia Lecturer
Associations) Tahun 2020.
2. Metode Penelitian Tindakan Kelas (Teori dan Praktek) Tahun 2020.
Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):
1. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Dalam PAKEM Untuk Meningkatkan Kompetensi
Pedagogik Guru Berbasis Lesson Study Tahun 2016
2. Model Penjaminan Mutu Literasi Sekolah Pada Program West Java Leader’s Reading Tahun
2017.
3. The Technique Of Individual Mentoring Improves School Principle In Implementing Academic
Supervision 2018.
4. Penerapan Model Cooperative Learning Tipe STAD Untuk Meningkatkan Kemampuan
Komunikasi Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Tahun 2019.
5. Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Keterampilan
Kolaboratif Peserta Didik Melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Tahun 2019.
6. The Model GROW ME For Developing Child Friendly School Tahun 2020.
7. The Model of IVAM To Develop Citizens’ Responsibilities In The Pancasila and Citizenship
Education 2020.
309
Nara Sumber/Kegiatan Lain:
1. Master Trainer/Pengajar Diklat Calon Kepala Sekolah/Penguatan Kepala Sekolah LPPKS
Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016 s/d sekarang.
2. Asesor BAN SM baik sekolah Nasional juga Sekolah Pendidikan Kerjasama (SPK) Tahun 2006
hingga sekarang dan SPK Tahun 2015-hingga sekarang.
3. Penelaah Buku PPKn Pusat Perbukuan Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2020.
310
Profil Editor
Nama Lengkap : Nuryadi, M.Pd.
Telp Kantor/HP : 081322947774
Email : [email protected]
Instansi : SMKN Sukasari Sumedang
Alamat Instansi : Buper Kiarapayung Jatinangor
Bidang Keahlian: PKn
Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir):
1. Guru Matpel PKn.
2. Wakasek Hubin 2011-2015.
3. Wakasek Sapras 2015-sekarang.
Riwayat Pendidikan dan Tahun Belajar:
1. SD Negeri V/34 Soka Bandung Tahun 1988.
2. SMP Negeri 22 Bandung Tahun 1991.
3. SMA Negeri 7 Bandung Tahun 1994.
4. IKIP Bandung/ S-1 Jurusan PMPKn Tahun 1994.
5. Universitas Pendidikan Indonesia Bandung/S-2 PKn Tahun 2016.
Judul Buku/Karya dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):
1. Buku Mata Pelajaran PPKn SMA/SMK, Penerbit Humaniora.
Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):
1. Analisis Konsep HAM dalam Buku Teks PPKn untuk Membentuk Karakter Siswa.
311
Profil Desainer Buku dan Ilustrator
Nama Lengkap : Purwanto Apriansyah
Email : [email protected]
Instansi : Sekolah Alam Indonesia
Alamat Instansi : Jl. Pembangunan No.51 Cipedak,
Jagakarsa, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta
Bidang Keahlian: Bahasa Inggris
Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir):
1. NOC (Networking Operation Centre), IM2 (2012-2013).
2. IT Asset Management, Krama Yudha Tiga Berlian (2013).
3. Fasilitator Bahasa Inggris, Sekolah Alam Indonesia (2015-sekarang).
Riwayat Pendidikan dan Tahun Belajar:
4. SDI Amaryliis (1997-2003).
5. SMP Negeri 258 (2003-2006).
6. SMA Negeri 98 Jakarta (2006-2009).
7. D3 PNJ (2009-2012).
Judul Buku/Karya dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):
1. “Belajar Menjadi Pemimpin” tahun 2016.
312