The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2023-08-09 18:51:34

Ringkasan Aqidah Para Salaf EBS

Ringkasan Aqidah Para Salaf EBS

ÍgÃ@H·?ffÍiÊSÈ·? ÍgG@¨·?ff®ÙjÚ?ffb@°L£?ffœ RINGKASAN AQIDAH PARA SALAF Penyusun: Syaikh Abdullah Bin Mahmud Al Kannash Dikoreksi dan diberi pengantar: Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abdullah Bin Abdurrahman As-Sa’d hafidzahullah


ÍgÃ@H·?ffÍiÊSÈ·? ÍgG@¨·?ff®ÙjÚ?ffb@°L£?ffœff Judul asli: AL WAJIZATUL BAHIRAH FI I’TIQADIL ASLAFIL GHABIRAH Penulis: Abdullah Mahmud Al Kannash Edisi indonesia: RINGKASAN AQIDAH PARA SALAF Penerjemah: M Usamah Az Zaid Murajaah: Abu Ibrahim Muhammad Ali AM Maghfiroh Ahmad S.Pd.I (Cetakan ke-1, Jumadal Ula 1442 H) Hak cetak dan penerjemahan terbuka bagi setiap muslim dan muslimah dengan syarat tidak mengurangi kandungan isi buku.


Semoga Allah mengampuni orang yang menyebarkannya, membantu penyebarannya, yang mempelajari dan mengajarkannya, serta orang yang menghafal dan memberikan motivasi untuk menghafalnya. ----------------------------------------------------------------------------- Untuk menghubungi bagian kantor dakwah Syaikh al Kannash: +905348611443 (Whatsapp)


iv Ringkasan Aqidah Para Salaf KATA PENGANTAR Oleh Fadhilatu Asy-Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman As-Sa’d Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya. Barangsiapa yang diberikan petunjuk oleh-Nya maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan siapa yang telah disesatkan maka tidak ada yang bisa memberikan petunjuk terhadapnya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Illah yang berhak untuk diibadahi melainkan hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du: Sungguh saya telah melihat risalah yang ditulis oleh Al-Akh Asy-Syaikh Abdullah bin Mahmud Al Kannash tentang penjelasan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Saya menjumpai buku tersebut baik, bermanfaat, dan telah mencapai tujuan. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan, memberikan keberkahan kepadanya, dan menjadikannya bermanfaat bagi islam dan kaum muslimin. Didiktekan oleh Abdullah Bin Abdurrahman As-Sa’d 4-1 1442 H


Pengantar Penerjemah v PENGANTAR PENERJEMAH Mengenal aqidah yang benar merupakan kewajiban yang paling utama. Sebelum mempelajari shalat, puasa, zakat, haji dan berbagai hal seseorang harus mengetahui aqidah yang benar. Lantaran aqidah merupakan pondasi agama seseorang. Allah ᕠ berfirman: ǵŗǴŗdzŗŗDzŗŗDZŗǰ “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah.” (QS.. Muhammad: 19) Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: .M Ì Ē ö PQ ŅĒ H P * P JQ ¯.Ē ĈR ,P P ȄR , P Ĉ T H P *.T J Q Ì P ü T Õ P Ȼ Ē ŠP Ç P :¸Ē ǽ. P ñR¾¸ P ì Q * T H P * Q 1T ÎɏR Q * R¯. Q FT ý Q ÑP 8 “Aku diperintahkan memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah...”1 Syahadat La Ilaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah merupakan syiar aqidah.2 Selain itu, aqidah Islamiyah adalah satu satunya aqidah yang dapat mewujudkan kebahagiaan, ketenangan, serta tercapainya stabilitas keamanan. Allah ᕠ berfirman: šŗŗŠŗşŗŞŗŝŗŜŗśŗŚŗřŗŘ Ţ 1 HR. Al Bukhari dan Muslim. 2 Al Usus Al Masyidah fi at Tauhid wa al Aqidah, karya Syaikh Akram bin Muhammad Ziyadah Al Faluji Al Atsari hal. 94.


vi Ringkasan Aqidah Para Salaf “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. AlAn’am: 82) Meski kedudukan aqidah dalam agama sangatlah besar. Namun belakangan ini materi aqidah seringkali dinomorduakan. Tentunya dengan berbagai macam alasan yang sejatinya tidak tepat. Dampak dari hal tersebut banyak kita jumpai di kalangan masyarakat yang belum mengetahui aqidah yang benar. Kebanyakan mereka hanya ikut-ikutan. Padahal tidak sedikit dari keyakinan yang beredar di tengah masyarakat tidak sesuai dengan petunjuk Allah dan rasulNya. Ini merupakan sebuah risalah ringkas yang ditulis oleh Syaikh Abdullah Mahmud al Kannash hafidzahullah. Beliau menjelaskan secara global jalan para salaf dalam beraqidah. Beliau hafidzahullah juga menyertakan dalil dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Meski tidak terlalu tebal namun buku ini sangat bermanfaat. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada penulis dan juga kepada buku ini. Terakhir, penerjemah ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap pihak yang sudah berpartisipasi terbitnya terjemahan ini. Terkhusus kepada Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali hafidzahullah dan bibi kami Ustadzah Maghfiroh Ahmad S.Pd hafidzahallah yang telah berkenan meluangkan waktu untuk mengkoreksi terjemahan kami. Semoga Allah menjadikan amalan tersebut sebagai pemberat timbangan amal kebaikan bagi keduanya kelak pada hari kiamat. Amin. Metro, 10 Agustus 2020 Penerjemah, M Usamah Az Zaid


Pengantar Penerjemah vii


viii Ringkasan Aqidah Para Salaf ôāÇÎɎ.÷ʼnÎɎ.¯.ôÒȷ Ì亸õ* ¯.FýÑ8ȂGĉÒɎ.00ĉØɎ.J¯ÌöŁ. CĉÑĄ.6¸í¿ã.Ɨ0Îû¸Ǻ.0LJÄýɎ./¸¿ï¼Ňξ¼ËÒȺ¸ø*ÎìÌíé ¯.úáêÇ<¸ùðɎ.¯.Ì»ãÉāÕóɎ0κ¸çò. ¼Ç6¸íò.(¸ÞÊĄ.¸üāéÌĤĈJ ñ׹ò¼íé.ýɏ¼ŇƳɎ.IÍû¸øÌÄýé ǐöóÒŋ.JGĉÑĆ.IÌüÄñȲºJôÄƳŋ¸ºJ¸üº¯.âêø¼ŇƳóɎ úāé¯.E8¸ºJ ¹óÞŋ.Ì»ãɲÌöŅôāû.κ,ýº*ú»¿ï H.J8ýѸºƩĉÑĆ.¼ùÒɎ.ÌüäõƗ IY\\ZFJĄ.âāɊ8 Za ¼āìǮɎ.KJ¸Ä و


Pengantar Penerjemah ix Segala puji hanya milik Allah, shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah. Amma ba’du: Telah kami baca terjemahan buku “Al-Wajizatul Bahiroh Fi I’tiqadil Aslafil Ghabirah” karya Syaikh Abdullah Mahmud Al-Kannash semoga Allah menjaganya. Kami jumpai terjemahan ini sesuai dengan buku aslinya. Tidak kami jumpai kesalahan yang merusak dalam terjemahan. Semoga Allah memberikan manfaat dengan sebab terjemahan tersebut serta penerjemahnya dan kesungguhannya kepada Islam dan kaum muslimin. Dan semoga Allah mencurahkan keberkahan kepadanya. Ditulis: Abu Ibrahim Muhammad Ali Abdul Muthalib Di Ma’had As Sunnah Al Islami – Pasuruan – Jawa Timur 29 Rabiul Awal 1442 H


x Ringkasan Aqidah Para Salaf DAFTAR ISI Kata Pengantar ........................................................................................ iv Pengantar Penerjemah ........................................................................... v Daffar Isi .................................................................................................. x Pendahuluan ............................................................................................ 1 Bepegang Teguh Dengan Pemahaman Para Salaf............................... 4 Meninggalkan Berbagai Bid’ah dan Bahaya Kebid’ahan .................... 5 Dua Rukun Syahadat .............................................................................. 6 Rukun-rukun Iman, dan Kandungan Masing-masing Rukun.......... 7 A. Beriman Kepada Allah Serta Kandungan Nya .............................. 7 1. Beriman Terhadap Wujud Allah.................................................. 7 2. Beriman Terhadap Rububiyah Allah........................................... 7 3. Beriman Terhadap Uluhiyah Allah ............................................. 8 4. Beriman Terhadap Nama-nama dan Sifat-sifat Allah............... 9 B. Beriman Kepada Malaikat Serta Kandungan Nya......................... 13 C. Beriman Kepada Kitab Kitab Serta Kandungan Nya.................... 13 D. Beriman Kepada Para Rasul dan Kandungan Nya........................ 14 E. Beriman Kepada Hari Akhir dan Kandungan Nya ....................... 15 F. Beriman Kepada Takdir Baik dan Buruk Serta Kandungan Nya 29 Dosa yang Paling Besar .......................................................................... 32 Al Qur’an Adalah Firman Allah............................................................ 34 Iman Berupa Ucapan dan Perbuatan, Bertambah dan Berkurang ... 35 Keyakinan Kami Terhadap Para Sahabat Rasulullah  .................... 36 Tidak Memberontak Kepada Penguasa dan Bermakmum Kepada Mereka yang Baik Maupun Durjana..................................................... 37 Kami Tidak Mengkafirkan Seorang Pun Dari Ahli Kiblat................. 39 Penutup..................................................................................................... 40


Pendahuluan 1 ôāÇÎɎ.÷ʼnÎɎ.¯.ôÒȷ PENDAHULUAN Dengan menyebut nama Allah. Segala puji hanya milik Allah semata, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga beliau, para sahabat, serta orang yang mengikuti sunnah beliau hingga hari pembalasan. Amma ba’du: Ini adalah sebuah risalah ringkas, di dalamnya saya jelaskan secara global I’tiqad (keyakinan) para salaf rahimahumullah. Saya persembahkan kitab tersebut dalam rangka memberikan nasehat kepada umat Islam supaya mengikuti petunjuk para pendahulu mereka serta menjauhi kebid’ahan yang diusung oleh orang-orang belakangan. Sebelum lebih jauh dalam mempelajari ilmu aqidah hendaknya seorang muslim mengetahui beberapa kaedah berikut ini. Apabila benar benar memahami dan mengamalkannya dengan izin Allah dia akan beruntung. Kaedah tersebut adalah: 1. Sesungguhnya ilmu aqidah tidak diambil kecuali dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. 2. Nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menjelaskan tentang pembahasan aqidah tidaklah dipahami kecuali dengan pemahaman para salafus shalih. 3. Menahan diri dari sifat tamak ingin mengetahui perkara yang ghaib. 4. Ketahuilah bahwa ilmu kalam yang telah diusung oleh kelompok kelompok sesat adalah tercela dengan kesepakatan para salaf. Sebagaimana yang telah dinukil dari imam Malik, asy-Syafi’i, Ibnu Hanbal dan lainnya. 5. Apabila pendapat para ulama salaf berbeda dengan ulama kholaf maka diambil perkataan ulama salaf dan ditolak ucapan ulama kholaf. Hal ini tidak diragukan lagi, sehingga kita tidak meninggalkan


2 Ringkasan Aqidah Para Salaf ucapan orang yang telah mendapat rekomendasi Allah dari atas langit yang tujuh lalu mengambil ucapan orang yang telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa kebid’ahan akan banyak terjadi pada zaman mereka. Hanya kepada Allah saya memohon agar menjadikan manfaat dari buku tersebut bisa meluas, serta mengampuni segala kekeliruan, dan memberikan petunjuk kebenaran dalam urusan kami ini. Dan semoga Allah menjadikan amal ini ikhlas hanya mengharap wajah Allah semata serta semoga menjadi amal yang diterima dan dapat memberikan manfaat kepadaku kelak pada hari saat aku dikuburkan. Wa shallallahu ‘ala Muhammad, wal hamdu lillahi rabbil ‘alamin.


Pendahuluan 3 Kepada saudaraku yang mulia pembaca kitab ini: x Buanglah rasa fanatik; x Jauhilah hawa nafsu; x Tinggalkan pendapat pendapat yang menyelisihi para salafus shalih; x Ingatlah bahwa engkau akan dimintai pertanggungjawaban dan dihisab atas iitiba’ kepada Nabi bukan tentang yang lainnya: ƯŗƮŗƭŗƬŗƫŗƪŗƩ “Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman, “Apakah jawabanmu terhadap para rasul?” (QS. Al-Qashash: 65)


4 Ringkasan Aqidah Para Salaf BERPEGANG TEGUH DENGAN PEMAHAMAN PARA SALAF Keyakinan kami - dengannya kami beribadah kepada Allah - adalah berpegang teguh dengan jalan yang para salaf rahimahumullah berada di atasnya, tidak menyimpang darinya meski seujung jari. Para salaf adalah orang orang yang diberikan rekomendasi langsung dari atas langit ke tujuh dan Allah mengancam orang yang menyelisihi mereka dengan adzab. Allah berfirman: ƀŗſŗžŗŽŗżŗŻŗźŗŹŗŸŗŷŗŶŗŵ ƊŗƉŗƈŗƇƆŗƅŗƄŗƃŗƂŗƁ “Dan barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa: 115) Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam - yang tidak berbicara dengan hawa nafsu - juga telah memberikan rekomendasi terhadap mereka, beliau bersabda: T ô Q ü P ȫý Q ó P Ā P ÷ĀR Ē Ȇ.Ē ô Q Ȫ T ô Q ü P ȫý Q ó P Ā P ÷ĀR Ē Ȇ.Ē ô Q Ȫ ȕR T Î P ì:¸ R Ē ǽ.QT ƷP Ê “Sebaik-baik orang adalah generasiku, kemudian setelahnya, kemudian setelah mereka.”3 Maka barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah dalam kondisi selamat dan diampuni hendaknya dia menggigit apa yang menjadi keyakinan para salaf dengan gigi geraham. 3 Dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. 6429 Kitab ar Riqaq, bab Ma Yuhdzaru min Zahroti ad Dun-ya wa at Tanafusi fiha.


Meninggalkan Berbagai Bid’ah 5 MENINGGALKAN BERBAGAI BID’AH DAN BAHAYA KEBID’AHAN Ketahuilah - semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu - bahwa Allah  telah menyempurnakan agama-Nya. Dia berfirman: ƌŗƋŗƊŗƉŗƈŗƇŗƆŗƅŗƄŗƃŗƂ “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah: 3) Maka masing-masing kita wajib untuk berkomitmen terhadap syariat agama yang agung ini, serta meninggalkan kebid’ahan dan penyimpangan yang diada-adakan oleh para manusia. Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, N ¼ P ò P ĉ P Ú¼O P ã T ÌR º QQ ȣP J “Dan setiap perbuatan bid’ah adalah sesat.”4 Pelaku kebid’ahan pada hakekatnya adalah orang yang mengkoreksi Allah dan rasul-Nya. Dan kebid’ahan juga merupakan sebab hilangnya sunnah. Karena itu berhati hatilah - semoga Allah menjagamu- dari membuat perkara yang baru di dalam agama lantas manusia berjalan di atas hal tersebut, karena itu akan menjadi kejelekan jariyah bagi dirimu. Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam agama berarti dia telah membuka pintu kesesatan dan perpecahan antara kaum muslimin. Mustahil umat ini bisa bersatu di atas selain pemahaman para salaf. Akhir umat ini tidak akan pernah menjadi baik kecuali dengan sesuatu yang dengannya para orang terdahulu menjadi baik. 4 Dikeluarkan oleh Muslim. No 871 riwayat tanpa pengulangan. Cet Dar at Ta’shil.


6 Ringkasan Aqidah Para Salaf ffi ȍ       Ȏ Dua rukun syahadat La Ilaha illa Allah adalah an nafyu (peniadaan) dan al itsbat (penetapan). Penafiyan terdapat pada lafadz la Ilaha, yaitu menafikan segala peribadatan dari selain Allah. Sedangkan Al itsbat terdapat pada lafadz illa Allah yaitu menetapkan peribadatan hanya kepada Allah semata. Makna syahadat La ilaha illa Allah adalah tidak ada dzat yang berhak diibadahi melainkan Allah. Barangsiapa yang memalingkan ibadah apapun kepada selain Allah sungguh dia telah membuat tandingan bagiNya. Dan orang tersebut berhak mendapatkan hukuman dari Allah. Dan kami juga berikrar bahwa Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para nabi dan penghulu para makhluk seluruhnya. Beliau harus ditaati perintahnya; kita tidak beribadah melainkan dengan apa yang telah beliau syariatkan. Demikian pula harus dibenarkan segala yang beliau beritakan, lantaran beliau adalah sosok yang benar dan dibenarkan. Beliau tidak mungkin berbicara berdasarkan hawa nafsu. Seseorang tidak akan dianggap benar dalam beriman kecuali apabila dia telah benar dalam syahadat ini, mengamalkan konsekuensinya dan tidak menerjang pembatalnya.


Rukun-rukun Iman 7 ǧ ǡ MASING MASING RUKUN Rukun iman ada enam, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: R 8 P Ì P í T ò¸R º P ÷õR T ³ Q ¾ P JR ÎÊĂ. R GR T ýP T Ǿ.P JúRR ó Q ÑQ 8P JúRR » Q ¿ Q Ƞ P JúRR ¿ P ȲR¶ P ĉP õP JR¯¸R º P ÷õR T ³ Q ¾ T H P * RI ĕ P ǪP JRI R T ƷP Ê “Engkau beriman kepada Allah, para malaikat, kitab kitab, para rasul, serta hari akhir. Dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”5 A. BERIMAN KEPADA ALLAH SERTA KANDUNGANNYA Seseorang tidak akan dianggap sempurna dalam beriman kepada Allah sampai dia beriman dengan empat perkara: 1. Beriman terhadap wujud Allah Beriman bahwa Allah Ta’ala ada sejak dahulu dan akan senantiasa ada dan tidak akan fana: ǤŗǣŗǢŗǡŗǠŗǟǞŗǝŗǜŗǛŗǚ “Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadid: 3) 2. Beriman terhadap Rububiyah Allah Maknanya seseorang beriman bahwa Allah adalah Dzat yang maha menciptakan, maha memberi rizki, dan maha mengatur alam semesta. Singkatnya dia mengesakan Allah dalam semua perbuatan-Nya. 5 Dikeluarkan oleh Muslim no (1) Kitabul Iman, cet. Dar at Ta’shil.


8 Ringkasan Aqidah Para Salaf 3. Beriman terhadap Uluhiyah Allah Itulah hakekat tauhid yang karenanya diutus para rasul. Maknanya adalah mengesakan Allah dengan perbuatan hamba, tidak menujukan peribadatan apapun baik dalam bentuk shalat, puasa, zakat, rasa takut, kecintaan, kecemasan, ketundukan, nazar dan ibadah lainnya melainkan hanya kepada Allah. Jenis tauhid ini barangsiapa yang tidak beriman terhadapnya maka dia dianggap kafir dan kelak akan kekal di neraka Jahanam. Ibadah ialah sebutan untuk segala hal yang dicintai dan diridhai oleh Allah, berupa ucapan dan perbuatan, yang dzahir maupun yang bathin. 6 Ibadah tidak boleh ditujukan kecuali kepada yang berhak, yaitu Allah semata. Tidak diperkenankan untuk ditujukan kepada malaikat, rasul, pohon, batu, dan manusia. Barangsiapa yang memalingkan peribadatan tersebut kepada selain Allah sungguh dia telah berbuat kesyirikan. Allah disembah atas dasar kecintaan, rasa takut, dan pengharapan. Allah berfirman, ƐŗƏƎŗŗƍŗƌŗƋŗƊŗƉŗƈŗƇŗƆŗƅŗƄ ƔŗƓŗƒŗƑ “Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 165) Dia juga berfirman, ǓŗǒŗǑŗŗǐŗǏŗǎŗǍŗnj “Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan 6 Kitab al Ubudiyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hal: 44 tahqiq Muhammad Zuhair asy Syawis.


Rukun-rukun Iman 9 mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas.” (QS. AlAnbiya’: 90) Amalan tidak akan diterima kecuali yang dilakukan dengan ikhlas hanya mengharap wajah Allah Ta’ala, ƪŗƩŗƨŗƧŗƦŗƥŗƤŗƣŗƢŗơŗƠŗƟ ưŗƯŗƮŗƭŗƬƫ “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah: 5) serta sesuai dengan sunnah rasul Nya shallalahu ‘alaihi wa sallam: đ 6 P 8P ý Q ü P ȯQ ú T ùõ R P ÐT Ʉ P ò¸P õ.P Í P û¸P ø R Î T ɏ P *T ƗR P 2P ÌT Ç P * T ÷P õ “Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan darinya maka dia tertolak.”7 4. Beriman terhadap Nama-nama dan Sifat-sifat Allah Kami menetapkan nama dan sifat yang Allah tetapkan bagi diriNya atau ditetapkan oleh rasulNya  tanpa adanya tahrif (penyelewengan), ta’thil (menafikan), tamtsil (menyamakan), dan takyif (membagaimanakan). Kami menetapkan bagi Allah sifat tangan yang sesuai dengan keagungan Nya: šŗŠŗşŗŞ “Tangan Allah di atas tangan mereka.” (QS. Al-Fath: 10) 7 HR. Al Bukhari no (2697): kitab as Sulh, bab Idza Isthalahu ala Shulhi Jaur fa as Sulhu Mardud. Dan Muslim (1766) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil.


10 Ringkasan Aqidah Para Salaf Kami menetapkan bagi Allah sifat istiwa’ yang sesuai dengan keagungan-Nya: ƓŗƒŗƑŗŗƐ “(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (QS. fflaha: 5) Dan Allah memiliki wajah yang sesuai dengan keagunganNya: ơŗƠŗƟŗƞŗƝ “Segalanya akan binasa kecuali wajah-Nya.” (QS. Al-Qashash: 88) Demikian pula kami menetapkan bahwa Allah memiliki sifat tertawa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: P ¼ Ē ù P Ŀ. Q ñQ ÊT Ì P P ö Q û P ĉRïP Î P ÊĂ.¸P ö Q û Q ÌP Ç P * Q ñ Q ¿ T í P Ȭ R T ǐP ó Q Ä8 P ƤR ,Q ¯. Q îP È T ÛP Ā “Allah tertawa terhadap dua orang laki laki yang saling membunuh lantas keduanya masuk ke dalam surga.”8 Allah juga memiliki sifat takjub. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: P ¼ P ó T ā Ē óɎ.¸P ö Q ðêR T ā P ÛR º¸P ö Q ðäāR R ù P × T ÷õ R Q ¯. P ¹ÅR P ã T Ì P ì “Sungguh Allah takjub dengan yang telah kalian perbuat terhadap tamu kalian berdua tadi malam.”9 Allah juga memiliki sifat cinta: ưŗƯ 8 HR. Al Bukhari (2826) kitab Jihad wa as Sair, bab al Kafir Yaqtulu al Muslim Tsumma Yuslimu fa Ysaddadu Ba’du wa Yaqtulu. Dan Muslim no (1941) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil. 9 Dikeluarkan oleh Muslim (2112) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil.


Rukun-rukun Iman 11 “Allah cinta kepada mereka dan merekapun juga mencintai Allah.” (QS. Al-Maidah: 54) Dan Allah juga memiliki sifat ridha: ũŗŨŗŧŗŦŗť “Allah ridha kepada mereka dan mereka juga ridha kepada Allah.” (QS. Al-Bayyinah: 5) Allah juga turun ke langit dunia sesuai dengan keagungan Nya, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda P FP Ï P ø Q FĒ JĄ. R ñ T ā Ē óɎ. Q ÀQ ó Q Á P ¹P û P 7.7, Ē ŠÇ Q ñR ü T ö Q Ȭ P Ƥ¸P ä P ȩ P JP EP 8¸P » P ȩP ¯.Ē H, ÷õ R T ñû'¹O R¶¸¾÷õ R T ñû'O ÎêR T ç P ¿ T ÒQ ɏ÷õ R T ñû Q FýíP āé ¸āT ø ē ȅ.R(¸ö Ē ÒɎ.Ƥ, Q Î T ÅP êò.P ÎÅR P ê T ù P Ȭ Ē ŠÇ'@.6÷ O õ R T ñû' O ñR¶¸Ñ Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala menunda hingga hilang sepertiga malam yang pertama. Allah turun ke langit dunia seraya berkata:”Adakah orang yang meminta ampun? Adakah orang yang bertaubat? Adakah orang yang meminta? Adakah orang yang berdo’a?”hingga terbit fajar. 10 Dan kami juga menetapkan bahwa Allah memiliki sifat marah: ƴŗƳŗƲŗƱŗưŗƯ “Maka ketika mereka membuat Kami marah, Kami hukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya.” (QS. Az-Zukhruf: 55) Dan kami juga tidak mempermisalkan sifat-sifatNya dengan sifat para hamba-Nya. Dan kami juga tidak pula menolaknya: ŮŗŭŗŗŬŗūŪŗŗŗũŗŨ “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha 10 Dikeluarkan oleh Muslim (5/759) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil.


12 Ringkasan Aqidah Para Salaf Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11) Kami menetapkan bagi Allah nama-nama yang Dia tetapkan sendiri untuk diri-Nya, dan yang ditetapkan oleh Rasul-Nya shallalahu ‘alaihi wa sallam. Nama-nama Allah tidak terbatas dengan bilangan tertentu, sebagaimana yang telah datang dalam doa beliau, Ē ƗR =¸ O P õP EÌR P āR ȨT ŧR P ā׸ R P ø P îR ¿ P õ P * Q ÷T Ȩ.P EÌR T » P ȭ Q ÷T Ȩ.P EQ Ì T » P ȭT S ŚRR ,Ē ô Q üóɎ. P î P ÒT ê P ȫúRR º P ½T ā Ē ö P Ñ P î P ɎP ý Q ûôO T Ñ. S R ñQ ȲR º P î Q Ɏ P ² T Ñ P *P E Q +¸ P Û P ìĒ ƗR N F T Ì P ã P îQ ö T ðQ Ç T ƗR úRR º P 1T Î P Á T ² P ¿ T Ñ.T J P * P îR º¸P ¿RïT ƗR Q ú P T ǻP Ï T ø P *T J P * P îíR T ó P Ê T ÷õ. R M ÌP Ç P *Q ú P ¿ T ö Ē ó P ãT J P * P ( P ĉP ÄP J T LR 8 T Ì P ×P 8T ý Q ø P J T R Ŧ T ó P ì P â T ā R Ɋ P 8P H)T Î Q í T ò. P ñP ä T P ġ T H P *P EP Ì T ùã R ¹R T ā P ç T ò.ôR T óãR T S ƫR P û P /¸P û P 7 P JT ȕR T Ï Q Ç “Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba lakilaki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku. Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai penyejuk hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku.”11 Nama-nama Allah maha indah: ǑŗǐŗǏ “Dia memiliki nama-nama yang indah.” (Al-Hasyr: 24) 11 HR. Ahmad no (3712) Musnad al Muktsirun min ash Shahabah, musnad Abdullah bin Mas’ud. Cet. Dar ar risalah. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam As Silsilah as Shahihah (199).


Rukun-rukun Iman 13 Dan sifat-sifatNya maha tinggi, tidak ada cacat padanya dari sisi manapun. B. BERIMAN KEPADA MALAIKAT SERTA KANDUNGANNYA Beriman kepada para malaikat: 1. Kami beriman bahwa para malaikat benar adanya dan mereka diciptakan dari cahaya. Mereka mentaati Allah serta tidak pernah menyelisihi perintah Nya: ǖŗǕŗǔŗǓŗǒŗǑŗǐŗǏ “Yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6) 2. Dan kami juga beriman dengan malaikat yang diketahui namanya seperti; Jibril, Mikail, dan Malik. 3. Dan kami juga beriman bahwa mereka dikaruniai kemampuan yang luar biasa. Masing-masing mereka memiliki tugas, Jibril ditugaskan untuk menyampaikan wahyu, Mikail ditugaskan untuk menurunkan hujan, dan Malik ditugaskan untuk menjaga api neraka. C. BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB SERTA KANDUNGANNYA Kami beriman bahwasanya Allah telah menurunkan kitab-kitab, seperti Taurat, Injil, Suhuf (lembaran) Musa. Dan kami juga beriman bahwasanya Al Qur’an menghapus kitab-kitab tersebut. Allah taala berfirman, ƏŗƎŗƍŗƌŗƋŗƊŗƉŗƈŗŗƇŗƆ ƑŗƐ “Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad)


14 Ringkasan Aqidah Para Salaf dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya.” (QS. Al-Maidah: 48) Semua kitab tersebut datang dengan membawa ajaran tauhid yang murni untuk Allah Dzat yang maha mulia, meskipun berbeda dalam hukum dan tanggung jawab amalan, ťŗŤŗŗŗţŗŢŗšŗŠŗşŗŞŗŝŗŜŗśŗŚŗřŗŘ “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Mu Ŧhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya’: 25) D. IMAN KEPADA PARA RASUL DAN KANDUNGANNYA Beriman kepada para rasul mencakup: 1. Kami beriman bahwa Allah mengutus para rasul yang menyampaikan agama-Nya untuk menegakkan hujjah atas segenap makhluk, ƔŗƓŗƒŗƑŗƐƏŗƎŗƍŗƌŗƋŗƊŗƉŗƈ “…agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. An-Nisa’: 165) 2. Kami beriman dengan rasul yang disebutkan namanya oleh Allah dalam Al Qur’an Al Karim. Kami juga beriman bahwa Allah mengutus para rasul selain mereka. Dan Dia yang maha mengetahui jumlah bilangan mereka. ƋŗƊŗƉŗŗŗƈŗƇŗƆŗƅ “Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan.” (QS. Fathir: 24)


Rukun-rukun Iman 15 3. Kami beriman bahwa kemuliaan mereka bertingkat tingkat. Yang paling mulia diantara mereka secara mutlak adalah nabi kita Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian para rasul ulul azmi: Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa. 4. Semua rasul diutus dengan membawa ajaran tauhid dan peribadatan murni hanya kepada Allah semata: ƄŗƃŗƂŗƁŗƀŗſŗžŗŽŗżŗŻ ƅ “Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan),”Sembahlah Allah, dan jauhilah taghut.” (QS. An-Nahl: 36) E. BERIMAN KEPADA HARI AKHIR DAN KANDUNGANNYA 1. Kami beriman bahwa tempat kembali semua manusia kepada Allah. Dia akan menghisab mereka atas apa yang telah dilakukan. Barangsiapa yang berbuat kesyirikan maka akan dihukum kekal di dalam neraka Jahanam. Allah berfirman: ƹŗƸŗƷŗƶƵŗƴŗƳŗƲŗƱŗưŗƯŗƮŗƭŗƬŗƫŗƪŗƩ ƽŗŗƼŗƻŗƺ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’: 48) Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah dalam kondisi telah bertaubat dari dosa yang telah dilakukannya maka sungguh Allah akan mengampuninya. Allah berfirman:


16 Ringkasan Aqidah Para Salaf ƞŗƝŗƜŗƛŗƚŗƙŗƘŗƗŗŗŗƖŗƕŗƔŗƓ “Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaaffan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Asy-Syura: 25) Dan barangsiapa yang bertemu denganNya dalam kondisi bermaksiat maka orang tersebut berada di bawah kehendak Allah. Bila berkehendak Dia akan menghukumnya sebagai bentuk keadilan, Dan bila berkehendak pula Dia akan mengampuninya sebagai bentuk karunia. Tidak akan kekal di dalam neraka orang yang memiliki pokok tauhid. Dia akan diadzab sesuai dengan dosanya kemudian dikeluarkan menuju syurga. 2. Kami beriman dengan adzab dan nikmat kubur, dan juga beriman pula bahwa masing-masing manusia akan ditanya di alam kubur tentang tiga perkara: siapa Rabbmu, apa agamamu, dan siapa rasulmu? Rasulullah  bersabda: P @T Î P ì Q â P ö T ÒP Ʉ P òQ ú Ē ø R ɉ P JQ ú Q º¸ P È T × P *Q ú T ù P ȭ Ē ȞP ý P ¾ P JRI R T Ʊ P ȰƗR P âÚR Q J.P 7R , P Ì T » P ä T ò.Ē HR , R ñQ Ä Ē ÎɎ..P Í P ûƗR Q FýQ í P ȩ P ½T ù Q ï¸P õHR P Ĉý Q í P ā P ȯúRRø. P ÌäR T í Q ā P ȯHR P ǔ P ó P ɏQ I¸P ¾ P *T ôR üRɎ¸P äRø R¯. Q Ì T » P ȭQ ú Ē ø P Ɇ Q Ì P ü T Ô P * Q FýQ í P ā P ȯ Q ÷õR T ³ Q ö T Ɏ.¸Ē õ P ² P éP ô Ē ó P ÑP JúR T ā P ó P ãQ ¯. Ē Ʀ P ×ÌO Ē ö P ÈQ öRɎ .M Ì P ä T í P õúRR º Q ¯. P î P Ɏ P Ì T º P * T Ì P ìR 8¸Ē ǽ. T ÷õ R P EÌR P ä T í P õ P ƤR ,T Î Q á T ȫ.HĈ¸P í Q ā P ȯQ Q ȄýQ ÑP 8P J Q FýQ í P ȩ P ½T ù Q ï¸P õQ P Ȅ Q F¸P í Q ā P ȯ Q ëRé¸P ù Q ö T Ɏ.P JQ ÎRé P ǔ T ò.¸Ē õ P * P J¸M äāRP ҸP ö Q û.PP Ʒ P ȯ¼R Ē ù P T Ŀ. T ÷õR P ĈHĈ¸P í Q ā P ȯ Q :¸Ē ǽ. Q FýQ í P Ȭ¸P õ Q FýQ ì P * Q ½T ù Q ïLR 8 T 6 P * P Ĉ Q FýQ í P ā P ȯ R ñQ Ä Ē ÎɎ..P Í P ûƗR M ¼ P ÈT ā P × Q ÆāØR P ā P ȯM ¼ P Ɋ T P DzÌĀO ÌR P Ç T ÷õDR R 8¸ P ÞR º Q /P T ǶQ ɋ P J P ½T ā P ó P ¾ P ĈP J P ½T ɋ P 8 P 6 R T ǐP ó P í Ē Ǽ.PT ƷP ȮúāR R ó P Ā T ÷P õ¸P ü Q ä P ö T ÒP Ʉé “Jika seorang hamba (jenazahnya) sudah diletakkan di dalam kuburnya


Rukun-rukun Iman 17 dan teman-temannya sudah berpaling dan pergi meninggalkannya dan dia dapat mendengar gerak langkah sandal-sandal mereka, maka akan datang kepadanya dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya seraya keduanya berkata, kepadanya:”Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. bila seorang mu’min dia akan menjawab:”Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusanNya”. Maka dikatakan kepadanya:”Lihatlah tempat dudukmu di neraka yang Allah telah menggantinya dengan tempat duduk di surga. Maka dia dapat melihat keduanya”Dan adapun (jenazah) orang kafir atau munafiq akan dikatakan kepadanya apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini?”. Maka dia akan menjawab:”Aku tidak tahu, aku hanya berkata, mengikuti apa yang dikatakan kebanyakan orang”. Maka dikatakan kepadanya:”Kamu tidak mengetahuinya dan tidak mengikuti orang yang mengerti”. Kemudian dia dipukul dengan palu besar terbuat dari besi sehingga mengeluarkan suara teriakan yang dapat didengar oleh yang ada di sekitarnya kecuali oleh dua makhluq (jin dan manusia)”. 12 Allah berfirman: ƯŗƮŗƭŗƬŗƫŗƪƩŗƨŗƧŗƦŗƥ ƲŗƱŗư “Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat.”Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras!”. (QS. Ghafir: 46) Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati dua kubur lantas beliau berkata: P H P ǔ P é¸P ö Q û Q ÌP Ç P *¸Ē õ P * Ʒ»ïúø, ƦºO ƷR » P ïƗR H¸ R P º Ē Í P ä Q Ȭ¸P õP JH¸ R P º Ē Í P ä Q Ȭ¸P ö Q ü Ē ȫR , RȄR T ý P º T ÷õ R Q ƳR P Ɂ T Ò P Ȼ P Ĉ P H P ǔ P éQ Î P Ê T Ă.¸Ē õ P * P J ¼R P öāöR Ē ǽ¸R ºƁR T ö P Ȭ “Sesungguhnya penghuni kedua kubur ini sedang diadzab. Mereka tidak 12 HR. Al Bukhari no (1374) kitab Al Janaiz, bab Ma Jaa fi Adzab al Qabr


18 Ringkasan Aqidah Para Salaf diadzab karena perkara besar, tetapi sesungguhnya perbuatan itu termasuk dosa besar. Adapun salah seorang dari keduanya suka mengadu domba, sedangkan yang satunya lagi tidak melindungi dirinya dari kencingnya.”13 Dan alam kubur adalah tempat persinggahan yang pertama di akhirat. 3. Kami juga beriman adanya haudh (telaga) yang telah Allah janjikan untuk rasulNya shallalahu ‘alaihi wa sallam. Dan kami juga beriman bahwa orang orang yang beriman akan mendatanginya kelak pada hari kiamat, mereka akan minum darinya dengan tegukan yang tidak akan dirasa haus lagi setelahnya. Akan dihalangi dari telaga tersebut siapapun yang telah mengganti dan merubah sunnahnya shallalahu ‘alaihi wa sallam, beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: T ô P Ɏúùõ P /R P Ǫ÷P õJ úùõ P /R P ǪQ I P 6 P 8J÷P öé =R T ý P Ł. P ȂT ô Q Ȳ Q ÝP Î P 鏸* ũR T Ʉ P º Q F¸ Q ĵĒ ô Q Ȫ ȕýR Q éR Î T ä P ɋJT ô Q ü Q ȯR Î T ã*N G.ýT ì*Ē PP ɲQ 6R P Ʒ P Ɏ .M Ì P º*Q I P Ì T ä P Ȩ T ² P ö T á P Ȭ  Q FýQ ì²é P EP Ì T ä P Ȩ.ýQ Ɏ Ē Ì P º¸õLR 8 T Ì P ¾Ĉ P îĒ ø, Q F¸íQ āé ĕ ũõ R T ô Q ü Ē ȫ, P F¸ìT ô Q ü P ù T ɄɊJ LÌR T ä P Ȩ P F Ē Ì P º÷P öRɎ¸M í T ÈQ ѸM í T ÈQ Ñ “Aku manusia pertama diantara kalian yang menuju telaga, barangsiapa mendatanginya akan minum darinya, dan barangsiapa yang meinum darinya maka tak akan haus selama-lamanya, sungguh beberapa orang menemuiku yang aku mengenal mereka dan juga mereka mengenalku, lantas tiba-tiba aku dan mereka terhalang. Beliau berkata”Mereka adalah dari ummatku’ kemudian ada suara yang menjawab; kamu tidak tahu perubahan yang mereka lakukan sepeninggalmu! Sehingga aku berkata;”Celaka,, celaka bagi siapa saja yang mengganti agama sepeninggalku!”14 13 HR. Al Bukhari no (1361) kitab Al Janaiz bab Al Jarid ‘ala al Qabr. Dan Muslim no (281) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil. 14 Dikeluarkan oleh Al Bukhari no (7050) kitab Al fitan bab: Ma Jaa fi Qauli llahi Ta’ala


Rukun-rukun Iman 19 Telaga tersebut panjang dan lebarnya sama. Jarak masing-masing seukuran dengan perjalanan satu bulan. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: O Î T ü P ÔQ 0 P ƷÒR P ɏƅR T ý P Ç “(Ukuran) telagaku (sama dengan) perjalanan selama satu bulan. 15 Beliau juga bersabda: N (.P ý P ÑQ I¸P Ā.P J P 9P J “Sisi-sisinya sama.”16 Telaga tersebut sangatlah luas. Banyak gelasnya sejumlah bintang di langit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: P ÷õ R úāR R ȯĒ HR ɉ P J ÷R P öP Ǿ. P ÷õ R P (¸P ä T ù P ×P JP ¼ P ó T Ā P * P T ǐP Ȩ¸P ö P ïƅR T ý P ÇP 8 T Ì P ìĒ HR , R(¸P ö Ē ÒɎ.GýR Q Q Ĥ6R P Ì P ä P ïëɋR R 8¸P º P Ą. “Sesungguhnya ukuran telagaku bagaikan (jarak) antara kota Eiliya dan Shan’a di negeri Yaman, dan terdapat cerek-cerek yang jumlahnya bagaikan bintang di langit.”17 Rasanya lebih nikmat dari susu dan lebih manis dari madu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang minum di telaganya: R ñ P ÒP ä T ò. P ÷õ R P ƦT Ç P * P J R P NJ Ē óɎ. P ÷õ¸ R M Ú¸P ā P Ȩ ē Ì P Ô P * “Airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu.18 /¸ R P íäR T ò. Q Ì T ĀÌR P ÔP ¯. Ē H P ..UT ý Q ö P ó T ã.P Jʔ M ¼ Ē ×ʞ¸ P ÊT ôQ ȲT ùõ. R T ý Q ö P ó P à P ÷ T ȬR Ē Ȇ. ĒP NJT āØR Q ¾ Ē Ĉ M ¼ P ù T ¿R é.T ý Q í Ē ȩ.P J Wa ma kaana an nabiyyu shalallahu alaihi wa sallam yuhadzdziru minal fitan. 15 HR. Al Bukhari no (6579) kitab Ar Riqaq, bab Fil Haudh. 16 HR. Muslim no (2365) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil. 17 HR. Al Bukhari no (6580) kitab Ar Riqaq, bab Fil Haudh. 18 HR. Muslim no (2374) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil.


20 Ringkasan Aqidah Para Salaf 4. Kami juga beriman dengan shirath. Shirat adalah jembatan yang dibentangkan di atas neraka Jahannam. Di atasnya terdapat besi besi pengait dan sapit . Kaki-kaki manusia banyak yang tergelincir di atasnya. Orang melewatinya sesuai dengan kadar amalan mereka. Diantara mereka ada yang berhasil selamat, ada pula yang berhasil namun meski dengan terkoyak, dan adapula yang tercebur ke dalam neraka Jahannam. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: T ô ĕ ó P Ñ Ē ô Q üóɎ.P HýQ ɎýQ í P ɋ P JQ ¼ P ã¸P ê Ē ÕɎ. ē ñR P ıP J P ô Ē ù P ü P Ä PP Ȃ Q T ǭR T Ŀ. Q /P T ǶQ Ā Ē ô Q Ȫ úāR R ȯN ¼ Ē òÏP ɏ N ÙT ÇP 6 P F¸ P ì'Q T ǭR T Ŀ.¸P õP JR¯. P FýQ ÑP 8¸P Ā P ñāR ȰT ô ĕ ó P Ñ ¸P üāR ȯÌO T ÅP ùR ºQ HýQ ȲP ¾¼»ó×N ¼ P ȠýÔ N î P ÒP ÇP J Q ¹ RǾP ĉ P Ƞ P J Q èāݸ R P ÞP Ê  DR T P Ʊ T Ɏ P ȡP J R T ǐP ä T ò.CR T Î P Þ P ïP HýQ ùõR T ³ Q ö T Ɏ.ē Î Q ö P ā P ȯQ H. P Ì T ä Ē ÒɎ.¸P ü P Ɏ Q F¸P í Q Ȭ N ¼ P ȲT ɋ P ý Q Ô N ;J Q Ì T P ņP J N ô Ē ó P ÒQ ɏ3¸O P ù P ȯ /R P Ǔĕ ÎɎ.P J R ñ T ā P T ł.ÌɋR R J¸P Ä P ² P Ƞ P JR T Ʒ Ē Þò P ȡP J ÆɋR ĕ ÎɎ P ȡP J P ô Ē ù P ü P ÄR 8¸ P øƗR N :J Q Ì T ðP õP J N ñP ÑT Î Q ɏ “Kemudian di bentangkan jembatan di atas Jahannam, dan berlakulah syafa’at pada saat itu, mereka berkata;” Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.” Ada yang bertanya; ‘Wahai Rasulullah, apakah jembatan itu?” beliau menjawab; Jalan yang licin dan menggelincirkan, padanya terdapat besi-besi bengkok pengait dan duri-duri yang keras, duri yang keras terdapat di daerah Nejed, disebut dengan As-Sa’dan, lalau kaum beriman berjalan melewati seperti kedipan mata, (sambaran) kilat, angin (yang mengalir), burung (yang terbang), (larinya) kuda yang kuat, dan orang yang mnegendarai onta, maka ada yang selamat dan ada yang tercabik-cabik terhempaskan serta ada yang terdorong masuk ke dalam api neraka Jahannam.”19 Shirath bentuknya lebih kecil dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Abu Said Al-Khudri berkata: 19 HR. Muslim (3/173-174) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil


Rukun-rukun Iman 21 “Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath tersebut lebih kecil dari rambut dan lebih tajam dari pedang.”20 5. Kami juga beriman dengan Syafa’at Al-Udzma (agung). Syafa’at al udzma adalah Al-Maqam Al-Mahmud (tempat terpuji) yang diberikan kepada nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam: ƏŗƎŗƍŗƌŗƋŗƊ “Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79) Itu adalah syafa’at agar hisab segera dilakukan. Dari ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata:  P HýɎýíP Ā ¸P ü Ē āɀ P ø Q â P »Ɂ P ¾¼O Ē õ Q * ēQ Ǘ ¸M  Q ļõ¸āíò.P GýĀP HJƷØP Ā P :¸Ē ǽ.Ē H, P îɎÍé ÌO Ē öŅƤ, Q ¼ P ã¸P ê Ē ÕɎ.ƯP P ¿Ƀ P ¾ Ē ŠÇ T â P êÔ.Q Hĉé¸Ā T â P êÔ.Q Hĉé¸Ā P 6ýöÈŋ.P G¸P í P öɎ.Q ¯.úQ Âä»P Ā P GýĀ “Manusia di hari kiamat berkumpul, setiap umat mengikuti nabinya masing-masing, mereka berkata,”Wahai fulan! Berilah syafaat! wahai fulan! Berilah syafaat”Ini terjadi sampai syafaat itu diberikan oleh Nabi Muhammad. Itulah saat Allah mengangkat Nabi dengan Al-Maqam Al-Mahmud”.21 Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan syafa’at bagi calon penduduk surga untuk segera memasukinya. Beliau shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Q FT ý Q ì P ² P é' P ½T ø P * T ÷P õQ HR 9 P ¸ł. Q FT ý Q í P ā P ȯ Q ÆR ¿ T ê P ¿ T Ñ P ² P é¼R P õ P ¸āíò. R P G T ý P ¼R Ē ù P Ŀ. P /¸P ºő)R P îP ó T » P ȰÌO P Ç P ĄR Q Æ P ¿ T ȯ P *Ē Ĉ P * Q 1T ÎɏR Q * P îR º Q FT ý Q í P ā P ȯ N Ì Ē ö PQ Ņ 20 HR. Muslim (3/173-174) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil. 21 HR. Al Bukhari no (4718) kitab At Tafsir, bab Qaulihi Ta’ala: A e I l źi ų lğ Ƥĵe Ųĵh Ū h Ų h ūĠ Ʌ h K h ūh Ŀ h š l ĸ ğ Ȭl ` h AƿĢ h Š


22 Ringkasan Aqidah Para Salaf “Aku mendatangi pintu surga di hari kiamat kelak, aku meminta untuk dibukakan. Penjaga surga bertanya,”Siapa engkau?”.”Aku adalah Muhammad”. Jawabku. “Karenamu aku diperintahkan agar aku tidak membukakan surga untuk siapapun sebelum kamu.”22 Beliau shallahu ‘alaihi wa sallam memberikan syafaat kepada sekelompok manusia dari ummatnya untuk masuk ke dalam syurga tanpa hisab. Beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: /¸ R P T Ǻ. T ÷õ R T ôR ü T ā P ó P ã P /¸ P ÒÇ R P Ĉ T ÷P õ P îR ¿ Ē õ Q * T ÷õ R T ñÊR T 6 P * Q Ì Ē ö PQ ҏP Ā Q F¸P í Q ā P ȯ T ÷õ R P îRɎP 7KP ýѸ R P öāR ȯ:¸ R Ē ǽ.Q ( P ȡ P Q ǪT ô Q ûP J¼R Ē ù P T Ŀ./. R P ý T º P * T ÷õ R ÷R P ö T Ȭ PT Ą. /. R P ý T º PT Ą. “Hai Muhammad, masukkan orang yang tidak dihisab dari ummatmu melalui pintu-pintu surga sebelah kanan dan mereka adalah sekutu semua manusia selain pintu-pintu itu.”23 Beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan syafaat kepada sekelompok umatnya dari kalangan para pelaku dosa besar yang telah masuk ke dalam neraka agar dikeluarkan darinya. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ŠR Ē õ Q * T ÷õ R R ÎR¶¸P » P ð T ò. R ñ T û P ĄŠR P ã¸P ê P Ô “Syafaatku juga untuk umatku yang melakukan dosa besar.”24 Beliau juga memberikan syafaat kepada paman beliau Abu fflalib agar adzabnya diringankan, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 22 HR. Muslim (188) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil. 23 HR. Al Bukhari no (4712) kitab Tafsir al Qur’an, bab (. M 8 T ý Q ðP Ô.M Ì T » P ȭ P H P ǓȖú Ē øR , O4T ý Q øP âP õ¸P ù T ó P ʼn T ÷P õP ¼ Ē ɋ S R 8 Q 7). Dan Muslim no (184) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil. 24 HR. Abu Dawud no (4739) kitab As Sunnah, bab Fi asy Syafa’ah. Dan At Tirmidzi no (2435) pada bab: Sifat al Qiyamah, bab Ar Riqaq, dan bab Al Wara’ dengan sanad yang shahih.


Rukun-rukun Iman 23 R 8¸Ē ǽ. P ÷õ R 4¸O P ÛT È P ÚƗR Q ñP ä T ÅQ ā P ȯ ¼R P õ¸P āíò. R P G T ý P ĀŧR P ã¸P ê P ÔQ ú Q ä P ê T ù P ȩQ ú Ē ó P ä P ò úæ¸P õ6 R Q ú T ùõ R ƧR T ç P Ȭ úR T ā P » T ä P ï Q å Q ó T » P Ȭ “Semoga syafa’atku berguna baginya pada hari kiamat, sehingga dia tidak diletakkan dalam neraka yang dalam, yang tingginya sebatas kedua mata kakinya, namun itu pun menjadikan ubun-ubun kepalanya mendidih.”25 Para nabi, orang orang yang beriman, dan para malaikat memberikan syafaat. Demikian pula Allah, Dzat yang maha memiliki kemuliaan akan memberikan syafaat, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam: P â P ê P ÔP J P Hý ē āR ɀ Ē ǽ. P â P ê P ÔP J Q ¼ P ȲR¶ P ĉP ö T Ɏ. T ½P ä P ê P Ô Ē ñP ÄP J Ē Ï P ãQ ¯. Q FýQ í P ā P ȯ R 8¸Ē ǽ. T ÷õ R M ¼ P ÛT » P Ȱ Q ÙR » T í P ā P ȯ  P ǐʼnRR . Ē ÎɎ.Q ô P ÇT 8 P *ĈR , P ë T » P ȬT ô P Ɏ P J P HýQ ùõR T ³ Q ö T Ɏ. ē ÜP Ȱ.MT ƷP Ê.ýQ ó P ö T ä P ȬT ô P Ɏ¸M õ T ý P ì¸P ü T ùõ R Q 3R Î T ËQ ā P ȯ “Maka Allah azza wa jalla berfirman, ‘Para malaikat telah memberikan syafaat, para Nabi telah memberikan syafaat, orang-orang mukmin telah memberikan syafaat. Tidak tersisa kecuali Yang Maha memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang dikasihani. Maka (Allah) menggenggam satu genggaman dari neraka dan mengeluarkan suatu kaum yang belum pernah sama sekali melakukan kebaikan.”26 Orang-orang yang mati syahid juga akan memberikan syafaat. Rasulullah  bersabda: úRR ¿ T Ʉ P º R ñ T û P * T ÷õ R P ǐäR T » P ÑƗR Q ÌāR ü Ē ÕɎ. Q â P ê T Õ P Ȼ “Seorang yang mati syahid kelak akan memberikan syafaat kepada 70 25 HR. Al Bukhari no (6564) kitab Ar Riqaq, bab shifat al Jannah wa an nar. Dan muslim no (201) 26 HR. Muslim (184) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil


24 Ringkasan Aqidah Para Salaf orang kerabatnya.”27 Dan tidak akan bisa memberikan syafaat kecuali orang yang telah diizinkan Allah untuk memberikan syafaat, džŗDžŗDŽŗǃŗǂŗǁŗǀ “Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 255) dan juga diridhai oleh Nya: ǽŗǼŗǻŗǺŗǹŗǸŗǷŗǶŗǵ “Kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhai.” (QS. An- Najm: 26) Dan seseorang tidak akan bisa memberikan syafaat kecuali kepada orang yang juga telah diridhai: ƄŗƃŗƂŗƁŗƀ “Dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah).” (QS. Al-Anbiya’: 28) 6. Kami beriman dengan Mizan (timbangan): ŹŗŸŗŷŗŶŗŵŗŗŴŗųŗŗŲŗű “Dan Kami akan meletakkan timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit.” (QS. Al-Anbiya’: 47) Mizan tersebut memiliki dua daun timbangan dan satu tiang. Diri seorang hamba akan ditimbang di dalamnya. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 27 HR. Abu Dawud no (2522) kitab Al Jihad, bab Asy Syahid Yasyfa’. Dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya no (4660) kitab As Siyar, bab Fadhlu asy Syahadah. Dan disahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no (2277)


Rukun-rukun Iman 25 P 4¸P ùį.ÌT ùã R Q HÏĀP Ĉ¼õ¸ā R íR T ò.P G T ý P Ā Q ǐöR Ē ÒɎ.Q ôāáR T äò. Q ñQ Ä Ē ÎɎ.Ř²R P ǾQ ú Ē ø R , ¸ø9J¼õ¸āíò.GýĀôāíøĉé.J*Îì.¼O P ÚýQ äº “Sesungguhnya kelak pada hari kiamat akan datang seorang yang gemuk dan besar, di sisi Allah beratnya tidak sampai melebihi sayap nyamuk. Bacalah ayat (maka kami tidak akan menegakkan timbangan untuk mereka) ¸ø9J¼õ¸āíò.GýĀôōôāíøĉé”28 Amal para hamba akan ditimbang juga di atasnya. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ƖR H¸ R P ¿ P óāíR P ÁH¸ R P Ò ĕ óɎ. PP Ȃ H¸ R P ¿ P êāêR P Ê÷R PT ʼnĒ ÎɎ. P ƤR ,H¸ R P ¿ P »ɄR » P ÇH¸ R P ¿ P öR P Ǖ ôāR áR P ä T ò.R¯.P H¸ P È T » Q ÑRIÌR T ö P įR P JR¯.P H¸ P ÈT » Q Ñ H. R P LJöR T Ɏ. “Dua kalimat yang dicintai oleh Ar-Rahman, ringan diucapkan lisan, dan berat di timbangan; subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil adzim.”29 Akan ditimbang juga di atasnya lembaran catatan amal. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  ¼R P õ¸P āíò. R P G T ý P ĀëRR¶ P ĉP T ł.:JR Q +Q 8 PP Ȃ ŧR Ē õ Q * T ÷õ R M ĉQ ÄP 8 Q Ö ĕ ó P ËQ ā P ѯ.Ē HR , P ô Q Ȫ R ǵP P Ǻ. ĕ ÌP õ Q ñ T Âõ R O ñÅR Ñ R QQ Ǘ M ĉÅR Ñ R P ǐäR T ÒRȸ P JM ¼ P ä T ÒRȸúR T ā P ó P ã Q Q ǮT Ƀ P ā P ȯ Ĉ Q FýQ í P āé'P Hý Q áRé¸ T Ł.ŧR P ɀ P ¿ P ï P îP ö P ó P à P *'M ¸ P · T Ʉ P Ô.P Í P û T ÷õ R Q ÎðR T ù Q ȩ P * Q FýQ í P Ȭ P î P ɎĒ H, P ƦP º Q FýQ í P ā P ȯ /P 8¸P ĀĈ Q FýQ í P ā P ȯ'N 8 T Í Q ã P îP ó P é P * Q FýQ í P ā P ȯ /P 8¸P Ā Q Ì P ü T Ô P *¸P üāR ȯN ¼ P ì¸ P ÞR º Q 3P Î T ËQ ¿ P ȯ P G T ýP T Ǿ. P îT ā P ó P ãP ô T ó Q àĈQ ú P øR ´ P é M ¼ P ù P ÒP ǸP ø P Ì T ùãR T Q ǶT Ç. Q FýQ í P ā P ȯ Q Q ȄýQ ÑP 8P JQ I Q Ì T » P ȭM .ÌöPQ ŅĒ H* Q Ì P ü T Ô P * P J¯.Ĉ,P P ȄR ,Ĉ T H P * 28 Dikeluarkan oleh Muslim no (7563) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil 29 HR. Al Bukhari no (7563), ini adalah hadits yang terakhir dalam kitab shahih beliau.


26 Ringkasan Aqidah Para Salaf  P F¸P í P ȯ' Q 1ĉÅR ÒɎ. R RIÍR P ûâP õQ ¼ P ì¸ P ÞR Ǻ.RIÍR P û¸P õ/P 8¸P Ā Q FýQ í P ā P ȯ P îP ø T 9P J  ¼O Ē êRïƗ Q ¼ P ì¸ P ÞǺ.R P J¼O Ē êRïƗR Q 1ĉÅR ĕ ÒɎ. Q â P ÚT ý Q ¿ P ȯ P F¸ì Q ô P ó T á Q ȩĈ P îP øR ´ P é N (T P ޝ.ôR T Ñ. P â P õ Q ñ Q í T  P ȬĈJ Q ¼ P ì¸ P ÞR Ǻ.½P ó Q í P Ȫ P J Q 1ĉÅR ĕ ÒɎ. T ½P Ô¸ P Þ P ȯ “Sesungguhnya Allah akan memanggil seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada Hari Kiamat, lalu sembilan puluh sembilan buku catatan disebar di depannya, setiap buku catatan sepanjang mata memandang, kemudian dikatakan kepadanya, ‘Apakah kamu mengingkari apa yang tercatat? Apakah para malaikatKu yang menulis menzhalimimu?’ Dia menjawab, ‘Tidak ya Rabbi’. Maka dikatakan kepadanya, ‘Apakah kamu mempunyai alasan atau kebaikan?’ Laki-laki ini ketakutan, dia menjawab, ‘Tidak’ Maka dikatakan kepadanya, ‘Ada, di sisi kami kamu mempunyai kebaikan, bahwa pada hari ini tidak ada kezhaliman atasmu.’ Maka dikeluarkanlah sebuah kartu untuknya yang berisi, ȄýÑ8JIÌ»ã.ÌöŅH*ÌüÔ*J¯.Ĉ,ęĈH*ÌüÔ* ‘Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya’ Orang tersebut berkata, ‘Ya Rabbi, apa bandingan kartu ini di depan buku-buku catatan ini?’ Maka dijawab, ‘Sesungguhnya kamu tidak dizhalimi.’ Maka buku-buku catatan itu diletakkan di daun timbangan sementara kartu itu diletakkan di daun yang lain, buku-buku catatan itu terangkat kalah berat oleh kartu tersebut.”30 7. Dan kami beriman bahwa orang-orang yang beriman akan melihat Rabb mereka dengan jelas dan dengan mata mereka. Mereka akan mengajak berbicara Allah, tidak ada penerjemah antara mereka dengan Allah. Jarir bin Abdillah berkata: 30 Sunan at Tirmidzi no (2639) Abwab al Iman, Maa Jaa fii Man Yamutwa Huwa Yasyhadu an La Ilaha Illa Allah. Dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih at Tirmidzi no (4300).


Rukun-rukun Iman 27 T ô Q Ȳ Ē ø R ,¸P õ P *  P F¸P í P ȯ R 8 T ÌP Ǻ.ũäĀP ¼ P ó T P ǾR Î P ö P íò. P Ƥ,P Î P á P ùé°ĕ R Ŧ Ē ǽ. P Ì T ù㸠R Ē ù Q ï úRR ¿ P ɋ T +Q 8ƗR P Hý ē ɏ¸ P ÛQ ¾ÎP ö P íò..P Í P ûP HT JP Î P ¾¸P ö P ïT ô Q Ȳ Ē Ɋ P 8P HT JPP ƳP Ñ “Dahulu kami pernah bersama Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba beliau memandang ke arah bulan (purnama) lantas beliau bersabda:”adapun sesungguhnya kalian kelak akan melihat Rabb kalian seperti cara kalian melihat rembulan ini. Kalian tidak berdesakan.”31 Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: N H¸PQ ŇT Î Q ¾Q ú P ù T Ʉ P Ɋ P JQ ú P ù T Ʉ P º P ÐT Ʉ P ò Q ¯.Q ú Q ö ĕP ǖQ ā P Ñ Ē ĈR ,ÌO P Ç P * T ÷õ R T ô Q ȲT ùõ¸ R P õ “Setiap kalian pasti akan diajak berbicara oleh Allah, tidak ada penerjemah antara keduanya.”32 8. Dan kami meyakini bahwa Al-Masih Ad-Dajjal akan keluar, dan tertulis diantara kedua matanya kafir. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: N ÎRé P ǓúR T ā P Ƀ T ā P ȭ P T ǐP Ȩ N /ýQ ¿ T ðP õ R T ǐP ä T ò. Q 4ý Q ÒT ö P ɏ Q F¸Ē Ä Ē ȅ. “Dajjal matanya buta dan tertulis antara keduanya kafir.”33 Nabi Isa ‘alaihis salam akan turun dan membunuhnya di pintu Ludd. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Q ú Q ó Q ¿ T í P ā P ȯS O Q ȅ /¸ R P »R º Q ú P ȠR 8 T Ì Q Ā Ē ŠP ÇQ ú Q » Q ó T Þ P ā P ȯ “Maka Dia (nabi Isa) akan mencarinya sampai beliau menjumpainya di pintu Ludd kemudian membunuhnya.”34 31 Dikeluarkan oleh Al Bukhari no (7512) kitab Mawaqit ash Shalat, bab Fadhlu Sholat al ‘Ashr 32 Dikeluarkan oleh Al Bukhari no (7512), kitab Ar Riqaq, bab Kalam ar Rabb Azza wa Jalla Yauma al Qiyamah Ma’a al Anbiya’ wa Ghairihim. Dan Muslim no (1/1030)) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil. 33 HR. Muslim no (2/3052) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil. 34 HR. Muslim no (3057) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil.


28 Ringkasan Aqidah Para Salaf 9. Dan kami tidak mempersaksikan seorangpun dari kalangan ahlul kiblat dengan surga maupun neraka. Kami berharap surga bagi yang berbuat ihsan serta juga khawatir terhadap mereka. Dan kami khawatir terhadap yang berbuat keburukan serta berharap rahmat bagi mereka. 10.Dan kami beriman bahwa surga dan neraka keduanya sekarang telah ada. Apabila seorang hamba wafat akan ditampakkan kepadanya tempatnya kelak. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: P H P Ǔ T HR ,  ĕ ƁR P äò.P JR0. P Ì P ç T ò¸R º Q I Q Ì P ä T í P õúR T ā P ó P ã P =R Î Q ã P 1¸P õ.P 7R ,T ô Q ȱP ÌP Ç P *Ē HR , R ñ T û P * T ÷öR P éR 8¸Ē ǽ. R ñ T û P * T ÷õ R P H P Ǔ T HR ɉ P J ¼R Ē ù P Ŀ. R ñ T û P * T ÷öR P é¼R Ē ù P Ŀ. R ñ T û P * T ÷õR ¼R P õ¸P āíò. R P G T ý P Ā Q ¯. P îP  P ä T » P Ȭ Ē ŠP ÇP EQ Ì P ä T í P õ.P Í P û Q F¸P í Q ā P ȯ R 8¸Ē ǽ. “Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian meninggal dunia, maka akan diperlihatkan kepadanya tempatnya setiap pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni surga, maka akan (diperlihatkan tempatnya) di surga. Adapun jika ia termasuk penghuni neraka, maka akan (diperlihatkan tempatnya) di Neraka. Akan dikatakan kepadanya hingga Allah membangkitkannya pada Hari Kiamat,”Inilah tempatmu.”35 Dan kami beriman bahwa surga dan neraka tidak akan fana selamanya, sebagaimana telah datang dalam hadits: P 1T ý P ɏ P ĉ P éN 6ý Q ó Q ÊR 8¸Ē ǽ. P ñ T û P *¸P ɋ P J  P 1T ý P ɏ P ĉ P éN 6ý Q ó Q ʼR Ē ù P T Ŀ. P ñ T û P *¸P Ā “Wahai penduduk surga kekallah tanpa ada kematian. Dan wahai penduduk neraka kekallah tanpa ada kematian.”36 35 HR. Al Bukhari (1379) kitab Al Janaiz, bab Al Mayyit Yu’radhu Alaihi Maq’aduhu bi al Ghadati wa al ‘Asyyi. 36 Dikeluarkan oleh Al Bukhari (6545) kitab Ar Riqaq, bab Yadkhulun al Jannah Sab’un Alfan Bighairi Hisab.


Rukun-rukun Iman 29 F. BERIMAN KEPADA TAKDIR BAIK DAN BURUK SERTA KANDUNGAN NYA Dan kami beriman: 1. Bahwa tidaklah terjadi sesuatu pun kecuali dengan pengetahuan Allah. Allah berfirman: ƗŗƖŗƕŗƔŗƓŗƒŗƑŗƐŗƏŗƎŗƍŗƌƋŗƊ ƠŗƟŗƞŗŗƝŗƜŗƛŗƚŗƙŗƘ “Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh),” (QS. Saba’: 3) Allah berfirman: ƉŗƈŗƇŗƆŗƅ “Sesungguhnya Allah maha mengetahui terhadap segala sesuatu .” (QS. Al-Baqarah: 231) Allah berfirman: ȁŗȀŗŗǿŗǾŗǽŗǼŗǻŗǺŗǹŗŗŗŗǸŗǷŗǶŗǵŗǴ “…agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS.. At-fflalaq: 12) 2. Bahwa manusia memiliki kehendak yang tidak keluar dari kehendak Allah. Dan seseorang akan dimudahkan kepada perkara yang telah digariskan untuknya. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ȅ ǭȻ¸ŋJ* Q P Ȅ P ëR ó Q ʸP öRɎ Q ñP ö T ä P Ȭ đQ Ǘ


30 Ringkasan Aqidah Para Salaf “Berusahalah, karena semua akan dimudahkan kepada apa yang telah digariskan untuknya.”37 3. Bahwa apapun yang ditakdirkan akan menimpa manusia tidak pernah meleset. Dan apa yang ditakdirkan untuk tidak menimpa mereka maka tidak akan pernah terkena padanya. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Q ú P º¸ P × P *¸P õ Ē H P *P ô P ó T ä P Ȭ Ē ŠP Ç RI ĕ P ǪP JRI R T ƷP ÊR 8 P Ì P í T ò¸R º P ÷õR T ³ Q Ā Ē ŠP Ç N Ì T » P ȭ Q ÷õR T ³ Q Ā P Ĉ úP »āØR Q RǾ T ÷Q ȲP ĀT ô P ɎQ I P ² P ÞT Ê P *¸P õ Ē H P * P J Q ú P ·ÞR T ËQ RǾ T ÷Q ȲP ĀT ô P Ɏ “Tidak sempurna iman seorang hamba sampai dia beriman kepada takdir yang baik dan buruk. Sampai dia meyakini bahwa apa yang ditakdirkan menimpanya tidak akan pernah meleset dan apa yang ditakdirkan tidak akan menimpa tidak akan pernah terjadi.”38 4. Bahwa tidaklah terjadi sesuatu apapun kecuali dengan kehendak Allah, Allah berfirman: ƊŗƉŗƈŗƇŗƆŗƅƄŗƃŗƂŗƁŗƀŗſ “Tetapi kamu tidak mampu kecuali apabila Allah kehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS. Al-Insan: 30) 5. Dan bahwa Allah telah mencatat takdir seluruh makhluk lima ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: P ǐÒR T ö P ķR P =T 8 PT Ą. P J1. R P J¸P ö Ē ÒɎ. P ë Q ó TP Ľ T H P * P ñ T » P ȰëRR¶ P ĉP T ł.P ÎĀ6¸ R P í P õQ ¯. P ¹P ¿ P ï ¼O P ù P Ñ P èT ò P * 37 Dikeluarkan oleh Al Bukhari no (6569) kitab Al Qadar, bab Jaffla al Qalam ‘ala ‘Ilmi Allah. 38 HR. At Tirmidzi no (2144). Dan disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah al Ahadits ash Shahihah no (2439)


Rukun-rukun Iman 31 “Allah menulis takdir semua makhluk sebelum menciptakan langit dan bumi sejauh lima ribu tahun.”39 6. Seorang muslim tidak akan merasakan nikmatnya iman kecuali bila beriman dengan takdir. 39 HR. Muslim no (2744) tanpa pengulangan cet Dar. At Ta’shil.


32 Ringkasan Aqidah Para Salaf DOSA YANG PALING BESAR Dan kami meyakini bahwa dosa yang paling besar adalah menyekutukan Allah : ŻŗźŗŹŗŸ “Sesungguhnya kesyirikan adalah kedzaliman yang besar .” (QS. Luqman: 13) Tidak akan diampuni orang yang berbuat kesyirikan kecuali bila dia bertaubat darinya semasa hidup di dunia: ƹŗƸŗƷŗƶƵŗƴŗƳŗƲŗƱŗưŗƯŗƮŗƭŗƬŗƫŗƪŗƩ ƽŗŗƼŗƻŗƺ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa: 48) Kesyirikan dapat menghapus amal kebaikan. Dan syurga diharamkan bagi mereka yang berbuat kesyirikan: ƍŗƌƋŗƊŗƉŗƈŗƇŗƆŗƅŗƄŗƃŗƂŗƁ “Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, ƐŗƏŗƎ maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.” (QS. Al-Maidah: 72) Dosa yang paling besar setelah kesyirikan adalah meninggalkan shalat:


Dosa yang Paling Besar 33 ƹŗƸŗƷŗƶƵŗƴŗƳŗƲŗƱŗŗưŗƯŗƮ “Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat.” (QS. Maryam: 59)


34 Ringkasan Aqidah Para Salaf AL QUR’AN ADALAH FIRMAN ALLAH Dan kami beriman bahwa Al Qur’an adalah firman Allah, bukan makhluk. Dari Nya Al Qur’an itu berasal dan kepada-Nya akan kembali. Allah berfirman dengan huruf dan suara. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: N CT Î P Ç N ôāõR P J  N CT Î P Ç N G P ĈP J  N CT Î P Ç N èRò P * T ÷ȲR P ò P J  N CT Î P Ç ôɎ. Q FýQ ì P * P Ĉ “Saya tidak mengatakan bahwa Alif lam mim satu huruf; akan tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.”40 Beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: Q ú Q ä P ö T Ò P Ȼ1O T ý P ØR ºT ôR üĀ6¸ R P ù Q ā P ȯ¸M ö T ü Q Ȩ M 0¸ P ê Q ÇM 0.P Î Q ã¼R P õ¸P āíR T ò.P G T ý P Ā Q :¸Ē ǽ. Q P Ǯ Q ĵ Q H¸Ē Ā Ē ȅ.¸P ø P * Q îR ó P ö T Ɏ.¸P ø P * P /Q Î P ì T ÷P õQ ú Q ä P ö T Ò P Ȼ¸P ö P ï P Ì Q ä P Ȩ T ÷P õ “Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam kondisi telanjang, tidak beralas kaki, dan bisu. Kemudian Allah akan memanggil mereka dengan suara yang dapat didengar oleh orang yang jauh seperti orang yang dekat mendengarnya: Akulah sang raja, akulah yang maha memberikan balasan”41 Al-Qur’an adalah firman Allah dari mulai surat Al Fatihah sampai akhir surat An-Nas. Barangsiapa yang mengingkarinya satu huruf maka dia telah kufur dengan kesepakatan. 40 HR. At Tirmidzi (2910) kitab Fadhail al Qur’an, bab Ma Jaa fi Man Qoroa Harfan min al Qur’an Ma Lahu Min al Ajr. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi. 41 Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnadnya no (16042): Musnad al Makkiyiin, hadist Abdullah bin Unais. Dan Al Bukhari dalam Shahihnya meriwayatkan secara muallaq beberapa hadits terkait. Beliau berkata, “dan disebutkan dari Jabir, dari Abdullah bin Unais beliau berkata, aku mendengar Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam kondisi telanjang, tidak beralas kaki, dan bisu. Kemudian Allah akan memanggil mereka dengan suara yang dapat didengar oleh orang yang jauh seperti orang yang dekat mendengarnya: Akulah Sang Raja, Akulah yang Maha memberikan balasan.”


Iman Berupa Ucapan dan Perbuatan 35 ǡ BERTAMBAH DAN BERKURANG Iman ialah ucapan dengan lisan, keyakinan dengan hati, dan pengamalan dengan anggota badan: P Ĉ Q FT ý P ì¸üQ ó P Û T é²é M ¼ P » T ä Q Ô P Hý ē ¿ÑJ R N â T ÛºT J* P HýQ ä T » P ÑJ N â T ÛºQ H¸öĀĆ. R P ÷õ R N ¼ P » T ä Q ÔQ (¸āP T Ł.J ëɋR R Î Ē Þò.÷R P ãKP 7Ą.Q ¼ P ݸõ,¸û¸øT 6 P *J Q ¯. Ē Ĉ,P P Ȅ, H¸öĀĆ. R “Iman memiliki tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang, yang paling utama adalah ucapan la ilaha illa allah. Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Rasa malu merupakan sebagian dari iman.”42 Iman dapat bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Allah berfirman: ŽŗżŗŻŗź “….untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada)” (QS. Al-Fath: 4) 42 HR. Muslim no (27) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil.


36 Ringkasan Aqidah Para Salaf KEYAKINAN KAMI TERHADAP PARA SAHABAT RASULULLAH  Kami juga beriman bahwa sebaik baik manusia setelah para nabi adalah para sahabat Rasulullah . Dan yang paling mulia diantara mereka adalah Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, kemudian Ali, kemudian para Ashabu Asy-Syura kemudian peserta perang Badar. Dan kami meridhai mereka semuanya dan menahan diri dari perkara yang terjadi diantara mereka lantaran mereka semua adalah para Mujtahid yang memiliki satu dari dua kemungkinan; satu atau dua pahala. Allah yang telah memberikan rekomendasi dan meridhai mereka untuk menjadi pendamping nabiNya shallalahu ‘alaihi wa sallam. Barangsiapa yang melihat nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam meskipun sebentar dia dianggap sebagai sahabat.


Tidak Memberontak Kepada Penguasa 37 TIDAK MEMBERONTAK KEPADA PENGUASA DAN BERMAKMUM KEPADA MEREKA YANG BAIK MAUPUN DURJANA Dan kami tidak memberontak orang yang Allah pilih menjadi pemimpin kami berdasarkan bai’at yang syar’i, meskipun dia seorang yang fasik. Kami juga tidak melepaskan diri dari baiat untuk taat kepadanya. Ubadah bin Ash-Shamit radhiallahu anhu berkata: “Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam menyeru kami lantas kami pun membaiat beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam. Diantara hal yang beliau minta persaksian dari kami adalah: ¸øR T ǭQ ȻJ¸øR T ǭQ ãJ ¸ùûR P Î T ðP õJ¸ùÞR P Õ T Ƀ P õƗ ¼R P ã¸ Ē Þò.JâR T ö Ē ÒɎ. P Ȃ¸ùP ä P Ȭ¸º T H*  ¸M Ç.ýP º.M Î T ê Q ȱ.T JP Î P ¾ T H* Ē Ĉ, Q ú P ó T û*P Î T ɏĄ.P @R 9¸ùQ øĈ T H P *J ¸ùT ā P ó P ãM 0 P Î P Á P *J N H¸ûT Î Q ºúāéR¯. P ÷õ R T ô Q ȱP Ì T ùãR “Agar kami berbaiat untuk mendengar dan taat ketika kami semangat maupun tidak suka, dalam kondisi mudah maupun susah atau meskipun kami diperlakukan secara sewenang-wenang. Dan hendaklah kami tidak merebut urusan kepemimpinan dari orang yang berhak. Beliau shallahu ‘alaihi wa sallam berkata:”kecuali jika kalian menyaksikan kekufuran yang nyata, yang kalian memiliki bukti di sisi Allah.”43 Dan kami juga menaatinya selama belum diperintahkan untuk berbuat maksiat kepada Allah. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: CJÎä R P öɎ.Ɨ Q ¼ P ã¸ Ē Þò.¸öĒ ø, 43 HR. Al Bukhari no (7056) kitab Al Fitan, bab sabda Rasulullah: ¸üøJÎðù¾8ýɏ*LÌäºHJƳÑ. Dan muslim (1888/3) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil.


38 Ringkasan Aqidah Para Salaf “Ketaatan itu hanya pada perkara yang ma’ruf.”44 Dan kami juga shalat menjadi makmum di belakang pemimpin, yang baik maupun yang durjana. 44 HR. Al Bukhari (7257) kitab Akhbar al Ahad, bab Maa Ja’a fi Ijazati Khabar al Wahid ash Shaduq fi al Adzan wa ash Shalah wa ash Shaum wa al Faraidh wa al Ahkam. Dan Muslim no (1887) tanpa pengulangan cet. Dar at Ta’shil.


Tidak Mengkafirkan SeorangPun dari Ahli Kiblat 39 KAMI TIDAK MENGKAFIRKAN SEORANGPUN DARI AHLI KIBLAT Dan kami tidak mengkafirkan seorangpun dari ahli kiblat hanya karena dosa besar yang telah diperbuatnya. Barangsiapa yang wafat dalam kondisi muslim dari kalangan mereka kami akan menyalatinya dan memohonkan rahmat bagi mereka.


Click to View FlipBook Version