The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelas10_lumpur_dan_hidrolika_lumpur_pengeboran

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2022-08-30 17:52:48

Lumpur Dan Hidrolika Lumpur Pengeboran

Kelas10_lumpur_dan_hidrolika_lumpur_pengeboran

............................................................................. 30
2. Hitung rate optimum (Qopt) dengan persamaan :

............................................................................. 31
3. Perhatikan apakah Qopt tersebut lebih besar dari rate minimum(Qmin).
Jika tidak terpenuhi :
Qopt = Qmin
Pb = Pm – Kp.QZopt.......................................................................32
4. Perhatikan apakah Qopt lebih kecil dari rate maksimum (Qmak)
Jika tidak terpenuhi,
Qopt = Qmak
Pb = Pm – Kp.Qzopt........................................................................(33)
5. Hitung daya yang diperlukan dipermukaan

................................................................................34
6. Perhatikan apakah HPs lebih kecildari daya pompa maksimum
(HPm). Jika tidak terpenuhi, bisa dicoba dengan kondisi yang lain.
7. Hitung luas Nozzle total yang optimum dengan persamaan :

............................................................................ 35

145

b. Kondisi Daya Maksimum
1. Hitung rate optimumdengan menggunakan persamaan :

..............................................................................36
2. Hitung kehilangan tekanan di Bit dengan persamaan :

.....................................................................37
3. Periksa Qopt tidak lebih besar dari Qmak
Jika tidak terpenuhi maka :

......................................................38

4. Periksa Qopt tidak lebih kecil dari Qmin. Jika tidak terpenuhi maka :
Qopt = Qmin

................................................................... 39
5. Hitung tekanan yang diperlukan dipermukaan (Ps)

.............................................................................. 40
146

6. Perhatikan apakah Ps tidak lebih besar dari Pm
Jika tidak terpenuhi coba dengan kondisi Yang lain :
7. Hitung luas Nozzle total optimum, dengan persamaan

............................................................................. 41
c. Kondisi Pertengahan
1. Hitung rate optimum dengan persamaan :

.............................................................................. 42
2. Hitung kehilangan tekanan di Bit

....................................................................... 43
3. Hitung luas Nozzle total optimum

..................................................................................... 44

5.4 Konsep JV
Langkah – langkah untuk menentukan optimasi dalam konsep jet

Velocity
hanya dibagi dua bagian
a. Kondisi Tekanan Maksimum
1. Tentukan rate optimum dengan persamaan :

147

3. Hitung daya yang diperlukan dipermukaan (HPs) dengan
menggunakan persamaan :

4. Perbaikan apakah HPs tidak lebih besar dari daya pompa
maksimum (HPm). Jika tidak terpenuhi, coba dengan kondisi
yang lain

5. Hitung luas Nozzle total dengan menggunakan persamaan :

b. Kondisi Daya Maksimum
1. Tentukan rate optimum dengan menggunakan persamaan :

2. Tentukan kehilangan tekanan di Bit dengan menggunakan
persamaan :

148

3. Hitung tekanan yang diperlukan ini permukaan (Ps) dengan
menggunakan persamaan :

4. Perhatikan apakah Ps tidak lebih besar dari tekanan maksimum
pompa (Pm). Jika tidak terpenuhi, kondisi optimumdalam konsep
Jet Velocity tidak tercapai.

5. Hitung luas total Nozzle dengan menggunakan persamaan :

6.4 Evaluasi Hasil Optimasi
Untuk mengetahui apakah hasil optimasi yang telah dilakukan

betul-betul
naik efeknya atau tidak, ditentukan dengan melihat parameter yang bisa
dievaluasi untuk masing – masing konsep, yaitu sebagai berikut :

a. Konsep BHHP
Evaluasi Dapat dilakukan melalui horse power per Square inches (HSI) di
Bit.

b. Konsep BHI

149

Dalam mengevaluasi hasil optimasi dalam konsep BHI, dilakukan
dengan
menghitung Bit Impact (BIF)

BIF = Ki QPb0.5 (50)

Di konversikan dengan kondisi lapangan, menjadi :

BIF = 1.73.10-2 Q(ρm.Pρ)0.5 (

c. Konsep JV
Dalam konsep ini evaluasi bisa dilakukan melalui kecepatan aliran di Bit
(Vb).

Dikonversikan dengan kondisi lapangan, menjadi :

Hasil evaluasi yang didapat hanya dipakai membandingkan satu
kasusyang sama yang dikerjakan dengan metoda/konsep yang sama
antarakondisi lapangan yang sedang dipakai dengan perhitungan optimasi
yangdidapat, sedangkan untuk membandingkan tiap konsep dengan
konseplainnya tidak dapat dilakukan, karena satu sama lain seperti
telahdijelaskan sebelumnya mempunnyai kelebihan – kelebihanpada
konsepmasing-masing.

6. Contoh Soal
Kedalaman : 6000 ft
Rate minimum : 444 gpm

150

Rate maksimum : 762 gpm
Daya maksimum : 1388
Tekanan permukaan maksimum : 2145 psi
Densitas lumpur : l9.2 ppg
Dari Slow Pump Rate test diperoleh :
Pp1 = 560 psi Q1 = 432 gpm
Pp2 = 155 psi Q2 = 211 gpm
Berdasarkan optimasi dengan konsep BHHP, BHI, dan JV dari data-data
diatas, ditentukan :
1. Rate Optimum
2. Tekanan permukaan yang digunakan
3. Kehilangan tekanan di Bit
4. Kombinasi ukuran Nozzle optimum

151

REFERENSI

1. Adam, Neal, J. : “Drilling Engineering, Complete Well Planing
Approach“, Penn Well Publishing Company, Tulsa, Oklahoma, 1985.
2. Kaswir Badu, “Drilling Fluids and Hydraulic”, Diktat Advanced Drilling,
Pusdiklat Migas, 2008
3. Rabia, H., “Oil Well Drilling Engineering Principles and Practice”,
University of New Castle, UK, 1985.

152


Click to View FlipBook Version